Saudara diminta mencari contoh-contoh culture dari seluruh penjuru dunia yang Saudara pandang “khas”. Silakan post disini sebagai comment sehingga Saudara memberikan kontribusi pengetahuan bagi orang banyak. Setiap mahasiswa minimal memberikan tiga contoh. Paling lambat harus sudah di upload pada hari Rabu minggu pertama bulan April. Selamat bekerja.
This entry was posted
on Tuesday, March 27th, 2007 at 10:05 pm and is filed under AP Class.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.
March 30th, 2007 at 8:31 am
Malam tanggal 30 bulan ke-12 penanggalan Imlek, atau chuxi dalam bahasa Tionghoa adalah malam terakhir menjelang hari Tahun Baru Imlek. Chuxi dalam bahasa Tionghoa berarti mencabut malam terakhir supaya menyongsong kedatangan tahun yang baru.
Di antara rakyat Tiongkok, adat istiadat mengenai chuxi banyak sekali. Pada beberapa hari menjelang chuxi, rakyat Tiongkok mempunyai tradisi untuk melakukan pembersihan besar-besaran di rumah. Pada hari terakhir bulan ke-12, baju yang sobek dan lauk-pauk yang belum habis dimakan akan dibuang menjelang datangnya hari Tahun Baru Imlek, dengan maksud agar kemiskinan tidak menjumpai rumah itu.
Setelah pembersihan, seisi keluarga akan mulai memasang kuplet dan lampion perayaan Tahun Baru Imlek, dalam rangka menciptakan suasana riang gembira. Pada malam tanggal 30 bulan ke-12 menjelang hari Tahun Baru Imlek, yaitu chuxiye, seisi keluarga akan berkumpul untuk makan bersama-sama.
Adat istiadat tentang makan malam pada hari chuxi berbeda dari tempat ke tempat di Tiongkok. Di bagian selatan, lauk-pauk yang disajikan pada malam itu harus meliputi tahu dan ikan, yang dalam bahasa Tionghoa lafalnya sama dengan “kaya dan kemakmuran”. Di bagian utara, jiaozi adalah makanan yang tak boleh kurang pada malam chuxi. Jiaozi dalam bahasa Tionghoa melambangkan reuni keluarga.
Pada malam menjelang hari Tahun Baru Imlek, biasanya orang tua akan membawa anaknya ke sanak saudara dan handai taulannya untuk mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek. Sedang di rumah, generasi muda juga harus mengucapkan Selamat Tahun Baru kepada generasi tua, dan generasi tua harus memberikan hadiah kepada bocah yang belum dewasa.
“Shoushui” atau tidak tidur pada malam menjelang hari Tahun Baru Imlek adalah kegiatan yang umumnya dilakukran rakyat Tiongkok. Anak-anak kecil paling gembira melakukan kegiatan “shoushui” karena bisa merayakan hari raya bersama dengan orang dewasa semalam suntuk, yang penuh dengan suasana riang gembira.
March 30th, 2007 at 8:46 am
Sepanjang sejarahnya, Jepang telah menyerap banyak gagasan dari negara-negara lain termasuk teknologi, adat-istiadat, dan bentuk-bentuk pengungkapan kebudayaan. Jepang telah mengembangkan budayanya yang unik sambil mengintegrasikan masukan-masukan dari luar itu. Gaya hidup orang Jepang dewasa ini merupakan perpaduan budaya tradisional di bawah pengaruh Asia dan budaya modern Barat.
KEBUDAYAAN TRADISIONAL
Seni pertunjukan tradisional yang masih berjaya di Jepang dewasa ini adalah antara lain kabuki, noh, kyogen dan bunraku.
Kabuki adalah sebuah bentuk teater klasik yang mengalami evolusi pada awal abad ke-17. Ciri khasnya berupa irama kalimat demi kalimat yang diucapkan oleh para aktor, kostum yang super-mewah, make-up yang mencolok (kumadori), serta penggunaan peralatan mekanis untuk mencapai efek-efek khusus di panggung. Make-up menonjolkan sifat dan suasana hati tokoh yang dibawakan aktor. Kebanyakan lakon mengambil tema masa abad pertengahan atau zaman Edo, dan semua aktor, sekalipun yang memainkan peranan sebagai wanita, adalah pria.
Noh adalah bentuk teater musikal yang tertua di Jepang. Penceritaan tidak hanya dilakukan dengan dialog tapi juga dengan utai (nyanyian), hayashi (iringan musik), dan tari-tarian. Ciri khas lainnya adalah sang aktor utama yang berpakaian kostum sutera bersulam warna-warni, dan mengenakan topeng kayu berlapis lacquer. Topeng-topeng itu menggambarkan tokoh-tokoh seperti orang yang sudah tua, wanita muda atau tua, dewa, hantu, dan anak laki-laki.
Kyogen adalah sebuah bentuk teater klasik lelucon yang dipagelarkan dengan aksi dan dialog yang amat bergaya. Ditampilkan di sela-sela pagelaran noh, meski sekarang terkadang ditampilkan secara tunggal.
Bunraku, yang menjadi populer sekitar akhir abad ke-16, merupakan jenis teater boneka yang dimainkan dengan iringan nyanyian bercerita dan musik yang dimainkan dengan shamisen (alat musik petik berdawai tiga). Bunraku dikenal sebagai salah satu bentuk teater boneka yang paling halus di dunia.
Berbagai seni tradisional lainnya, seperti upacara minum teh dan ikebana (merangkai bunga), terus hidup sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang. Upacara minum teh (sado atau chado) adalah tata-cara yang diatur sangat halus dan teliti untuk menghidangkan dan minum teh hijau matcha (dalam bentuk bubuk). Ada hal yang lebih penting daripada ritual membuat dan menyajikan teh, karena upacara ini merupakan rangkaian seni yang mendalam yang membutuhkan pengetahuan yang luas dan kepekaan yang sangat halus. Sado juga menjajaki tujuan hidup dan mendorong timbulnya apresiasi terhadap alam.
Seni merangkai bunga Jepang (ikebana), yang mengalami evolusi di Jepang selama tujuh abad, berasal dari sajian bunga Budhis di masa awalnya.
Seni ini berbeda dengan penggunaan bunga yang murni bersifat dekoratif saja, karena setiap unsur dari sebuah karya ikebana dipilih secara sangat cermat termasuk bahan tanaman, wadah di mana ranting dan bunga akan ditempatkan, serta keterkaitan ranting-ranting dengan wadahnya dan ruang di sekitarnya.
KEBUDAYAAN MODERN
Musik klasik masuk ke Jepang dari Barat. Penggemarnya cukup banyak dan sejumlah konser diadakan di berbagai tempat di Jepang. Jepang telah melahirkan banyak konduktor (seperti Ozawa Seiji), pianis, dan pemain biola dan mereka melakukan pertunjukan di seluruh dunia.
Sejak Kurosawa Akira memenangkan Golden Lion Award di Festival Film Venice pada tahun 1951, dunia perfilman Jepang menjadi pusat perhatian dunia, dan karya-karya dari sutradara besar seperti Mizoguchi Kenji dan Ozu Yasujiro mendapat sambutan luas. Pada tahun-tahun terakhir ini, Kitano Takeshi memenangkan Golden Lion Award pada Festival Film Venice 1997 dengan karyanya HANA-BI dan meraih penghargaan sebagai sutradara terbaik pada festival tahun 2003 dengan karyanya Zatoichi.
Film anime (kartun) Jepang yang menjadi hiburan bagi anak-anak Jepang sejak tahun 1960-an, kini diekspor ke seluruh dunia. Ada seri yang menjadi favorit anak-anak seluruh dunia, seperti Astro Boy, Doraemon, Sailor Moon, Detective Conan, dan Dragonball Z. Sementara itu, karya sutradara Miyazaki Hayao, Spirited Away, memenangkan Oscar sebagai film cerita kartun terbaik pada tahun 2003.
Untuk sastra, ada sejumlah pemenang Hadiah Nobel, yaitu Kawabata Yasunari dan Oe Kenzaburo. Sementara itu, karya-karya para pengarang yang lebih modern seperti Murakami Haruki dan Yoshimoto Banana populer di kalangan kaum muda Jepang dan telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa.
March 30th, 2007 at 8:48 am
Masyarakat & Kebijakan
Kekerasan jender
Kekerasan jender terjadi di berbagai tingkatan masyarakat dan di seluruh masyarakat di dunia. Pemerintah Norwegia telah memainkan peran aktif pada tingkat internasional dalam menerapkan ukuran yang dirancang untuk menghapus dan mencegah kekerasan terhadap wanita. Pada tahun 2000, pemerintah Norwegia memperkenalkan program nasional tiga tahun sebagai bagian dari usaha berkesinambungan. Pada tahun 2004, dimulai rencana kerja baru untuk mengurangi kekerasan domestic dan meningkatkan layanan bagi korban, termasuk anak-anak yang menyaksikan kekerasan. Fokus terhadap kaum pria yang melakukan kekerasan juga ditingkatkan untuk mencegah pengulangan. Rencana kerja ini dimaksudkan untuk menyebarkan informasi, meningkatkan kerja sama antar sektor dan memfasilitasi keahlian dalam bantuan layanan.
Pusat Informasi untuk Studi Kekerasan dan Trauma Norwegia telah didirikan. Pusat ini akan melakukan penelitian tentang kekerasan, dan akan menyebarkan informasi dan hasil penelitian tentang kekerasan. Pusat ini juga akan melihat konsekuensi psikologi dan sosial tindak kekerasan serta menawarkan program pelatihan bagi profesional, misalnya dengan meningkatkan kemampuan sektor kepolisian dan kesehatan dalam berhubungan dengan korban dan pelaku tindak kekerasan.
Norwegia memiliki sekitar 50 pusat penampungan yang memberikan perlindungan terhadap wanita dan anak-anak korban kekerasan. Rata-rata pusat penampungan ini didirikan dan dikelola oleh tenaga wanita suka rela dan didanai oleh pemerintah serta masyarakat. Pemerintah juga memberikan dukungan keuangan terhadap pusat-pusat yang memberikan bantuan bagi korban kekerasan seksual dalam keluarga. Pada tahun 2002, posisi baru sebagai koordinator kekerasan keluarga didirikan di masing-masing distrik polisi Norwegia untuk meningkatkan upaya polisi mencegah kekerasan rumah tangga.
Jumah wanita imigran yang mencari bantuan dari pusat penampungan mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Para wanita dan anak-anak tersebut rata-rata berada dalam kondisi rapuh, dan pemerintah telah memperkenalkan rencana kerja yang menentang kawin paksa serta sunat pada wanita. Berbagai inisiatif juga sedang dikembangkan untuk memberikan layanan terutama bagi kelompok ini.
Di Norwegia, penyerangan fisik yang melibatkan kekerasan yang terjadi di dalam area pribadi akan diadili di bawah peraturan umum Penal Code. Korban kekerasan seksual atau domestik berhak menerima bantuan hukum tanpa dikenakan biaya. Hal ini berlaku bagi wanita yang menerima pelecehan dari suami atau teman hidup serta juga berlaku bagi para wanita tuna susila. Pada tahun 1998, persidangan tanpa syarat diberlakukan untuk semua kasus kekerasan domestic. Suatu kasus criminal dapat diadili bahkan jika korban menarik kembali laporan resmi. Cara efektif lainnya dalam memerangi kekerasan terhadap wanita ditetapkan dalam Criminal Procedure Act, yang mengatur bahwa seseorang dapat dilarang memasuki area tertentu atau berhubungan dengan individu lainnya jika ada alasan yang dapat dipercayai bahwa orang tersebut akan mengganggu hak atau kepentingan pribadi individu lain.
Oleh Departemen Anak dan Urusan Keluarga Norwegia
March 30th, 2007 at 8:49 am
PENDUDUK
Populasi : 10,264,156 (estimasi sensus th. 1991). Lebih dari 4 juta penduduk Yunani di perkirakan tinggal di luar negri, termasuk lebih dari 2 juta di Amerika. More than 4 m. Greeks are estimated to live abroad, including over 2 m. in America. Urban: 57.7%. pedalaman: 42.%. kepadadatan: 77.8 penduduk per km. per segi. Distribusi jenis kelamin: Laki-laki: 49.2%. Perempuan:50.8%. Prakiraan hidup: laki-laki 72.2 years (1985), Perempuan76.4 years (1985)
Religious affiliations: dari seluruh warga negara Yunani 97.6% adalah Kristen Orthodox Yunani, 1.3% Muslim, 0.4% Katolik Roma, 0.1% Protestan, 0.6% lainnya, termasuk Yahudi. Gereja Orthodox Yunani adalah is autocephalous, dengan Pemerintahan sendiri disatukan dalam doktrin Gereja Agung di Konstantinopel - Patriakh Ekumenis. Di tanjung Chalkidiki, berlokasi disebelah tenggara Macedonia, adalah Gunung Athos yang terkenal., wimana sejumlah biara-biara dari Gereja Orthodox Yunani., seperti mereka telah pelihara selama berabad-abad, sebuah komunitas biara yang memiliki otonomi khusus.
Bahasa : Bahasa Yunani dengan catatan terdokumentasi terbentang tiga setengah abad merupakan sebuah elemen kuat dari kelanjutan bangsa. Bahasa Yunani modern berasal dari idiom yang sama digunakan oleh Homer. Bahasa Yunani juga merupakan bahasa Injil. Huruf Yunani and bahasa Yunani banyak menyumbangkan ke semua bahasa-bahasa barat. Bahasa Yunani saat ini, merupakan satu-satunya yang memastikan kelanjutan ilmu bahasa. Dalam hal ini, bahasa Yunani sangat dibedakan dari bahasa Latin yang menghasilkan bermacam-macam bahasa neo-latin dari bahasa Romania sampai bahasa Portugis sebelum bahasa itu sendiri punah.
March 30th, 2007 at 9:06 am
Budaya Jepang ternyata juga mengalami akulturasi dengan budaya Cina. Saat dinasti Wei berkuasa pada tahun 200 di Cina, raja menetapkan Hari Kemajuan dan Perdamaian Negaa setiap tanggal 5 Mei. Upacara yang sama juga diadopsi oleh budaya Jepang pada zaman Nara (710-794). Pada masa itu, masyarakat Jepang memasukkan tradisi minum sake bercampur rumput obat.
Dalam perkembangan selanjutnya, di zaman Heian (794-1185), anak-anak sring membuat topi kertas lipat yang dihiasi daun shogu. Tradisi itu kemudian larut dalam acara tanggal 5 Mei. Kebetulan, keluarga ksatria zaman Muromachi (1333-1568) punya kebiasaan mengibarkan bendera di tiang bambu untuk melengkapi perayaan 5 Mei. Lalu pada zaman Edo (1600-1868), perayaan 5 Mei menjadi sangat penting dan daun shogu menjadi simbol kekuatan. Biasanya, saat itu, para ksatria berkumpul di benteng untuk merayakannya. Sementara keluarga-keluarga Jepang akan memajang boneka-boneka ksatria di rumah sebagai pengharapan agar anak-anak mereka juag kuat seperti prajurit.
Pada saat yang sam, masyarakat awam pun ikut merayakannya dengan mengibarkan bendera koinobori berbentuk ikan-ikanan. Konon, ikan koi dipercaya sebagai ikan paling kuat. Masyarakat Jepang percaya koi dapat mendaki air terjun. Koi yang berhasil mendaki akan naik dan berubah menjadi naga. Masyarakat Jepang akhirnya terbiasa mengibarkan bendera koinobori sebagai simbol harapan agar anak-anak mereka sehat dan kuat seperti ikan koi.
Adat menjunjung ajaran leluhur. Ajaran-ajaran dalam budaya Jepang dijadikan falsafah dan dijunjung tinggi. Ada boneka bernama Kintaro. Menurut kepercayaan masyarakat Jepang, Kintaro dianggap sebagai legenda anak laki-laki terkuat di Jepang. Saat masih kecil, dia kerap bermain sumo melawan beruang. Setelah dewasa, Kintaro berhasil membunuh raksasa pengganggu masyarakat.
Berkat jasa itu, Kintaro lalu dikenal sebagai ksatria Jepang yang terkenal. Kintaro kerap disimbolkan dalam bentuk boneka. Tak heran, boneka Kontaro kerap dipajang di rumah-rumah keluarga Jepang sebagai simbol harapan agar anak mereka juga menjadi sehat, kut dan terkenal seperti Kintaro.
Simbol anak sehat dan kuat juga terdapat dalam boneka Momotaro. Tokoh legenda itu adalah nama seorang anak laki-laki. Nama Momontaro diambil dari tempat kelahirannya yang berasal dari dalam buah momo atau yang biasa disebut buah persik. Setelah dewasa, dia pergi ke pulau raksasa bersama prajurit monyet, anjing dan burung. Di sana, Momotaro menumpas raksasa yang selalu mengganggu masyarakat. Boneka Momotaro ini banyak dipajang di rumah-rumah dan dijadikan simbol harapan bagi anak.
Salah satu boneka yang mewakili akulturasi budaya Cina adalah boneka Shouki. Tidak jelas bagaimana asal mulanya sampai ke Jepang. Tetapi boneka Shouki berasal dari cerita saat dinasti Tang berkuasa di Cina. Saat itu, kaisar Xuan Zong terserang malaria. Saat demam hebat, dia bermimpi didatangi laki-laki gagah yang bernama Shouki. Setelah mimpi itu, kaisar Xuan Zong sembuh. Sejak itulah, Shouki dianggap sebagai dewa pengusir roh jahat.
March 30th, 2007 at 9:19 am
”Lain ladang, lain ilalang” itu peribahasa yang menandakan adanya perbedaan adat-istiadat suatu daerah atau negara. Di Korea misalnya, memanggil orang dengan menggunakan telapak tangan mengarah ke bawah seperti yang biasa dilakukan di Indonesia ternyata bisa membuat mereka tersinggung. Apalagi menggunakan jari untuk isyarat memanggil. Pasalnya, isyarat yang demikian digunakan untuk memanggil binatang seperti anjing, kucing dan sebagainya. Sedangkan yang biasa digunakan adalah melambaikan telapak tangan menghadap ke atas. Kemudian, kalau kita sedang berdiri membelakangi orang tua, diusahakan menyingkir. Orang tua tersebut pasti akan menunjukkan air muka tidak senang. Karena sistem sosial di Korea sangat menjunjung tinggi senioritas atau dengan kata lain, hormatilah orang tua. (ray)
Salah Buang Rokok Bermasalah
Busan - Merokok adalah pekerjaan yang sia-sia untuk sebagian orang. Tetapi bisa menjadi kesenangan tersendiri bagi perokok. Di Korea, hampir di tiap sudut kota berpenduduk 3 juta lebih ini terlihat orang tengah menghisap rokok. Namun, hanya di ruang terbuka sedangkan di ruang tertutup apalagi fasilitas umum jangan harap bisa merokok dengan bebas. Kecuali di tempat hiburan malam, bar, cafe internet dan sebagainya. Tetapi, membuang puntung juga bisa menjadi masalah. Pasalnya, kalau ketahuan polisi membuang puntung sembarangan bisa kena denda 50.000 won dan tidak bisa ditawar. ”Soalnya hukum di sini ketat dan tidak bisa disogok,” kata Iwan seorang TKI yang pernah merasakan hukuman denda tersebut. (ray)
Suka Sama Suka, Ayo Aja
Busan - Korea, sebagai negara maju tetapi memiliki budaya tertutup, ternyata menganut sistem sosial yang bebas tetapi berada dalam alur hukum yang tegas. Kebebasan itu seperti mengeluarkan pendapat, menentukan sikap dan tujuan hidup, bahkan seks. Kehidupan seks yang bebas di Korea ditunjang pula dengan kondisi alamnya yang dingin sehingga menyuburkan kondisi tersebut. ”Kalau suka-sama suka boleh saja melakukan, biar juga sudah bersuami atau beristri,” kata Jikson, TKI asal Solo kepada SH. Kendati demikian, hukum di Korea melarang seorang lelaki beristri dua dan seorang perempuan bersuamikan lebih dari satu. Juga sistem sosial mereka menolak tindakan itu. Jadi, Kalau pun nekat, bakal kena pasal hukuman kurungan badan dan denda uang yang tidak sedikit sekaligus disingkirkan dari pergaulan masyarakat.
March 30th, 2007 at 1:36 pm
BUDAYA AUSTRALIA
Dasar utama budaya Australia hingga pertengahan abad ke-20 ialah Anglo-Kelt, meski ciri Australia yang berbeda telah berkembang dari lingkungan dan budaya penduduk asli. Selama 50 tahun terakhir, budaya Australia telah dipengaruhi kuat oleh budaya pop Amerika (khususnya televisi dan film), imigrasi skala besar dari negara-negara yang tak bercakap Inggris, dan tetangga Asianya. Tenaga dan keaslian seni di Australia — film, opera, musik, lukisan, teater, tari, dan kerajinan tangan — memperoleh pengakuan internasional.
Australia memiliki sejarah panjang seni visual, bermula dengan lukisan gua dan kulit kayu penduduk aslinya. Dari masa permukiman Eropa, tema umum dalam seni Australia ialah pemandangan Australia, nampak dalam karya Arthur Streeton, Arthur Boyd dan Albert Namatjira, di antara lainnya. Budaya penduduk asli Australia secara besar dituturkan dari mult ke mulut dan berkaitan erat pada upacara dan cerita Zaman Mimpi. Musik, tari, dan seni Aborigin Australia memiliki pengaruh gamblang pada seni visual dan pertunjukan kontemporer. Australia memiliki budaya aktif musik, balet, dan teater; banyak perusahaan seni pertunjukannya menerima dana umum melalui Dewan Seni pemerintah federal. Ada orkestra simfoni di tiap ibukota, dan perusahaan opera nasional, Opera Australia, menjadi menonjol oleh diva terkenal Dame Joan Sutherland; musik Australia termasuk musik klasik, jazz, dan banyak genre musik pop lainnya.
Sastra Australia juga telah dipengaruhi oleh pemandangannya; karya penulis seperti Banjo Paterson dan Henry Lawson, mengambil pengalaman sesemakan Australia. Sifat Australia kolonial, seperti yang dimasukkan dalam sastra awal, bergema dengan Australia modern dan tekanan yang dirasakan pada egalitarianisme, perjodohan, dan antiotoriter. Pada 1973, Patrick White dianugerahi Penghargaan Nobel Sastra, satu-satunya orang Australia yang meraihnya; ia diakui sebagai salah satu penulis berbahasa Inggris besar sepanjang abad ke-20. Bahasa Inggris Australia ialah varietas umum dari bahasa Inggris; tata bahasa dan ejaannya sebagian besar berdasarkan pada Bahasa Inggris Britania, dilapisi dengan logat asli yang kaya dalam soal dan frase leksikal yang unik, beberapa darinya telah masuk dalam bahasa Inggris standar.
Australia memiliki 2 siaran umum (ABC dan SBS yang bersifat multibudaya), 3 saluran televisi komersial, 3 layanan TV bayar, dan sejumlah stasiun televisi dan radion nirlaba. Indstri film Australia telah mencapai kesuksesan besar dan komersil. Tiap kota utama memiliki surat kabat harian, dan ada 2 harian nasional, The Australian dan The Australian Financial Review. Menurut Laporan Tanpa Batas pada 2005, Australia berada dalam kdudukan ke-30 pertama pada daftar negara yang diurutkan dengan kebebasan pers, setelah Selandia Baru (ke-9) dan Britania Raya (ke-28) namun di depan AS. Peringkat ini terutama karena macam yang berbeda pada kepemilikan media komersil di Australia. Khususnya ebagian besar media cetak Australia berada di bawah kendali News Corporation atau John Fairfax Holdings.
Olahraga berperan penting dalam budaya Australia, didukung dengan iklimnya yang memungkinkan kegiatan di luar; secara teratur 23,5% orang Australia di atas 15 ikut serta dalam kegiatan olahraga yang diorganisasi.[2] Di tingkat internasional, Australia meiliki tim kuat dalam kriket, hoki, netball, liga rugby, peesatuan rugby, dan mempertunjukkan bersepeda dengan baik, mendayung, dan berenang. Secara nasional, di antara olahraga terkenalnya termasuklah sepak bola Australia, pacuan kuda, sepak bola dan balapan motor. Australia telah ikut serta dalam setiap Olympic Games musim panas era modern, dan setiap Commonwealth Games. Australia menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas 1956 dan 2000, dan mendapat peringkat di antara peraih medali 5 terbesar sejak 2000. Australia juga menuanrumahi British Empire Games 1938, British Empire and Commonwealth Games 1962, 1982 dan Commonwealth Games 2006. Di antara even internasional yang diselenggarakan secara teratur di Australia termasuk Australian Open, salah satu dari 4 turnamen tenis Grand Slam, pertandingan kriket internasional tahunan dan Formula One Australian Grand Prix. Dukungan badan hukum dan pemerintah pada banyak olahraga dan atlet elit merupakan hal yang biasa di Australia. Olahraga yang disiarkan di TV amat terkenal; beberapa dari program TV berating tinggi termasuk Olympic Games musim panas dan grand final kompetisi sepak bola setempat dan internasional.[8]
March 30th, 2007 at 1:43 pm
Culture in China
The dictionary defines culture as the arts, beliefs, customs, institutions and all other product of human work and thought created by a people or group. Chinese culture is rich in all of these, and it dates back thousands of years.
Dress and Apparel:
Long gone are the days of traditional Chinese dress. This is reserved largely for celebrations, tourists and other special events. While bringing some Chinese guests on a tour of American schools, we could only chuckle when one child asked what people wore in China. One of the visitors dressed in casual attire told the class they were looking at the type of clothes worn every day. He also went on to say that jeans were as common as anywhere else in the world.
In the typical wedding in China, the bride will wear a white bridal gown the same as is worn in weddings in the western world.
Business attire is similar to that worn anywhere in the industrialized world for a given trade. Business suits for marketing sales and banking, while dockers and shirts without ties are appropriate for factory professionals all the way to the factory manager. Laborers, however, will usually wear a uniform.
Color preference: You will notice a difference in colors. The Chinese have a preferences for browns, beige(or tan) and yellows. Black is a very popular color, especially in women’s dress and apparel. Bright red is also a popular color for special events, holidays and ceremonial events. Grays are also common. School children’s uniforms are brightly colored with white, blue and greens being common.
A tourist may find few people wear shorts, especially the men.
The ruggedness and dust in many parts of the country should encourage you to select more casual and durable wear. Because of this reason, you may opt to bring some of the older clothing in your wardrobe.
——————————————————————————–
Face:
When I think of cultural differences, the most important thing that comes to mind is the Chinese concept of “Face”.
In the PRC, face has to do with the image or credibility of the person you are dealing with. You should never, insult, embarrass, shame, yell at or otherwise demean a person. If you do, they will lose “Face”. In ancient times, a Chinese warrior chief, after losing a battle, may commit suicide because he has lost face. While this may no longer occur, the concept of “face” remains alive and well in China. Awareness of face and it’s impact is an extremely important cultural issue.
In the business world, negotiations should be conducted to assure that the person at the other end of the table maintains face even if the deal should not successfully conclude. His “face” may be dependent upon his ability to conclude the deal. If not, he saves “face” if he is the one to bring the negotiations to closure in a manner that he will look best to his superiors, yet not impact you.
Face shows up in many ways and really begins early in life. Chinese children learn it as they are growing up. Parents will not discipline by saying “bad girl” or “Naughty boy”. They will discipline with “No” or “wrong”.
As the child grows, face creates a strong pressure for an individual to excel. Failure to gain admittance to college, or even enter the better colleges, results in a higher rate of suicide as the child has lost face and sometimes cannot cope with the perceived shame.
Face has a significant business impact. For example, it may be difficult to solicit ideas or obtain survey results. This author has tried a few surveys, both written and verbal. You can always get positive responses, but obtaining critique where subject matter or content needs improvement produces blank pieces of paper and blank stares. For example, if you are teaching a course and the material did not answer a questions, the survey respondents will not tell you what you need to know. While you are looking for an improvement opportunity, they are afraid you would lose face.
Because this is such an important issue, you need to train yourself to recognize where this can become an issue, and to avoid having your contact lose face.
The Changing Face of the Planet:
The growth and spread of international companies is changing the face of the planet. As exhibited by the two major food chains(pictured above) found side by side in downtown Shanghai. As we move into the future, we will see more commonality in food, clothing, architecture, and a wide range of cultural aspects. Even in music, while the words may speak the local language, the background music and instrumentation is becoming less culturally distinct.
Family Life:
The traditional vision of family life in China is one of a strong family unit led be the father and husband, who largely has absolute rule and control of the family. Religion plays a major part in defining the roles and responsibilities of family members. Confucianism taught social order and behavior. This control also extended to selection of marriage partners, which was often arranged for the children.
Much has changed today in the family make-up. The father still remains the strong family leader and decision maker. At a minimum, he influences the major decisions of the children. But, normally he no longer exerts absolute control. The father no longer arranges the marriage, although this still exists in some of the most traditional families and in less developed areas. Children select their career fields, again strongly influenced by the father.
Dating does not usually begin until the early twenties. Typically, young adults will date just a few people, perhaps only one, before choosing a partner. The average age for marriage is 25 to 30 year old. The bride will usually wear a long white wedding gown . The bride will not change her name. As in any country, there are strong traditions around the entire process, from selecting partners to proposing to planning the wedding to the wedding itself. Chinese Wedding Customs is an outstanding guide to the process from start to finish.
Children typically live with the parents until marriage. After a brief honeymoon, the newlyweds will move into an apartment. But, it is not uncommon for newly married couples to remain in one of the parents’ homes for a short period after the marriage. The newly married couple then move into a small apartment with one or two bedrooms, a bath and cooking/living room.
The couple are allowed by Chinese law one child. There are exceptions to the one child rule, the most common being minority groups, and in areas where there is labor shortage(rural areas and farms).
Housing:
Migration to other cities in China is almost non-existent. Most couples will set up their home in the same neighborhood as their parents. The average housing consists of an apartment with one or two bedrooms. In larger cities, especially where more affluence exists, there will be a bathroom in the apartment. The apartment will also contain a cooking area and living area combined, relatively small in size. According to the Chinese Embassy, the average rural living space has increased from 8.1 square meters in 1978 to 20.5 square meters today.
Apartment prices in major cities, will range from 200 hundred thousand to five hundred thousand RMB($25,000 - $60,00 USD). The lower rate being a unit outside the city and the higher amounts in the center of the city.
As for appliances, here is a general look at what the average home has. In general, appliances are sparse. Clothes dryers for example are almost non-existent. You will find clothes hung out windows of apartments anywhere you go. (Note conditions may vary significantly in different parts of the country when comparing city to city or rural to rural conditions):
Appliance: City Home Rural Home Comment:
Washing Machine Rare Rare
Dryer Rare Rare
Microwave Oven Increasingly common Rare
Oven(Stove) Common Common
Refrigerator Increasingly common Rare
Freezer Rare Virtually non-Existent
Television Most homes Increasingly common Approximately 75 million
Radio Common Common Most Homes
Telephone Un-common, not rare Uncommon Estimated 20 million
VCR Uncommon Rare Increasing with more TV’s
Cell Phones Increasingly common Increasingly common
——————————————————————————–
Other Cultural Differences:
There are many, many other cultural differences between China and the West. Of course, differences may not be a significant when comparing China to other countries in Asia.
Here are some interesting cultural differences:
Not being a Christian country, the Chinese do not recognize the term “Bless you” or “God Bless you” when you sneeze. In China, when someone sneezes, you simply ignore it.
Say “Thank you” by tapping four fingers down on the table.
Always refill other’s cups with tea or drink without being asked.
For more information as it pertains to business, also see Doing Business in China
March 30th, 2007 at 1:54 pm
BUDAYA EROPA
Eropa memiliki sejarah kebudayaan dan ekonomi yang panjang, dimulai dari Palaeolitik. Penemuan terakhir di Monte Poggiolo, Italia, dari ribuan batuan buatan tangan yang ditanggal karbon sejauh 800.000 tahun lalu, memberikan sebuah bukti penting.
Awal dari budaya demokratik dan individualistik Barat seringkali dikatakan berasal dari Yunani Kuno, meskipun beberapa pengaruh lainnya, seperti Kristen, juga turut mempunyai andil atas penyebaran konsep seperti eglitarianisme dan keuniversalan hukum.
Kekaisaran Romawi membagi benua sepanjang Rhine dan Danube selama beberapa abad. Mengikuti penurunan Kekaisaran Romawi, Eropa mengalami kenaikan dari yang dikenal sebagai Zaman Migrasi. Periode tersebut dikenal sebagai Zaman Kegelapan sampai ke Renaisans. Pada masa ini, komunitas monastik terisolasi di Irlandia dan di beberapa tempat lain menjaga dan mengumpulkan secara hati-hati pengetahuan tertulis yang telah dikumpulkan sebelumnya. Renaisans dan Monarki Baru menandakan mulainya periode penemuan, eksplorasi, dan peningkatan dalam pengetahuan ilmiah. Pada abad ke-15 Portugal membuka awal penemuan, yang diikuti oleh Spanyol. Kemudian Perancis, Belanda, dan Britania Raya turut bergabung dalam membangun kekaisaran kolonial besar dengan daerah kekuasaan yang luas di Afrika, Amerika, dan Asia.
Setelah masa penemuan, konsep-konsep demokrasi mulai menemukan pengaruhnya di Eropa. Perjuangan-perjuangan untuk memperoleh kemerdekaan muncul, terutama di Perancis pada periode yang dikenal sebagai Revolusi Perancis. Ini mengakibatkan pergolakan yang besar di Eropa karena ide-ide yang revolusioner ini menyebar ke sepanjang benua. Kebangkitan demokrasi menyebabkan bertambahnya tekanan di Eropa selain tensi-tensi yang telah ada karena persaingan di Dunia Baru. Dari semuanya, konflik yang paling terkenal adalah saat Napoleon Bonaparte merebut kekuasaan dan membentuk Kekaisaran Perancis yang jatuh tak lama kemudian. Setelah peristiwa-peristiwa ini, Eropa perlahan-lahan menjadi stabil, namun sisa-sisa dari konsep periode lama telah mulai runtuh.
Revolusi Industri dimulai di Britania Raya pada akhir abad ke-18, yang menyebabkan pergeseran dari pertanian, kemakmuran rakyat yang semakin bertambah dan pertumbuhan penduduk. Banyak negara di Eropa menemukan bentuknya seperti yang sekarang ini pasca-Perang Dunia II. Sejak berakhirnya Perang Dunia II hingga Perang Dingin, Eropa terbagi kepada dua blok politik dan ekonomi utama: negara-negara komunis di Eropa Timur dan negara-negara kapitalis di Eropa Barat. Sekitar tahun 1990, Blok Timur pecah bersamaan dengan jatuhnya Tembok Berlin.
March 30th, 2007 at 1:59 pm
Indigenous Culture
Before the arrival of European settlers, Aboriginal and Torres Strait Islander peoples inhabited most areas of the Australian continent, each speaking one or more of hundreds of separate languages, with distinctive lifestyles and religious and cultural traditions in different regions. Adaptable and creative, with simple but highly efficient technology, Indigenous Australians had complex social systems and highly developed traditions reflecting their deep connection with the land and environment. More Info on Indigenous Art: http://www.cultureandrecreation.gov.au/articles/abart/
Asian and Oceanic people had contact with Australia’s Indigenous peoples for thousands of years before the European expansion into the Eastern Hemisphere. Some formed substantial relationships with communities in northern Australia.
Australia was discovered relatively late compared to the rest of the western world due to its remote location. This late European discovery of Australia allowed a rich indigenous culture to flourish. This remoteness still appeals to many travellers. It is still possible to explore many wilderness area’s of Australia and gain a unique insight into the psyche of the early explorers and settlers.
Modern Culture
Some would even argue that because Australia is so young it also lacks culture. I once heard an Englishman joke, that a container of yogurt had more culture than Australian’s. This is unfair, while Australia shares a strong cultural connection with England it has developed a unique culture. For instance, the English tradition of the Fish and Chip Shops is available in nearly every Australian town. That is of course, if the town is large enough to support the first two business that are established in any town, the Pub and the General Store. In nearly every fish and chip shop in Australia a Souvalaki is available. This is due to the enormous Greek communities that resides in Australia. Melbourne has the largest Greek community in the World, outside Greece. Also present in any fish and chip shop and unique to Australia is the Dim Sim. This has its beginnings during the 1800s when waves of Chinese immigrants flocked to Australia in search of Gold. The Dim Sim is either steamed or fried and is probably most similar to a meat and cabbage dumpling. While the fish and chip example may seem subtle and not really an extremely convincing example of culture, it must be remembered that subtleties are what makes a people unique.
Australia is one of the most urbanized countries in the world yet has a strong connection with the bush. Australian literature, art, and folklore is significantly about stories of settlers hardships on the land, bushrangers that roamed the countryside stealing, squatters who searched for new land to settle and farm, sheep sheerers, and miners hoping to strike it rich. These examples of Australian expression have one common theme, they are all stories of hardships, of ordinary poor people searching for something more from life. They are stories of battlers (a famous saying in Australia is “Aussie battler”) and Australian’s have a strong desire to support the under dog or battler.
Australia often draws its identity from the land. It was said in the past that, Australia rides on the sheep’s back. Times have changed, and by the way the photo looks its the other way around.
March 31st, 2007 at 11:48 am
Hari-hari Perayaan Tradisi di Jepang
Sebagai negara yang memelihara kelangsungan tradisi, ada hari-hari tertentu yang bukan merupakan hari libur, tetapi merupakan hari-hari khusus yang dirayakan secara luas di Jepang.
3 Februari merupakan Hari Pergantian Musim (setsubun)
Dulunya orang Jepang selalu memperingati hari-hari yang menandai pergantian musim (setahun ada 4 kali Setsubun), tetapi sekarang yang diperingati hanyalah hari yang terjepit di antara akhir musim dingin dan awal musim semi.Pada hari Setsubun ada tradisi melempar kacang kedelai untuk mengusir hantu (鬼 oni). Di kuil-kuil Shinto diadakan upacara melempar-lempar kacang kedelai yang juga dilakukan oleh bintang tamu orang-orang terkenal. Di rumah-rumah orang Jepang, kacang kedelai dilempar-lemparkan sambil mengucap mantera (Hantu ke luar, rezeki ayo ke dalam! (鬼は外、福は内! Oni wa soto, fuku wa uchi!).
3 Maret merupakan Hari Anak Perempuan (Hina Matsuri / Girl’s festival)
Hari untuk mendoakan kesehatan dan pertumbuhan anak perempuan. Di rumah orang Jepang yang mempunyai anak perempuan usia sekolah, terdapat tradisi untuk memajang boneka pasangan pengantin (ひな人形 hina ningyo) dalam upacara pernikahan zaman Heian.Konon festival ini berasal dari legenda kuno Tiongkok mengenai kisah cinta seorang penenun yang bernama Orihime and penggembala sapi yang bernama Hikoboshi. Pasangan yang sedang dilanda cinta ini hanya dapat bertemu setahun sekali di hari Tanabata, di saat tempat tinggal mereka di bintang Vega dan bintang Altair yang terpisahkan Galaksi Bima Sakti (天の川 Ama no gawa) letaknya menjadi sangat berdekatan.
7 Juli diadakan Festival Tanabata (Tanabata matsuri star festival)
Pada perayaan Tanabata, anak-anak sekolah dan pasangan yang sedang berpacaran menuliskan keinginan, harapan, dan cita-cita masa depan di atas Tanzaku (kertas persegi panjang). Tanzaku kemudian digantung di dahan-dahan pohon bambu bersama-sama dengan hiasan beraneka warna agar keinginan yang dituliskan menjadi terkabul.
15 Agustus yaitu ada Perayaan Obon
Kesempatan berkumpul dengan sanak keluarga di kampung halaman bagi orang Jepang. Kabarnya pada hari ini para arwah leluhur diberi izin untuk turun ke bumi mengunjungi sanak keluarga.
5 November, Perayaan usia tujuh lima (Shichi Go-San)
Perayaan untuk mendoakan kesehatan anak perempuan yang sudah genap berusia 7 dan 3 tahun, dan anak laki-laki yang sudah genap berusia 5 tahun. Tradisi ini merupakan kewajiban bagi para orang tua untuk membawa anak-anak yang sudah genap berusia 7, 5 atau 3 tahun ke kuil-kuil Shinto untuk didoakan.
Pada perayaan ini kita bisa melihat anak-anak yang sedang merayakan Shichi-go-san mengenakan pakaian kimono yang bagus-bagus. Para orang tua memanfaatkan kesempatan ini untuk mengabadikan anak-anak yang sudah berpakaian bagus dengan membuat foto keluarga di studio foto.
March 31st, 2007 at 1:23 pm
TEA CEREMONY
Japanese Tea Ceremony - Japanese Tea Ceremony History - Japanese Tea Ceremony Pictures - Japanese Tea Ceremony Types
The Japanese tea ceremony (cha-no-yu, chado, or sado) is a traditional ritual influenced by Zen Buddhism in which powdered green tea, or matcha (抹茶), is ceremonially prepared by a skilled practitioner and served to a small group of guests in a tranquil setting.
Japanese Tea Ceremony
Cha-no-yu (茶の湯, literally “hot water for tea”), usually refers to a single ceremony or ritual, while sado or chado (茶道, or “the way of tea”) refer to the study or doctrine of tea ceremony.
Since a tea practitioner must be familiar with the production and types of tea, with kimono, calligraphy, flower arranging, ceramics, incense and a wide range of other disciplines and traditional arts in addition to his or her school’s tea practices, the study of tea ceremony takes many years and often lasts a lifetime. Even to participate as a guest in a formal tea ceremony requires knowledge of sado, including the prescribed gestures and phrases expected of guests, and the proper way to take tea and sweets, and general deportment in the tea room. Pictures are from the Japan Festival where a tea ceremony was conducted.
SAMURAI
Guide to samurai including samurai meaning, samurai history, samurai culture, samurai pictures, samurai swords and samurai in popular culture.
Samurai (侍 or sometimes 士) is a common term for a warrior in pre-industrial Japan. A more appropriate term is bushi (武士) (lit. “war-man”) which came into use during the Edo period. However, the term samurai now usually refers to warrior nobility, not, for example, ashigaru or foot soldiers. The samurai with no attachment to a clan or daimyo was called a ronin (lit. “wave-man”).
(Tom Cruise in “The last Samurai” has provided a modern introduction to the way of the Samurai - Discuss here.)
Samurai were expected to be cultured and literate, and over time, samurai during the Tokugawa era gradually lost their military function. By the end of the Tokugawa, samurai were essentially civilian bureaucrats for the daimyo with their swords serving only ceremonial purposes. With the Meiji reforms in the late 19th century, the samurai were abolished as a distinct class in favour of a western-style national army. The strict code that they followed, called bushido, still survives in present-day Japanese society, as do many other aspects of their way of life.
Etymology of samurai
The word samurai has its origins in the pre-Heian period Japan when it was pronounced saburai, meaning servant or attendant. It was not until the early modern period, namely the Azuchi-Momoyama period and early Edo period of the late 16th and early 17th centuries that the word saburai became substituted with samurai. However, by then, the meaning had already long before changed.
During the era of the rule of the samurai, the earlier term yumitori (“bowman”) was also used as an honorary title of an accomplished warrior even when swordsmanship had become more important. Japanese archery (kyujutsu), is still strongly associated with the war god Hachiman.
GEISHA
Geisha (芸者 “person of the arts”) are traditional Japanese artist-entertainers. The word Geiko is also used to describe such persons. Geisha were very common in the 18th and 19th centuries, and are still in existence today, although their numbers are dwindling. “Geisha,” pronounced /ˈgeɪ ʃa/ (”gay-sha”) is the most familiar term to English speakers, and the most commonly used within Japan as well, but in the Kansai region the terms geigi and, for apprentice geisha, “Maiko” have also been used since the Meiji Restoration. The term maiko is only used in Kyoto districts. The English pronunciation ˈgi ʃa (”gee-sha”) or the phrase “geisha girl,” common during the American occupation of Japan, carry connotations of prostitution, as some young women, desperate for money and calling themselves “geisha,” sold themselves to American troops.
Trainee Geisha (Maiko) Kyoto Japan by Michael Reeve
The geisha tradition evolved from the taikomochi or hōkan, similar to court jesters. The first geisha were all male; as women began to take the role they were known as onna geisha (女芸者), or “woman artist (female form).” Geisha today are exclusively female, aside from the Taikomochi. Taikomochi are exceedingly rare. Only three are currently registered in Japan. They tend to be far more bawdy than geisha. Other public figures who contributed to the creation of the modern geisha were Oiran, or courtesans, and Odoriko, dancing girls. The Odoriko in particular influenced geisha to include dance as part of their artistic repertoire.
A geisha at work in Gion Kyoto. Picture by ToddLara
Geisha were traditionally trained from young childhood. Geisha houses often bought young girls from poor families, and took responsibility for raising and training them. During their childhood, apprentice geisha worked first as maids, then as assistants to the house’s senior geisha as part of their training and to contribute to the costs of their upkeep and education. This long-held tradition of training still exists in Japan, where a student lives at the home of a master of some art, starting out doing general housework and observing and assisting the master, and eventually moving up to become a master in her own right (see also irezumi). This training often lasts for many years.
The course of study traditionally starts from a young age and encompasses a wide variety of arts, including Japanese musical instruments (particularly the shamisen) and traditional forms of singing, traditional dance, tea ceremony, flower arranging (ikebana), poetry and literature. By watching and assisting senior geisha, they became skilled in the complex traditions surrounding selecting, matching, and wearing precious kimono, and in various games and the art of conversation, and also in dealing with clients.
Once a woman became an apprentice geisha (a maiko) she would begin to accompany senior geisha to the tea houses, parties and banquets that constitute a geisha’s work environment. To some extent, this traditional method of training persists, though it is of necessity foreshortened. Modern geisha are no longer bought by or brought into geisha houses as children. Becoming a geisha is now entirely voluntary. Most geisha now begin their training in their late teens.
Are Geisha Prostitutes?
Strictly speaking, geisha are not prostitutes. Because they entertain men behind closed doors in an exclusive manner, there has been much speculation about the underpinnings of their profession. The confusion that surrounds this issue has been complicated by Japanese prostitutes who wish to co-opt the prestige of the geisha image, and by inaccurate depictions of geisha in Western popular culture. Although a geisha may choose to engage in sexual relations with one of her patrons, geisha engagements will never involve sex.
The first geisha was indeed a courtesan named Kako. Over time, she discovered that she had no need to engage in the red-light district. Kako was directly or indirectly to heir to many schools of Japanese art. She called herself a geisha (”arts-person”) and confined herself to giving artistic performances.
Occasionally, a geisha may choose to take a danna (an old fashioned word for husband), which is typically a wealthy man who has the means to support a geisha mistress. Although a geisha may fall in love with her danna, the affair is customarily contingent upon the danna’s ability to financially support the geisha’s lifestyle. The traditional conventions and values within such a relationship are very intricate and not well understood, even by many Japanese. Because of this, the true intimate role of the geisha remains the object of much speculation, and often misinterpretation, in Japan as well as abroad.
April 2nd, 2007 at 8:03 am
Tradisi Minum Bersama
Setiap orang yang pernah datang ke rumah makan Korea pasti menyimpulkan, makan telah menjadi semacam prosesi upacara yang dilakukan secara bersama-sama. Alat pemanas yang selalu ada di meja makan biasanya untuk memasak satu panci daging atau ikan panggang yang dilengkapi sayuran.
Hubungan persahabatan dapat dipererat dengan minum bersama dari satu gelas yang sama. Tidak sehat? Belum tentu juga. Rupanya orang Korea merasa minum satu gelas atau cangkir sama merupakan cara terbaik untuk menyatakan perasaan bersaudara.
Masyarakat Korea menikmati minum minuman keras dari padi dan minuman keras yang disuling dinamakan Soju terutama di Musim panas. Untuk peristiwa istimewa, biasanya meminum hunju . Masyarakat biasanya meminum Makkoli, merupakan minuman keras dari beras merah. Orang bangsawan meminum Soju dan Yakju. Orang Korea tradisional minum Shikhye, Sujungkwa dan Hwache.
Minuman Teh dinikmati banyak bangsawan, pendeta dan keluarga kaya. Di musim dingin, orang yang sehat makan makanan ringan seperti Kangjung, Yakwa, Yoo Kwa, permen terigu ketan, dsb. Dan buah-buahan selama musim semi dan musim gugur.
Secara normal orang makan tiga kali sehari dengan pengecualian untuk pekerja berat seperti petani. Pekerja keras makan tiga kali secara tetap dan tiga kali makan diantaranya. Saecham dimasa lalu, adalah makanan tradisional terbesar seperti Shikhye, Sujungkwa dan Hwache, kentang, kentang manis, bakmi dan Bibimbab, tapi dihari ini, orang Korea minun minuman ringan, susu, roti, bakmi instant dan nasi gulung dsb.
TARIAN SEBAGAI IDENTITI SUKU KAUM DI SABAH
Sabah yang juga dikenali sebagai “Negeri Di Bawah Bayu” adalah negari yang kedua besar di antara negeri-negeri di Malaysia. Sabah yang meliputi keluasan kira-kira 29,388 batu persegi terletak di tanah besar kepulauan Borneo bersama-sama Brunei, Sarawak dan Kilamantan Indonesia .
Penduduk Sabah terdiri daripada berbilang kaum, budaya dan agama dan dikatakan lebih dari 30 suku kaum terdapat di negeri ini. Suku kaum di Sabah mudah dikenali melalui kebudayaan dan cara hidup mereka. Salah satu cara untuk mengenali suku kaum di negeri ini ialah melalui tarian kebudayaan.
Sebanyak kira-kira 80 buah jenis tarian yang terdapat di negeri ini dan ianya sebagai identiti bagi setiap suku kaum. Setiap suku kaum memiliki beberapa jenis tarian kebudayaan yang diwarisi turun temurun.
Banyak tarian yang masih popular sementara yang lain telah dilupakan begitu sahaja oleh sebab peredaran zaman serta trend hidup rakyat Sabah yang kian berubah. Generasi baru yang tidak berminat dengan tarian kebudayaan adalah satu punca kepupusan tarian-tarian tersebut.
Suku kaum Kadazandusun adalah diantara suku kaum yang terbesar bilangannya diikuti oleh Bajau dan beberapa lagi suku kaum yang juga agak ramai seperti Murut, Rungus, Brunei, Bisaya, Iranun, Suluk, Idahan, Sungai, Kedayan, Bagahak, Lundayeh dan lain-lain.
Suku kaum Kadazandusun mudah dikenali dengan tarian Sumazaunya dan beberapa lagi tarian-tarian yang lain namun Sumazau sudah menjadi identiti yang tersendiri kepada suku kaum itu.
Sumazau diiringi oleh pukulan 8 biji gong yang berbagai ukuran dan satu gendang dengan rentak yang khusus. Tempoh dan rentak pukulan gong Sumazau adalah berbedza-bedza mengikut daerah dan desa.
Tangan penari-penari Sumazau seolah-oleh sayap burung terbang dengan langkah kaki yang khusus mengikut rentak pukulan gong. Tarian ini biasnya diadakan di majlis-majlis keramaian namun tujuan asal tarian ini ialah untuk menyambut kedatangan “Bambaazon” (semangat padi) yang biasa dilakukan pada selepas menuai padi.
Kini tarian Sumazau diadakan dalam banyak majlis keramaian seperti majlis-majlis perkahwinan, majlis-majlis keraian menyambut ketibaan orang-orang kenamaan namun kemuncak tarian sumazau ialah di perayaan Pesta Menuai yang dirayakan di negeri Sabah pada setiap bulan Mei.
Penari-penari Sumazau yang terdiri daripada kaum lelaki dan perempuan biasanya memakai pakaian serba hitam yang dihiasi dengan corak-corak menarik menggunakan benang berwarna emas. Penari perempuan dihiasi dengan selendang serta talipinggang (tangkong) yang diperbuat daripada duit syiling perak (trade dollars). Penari lelaki biasanya akan memaki tanjak di samping pakaian serba hitam serta menyendang daun silad kering.
Di majlis-majlis tertentu sumazau juga ditarikan oleh semua yang hadir dengan tidak mengira suku kaum dan peringkat umur bagi memeriahkan majlis tersebut tanpa memakai pakaian tradisional hitam.
Suku kaum Bajau boleh dikenali melalui tarian Brunsainya. Tarian Brunsai tidak diiringi dengan musik ataupun bunyi-bunyian, ianya mengutamakan pada “kalang” seperti berbalas pantun yang diiringi oleh hentakan kaki penari lelaki.
Brunsai biasanya dilakukan pada waktu malam untuk meraikan majlis perkahwinan, merayakan kelahiran bayi, majlis kesyukuran dan bagi meraikan orang yang sudah bernazar. Penari Brunsai juga memakai pakaian yang berwarna warni seperti seluar hitam, biru, merah dan baju serta tanjak yang mempunyai corak-corak menarik.
Tarian Brunsai biasanya dilakukan di atas lantai papan supaya hentakan kaki penari lelaki dapat mengeluarkan bunyi yang memberansangkan. Penari membuat barisan sambil berpegangan tangan antara satu dengan yang lain diikuti oleh barisan penari wanita di belakang juga berpegangan tangan. Penari lelaki yang terakhir di belakang berpegangan selendang dengan penari wanita di belakangnya, mereka membuat bulatan kecil sambil berjalan perlahan ke hadapan dan ke belakang sambil mengalunkan “kalang” dalam bahasa Bajau.
Alunan suara tinggi-rendah antara penari lelaki dan perempuan serta dengan hentakan kaki di atas lantai menyebabkan ahli penarinya menjadi begitu khyusuk sehinggakan masa menari sudah begitu lama dan tidak sedar malam akan berakhir.
Brunsai biasanya diadakan pada waktu malam untuk meraikan majlis perkahwinan, merayakan kelahiran bayi, majlis kesyukuran dan bagi meraikan orang yang sudah bernazar. Penari brunsai juga memakai pakaian khas yang berwarna warni seperti seluar hitam, biru, merah dan baju serta tanjak yang berwarna-warni.
Adai-adai pula ialah tarian bagi suku kaum Brunei yang berdasarkan pada kehidupan kaum nelayan. Tarian ini merupakan cerita kumpulan nelayan pergi menangkap ikan di laut manakala kaum wanita menunggu kepulangan mereka di kawasan pantai untuk membantu mengutip hasil tangkapan yang akan diperolehi.
Tarian yang dilakukan oleh pasangan empat lelaki dan empat perempuan ini diiringi oleh pukulan rebana dan gambus serta nyanyian dengan rentak hampir sama dengan rentak tarian japin yang terdapat di Semenanjung Malaysia. Tarian Adai-Adai biasanya diadakan semasa keramaian suku kaum Brunei ataupun menyambut ketibaan orang-orang kenamaan. Penari-penarinya juga memakai pakaian khas yang berwarna warni.
Suku kaum Murut amat terkenal dengan tarian lansaran. Tarian ini hanya dilakukan di lantai khas yang berukuran kira-kira 81 kaki persegi yang dibina di tengah-tengah rumah panjang yang diperbuat menggunakan kayu bulat. Kayu bulat dipasang berlapis-lapis secara khusus supaya boleh melantun seperti “spring”.
Di atasnya tarian lansaran dilakukan oleh kumpulan penari lelaki dan perempuan dengan pakaian tradisional warna hitam dan hiasan manik-manik yang berwarna-warni, kaum lelaki memakai topi berbulu burung serta pakaian diperbuat daripada kulit kayu bercampur kain berwarna.
Penari tarian ini membuat bulatan sambil melonjak-lonjak di atas lantai lansaran dengan diringi oleh bunyi hentakan susunan kayu bulat di bahagian bawah lantai lansaran, sambil itu penari lelaki akan melonjak ke atas untuk mencapai “kinkilat” yang digantung di bahagian atas sambil bersorak tanda gagah.
Kemuncak tarian ini ialah berbalas-balas pantun tanda mengeratkan lagi tali silaturahim antara mereka. Pada masa lalu tarian itu diadakan bagi menyambut kepulangan para pahlawan yang telah mencapai kemenangan setelah bertarung di medan pertempuran.
Tarian Bolak-Bolak adalah tarian suku kaum Suluk yang diiringi dengan pukulan “gabbang” yang sering diadakan di majlis-majlis perkahwinan dan majlis-majlis keramaian yang lain. Tarian ini dilakukan oleh kaum wanita dan lelaki yang memakai pakaian tradisional berwarna warni.
Penari menggunakan empat bilah kayu kecil jenis keras yang digenggam dengan tangan, dua bilah kayu dalam satu tangan ditepuk-tepuk sehingga mengeluarkan bunyi sama rentak dengan pukulan kulintangan.
Suku kaum Suluk juga amat terkenal dengan tarian Daling-Dalingnya yang diiringi oleh pukulan “gabbang” dan gesekan biola dan nyanyian, kuku tiruan yang panjang dan bengkok ke belakang disematkan di sepuluh jari penari wanitanya. Liuk-lintuk badan, kaki serta pergerakkan kaki yang khusus penari-penarinya memperlihatkan keunikan tarian ini.
Pada masa yang akan datang ruangan ini juga akan memperkenalkan beberapa lagi tarian tradisional yang telah menjadi identiti kepada beberapa suku kaum yang terdapat di Sabah.
Pesta Loy Krathong
‘LOY KRATHONG’ KEKAYAAN WARISAN BUDAYA MASYARAKAT THAI
“… Loy Loy Krathong… Loy Loy Krathong…”
Pastinya ada di antara anda pernah mendengar lirik lagu ini. Namun, ramai juga mungkin tidak tahu apa sebenarnya ‘Loy Krathong’ itu.
Loy Krathong adalah salah satu pesta keramaian popular yang disambut kebanyakan masyarakat berketurunan Thai di seluruh dunia. Malah, ia juga dilihat sebagai satu simbol kekayaan warisan budaya masyarakat berkenaan.
Pesta Loy Krathong lazimnya disambut setahun sekali iaitu pada hari ke-15 dalam bulan 12 mengikut kalendar Lunar Thai (sekitar permulaan bulan November). Tarikh berkenaan dipilih kerana dikatakan akan berakhirnya musim hujan dan paras air sungai yang masih tinggi.
Tentunya ada di antara anda tertanya-tanya apakah kaitan paras air sungai dengan pesta Loy Krathong ini? Sebenarnya, upacara ini berkait rapat dengan sungai sebagai nadi dan tulang belakang masyarakat Thai.
Perkataan ‘Loy Krathong’ membawa maksud tersendiri. ‘Loy’ dalam bahasa Thai bermakna hanyut, manakala ‘Krathong’ pula adalah bentuk bunga teratai. Jadi, dalam erti kata lain Loy Krathong bermaksud ‘menghanyutkan bunga teratai’.
Titik tolak sambutan perayaan Loy Krathong adalah berasaskan kepercayaan golongan Brahmin dalam agama Hindu purba. Dikatakan pada suatu ketika, masyarakat Brahmin mengadakan upacara menghanyutkan bungai teratai sebagai tanda penghargaan kepada ‘Mae Khongkha’ atau Dewi Air pada malam bulan purnama.
Sejak itu, unsur keagamaan berkenaan diserap ke dalam kebudayaan masyarakat kebanyakan negara Asia Tenggara seperti negara Thai, Laos, Myanmar, Kemboja dan Vietnam. Malah warisan budaya berkenaan telah diusahakan dan diwariskan kepada generasi muda lebih daripada 700 tahun.
Sungguhpun asal-usulnya dikaitkan dengan upacara keagamaan Hindu, namun masyarakat Thai tetap percaya bahawa Loy Krathong membawa azimat kepada hidup mereka. Dengan itu, wujudlah kepercayaan baru yang mengatakan bahawa segala benda buruk akan hanyut bersama Krathong.
Justeru, di sesetengah tempat dapat dilihat juga di kalangan masyarakat yang menyambut Loy Krathong akan memotong kuku dan rambut pada hari berkenaan untuk tujuan menghanyutkan bersama bunga teratai.
Di samping kepercayaan berunsur agama Hindu, terdapat satu lagi lagenda kesusasteraan Thai yang menceritakan asal usul sambutan hari Loy Krathong.
April 2nd, 2007 at 8:08 am
TARIAN SEBAGAI IDENTITI SUKU KAUM DI SABAH
Sabah yang juga dikenali sebagai “Negeri Di Bawah Bayu” adalah negari yang kedua besar di antara negeri-negeri di Malaysia. Sabah yang meliputi keluasan kira-kira 29,388 batu persegi terletak di tanah besar kepulauan Borneo bersama-sama Brunei, Sarawak dan Kilamantan Indonesia .
Penduduk Sabah terdiri daripada berbilang kaum, budaya dan agama dan dikatakan lebih dari 30 suku kaum terdapat di negeri ini. Suku kaum di Sabah mudah dikenali melalui kebudayaan dan cara hidup mereka. Salah satu cara untuk mengenali suku kaum di negeri ini ialah melalui tarian kebudayaan.
Sebanyak kira-kira 80 buah jenis tarian yang terdapat di negeri ini dan ianya sebagai identiti bagi setiap suku kaum. Setiap suku kaum memiliki beberapa jenis tarian kebudayaan yang diwarisi turun temurun.
Banyak tarian yang masih popular sementara yang lain telah dilupakan begitu sahaja oleh sebab peredaran zaman serta trend hidup rakyat Sabah yang kian berubah. Generasi baru yang tidak berminat dengan tarian kebudayaan adalah satu punca kepupusan tarian-tarian tersebut.
Suku kaum Kadazandusun adalah diantara suku kaum yang terbesar bilangannya diikuti oleh Bajau dan beberapa lagi suku kaum yang juga agak ramai seperti Murut, Rungus, Brunei, Bisaya, Iranun, Suluk, Idahan, Sungai, Kedayan, Bagahak, Lundayeh dan lain-lain.
Suku kaum Kadazandusun mudah dikenali dengan tarian Sumazaunya dan beberapa lagi tarian-tarian yang lain namun Sumazau sudah menjadi identiti yang tersendiri kepada suku kaum itu.
Sumazau diiringi oleh pukulan 8 biji gong yang berbagai ukuran dan satu gendang dengan rentak yang khusus. Tempoh dan rentak pukulan gong Sumazau adalah berbedza-bedza mengikut daerah dan desa.
Tangan penari-penari Sumazau seolah-oleh sayap burung terbang dengan langkah kaki yang khusus mengikut rentak pukulan gong. Tarian ini biasnya diadakan di majlis-majlis keramaian namun tujuan asal tarian ini ialah untuk menyambut kedatangan “Bambaazon” (semangat padi) yang biasa dilakukan pada selepas menuai padi.
Kini tarian Sumazau diadakan dalam banyak majlis keramaian seperti majlis-majlis perkahwinan, majlis-majlis keraian menyambut ketibaan orang-orang kenamaan namun kemuncak tarian sumazau ialah di perayaan Pesta Menuai yang dirayakan di negeri Sabah pada setiap bulan Mei.
Penari-penari Sumazau yang terdiri daripada kaum lelaki dan perempuan biasanya memakai pakaian serba hitam yang dihiasi dengan corak-corak menarik menggunakan benang berwarna emas. Penari perempuan dihiasi dengan selendang serta talipinggang (tangkong) yang diperbuat daripada duit syiling perak (trade dollars). Penari lelaki biasanya akan memaki tanjak di samping pakaian serba hitam serta menyendang daun silad kering.
Di majlis-majlis tertentu sumazau juga ditarikan oleh semua yang hadir dengan tidak mengira suku kaum dan peringkat umur bagi memeriahkan majlis tersebut tanpa memakai pakaian tradisional hitam.
Suku kaum Bajau boleh dikenali melalui tarian Brunsainya. Tarian Brunsai tidak diiringi dengan musik ataupun bunyi-bunyian, ianya mengutamakan pada “kalang” seperti berbalas pantun yang diiringi oleh hentakan kaki penari lelaki.
Brunsai biasanya dilakukan pada waktu malam untuk meraikan majlis perkahwinan, merayakan kelahiran bayi, majlis kesyukuran dan bagi meraikan orang yang sudah bernazar. Penari Brunsai juga memakai pakaian yang berwarna warni seperti seluar hitam, biru, merah dan baju serta tanjak yang mempunyai corak-corak menarik.
Tarian Brunsai biasanya dilakukan di atas lantai papan supaya hentakan kaki penari lelaki dapat mengeluarkan bunyi yang memberansangkan. Penari membuat barisan sambil berpegangan tangan antara satu dengan yang lain diikuti oleh barisan penari wanita di belakang juga berpegangan tangan. Penari lelaki yang terakhir di belakang berpegangan selendang dengan penari wanita di belakangnya, mereka membuat bulatan kecil sambil berjalan perlahan ke hadapan dan ke belakang sambil mengalunkan “kalang” dalam bahasa Bajau.
Alunan suara tinggi-rendah antara penari lelaki dan perempuan serta dengan hentakan kaki di atas lantai menyebabkan ahli penarinya menjadi begitu khyusuk sehinggakan masa menari sudah begitu lama dan tidak sedar malam akan berakhir.
Brunsai biasanya diadakan pada waktu malam untuk meraikan majlis perkahwinan, merayakan kelahiran bayi, majlis kesyukuran dan bagi meraikan orang yang sudah bernazar. Penari brunsai juga memakai pakaian khas yang berwarna warni seperti seluar hitam, biru, merah dan baju serta tanjak yang berwarna-warni.
Adai-adai pula ialah tarian bagi suku kaum Brunei yang berdasarkan pada kehidupan kaum nelayan. Tarian ini merupakan cerita kumpulan nelayan pergi menangkap ikan di laut manakala kaum wanita menunggu kepulangan mereka di kawasan pantai untuk membantu mengutip hasil tangkapan yang akan diperolehi.
Tarian yang dilakukan oleh pasangan empat lelaki dan empat perempuan ini diiringi oleh pukulan rebana dan gambus serta nyanyian dengan rentak hampir sama dengan rentak tarian japin yang terdapat di Semenanjung Malaysia. Tarian Adai-Adai biasanya diadakan semasa keramaian suku kaum Brunei ataupun menyambut ketibaan orang-orang kenamaan. Penari-penarinya juga memakai pakaian khas yang berwarna warni.
Suku kaum Murut amat terkenal dengan tarian lansaran. Tarian ini hanya dilakukan di lantai khas yang berukuran kira-kira 81 kaki persegi yang dibina di tengah-tengah rumah panjang yang diperbuat menggunakan kayu bulat. Kayu bulat dipasang berlapis-lapis secara khusus supaya boleh melantun seperti “spring”.
Di atasnya tarian lansaran dilakukan oleh kumpulan penari lelaki dan perempuan dengan pakaian tradisional warna hitam dan hiasan manik-manik yang berwarna-warni, kaum lelaki memakai topi berbulu burung serta pakaian diperbuat daripada kulit kayu bercampur kain berwarna.
Penari tarian ini membuat bulatan sambil melonjak-lonjak di atas lantai lansaran dengan diringi oleh bunyi hentakan susunan kayu bulat di bahagian bawah lantai lansaran, sambil itu penari lelaki akan melonjak ke atas untuk mencapai “kinkilat” yang digantung di bahagian atas sambil bersorak tanda gagah.
Kemuncak tarian ini ialah berbalas-balas pantun tanda mengeratkan lagi tali silaturahim antara mereka. Pada masa lalu tarian itu diadakan bagi menyambut kepulangan para pahlawan yang telah mencapai kemenangan setelah bertarung di medan pertempuran.
Tarian Bolak-Bolak adalah tarian suku kaum Suluk yang diiringi dengan pukulan “gabbang” yang sering diadakan di majlis-majlis perkahwinan dan majlis-majlis keramaian yang lain. Tarian ini dilakukan oleh kaum wanita dan lelaki yang memakai pakaian tradisional berwarna warni.
Penari menggunakan empat bilah kayu kecil jenis keras yang digenggam dengan tangan, dua bilah kayu dalam satu tangan ditepuk-tepuk sehingga mengeluarkan bunyi sama rentak dengan pukulan kulintangan.
Suku kaum Suluk juga amat terkenal dengan tarian Daling-Dalingnya yang diiringi oleh pukulan “gabbang” dan gesekan biola dan nyanyian, kuku tiruan yang panjang dan bengkok ke belakang disematkan di sepuluh jari penari wanitanya. Liuk-lintuk badan, kaki serta pergerakkan kaki yang khusus penari-penarinya memperlihatkan keunikan tarian ini.
Pada masa yang akan datang ruangan ini juga akan memperkenalkan beberapa lagi tarian tradisional yang telah menjadi identiti kepada beberapa suku kaum yang terdapat di Sabah.
Tradisi Minum Bersama
Setiap orang yang pernah datang ke rumah makan Korea pasti menyimpulkan, makan telah menjadi semacam prosesi upacara yang dilakukan secara bersama-sama. Alat pemanas yang selalu ada di meja makan biasanya untuk memasak satu panci daging atau ikan panggang yang dilengkapi sayuran.
Hubungan persahabatan dapat dipererat dengan minum bersama dari satu gelas yang sama. Tidak sehat? Belum tentu juga. Rupanya orang Korea merasa minum satu gelas atau cangkir sama merupakan cara terbaik untuk menyatakan perasaan bersaudara.
Masyarakat Korea menikmati minum minuman keras dari padi dan minuman keras yang disuling dinamakan Soju terutama di Musim panas. Untuk peristiwa istimewa, biasanya meminum hunju . Masyarakat biasanya meminum Makkoli, merupakan minuman keras dari beras merah. Orang bangsawan meminum Soju dan Yakju. Orang Korea tradisional minum Shikhye, Sujungkwa dan Hwache.
Minuman Teh dinikmati banyak bangsawan, pendeta dan keluarga kaya. Di musim dingin, orang yang sehat makan makanan ringan seperti Kangjung, Yakwa, Yoo Kwa, permen terigu ketan, dsb. Dan buah-buahan selama musim semi dan musim gugur.
Secara normal orang makan tiga kali sehari dengan pengecualian untuk pekerja berat seperti petani. Pekerja keras makan tiga kali secara tetap dan tiga kali makan diantaranya. Saecham dimasa lalu, adalah makanan tradisional terbesar seperti Shikhye, Sujungkwa dan Hwache, kentang, kentang manis, bakmi dan Bibimbab, tapi dihari ini, orang Korea minun minuman ringan, susu, roti, bakmi instant dan nasi gulung dsb.
Pesta Loy Krathong
‘LOY KRATHONG’ KEKAYAAN WARISAN BUDAYA MASYARAKAT THAI
“… Loy Loy Krathong… Loy Loy Krathong…”
Pastinya ada di antara anda pernah mendengar lirik lagu ini. Namun, ramai juga mungkin tidak tahu apa sebenarnya ‘Loy Krathong’ itu.
Loy Krathong adalah salah satu pesta keramaian popular yang disambut kebanyakan masyarakat berketurunan Thai di seluruh dunia. Malah, ia juga dilihat sebagai satu simbol kekayaan warisan budaya masyarakat berkenaan.
Pesta Loy Krathong lazimnya disambut setahun sekali iaitu pada hari ke-15 dalam bulan 12 mengikut kalendar Lunar Thai (sekitar permulaan bulan November). Tarikh berkenaan dipilih kerana dikatakan akan berakhirnya musim hujan dan paras air sungai yang masih tinggi.
Tentunya ada di antara anda tertanya-tanya apakah kaitan paras air sungai dengan pesta Loy Krathong ini? Sebenarnya, upacara ini berkait rapat dengan sungai sebagai nadi dan tulang belakang masyarakat Thai.
Perkataan ‘Loy Krathong’ membawa maksud tersendiri. ‘Loy’ dalam bahasa Thai bermakna hanyut, manakala ‘Krathong’ pula adalah bentuk bunga teratai. Jadi, dalam erti kata lain Loy Krathong bermaksud ‘menghanyutkan bunga teratai’.
Titik tolak sambutan perayaan Loy Krathong adalah berasaskan kepercayaan golongan Brahmin dalam agama Hindu purba. Dikatakan pada suatu ketika, masyarakat Brahmin mengadakan upacara menghanyutkan bungai teratai sebagai tanda penghargaan kepada ‘Mae Khongkha’ atau Dewi Air pada malam bulan purnama.
Sejak itu, unsur keagamaan berkenaan diserap ke dalam kebudayaan masyarakat kebanyakan negara Asia Tenggara seperti negara Thai, Laos, Myanmar, Kemboja dan Vietnam. Malah warisan budaya berkenaan telah diusahakan dan diwariskan kepada generasi muda lebih daripada 700 tahun.
Sungguhpun asal-usulnya dikaitkan dengan upacara keagamaan Hindu, namun masyarakat Thai tetap percaya bahawa Loy Krathong membawa azimat kepada hidup mereka. Dengan itu, wujudlah kepercayaan baru yang mengatakan bahawa segala benda buruk akan hanyut bersama Krathong.
Justeru, di sesetengah tempat dapat dilihat juga di kalangan masyarakat yang menyambut Loy Krathong akan memotong kuku dan rambut pada hari berkenaan untuk tujuan menghanyutkan bersama bunga teratai.
Di samping kepercayaan berunsur agama Hindu, terdapat satu lagi lagenda kesusasteraan Thai yang menceritakan asal usul sambutan hari Loy Krathong.
April 2nd, 2007 at 9:20 am
Aikido (???) literally “way of harmony of ki”, is a modern Japanese martial art. It
was developed by Morihei Ueshiba over the period of the 1930s to the 1960s.
Ueshiba is also known by practitioners of aikido as O-sensei or “Great Teacher”.
Technically, the major parts of aikido are derived from Daito-ryu Aiki-jujutsu, a
form of jujutsu with many joint techniques, and kenjutsu, or Japanese sword
technique (some believe the tactics in aikido are especially influenced by Yagyu
Shinkage-ryu). Aikido contains a very significant spiritual component which is the
result of Osensei’s interaction with the Oomoto-kyo religion, as well as Shinto and
Buddhism.
The Spirit of Aikido
Aikido was born out of three Enlightenment experiences of Osensei. One
occured in 1925, after Osensei had defeated a high-ranking swordsman’s vicious
attacks, unarmed and without hurting him. Ueshiba then went into his garden and
Suddenly, the earth shook. Golden vapor welled up from the ground and
engulfed me. I felt transformed into a golden image, and my body seemed as
light as a feather. All at once I understood the nature of creation: the Way of a
Warrior is to manifest Divine Love, a spirit that embraces and nurtures all things.
His second experience occurred in 1940 when,
Around 2 o’clock in the morning as I was performing ritual purification, I suddenly
forgot every martial art technique I had ever learned. All of the techniques
handed down from my teachers appeared completely anew. Now they were
vehicles for the cultivation of life, knowledge, virtue, and good sense, not devices
to throw and pin people.
His third occurred in 1942 during the most grim period of WWII, Ueshiba had a
vision of the “Great Spirit of Peace”
The Way of the Warrior has been misunderstood as a means to kill and destroy
others. Those who seek competition are making a grave mistake. To smash,
injure, or destroy is the worst sin a human being can commit. The real Way of a
Warrior is to prevent slaughter - it is the Art of Peace, the power of love.
April 2nd, 2007 at 9:30 am
Pottery is shaped from clay then fired in high temperature kilns. They are usually fired once on 800-900℃heat, glazed with enamel, then fired again on a higher temperature of 1,300-1,500℃ It is unique in that it produces a clear sound when tapped, and has a clear sheen.
The first documented use of clay on the Korean peninsula was during the Neolithic era. By the Age of the Three Kingdoms (B.C.57-A.D.676), earthenware use in everyday life was common on the peninsula. During the Unified Silla Kingdom (676-935), the shape of earthenware diversified and began to carry decorative patterns.
With the arrival of the Goryeo era (918-1392), earthenware culture evolved into ceramic ware culture. Created by glazing and re-firing once baked earthenware, ceramic ware was superior in its durability, ease of use, and impermeability against water. With the creation of the ‘cheongja’, a type of clear, pale green hued ceramic, the Goryeo era cemented its place in history as the golden era of Korean ceramics culture. Of the ‘cheongja’ ceramics, those made using the ’sanggam’ method (intricate designs were carved into the vase, and other materials added to the forms) are especially prized for their artistry and beauty- the pinnacle of ceramic making.
Afterwards in the Joseon era (1392-1910), white ceramics called ‘baekja’ and ‘buncheongsagi’ made an appearance. Joseon era ceramics were simpler in design than its Goryeo era counterparts, and it was during this time that ceramic making techniques were transferred to Japan.
In modern times, the ceramic making tradition is continued in Icheon, Yeoju, Gwangju, Danyang, Mungyeong, Hadong, Gangjin, and Buan’s ceramic villages (’dochon’). Of these, the Icheon Ceramics Village is the largest, occupied by the factories of over 80 companies. Visitors
can tour the factories and make direct purchases. Every two years, the World Ceramics Biennale is held as well. For those wishing to stay within Seoul, the Insadong street also has a diverse collection of ceramics on hand at any given time, from crude earthenware to the refined ‘baekja’.
During a 1999 visit, Queen Elizabeth of England expressed her delight at the artistry of Korea’s ceramics that she saw in Insadong.
Types of Ceramic Ware
1.Cheongja
The term ‘cheongja’ points to ceramic ware with a transparent pale green surface hue. The color was produced by adding iron to the glaze, and was an expression of jade (considered precious at the time) in ceramic form. This type of ceramic is a poetic embodiment of aristocratic culture at the time and is characterized by a pale green tint (sometimes called ‘bisaek’), detailed designs, and simplicity in form. A longing for the eternal is expressed in the creation of the works, with designs incorporating cranes, clouds, ponds, and trees.
2.Baekja
‘Baekja’ is made by painting clear glaze over ceramic made from white clay. ‘Baekja’ was first created during the early Goryeo era along with ‘cheongja’, but only came into its own during the Joseon era. ‘Baekja’ most often has a pure white color, but sometimes green or milk color is added to the clay to give it a pale color. If the Goryeo ‘cheongja’ can be seen as the embodiment of the era’s aristocratic culture and luxuries, then the ‘baekja’ is the embodiment of Joseon era’s aristocratic scholars, who prized a noble mind and humility above all. Designs often incorporate dragons, pines, cranes, and peonies.
3.Buncheongsagi
‘Buncheongsagi’ has a grayish green body with painted designs or designs that were carved in after the body was covered with white earth. It lacks the refined sense of beauty of the Goryeo era ‘cheongja’, but is friendly and comfortable in mood. The designs usually consists of flowers and fish.
4.Onggi
Onggi is a large pot made from clay that has been fired at temperatures of 1,100-1,200℃ after glazing. Also called ‘dok’, it has long been used as a way to store fermented food items such as kimchi, red pepper paste, and bean paste.
April 2nd, 2007 at 9:35 am
Ikebana (??, literally “living flowers”) is the Japanese art of flower arrangement,
also known as kado (?? or ??)—the “way of flowers”.
In contrast to the decorative form of flower arranging in western countries, the
Japanese flower arrangement creates a harmony of linear construction, rhythm,
and color. While westerners tend to emphasize the quantity and colors of the
flowers, devoting their attention mainly to the beauty of the blossoms, the
Japanese emphasize the linear aspects of the arrangement. They have
developed the art to include the vase, stems, leaves, and branches, as well as
the flowers. The entire structure of a Japanese flower arrangement is based on
three main points that symbolize heaven, earth, and humankind.
History
Ikebana began as a kind of ritual flower offering made in Buddhist temples in
Japan during the sixth century. In these arrangements, both the flowers and the
branches were made to point toward heaven as an indication of faith. A more
sophisticated style of flower arrangement, called rikka (standing flowers),
appeared in the fifteenth century. The rikka style reflects the magnificence of
nature and its display. For example, pine branches symbolize rocks and stones,
and white chrysanthemums symbolize a river or small stream. The rikka style
became popular in the seventeenth century, used as a decorative technique for
ceremonial and festive occasions, though today it is regarded as an antiquated
form of flower arrangement and is rarely practiced.
The most significant changes in the history of ikebana took place during the
fifteenth century, when the Muromachi shogun Ashikaga Yoshimasa (1436–
1490) ruled Japan. The large buildings and small houses that Yoshimasa had
built expressed his love for simplicity. These small houses contained tokonoma,
where people could place objects of art and flower arrangements. It was during
this period that the rules of ikebana were simplified so that people of all classes
could enjoy the art.
Another major development took place in the late sixteenth century. A more
simple style of flower arrangement called nageire (meaning to throw in or fling in)
appeared as part of the tea ceremony. According to this style, flowers are
arranged in a vase as naturally as possible, no matter what materials are used.
Because of its association with the tea ceremony, this style is also called cha-
bana (??, literally “tea flowers”).
In the 1890s, shortly after the Meiji Restoration (a period of modernization and
westernization in Japan), there developed a new style of ikebana called
moribana, or “piled-up flowers”. This style appeared partly due to the introduction
of western flowers and partly due to the westernization of Japanese living. The
moribana style, which created a new freedom in flower arranging, is used for a
landscape or a garden scene. It is a style that can be enjoyed wherever it is
displayed and can be adapted to both formal and informal situations.
Modern ikebana dates from 1930 and goes by the transliteration zen’ei ikebana
or zen’eibana. This form of ikebana is more expressive than the classic style.
Along with tea ceremony and calligraphy, ikebana was one of the arts in which
women were traditionally schooled in preparation for marriage. Today, flower
arrangement is venerated as one of the traditional arts in Japan. It is practiced
on many occasions like ceremonies and parties, and modern people are still
choosing to study the art.
April 2nd, 2007 at 9:45 am
Pasar dan supermarket
Gengsi antara pergi ke pasar dan supermarket adalah satu perbedaan yang mencolok antara Jenewa dan Indonesia.
Di sini, bisa berbelanja ke pasar adalah sesuatu hal yang borjuis. Pasar di sini persis seperti halnya di kampung nenek penulis, hanya seminggu sekali. Setiap kelurahan punya hari pasar masing-masing. Pada hari pasar, para petani pun datang dengan mobil box mereka untuk menjajakan produk mereka di bawah tenda-tenda berwarna-warni.
Kenapa penulis bilang borjuis? Karena di pasar, produknya sangat segar, kadang baru dipetik tadi pagi atau sehari sebelumnya. Ini berarti harganya pun menjadi jauh lebih mahal, karena produknya segar dan langsung dari ladang. Tidak seperti halnya supermarket yang produknya merupakan hasil mass-production dan kadang harus menumpuk dahulu di gudang sebelum kemudian dikemas dan diantar ke setiap cabang supermarket. Dan kadang, hanya di pasar kita menemui produk bikinan rumah (artisanat) seperti selai, keju, roti, atau kue-kue khas.
Di Indonesia yang ada malah kebalikannya. Ibu-ibu pada bangga kalau belanja sambil mendorong kereta dorong di antara jajaran rak di supermarket. Terlepas dari kenyataan kalau kangkung dan sayuran hijau lainnya tampak layu, atau kalau harga jeruknya lebih mahal daripada yang dijual di bakul para mbok tukang buah di pasar tradisional. Belanja di pasar dianggap tidak bergengsi, jadi si embok saja yang disuruh pergi.
Waktu penulis bercerita tentang perjalanan penulis ke pasar selama penulis di Indonesia, semua teman-teman penulis di sini langsung iri. Iri ingin bisa punya pasar yang sebesar pasar utama kota penulis, dan iri ingin bisa punya banyak pilihan bahan makanan yang segar tapi murah. Ironis kan?
Matahari dan wanita
Perbedaan mendasar yang lain adalah cinta atau bencinya wanita akan matahari.
Di Indonesia, para perempuan dituntut untuk membenci sinar terik matahari. Kulit sawo matang dipandang sebagai sesuatu yang tidak indah, dan produk pemutih pun membanjiri pasar dan toko-toko kosmetik. Kemana-mana kalau bisa bawa payung, untuk bersembunyi dari matahari. Kalau lupa bawa payung, berjalan pun minggir-minggir, berusaha untuk terus berada di bawah bayang-bayang atap gedung di pinggir jalan.
Di sini malah kebalikannya. Matahari dipandang sebagai the beauty maker. Setiap ada sedikit sinar matahari dan kalau udara memungkinkan, para perempuan langsung menggulung lengan baju dan celana untuk kemudian duduk di tengah taman, berusaha sedapat mungkin membakar dirinya di bawah matahari.
Pas akhirnya dia menghampiri penulis yang sudah melambai-lambaikan tangan dengan semangat, dia pun menerangkan kalau dia lagi memenuhi jatah sinar mataharinya. Dia bilang, di negerinya yang kadang musim dingin sampai berbulan-bulan tidak ada matahari, setiap orang selalu berusaha mendapatkan vitamin dari matahari sebanyak mungkin ketika musim semi atau musim panas. Jadi setiap hari dia musti berusaha berjemur selama 30 menit - 1 jam, atau lebih.
Ditambah, di sini kulit sawo matang seperti kulit penulis ini dipandang ideal. Semua teman penulis ingin punya kulit seperti penulis. Sampai berjemur-jemur dan kulit mereka pun menjadi kemerah-merahan, berharap kulitnya bisa menjadi coklat gelap.
April 2nd, 2007 at 9:50 am
Chinese art has varied throughout its ancient history, divided into periods by the ruling dynasties of China and changing technology, as well as influenced by great philosophers, teachers and religion. Early forms of art in China were made from pottery and jade in the Neolithic period, to which was added bronze in the Shang Dynasty. The Shang are most remembered for their bronze casting, noted for its clarity of detail. Early Chinese music and poetry was influenced by the Book of Songs, Confucius and the Chinese poet and statesman Qu Yuan. Early Chinese music was based on percussion instruments, which later gave away to string and reed instruments.
In early imperial China, porcelain was introduced and was refined to the point that in English the word china has become synonymous with high-quality porcelain. Around the 1st century AD, Buddhism arrived in China, though it did not become popular until the 4th century. At this point, Chinese Buddhist art began to flourish, a process which continued through the 8th century. Around this period, several well-known Chinese poets influenced Chinese poetry, which included Cao Cao and his sons and Tao Qian. It was during the period of Imperial China that calligraphy and painting became highly appreciated arts in court circles, with a great deal of work done on silk until well after the invention of paper.
Buddhist architecture and sculpture thrived in the Sui and Tang dynasties, and the Tang dynasty was particularly open to foreign influence. Buddhist sculpture returned to a classical form, inspired by Indian art of the Gupta period. Toward the end of the Tang dynasty, all foreign religions were outlawed to support Taoism. Also during this period, Chinese poetry thrived and the Tang is considered the “Golden age” of Chinese poetry. In this period, the greatest Chinese poets, Li Po (李白) and Du Fu (杜甫) composed their poems. Late Tang poetry was marked by the influence of two poets, Li Shangyin (李商隱) and Li Yu (李漁), the latter of whom introduced the stanza form. Painting from the Tang dynasty period mainly consisted of landscape that was to grasp emotion or atmosphere to catch the “rhythm of nature.” Also in the Tang dynasty, Chinese opera was introduced.
In the Song Dynasty, poetry was marked by a lyric poetry known as Ci (詞) which expressed feelings of desire, often in an adopted persona. Also in the Song dynasty, paintings of more subtle expression of landscapes appeared, with blurred outlines and mountain contours which conveyed distance through an impressionistic treatment of natural phenomena. It was during this period that in painting, emphasis was placed on spiritual rather than emotional elements, as in the previous period. Kunqu, the oldest extant form of Chinese opera developed during the Song Dynasty in Kunshan, near present-day Shanghai. In the Yuan dynasty, painting by the Chinese painter Zhao Mengfu (趙孟頫) greatly influenced later Chinese landscape painting, and the Yuan dynasty opera became a variant of Chinese opera which continues today as Cantonese opera.
Late imperial China was marked by two specific dynasties: Ming and Qing. Of Ming Dynasty poetry, Gao Qi was acknowledged as the greatest poet of the era. Artwork in the Ming dynasty perfected color painting and color printing, with a wider color range and busier compositions than Song paintings. In the Qing dynasty, Beijing opera was introduced; it is considered the one of the best-known forms of Chinese opera. Qing poetry was marked by a poet named Yuan Mei whose poetry has been described as having “unusually clear and elegant language” and who stressed the importance of personal feeling and technical perfection. Under efforts of masters from the Shanghai School during the late Qing Dynasty, traditional Chinese art reached another climax and continued to the present in forms of the “Chinese painting” (guohua, 國畫). The Shanghai School challenged and broke the literati tradition of Chinese art, while also paying technical homage to the ancient masters and improving on existing traditional techniques.
Twentieth-century Chinese art was heavily influenced by the New Culture Movement, which adopted Western techniques, introduced oil painting and employed socialist realism. Twentieth-century Chinese poetry was also influenced by the Cultural Revolution but several poets attempted to resist the Cultural Revolution by incorporating pro-democratic themes. Contemporary Chinese artists continue to produce a wide range of experimental works, multimedia installations, and performance “happenings” which have become very popular in the international art market.
Tea drinking customs
There are several special circumstances in which tea is prepared and consumed.
As a sign of respect: In Chinese society, the younger generation always shows its respect to the older generation by offering a cup of tea. Inviting and paying for their elders to go to restaurants for tea is a traditional activity on holidays. In the past, people of lower rank served tea to higher ranking people. Today, as Chinese society becomes more liberal, sometimes at home parents may pour a cup of tea for their children, or a boss may even pour tea for subordinates at restaurants. The lower ranking person should not expect the higher rank person to serve him or her tea in formal occasions, however.
For a family gathering: When sons and daughters leave home to work and get married, they may seldom visit their parents. As a result, parents may seldom meet their grandchildren. Going to restaurants and drinking tea, therefore, becomes an important activity for family gatherings. Every Sunday, Chinese restaurants are crowded, especially when people celebrate festivals. This phenomenon reflects Chinese family values.
To apologize: In Chinese culture, people make serious apologies to others by pouring them tea. That is a sign of regret and submission.
To express thanks to your elders on one’s wedding day: In the traditional Chinese marriage ceremony, both the bride and groom kneel in front of their parents and serve them tea. That is a way to express their gratitude. In front of their parents, it is a practice for the married couple to say, “Thanks for bringing us up. Now we are getting married. We owe it all to you.” The parents will usually drink a small portion of the tea and then give them a red envelope, which symbolizes good luck.
To connect large families on wedding days: The tea ceremony during weddings also serves as a means for both parties in the wedding to meet with members of the other family. As Chinese families can be rather extended, it is entirely possible during a courtship to not have been introduced to someone. This was particularly true in older generations where the patriarch may have had more than one wife and not all family members were always on good terms. As such, during the tea ceremony, the couple would serve tea to all family members and call them by their official title. Drinking the tea symbolized acceptance into the family. Refusal to drink would symbolize opposition to the wedding and is quite unheard of since it would result in a loss of “face”. Older relations so introduced would give a red envelope to the matrimonial couple while the couple would be expected to give a red envelope to younger, unmarried relations.
April 2nd, 2007 at 9:56 am
II. BUDAYA TIMUR TENGAH
Hofstede mendefinisikan budaya sebagai “the collective programming of the mind which distinguishes the members of one group or category of people, who share the same social and cultural environment, from another”. Dia menekankan fakta bahwa budaya itu sebenarnya dipelajari bukannya diwarisi atau tumbuh dengan sendirinya dari awal seseorang lahir.
Secara umum, budaya termasuk kepercayaan, nilai-nilai dan tradisi yang berlaku di suatu masyarakat tertentu pada masa tertentu. Agama, pendidikan, norma-norma, adat istiadat dan sejarah merupakan komponen-komponen penting dari budaya suatu masyarakat.
Sebenarnya agak sulit juga, setidaknya bagi saya yang orang Indonesia asli 100% ini, untuk mendeskripsikan secara memadai budaya Timur Tengah karena adanya kelompok-kelompok budaya yang saling bertentangan di wilayah yang sama : Arab dan Israel.
Budaya Arab terbentuk lewat ribuan tahun perjalanan sejarah. Orang-orang Arab asli berasal dari Arabia (negara Arab Saudi sekarang), Yaman dan negara-negara Teluk. Tidak semua orang Arab Muslim, ada juga Arab kristen dan yahudi tinggal di negara-negara Arab. Juga tidak semua negara di Timur Tengah merupakan negara Arab, Israel terletak di Timur Tengah tetapi bukan negara Arab.
Terdapat hampir 200 juta orang Arab yang menjadi mayoritas populasi di 15 negara Timur Tengah. Mereka merepresentasikan kelompok etnik Muslim yang terbesar, paling berbeda dan secara politis paling berpengaruh di dunia. Bagaimanapun juga, kaitan historis antara Arab (baik orang maupun wilayahnya) dengan agama Islam masih sangat kuat.
Nydell membagi nilai-nilai budaya Arab menjadi tiga komponen penting yang dapat memiliki pengaruh yang signifkan terhadap bisnis MNC serta sistem dan praktik akuntansi di Timur Tengah, yaitu : basic values, basic religious attitudes dan basic self-perceptions.
a. Basic Values
1. Harga diri, kehormatan dan reputasi seseorang amatlah penting
2. Loyalitas kepada keluarga di atas kepentingan individu
3. Status individu ditentukan oleh kelas sosial, latar belakang keluarga, karakter dan prestasi (hasil) yang dicapainya
b. Basic Religious Values
1. Setiap individu percaya akan keesaan Allah, mengakui kekuasaan-Nya dan memiliki afiliasi religius
2. Keshalehan adalah salah satu karakteristik seseorang yang paling dihargai
3. Agama harus diajarkan sekolah-sekolah umum dan didukung oleh pemerintah; dengan kata lain tidak ada pemisahan antara negara dan agama
c. Basic Self -Perceptions
1. Orang-orang Arab pemurah, sopan, berperikemanusiaan dan loyal
2. Bangsa Arab memiliki warisan budaya yang kaya
3. Bangsa Arab adalah sebuah kelompok budaya yang terdefinisikan secara jelas (negara Arab)
4. Orang-orang dan bangsa Arab disalahmengertikan/disalahpersepsikan dan dikarakteristikkan secara keliru oleh sebagian besar orang-orang barat (termasuk Amerika)
Budaya, secara umum, dapat merupakan variabel-variabel sosial, politik dan lainnya, yang mempengaruhi kebiasaan seseorang. Di Timur Tengah agama merupakan komponen penting dari nilai-nilai budaya. Jika akuntansi adalah produk dari masyarakat dan lingkungannya; maka nilai-nilai agama membentuk dan memperkuat praktik bisnis lokal, sistem dan praktik akuntansi, standar akuntansi nasional dan profesi akuntansi.
Dari sudut pandang kultural , Hofstede menentukan empat karakteristik budaya, yaitu : symbols, heroes, rituals dan values. Hofstede mengatakan karakteristik yang keempat (values/nilai-nilai) merupakan hal yang paling sulit diubah. Dia mengatakan bahwa perbedaan-perbedaan dalam kebiasaan institusional di antara masyarakat-masyarakat nasional dapat dijelaskan dengan perbedaan-perbedaan dalam empat dimensi, yaitu : large versus small Power Distance; strong versus weak Uncertainty Avoidance; Individualism versus Collectivism; dan Masculinity versus Femininity. Menurutnya keempat dimensi di atas merefleksikan orientasi budaya dari suatu negara.
Middle East Culture
Basic Values
Dignity
Loyalty
Status
Basic Religious Values
Believe in One God
Piety so Important
Unite State & Church
Basic Self Perception
Generous
Heritage
Group
Misunderstanding
Societal Values
Collectivism
Power Distance
Uncertainty Avoidance
Masculinity
Gambar (1) Pengaruh tiga komponen dasar dari budaya Timur Tengah terhadap nilai-nilai sosial masyarakat.
Bangsa Arab lebih homogen daripada bangsa barat termasuk amerika dalam cara mereka hidup, berpikir dan membuat keputusan. Tiga nilai-nilai budaya yang utama; basic values, basic religious attitudes dan basic self-perceptions, adalah karakteristik umum bangsa Arab di Timur Tengah. Namun di negara yahudi, Israel, masyarakatnya memiliki nilai-nilai budaya yang berbeda, dan mereka berlaku, hidup dan membuat keputusan bisnis mereka berbeda dari orang-orang Arab.
Di Timur Tengah, keempat nilai-nilai sosial yang dikemukakan oleh Hofstede dipercaya sebagai keluaran (outcomes) dari tiga basic beliefs dan values yang dikemukakan oleh Nydell, seperti terlihat pada Gambar (1).
Budaya Arab sangat dipengaruhi (sangat jauh bila dibandingkan dengan budaya amerika) oleh institusi seperti keluarga, agama dan pemerintah, yang berinteraksi membentuk sistem nilai individual dan kelompok. Perbedaan-perbedaan budaya inilah yang secara langsung berkaitan dengan perbedaan-perbedaan dalam praktik-praktik manajerial serta sistem dan praktik akuntansi di kedua budaya.
April 2nd, 2007 at 10:00 am
Etymology
Logographically, 婚 (pinyin: hūn) is identical to 昏 (pinyin: hūn, literally meaning “evening” or “dusk”). In more ancient writings though, the former has the radical 女 (pinyin: nǚ, literally “a female”). This implies that courting couples met in the evening. Similarly, 姻 (pinyin: yīn) is the same as 因 (pinyin: yīn). According to Zhang Yi’s (張揖) Guangya Shigu (廣雅•釋詁), a dictionary of ancient Chinese characters, 因 (pinyin: yīn) means “friendliness”, “love” and “harmony”, indicating that correct way of living for a married couple.
Marriage in a Confucian Context
In Confucian thought, marriage is of grave significance both to families and to society. Traditionally incest has been defined as marriage between people with the same surname. From the perspective of a Confucian family, marriage brings together families of different surnames and so continues the family line of the paternal clan. This is generally why having a boy is more preferred than a girl when giving birth. Therefore, the benefits and demerits of any marriage are important to the entire family, not just the individual couples. Socially, the married couple is thought to be the basic unit of society. In Chinese history there have been many times when marriages have affected the country’s political stability and international relations. From the Han Dynasty (漢朝, pinyin: hàn cháo) the rulers of certain powerful foreign tribes such as the Mongolians, the Manchus, the Xiongnu, and the Turks demanded women from the Imperial family. Many periods of Chinese history were dominated by the families of the wife or mother of the ruling Emperor. Thus marriage can be related to politics.
Prehistoric Chinese marriages
Marriages in Early Societies
In traditional Chinese thinking, people in “primitive” societies did not marry, but had sexual relationships with one and other indiscriminately. Such people were thought to live like other animals, and they did not have the precise concept of motherhood, fatherhood, sibling, husband and wife, and gender, not to mention match-making and marriage ceremony. Part of the Confucian “civilizing mission” was to define what it meant to be a Father or a Husband, and to teach people to respect the proper relationship between family members and regulate sexual behavior.
Sibling marriages
Sibling marriage, although forbidden in Chinese culture, was reported to a minor extent in very early Chinese mythology. There was a story about the marriage of Nüwa and Fu Xi, who were once sister and brother respectively. At that time the world was unpopulated. The siblings wanted to get married but, at the same time, they felt ashamed. So they went up to Kunlun Shan and prayed to Heaven. They asked for Heaven’s permission for their marriage and said, “if You allow us to marry, please make the mist surround us.” Heaven gave permission to the couple, and promptly the peak was covered in mist. It is said that in order to hide her shyness, Nüwa covered her blushing face with a fan. Nowadays in some villages in China, the brides still follow the custom and use a fan to shield their faces.
Inter-clan marriage and antithetic marriage
In Chinese society males should not marry females of the same surname (this has been largely disregarded recently as the Chinese population has expanded to such an extent that people who hold the same surname might have little or no relation with each other at all). This is seen as incest and it is thought there is a risk that abnormal births might result. Marriage of a son to close relatives of his mother, however, is not seen as incest. Different clans might have more than one surname. Historically, there were numerous important clans living along the Yellow River in ancient China, like the tribe of Huang Di with the common surname Ji and that of Yan Di with the surname Jiang. Because marriage to one’s maternal relatives was not thought of as incest these families sometimes intermarried from one generation to another.
Over time Chinese people became more geographically mobile. Couples were married in what is called an extra-clan marriage, better known as antithetic marriage. This occurred in the midst of the New Stone Age, i.e. around 5000 BC. According to modern Chinese scholars of a Marxist persuasion Matriarchy prevailed in society at that time, therefore husbands needed to move to, and live with, their wives’ families. Yet individuals remained members of their biological families. When a couple died, the husband and the wife were buried separately in the respective clan’s graveyard. Offspring would be buried with their mother. Antithetic marriage still happens in modern China. In Yunnan, males and females in the minority group known as Nakhi form temporary couples, and they call each other “Ahchu” rather than “husband and wife”. The male “Ahchu”s live and work in the home of the female “Ahchu”s.
Maternal marriage and Monogamy
In a maternal marriage, a male would become a son-in-law who lived in the wife’s home. The husband would also need to change his surname into his wife’s one. This happened in the transformation of antithetic marriage into monogamy, which signifying that the decline of matriarchy and the growing dominance of patriarchy in the ancient China.
Traditional Marriage Rituals
Chinese marriage became a custom between 402-221 B.C. Despite China’s long history and many different geographical areas, there are basically six rituals, generally known as the three letters and six etiquette.
Proposal: When an unmarried boy’s parents find a potential daughter-in-law. They then located a matchmaker whose job was to assuage the conflict of interests and general embarrassments on the part of two families largely unknown to each other when discussing the possibility of marriage.
Birthday Matching: If the potential daughter-in-law’s family did not object to the proposal the matchmaker would then compare the couples’ birthdates. If according to Chinese astrology the couple is compatible they would then proceed to the next step.
Bride Price (Betrothal Gifts): At this point the bridegroom’s family arranges for the matchmaker to present bride price (betrothal gifts), including the betrothal letter, to the bride’s family.
Presenting Wedding Gifts: Wedding gifts would vary widely depending on local customs and family wealth. Food and other delicacies were typical gifts.
Picking the Wedding Day: The Chinese calendar is consulted for an auspicious day.
Wedding Ceremony: The final ritual is the actual wedding ceremony where bride and groom become a married couple, which consists of many elaborate parts
Wedding Procession: The wedding procession from bride’s home would march to the groom’s home. The procession consists of a traditional band, the bride’s sedan, the maids of honor’s sedans (if there are maids of honor), and bride’s dowry in the forms other than money.
A traditional Chinese wedding procession
Welcoming the Bride: The wedding procession of the bride’s family stops at the door of the groom’s home. There are ceremonies to be followed to welcome the bride and her wedding procession into the groom’s home, which varies for locale to locale.
Actual Wedding Ceremonies: Equivalent to exchanging vows in the west, the couple would pay respect to the heaven and earth, paying respect to the groom’s parents, paying respect to each other.
Wedding banquet In Chinese society, the wedding banquet is known as xǐ-jǐu (喜酒, literally joyful wine), and is sometimes far more important than the wedding itself. There are ceremonies such as bride presenting wines or tea to parents, spouse, and guests.
Before modern times, women were not allowed to choose the person they married. Instead, the family of the bride picked the prospective husband. Marriages were chosen based upon the needs of reproduction and honor, as well as the needs of the father and husband.
Traditional Divorce Process
In traditional Chinese society, there are three major ways to dissolve a marriage.
The first one is no-fault divorce. According to the legal code of Tang Dynasty (618-907), a marriage may be dissolved due to personal incompatibility, provided that the husband writes a divorce note.
The second way (义绝) is through a state-mandated annulment of marriage. This applies to when one spouse commits a serious crime (variously defined, usually defined more broadly for the wife) against the other or his/her clan.
Finally, the husband may unilaterally declare a divorce. To be legally recognized, however, it must be based on one of the following 7 reasons (七出):
The wife lacks filial piety towards her in-laws (不順父母). This makes the in-laws capable of breaking a marriage against both partner’s will.
She fails to bear a son (无子).
She is vulgar or lewd/adulterous (淫).
She is jealous (妒). This includes objecting to her husband taking an additional wife or concubine.
She has vile disease (有恶疾).
She is gossipy (口多言).
She commits theft (窃盗).
Obviously, these reasons can be stretched quite a bit to suit the husband and his family. However there are 3 clearly defined exceptions (三不去), under which the unilateral divorce is disallowed:
She has no family to return to (有所取无所归).
She had observed a full 3-year mourning for an in-law (与更三年丧).
Her husband was poor when they married, and now is rich (前贫贱后富贵).
The above law about unilateral divorce was in force from Tang Dynasty to its final abolition by the government of Republic of China in 1930.
Polygamy
This section discusses the social and legal aspects of polygamy, mostly polygyny (one man, multiple women), in traditional Chinese society. The traditional culture does not prohibit or explicitly encourage polygyny (except as a way to obtain male children).
The scope of practice is limited by the number of available women, as well as the financial resource of the man, since he has to be able to support the women. Therefore polygyny is mostly limited to parts of the upper to middle class; while among the rest of the population monogamy can be regarded as the norm. Historical written records is probably skewed with regard to the actual prevalence of polygamy, since the elite can be safely assumed to be overrepresented in them.
Sororate marriage
Sororate marriage is a custom in which a man marries his wife’s sister(s). Later it is expanded to include her cousins or females from the same clan. The Chinese name is 娣媵 (娣=younger sister,媵=co-bride). It can happen at the same time as he marries the first wife, at a later time while the wife is still alive, or after she dies. This practice was frequent among the nobility of Zhou Dynasty, with incidences occurring at later times.
Multiple wives with equal status
Emperors of some relatively minor dynasties are known to have multiple empresses.
Created by special circumstances. For example, during wartime a man may be separated from his wife and mistakenly believe that she had died. He remarries, and later the first wife is found to be alive. After they are reunited, both wives may be recognized.
Qianlong Emperor of Qing dynasty began to allow polygamy for the specific purpose of siring heirs for another branch of the family. Called “multiple inheritance” (兼祧), if a man is the only son of his father (单传), and his uncle has no son, then with mutual agreement he may marry an additional wife. A male child from this union becomes the uncle’s grandson and heir. The process can be repeated for additional uncles.
Beside the traditional desire for male children to carry on the family name, this allowance partially resolves a dilemma created by the emperor himself. He had recently banned all non-patrilineal forms of inheritance, while wanting to preserve the proper order in the Chinese kinship. Therefore, a couple without son cannot adopt one from within the extended family. They either have to adopt from outside (which was regarded by many as passing the family wealth to unrelated “outsiders”), or become heirless. The multiple inheritance marriages provided a way out when the husband’s brother has a son.
Concubinage
Women in concubinage (妾) are treated as inferior, and expected to be subservient to the wife (if there is one). The women were not wedded in a ceremony, had less right in the relationship, and may be divorced arbitrarily. They generally come from lower social status or were bought as slaves. Women who had eloped may also become concubines since a formal wedding requires her parents’ participation.
The number of concubines is sometime regulated, which differs according to the men’s rank. Emperors almost always have multiple royal concubines.
A somewhat different form of it is the so-called “two primary wives” (两头大). Traditionally, a married woman is expected to live with her husband’s family. When the husband has to live away from his family, however, she has to stay with her in-laws and take care of them. A man who thus suffers chronic separation from his wife, such as a traveling merchant, may “marry” another woman where he lives and set up a separate household with her. Due to the geographical separation, the second woman often regards herself as a full wife for all practical matters, yet legally this marriage is not recognized, and she is treated as a concubine.
This practice has influenced the recent surge of polygamy in mainland China. Since the opening of China’s border in the 1970s, businessmen from Hong Kong and Taiwan started setting up “secondary wives” (二奶) in the mainland. Since then the practice has spread to local affluent men[1].
Polyandry
Polyandry, the practice of one woman having multiple husbands, is traditionally considered immoral, prohibited by law, and uncommon in practice. However, there are incidences in which a man in poverty rents or pawns his wife temporarily.
April 2nd, 2007 at 10:03 am
Samurai (? or more rarely ??) was a term for the military nobility in pre-
industrial Japan. The word ’samurai’ is derived from the Japanese verb
’samorau’, meaning ‘to serve’.
April 2nd, 2007 at 10:06 am
It is the year of the pig.[1] The Chinese New Year dates are determined by the lunisolar Chinese calendar, which is also used in countries that have adopted or have been influenced by Han culture, notably the Koreans, the Japanese, the Tibetans, the Thai and the Vietnamese (and, historically, the Bulgars).
Chinese New Year starts on the first day of the new year containing a new moon (some sources include New Year’s Eve) and ends on the Lantern Festival fourteen days later. This occurs around the time of the full moon as each lunation is about 29.53 days in duration. In the Gregorian calendar, the Chinese New Year falls on different dates each year, on a date between January 21 and February 20. This means that the holiday usually falls on the second (very rarely third) new moon after the winter solstice. In traditional Chinese Culture, Lichun is a solar term marking the start of spring, which usually falls on either February 4 or 5.
The dates for the Spring Festival from 1996 to 2019 (in the Gregorian calendar) are listed below, along with the year’s presiding animal zodiac and its earthly branch. The names of the earthly branches have no English counterparts and are not the Chinese translations of the animals.
Many non-Chinese confuse their Chinese birth-year with their Gregorian birth-year. As the Chinese New Year starts in late January to mid February, the Chinese year dates from 1 January until that day in the new Gregorian year remain unchanged from the previous Gregorian year. For example, the 1989 year of the snake began on 6 February 1989. The year 1990 is considered by some people to be the year of the horse. However, the 1989 year of the snake officially ended on 26 January 1990. This means that anyone born from January 1 to 25 January 1990 was actually born in the year of the snake rather than the year of the horse.
Many online Chinese Sign calculators do not account for the non-alignment of the two calendars, incorrectly using Gregorian-calendar years rather than official Chinese New Year dates.
See Chinese astrology for a list of Chinese New Year dates for every year from 1900 to 2020, covering one full sexagesimal cycle (1924–1983) and portions of two others.
[edit] History
It is unclear when the beginning of the year was celebrated before the Qin Dynasty. Traditionally, the year was said to have begun with month 1 during the Xia Dynasty, month 12 during the Shang Dynasty, and month 11 during the Zhou Dynasty. However, records show that the Zhou Dynasty began its year with month 1. Intercalary months, used to keep the lunar calendar synchronized with the sun, were added after month 12 during both the Shang Dynasty (according to surviving oracle bones) and the Zhou Dynasty (according to Sima Qian). The first Emperor of China Qin Shi Huang changed the beginning of the year to month 10 in 221 BC, also changing the location of the intercalary month to after month 9. Whether the New Year was celebrated at the beginning of month 10, of month 1, or both is unknown. In 104 BC, Emperor Wu of the Han Dynasty established month 1 as the beginning of the year, where it remains.
[edit] Mythology
According to legend, in ancient China, the Nián (年) was a man-eating beast from the mountains (in other versions from under the sea), which came out every 12 months somewhere close to winter to prey on humans. The people later believed that the Nian was sensitive to loud noises and the color red, so they scared it away with explosions, fireworks and the liberal use of the color red. These customs led to the first New Year celebrations. Guò nián (Simplified Chinese: 过年; Traditional Chinese: 過年), which means to celebrate the new year, literally means the passover of the Nian.
[edit] Public holiday
Chinese New Year is observed as a public holiday in a number of countries and territories where a sizeable Chinese population resides. Since Chinese New Year falls on different dates on the Gregorian calendar every year on different days of the week, some of these governments opt to shift working days in order to accommodate a longer public holiday. Also like many other countries in the world, a statutory holiday is added on the following work day when the New Year falls on a weekend.
Chinese New Year fireworks in Victoria Harbour, Hong Kong
[edit] Mainland China
The first seven days.
[edit] Taiwan
The first five days
[edit] Hong Kong and Macau
The first 3 days. If one of the first 3 days is on Sunday, Chinese New Year’s Eve will be listed into public holiday. For example, the first day of year 2007 (18 February) is on Sunday, Chinese New Year’s Eve(17 February) is listed into public holiday.
[edit] Malaysia and Singapore
The first two days
[edit] Brunei and Indonesia
The first day
[edit] South Korea
The first day and the previous and following days (3 days altogether) are public holidays.
[edit] Vietnam
[edit] Other official acknowledgements
A few countries around the world regularly issue postage stamps and numismatic coins to commemorate Chinese New Year. Although Chinese New Year is not institutionalized as public holiday, these countries recognize the significant number of their citizens who are of Chinese origin. The countries and territories that do so include Australia, Canada, Christmas Island, El Salvador, France, New Zealand, the United States, and the Philippines.
[edit] Other countries
[edit] Japan
The Japanese now celebrate their New Year (shōgatsu) on 1 January, with the first three days being holidays.
[edit] Vietnam
The Vietnamese also celebrate their New Year, or Tết, on the same day as the Chinese calendar, with a 4-day public holiday. However, because of the time difference between Hanoi and Beijing (China), Tết may differ from the Chinese calendar by a day every 22nd or 23rd year.
[edit] Korea
Korea now follows the Gregorian calendar for business and academic purposes, but the Lunar New Year (Seollal) is still marked with a three-day holiday compared to a single holiday on January 1.
[edit] Festivities
The Chinese New Year celebrations are marked by visits to kin, relatives and friends, a practice known as “new-year visits” (Chinese: 拜年; pinyin: bàinián). New clothings are usually worn to signify a new year. The color red is liberally used in all decorations. Red packets are given to juniors and children by the married and elders. See Symbology below for more explanation.
[edit] Days before the new year
On the days before the New Year celebration, Chinese families give their home a thorough cleaning, known as ’spring cleaning’. It is believed the cleaning sweeps away bad luck of the preceding year and makes their homes ready for good luck. Brooms and dust pans are put away on the first day so that luck cannot be swept away. Some people give their homes, doors and window-panes a new coat of red paint. Homes are often decorated with paper cutouts of Chinese auspicious phrases and couplets.
[edit] Reunion dinner
A reunion dinner is held on New Year’s Eve where members of the family, near and far, get together for celebration. The venue will usually be in the home or near the home of the most senior member of the family. The New Year’s Eve dinner is very sumptuous and traditionally includes chicken and fish. Fish (魚, yú) is included, but not eaten up completely (and the remainder is stored overnight), as the Chinese phrase 年年有餘 (nián nián yǒu yú), which means “may there be surpluses every year”, sounds the same as “may there be fish every year.”
Buddha’s delight (Traditional Chinese: 羅漢齋; Simplified Chinese: 罗汉斋; pinyin: luóhàn zhāi), an elaborate vegetarian dish traditionally comprising 18 ingredients, is sometimes served by Chinese families on the eve and the first day of the New Year. A type of black hair-like moss, pronounced “fat choy” in Cantonese, is also featured in Buddha’s delight and other dishes, since its name sounds similar to “prosperity.”. Hakkas usually serve kiu nyuk (扣肉) and ngiong tiu fu.
Most Northerners serve dumplings as the main dish in this festive season and many Chinese around the world do the same. It is believed that dumplings (Traditional Chinese: 餃子; pinyin: jiǎozi) resemble ancient Chinese gold ingots (Traditional Chinese: 金元寶; pinyin: jīn yuán bǎo). Mandarin oranges are the most popular and most abundant fruit during Chinese New Year — jin ju (金橘子) or kam (柑) in Cantonese.
Red packets for the immediate family are sometimes distributed during the reunion dinner. These packets often contain money in certain numbers that reflect good luck and honorability.
[edit] First day of the new year
The first day is for the welcoming of the deities of the heavens and earth. Many people, especially Buddhists, abstain from meat consumption on the first day because it is believed that this will ensure longevity for them. Some consider lighting fires to be bad luck on New Year’s Day, so all food to be consumed is cooked the day before.
Most importantly, the first day of Chinese New Year is a time where families will pay a visit to their oldest and most senior member of their extended family, usually their parents, grandparents or great-grandparents.
Some families may invite a Lion dance troupe as a symbolic ritual to usher in the Lunar New Year as well as to evict bad spirits from the premises.
[edit] Second day of the new year
Incense is burned at the graves of ancestors as part of the offering and prayer ritual.
The second day of the Chinese New Year is for married daughters to visit their birth parents. Traditionally, daughters who have been married may not have the opportunity to visit their birth families frequently.
[edit] Third and fourth days of the new year
The third and fourth day of the Chinese New Year are generally accepted as inappropriate days to visit relatives due to the following schools of thought. People may subscribe to one or both thoughts.
1) It is known as “chì kǒu” (赤口), meaning that it is easy to get into arguments. It is suggested that the cause could be the fried food and visiting during the first two days of the New Year celebration.
2) Families who had an immediate kin deceased in the past 3 years will not go house-visiting as a form of respect to the dead. The third day of the New Year is allocated to grave-visiting instead. Some people conclude it is inauspicious to do any house visiting at all.
[edit] Fifth day of the new year
In northern China, people eat Jiǎo zi (Simplified Chinese: 饺子; Traditional Chinese: 餃子; pinyin: {{{p}}}) (dumplings) on the morning of Po Wu. This is also the birthday of the Chinese god of wealth. In Taiwan, businesses traditionally re-open on this day, accompanied by firecrackers.
[edit] Seventh day of the new year
The seventh day, traditionally known as renri 人日, the common man’s birthday, the day when everyone grows one year older.
It is the day when tossed raw fish salad, yusheng, is eaten. This is a custom primarily among the overseas Chinese in Southeast Asia, such as Malaysia and Singapore. People get together to toss the colorful salad and make wishes for continued wealth and prosperity.
For many Chinese Buddhists, this is another day to avoid meat.
Chinese New Year’s celebrations, on the eighth day, in the Vancouver suburb of Richmond, British Columbia, Canada.
[edit] Ninth day of the new year
The ninth day of the New Year is a day for Chinese to offer prayers to the Jade Emperor of Heaven (天公) in the Taoist Pantheon.
This day is especially important to Hokkiens. Come midnight of the eighth day of the new year, the Hokkiens will offer thanks giving prayers to the Emperor of Heaven. Offerings will include sugarcane as it was the sugarcane that had protected the Hokkiens from certain extermination generations ago. Tea is served as a customary protocol for paying respect to an honoured person.
[edit] Fifteenth day of the new year
The fifteenth day of the new year is celebrated as Yuánxiāo jié (元宵节), otherwise known as Chap Goh Mei in Fujian dialect. Tangyuan (Simplified Chinese: 汤圆; Traditional Chinese: 湯圓; pinyin: tāngyuán), a sweet glutinous rice ball brewed in a soup, is eaten this day. This day is celebrated as the Lantern Festival, and families walk the street carrying lighted lanterns to celebrate the festivities.
This day is often used as the end of the Chinese New Years festivities.
[edit] New Year practices
[edit] Red packets
Traditionally, Red envelopes or red packets (Cantonese: lai shi or lai see) (利是, 利市 or 利事); (Mandarin: ‘hóng bāo’ (紅包); Hokkien: ‘ang pow’ (POJ: âng-pau); Hakka: ‘fung bao’; are passed out during the Chinese New Year’s celebrations, from married couples or the elderly to unmarried juniors. It is common for adults to give red packets to children. Red packets are also known as 压岁钱 (Ya Sui Qian, which was evolved from 压祟钱, literally, the money used to suppress or put down the evil spirit ) during this period.
The red envelopes always contain money, usually varying from a couple of dollars to several hundred. The amount of money in the red packets should be of even numbers, as odd numbers are associated with cash given during funerals (白金 : Bai Jin). Since the number 4 is considered bad luck, because the word for four is a homophone for death, money in the red envelopes never adds up to $4. However, the number 8 is considered lucky, and $8 is commonly found in the red envelopes. Sometimes chocolate coins are found in the red packets.
Note: in this situation, odd and even numbers are determined by the first digit, rather than the last. Thirty and fifty, for example, are odd numbers, and are thus appropriate as funeral cash gifts. Having said that, it is also rather common and quite acceptable to have cash gifts in a red packet using a single bank note — e.g. ten or fifty dollar bills are being used frequently.
The act of requesting for red packets is normally called (Mandarin): 討紅包, 要利是. (Cantonese):逗利是. A married person could not turn down such request as it means that this person would be “out of luck” in the new year (無利是)
[edit] New Year markets
Shoppers at a New Year market in Chinatown, Singapore
Markets are set up near the New Year especially for vendors to sell New Year-related products. These usually open-air markets feature floral products, toys, clothing, for shoppers to buy gifts for new year visitations as well as decor for their homes. The practice of shopping for the perfect plum tree is not dissimilar to the Western tradition of buying a Christmas tree.
[edit] Fireworks
Bamboo stems filled with gunpowder that were burnt to create small explosions were once used in ancient China to drive away evil spirits. In modern times, this method has eventually evolved into the use of firecrackers during the festive season. Firecrackers are usually strung on a long fused string so it can be hung down. Each firecracker is rolled up in red papers, as red is auspicious, with gunpowders in its core. Once ignited, the firecracker lets out a loud popping noise and as they are usually strung together by the hundreds, the firecrackers are known for its deafening explosions that it is thought to scare away evil spirits. See also Myths above. The lighting of firecrackers also signifies a joyous occasion and has become an integral aspect of Chinese New Year celebrations.[2]
[edit] Firecracker ban
The use of firecrackers, although a traditional part of celebration, has over the years witnessed many unfortunate outcomes. There have been reported incidents every year of users of fireworks being blinded, losing body parts, or suffering other grievous injuries, especially during festive seasons. Hence, governments and authorities eventually enacted laws completely banning the use of firecrackers privately, primarily because of safety issues.
[edit] Hong Kong
Fireworks are banned in Hong Kong for security reasons—some speculate a connection between firework use and the leftist riots in the ’60s. The government, however, does put on a fireworks display in Victoria Harbour on the second day of the Chinese New Year. Similar displays are also held in many other cities in and outside China.
[edit] Singapore
In Singapore, a partial ban on firecrackers was imposed in March 1970 after a fire killed six people and injured 68.[3] This was extended to a total ban in August 1972, after an explosion that killed two people[4] and an attack on two police officers attempting to stop a group from letting off firecrackers in February 1972.[5] However, in 2003, the government allowed firecrackers to be set off during the festive season. At the Chinese New Year light-up in Chinatown, at the stroke of midnight on the first day of the Lunar New Year, firecrackers are set off under controlled conditions by the Singapore Tourism Board. Other occasions where firecrackers are allowed to be set off are determined by the tourism board or other government organizations. However, they are not allowed to be commercially sold.
April 2nd, 2007 at 10:08 am
Chinese Manners
Part 1: Daily Life
China is known as a state of etiquette and ceremonies. Many proverbs have been passed down from generation to generation such as ‘civility costs nothing’ or ‘courtesy demands reciprocity’ and so on. For instance, there is an interesting short story. Once upon a time, a man went on a long tour to visit his friend with a swan as a gift. But it escaped from the cage on the way and in his effort to catch it, he got hold of nothing but a feather. Instead of returning home, he continued his journey with the swan feather. When his friend received this unexpected gift, he was deeply moved by the story as well as the sincerity. And the saying ‘the gift is nothing much, but it’s the thought that counts.’ was spread far and wide.
Chinese used to cup one hand in the other before the chest as a salute. This tradition has a history of more than 2000 years and nowadays it is seldom used except in the Spring Festival. And shaking hands is more popular and appropriate on some formal occasions. Bowing, as to convey respect to the higher level, is often used by the lower like subordinates, students, and attendants. But at present Chinese youngsters tend to simply nod as a greeting. To some extent this evolution reflects the ever-increasing paces of modern life.
It is common social practice to introduce the junior to the senior, or the familiar to the unfamiliar. When you start a talk with a stranger, the topics such as weather, food, or hobbies may be good choices to break the ice. To a man, a chat about current affairs, sports, stock market or his job can usually go on smoothly. Similar to Western customs, you should be cautious to ask a woman private questions. However, relaxing talks about her job or family life will never put you into danger. She is usually glad to offer you some advice on how to cook Chinese food or get accustomed to local life. Things will be quite different when you’ve made acquaintance with them. Implicit as Chinese are said to be, they are actually humorous enough to appreciate the exaggerated jokes of Americans.
As is said above, Chinese consider gifts as an important part to show courtesy. It is appropriate to give gifts on occasions such as festival, birthday, wedding, or visiting a patient. If you are invited to a family party, small gifts like wine, tea, cigarettes, or candies are welcomed. Also fruit, pastries, and flowers are a safe choice. As to other things, you should pay a little attention to the cultural differences. Contrary to Westerners, odd numbers are thought to be unfortunate. So wedding gifts and birthday gifts for the aged are always sent in pairs for the old saying goes that blessings come in pairs. Though four is an even number, it reads like death in Chinese thus is avoided. So is pear for being a homophone of separation. And a gift of clock sounds like attending other’s funeral so it is a taboo, too. As connected with death and sorrow, black and white are also the last in the choice. Gift giving is unsuitable in public except for some souvenirs. Your good intentions or gratitude should be given priority to but not the value of the gifts. Otherwise the receiver may mistake it for a bribe.
Chinese Manners
Part 2: Business Manners
As more and more foreign corporations and individuals go to tap the Chinese market, it is better to know some Chinese practices in business contacts and negotiation beforehand.
When the establishment of initial business contacts is referred, introduction letters may be the first ready answer for those who are familiar with the old system of planned economy. The purchasing agent had to take an introduction letter made out by the factory director when getting into touch with other factories. After the policy of opening to the outside world was adopted, more convenient ways emerged. You can establish contacts by phone, fax, email and more and more Chinese corporations have set up their own websites. After the first phase, an investigation to the company in person may show your sincerity to cooperate.
When negotiation is entered, the right of decision-making often depends on who are present at the meeting. In most cases, verbal communications are enough. Too many gestures may leave others an impression of arrogance. As to eye contact, when you speak, looking into others’ eyes will do, for cultural differences puts a limit on it. And you’d better not take the Chinese nod for agreement; it’s only a sign that they are listening attentively. Chinese prefer formal meetings, but after that is usually a dinner together to show their hospitality. However some Westerners think it a waste at public expense. One piece of advice may be ‘Do as the Chinese do.’ When you become acquaintance with the Chinese partner, a private lunch meeting or dinner at home is a good opportunity to know each other.
In China you should not be surprised to see many business women taking up positions like director, general manager, president and etc. They play such an important role in the society as to ‘prop up half of the sky.’ Generally speaking, career women demand no more respect than men. But they will particularly appreciate the gentlemanly manners.
Chinese think punctuality is a virtue and try to practice it especially in the business world. Chinese usually tend to come a bit earlier to show their earnestness. And it would not be regarded as being late if you come within 10 minutes.
April 2nd, 2007 at 10:09 am
The origins of Chinese martial arts can be traced to self-defense needs, hunting activities and military training in ancient China. Hand to hand combat and weapons practice were important components in the training of Chinese soldiers.[1][2][3] Eventually, Chinese martial arts became an important element of Chinese culture.
According to legend, the reign of the Yellow Emperor (Huangdi, traditional date of ascension to the throne, 2698 B.C.) introduced the earliest forms of martial arts to China.[4] The Yellow Emperor is described as a famous general who, before becoming China’s leader, wrote lengthy treatises on medicine, astrology and the martial arts. He allegedly developed the practice of jiao di or horn-butting and utilized it in war.[5] Regardless of these legends, jiao di evolved during the Zhou Dynasty (2nd millennium B.C.) into a combat wrestling system called jiao li, the practice of which in the Zhou Dynasty was recorded in the Classic of Rites.[6] This combat system included techniques such as strikes, throws, joint manipulation, and pressure point attacks.[5] Jiao li became a sport during the Qin Dynasty (221 - 207 B.C.). Jiao li eventually became known as shuai jiao, its modern form.
Sophisticated theories of martial arts based on the opposing ideas of yin and yang, and the integration of “hard” and “soft” techniques are recorded in the annals of the Spring and Autumn Period (722 BCE–481 BCE).[7]
The Han History Bibliographies record that, by the Former Han (206 BCE–8 CE), there was a distinction between no-holds-barred weaponless fighting, which it calls shǒubó (手搏), for which “how-to” manuals had already been written, and sportive wrestling, then known as juélì or jiǎolì (角力).[8]
Wrestling is also documented in the Shǐ Jì, The Records of the Grand Historian, written by Sima Qian dating from 109 BC to 91 BC.
In the Tang Dynasty, description of sword dances were immortalized in poems by Li Bai. In the Song and Yuan dynasties, xiangpu (the earliest form of sumo) contests were sponsored by the imperial courts. The modern concepts of wushu were fully developed by the Ming and Qing dynasties.[9]
Martial arts are also mentioned in Chinese philosophy. Passages in the Zhuangzi (庄子), a Daoist text, pertain to the psychology and practice of martial arts. Zhuangzi, its eponymous author, is believed to have lived in the 4th century BC. The Tao Te Ching, often credited to Lao Zi, is another Daoist text that contains principles applicable to martial arts. According to one of the classic texts of Confucianism, Zhou Li (周禮/周礼), Archery and charioteering were part of the “six arts” (Traditional Chinese: 六藝; Simplified Chinese: 六艺; pinyin: liu yi, including rites, music, calligraphy and mathematics) of the Zhou Dynasty (1122 - 256 B.C.E.). The Art of War ( 孫子兵法), written during the 6th century B.C. by Sun Tzu ( 孫子), deals directly with military warfare but contain ideas that are used in the Chinese martial arts. Over time, it changed with the evolving Chinese society acquiring philosophical bases.
Taoist practitioners have been practicing physical exercises that resemble Tai Chi Chuan at least as early as the 500 B.C. era. In 39-92 A.D., “Six Chapters of Hand Fighting”, were included in the Han Shu (history of the Former Han Dynasty) written by Pan Ku. Also, the noted physician, Hua T’uo, composed the “Five Animals Play” - tiger, deer, monkey, bear, and bird, around 220 B.C.[10] Taoist philosophy and their approach to health and exercise can still be seen in the Internal styles of Chinese martial arts.
With regards to the Shaolin style of martial arts, the oldest evidence of Shaolin participation in combat is a stele from 728 A.D. that attests to two occasions: a defense of the Shaolin Monastery from bandits around 610 A.D., and their subsequent role in the defeat of Wang Shichong at the Battle of Hulao in 621 A.D. From the 8th to the 15th centuries, there are no extant documents that provide evidence of Shaolin participation in combat. However, between the 16th and 17th centuries there are at least forty extant sources which provided evidence that, not only did monks of Shaolin practice martial arts, but martial practice had become such an integral element of Shaolin monastic life that the monks felt the need to justify it by creating new Buddhist lore.[11] References to Shaolin martial arts appear in various literary genres of the late Ming: the epitaphs of Shaolin warrior monks, martial-arts manuals, military encyclopedias, historical writings, travelogues, fiction, and even poetry.[12] These sources, in contrast to those from the Tang period, refer to Shaolin methods of unarmed combat, as well as combat utilising various weapons. These include the spear (Qiang), and with the weapon that was the forte of Shaolin monks and for which they had become famous—the staff (Gun, pronounced as juen).[13] By the mid-16th century, military experts from all over China were traveling to Shaolin to study its fighting techniques. The fighting styles that are practiced today were developed over the centuries, after having incorporated forms that came into existence later. Some of these include Bagua, Drunken Boxing, Eagle Claw, Five Animals, Hsing I, Hung Gar, Lau Gar, Monkey, Praying Mantis, Fujian White Crane, Wing Chun and Tai Chi Chuan.
The present view of Chinese martial arts are strongly influenced by the events of the Republican Period (1912-1949). In the transition period between the fall of the Qing Dynasty as well as the turmoils of the Japanese invasion and the Chinese Civil War, Chinese martial arts became more accessible to the general public as many martial artists were encourage to openly teach their art. At that time, some considered martial arts as a means to promote national pride and improve the health of the Nation. As a result, many martial arts training manuals (拳普) were published.[14] and numerous martial arts associations were formed throughout China and in various oversea Chinese communities. The Central Guoshu Academy (Zhongyang Guoshuguan, 中央國術館) established by the National Government in 1928[15] and the Jing Wu Athletic Association (精武体育会) founded by Huo Yuanjia in 1910 are examples of organization that promoted a systematic approach for training in Chinese martial arts.[16][17][18] A series of provincial and national competitions were organized by the Republican government starting in 1932 to promote Chinese martial arts. In 1936, at the 11th Olympic Games in Berlin, a group of Chinese martial artists demonstrated their art to an international audience for the first time. Eventually, those events lead to the popular view of martial arts as a sport.
Chinese martial arts started to spread internationally with the end of the Chinese civil war and the founding of the People’s Republic of China on October 1, 1949. Many well known martial art practitioners choose to escape from the Communist rule and migrate to Taiwan, Hong Kong[19] and other parts of the world. Those masters started to teach within the oversea Chinese communities but eventually they expand their teachings to include people from other cultures.
Within China, the practice of traditional martial arts was discouraged during the turbulent years of the Chinese Cultural Revolution (1969-1976). The government instead promoted the concept of Wushu as a replacement. In 1958, the government established the All-China Wushu Association as an umbrella organization to regulate martial arts training. The Chinese State Commission for Physical Culture and Sports took the lead in creating standardized forms for tai chi chuan and other fists and weapon arts. During this period, a national Wushu system that include standard forms, teaching curricula and instructor grading were established. Wushu was introduced at both the high school and university level. The suppression of traditional teaching was relaxed during the era of reconstruction (1976-1989), as Communist ideology became more accommodating to alternative viewpoints. In 1979, the State Commission for Physical Culture and Sports created a special task force to reevaluate the teaching and practice of Wushu. In 1986, the Chinese National Research Institute of Wushu was established as the central authority for the research and administration of Wushu activities in the People’s Republic.[20] Changing government policies and attitudes towards sports in general leaded to the closing of the State Sports Commission, the central sports authority, in 1998. This closure is viewed as an attempt to partialy de-politicize organized sports and move Chinese sport policies towards a more market driven philosophy.[21] As a result of these changing sociological factors within China, both traditional styles and modern Wushu approaches are being promoted by the Chinese government.[22]
[edit] Styles
Main article: Styles of Chinese martial arts
See also: List of Chinese martial arts
The meditative art Taijiquan being practiced on the Bund in Shanghai
China has one of the longest histories of continuously recorded martial arts tradition of any society in the world, and with hundreds of styles probably the most varied. Over the past two to four thousand years, many distinctive styles have been developed, each with its own set of techniques and ideas. There are also common themes to the different styles, which are often classified by “families” (家, jiā), “sects” (派, pai) or “schools” (門, men) of martial art styles. There are styles that mimic movements from animals and others that gather inspiration from various Chinese philosophies, myths and legends. Some styles put most of their focus into the belief of the harnessing of qi energy, while others concentrate solely on competition and exhibition. Each style offers a different approach to the common problems of self-defense, health and self-cultivation.
Chinese martial arts can be split into various categories to differentiate them: For example, external (外家拳) and internal (内家拳). Chinese martial arts can also be categorized by location, as in northern (北拳) and southern (南拳) as well, referring to what part of China the styles originated from, separated by the Yangtze River (Chang Jiang); Chinese martial arts may even be classified according to their province or city. The main perceived difference about northern and southern styles is that the northern styles tend to emphasize fast and powerful kicks, high jumps and generally fluid and rapid movement, while the southern styles focus more on strong arm and hand techniques, and stable, immovable stances and fast footwork. Examples of the northern styles include Changquan and the sword and broadsword routines used in contemporary Wushu competitions, and examples of the southern styles include Nanquan, Houquan (monkey style) and Wing Chun. Chinese martial arts can also be divided according to religion, imitative-styles (象形拳), and more. There are distinctive differences in the training between different groups of Chinese martial arts regardless of the type of classification.
Kung Fu Chinese martial arts training consists of the following components: basics, forms, applications and weapons. Each style of Chinese martial arts has its own unique training system with varying emphasis on each of those components. In addition, philosophy and ethics are highly regarded by most Chinese martial arts. True Chinese martial arts training should provide insight into Chinese attitudes and culture.
[edit] Basics
Basics (基本功) are a vital part of the training, as a student cannot progress to the more advanced stages without them; without strong and flexible muscles including the management of the “Chi” (breath, or energy), many movements of Chinese martial arts are simply impossible to perform correctly. Basics are generally a simple series of simple movements that are performed repeatedly over a short interval. Basics include such things as stretching, stances, meditation and special techniques.
A common saying concerning basic training in Chinese martial arts is as follows:
内外相合,外重手眼身法步,内修心神意气力。
Which can be translated as
Train both Internal and External. External training includes the hands, the eyes, the body and stances. Internal training includes the heart, the mind, the spirit and strength.
[edit] Stretching
Chinese martial arts pay considerable attention to stretching. Speed, power and reducing injuries can be achieved by increasing the range of motion. Common stretching exercises include general joint rotations, static stretching and dynamic stretching. These exercises are performed individually but also can be practiced in pairs. Different styles have different approaches to increase the student’s flexibility but those approaches should be consistent with the fundamentals of sports medicine.
[edit] Stances
Stances (steps or 步法) are special postures used in Chinese martial arts training. They represent the individual elements of a form. Each style will have different names and variations for each stance. Stances can be differentiated by such factors as feet position, body weighting and body alignment. Stance training can be practiced statically, in which case, the goal is to maintain the structure of the stance through a set time period. Stance training can also be practiced dynamically, in which case, a series of movements is performed repeatedly. The horse riding stance (马步) or a bow stance is a representative example of a stance found in many styles of Chinese martial arts.
[edit] Meditation
In many styles, meditation is considered to be an important component of basic martial arts training. Meditation can be used to develop focus, clarity of thought and as a basis for qigong training. Meditation when practiced in this context does not require a religious component. For example, one of the three major components of Shaolin Kungfu practice is Zen Meditation, the other two being medicine and martial arts.
[edit] Special techniques
Special techniques are basic exercises that are unique to a particular martial arts style. Special techniques are developed based on the experience and understanding of a particular style. For example, many styles have training to increase the ability to withstand a direct hit through methods such as the “Golden Bell Cover” (金钟罩) or “Iron Shirt” (铁布衫). In Wing Chun, basic training includes the use of a wooden dummy (”Mook Jung” in Cantonese and “Moo Juang” in Mandarin) to develop striking power and some hand trapping techniques.
[edit] Forms
Forms or taolu (Chinese: 套路; pinyin: tào lù) in Chinese are series of techniques defined by their stances combined so they can be practiced as one whole set of movements. Some say that forms resemble a choreographed dance, though martial artists often argue that a general difference is the speed and explosiveness seen in most external styles, and that the movements are actual fighting techniques.
These forms sought to incorporate both the internal and external aspects of Chinese martial arts. A kung fu form needs to be both practical, usable, and applicable as well as promoting flow, meditation, flexibility, balance and coordination. Often kung fu teachers are heard to say “train your form as if you were sparring and spar as if it were a form.”
[edit] Types of forms
There are two types of forms in Chinese martial arts. Most common are the solo forms, performed alone by one person, but there are also “sparring” forms, which is a combined fighting sets performed by two or more people. There is another meditative component on kung-fu that is very useful to put the student on an imaginative real fight situation and also to literally “defeat” the fear factor. It can also increase skills such as speed, concentration, imagination, reflexes, and cannon power.
Many styles consider forms as one of the most important practices, as they gradually build up the practitioner’s strength and flexibility, internal power, speed and stamina, and teach balance and coordination. They also function as a tool for both the students and the teacher to remember the many techniques taught by the style, and sort them into various groups.
A style can have many compartments, both empty-handed and with weapons. In most styles, empty-handed techniques are the most common, but many styles also contain forms using a wide range of weapons of various length and type, utilizing one or two hands. There are also styles that only practice a certain weapon, containing only forms with the specific weapon.
Forms are meant to work the body. Once a basic structure is able to be maintained in the body, forms are then used to work that structure. Forms develop a sensibility of moving from position to position. This teaches the body to react.
Some forms focus specifically on punching and kicking, while others focus on joint manipulation, grappling, jump kicking, or weapons. Still other forms focus on different styles of movement, or on using specific configurations. Often, forms will combine several of these attributes.
[edit] Appearance of forms
Even though forms in Chinese martial arts are based on martial techniques, the movements might not always be identical to how the techniques they symbolize would work when applied in actual combat. This is due to the way many forms have been elaborated: on the one hand to provide better combat preparedness, and on the other hand, to look more aesthetic. One easily understood manifestation of this tendency toward elaborations that go beyond what most often might be used in combat is the inclusion of lower stances and higher kicks. The regular practice of techniques while using lower stances both adds strength to the same techniques when used with higher stances, and also facilitates using the same techniques in the lower stances when the realities of combat make doing so the most appropriate choice. In recent years, as the perceived need for self-defense has decreased, many modern schools have replaced practical defense or offense movements with acrobatic feats that are more spectacular to watch, thereby gaining favor during exhibitions and competitions. The mainland Chinese government has especially been criticized by traditionalists for “watering down” the wushu competition training it promotes. Appearances have been important in many traditional forms as well, seen as a sign of balance, but may not be the most important requirements of successful training, from the martial perspective. Some martial artists have looked for supplementary income by performing on the streets or in theaters, although in the most traditional schools, such performance is forbidden.
Another reason why the martial techniques might look different in forms is thought by some to come from a need to “disguise” the actual functions of the techniques from outsiders, namely rival schools or the authorities, since China has been ruled by foreign powers in the past. The intention was to leave the forms in such a state that they could be performed in front of others without revealing their actual martial functions, while retaining their original functionality in a less obvious form. However some forms were created for reasons other than combat and martial application: some were created to help martial artists develop certain qualities. For example, in addition to aesthetic reasons, acrobatics blended into martial arts help martial practitioners develop strength, balance and flexibility.
[edit] Modern forms
Modern forms are used in sport wushu, as seen in this staff routine
See also: Wushu (sport)
As forms have grown in complexity and quantity over the years, and many forms alone could be practiced for a lifetime, styles of modern Chinese martial arts have developed that concentrate solely on forms, and do not practice application at all. These styles are primarily aimed at exhibition and competition, and often include more acrobatic jumps and movements added for enhanced visual effect compared to the traditional styles. Those who generally prefer to practice traditional styles, focused less on exhibition, are often referred to as traditionalists. Many traditionalists consider the evolution of today’s Chinese martial arts as undesirable, saying that much of its original value is lost.
[edit] Application
Application training refers to the training of putting the martial techniques to use. Chinese martial arts usually contain a large arsenal of techniques and make use of the whole body; efficiency and effectiveness is what the techniques are based on. However, many Chinese martial arts appear to be flowery and ‘fancier’ than other arts but the movements are very meaningful in terms of application. When and how applications are taught varies from style to style, but in the beginning, most styles focus on certain drills where each person knows what technique is being practiced and what attack to expect. Gradually, fewer and fewer rules are applied, and the students learn how to react and feel what technique to use, depending on the situation and the type of opponent. ‘Sparring’ refers to one aspect of application training that simulates fighting situations but still with rules and regulations to reduce the chance of serious injury to the student.
The subject of application training is controversial and is part of a raging debate between the practise of martial arts and sports based on the martial arts. In the traditionalist view, martial arts training should eventually lead to and be proven by actual combat. In comparison, the sports view suggests that the training does not require such extreme methods. The traditionalist view is shaped by the history of Chinese martial arts where the techniques were developed as a means of self-perservation. Because of its importance, application training was kept secret and was given only to those that were considered ‘worthy.’ From the vantage point of martial arts as a sport, the issues of life and death is no longer decided by martial arts. As a result, the goal of the training should re-focus towards health and friendly competition.
Competitive sparring is one approach to satisfy the difference between the two viewpoints. In this approach, opponents can use their combat techniques but subject to a set of pre-defined rules and regulations which are designed to limit serious injuries. An example of this approach in the Chinese martial arts is the tradition of Lei tai (擂臺, raised plafform fighting) and Sanda (散打) or Sanshou (散手). Lei Tai represents public challenged matches that first appeared in the Song Dynasty. The objective for those contest is to knock the opponent from a raised platform by any means necessary. San Shou represents the modern development of Lei Tai contests but without the raised platform and having rules in place to reduce the chance of serious injuries. Many schools of Chinese martial arts schools teach sanshou and work to incorporate its movement, characteristics and theory into sanshou’s modern context. It is popular as a competition event and allows martial practitioners to both practise and put their skill to use in a friendly, non-hostile environment. It is similar to Muay Thai and is a type of sparring competition where the competitors wear protection and gloves, and get points when scoring a hit on the opponent or performing a successful throw. Sanshou involves both stand up striking and grappling, and as a modern competition is limited for safety reasons, in turn limiting technique and other components of the martial arts. However, many of these skills and techniques are still practised among many sanshou practitioners, such as chin na and ground fighting.
[edit] Weapons training
Most Chinese styles also make use of training the broad arsenal of Chinese weapons for conditioning the body as well as coordination and strategy drills. Weapons training (器械) are generally carried out after the student is proficient in the basics, forms and applications training. The basic theory for weapons training is to consider the weapon as an extension of your body. The same requirements for footwork and body coordination is required. The process of weapon training proceed with forms, forms with partners and then applications. Most systems have training methods for each of the Eighteen Arms of Wushu (十八般兵器) in addition to specialized instruments specific to the system.
[edit] Use of qi
Main article: Qigong
The concept of qì or ch’i (氣), the inner energy or “life force” that is said to animate living beings, is encountered in almost all styles of Chinese martial art. Internal styles are reputed to cultivate its use differently than external styles.
One’s qi can be improved and strengthened through the regular practice of various physical and mental exercises known as qigong. Though qigong is not a martial art itself, it is often incorporated in Chinese martial arts and, thus, practiced as an integral part to strengthen one’s internal abilities.
There are many ideas regarding controlling one’s qi energy to such an extent that it can be used for healing oneself or others: the goal of medical qigong. Some styles believe in focusing qi into a single point when attacking and aim at specific areas of the human body (similar to the study of acupressure), to cause maximum damage or disable certain functions of the body. Some go so far as to think that at an advanced level it is (or was, as some believe such abilities are now lost) possible to cause harm without even touching the opponent, a popular concept in Chinese martial arts movies.
April 2nd, 2007 at 10:14 am
Perbandingan Budaya Indonesia dan Jepang
2. Tradisi Pemilihan Nama dan Tanda Tangan
2.1 Tradisi penamaan di Jepang
Nama di Jepang terdiri dari dua bagian : family name dan first name. Nama ini harus dicatatkan di kantor pemerintahan (kuyakusho), selambat-lambatnya 14 hari setelah seorang bayi dilahirkan. Semua orang di Jepang kecuali keluarga kaisar, memiliki nama keluarga. Tradisi pemakaian nama keluarga ini berlaku sejak jaman restorasi Meiji, sedangkan di era sebelumnya umumnya masyarakat biasa tidak memiliki nama keluarga. Sejak restorasi meiji, nama keluarga menjadi keharusan di Jepang. Dewasa ini ada sekitar 100 ribu nama keluarga di Jepang, dan diantaranya yang paling populer adalah Satou dan Suzuki. Jika seorang wanita menikah, maka dia akan berganti nama keluarga, mengikuti nama suaminya. Namun demikian, banyak juga wanita karir yang tetap mempertahankan nama keluarganya. Dari survey yang dilakukan pemerintah tahun 1997, sekitar 33% dari responden menginginkan agar walaupun menikah, mereka diizinkan untuk tidak berganti nama keluarga [2]. Hal ini terjadi karena pengaruh struktur masyarakat yang bergeser dari konsep “ie”(家) dalam tradisi keluarga Jepang. Semakin banyak generasi muda yang tinggal di kota besar, sehingga umumnya menjadi keluarga inti (ayah, ibu dan anak), dan tidak ada keharusan seorang wanita setelah menikah kemudian tinggal di rumah keluarga suami. Tradisi di Jepang dalam memilih first name, dengan memperhatikan makna huruf Kanji, dan jumlah stroke, diiringi dengan harapan atau doa bagi kebaikan si anak.
2.2 Tradisi penamaan di Indonesia
Adapun masyarakat di Indonesia tidak semua suku memiliki tradisi nama keluarga. Masyarakat Jawa misalnya, tidak memiliki nama keluarga. Tetapi suku di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi memiliki nama keluarga. Dari nama seseorang, kita dapat memperkirakan dari suku mana dia berasal, agama apa yang dianut dsb. Berikut karakteristik nama tiap suku di Indonesia
Suku Jawa (sekitar 45% dari seluruh populasi) : biasanya diawali dengan Su (untuk laki-laki) atau Sri (untuk perempuan), dan memakai vokal “o”. Contoh : Sukarno, Suharto, Susilo, Joko, Anto, Sri Miranti, Sri Ningsih.
Suku Sunda(sekitar 14% dari seluruh populasi) : banyak yang memiliki perulangan suku kata. Misalnya Dadang, Titin, Iis, Cecep
Suku Batak : beberapa contoh nama marga antara lain Harahap, Nasution.
Suku Minahasa : beberapa contoh nama marga antara lain Pinontoan, Ratulangi.
Suku Bali : Ketut, Made, Putu, Wayan dsb. Nama ini menunjukkan urutan, bukan merupakan nama keluarga.
Selain nama yang berasal dari tradisi suku, banyak nama yang diambil dari pengaruh agama. Misalnya umat Islam : Abdurrahman Wahid, Abdullah, dsb. Sedangkan umat Katolik biasanya memakai nama baptis : Fransiskus, Bonivasius, Agustinus, dsb.
2.3 Perbandingan kedua tradisi
Persamaan antara kedua tradisi
Baik di Jepang maupun di Indonesia dalam memilih nama (first name) sering memilih kata yang mensimbolkan makna baik, sebagai doa agar si anak kelak baik jalan hidupnya. Khusus di Jepang, banyaknya stroke kanji yang dipakai juga merupakan
salah satu pertimbangan tertentu dalam memilih huruf untuk anak. Umumnya laki-laki di Jepang berakhiran “ro” (郎), sedangkan perempuan berakhiran “ko” (子)
Perbedaan antara kedua tradisi sbb.
1.Di Jepang, nama keluarga dimasukkan dalam catatan sipil secara resmi, tetapi di Indonesia nama keluarga ini tidak dicatatkan secara resmi di kantor pemerintahan. Nama family/marga tidak diperkenankan untuk dicantumkan di akta kelahiran
2.Di Jepang setelah menikah seorang wanita akan berganti nama secara resmi mengikuti nama keluarga suaminya. Sedangkan di Indonesia saat menikah, seorang wanita tidak berganti nama keluarga. Tapi ada juga yang nama keluarga suami dimasukkan di tengah, antara first name dan nama keluarga wanita, sebagaimana di suku Minahasa. Di Indonesia umumnya setelah menikah nama suami dilekatkan di belakang nama istri. Misalnya saja Prio Jatmiko menikah dengan Sri Suwarni, maka istri menjadi Sri Suwarni Jatmiko. Tetapi penambahan ini tidak melewati proses legalisasi/pencatatan resmi di kantor pemerintahan.
3.Huruf Kanji yang bisa dipakai untuk menyusun nama anak di Jepang dibatasi oleh pemerintah (sekitar 2232 huruf, yang disebut jinmeiyo kanji), sedangkan di Indonesia tidak ada pembatasan resmi untuk memilih kata yang dipakai sebagai nama anak
Masih berkaitan dengan nama, adalah masalah tanda tangan dan inkan (stempel). Di Indonesia dalam berbagai urusan adminstrasi formal sebagai tanda pengesahan, tiap orang membubuhkan tanda tangan. Tanda tangan ini harus konstan. Banyak orang yang memiliki tanda tangan berasal dari inisial nama, tetapi dengan cara penulisan yang unik yang membedakan dengan orang lain yang mungkin memiliki nama sama. Tanda tangan ini juga yang harus dibubuhkan di paspor saat seorang Indonesia akan berangkat ke Jepang. Tetapi begitu tiba di Jepang, tanda tangan yang semula memiliki peran penting, menjadi hilang perananannya. Tanda tangan di Jepang tidak memiliki kekuatan formal. Tradisi masyarakat Jepang dalam membubuhkan tanda tangan adalah dengan memakai inkan (stempel). Biasanya inkan ini bertuliskan nama keluarga. Ada beberapa jenis inkan yang dipakai di Jepang. Antara lain :
1.“Mitomein” (認印) dipakai untuk keperluan sehari-hari yang tidak terlalu penting, misalnya saat menerima barang kiriman, mengisi aplikasi.
2.“Jitsuin” (実印) dipakai untuk keperluan penting, seperti membeli rumah, membeli mobil. Inkan tipe ini harus dicatatkan di kantor pemerintahan.
3.“Ginkoin” (銀行印) dipakai untuk membuka rekening di bank
“Jitsuin” dan “ginkoin” sangat jarang dipakai dan harus disimpan baik-baik. Karena kalau hilang akan menimbulkan masalah serius dalam bisnis.
Bagi orang asing saat masuk ke Jepang harus membuat inkan. Untuk membuat rekening bank, kita tidak boleh memakai tanda tangan, dan harus memakai inkan. Kecuali yubinkyoku masih membolehkan pemakaian tanda tangan. Karena tidak punya kebiasaan tanda tangan, banyak maka orang Jepang kalau diminta untuk menanda tangan (di paspor misalnya), umumnya mereka menuliskan nama lengkap mereka dalam huruf kanji. Barangkali karena inilah maka kalau saya diminta seorang petugas pengiriman barang, untuk membubuhkan tanda tangan sebagai bukti terima, dia berkata “tolong tuliskan nama lengkap anda”, padahal itu di kolom signature. Sepertinya untuk mereka, tanda tangan sama dengan menulis nama lengkap.
3. Pemakaian gesture/gerak tubuh untuk memberikan penghormatan dan kasih sayang
Salah satu topik menarik untuk dibahas adalah bagaimana memakai bahasa tubuh untuk mengungkapkan penghormatan. Jepang dan Indonesia memiliki cara berlainan dalam mengekspresikan terima kasih, permintaan maaf, dsb.
Ojigi
Dalam budaya Jepang ojigi adalah cara menghormat dengan membungkukkan badan, misalnya saat mengucapkan terima kasih, permintaan maaf, memberikan ijazah saat wisuda, dsb. Ada dua jenis ojigi : ritsurei (立礼) dan zarei (座礼). Ritsurei adalah ojigi yang dilakukan sambil berdiri. Saat melakukan ojigi, untuk pria biasanya sambil menekan pantat untuk menjaga keseimbangan, sedangkan wanita biasanya menaruh kedua tangan di depan badan. Sedangkan zarei adalah ojigi yang dilakukan sambil duduk. Berdasarkan intensitasnya, ojigi dibagi menjadi 3 : saikeirei (最敬礼), keirei (敬礼), eshaku (会釈). Semakin lama dan semakin dalam badan dibungkukkan menunjukkan intensitas perasaan yang ingin disampaikan. Saikeirei adalah level yang paling tinggi, badan dibungkukkan sekitar 45 derajat atau lebih. Keirei sekitar 30-45 derajat, sedangkan eshaku sekitar 15-30 derajat. Saikeirei sangat jarang dilakukan dalam keseharian, karena dipakai saat mengungkapkan rasa maaf yang sangat mendalam atau untuk melakukan sembahyang. Untuk lebih menyangatkan, ojigi dilakukan berulang kali. Misalnya saat ingin menyampaikan perasaan maaf yang sangat mendalam. Adapun dalam budaya Indonesia, tidak dikenal ojigi.
Jabat tangan
Tradisi jabat tangan dilakukan baik di Indonesia maupun di Jepang melambangkan keramahtamahan dan kehangatan. Tetapi di Indonesia kadang jabat tangan ini dilakukan dengan merangkapkan kedua tangan. Jika dilakukan oleh dua orang yang berlainan jenis kelamin, ada kalanya tangan mereka tidak bersentuhan. Letak tangan setelah jabat tangan dilakukan, pun berbeda-beda. Ada sebagian orang yang kemudian meletakkan tangan di dada, ada juga yang diletakkan di dahi, sebagai ungkapan bahwa hal tersebut tidak semata lahiriah, tapi juga dari batin.
Cium tangan
Tradisi cium tangan lazim dilakukan sebagai bentuk penghormatan dari seorang anak kepada orang tua, dari seorang awam kepada tokoh masyarakat/agama, dari seorang murid ke gurunya. Tidak jelas darimana tradisi ini berasal. Tetapi ada dugaan berasal dari pengaruh budaya Arab. Di Eropa lama, dikenal tradisi cium tangan juga, tetapi sebagai penghormatan seorang pria terhadap seorang wanita yang bermartabat sama atau lebih tinggi. Dalam agama Katolik Romawi, cium tangan merupakan tradisi juga yang dilakukan dari seorang umat kepada pimpinannya (Paus, Kardinal). Di Jepang tidak dikenal budaya cium tangan.
Cium pipi
Cium pipi biasa dilakukan di Indonesia saat dua orang sahabat atau saudara bertemu, atau sebagai ungkapan kasih sayang seorang anak kepada orang tuanya dan sebaliknya. Tradisi ini tidak ditemukan di Jepang.
Sungkem
Tradisi sungkem lazim di kalangan masyarakat Jawa, tapi mungkin tidak lazim di suku lain. Sungkem dilakukan sebagai tanda bakti seorang anak kepada orang tuanya, seorang murid kepada gurunya. Sungkem biasa dilakukan jika seorang anak akan melangsungkan pernikahan, atau saat hari raya Idul Fitri (bagi muslim), sebagai ungkapan permohonan maaf kepada orang tua, dan meminta doa restunya.
Baik budaya Jepang maupun Indonesia memiliki keunikan tersendiri dalam mengekspresikan rasa hormat, rasa maaf. Jabat tangan adalah satu-satunya tradisi yang berlaku baik di Jepang maupun Indonesia. Kesalahan yang sering terjadi jika seorang Indonesia baru mengenal budaya Jepang adalah saat melakukan ojigi, wajah tidak ikut ditundukkan melainkan memandang lawan bicara. Hal ini mungkin terjadi karena terpengaruh gaya jabat tangan yang lazim dilakukan sambil saling berpandangan mata. Kesalahan lain yang juga sering terjadi adalah mencampurkan ojigi dan jabat tangan. Hal ini juga kurang tepat dipandang dari tradisi Jepang
April 2nd, 2007 at 10:25 am
Russians
Culture background
Russian culture has a long history and tradition and Russians are very proud of it.
Russians consider themselves as a well educated nation. They read a lot, books are cheap, and one can afford to buy 5-10 books a month without serious damage to a family budget.
Russians are also big fond of live performances at theatres and since tickets are affordable (prices in cinemas and theatres are comparable), they enjoy attending theatres: opera, musical, ballet, drama etc.
Usually every city has a few theatres. The theatre culture was developed during the Soviet times when tickets were sold through schools and enterprises: cities were divided into areas and there was a theatre agent responsible for each particular area. The agent would bring tickets for distribution to every enterprise and school in his area and the person responsible for “culture sector” would organize collective visit to the theatre. I think it was an excellent system since people had the opportunity to attend theatres from the early age, starting from attending performances in a Muppet theatre, then moving to the Youth Drama Theatre, then to Drama, Musical and Opera, according to their age. Also attending performances in a company is always much more fun, which contributed to the popularity of theatres. This is how most Russian people have developed their taste for live performances.
Movie theatres are also becoming popular in Russia and they are equipped with the latest sound systems. When Russian people talk about movie theatres, they will usually say “cinema”; if they talk about “theatres”, they mean live performances.
During Soviet times there was a well developed system of community work and in every group (class at school, department at work etc) would be also a person responsible for sport, education, political information of the group etc. People that were doing community work were given benefits (free or discounted travel, ability to buy deficit goods, ability to receive a better apartment from the government for free etc) - remember, there was no private property until Perestroika, everything used to belong to the state, which was controlling distribution and would award the most active citizens. Unfortunately the system of volunteering was broken with Perestroika but Russians still have that great community spirit (which sometimes goes to the lengths a westerner would consider as infringement).
Russian culture is non-individualistic. The power of an individual in Russia is much less than in the west and most deals are pushed through family, friends and acquaintances. Russian saying is, “One is not a soldier in the battlefield”. In Russia, one still needs to know people in power to make things work. This is why they maintain more friendships than an average westerner. They often have to rely on their friends to help them out. You know someone who knows someone who is in power; this is the way they have the things done. If you know the right people, you can have the most difficult things done with little effort. In my life, a few times I ran into dead ends where there was nothing I could do in the straightforward way; the people were right to refuse me, according to the official rules. But once I could find people who knew someone inside the system, a month wait would turn into just a few hours wait or they would find a place for me where they said the rules would not allow them to give me one. Foreigners would just give up; Russians believe there is always a roundabout.
The majority of Russians consider themselves as Christians, and belong to Russian Orthodox Church. It’s a great achievement for the country where atheism was the official state religion for more than 70 years. Frankly, most of them are not true believers. They appreciate Christian moral values but do not follow them. Religion is not a real part of their life. Russians are more aware of horoscopes than the Bible. Church service in Russia can be attended any day of the week and performed every day 2 or 3 times (early morning at 3 a.m., then at 8 a.m. and then in the evening at 7 p.m.). People usually attend the church just to “light a candle” and quickly pray. They do it to ask for something to happen (a business deal, an exam) or to remember a close person who is dead. People do not have to be a member of the church to do it and they do not have monthly contributions to the church. Church survives selling candles and reminder notes and charging for services such as baptizing, weddings and funerals. Church marriage is not official in Russia. A couple has to register their marriage with government authorities first to be allowed to have church ceremony performed.
Medical aid and education in Russia are free, though Russians joke that education becomes less and less free with every year. One can still get a university education for free by passing the entrance tests (exams), but the universities have to decrease the number of students studying on a free basis because of poor state financing.
Since both education and culture facilities used to be widely available, Russians can be considered a highly cultured nation. Their general knowledge is very good: they know a little bit about virtually everything. At secondary schools, they study not only the history of Russia but also the world history, including American and European history. In the same secondary school course (11 years school qualification is mandatory in Russia) they study world literature, world music, and world geography. Many books of western authors are mandatory reading in the course of literature (in Russian translation of course). The standard secondary school program includes studying of a foreign language for 6 years (grades 5-11), usually it is English but also can be French, German or Spanish. Most subjects in the course of a secondary school are mandatory for all schools throughout the whole Russia, and only since recently there are some subjects that students can choose in addition to the general course.
On the entrance exams at universities and colleges only questions from the general course of the secondary school can be asked. Universities and colleges accept students according to the results of entrance tests, and not according to their marks at school, though having excellent marks can help (for example, you would only have to pass 1-2 exams instead of regular 4).
Intellectually, Russians are interesting people to talk to and enjoy deep subjects. Philosophy is still a mandatory subject when you study for a degree and one of the 3 compulsory subjects for PhD qualifying exam (the other 2 are foreign language and the specialty itself).
At the same time the majority of Russians don’t have what you call in the west “good manners”. Their manners are not bad, they are just Russian. Russia is quite a tough country and Russians usually do not hesitate to say what they think in a way that doesn’t leave room for any misunderstandings. During the Soviet period having “good manners” was considered as a bourgeois survival. Russians are very straightforward. When they meet or phone each other, they seldom spend time on questions like “How are you?” and go straight to the point. They are not rude, it’s just a way of doing things.
Having a university or college degree is common. Russia has the highest educational level in the world (more than 40% of the total population have college or university degree). Since Perestroika, the system of higher (university) education is slowly deteriorating as well as the medical aid system, which used to be among the world’s best. The problem with Russian education is that it was always rather theoretical and unrelated to practice. Therefore, it’s common for a person having an engineering degree to work in sales, or one with a chemical background to find himself in marketing. In the old days having a degree was an end in itself. They are trying to change the educational programs now, but it will take years to build the system.
It’s not of any wonder if a woman with university degree works as a secretary. Having a Ph.D. is also not a big deal, and doesn’t give you a big advantage; good knowledge of English will provide you with a better competitive edge. The position that one has in a company is not as important as the company in which he or she works. Foreign companies and even foreign public/charity organizations are considered to be the best employment.
Having your own business in Russia is a big challenge. The tax system works in the way that if one has a small business (individual private enterprise), he must pre-pay taxes before he receives permission to act. It’s unbelievable, but it’s true: one is supposed to estimate his future income, and pre-pay taxes proceeding from the assumption. Then he gets a permission to start his business activity; but he must run to the tax department the second he earns 1 Ruble more profit than it was estimated and paid in advance. Otherwise it will be considered a hidden profit, and one can easily get a fine of the size equal to 200% of the amount of the hidden profit. I understand that it sounds funny, but it just works like this. The authorities are suspicious towards owners of small businesses.
The bigger enterprises have a more convenient tax system. In 2000 the government announced united tax of 12% on profits, and even said the hidden (*black*) capitals may be legalized if the owner pays this 12% tax. At the same time there were comments from top government officials that this is only a temporary retreat, and the progressive tax system will be brought back as soon as people get used to paying their taxes. Actually, the government hoped that people would start paying tax and show their real profits - but Russians know their government. They don’t want to be easily trapped by showing off their true income, and then be obliged to pay again enormous taxes of the past (up to 90% in different taxes on profit - state, region, city and others). Collecting taxes is still the biggest concern for the Russian government. Most serious investors of so called “New Russians” transfer their capitals abroad (of course, it’s illegal, but there are so many ways to take a roundabout).
This 12% united tax attracted many foreigners to become Russian residents. In Moscow and St. Petersburg, there are sizable communities of expatriates that live there mostly because of the low taxes - investors etc. Other westerners live there because of the low cost of living; on a western disability pension one can live in Russia as a king. They even have their own expatriate newspapers in English!
Before the year 2000, the Russian tax system was very complicated. Counting all the taxes supposed to be paid, the total amount could reach 90%, including taxes on the salaries for employees. To pay 100 rubles to an employee, an employer had to pay about 80 rubles of tax to the state: pension funds, social insurance, medical insurance and so on. There were many federal, regional and city’s taxes, which were different from one region to another. The system made companies have double accounting, and sometimes double salaries - an official one and so called “black cash salary”.
Another reality businesses face in Russia is organized crime, which often has close connections with authorities. Small and medium businesses have to pay about 10% of the profits to “raket”. Nowadays many businesses prefer to employ “commercial” departments of police organizations or private security companies, which are in reality just a camouflaged “raket”. They will “help” you in a case of bad debts, problems with business partners or criminal situations like robbery etc, providing you a “roof”. All “criminal cooperations” have official businesses registered, and you pay them an official fee additionally to unofficial.
It was a very funny case in Ekaterinburg at spring 1999, when one of the “cooperations” registered their association as “OPS”. In Russian it is a common abbreviation for “organized crime syndicate” (”Organizovannoye Prestupnoe Soobshcestvo”). The guys from “OPS” explained their name differently as “Public Political Union” (”Obschestvenno Politicheskiy Soyuz”). It was one of the most famous and big groups in the city, and the choice of such a name demonstrated that the guys were feeling absolutely comfortable with their status. Well, you consider us as “OPS”? You’ve got it.
If you have some problems with your business partner, your “roof” (”krysha”) will meet with the other guy’s “roof”, and they will try to settle your business problems trough mutual discussion. If they can’t get right, they may apply to an unbiased source - a person “in law” (”v zakone”), who will take a decision, usually quite just. This decision is final, and you can’t apply against of it, or get rid of it. There is an official way of settling the problems through a state court, but it’s almost out of use: it’s long, unpredictable and rather pathetic.
But businessmen are in a better situation than the people that work as employees. With all the headaches and stress, they still have some money and considerably good living standards.
Government employees, particularly medical doctors and teachers, do not receive their salaries for months, sometimes up to 6-8 months. It does not mean that they don’t receive salaries at all. It started in early 90th, first as delays with payments. So the first time one received his salary a week later, then next month - 2 weeks later, and so on. Eventually it happens that in June you receive your salary for last December. One receives some money regularly, and he can survive, though the government owes him thousands. This way was quickly picked up by the other organizations, and now even if one works for a private company, he might not receive his salary on time. The government constantly promises to fix outdated payments, and pay pensions and salaries to people working in a budget system on time, but for many years it’s only promises.
Russians are smart. They have so many difficulties and problems in life, that they can easily find a roundabout way for anything. They don’t have a deep respect towards any law, including traffic rules. Russians are of some the most reckless, but at the same time skillful, drivers, and the most careless pedestrians in the world.
A famous Russian comic, Mikhail Zadornov (it’s also quite a coincidence that he is a name-sake of a former Russian minister of economy; once in a foreign encyclopedia they mixed up their photos - at the article about a minister was published a picture of the famous comic; well, nothing to worry about - Russian economy is also a very funny thing), so, this famous comic said: “The state steals everything it can from people. The people steal everything they can from the state”.
Stealing is not considered to be a big deal as long as you have not been caught, and don’t steal from your friends or the people you know. Stealing from one’s work place was considered for years as an essential “skill of well being”. During the Soviet time there was such a phrase: “Everything around belongs to the public (nation), so everything around belongs to me”.
There was no such term as “private property”, that’s why Russians don’t care about intellectual property either. No other country in the world has such abuse of pirate software, video and audio records, CDs etc exposed for sale on every corner. They used to publish books of Western authors, and the authors found it out only when started to receive letters of thanks from Russia. The pirate production is very cheap, for example a CD with the newest version of Microsoft Office or Windows will cost you $4 or less, the same is applicable for any other software product.
The information from my sites was stolen many times. If foreign based services remove offensive sites (or take care that stolen information is removed) within 24 hours, Russian ISP’s advised me to contact the thieves and try to regulate the matter myself. I would understand if it was paid subscribers whose money they did not want to lose, but one of the sites was hosted by a free service provider http://www.narod.ru, and the result was the same: “Yes, we also think it’s bad, but we are not authorized to solve such problems. Apply to the site owner”. Articles from my Russian site are stolen regularly, I stopped counting. One of my agents also reported a book published in Belarus that was an exact copy of the information from the website. There is no way you can get the thief back. (I recently started placing them on the Black List though
Russians are used to a situation where everything is unpredictable and unstable. They live in a society where anything can happen, and don’t wonder when the national currency loses 25% of it’s value 3 days after the president’s public promise that there won’t not be any inflation in the nearest future because the situation has never been more stable. They have to adapt to new rules and laws quickly, and they manage successfully with this task. After “The Black Monday” (17 August, 1998) when the government announced default, and the ruble fell dramatically, people from any Western country would run to change the government. Russians ran to exchange rubles for dollars.
Actually, the crisis of 1998 made good for the country: when imported products became unaffordable, the Russian industry had favorable conditions for development and could occupy the large part of the market. Currently economical situation of Russia is stably improving.
Russians had to make the long journey from the total control of the Soviet times to the total uncertainty of the current situation. Their life has changed extremely, and if taking peoples’ happiness means of measurement, it definitely changed for the worse. The older people are very sorry for the Soviet times, when everything was understandable, predictable and stable. One could not get a much better life than the others with all his talents and hard work, but he was confident he would have the necessary minimum: a place to stay, a job, free good quality medical aid and affordable prices for goods, his children would have free education and free access to any sport and cultural facilities. Well, guys, it was not such a bad time!
Nowadays people have lost those advantages of the socialist state, and they have yet to have the full advantages of Western capitalism. The majority of Russian people do not really understand the huge difference in the life in Russia and on the West. Russians do NOT consider their life as miserable. They feel that things are changing for the better and “everything’s starting to work out” in their country. President Putin with is desire to clean up and stop corruption is very popular in masses. The frantic desperation of early 90th, when there was no food in shops, and late 90th with their economical roller coaster, is no longer there. The child birth rate is on the raise, which is a sure indicator people feel more confident about their future.
Russians like to emphasize their different attitude towards material values and consider themselves as sincere, cordial, understanding and unselfish. They like to talk about “specifics of Russian soul” or “mysterious Russian soul”, and repeat the famous phrase of a Russian poet “You can’t understand Russia by your mind”.
Generally, Russians love their country. They can criticize it severely, but if you try to do the same they will defend it furiously. They feel like citizens of the largest county in the world, which has rich history and deep cultural roots, and they are proud of it.
Daily life
Daily life for the majority of Russian women is very much the same. One gets up at 7-8 a.m. depending on working hours of her company. Factories and plants usually work from 6-8 a.m., and offices and shops from 9-10 p.m. After a simple breakfast (normally just a sandwich with tea or coffee), she goes to catch a bus/tram/trolleybus/underground train. Most Russians live in flats in outskirts (”sleeping zones”), work in the center of the city, and have to spend from 30 to 90 minutes to reach their working place. Public transport is always overcrowded during the “peak” time, and she does not have any chance to have a seat. People in the transport are like fishes in a can, some of them are touching her, but it’s quite normal - there is nothing one can do. People in transport are always unfriendly and irritated, though if you are pregnant, with a small baby in hands or very old, they will offer you a seat.
Normally the working day is 8 hours with one 30-60 minutes lunch break. If one works for a state enterprise, she may have a few tea pauses - there is a poor discipline on those plants, one can easily leave her job to settle some personal problems. Working for a private company means a better salary than working for the state, but also staying after hours often or from time to time.
Leaving her work at 5-7 p.m., she has to make her way all the way back home using the same overcrowded public transport. Having a car is still considered to be a kind of luxury, and even if the family has a car, it’s always the husband who drives it. The price of the cheapest new brand car is about USD 5,100, with the average women’s monthly salary 3000 rubles (about USD 100). One can afford to buy a second hand car but it’s very expensive to keep it on the road. You will also have to use a paid secure night parking or have a garage, both options will make an average woman run out of money.
Using public transport makes one twice as tired. During the cold season (November-March) it will also make you cold because you can’t move there, and it’s the same temperature inside as outside. So if it’s -20?C outside, it’s probably -18 in the bus. I used to have my own car, and used to go to work by bus, and I can say for sure - public transport exhausts you.
After arriving at her stop on her way back home, the woman usually goes to the nearest shop to buy some food - bread, milk and meat. Russians don’t go shopping once a week, they buy products when they are finished. One must buy or provide his own plastic bags in a shop, they seldom give the bags away for free. Carrying bags home also doesn’t make the woman relaxed - even if it’s only a few kilos and few hundreds meters (usually homes are within 0-2 miles from shopping areas), you still feel it.
The woman arrives home completely exhausted. If she has a child, she must fetch him from the kindergarten on her way back. If she has a family, she must make food for it. Cooking in Russia is more complicated and takes much longer, not only because of different recipes, but also because of the lack of half-ready products. There are half-ready products on the market but they are mostly imported and therefore expensive.
After the supper, the family can watch TV for a couple of hours, then they go to bed.
Some people regularly visit gyms, probably about the same proportion of population as in the west (which means most people don’t). Weekly movies or dining out are rare, discos or night clubs are more popular but still unaffordable for many people. Entertainment is expensive, and usually they it is limited by visiting friends or relatives on the weekends.
Generally, the daily life of a Russian woman can be described as *home - work - home* or *home - work - shops - home*. You can say that it’s normal for the life in any western country as well, but there is one big difference: even small things in Russia require much more efforts. Small things that will take you a couple of minutes, in Russia can take you half an hour or even the whole day.
For example, I know about a case where a foreign company refused to pay 1-day salary to a Russian employee that she spent in some government committee in order to obtain the necessary information requested by the foreign boss. “You could just make a phone call; there was no need to go there in person to get the information”, said the foreign boss. For a Russian, it is crystal clear that a phone call will not get you the complete information on the government procedure, nor the government officials would supply such information via fax or mail it to you for free. Such practice is normal for western world but is a complete alien for Russian officials.
A stop on you way home to buy milk would take you two minutes; in Russia it can take a woman 10 times longer, since she has to specially walk to the shop and there stand in a queue (most shops in Russia, especially in regional cities, still sell over the counter and bill items manually).
This *time rule* is applicable to everything: getting things done in Russia takes longer and requires more effort. The word “convenience” was not in favor when the current system of Russian life was designed. The problem is not the availability of goods (food and goods are in abundance) but poor logistics.
Another thing about Russian daily life - they do not really enjoy it. They get awakened not to enjoy a new day but to cope with today’s problems. There is little comfort and contentment. Russians are used to minor everyday difficulties, and they don’t even bother them anymore. Russian daily life is tough, and it’s probably the reason why they smile so seldom. Rarely you will see a smiling face in a bus or on the streets - the fact that usually makes foreigners wonder.
A Russian, living in Russia, might argue some of the points I discussed here, but a Russian, living abroad, will agree with me. There are differences that a person living in Russia cannot realize, and they involve not only better cars and homes (”New Russians” have it all!) but the very basic values of existence.
I believe the main difference in Russian and western way of life comes from those base beliefs: western life is built on the cult of “enjoy”, Russian life is built on the base of “God endured, so we have to endure too”.
Westerners live to enjoy; Russians live to endure.
Russians are survivors.
This cultural paradigm can be demonstrated by the difference in religious rituals in western and Russian Christian churches: there are no benches and amphitheatres in Russian Orthodox churches. The whole 1-2 hour service people are supposed to spend standing shoulder-to-shoulder in a badly lit, stuffy, one-level room, where one struggles to see the priest. Many people stand on their knees during the service. Russian Christian church service promotes humility through enduring; while a western Christian church service promotes integrity and enhancement.
The very word “enjoy” has some indecent flavor in Russian: it is something that is not very appropriate, but done nevertheless. A Russian would usually say “I love/like [doing something]” rather than “I enjoy” [doing something]. Therefore they love (like) some things but doing them does not result in the feeling of contentment - this is actually what I mean by saying “They don’t enjoy it”.
Which of course doesn’t mean Russians don’t know how to have fun! They do know how to have fun, and many Russians abroad miss exactly Russian limitless fun (as comparing to reasonable, appropriate western fun). Also, the English phrase “to have fun” is hardly translatable to Russian, since Russians do not make their purpose “to have fun” or “enjoy”. Fun is just something that happens without plans, when people are happy and cheerful. In general, Russian people are much more spontaneous and playful that westerners.
Family life
The keyword to Russian family life is dependence. The family life is built on dependence, and Russians are attached to their family members.
The roots of this situation are in the way of being. Russians live in small apartments in large blocks, with 2-3 generations living together. It’s normal when grown single children live with parents, and even when married children with spouses stay with one of the parents.
During the Soviet time one couldn’t buy an apartment (Russians call them “flats”), he could only “receive” it from the state. The apartments were given to people for free, according to the time they worked on the enterprise. One should only pay a small fee for communal services. The state norms for giving the apartments were rather tough, with 5-8 square meters for a person. A family with 2 children of the same gender would get only two-room apartment of about 30 square meters (kitchens, bathrooms and passages were not taking into account). A divorced woman with a daughter would get only one-room apartment.
Nowadays one can buy an apartment, and the state does not give apartments to people for free anymore. Buying an apartment is unachievable for the majority of people because of small salaries. One of my friends, 38-year old single woman, still lives with her mom in one-room apartment, and they have zero chances to get a better one unless she gets married and leaves. (Which is also doubtful as there are 10 million (!) more women of marriageable age in Russia than men and all men who wanted to get married are normally married by the time.)
Living in small apartments together with parents and/or children makes Russians take care of each other. They have to be considerate and ready to compromise. One has to adapt to the family lifestyle and rules.
Any person has his own limit of patience and acceptance of the things but Russians have much higher potential limits. If compare those limits with thermometer, Americans have 20-degrees “thermometer”, and when they reach this point, their emotional “thermometer” just fails to work further. For them it’s a critical situation. Russians have 100-degrees thermometer, and in the same situation, which is unacceptable for an American, they will act as if nothing happens.
That’s why I think that Russian women have the proper skills to make good wives. They usually do not let situation to come to the point of no return. It does not mean that they give up their goals easily, but they try to reach them in a different, less complicated or roundabout way. They do not intend to prove their point, and the result is of more importance than the rightness. You won’t even notice how it happened that you eventually did what she wanted! And it does not mean that the woman is devious or the like; for her it’s just natural.
Well, coming back to Russian family life.
Russians get married early, at the age 18-22. Because they don’t really care much about making a career (see Myth 2 for details), they don’t wait until they are independent. Young couples usually stay with wife’s or husband’s parents during the first years of marriage.
Being single in Russia puts a label on a woman. If she is over 25 and still single, it means that something’s wrong with her. Not any amount of money she earns or her career successes can give her high social status, if she is not married. From the other hand, it’s not such a fortune for a woman - to be married in Russia. A decent woman is supposed to stay at home, while her husband is allowed to spend time with friends in cafes, restaurants and discos. All housework is also women’s responsibility, and it’s quite a lot if taking in consideration the lack of home electronic utilities. About 80% of Russian families do not have even an automatic washing machine and microwave. Russian society is pretty male dominating.
Infidelity is common in Russia. Women outnumber men, and a guy can easily find somebody for affairs. Sleeping around is a kind of honor for a man. Women are not supposed to do it to be respectable, but still, guys find partners, so I believe that the girls just keep quiet. One of my male friends of 38 years, who has probably about 30 new partners every year, aged from 18 to 40 (he is not married, at least!), well-traveled and well-educated guy, a former national level sportsman, told me once in a frank impulse: “The only good thing about Russia is girls. Beautiful, gentle and accessible”.
For the women agreeing on casual sex is the way of attracting a partner that she hopes may later offer her commitment. Single girls all desperately want to find a “worthy” man and get married. Marriage for Russian women is the same type of thing as career for western women - it gives them a respectable social status.
Traditions
One of the most prominent Russian traditions is hard drinking. It does not mean they all are alcoholics; Russians are just drinking more alcohol when they are drinking.
It’s applicable more in particular to men though women also drink much more than it’s accepted on the West. Drinking a bottle of vodka for three, or a bottle of vine for each is normal and is not considered as excessive. Refusing to drink as much as the rest of the company is considered as disrespect. The favorite men’s drink is Russian vodka, the favorite women’s drink is Soviet Champagne - a decent Russian sparkling vine. Russians have poor taste in vines and prefer sweet vines.
Drinking until one falls is all right. The parties usually take place in private apartments, and majority of the guests stay to sleep overnight occupying all free space on coaches and the floor. The next morning the party may continue. Hangover, named in Russian “pokhmel’ie”, is supposed to be cured by drinking a small amount of alcohol (”opokhmelitsya”). It does provide some relief but thereafter people usually can’t stop. Small shops on the streets (kiosks) selling mostly alcohol and chocolate, work 24 hours 7 days a week, and the party can get extra drinks any time if they think they did not have enough.
A Russian joke:
(The diary of a foreigner working in Russia)
Friday.
Was drinking with Russians. I think I’d better die.
Saturday.
In the morning came Russians, and said we should “opokhmelitsya”. I’d better die yesterday…
Russian drinking traditions are very much a cultural thing, and the person who drinks and does not become drunk is always respected. It’s called “he can drink”. The more you drink and don’t fall down drunk, the more your friends will respect you. Many business deals are solved while drinking together, it’s probably one more reason why women don’t succeed in making careers.
Drinking alone is considered as being an alcoholic, drinking in company is encouraged.
Russians do not drink without a reason. It does not mean that they do not drink just when they want, it means that every time they want to drink they bring up a reason. It can be anything - from buying a new thing (in this case they call it “obmyt” - in literal translation “to wash” the new thing) to celebrating the weekend.
The process of drinking is specific. The glasses of all company members must be full, then somebody should propose a “toast” - what for the company is going to drink this drink. “Toasts” can vary from trivial “Na zdorovie” or “Budem zdorovy” (”For our health”) to any other wish or somebody’s desire: “Za udachu” (”For good luck”), “Na dorozhku” (before leaving - “For the way”), “Daj Bog ne v poslednij raz” (”Hopefully it’s not the last time when we drink, with God’s help”) etc. After the toast people clink their glasses with each other and drink their drinks. Everybody must finish his drink, otherwise it means that he does not support the toast. The next toast follows in 5-10 minutes.
Russian holidays
The biggest Russian holiday is New Year (1 January). During the Soviet time people were not allowed to celebrate Christmas (Russian Christmas is 7 January), and New Year was the most cheerful holiday.
The next holiday is the Old New Year (13 January). Russians had a different calendar before February 1918. The difference between Julian (the old Russian) and Gregorian (European) calendars was 13 days, and after the Soviet government adopted Gregorian calendar Russians started to celebrate many holidays twice: according to the new style and the old one.
Non-official “Men’s Day” is 23 February, it is a public holiday called “The Homeland Defender’s Day”. All men in Russia are liable for call-up (including reservists), so they all are celebrities. On this day women usually give men small gifts.
Official “Women’s Day” is 8 March. On this day men give women gifts, usually flowers. Men also are supposed to do all the housework, this is pretty nice - at least once a year women can take a break and forget about all those dishes, cooking, kids, take a magazine and relax on the coach…
1 April is non-official “the Day of Laugh”. People tell jokes to each other, newspapers and TV publish funny stories and jokes. The motto of this day: Do not trust anybody on 1 April (”Pervoye aprelya - nikomu ne veryu”).
1 May is the Day of Labor. During Soviet time there were huge demonstrations on this day, as everybody was obliged to show his loyalty to the state; now only communists organize meetings on this date.
9 May - Victory Day. 2-day public holiday (8-9 May), the day when Nazi Germany capitulated in 1945 after 4-year war with Soviet Union and other countries. Soviet Union lost 20 million people in the war. The minute of silence announced on the Central TV in the memory of deceased at 9:00 P.M., and fireworks thereafter.
12 June - the Independence Day. It’s an official holiday but Russians are not used to it yet. They spend this day on their “dachas” - small plots in countryside where they plant some vegetables.
1 September is the Day of Knowledge - it’s the beginning of a school year. Children go to schools with flowers for teachers, there are meetings before the classes start - nice and exciting.
7 November - the Day of October revolution (25 October according to the old calendar). It’s still an official holiday in Russia though there is not such a huge celebration as it used to be during the Soviet era.
12 December - The Constitution Day. This day the first Constitution of the Russian Federation was adopted in 1993 (previous Constitutions were all Soviet Union’s). It is a recent public holiday, and there are no special customs connected with this day.
Russians LOVE to celebrate. They adopted the Western holidays such as St. Valentine, Catholic Christmas (they celebrate Christmas twice - Catholic and Orthodox) and Halloween. They also appreciate Chinese New Year, Muslim and Jewish holidays, as Russians are very tolerant to other religions.
When there is a public holiday, the weekend is shifted towards the holiday: if the holiday is on Thursday, Sunday will be the working day and Friday the day off. The same when the public holiday is on Tuesday: Saturday becomes the working day and Monday the day off. If the holiday is on Wednesday, there will be no long weekend.
There are quite a few long weekends every year, which many Russians use to travel, locally and abroad, the others spend holidays on their “dachas” (country-side houses).
April 2nd, 2007 at 11:21 am
Sopan Santun Ala Dunia
Tingkah laku yang selama ini kita anggap sopan mungkin dianggap kurang pantas di belahan dunia lain.
Karena globalisasi mungkin semakin menambah rumit masalah sopan santun. Di negara asal, boleh jadi kamu seorang tokoh panutan yang disegani. Tapi di tempat lain, bisa saja Anda dianggap tak punya sopan santun.
Saat bepergian ke luar negeri, tentu kita tak mungkin mengenal adat istiadat suatu tempat dalam 1-2 hari saja. Kenyataannya, tuan rumah pun tak berharap demikian. Yang terpenting adalah menunjukkan bahwa Anda memiliki sikap sopan santun yang tepat.
Tak ada yang lebih memalukan dibanding salah kostum. Memakai kimono tidak sekonyong-konyong menjadikan Anda orang Jepang, sekalipun Anda memaksakannya. Coba Anda bayangkan betapa menggelikannya bila ada orang Jepang berkeliling London dengan memakai Kilt, kostum khas pria Skotlandia.
Untunglah pakaian untuk kegiatan bisnis lebih bersifat universal, jadi kecil kemungkinan kita akan salah kostum. Paling aman, hindari pakaian minim, terutama saat bepergian ke negara negara Islam.
Italia
Perbedaan antara Italia bagian utara dan selatan bukan melulu tentang kemakmuran ekonomi. Masalah yang dianggap enteng di Venesia justru bisa dianggap besar di Sisilia. Dua hal yang tak bisa diganggu gugat di negeri ini adalah Gereja Katolik (beserta segala hal yang bersangkutan dengannya) dan keluarga. Jangan makan terlalu cepat dalam undangan makan malam sebab tuan rumah akan tersinggung. Nikmati sajian anggur Italia yang lezat, tapi jangan diminum sampai habis saat itu juga, karena Anda dianggap kurang sopan. Selingi sesekali dengan tegukan air putih.
Mexico
Di tepi mulut botol bir Meksiko yang tersohor itu, biasanya di¬tancapkan seiris jeruk limun. Jangan mencelupkan irisan jeruk ini ke dalam bir, karena fungsinya hanya untuk men¬jaga bibir botol agar tetap bersih sekali¬gus menjaga nyawa Anda dari kutukan Dewa Montezuma.
April 2nd, 2007 at 11:29 am
Brasil
Warna-warni dan kebebasan adalah ciri orang Brasil. Sejak tahun 2000, wanita diizinkan untuk berjemur tanpa penutup dada di pantai-pantai Rio de Janeiro. Yang asyik untuk diperha¬tikan adalah kebiasaan memberi salam orang Brazil. Biasanya dirnulai dengan cium pipi kiri dan kanan dan ditambah ciuman ketiga yang kira-kira artinya “semoga Anda cepat menikah.”
Spanyol
Pengalaman beberapa kali kerja sama dengan orang spanyol.
Siesta atau tidur siang amat penting bagi orang Spanyol, jadi jangan membuat janji antara pukul dua sampai empat sore. Jangan pula datang ke undangan makan malam se¬belum pukul 22.00. Hindari pem¬bicaraan mengenai kontroversi adu banteng. Sebisa mungkin mulailah den¬gan pembicaraan soal bahasa Spanyol yang merupakan bahasa bisnis ter¬penting kedua setelah bahasa Inggris.
Thailand
Jangan menginjak gerbang pintu, karena tempat ini dianggap Orang Thailand sebagai tempat bersemayam arwah yang baik. Hal lain yang tidak boleh diinjak adalah uang, karena terdapat gambar Raja Thailand. Jangan pernah menampakkan telapak kaki kepada orang lain. Telapak kaki diang¬gap sebagai bagian terendah dari tubuh manusia dan menunjukkan telapak sama saja dengan menghina seseorang.
India
Negara ini memiliki sistem kasta atau golongan sosial yang kaku. Orang India tidak gemar minum minuman alkohol, jadi usahakan tidak memberikan hadiah berupa anggur atau sejenisnya kepada tuan rumah Anda. sadar akan hal yang satu ini sehingga sebagian dari mereka eng¬gan membahasnya dengan orang asing. Copot sepatu Anda sebelum masuk ke rumah seseorang atau rumah peri¬badatan. Saat berbaring, ujung kaki tidak boleh mengarah ke gambar atau patung dewa. Dilarang bermesraan di tempat umum.
Australia
Sebelum ke negara Ka¬nguru ini, ada baiknya Anda me¬lengkapi diri dengan informasi seputar olahraga Cricket. Kalau tidak, jangan menyesal kalau dikucilkan dalam se¬buah pembicaraan. Info penting: Ibukota Australia adalah Canberra, bukan Sydney. Dialek Inggris orang Australia sangat spesifik, tapi masih bisa dipahami dan dipelajari. Orang Australia cepat sekali akrab dengan orang asing, jadi bukan hal aneh jika dalam waktu singkat, Anda sudah di¬sapa dengan nama depan Anda. Meskipun anggur Australia terkenal di seluruh dunia, pemerintahnya me¬nerapkan aturan yang ketat soal minum anggur. Sebagian restoran bahkan tidak menyediakan anggur sama sekali.
Swedia
Orang Swedia amat bangga dengan negaranya. Standar kehidupan yang tinggi dan kebijakan sosial mere¬ka telah dijadikan acuan oleh negara-¬negara Eropa lainnya. Tak heran jika mereka amat menyukai ketertiban. Apabila Anda diundang ke suatu pertemuan bisnis atau acara resmi, se¬baiknya datang tepat waktu dan ber¬sikap low profile.
Denmark
Orang Denmark tidak suka negaranya dianggap yang terke¬cil di antara negara-negara Skandina¬via lainnya. Mereka senang bercanda dan sindir menyindir. Hal penting untuk diingat: bulan Juli dan Agustus adalah musim panas dan saatnya,bersenang-senang. Jadi bukan saat yang tepat untuk melakukan perte¬muan bisnis.
April 2nd, 2007 at 11:39 am
Sopan Santun Ala Dunia
Tingkah laku yang selama ini kita anggap sopan mungkin dianggap kurang pantas di belahan dunia lain.
Karena globalisasi mungkin semakin menambah rumit masalah sopan santun. Di negara asal, boleh jadi kamu seorang tokoh panutan yang disegani. Tapi di tempat lain, bisa saja Anda dianggap tak punya sopan santun.
Saat bepergian ke luar negeri, tentu kita tak mungkin mengenal adat istiadat suatu tempat dalam 1-2 hari saja. Kenyataannya, tuan rumah pun tak berharap demikian. Yang terpenting adalah menunjukkan bahwa Anda memiliki sikap sopan santun yang tepat.
Tak ada yang lebih memalukan dibanding salah kostum. Memakai kimono tidak sekonyong-konyong menjadikan Anda orang Jepang, sekalipun Anda memaksakannya. Coba Anda bayangkan betapa menggelikannya bila ada orang Jepang berkeliling London dengan memakai Kilt, kostum khas pria Skotlandia.
Untunglah pakaian untuk kegiatan bisnis lebih bersifat universal, jadi kecil kemungkinan kita akan salah kostum. Paling aman, hindari pakaian minim, terutama saat bepergian ke negara negara Islam.
Berikut yang saya rangkum:
Italia
Perbedaan antara Italia bagian utara dan selatan bukan melulu tentang kemakmuran ekonomi. Masalah yang dianggap enteng di Venesia justru bisa dianggap besar di Sisilia. Dua hal yang tak bisa diganggu gugat di negeri ini adalah Gereja Katolik (beserta segala hal yang bersangkutan dengannya) dan keluarga. Jangan makan terlalu cepat dalam undangan makan malam sebab tuan rumah akan tersinggung. Nikmati sajian anggur Italia yang lezat, tapi jangan diminum sampai habis saat itu juga, karena Anda dianggap kurang sopan. Selingi sesekali dengan tegukan air putih.
Mexico
Di tepi mulut botol bir Meksiko yang tersohor itu, biasanya di¬tancapkan seiris jeruk limun. Jangan mencelupkan irisan jeruk ini ke dalam bir, karena fungsinya hanya untuk men¬jaga bibir botol agar tetap bersih sekali¬gus menjaga nyawa Anda dari kutukan Dewa Montezuma.
April 2nd, 2007 at 11:52 am
Prancis
mmmmmhh……..apabila roti bagel yang disajikan kepada Anda belum diiris, langsung potong dengan tangan. Tuan rumah wanita mengharapkan tamu membawakan karangan bunga, sampanye atau cokelat. Mencium pipi merupakan hal yang umum di seluruh benua Eropa, namun jangan menempelkan bibir ke pipi.
Kanada
Kamu jangan, sekali-kali menyebut Orang Kanada dengan sebutan Orang Amerika. Di Montreal dan propinsi Quebec, bahasa sehari-hari adalah bahasa Prancis, sedang bahasa Inggris digunakan di kota-kota lain. Orang Kanada gemar mengadakan jamuan makan malam formal. Biasanya tamu yang paling tua diminta memberikan sepatah dua patah kata sebelum hidangan penutup disajikan.
Jepang
Menurutku, orang Jepang punya banyak cara untuk membungkuk saat memberikan salam. Perhatikan sudut bungkuk Anda. Membungkuk sedalam 45 derajat cukup dianggap sopan. Orang asing biasanya diberi salam’dengan jabatan tangan. Di Jepang, lantai bukan hanya tempat berjalan, tapi juga tempat duduk dan tidur. Jadi, lepaskan sepatu Anda sebelum memasuki kediaman seseorang. Apabila seseorang bersin, Orang Jepang akan ‘memalingkan muka dan pura-pura fidak melihatnya. Budaya Jepang sangat menghormati orang yang lebih tua. Pimpinan perusahaan biasanya orang yang telah berumur dan sah-sah saja bagi mereka untuk tertidur selama rapat. Asal tahu saja, tertidur selama rapat adalah simbol bahwa sang direktur memberikan kepercayaan kepada anak buahnya.
April 2nd, 2007 at 12:51 pm
BUDAYA TIONGHOA
Angpao
Angpao (Hanzi: hanyu pinyin: hong bao) adalah bingkisan dalam amplop merah yang biasanya berisikan sejumlah uang sebagai hadiah menyambut tahun baru Imlek.
Namun angpao sebenarnya bukan hanya monopoli perayaan tahun baru Imlek semata karena angpao melambangkan kegembiraan dan semangat yang akan membawa nasib baik, sehingga angpao juga ada di dalam beberapa perhelatan penting seperti pernikahan, ulang tahun, masuk rumah baru dan lain-lain yang bersifat suka cita.
Astrologi Tionghoa
Sejarah Astrologi Tionghoa yang sistematik sudah berusia 5000 tahun, dan mungkin merupakan yang pertama di dunia ini. Pada peradaban lain ilmu astrologi juga ditemukan namun kebangkitannya baru dimulai sekitar 500 SM.
Astrologi Tionghoa dapat ditemukan pada bukti Kalender Hsia yaitu kalender astrologi yang disusun pada masa dinasti Hsia sekitar 2205 SM. Akan tetapi pada masa sebelum Dinasti Hsia berbagai penemuan tentang astrologi sudah disusun yaitu sejak masa Kaisar Kuning sampai Kaisar Yao. Bahkan pada masa kaisar Shen Nung, kalender astrologi sudah dipergunakan untuk menaman padi yang disebut Nung Li (Kalender Tani).
Di masa kini, kalender Hsia ini masing dipergunakan untuk berbagai ramalan dan perhitungan astrologi Tionghoa.
Budaya teh Tionghoa
Minum teh telah menjadi semacam ritual di kalangan masyarakat Tionghoa. Di Tiongkok, budaya minum teh dikenal sejak 3.000 tahun sebelum Masehi (SM), yaitu pada zaman Kaisar Shen Nung berkuasa. Bahkan, berlanjut di Jepang sejak masa Kamakaru (1192 – 1333) oleh pengikut Zen.
Tujuan minum teh, agar mereka mendapatkan kesegaran tubuh selama meditasi yang bisa memakan waktu berjam-jam. Pada akhirnya, tradisi minum teh menjadi bagian dari upacara ritual Zen.
Selama abad ke-15 hal itu menjadi acara tetap berkumpul di lingkungan khusus untuk mendiskusikan berbagai hal.
Meski saat itu belum bisa dibuktikan khasiat teh secara ilmiah, namun masyarakat Tionghoa sudah meyakini teh dapat menetralisasi kadar lemak dalam darah, setelah mereka mengonsumsi makanan yang mengandung lemak.
Mereka juga percaya, minum teh dapat melancarkan buang air seni, menghambat diare, dan sederet kegunaan lainnya.
Cap Go Meh
Cap Go Meh melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan Imlek bagi komunitas kaum migran Tionghoa yang tinggal di luar Tiongkok. Istilah ini berasal dari dialek Hokkien dan secara harafiah berarti hari kelima belas dari bulan pertama.
Saat itu juga merupakan bulan penuh pertama dalam Tahun Baru tersebut.
Perayaan ini dirayakan dengan jamuan besar dan berbagai kegiatan. Di Taiwan ia dirayakan sebagai Festival Lampion. Di Asia Tenggara ia dikenal sebagai hari Valentine Tionghoa, masa ketika wanita-wanita yang belum menikah berkumpul bersama dan melemparkan jeruk ke dalam laut - suatu adat yang berasal dari Penang, Malaysia.
Catur Cina
Catur cina adalah permainan papan tradisional yang berasal dari Tiongkok. Beberapa permainan catur Tiongkok yang populer seperti:
- Xiangqi (jenis catur Cina yang umum dikenal)
- Igo (Weiqi)
- Wuziqi
- Ludo
- Liuziqi
- Catur harimau
Festival Lampion
Festival Lampion (Hanzi:pinyin: yuanxiaojie]] adalah festival dengan hiasan lentera yang dirayakan setiap tahunnya pada hari ke-15 bulan pertama kalender Tionghoa yang menandai berakhirnya perayaan tahun baru Imlek.
Festival ini biasanya dirayakan secara luas di Taiwan, Hongkong dan sebagian besar daerah di Tiongkok.
Festival Qingming
Festival Qingming (hanzi tradisional: 清明節; sederhana: 清明节; pinyin: qīng míng jié) atau di Indonesia lebih dikenal sebagai Ceng Beng (bahasa Hokkien) adalah ritual tahunan etnis Tionghoa untuk bersembahyang dan ziarah ke kuburan sesuai dengan ajaran Khonghucu. Ceng Beng dianggap sama pentingnya dengan upacara sembahyang peringatan hari wafat orangtua dan luluhur. Di samping Imlek dan Cap Go Me, Ceng Beng adalah hari raya Tionghoa lainnya yang juga tidak pernah luput dirayakan, yang jatuh pada tiap tanggal 5 April.
Tradisi Ceng Beng melestarikan perintah Kaisar Chu Goan Chiang agar rakyatnya mencari dan membersihkan kuburan sanak keluarganya yang tak diketahui keberadaannya.
Ceng Beng diambil dari kata ceng (terang) dan beng (jernih). Karena hari tersebut musim semi di Tiongkok (Cina), maka merupakan kesempatan yang paling baik untuk mengunjungi thiong (pemakaman umum). Sembari membawa hio (dupa batangan untuk sembahyang), warga Tionghoa nyekar di bong (makam) untuk merayakan pertemuan dengan keluarga yang sudah meninggal.
Tiga hari sebelum ceng beng, makam-makam itu sudah harus dibersihkan. Rumput dan alang-alang dipotong, batu nisan dan bangunan sekelilingnya disikat bersih dengan air dan sabun. Pokoknya saat nyekar sudah harus bersih. Saat ini, karena pemakaman-pemakaman Tionghoa sudah banyak tergusur, mereka pergi ke ke tempat-tempat penitipan abu jenazah. Termasuk ke krematorium di pantai Dadap (perbatasan Jakarta-Tangerang) dan Cilincing. Namun, masih ada pula yang pergi ke pemakaman-pemakaman Tionghoa yang masih tersisa, seperti di Karawaci (Tangerang), Kebon Nanas (Jakarta Timur), Petamburan (Jakarta Pusat), dan Bogor.
Saat berziarah, warga Tionghoa membawa makanan berupa ketupat dan lepet, yang sudah dimasak dua hari sebelumnya. Sehari sebelum ceng beng merupakan hari bebas api. Selama sehari penuh di rumah-rumah tidak diperbolehkan ada api menyala. Tradisi ini punya kaitan dengan peristiwa di negeri leluhur Tiongkok.
Konon, kala itu ada seorang pangeran yang karena difitnah terpaksa meninggalkan istana. Selama pembuangan dan pengembaraan yang panjang, di antara pengikut pangeran itu terdapat seorang pembesar yang sangat setia. Begitu setianya pembesar ini hingga pernah memotong daging pahanya untuk santapan sang pangeran. Sayangnya, ketika pangeran kembali menjadi raja, Kai Cu Tai –nama pengikut setianya– terlupakan.
Raja yang kemudian diingatkan hal itu akhirnya mengerahkan rakyatnya untuk mencarinya. Karena tidak berhasil, ia pun memerintahkan untuk membakar hutan agar pengikut setianya itu keluar. Tragisnya, orang yang dicari-cari itu ditemukan dalam keadaan terpanggang sambil memeluk ibunya yang telah tua. Raja yang bersedih akhirnya memerintahkan rakyat untuk tidak menyalakan api sehari sebelum ceng beng, sebagai tanda duka. Karenanya, ceng beng juga disebut hari raya makan sajian dingin.
Sesuai kepercayaan mereka, keharusan mengunjungi makam leluhur di hari ceng beng merupakan wujud bakti seorang anak terhadap orang tua dan leluhurnya. Menurut ajaran Khonghucu, bakti ini harus diwujudkan selama mereka hidup dan sesudah meninggal. Bagi orang Tionghoa, bakti seorang anak terhadap orang tua/leluhur dianggap kebajikan paling utama.
Anak harus menghormati orang tua dan tidak mempermalukannya. Tidak terbatas pada generasi yang masih hidup tetapi juga nenek moyang yang sudah tiada. Anak yang berbakti (hua) –dalam versi mereka– dikasihi dan diberkati thian (Tuhan). Sebaliknya anak yang durhaka (put hau), dianggap sangat terkutuk karena melupakan jasa-jasa orang tua.
Hu
Hu atau jimat merupakan sesuatu yang dipercaya akan memberikan suatu efek/keajaiban yang bermanfaat kepada penggunanya. Pengguna hu adalah para umat Taoisme dan sebagian besar umat Buddha Mahayana. Hu biasanya dituliskan ke dalam sebuah kertas atau kain dengan ukuran tertentu yang berwarna kuning, hijau, putih atau merah. Setiap warna kertas ada perbedaan dalam menggunakannya. Hu dibuat oleh Tatung atau seseorang yang mengerti ilmu Taoisme, dengan mengukirkan tulisan/aksara/mantra yang kemudian di berkati dengan mantra lisan dan stempel dewa tertentu. Hu biasanya dibuat di depan altar dewa.
Keperluan hu bermacam-macam, hu untuk diminum dibuat dengan menggunakan kertas warna kuning; warna hijau untuk keperluan umum seperti hu anti maling; hu pelindung tubuh; hu anti makluk halus dan lain-lain. Sedangkan warna merah biasanya dipakai untuk membuat hu pelaris untuk usaha dagang. Warna putih jarang digunakan karena hanya aliran Taoisme tertentu yang menggunakannya.
Dalam penggunaannya, hu bisa dibakar, ditempel atau dilipat dan ditaruh ke tempat yang telah ditentukan. Hu juga mempunyai batas waktu manfaatnya, rata-rata adalah 1 tahun, dan dapat diisi lagi kekuatannya agar manfaatnya bekerja lagi.
Imlek
Imlek (lafal Hokkian dari 阴历, pinyin: yin li, yang artinya kalender bulan) atau Kalender Tionghoa adalah kalender lunisolar yang dibentuk dengan menggabungkan kalender bulan dan kalender matahari. Bagi bangsa Tionghoa, kalender ini tidak banyak digunakan untuk kegiatan sehari-hari, tetapi untuk penanggalan hari raya seperti Tahun Baru Imlek (Festival Musim Semi) dan Festival Pertengahan Musim Gugur dan untuk meramal, termasuk memilih tanggal baik untuk pernikahan atau peresmian gedung.
Penggunaan utama dalam kegiatan sehari-hari adalah menentukan fase bulan, yang penting bagi petani dan dimungkinkan karena setiap hari dalam kalender sesuai dengan fase tertentu dalam suatu bulan. Kalender tradisional Asia Timur lainnya mirip, atau sama, dengan kalender Tionghoa: kalender Korea sama, dalam kalender Vietnam digunakan kucing, bukan kelinci dalam shionya, dan kalender Jepang tradisional menggunakan metode penghitungan yang berbeda, sehingga ada ketidaksesuaian antara kedua kalender itu dalam tahun-tahun tertentu.
Klenteng
Klenteng atau Kelenteng adalah sebutan untuk tempat ibadah penganut kepercayaan tradisional Tionghoa di Indonesia pada umumnya. Dikarenakan di Indonesia, penganut kepercayaan tradisional Tionghoa sering disamakan sebagai penganut agama Konghucu, maka klenteng dengan sendirinya disamakan sebagai tempat ibadah agama Konghucu.
Kue Bulan
Kue bulan (Hanzi: 月餅, pinyin: yuèbǐng) adalah penganan tradisional Tionghoa yang menjadi sajian wajib pada perayaan Festival Musim Gugur setiap tahunnya. Di Indonesia, kue bulan biasanya dikenal dalam dialek Hokkian-nya, gwee pia atau tiong chiu pia.
Kue bulan tradisional pada dasarnya berbentuk bulat, melambangkan kebulatan dan keutuhan. Namun seiring perkembangan zaman, bentuk-bentuk lainnya muncul menambah variasi dalam komersialisasi kue bulan.
Opera Beijing
Opera Beijing (Tionghoa Sederhana: Tionghoa Tradisional: 京劇; Pinyin: Jīngjù) adalah seni pentas yang memadukan kemampuan seni drama, menyanyi, tari, dan tidak jarang pula diisi dengan aksi akrobat dan bela diri dengan para pelakonnya memakai pakaian bercorak warna-warni diiringi musik yang merupakan instrumen tradisional negeri Tiongkok itu.
Menurut beberapa referensi, opera Beijing ini lahir di penghujung abad ke-18 saat kaisar Qianlong dari Dinasti Qing atau Dinasti Manchuria berkuasa. Pertunjukkan yang berakar dari huabu, bentuk-bentuk opera yang lebih kuno dari sejumlah pelosok Tiongkok, itu langsung memikat permaisurinya.
Pecinan
Pecinan merujuk kepada sebuah wilayah kota yang mayoritas penghuninya adalah orang Tionghoa. Pecinan banyak terdapat di kota-kota besar di berbagai negara di mana orang Tionghoa merantau dan kemudian menetap seperti di Amerika Serikat, Kanada dan negara-negara Asia Tenggara.
Pengobatan tradisional Tionghoa
Pengobatan tradisional Tionghoa adalah praktek pengobatan tradisional yang dilakukan di Tiongkok dan telah berkembang selama beberapa ribu tahun. Praktek pengobatan termasuk pengobatan herbal, akupunktur, dan pijat Tui Na. Pengobatan ini digolongkan dalam kedokteran Timur, yang mana termasuk pengobatan tradisional Asia Timur lainnya seperti Kampo (Jepang) dan Korea.
Pengobatan tradisional Tiongkok percaya bahwa segala proses dalam tubuh manusia berhubungan dan berinteraksi dengan lingkungan. Oleh karena itu, penyakit disebabkan oleh ketidakharmonisan antara lingkungan di dalam dan di luar tubuh seseorang. Gejala ketidakseimbangan ini digunakan dalam pemahaman, pengobatan, dan pencegahan penyakit.
Teori yang digunakan dalam pengobatan didasarkan pada beberapa acuan filsafat termasuk teori Yin-yang, lima unsur (Wu-xing), sistem meridian tubuh manusia (Jing-luo), teori organ Zang Fu, dan lainnya. Diagnosis dan perawatan dirujuk pada konsep tersebut. Pengobatan tradisional Tiongkok tidak jarang berselisih dengan kedokteran Barat, namun beberapa praktisi mengombinasikannya dengan prinsip kedokteran berdasarkan pembuktian.
Perahu naga
Perahu naga adalah perahu yang sangat panjang dan sempit yang digerakkan oleh tenaga manusia dan digunakan pada olahraga dayung perlombaan perahu naga. Dalam perlombaan, perahu ini biasanya dihiasi dengan kepala dan ekor naga dan diharuskan untuk membawa genderang besar dalam perahunya. Masyarakat Tionghoa suku Han sering menggunakan istilah “Turunan Naga” sebagai identitas etnis mereka. Di luar kegiatan lomba, hiasan naga biasanya tidak digunakan, tapi genderang tetap dibawa dalam perahu untuk kepentingan latihan.
Lomba perahu naga sesuai tradisi diadakan untuk memperingati kematian Qu Yuan. Lomba ini merupakan satu-satunya olahraga yang diperingati sebagai libur nasional. Menurut kalender Imlek, acara ini diadakan pada tanggal 5 bulan 5 yang bisanya jatuh pada suatu tanggal di bulan Juni.
Shio
Shio adalah zodiak Tionghoa yang memakai hewan-hewan untuk melambangkan tahun, bulan dan waktu dalam astrologi Tionghoa. Setiap individu diasosiasikan dengan satu shio sesuai dengan tanggal kelahirannya. Dua belas shio digabung dengan lima elemen membentuk periode 60 tahunan.
Keduabelas shio tersebut adalah:
1.Tikus
2.Kerbau
3.Macan
4.Kelinci
5.Naga
6.Ular
7.Kuda
8.Kambing
9.Monyet
10.Ayam
11.Anjing
12.Babi
Seorang individu tidak saja memiliki satu shio tetapi tiga zodiak shio masing-masing shio tahun, shio bulan dan shio waktu. Kombinasi dari 5 elemen, 12 shio tahun, 12 shio bulan dan 12 shio waktu menghasilkan 8640 kombinasi. Menurut astrologi Tionghoa, shio bulan menentukan kehidupan asmara seseorang.
Zodiak shio juga digunakan untuk mengidentifikasi waktu. Setiap zodiak berkaitan dengan satu bagian waktu (dalam bahasa Mandarin disebut shichen ), yaitu setiap bagian waktu terdiri dari dua jam.
Waktu berikut adalah dalam waktu standard Beijing (UTC+8).
23:00 - 01:00: tikus
01:00 - 03:00: kerbau
03:00 - 05:00: macan
05:00 - 07:00: kelinci
07:00 - 09:00: naga
09:00 - 11:00: ular
11:00 - 13:00: kuda
13:00 - 15:00: kambing
15:00 - 17:00: monyet
17:00 - 19:00: ayam
19:00 - 21:00: anjing
21:00 - 23:00: babi
Taoisme
Taoisme juga diejakan Daoisme, diprakarsai oleh Laozi (老子;pinyin:Lǎozǐ) sejak akhir Zaman Chunqiu. Taoisme merupakan ajaran Laozi yang berasaskan Daode Jing (道德經,pinyin:Dàodé Jīng). Pengikut Laozi yang terkenal adalah Zhuangzi (庄子) yang merupakan tokoh penulis kitab yang judul Zhuangzi.
Marga Tionghoa
Marga Tionghoa merupakan marga yang digunakan orang Tionghoa. Marga (Hanzi: hanyu pinyin: xingshi) biasanya berupa satu karakter Han (Hanzi) yang diletakkan di depan nama seseorang. Ada pula marga yang terdiri dari 2 atau bahkan 3 sampai 9 karakter – marga seperti ini disebut marga ganda (Hanzi: 復姓, hanyu pinyin: fuxing). Marga Tionghoa juga diadopsi oleh suku-suku minoritas yang sekarang tergabung dalam entitas Tionghoa. Marga dalam suku-suku minoritas ini biasanya berupa penerjemahan pelafalan dari bahasa suku-suku minoritas tadi ke dalam Hanzi. Penggunaan marga di dalam kebudayaan Tionghoa telah mempunyai sejarah selama 5.000 tahun lebih.
Kepercayaan tradisional Tionghoa
Kepercayaan tradisional Tionghoa ialah tradisi kepercayaan rakyat yang dipercayai oleh kebanyakan bangsa Tionghoa dari suku Han. Kepercayaan ini tidak mempunyai kitab suci resmi dan sering merupakan sinkretisme antara beberapa kepercayaan atau filsafat antara lain Buddhisme, Konfusianisme dan Taoisme. Kepercayaan tradisional Tionghoa ini juga mengutamakan lokalisme seperti dapat dilihat pada penghormatan pada datuk di kalangan Tionghoa di Sumatera sebagai pengaruh dari kebudayaan Melayu.
Secara umum, kepercayaan tradisional Tionghoa mementingkan ritual penghormatan yaitu:
Penghormatan leluhur: Penghormatan kepada nenek moyang merupakan intisari dalam kepercayaan tradisional Tionghoa. Ini dikarenakan pengaruh ajaran Konfusianisme yang mengutamakan bakti kepada orang tua termasuk leluhur jauh.
Penghormatan dewa-dewi: Dewa-dewi dalam kepercayaan tradisional Tionghoa tak terhitung jumlahnya, ini tergantung kepada popularitas sang dewa atau dewi. Mayoritas dewa atau dewi yang populer adalah dewa-dewi yang merupakan tokoh sejarah, kemudian dikultuskan sepeninggal mereka karena jasa yang besar bagi masyarakat Tionghoa di zaman mereka hidup.
BUDAYA SPANYOL
Don Juan
Don Juan, adalah tokoh fiksi yang terkenal sebagai sebutan laki-laki penggoda. Ia mempunyai hobi berganti-ganti pacar. Sebutan Don Juan biasanya diberikan kepada pria atau laki-laki yang suka menghamburkan uang untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.
Matador
Matador, secara harafiah berarti pembunuh, adalah seorang torero yang sangat ahli di dalam pertarungan melawan banteng. Torero adalah pelaku utama dalam pertunjukan pertarungan manusia melawan banteng di Spanyol dan negara-negara berbahasa Spanyol lainnya. Dalam pertarungan ini, seorang torero berperan mempermainkan dan pada akhirnya membunuh banteng tersebut. Torero disebut sebagai toreador dalam bahasa Inggris, tapi istilah ini hampir tidak pernah dipakai di Spanyol maupun Amerika Latin.
Hanya seorang torero yang sangat ahli yang dapat naik tingkat sebagai seorang matador dalam sebuah pertarungan melawan banteng yang disebut alternativa. Dalam pertarungan alternativa ini, seorang Novillero (petarung banteng junior) dapat melakukan pertunjukan di depan penonton dan diperkenalkan sebagai matador de toros.
Salah satu matador yang paling terkenal sepanjang masa adalah Juan Belmonte, yang teknik-tekniknya merevolusi pertarungan itu dan kemudian menjadi standar dalam penilaian matador hari-hari ini. Seorang matador yang paling sukses akan diperlakukan seperti seorang bintang, dengan pendapatan yang berlimpah, memiliki banyak penggemar, dan sering digosipkan oleh tabloid. Namun demikian, pada saat ini profesi matador tidak mendapatkan pendapatan sebesar pendahulunya pada tahun 1960an. Media masa juga kebanyakan meliput hanya sedikit matador yang dikenal sebagai “mediaticos” yang tidak termasuk petarung-petarung top Spanyol. Dengan sifat pertarungan yang berbahaya itu, lebih dari 40 orang matador telah terbunuh di gelanggang pertarungan. Salah satu petarung paling terkenal dalam sejarah, Manolete, tewas dalam pertarungan pada tahun 1947
BUDAYA JEPANG
Kabuki adalah seni teater tradisional khas Jepang. Aktor kabuki terkenal dengan kostum mewah dan riasan yang mencolok.
Kementerian Pendidikan Jepang menetapkan kabuki sebagai warisan agung budaya nonbendawi. UNESCO juga telah menetapkan kabuki sebagai Karya Agung Warisan Budaya Oral serta Nonbendawi Manusia.
Etimologi
Kabuki berasal dari kata Kabuku (カブく atau 傾く, “miring”?). Dalam bahasa Jepang, pakaian yang tidak umum dan tarian yang kelihatan aneh atau tidak lazim disebut “kabuki”. Orang yang bertingkah laku aneh disebut “kabukimono”. Latar belakang penamaan kabuki juga berhubungan dengan berbagai trik panggung (dalam bahasa Jepang disebut kérén) yang merupakan keindahan tersendiri dalam kabuki. Penonton takjub melihat adegan yang tidak mungkin terjadi di dunia nyata, misalnya aktor kabuki yang bisa menghilang atau muncul dalam sekejap sebagai hasil dari trik panggung.
Penulisan “kabuki” (歌舞伎, “kabuki”?) dengan aksara kanji adalah cara penulisan ateji untuk “utai” (歌い, “utai”? menyanyi), “mai” (舞い, “mai”? menari), dan “ki” (伎 dari kata 技芸、芸人, gigei, geinin?, seni atau seniman). Semuanya merupakan aksara kanji yang dipilih untuk menggambarkan pertunjukan kabuki. Pada awal perkembangan kabuki, aksara kanji yang dipakai untuk menulis “ki” adalah bukan (伎, ? “seniman”) melainkan (妓, gi?, yang berarti wanita penghibur). Kedua cara penulisan masih digunakan hingga zaman Edo, sedangkan penyeragaman penulisan seperti sekarang baru dilakukan sejak zaman Meiji.
Unsur teatrikal Kabuki-kyōgen
Secara garis besar ada 2 jenis pertunjukan Kabuki-kyogen dari semua karya yang dihasilkan di zaman Edo dan sekarang masih dipentaskan. Kelompok pertama Kabuki-kyogen disebut Maruhon mono yang mengadaptasi sebagian besar cerita dari cerita Ningyo Jōruri (Bunraku). Kelompok kedua disebut Kabuki kreasi baru. Kabuki Maruhon mono juga dikenal sebagai Gidayu-kyōgen, tapi Gidayu-kyōgen tidak selalu sama dengan Maruhon mono. Pada Gidayu-kyōgen, aktor kabuki membawakan dialog sementara dari atas mawaributai (panggung yang bisa berputar, dari arah penonton terletak di sisi kanan panggung) penyanyi yang disebut Tayu bernyanyi sambil diiringi pemain shamisen yang memainkan musik Gidayu-bushi. Pada Ningyo Jōruri yang semua penjelasan cerita dan dialog dinyanyikan oleh Tayu. Pada kabuki kreasi baru, musik pengiring dimainkan dari Geza (tempat atau ruang untuk pemusik yang dari arah penonton terletak di sisi kiri panggung).
Cerita kabuki yang berasal dari didramatisasi kisah sejarah disebut Jidaimono. Cerita kabuki dengan kisah berlatar belakang kehidupan masyarakat disebut Sewamono. Selain itu, penulis cerita kabuki juga senang menggunakan istilah sekai (dunia) sebagai kerangka dasar cerita, misalnya karya kabuki berjudul Taiheiki no sekai (太平記の世界, Dunia Taiheiki?), Heike monogatari no sekai (平家物語の世界, Dunia Kisah klan Heike?), Sogamono no sekai (曾我物の世界, Dunia Sogamono?), atau Sumidagawamono no sekai (隅田川物の世界, Dunia Sumidagawamono?). Penonton biasanya sudah tahu jalan cerita dan akrab dengan tokoh-tokoh yang tampil dalam cerita. Penonton hanya ingin menikmati jalan cerita seperti yang dikisahkan penulis cerita kabuki.
Musik kabuki
Musik pengiring kabuki dibagi berdasarkan arah sumber suara. Musik yang dimainkan di sisi kanan panggung dari arah penonton disebut Gidayūbushi. Takemoto (Chobo) adalah sebutan untuk Gidayūbushi khusus untuk kabuki. Selain itu, musik yang dimainkan di sisi kiri panggung dari arah penonton disebut Geza ongaku, sedangkan musik yang dimainkan di atas panggung disebut Debayashi.
Kuromaku
Di panggung pertunjukan kabuki, malam dinyatakan dengan tirai (maku) berwarna hitam (kuro). Dalam bahasa Jepang, dalam istilah “sekai no kuromaku” (dunia tirai hitam) kata “kuro” (hitam) berubah arti menjadi “jahat”. Dalam bahasa Jepang “kuromaku” berarti “dalang” seperti dalam arti “dalang kejahatan”.
Kadomatsu
Kadomatsu adalah hiasan tahun baru di Jepang berupa ranting daun pinus dan potongan bambu yang dipasang di muka pintu masuk rumah atau gedung. Kadomatsu dipajang secara berpasangan, kadomatsu laki-laki di sebelah kiri dan kadomatsu perempuan di sebelah kanan.
Orang Jepang zaman dulu percaya Kami tinggal di atas pohon. Di tahun baru, arwah leluhur dipercaya kembali ke rumah yang dulu pernah ditinggalinya dalam bentuk Toshigami (dewa tahun), sehingga kedatangannya disambut dengan kadomatsu yang sekaligus dipakai untuk tempat menginap dewa selama tahun baru.
Kimono
Kimono adalah pakaian nasional Jepang. Bagi orang Jepang, kimono lebih dikenal dengan sebutan Wafuku atau Gofuku untuk membedakannya dengan pakaian barat (Yofuku). Kimono yang dikenal sekarang ini berbentuk seperti huruf “T,” berupa mantel berkerah yang panjangnya sampai ke pergelangan kaki. Kimono untuk pria terdiri dari setelan atas-bawah, sedangkan kimono untuk wanita berbentuk baju terusan.
Cara memakai kimono dalam bahasa Jepangnya disebut Kitsuke. Peraturan dalam memakai kimono sangatlah terinci, mulai dari jenis-jenis kimono yang sesuai dengan acaranya, hingga aksesori yang sesuai dengan jenis kimono tertentu. Belajar mengenakan kimono juga bukan hal yang mudah, sehingga di Jepang banyak terdapat tempat kursus untuk belajar pakai kimono. Di toko-toko juga banyak dijual alat-alat bantu yang memudahkan orang memakai kimono. Walaupun sebetulnya kimono dapat dikenakan sendiri tanpa bantuan orang lain, kebanyakan wanita Jepang masih harus dibantu orang yang profesional sewaktu mengenakan kimono.
Tomesode
Tomesode adalah jenis kimono yang paling formal, umumnya berwarna hitam dan hanya dikenakan oleh wanita yang sudah menikah. Tomesode yang berwarna hitam disebut Kurotomesode. Pada kimono jenis Tomesode terdapat lambang keluarga (kamon) si pemakai. Lambang keluarga bisa terdapat 1, 3, atau 5 tempat (bagian punggung, bagian lengan, dan bagian dada) seusai dengan tingkat formalitas kimono. Ciri khas Tomesode adalah motif yang indah pada suso (bagian bawah sekitar kaki). Tomesode dikenakan untuk menghadiri resepsi pernikahan, pesta atau acara-acara yang sangat resmi.
Furisode
Furisode adalah kimono formal untuk wanita muda yang belum menikah. Ciri khas Furisode pada bagian lengan yang sangat lebar dan menjuntai ke bawah. Bahan berwarna-warni cerah dengan motif mencolok di seluruh bagian. Furisode dikenakan pada waktu menghadiri upacara “Seijin Shiki” (hari menjadi dewasa), menghadiri resepsi pernikahan teman, upacara wisuda atau kunjungan ke kuil Shinto di hari-hari awal Tahun Baru (Hatsumode).
Homongi
Homongi adalah kimono formal untuk wanita yang sudah menikah atau wanita dewasa yang belum menikah. Homongi dikenakan wanita yang sudah menikah untuk menghadiri resepsi pernikahan, pesta-pesta resmi, Tahun Baru, atau upacara minum teh.
Iromuji
Iromuji kimono semiformal yang bisa dijadikan kimono formal jika mempunyai lambang keluarga (kamon). Lambang keluarga bisa terdapat 1, 3, atau 5 tempat (bagian punggung, bagian lengan, dan bagian dada) seusai dengan tingkat formalitas kimono. Bahan umumnya tidak bermotif dan berwarna merah jambu, biru muda, kuning muda atau warna-warna lembut lainnya. Iromuji dikenakan untuk menghadiri pesta pernikahan atau upacara minum teh.
Tsukesage
Tsukesage adalah kimono semi formal untuk wanita yang sudah atau belum menikah. Menurut tingkatan formalitasnya, Tsukesage hanya setingkat dibawah Homongi. Tsukesage biasa dikenakan untuk menghadiri pesta pernikahan, pesta resmi, Tahun Baru, atau upacara minum teh yang sifatnya tidak begitu resmi.
Komon
Komon adalah kimono santai untuk wanita yang sudah atau belum menikah. Ciri khas pada motif sederhana yang kecil-kecil yang berulang. Komon bisa dikenakan untuk menghadiri pesta alumni, makan malam, bertemu dengan teman-teman, atau menonton pertunjukan di gedung.
Tsumugi
Tsumugi adalah kimono santai untuk dikenakan sehari-hari di rumah oleh wanita yang sudah atau belum menikah, walaupun boleh juga dikenakan untuk keluar rumah seperti berbelanja dan jalan-jalan. Ciri khas Tsumugi pada bahan yang merupakan bahan tenunan sederhana dari katun atau benang sutera kelas rendah yang tebal dan kasar sehingga kimono jenis ini tahan lama. Pada zaman dulu, Tsumugi digunakan untuk bekerja di ladang.
Yukata
Yukata adalah jenis kimono santai yang dibuat dari bahan kain katun tipis tanpa pelapis yang dipakai untuk kesempatan santai di musim panas.
Pakaian Pengantin Wanita
Pakaian pengantin wanita tradisional Jepang (Hanayome Isho) terdiri dari Furisode dan Uchikake (sejenis mantel yang dikenakan di atas Furisode). Hanayome Isho dikenakan pengantin wanita pada saat upacara dan resepsi pernikahan.
Furisode khusus pengantin yang merupakan bagian dari Hanayome Isho berbeda dengan Furisode yang dikenakan wanita muda yang belum menikah. Furisode khusus pengantin mempunyai motif-motif yang dianggap dapat mengundang keberuntungan seperti burung Jenjang (burung Tsuru), dan berwarna lebih cerah dibandingkan dengan Furisode biasa.
Shiromuku adalah pakaian pengantin wanita tradisional Jepang yang berupa Furisode yang berwarna putih bersih dan tidak bermotif.
Ki Nagashi
Ki Nagashi adalah kimono santai untuk dipakai sehari-hari yang dikenakan pria untuk keluar rumah pada kesempatan tidak resmi. Bahannya bisa terbuat dari katun atau bahan campuran. Ki Nagashi banyak dikenakan pemeran Kabuki pada saat latihan atau guru tari tradisional Jepang pada saat mengajar.
Aksesori dan Pakaian Pelengkap untuk Kimono
Hakama
Hakama adalah semacam celana panjang yang dikenakan pria yang juga terbuat dari bahan berwarna gelap. Hakama berasal dari daratan Tiongkok dan mulai dikenal sejak zaman Asuka. Hakama umumnya dikenakan pendeta kuil Shinto . Di kalangan olah raga tradisional Jepang seperti Kendo dan Kyudo, Hakama dikenakan baik oleh laki-laki maupun perempuan.
Geta
Geta adalah sandal dari kayu yang mempunyai hak, dipakai oleh pria maupun wanita yang memakai Yukata. Geta berhak tinggi dan tebal yang dipakai oleh Maiko disebut Pokkuri
Junihitoe
Junihitoe adalah kimono 12 lapis yang dipakai oleh wanita Jepang zaman dulu di istana kaisar.
Kanzashi
Kanzashi adalah hiasan rambut seperti tusuk konde yang disisipkan ke rambut sewaktu memakai kimono.
Obi
Obi adalah sabuk dari kain yang seperti stagen yang dililitkan ke badan pemakai untuk mengencangkan kimono
Tabi
Tabi adalah kaus kaki sepanjang betis yang dibelah dua pada bagian jari kaki untuk memisahkan jempol kaki dengan jari-jari kaki yang lain. Tabi dipakai sewaktu memakai sandal, walaupun ada Tabi dari kain keras yang dapat dipakai begitu saja seperti sepatu bot.
Waraji
Waraji adalah sandal dari anyaman tali jerami.
Zori
Zori adalah sandal tradisional Jepang yang bisa terbuat dari kain atau anyaman sejenis rumput (Igusa).
Kyōgen
Kyōgen bisa berarti:
1.Teater humor tradisional Jepang yang merupakan perkembangan unsur humor pertunjukan Sarugaku. Kyōgen dan Noh merupakan seni tradisional Jepang yang sama-sama berakar dari Sarugaku. Sejak zaman Meiji, istilah Nōgaku atau Nohgaku sering digunakan untuk menyebut Noh dan Kyōgen.
2.Salah satu jenis pertunjukan Kabuki yang disebut Kabuki-kyōgen atau cukup disebut Kyōgen.
Noh adalah teater musikal dengan menggunakan topeng yang disebut omote dalam istilah noh. Dalam noh, abstraksi dan simbolisme diekspresikan secara kuat melalui unsur gerak tari, dengan sebagian besar cerita yang bertemakan tragedi. Sebaliknya, sebagian besar peran dalam kyōgen tidak diperankan memakai topeng. Kyōgen mengembangkan lebih lanjut unsur-unsur komedi dan seni meniru gerak-gerik (pantomim) yang ada pada Sarugaku, termasuk naskah dialog dan penggambaran karakter secara realistik. Sebagian besar cerita yang dipentaskan dalam kyōgen adalah cerita satir, cerita yang menertawakan kegagalan, dan cerita humor.
Jenis
Secara garis besar, kyōgen dikelompokkan menjadi 3 jenis:
Betsu-kyōgen
Penampilan aktor kyōgen yang memainkan karakter Sanbasō dalam pementasan cerita noh yang berjudul Okina
Hon-kyōgen
Pementasan kyōgen secara tunggal dan bukan merupakan bagian pertunjukan noh, kalau disebut kyōgen biasanya mengacu pada hon-kyōgen.
Ai-kyōgen
Kyōgen yang dipentaskan sebagai bagian pertunjukan Noh.
Hon-kyōgen masih dikelompokkan menjadi beberapa jenis yang bisa berbeda-beda menurut zaman dan aliran. Di tahun 1792, Ōkura Torahirobon mengelompokkan hon-kyōgen menjadi:
Waki-kyōgen
Cerita bertemakan kebahagiaan dan keberuntungan.
Daimyō-kyōgen
Cerita bertemakan tuan dan majikan, daimyō menjadi peran utama dalam cerita.
Shōmyō-kyōgen
Cerita bertemakan tuan dan majikan, pesuruh laki-laki yang disebut tarōkaja menjadi peran utama.
Mukojo-kyōgen
Cerita tentang menantu pria sebagai peran utama yang menumpang di rumah mertua, atau cerita humor kehidupan sehari-hari seperti istri yang mengakali suami atau suami yang tidak bisa diandalkan.
Oniyamabushi-kyōgen
Cerita dengan raja kematian Yamarāja atau jin (oni) sebagai peran utama (termasuk cerita jin yang menyamar jadi manusia), dan Yamabushi (pertapa yang berasal dari gunung) sebagai peran utama.
Atsume-kyōgen
Cerita dengan tema yang tidak termasuk ke dalam hon-kyōgen yang lain.
Upacara minum teh
Upacara minum teh adalah ritual tradisional Jepang dalam menyajikan teh untuk tamu. Pada zaman dulu disebut chatō atau cha no yu. Upacara minum teh yang diadakan di luar ruangan disebut nodate.
Teh disiapkan secara khusus oleh orang yang mendalami seni upacara minum teh dan dinikmati sekelompok tamu di ruangan khusus untuk minum teh yang disebut chashitsu. Tuan rumah juga bertanggung jawab dalam mempersiapkan situasi yang menyenangkan untuk tamu seperti memilih lukisan dinding (kakejiku), bunga (chabana), dan mangkuk keramik yang sesuai dengan musim dan status tamu yang diundang.
Teh bukan cuma dituang dengan air panas dan diminum, tapi sebagai seni dalam arti luas. Upacara minum teh mencerminkan kepribadian dan pengetahuan tuan rumah yang mencakup antara lain tujuan hidup, cara berpikir, agama, apresiasi peralatan upacara minum teh dan cara meletakkan benda seni di dalam ruangan upacara minum teh (chashitsu) dan berbagai pengetahuan seni secara umum yang bergantung pada aliran upacara minum teh yang dianut.
Seni upacara minum teh memerlukan pendalaman selama bertahun-tahun dengan penyempurnaan yang berlangsung seumur hidup. Tamu yang diundang secara formal untuk upacara minum teh juga harus mempelajari tata krama, kebiasaan, basa-basi, etiket meminum teh dan menikmati makanan kecil yang dihidangkan.
Pada umumnya, upacara minum teh menggunakan teh bubuk matcha yang dibuat dari teh hijau yang digiling halus. Upacara minum teh menggunakan matcha disebut matchadō, sedangkan bila menggunakan teh hijau jenis sencha disebut senchadō.
Dalam percakapan sehari-hari di Jepang, upacara minum teh cukup disebut sebagai ocha (teh). Istilah ocha no keiko bisa berarti belajar mempraktekkan tata krama penyajian teh atau belajar etiket sebagai tamu dalam upacara minum teh.
Sumo
Sumo adalah olahraga saling dorong antara dua orang pegulat yang berbadan gemuk sampai salah seorang didorong keluar dari lingkaran atau terjatuh dengan bagian badan selain telapak kaki menyentuh tanah di bagian dalam lingkaran. Pegulat sumo (rikishi) perlu berbadan besar dan gemuk karena semakin tambun seorang pegulat sumo semakin besar pula kemungkinannya untuk menang.
Sumo adalah olahraga yang berasal dari Jepang dan sudah dipertandingkan sejak berabad-abad yang lalu. Di beberapa negara tetangga Jepang seperti Mongolia dan Korea juga terdapat olahraga gulat tradisional yang mirip-mirip dengan sumo.
Sumo memiliki berbagai upacara dan tradisi yang unik seperti menyebarkan garam sepanjang pertandingan untuk mengusir bala.
Seijin shiki
Seijin shiki adalah upacara tahunan yang diadakan pemerintah lokal kota dan desa di Jepang yang mengundang penduduk yang telah mencapai usia 20 tahun untuk merayakan usia yang telah dianggap cukup umur menurut hukum. Acara diselenggarakan di gedung pertemuan, ballroom hotel, atau aula serbaguna milik pemerintah lokal. Acara dimeriahkan dengan pidato, penerimaan cendera mata, jamuan makan, dan foto bersama dengan pejabat lokal.
Di kota-kota besar, upacara diadakan pada Hari Kedewasaan yang jatuh pada hari Senin minggu kedua bulan Januari. Di kota-kota kecil dan desa-desa, penyelenggaraan upacara sering dimajukan di hari-hari awal Tahun Baru untuk memudahkan peserta yang terdaftar di di daerah asal dan kebetulan sedang berada di kampung halaman. Jika hari penyelenggaraan upacara tidak dimajukan, peserta yang tinggal di kota harus kembali lagi ke kampung halaman untuk mengikuti Seijin shiki.
Manzai
Manzai adalah seni melawak Jepang yang berasal dari daerah Kansai. Pertunjukan Manzai biasanya dilakukan oleh dua orang yang bercakap-cakap di depan penonton menceritakan cerita yang lucu, janggal, atau tidak masuk akal dengan irama berbicara seperti bersahut-sahutan. Satu orang berperan sebagai si Pintar (bahasa Jepang: tsukkomi) yang berfungsi sebagai pengumpan, dan seorang lagi yang berperan sebagai si Bego (bahasa Jepang: boke) yang terus menyerocos bercerita agar penonton tertawa. Manzai bisa dikatakan mirip dengan stand-up comedy yang dikenal di Amerika Serikat.
Kata Manzai diciptakan oleh bagian iklan Yoshimoto Kogyo (promotor seni hiburan ternama di Osaka) pada tahun 1933 untuk membedakannya dari seni bercerita Mandan, yang pada zaman Taisho akhir digunakan di dalam bioskop untuk menjelaskan isi cerita film bisu yang sedang diputar.
Pelaku Manzai disebut Manzai-shi. Pasangan Manzai disebut Kombi. Pasangan suami-istri yang melakukan Manzai disebut Meoto manzai. Manzai yang berasal dari daerah Kansai sering juga disebut sebagai Kamigata manzai.
Visual Kei
Visual Kei mengacu pada sebuah gerakan dalam J-Rock yang populer pada sekitar tahun 1990-an. Gerakan ini ditandai dengan band yang mengenakan kostum dramatis dan imej visual untuk memperoleh perhatian. Di Jepang, penggemar band Visual Kei sebagian besar hampir selalu terdiri dari gadis remaja dan dipasarkan secara luas dalam bentuk merchandise anggota band itu sendiri. Di negara-negara lain, perbandingannya kecil secara kuantitas antara penganut Visual Kei kira-kira keseluruhan antara remaja putra dan putri.
Anggota band Visual Kei sering memakai make up yang mencolok, dengan gaya potongan rambut yang dramatis, yang mengingatkan pada “pita rambut” tahun 1980-an dan memakai kostum yang sangat rumit. Walaupun sebagian besar musisi adalah laki-laki. Anggota band sering bermake up dan memakai pakaian yang dapat dianggap sebagai feminin atau androgynous. Pada akhirnya sebagian band kembali pada image warna – warni dan fantastik yang populer sekitar 5 tahun lalu yang diinspirasi game RPG dan anime. Daya tarik kostum pada fans adalah dengan ditunjukkan oleh para gadis yang berpakaian cosplay sebagai anggota band favorit mereka, secara terpisah pada konser di Jepang, di Amerika pada acara-acara anime.
Band visual kei yang diartikan sebagai yang utama dari gaya visual, tidak mengacu pada jenis musik tertentu. Mereka sebagian memainkan musik rock, hard rock seperti Luna Sea, Dir en Grey, Penicillin, Due’le Quartz, Plastic Tree, musik gothic dan neoclassic seperti Malice Mizer, Moi Dix Mois, Rentrer en Soi, D’espairs Ray dan Phantasmagoria, Light Rock dan Pop seperti L’Arc~en~Ciel, Glay, Shazna dan musik heavy metal dan Ballad seperti X Japan, Loudness, Buck- Tick, Sex Machine Gun, selain itu musik industrial, punk, dan techno kadang - kadang juga masuk ke dalamnya. Dengan mengambil genre dalam arti yang luas, sebagian besar memutuskan memainkan beberapa jenis musik rock.
Pengamat barat seringkali kebingungan dalam membedakan Visual Kei Band dengan Band Gothic karena kadang-kadang penampilannya yang mirip dalam bermake up dan berpakaian, tetapi sebagian gothic Jepang tidak bisa memasukkan visual Kei menjadi Gothic, dan disana ada persilangan budaya kecil antara Visual Kei Jepang dan Gothic Jepang diluar model gothic lolita, yang mana dipengaruhi oleh subbudaya gothic.
Secara luas gerakan ini telah dimulai oleh X Japan pada tahun 1980-an, yang mengangkat tren dari pemanfaatan visual shock untuk memperoleh pengakuan dalam kancah musik independen.
Rakugo
Rakugo adalah seni bercerita tradisional Jepang yang mengisahkan cerita humor yang dibangun dari dialog dengan klimaks cerita yang tidak terduga. Cerita dikisahkan sedemikian rupa sehingga di akhir cerita ada klimaks berupa punch line (disebut ochi atau sage) yang membuat penonton tertawa. Rakugo adalah seni yang mulai dikenal sejak zaman Edo.
Seorang pencerita yang disebut rakugoka tampil mengenakan pakaian tradisional Jepang dan bercerita diiringi gerak-gerik dalam posisi duduk seiza. Dalam melakukan gerak-gerik, pencerita kadang-kadang dibantu alat bantu serba guna berupa kipas lipat (sensu) dan saputangan panjang (tenugui).
Sewaktu bercerita, pencerita membawakan ekspresi dari masing-masing karakter dengan menggunakan perbedaan suara, gaya berbicara, ekspresi wajah, dan gerak-gerik, sehingga penonton bisa langsung mengenali pergantian dari satu karakter ke karakter yang lain.
Rakugo merupakan seni bercerita yang sederhana dengan musik latar dan efek suara yang sangat dibatasi. Musik latar hanya digunakan pada rakugo yang dipentaskan di daerah tertentu atau memang bila benar-benar dibutuhkan pada saat karakter tertentu tampil.
Cerita yang menggiring penonton untuk tertawa di akhir cerita karena klimaks yang lucu disebut Otoshibanashi (cerita yang mempunyai ochi atau punch line). Ada juga jenis cerita dalam rakugo yang tidak mempunyai punch line di akhir cerita seperti Ninjōbanashi (cerita drama kehidupan) dan Shibaibanashi (cerita seperti sandiwara).
Pencerita (rakugoka) berpentas di gedung pentas (yose) dengan memungut bayaran dari penonton. Sebelum Perang Dunia II, rakugoka umumnya hanya bertahan hidup dari uang honor yang dihitung berdasarkan persentase pemasukan gedung dari penjualan karcis. Pada zaman sekarang, rakugoka banyak yang hidup senang karena terikat kontrak dengan perusahaan yang bergerak dalam bisnis promotor pertunjukan.
Berdasarkan daerah pementasannya, rakugo terdiri dari dua versi, yakni Edo rakugo (rakugo versi Edo) dan Kamigata rakugo (rakugo versi Kyoto-Osaka) yang bisa langsung dikenali dari perbedaan tata cara dan perlengkapan panggung
April 2nd, 2007 at 2:36 pm
“Budaya Minum Teh di Sore Hari”
ORANG Irak hampir selalu menyajikan minuman teh di acara-acara makan. Biasanya pada sore hari teh disajikan bersama roti bersaus tomat dan berminyak sedikit.bagi orang Irak, teh dapat dijadikan sebagai media untuk mengakrabkan diri dengan orang lain. Mereka tidak cepat akrab atau ngobrol sebelum mengundang untuk saling mengunjungi rumah masing-masing dan menikmati secangkir teh manis panas yang disajikan tuan rumah.
Di Inggris, teh bahkan berhasil menggeser minuman nasional bangsa Inggris. Teh yang diperkenalkan di Inggris sekitar tahun 1652 itu sangat digemari Pangeran Charles II dan istrinya, Catherine de Braganza. Teh mendapat posisi sebagai minuman terhormat. Harganya sangat mahal. Dari bangsawan Inggris, kegemaran teh tersebar ke beberapa negara.
Teh yang biasa disajikan saat sarapan dan makan malam diperkenalkan oleh seorang bangsawan Inggris sebagai MINUMAN PERGAULAN.
Para bangsawan mengundang teman-temannya berkunjung ke rumah mereka pada siang hari dan menyajikan teh bersama kue-kue kecil dan sandwich. Mereka menikmati teh, yang dinikmati sambil jalan-jalan di halaman rumah.
Gaya hidup para bangsawan ini ditiru para keluarga Inggris.
ORANG Inggris masih menempatkan teh sebagai minuman terhormat. Biasanya jika mengundang tamu ke rumah, mereka menyajikan teh dalam poci perak dan disuguhkan langsung oleh tuan rumah ke cangkir porselen china untuk tamunya.
Kebiasaan minum teh di Inggris masih terus berlangsung hingga kini. Terlihat dari konsumsi teh Inggris yang cukup tinggi, yakni mencapai 2.260 gram per kapita per tahun.
April 2nd, 2007 at 2:43 pm
Letak negara Turki cukup strategis karena berbatasan dengan tiga benua. Tak heran budayanya amat unik. Lewat Turkish Food & Culture Festival di Hotel Shangri-La, Jakarta, terlihat betapa kaya dan menariknya negara asal pencipta minuman yogurt ini.
Beribu-ribu tahun yang lalu, suku bangsa Huns, nenek moyang bangsa Turki, berkelana mencari tempat tinggal yang lebih baik. Berbekal buah-buah kering sebagai makanan dan susu dalam kantung kulit kambing untuk minuman, mereka menempuh padang gurun di bawah mentari yang bersinar terik.
Setelah berhari-hari berkelana, dahaga pun menerpa. Mereka meraih kantung kulit kambing tempat persediaan susu. Astaga! Tak setetes pun susu keluar. Dengan jengkel, salah seorang dari mereka merobek kantung kulit tersebut. Betapa terkejutnya ketika susu yang ia bawa telah menjadi krim yang kental.
“Yogurtmak!” seru pria tersebut. Yogurtmak berarti mengocok. Ia menduga, guncangan yang terjadi selama perjalanan, serta panasnya temperatur, telah menjadikan susu ini menjadi krim. Kelak kemudian hari, dunia mengakui bahwa Turki adalah bangsa yang menemukan yogurt.
PADUAN BARAT DAN TIMUR
Sejarah yogurt ini disampaikan Deniz Kutlu, seorang mahasiswa Ankara Olgunlasma Enstitusu atau Institut Seni Ankara kepada NOVA, Rabu (27/8). Bersama 34 rekannya, Deniz menjadi duta kesenian negaranya dalam acara Turkish Food & Culture Festival yang diselenggarakan Hotel Shangri-La, Jakarta. Acara yang berlangsung pekan silam itu bekerja sama dengan Kedutaan Besar Turki di Indonesia.
Menurut Deniz, hingga sekarang yogurt menjadi bagian tak terpisahkan dari bangsa Turki. “Setiap rumah tangga pasti menyediakan yogurt sebagai salah satu bumbu terpopuler untuk makanan sehari-hari. Sekarang yogurt lebih sering dihidangkan bersama buah. Tapi, kami menyantap yogurt dengan daging dan sayuran,” lanjut Deniz yang menjadi penerjemah bahasa Turki bagi NOVA.
Gadis manis bermata indah ini menegaskan, yogurt hanya salah satu kekayaan bangsanya. Wajar Deniz berkata begitu. Soalnya, negeri yang merupakan bagian dari Jalur Sutra tersebut memang berbatasan dengan tiga benua besar yaitu Asia, Afrika, dan Eropa. Turki terletak di antara Yunani, Bulgaria, Georgia, Armenia, Republik Azerbaican, Iran, Irak, dan Syria. Tak heran bila budaya Turki menjadi percampuran yang unik antara Timur dan Barat.
Rekan Deniz, Gülen Atabek, desainer yang juga memamerkan koleksi pakaiannya, menambahkan, Turki adalah negara yang sudah sangat tua. “Negara kami sudah ada sejak sebelum Masehi. Dan budaya itu terus berkembang hingga abad 14 Masehi. Bayangkan saja!”
Selain itu, budaya Turki juga dipengaruhi ragam religi. “Kebanyakan masyakat Turki adalah pemeluk agama Islam, tapi banyak juga orang Kristen dan Yahudi. Semua itu berpadu jadi satu dalam budaya kami,” tambah Deniz.
Percampuran budaya ini dapat dilihat pada pakaian tradisional yang didominasi warna turquoise dan merah. Pengaruh Kristen dan Yahudi menghadirkan pemakaian selendang, mantel panjang, atau yeldirme, sejenis mantel bertopi. Sedangkan sebagai penyesuaian terhadap masyarakat Islam, biasanya mereka menutupi rambut mereka rapat-rapat.
Paduan kultur ini juga muncul lewat musik Turki yang meramaikan Lobby Lounge, tempat pameran. Baglama dan Tar adalah sejenis gitar berpunggung lengkung yang mirip dengan gitar Spanyol. Pertunjukan tabuh genderang pada budaya Ottoman juga merupakan pengaruh budaya musik militer barat.
April 2nd, 2007 at 2:46 pm
Universitas Kristen Maranatha
Mengenal Budaya Cina
Dewasa ini di saat ekonomi dunia sedang memasuki taraf globalisasi, Cina —sebagai salah satu negara yang memiliki perkembangan ekonomi paling cepat di dunia— sangat menarik perhatian negara-negara lainnya. Perhatian tersebut juga pada kebudayaan dan sejarah Cina yang telah berusia ribuan tahun.
Seperti kebudayaan bangsa-bangsa lain, kebudayaan Cina memiliki karakteristik tertentu. Budaya Cina dapat dilihat secara eksternal dan internal, atau dari sisi bentuk dan jiwanya.
Karakteristik eksternal budaya Cina dapat digolongkan menjadi empat aspek. Pertama, kesatuan yang berarti bahwa kebudayaan Cina terbentuk melalui suatu proses waktu dan integritas kebudayaan masyarakat yang majemuk. Kedua, kesinambungan yang berarti kebudayaan Cina tidak pernah terputus dan berkembang terus-menerus. Ketiga, toleransi yang berarti bahwa kebudayaan Cina dapat menerima kebudayaan lainnya. Keempat, keanekaragaman yang berarti bahwa kebudayaan Cina beragam berkat besarnya luas negara dan banyaknya suku bangsa.
Karakteristik internal budaya Cina mencakup tiga aspek. Pertama, penonjolan semangat humanisme dengan pengaruh filsafat atau tata tertib moral Konfusius. Kedua, perhatian pada keharmonisan dan keseimbangan kedudukan manusia di alam semesta. Dan ketiga, tabiat untuk terikat pada kampung halaman dan menikmati hidup.
Ada empat artefak kebudayaan Cina yang diperkenalkan pada Seminar Budaya Tionghoa di Universitas Kristen Maranatha, Bandung (24/9) akupunktur, kaligrafi, wushu, dan alat musik tradisional.
Dr. A. Sim Kie Jie, Supervisor Darma Bakti Acupuncture Center Bandung mengungkapkan ilmu akupunktur atau Zhenjiu adalah salah satu bagian dari ilmu kedokteran Cina. Sementara, Shufa (kaligrafi Cina), menurut Andy Ye dari Perkumpulan Seni Kaligrafi-Lukis-Ukir Jawa Barat. Huruf Cina mengandung makna “Shufa” (“fa” berarti aturan; “shu” berarti menulis). Setiap goresan huruf memiliki aturan penulisan. Tidak boleh lebih atau kurang goresan, apalagi diubah. Ini makna terpenting kaligrafi Cina selain sekaligus memperlihatkan keindahan. Kualitas kepribadian dari sudut pandang Konfusius dapat tercermin dari huruf yang digoreskan.
Berbicara tentang wushu, wakil ketua Perguruan Walet Emas Bandung Martinus Setiawan menegaskan wushu yang telah berusia ribuan tahun bukan sekadar gerakan-gerakan indah. Secara harfiah ia berarti seni perkasa atau seni perang. Menggeluti seni bela diri Cina klasik ini dapat membentuk fisik dan karakter. “Belajar wushu memerlukan konsistensi, ketabahan, disiplin, dan motivasi
BENDA ANTIK CINA
Yang termasuk benda antik adalah benda-benda kuno yang sejak dibuat hingga saat ini telah berusia lebih dari 50 tahun. Itulah kriteria yang ditentukan oleh Dinas Purbakala, Depdiknas. Salah satu negara yang banyak menyimpan benda kuno ialah negara Cina.
Di Indonesia benda kuno asal Cina ini banyak juga terdapat yang menunjukkan bahwa pengaruh budaya Cina di Indonesia cukup besar. Sejarah budaya Cina sudah sangat tua, hal ini dibuktikan dengan diketemukannya benda-benda peninggalan yang berwujud indah yang dibuat sejak zaman dinasti di Cina berabad-abad yang lalu bahkan dari tahun tahun sebelum Masehi. Benda-benda tersebut berbentuk guci keramik, benda seni dari batu, porselen, logam, dan lain-lain.
Dinasti yang tertua di Cina yaitu dinasti Shang berlansung dari 16 abad SM sampai 11 abad sebelum masehi. Dan yang termuda dinasti Qing berlangsung dari tahun 1644-1911. Setiap periode dinasti itu terdiri dari beberapa ratus tahun, yang terdiri atas beberapa keturunan . Dinasti Ming terdiri dari 17 generasi dari tahun 1368-1644.
Dalam dinasti yang panjang ini, kemakmuran dan kejayaan raja-raja tercermin dengan peninggalan benda-benda yang dihasilkan dalam periode itu, berupa benda-benda seni berkualitas tinggi dan indah.
Dinasti Qing yang merupakan dinasti terakhir berlangsung selama hampir 300 tahun yang terdiri atas 10 keturunan. Benda-benda antik usia tua yang ditemukan, sering harganya sangat mahal, atau telah berada di museum- museum karena langkanya. Untuk memenuhi kebutuhan para kolektor benda seni antik, sering dibuat kopinya.
Para perajin Cina pada masa itu sudah sangat mahir untuk membuat kopi benda-benda sangat antik, dan kini benda-benda kopi tersebut juga sudah menjadi antik apabila usianya sudah mencapai lebih dari 50 tahun.
Dalam hal ini, yang penting bagi para kolektor adalah menyadari dan mengerti apakah benda itu asli atau berupa kopi, sehingga tidak tertipu oleh pedagang barang antik. Benda-benda peninggalan kuno dari abad yang lalu apalagi dari periode sebelum masehi, tentu sudah banyak yang tidak utuh, atau telah ada di museum-museum. Namun dengan melihat kopinya pun kita dapat mengetahui sedikit latar belakang budaya masyarakat yang hidup di zaman silam tersebut.
Griya Asri merekam sebuah pameran yang khusus menampilkan seni budaya Cina bertempat di Jakarta Design Centre dalam rangka memperingati tahun baru imlek 2001.Seperti kita ketahui tahun baru imlek tahun 2001 ini bertepatan dengan tahun naga emas yang bagi masyarakat Cina merupakan tahun keberuntungan.
Pada pameran ini ada beberapa contoh materi benda antik Cina, yang dibuat dari batu putih, berbentuk topeng wajah yang mengekspresikan wajah-wajah secara dekoratif. Fungsi topeng tersebut mungkin untuk menggambarkan profil-profil nenek moyang yang telah tiada.
April 2nd, 2007 at 2:52 pm
Seni Buddha-Yunani Adalah bentuk manifestasi seni aliran Buddha-Yunani, sebuah perpaduan budaya antara budaya Yunani klasik dan agama Buddha, yang berkembang selama hampir 1.000 tahun di Asia Tengah, antara penaklukan oleh sang Alexander yang Agung pada abad ke-4 SM, dan penaklukan oleh orang-orang Islam pada abad ke-7. Seni Buddha-Yunani memiliki ciri khas realisme idealistik seni Yunani Helenis dan perwujudan pertama sang Buddha dalam bentuk manusia, yang telah membantu membentuk kanon seni dan terutama teknik perpatungan Buddha di seluruh benua Asia sampai sekarang. Seni juga merupakan contoh unik perpaduan budaya antara tradisi Barat dan Timur yang tak tercapai dalam bentuk seni yang lainnya sampai tahap ini.Asal mula seni Buddha-Yunani bisa ditemukan di kerajaan Baktria-Yunani yang Helenistik dan berdiri antara tahun (250 SM - 130 SM), dan sekarang terletak di Afghanistan, dari mana budaya Helenistik Yunani tersebar ke anak benua India dengan didirikannya kerajaan Yunani-India (180 SM-10 SM). Di bawah kaum Yunani-India (Yawana) dan kemudian Kushan, interaksi antara budaya Yunani dan Buddha berkembang di daerah Gandhara, yang sekarang terletak di Pakistan bagian utara, sebelum menyebar lebih lanjut ke India, mempengaruhi kesenian Mathura, dan kemudian kesenian Buddha kekaisaran Gupta, yang juga menyebar ke Asia Tenggara. Pengaruh seni Buddha-Yunani juga menyebar ke utara menuju Asia Tengah, dan dengan kuat membentuk kesenian dataran rendah Tarim di pintu gerbang ke Tiongkok, dan akhirnya pengaruhnya mencapai Tiongkok, Korea dan Jepang.Kesenian Helenistik di Asia SelatanNegara-negara Helenistik yang berkuasa mulai didirikan di wilayah Baktria dan Sogdiana, serta India Utara selama tiga abad setelah penaklukan Alexander Agung pada 330 SM: Kekaisaran Seleukus sampai 250 SM, diikuti dengan kerajaan Baktria-Yunani sampai 130 SM, dan kerajaan Yunani-India dari 180 SM sampai kira-kira 10 SM.Contoh-contoh pengaruh seni Helenistik bisa ditemukan di koin-koin raja Baktria-Yunani dari masa yang sama, seperti Demetrius I dari Baktria. Banyak koin para raja Baktria-Yunani yang ditemukan, termasuk koin-koin emas dan perak terbesar yang pernah dicetak di Dunia Helenistik, yang digolongkan memiliki kualitas terbaik baik dari segi seni maupun teknik: koin-koin ini menunjukkan: “sebuah kadar individualitas yang tidak pernah tertandingi oleh padanan kerajaan mereka, dari masa yang sama, lebih ke Barat yang seringkali lebih sederhana. ( “show a degree of individuality never matched by the often more bland descriptions of their royal contemporaries further West”. (dikutip dari “Greece and the Hellenistic world”))”. Hiasan gulungan khas Helenistik dengan ukiran dedaunan anggur dari Hadda, Pakistan utara.Kerajaan-kerajaan Helenistik ini mendirikan kota-kota menurut model Yunani, seperti di Ai-Khanoum di Baktria, yang hanya menunjukkan ciri-ciri khas arsitektural Helenistik, patung-patung bergaya Helenistik, dan juga sisa-sisa naskah manuskrip papirus yang memuat karya Aristoteles dan simpanan-simpanan koin.Berkas:200px-Nereid&Ketos.JPG Sebuah palet batu menggambarkan Nereid, Dewi Laut yang berwahana Ketosmonster laut, dari Sirkap, abad ke-2 SM. Pesta minum-minum anggur dan musik, Hadda, abad pertama sampai ke-2 Masehi.Unsur-unsur Yunani ini memasuki India barat laut mengikuti invasi kaum Baktria-Yunani pada tahun 180 SM, di mana mereka mendirikan kerajaan Yunani-India di India. Kota-kota Yunani yang diperkuat dengan tembok kota seperti Sirkap di Pakistan sebelah utara, didirikan. Gaya-gaya arsitektural menggunakan corak-corak dekoratif Helenistik seperti keranjang buah dan lung-lungan dedaunan. Alet-palet batu untuk minyak-minyak penyangi yang mewakili tema-tema yang murni Helenistik seperti Nereid yang berwahana Ketos monster laut ditemukan.Di Hadda, dewa-dewa Helenistik, seperti Atlas ditemukan. Dewa-dewa angin juga digambarkan, yang pada masa yang akan datang akan mempengaruhi penggambaran dewa angin sampai sejauh Jepang. Adegan-adegan dewa anggur Dionysius (Bacchus) yang menggambarkan orang-orang dalam gaya klasik minum-minum anggur dari kan-kan sembari memainkan instrumen musik, ditemukan
April 2nd, 2007 at 2:56 pm
Seni dan Budaya IndiaCara berpakaian orang India sangat khas dengan keindahan, dengan tabiat mereka yang kreatif, seperti ketika mereka mempersiapkan makanan. Gaya dansa klasik dari bagian selatan, termasuk Bharatnatyam dari Tamil Nadu, Kuchipudi dari Andhra Pradesh dan Kathakali dari Kerala. Manipuri, yang menunjukkan suasana yang terang dan menyenangkan tumbuh di bagian timur laut. Odissi, dengan elemen-elemen yang mirip dengan Bharatnatyam, berasal dari timur negara bagian Orissa. Kathak, gaya asalnya diadopsi oleh tarian-tarian pada era Mughal merupakan contoh dari gaya tarian utara India. Dalam hal musik, gaya klasik dibagi menjadi India utara dan India selatan. Disamping gaya klasik dalam melukis, India kaya akan sumberdaya seni kontemporer. Sekarang ini, banyak orang India menjadi artis dengan skala internasional seperti M.F. Hussain, Raza, maupun Souza. India memiliki kebudayaan seni tradisional baik dari seni teater, tari, patung yang kaya dari dahulu hingga kini. Kebanyakan orang India yang berjumlah 950 juta orang merupakan pecinta film, jadi tidak mengherankan apabila India merupakan salah satu penghasil film terbesar di dunia. Lebih dari 800 film yang diproduksi tiap tahun. Sedangkan pusat-pusat film industri India terdapat di Mumbai, Chennai dan Calcutta. Adapun penggerak industi film di India antara lain Satyajit Ray, Mirinal Sen, Shyam Benegal dan Adoor Gopalakrishna.
April 2nd, 2007 at 3:04 pm
Perpustakaan kuno Alexandria memiliki koleksi tulisan antik terbaik. Ketika perpustakaan ini dihancurkan pada abad kelima setelah masehi, harta kearifan kuno dalam jumlah yang sangat banyak selamanya hilang.
Pada tahun 1989, Mesir mengumumkan kompetisi arsitektur untuk merancang Perpustakaan Alexandria. Sekitar 650 tim menyerahkan rencana mereka. Merupakan suatu kejutan ketika Snøhetta – sebuah kantor arsitek kecil di Norwegia yang tidak pernah memenangkan kompetisi dan membangun gedung dalam skala besar – mendapat hadiah pertama. Perpustakaan Alexandria yang baru, atau Bibliotheca Alexandrina, dibuka pada tahun 2002 dan dipandang sebagai salah satu karya arsitektur paling penting dalam beberapa dekade terakhir.
Bentuk perpustakaan tersebut sangat mengesankan namun tetap sederhana. Secara keseluruhan, bangunan dibagi secara diagonal, berdiri dalam bentuk silinder dimana kejelasan struktur geometris memiliki persamaan dengan keantikan bangunan besar di Mesir. Garis lurus yang menusuk bentuk silinder perpustakaan sebenarnya adalah jembatan penyeberangan, yang memberikan jalan dari Universitas Alexandria ke Selatan. Jembatan tersebut menyeberangi jalanan yang padat untuk mencapai lantai dua perpustakaan dan terus ke plasa di sebelah Utara gedung, mengarah ke laut.
Di sebelah Barat jembatan ini, sebagian besar berbentuk silinder menukik, menciptakan ruang kosong yang merupakan pintu masuk utama perpustakaan. Pintu masuk perpustakaan menghadap pintu depan sebuah gedung pertemuan tua, dan sepertinya menunjukkan penghormatan pada gedung tersebut. Diantara kedua gedung tersebut adalah plasa yang dihias dengan jalanan batu dan, terbenam di dalam plasa adalah area yang sangat luas untuk planetarium.
Bangunan berbentuk silinder dipotong oleh sudut miring. Umumnya, hal ini akan membentuk elips, tetapi para arsitek memulai dengan silinder elips yang dimiringkan jauh dari garis vertikal. Oleh karena itu, area lantai dasar dan atap bangunan menghasilkan bentuk lingkaran yang sempurna. Dinding-dinding miring perpustakaan semuanya menunjuk ke Utara, ke arah laut. Sementara silinder adalah bentuk statis, bentuk tidak beraturan perpustakaan memberikannya gerak – kesan yang ditekankan oleh garis vertikal 10 m dibawah tanah hingga 32 m di atas tanah dari sebuah gedung bertingkat 10.
Dinding yang menghadap Selatan dari bagian silinder dihias dengan potongan batu granit yang merupakan pecahan batu yang sangat besar, bukan digergaji. Permukaannya tidak rata, dengan garis bentuk yang halus. Batu-batu granit tersebut ditulisi dengan simbol huruf dari seluruh dunia. Sinar matahari dan pantulan lampu di perbatasan air menghasilkan bentuk bayangan dinamis dari simbol-simbol tersebut, yang mengingatkan pada dinding tempat beribadah Mesir kuno. Ruang utama perpustakaan yang sangat luas – setengah lingkaran dengan diameter 160 m – merupakan ruangan yang sangat kuat. Dinding melengkung tebuat dari beton dengan sambungan vertikal terbuka, semetara dinding yang lurus dihias dengan batu hitam dari Zimbabwe. Lantainya dibagi menjadi tujuh tingkat yang menurun ke Utara, menuju Mediterrania.
April 2nd, 2007 at 3:16 pm
Tradisi Minum Bersama Bangsa Korea
Setiap orang yang pernah datang ke rumah makan Korea pasti menyimpulkan, makan telah menjadi semacam prosesi upacara yang dilakukan secara bersama-sama. Alat pemanas yang selalu ada di meja makan biasanya untuk memasak satu panci daging atau ikan panggang yang dilengkapi sayuran.
Hubungan persahabatan dapat dipererat dengan minum bersama dari satu gelas yang sama. Tidak sehat? Belum tentu juga. Rupanya orang Korea merasa minum satu gelas atau cangkir sama merupakan cara terbaik untuk menyatakan perasaan bersaudara.
Masyarakat Korea menikmati minum minuman keras dari padi dan minuman keras yang disuling dinamakan Soju terutama di Musim panas. Untuk peristiwa istimewa, biasanya meminum hunju . Masyarakat biasanya meminum Makkoli, merupakan minuman keras dari beras merah. Orang bangsawan meminum Soju dan Yakju. Orang Korea tradisional minum Shikhye, Sujungkwa dan Hwache.
Minuman Teh dinikmati banyak bangsawan, pendeta dan keluarga kaya. Di musim dingin, orang yang sehat makan makanan ringan seperti Kangjung, Yakwa, Yoo Kwa, permen terigu ketan, dsb. Dan buah-buahan selama musim semi dan musim gugur.
Secara normal orang makan tiga kali sehari dengan pengecualian untuk pekerja berat seperti petani. Pekerja keras makan tiga kali secara tetap dan tiga kali makan diantaranya. Saecham dimasa lalu, adalah makanan tradisional terbesar seperti Shikhye, Sujungkwa dan Hwache, kentang, kentang manis, bakmi dan Bibimbab, tapi dihari ini, orang Korea minun minuman ringan, susu, roti, bakmi instant dan nasi gulung dsb.
April 2nd, 2007 at 3:28 pm
Hari Tahun Baru Cina
Hari Tahun Baru Cina (bahasa Cina: 春節, 春节, Chūnjíe; atau 農曆新年, 农历新年, Nónglì Xīnnián) merupakan perayaan terpenting orang Cina bagi menyambut tahun baru dalam kalender qamari Cina. Kalender qamari Cina terbahagi kepada kitaran 12 tahun dan dinamakan sempena nama haiwan. Menurut turutan, haiwan tersebut adalah tikus, lembu/kerbau, harimau, arnab, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing, dan babi. Kepercayaan popular menyatakan perangai dan nasib seseorang ditentukan oleh tahun kelahiran mereka.
Tahun Baru Cina melambangkan permulaan, titik permulaan dalam nasib dan kehidupan. Sebelum hari tahun baru bermula, sanak saudara yang jauh akan kembali berkumpul. Rumah akan dicuci dan segala hutang-piutang dikutip atau dibayar agar mereka tidak sentiasa dikelilingi hutang sepanjang tahun yang baru. Mercun akan dibakar pada tengah malam bagi menandakan bermulanya tahun baru dan bagi menghalau hantu jahat dan nasib tidak baik. Rumah-rumah dihiasi dengan buah limau sebagai simbol murah rezeki, bunga dan pokok limau.
Menurut legenda, pada zaman silam terdapat seekor raksasa bernama Nian yang sering mengancam manusia. Orang Cina menyedari bahawa raksasa tersebut alah terhadap bunyi kuat dan warna merah, maka mereka menghalaunya dengan meletupkan mercun yang berbunyi kuat dan menggunakan warna merah secara berleluasa di merata tempat. Maka bermulanya tradisi perayaan Tahun Baru.
Tahun Baru Cina diraikan dengan jamuan ‘yee sang’ dan ‘nien ko’. Kaum keluarga akan makan besar dengan masakan tradisi seperti itik, salai, sosej, kek beras, dan limau mandarin. Golongan muda pula akan melawat golongan tua dan menerima wang ang pau dalam sampul merah bagi melambangkan nasib baik, yang diberikan oleh orang yang berkeluarga kepada mereka yang masih belum kahwin. Perarakan tarian naga atau singa akan diadakan, dengan kereta berhias yang diiringi bunyi gendang. Lima belas hari selepas perayaan Tahun Baru Cina, perayaan Tahun Baru Cina ditamatkan dengan perayaan Chap Goh Mei.
Tahun Baru Cina bukan sahaja diraikan oleh kaum Cina di merata dunia, malah turut dirayakan oleh bangsa Korea, Vietnam, Mongol dan Miao (Hmong China) yang dipengaruhi oleh China dari segi kebudayaan dan keagamaan, maka turut memakai kalendar qamari Cina.
Tahun Baru Cina juga menampakkan “penghijrahan” manusia yang terbesar, apabila bangsa Cina seluruh dunia pulang ke kampung halaman pada hari sebelum tahun baru, untuk menghadiri jamuan pertemuan semula bersama seisi keluarga.
April 2nd, 2007 at 3:51 pm
Culture of Mongolia
Mongolia has its own ethnic group, which comprises 85% of the country’s population.
The main festival is Naadam, which celebrates the anniversary of Mongolian independence from China. It is held on July 11 to July 13, and consists of three Mongolian traditional sports: archery, horse-racing (over long stretches of open country, not the short racing around a track practiced in the West), and wrestling. Another very popular activity called Shagaa is the “flicking” of sheep ankle bones at a target several feet away, using a flicking motion of the finger to send the small bone flying at targets and trying to knock the target bones off the platform. This contest at Naadam is very popular and develops a serious audience among older Mongolians.
In Mongolia, the khoomii, or throat singing, style of music is popular, particularly in Western Mongolia.
The ornate symbol in the leftmost bar of the national flag is a Buddhist icon called a soyombo. It represents the sun, moon, stars, and heavens per standard cosmologic symbology abstracted from that seen in traditional Tibetan thangka paintings.
April 2nd, 2007 at 4:24 pm
United States
Food
Main article: Cuisine of the United States
A hamburger is a famous food in the United States.The types of food served at home vary greatly and depend upon the region of the country and the family’s own cultural heritage. Recent immigrants tend to eat food similar to that of their country of origin, and Americanized versions of these cultural foods, such as American Chinese cuisine or Italian-American cuisine often eventually appear. German cuisine also had a profound impact on American cuisine, especially the mid-western cuisine, with potatoes and meat being the most iconic ingredients in both cuisines.[3] Dishes such as the hamburger, pot roast, baked ham and hot dogs are examples of American dishes derived from German cuisine.[40][41]
Families that have lived for a few generations in the U.S. tend to eat some combination of that and the food common to the region they live in or grew up in, such as New England cuisine, Midwestern cuisine, Southern cuisine, Tex-Mex cuisine, and Californian cuisine.
Around the world the United States is well known for its numerous and successful fast food franchises. Such chains, including McDonald’s, Burger King, and Kentucky Fried Chicken are known for selling pre-prepared meals of foods such as hamburgers, french fries, soft drinks, fried chicken, and ice cream. Though undeniably popular, such food, with its emphasis on deep-frying, has been criticized by dietitians in recent decades for being unhealthy and a cause of obesity. It has thus become somewhat of a stereotype to associate American cuisine with obesity and junk food, however, fast food represents only a tiny fraction of available American cuisine.
Fashion
This article or section does not adequately cite its references or sources.
Please help improve this article by adding citations to reliable sources. (help, get involved!)
This article has been tagged since December 2006.
An “aloha shirt,” popular in Hawaii and temperate western statesDress norms in the United States are generally consistent with those of other post-industrial western nations and has become largely informal since the mid 20th century. Clothing in the United States also depends on a variety of factors including location, venue, and demographic factors such as ethnicity. Blue jeans are a consistent fashion trend among all classes. The western states are commonly noted for being more informal in their manner of dress than those closer to the eastern seaboard. Furthermore, individuals belonging to certain ethnic groups such as some Native American tribal members and individuals of Scottish descent may wear clothing to represent their ethnic identity at certain events. Conspicuous consumption and a desire for quality have also lead to a strong preference for designer label clothing among many in the middle and upper classes.
Fashion norms have changed greatly from decade to decade. The United States has generally followed and in some cases lead trends in the history of Western fashion. It has some unique regional clothing styles, such as western wear.
April 2nd, 2007 at 4:35 pm
Mexico’s Culture
Blending Traditions Near and Far
Ancient Mexico and Central America were home to some of the earliest and most advanced civilizations in the western hemisphere.
This region is known historically as Mesoamerica, a term that refers to the geographic area and cultural traditions of the pre-Columbian civilizations of Mexico, Belize, Costa Rica, El Salvador, Guatemala, Honduras, and Nicaragua. Maya civilization flourished in southern Mexico and Central America between AD 250 and 900, a time known as the Classic period.
The Maya built large religious centers that included ball courts, homes, and temples, and developed a method of hieroglyphic notation. Chronology among the Maya was determined by an elaborate calendar system. Although highly complex, this calendar was the most accurate known to humans until the introduction of the Gregorian calendar in the 16th century.
The Root of Mexican Culture
About AD 900, the Maya centers were mysteriously abandoned, and some Maya migrated to the Yucatán Peninsula. During the Postclassic period, from 900 to the arrival of the Spanish in the 16th century, Maya civilization was centered in the Yucatán. A migration or invasion from central Mexico strongly influenced Maya culture and art styles during this period. Chichén Itzá and Mayapán were prominent cities.
The Toltecs rose to power in the 10th century AD and are the first people in Mesoamerica to leave a relatively complete history. Their capital of Tula, whose ruins are located near the town of Tula de Allende 75 km (47 mi) north of Mexico City, extended its political influence over much of central Mexico. Other groups paid them tribute. The Nahuatl-speaking Toltecs established colonies along their northern frontier, protecting the region against hostile groups and greatly expanding the amount of land given over to agriculture. In the 12th century droughts in the north central region weakened the Toltec hold on the region. Desperate and starving people from the north surged southward, eventually overwhelming the Toltecs and forcing them to abandon Tula. Toltec survivors migrated south to the Valley of Mexico, where they joined with other peoples.
Not all Native American groups reached the complex levels of culture achieved by those of southern and central Mexico. In general, as one moved northward the indigenous peoples tended to be more tribal and nomadic, with exceptions such as the Pueblo in what is now the southwestern United States. Native Americans in northern Mesoamerica, typically warlike and nomadic, could not be easily conquered and resisted intruders until well into the 19th century in some areas.
Throughout most of Mexico’s history, beginning with the colonial period, education was the task of the Catholic Church. After independence, Mexicans were concerned about the church imposing its values and beliefs on the population and started a public educational system. Mexico has improved its literacy rate through public education programs, but rapid population growth has made it more difficult to reduce the absolute number of Mexicans who cannot read or write.
Mexican culture is a fascinating blend of Native American traditions and Spanish colonial influences. Long before the Spaniards arrived in the 16th century, the indigenous civilizations of Mexico had developed arts such as ceramics, music, poetry, sculpture, and weaving. After the conquest, the intricate designs and bright colors of many Native American arts were often mixed with European techniques and religious themes to create a hybrid and uniquely Mexican artistic style. Numerous churches constructed during the colonial era reflect the blending of Spanish architectural designs with the handiwork of Native American workers who built and decorated the buildings. Many of Mexico’s most popular modern crafts-such as textiles, pottery, and furniture making-borrow designs and techniques from Native American culture. Mexican painting and music have also been shaped by this heritage.
Mexico has produced numerous writers, essayists, and poets of international renown, including Octavio Paz, who in 1990 became the first Mexican to receive the Nobel Prize in literature. Carlos Fuentes is another Mexican writer whose fiction is widely read in Europe and the United States. He often writes about social issues in contemporary Mexico, but his best-known work deals with the decades that followed the Mexican Revolution.
Mexican arts, with the exception of folk arts, generally followed European patterns during the colonial period and the 19th century. The Mexican Revolution was instrumental in fostering a new sense of nationalism and experimentation
Mexican popular music, in the form of ballads and sidewalk performances, has contributed significantly to popular music in the United States. Examples include “La Bamba,” a Mexican folk song that was recorded in a rock-and-roll style by American singer Ritchie Valens in 1959, and the work of the Tijuana Brass in the 1960s and 1970s.
April 2nd, 2007 at 7:25 pm
http://www.chinaunique.com/educate/culture.htm#otherc
There are many, many other cultural differences between CHINA and the West. Of course, differences may not be a significant when comparing China to other countries in Asia. Here are some interesting cultural differences:
· Not being a Christian country, the Chinese do not recognize the term “Bless you” or “God Bless you” when you sneeze. In China, when someone sneezes, you simply ignore it.
· Say “Thank you” by tapping four fingers down on the table.
· Always refill other’s cups with tea or drink without being asked.
———————————————————————————————————————-
http://library.thinkquest.org/25734/data/culture/customs.html
The VIETNAMese have many unique customs. They have a great respect for their families and ancestors. Children obey their parents, and wives obey their husbands. Many people practice ancestor worship. They have shrines in their homes where they burn incense for their deceased family members. They believe that they must treat their ancestors well, or bad things could happen. If a special pet dies, a family might bury it as if it were one of the family. People, especially in the highlands, believe that everything has a spirit. They respect and even worship things like trees, animals, clouds, and streams. Sacred animals of Vietnam include dragons, turtles, and more. The Vietnamese are very suspicious. Things must happen right on special occasions such as Tet, or the family will have bad luck. There are numerous signs that could mean bad fortune is imminent. Geomancy is another superstition. It is centered on the belief that all things in the universe must line up. Before the building of any important structures or buildings, geomancers or pepole who understand the principals of geomancy are consulted. Confucianism introduced a strict moral code, formality, harmony with nature, and established a social order centered around society, family, and male dominance. Buddhism stresses self improvement, and greatly influences Vietnamese life. The French colonists brought industrialization, the idea of individual importance, and the equality of men and women. To this day bits of all shape Vietnamese life and traditions.
———————————————————————————————————————-
http://ezinearticles.com/?Unique-Culture-in-Thailand&id=392648
THAI GREETING
The unique Thai gesture of greeting another person, the wai, is especially one of the greatest aspects of Thai culture. The wai is when a person joins both hands to either head or chest level while bending their head slightly towards their hands.This way of greeting is especially done when a younger person greets an older person and it indicated a sign of respect to their elders. Employees would also wai their superior’s even if the supervisor or manager would be younger then themselves as the seniority of the other person would be respected.
April 2nd, 2007 at 8:28 pm
Japanese Tea Culture
Lucky tea of the New Year
There is a traditional event at the new year in Rokuharamitsu temple in Kyoto, called “Oubukucha”. At the temple, tea is served to the people with pickled ume and cooked kelp inside the cups. It is said if people drink Obukucha at the new year, they will have good health all through the year. This tea may have connections with Fukucha. Maybe Obukucha is just a formal way to call Fukucha.
Now, what is Fukucha exactly? To make Fukucha, use the water freshly drawing from the well on the new years day to make tea, and this tea spreads all over Japan. For example, in Tokuchicho in Yamaguchi prefecture has the custom to drink Fukucha in the morning of Jan 1st, 2nd and 3rd. People drink this tea with pickled ume and sugar. Also in Yoshiicho in Nagasaki prefecture, they drink Fukucha and eat Japanese radish, picked ume, dried persimmon, cooked kelp with it.
However, in some place, Fukucha is drunk in setsubun (the day before the beginning of Spring in Japanese old calender, Feb 3rd). In Fukuroi city in Shizuoka prefecture, they put about 3 pieces of beans into the tea pot, and family gather around the pot and drink tea. It is said the one scoop the tea with bean inside will be a fortune one for the year.
Originally setsubun is annual event on the basis of lunar calender. And the next day is said as a first day of the spring. In other words, it is a turning point of last day of Winter and the first day of Spring. Moreover, New Yea in the lunar calendar was around Setsubun, Feb 3rd, and next day of Setsubun was called the first day of Spring. The reason of drinking Fukucha for the new year or at Setsubun was because tea was something we drink everday, and people paid more attention for drinking the first cup of tea of the year.
April 2nd, 2007 at 9:09 pm
Etiquette & Customs in Italy
Meeting Etiquette
• Greetings are enthusiastic yet rather formal.
• The usual handshake with direct eye contact and a smile suffices between strangers.
• Once a relationship develops, air-kissing on both cheeks, starting with the left is often added as well as a pat on the back between men.
• Wait until invited to move to a first name basis.
• Italians are guided by first impressions, so it is important that you demonstrate propriety and respect when greeting people, especially when meeting them for the first time.
• Many Italians use calling cards in social situations. These are slightly larger than traditional business cards and include the person’s name, address, title or academic honours, and their telephone number.
• If you are staying in Italy for an extended period of time, it is a good idea to have calling cards made. Never give your business card in lieu of a calling card in a social situation.
Gift Giving Etiquette
• Do not give chrysanthemums as they are used at funerals.
• Do not give red flowers as they indicate secrecy.
• Do not give yellow flowers as they indicate jealousy
• If you bring wine, make sure it is a good vintage. Quality, rather than quantity, is important.
• Do not wrap gifts in black, as is traditionally a mourning colour.
• Do not wrap gifts in purple, as it is a symbol of bad luck.
• Gifts are usually opened when received.
Dining Etiquette
If invited to an Italian house:
• If an invitation says the dress is informal, wear stylish clothes that are still rather formal, i.e., jacket and tie for men and an elegant dress for women.
• Punctuality is not mandatory. You may arrive between 15 minutes late if invited to dinner and up to 30 minutes late if invited to a party.
• If you are invited to a meal, bring gift-wrapped such as wine or chocolates.
• If you are invited for dinner and want to send flowers, have them delivered that day.
Table manners
• Remain standing until invited to sit down. You may be shown to a particular seat.
• Table manners are Continental — the fork is held in the left hand and the knife in the right while eating.
• Follow the lead of the hostess - she sits at the table first, starts eating first, and is the first to get up at the end of the meal.
• The host gives the first toast.
• An honoured guest should return the toast later in the meal.
• Women may offer a toast.
• Always take a small amount at first so you can be cajoled into accepting a second helping.
• Do not keep your hands in your lap during the meal; however, do not rest your elbows on the table either.
• It is acceptable to leave a small amount of food on your plate.
• Pick up cheese with your knife rather than your fingers.
• If you do not want more wine, leave your wineglass nearly full.
Business Etiquette and Protocol in Italy
Relationships & Communication
• Italians prefer to do business with people they know and trust.
• A third party introduction will go a long way in providing an initial platform from which to work.
• Italians much prefer face-to-face contact, so it is important to spend time in Italy developing the relationship.
• Your business colleagues will be eager to know something about you as a person before conducting business with you.
• Demeanour is important as Italians judge people on appearances and the first impression you make will be a lasting one.
• Italians are intuitive. Therefore, make an effort to ensure that your Italians colleagues like and trust you.
• Networking can be an almost full-time occupation in Italy. Personal contacts allow people to get ahead.
• Take the time to ask questions about your business colleagues family and personal interests, as this helps build the relationship
• Italians are extremely expressive communicators. They tend to be wordy, eloquent, emotional, and demonstrative, often using facial and hand gestures to prove their point.
Business Meeting Etiquette
• Appointments are mandatory and should be made in writing (in Italian) 2 to 3 weeks in advance.
• Reconfirm the meeting by telephone or fax (again in Italian).
• Many companies are closed in August, and if they are open many Italians take vacations at this time, so it is best not to try to schedule meetings then.
• In the north, punctuality is viewed as a virtue and your business associates will most likely be on time.
• The goal of the initial meeting is to develop a sense of respect and trust with your Italian business colleagues.
• Have all your printed material available in both English and Italian.
• Hire an interpreter if you are not fluent in Italian.
• It is common to be interrupted while speaking or for several people to speak at once.
• People often raise their voice to be heard over other speakers, not because they are angry.
• Although written agendas are frequently provided, they may not be followed. They serve as a jumping off point for further discussions.
• Decisions are not reached in meetings. Meetings are meant for a free flow of ideas and to let everyone have their say.
Business Negotiation
• In the north, people are direct, see time as money, and get down to business after only a brief period of social talk.
• In the south, people take a more leisurely approach to life and want to get to know the people with whom they do business.
• Allow your Italian business colleagues to set the pace for your negotiations. Follow their lead as to when it is appropriate to move from social to business discussions.
• Italians prefer to do business with high-ranking people.
• Hierarchy is the cornerstone of Italian business. Italians respect power and age.
• Negotiations are often protracted.
• Never use high-pressure sales tactics.
• Always adhere to your verbal agreements. Failing to follow through on a commitment will destroy a business relationship.
• Heated debates and arguments often erupt in meetings. This is simply a function of the free-flow of ideas.
• Haggling over price and delivery date is common.
• Decisions are often based more on how you are viewed by the other party than on concrete business objectives.
Dress Etiquette
• Dressing well is a priority in Italy.
• Men should wear dark coloured, conservative business suits.
• Women should wear either business suits or conservative dresses.
• Elegant accessories are equally important for men and women.
Business Cards
• Business cards are exchanged after the formal introduction.
• To demonstrate proper respect for the other person, look closely at their business card before putting it in your card holder.
• It is a good idea to have one side of your business card translated into Italian.
• If you have a graduate degree, include it on your business card.
• Make sure your title is on your card. Italians like knowing how you fit within your organization.
April 2nd, 2007 at 9:31 pm
Etiquette and Customs in Singapore
Meeting and Greeting
• Greetings will follow a strict protocol often based on both the ethnic origin and age of the person.
• Younger people or those who work in multi-national companies may have adopted the western concept of shaking hands with everyone, but this is not the case with older or more reserved Singaporeans.
• Ethnic Chinese shake hands. Their grasp is rather light although the handshake itself can be rather prolonged.
• Men and women may shake hands, although the woman must extend her hand first. Introductions are always done in order of age or status.
• Between men, ethnic Malays shake hands.
• Men and women do not traditionally shake hands, since Muslim men do not touch women in public.
• Younger Malays may shake hands with foreign women, but it is more appropriate to use the ’salaam’ (bowing the head) greeting.
• This is also the greeting to be used when two women meet.
• Ethnic Indians shake hands with members of the same sex.
• When being introduced to someone of the opposite sex, nodding the head and smiling is usually sufficient.
• As with the other groups, the elderly or the person with the most status is introduced first.
Titles/Names
Chinese
• Chinese traditionally have 3 names. The surname or family name is first and is followed by two personal names.
• Address the person by an honorific title and their surname. If they want to move to a first name basis, they will advise you which of their two personal names to use.
• Some Chinese adopt more western names in business and may ask you to call them that.
Malay
• Many Malays do not have surnames. Instead, men add the father’s name to their own name with the connector bin. So Noor bin Isa, would be Noor, the son of Isa. Women use the connector binti, so Zarina binti Isa would be Zarina the daughter of Isa.
• The title Haji (male) or Hajjah (female) before the name indicates the person has made their pilgrimage to Mecca.
• The name Sayyed (male) or Sharifah (female) indicates that the person is considered to be a descendent of the prophet Mohammed.
Indian
• Many Indians in Singapore do not use surnames. Instead, they place the initial of their father’s name in front of their own name. The man’s formal name is their name ’s/o’ (son of) and the father’s name. Women use ‘d/o’ to refer to themselves as the daughter of their father.
• Since many Indian names are extremely long, they commonly use a shortened version of their name as a sort of nickname.
• At marriage, women drop their father’s name and use their first name with their husband’s first name as a sort of surname.
• Sikh Indians all use the name Singh to denote themselves as Sikhs.
Gift Giving Etiquette
Since there are cultural differences in how the three main ethnic groups treat gifts, they are listed separately.
Gift giving to ethnic Chinese:
• A gift may be refused three times before it is accepted. This demonstrates that the recipient is not greedy.
• Do not give scissors, knives or other cutting utensils as they indicate that you want to sever the relationship.
• Do not give clocks, handkerchiefs or straw sandals as they are associated with funerals and death.
• Do not wrap gifts in white, blue or black paper as these are mourning colours.
• Wrap gifts in red, pink, or yellow since these are happy colours
• Elaborate gift wrapping is imperative.
• Never wrap a gift for a baby or decorate the gift in any way with a stork as birds are the harbinger of death.
• Do not give odd numbers as they are unlucky.
• Do not bring food if invited to a formal dinner party as it insinuates you do not think the host will provide sufficient hospitality.
• Bring a small gift of fruit, sweets, or cakes, saying that it is for the children.
• Gifts are not opened when received.
• Flowers do not make good gifts as they are given to the sick and are used at funerals.
Gift giving to ethnic Malays:
• Never give alcohol.
• Do not give toy dogs to children.
• Do not give anything made of pigskin as Malays are Muslim.
• Give the gift when you are departing, rather than when you arrive.
• Avoid white wrapping paper as it symbolizes death and mourning.
• Wrap gifts in red or green paper.
• If you give food, make sure it is halal.
• Offer gifts with the right hand only or both hands if the item is large.
• Gifts are not opened when received.
Gift giving to ethnic Indians:
• If you give flowers, avoid frangipani as they are used in funeral wreaths.
• Money should be given in odd numbers, so give S$11 rather than S$10.
• Offer gifts with the right hand only or both hands if the item is large.
• Do not wrap gifts in white or black.
• Wrap gifts in red, yellow or green paper or other bright colours as these bring good fortune.
• Do not give leather products to a Hindu.
• Do not give alcohol unless you are certain the recipient imbibes.
• Gifts are not opened when received.
Business Etiquette and Protocol
• Business in Singapore is more formal than in many western countries.
• There are strict rules of protocol that must be observed.
• The group (company or department) is viewed as more important than the individual.
• People observe a strict chain of command, which comes with expectations on both sides.
• In order to keep others from losing face, much communication will be non-verbal and you must closely watch the facial expressions and body language of people you work with.
Building Relationships & Communication
• Personal relationships are the cornerstone of all business relationships.
• Business is a matter of being tied into the proper network, which is the result of long- standing personal relationships or the proper introductions.
• This is a group-oriented culture, so links are often based on ethnicity, education or working for the same company.
• Once you are recognized as part of the group, you will be accepted and expected to obey the unwritten rules of the group.
• Relationships take time to develop.
• You must be patient as this indicates that your organization is here for the long-term and is not looking only for short- term gains.
• Always be respectful and courteous when dealing with others as this leads to the harmonious relationships necessary within business.
• Rank is always respected. The eldest person in the group is revered.
• Most Singaporeans are soft-spoken and believe a calm demeanour is superior to a more aggressive style.
• Watch your body language and facial expressions.
Business Meeting Etiquette
• Appointments are necessary and should be made at least 2 weeks in advance, whenever possible.
• The most formal way to schedule a meeting is to write to the person concerned, although most Singaporeans will schedule an appointment by telephone, fax, or e-mail.
• Do not try to schedule meetings during Chinese New Year (late January/early February), since many businesses close for the entire week.
• You should arrive at meetings on time. Punctuality is a virtue.
• There will be period of small talk before getting down to business discussions.
• Since questioning authority is a taboo, it is important to encourage questions when after making a presentation and then smile when a question is eventually asked.
• Presentations should be accompanied by backup material, including charts and figures.
• Never disagree or criticize someone who is senior to you in rank as it will cause both of you to lose face and may destroy the business relationship.
• Pay attention to non-verbal communication.
Negotiating
• Always send a list of people who will be attending the negotiations and their title well in advance.
• Always wait to be told where to sit. There is a strict hierarchy that must be followed.
• Business negotiations happen at a slow pace.
• Singaporeans are non-confrontational. They will not overtly say ‘no’; likewise, their ‘yes’ does not always signify agreement.
• Singaporeans give a respectful pause of up to 15 seconds before answering a question. Do not start speaking too quickly or you will miss the answer.
• Be prepared with a mental list of concessions you would be willing to make that would not injure your own business.
• Singaporeans are tough negotiators on price and deadlines.
• Decisions are consensus driven
• Avoid losing your temper or you will lose face and damage your relationship.
• If you are signing a contract with ethnic Chinese, the signing date may be determined by an astrologer or a geomancer (feng shui man).
Business Cards
• Business cards are exchanged after the initial introductions.
• Business cards are exchanged using both hands.
• If you will be meeting ethnic Chinese, it is a good idea to have one side of your card translated into Mandarin. Have the Chinese characters printed in gold, as this is an auspicious colour. Hand your card so the typeface faces the recipient.
• Examine business cards carefully before putting them in a business card case.
• Treat business cards with respect. This is indicative of how you will treat the relationship.
• Your own business cards should be maintained in pristine condition. Never give someone a tattered card.
April 2nd, 2007 at 9:43 pm
Etiquette and Customs in Saudi
Meeting Etiquette
• Men shake hands. Good friends may greet each other with a handshake and a kiss on each cheek.
• Women generally hug and kiss close friends.
• Men and women would not greet each other in public I from outside the family.
• When Saudis greet each other they take their time and converse about general things.
Gift Giving Etiquette
Gifts are not the norm as in many other countries.
• If you are invited to a Saudi’s house bring something small as a thank you.
• Flowers do not make good gifts from a man, although a woman could give them to her hostess.
• Never give alcohol unless you are positive they partake.
• Gifts are not opened when received.
Dining Etiquette
• Saudis socialize primarily in restaurants and international hotels when entertaining expatriates whom they do not know well. After some time you will be invited to the home.
• Entertainment will generally be same-sex only. If both sexes are included, they will be in separate rooms.
If you are invited to a Saudi’s house:
• You would usually remove your shoes.
• Dress conservatively.
• Try to arrive at the invited time. Punctuality is appreciated but not crucial.
• Show respect for the elders by greeting them first.
• Accept the offer of Arabian coffee and dates even if you do not normally drink coffee.
• If you are invited for a meal, understand that there will be a great deal of socializing and small talk before the meal is served.
Table manners
• If the meal is on the floor, sit cross-legged or kneel on one knee..
• Eat only with the right hand as the left is considered unclean.
• Try a bit of everything that is served.
• Meals are generally served family-style.
• Honoured guests are often offered the most prized pieces such as a sheep’s head so be prepared!
• There is often more food than you can eat. Part of Saudi hospitality and generosity is to shower guests with abundance.
• There is little conversation during meals so that diners may relish the food.
Business Etiquette and Protocol
Relationships & Communication
• You will need a Saudi sponsor (wakeel) to enter the country. The sponsor acts as an intermediary and arranges appointments with appropriate individuals.
• Saudis do not require as much personal space as most western cultures. As such, they will stand close to you while conversing and you may feel as if your personal space has been violated.
• Saudis prefer to work with people they know and trust and will spend a great deal of time on the getting-to-know-you part of relationship building.
• You must be patient.
• Since Saudis will most likely judge you on appearances, dress and present yourself well.
Business Meeting Etiquette
• Appointments are necessary and should be made several weeks to one month in advance if at all possible.
• When meeting with government officials, a firm date will not be settled upon until you are physically in the country.
• Try to schedule meetings in the morning.
• You should arrive at meetings on time, although it is an accepted custom to keep foreigners waiting.
• It is not uncommon to have a meeting cancelled once you arrive.
• Meetings are generally not private until after a relationship of trust has been developed. This means you may expect frequent interruptions. Others may wander into the room and start a different discussion. You may join in, but do not try to bring the topic back to the original discussion until the new person leaves.
• Business meetings start after prolonged inquiries about health, family, etc. Never inquire about a Saudi’s wife.
Business Negotiating
• Decisions are made slowly. Do not try to rush the process.
• The society is extremely bureaucratic. Most decisions require several layers of approval. It takes several visits to accomplish simple tasks.
• Saudis are tough negotiators.
• Business is hierarchical. Decisions are made by the highest-ranking person.
• Repeat your main points since it will be interpreted as meaning you are telling the truth.
• Do not use high-pressure tactics.
• Decisions are easily overturned.
• When discussing price, Saudis will often make an initial offer that is extremely low when they are buying. Conversely, when they are selling, their initial offer will be extremely high.
• You may need to compromise on a point if someone’s dignity is at stake.
• There is a tendency to avoid giving bad news and to give effusive acceptances, which may only mean ‘perhaps’.
Dress Etiquette
• Most Saudis wear long white thobes. You would be expected to wear a suit.
• Dress well if you want to make a good impression.
• Business women should make certain that their collarbones and knees are covered and that their clothes are not form-fitting.
Business Cards
• Business cards are given to everyone you meet, although it may be an idea to be selective if you have few in your possession.
• Have one side of your card translated into Arabic. Be sure to check the translation carefully as there is often confusion with the order of western names.
April 2nd, 2007 at 9:49 pm
Culture in China
——————————————————————————–
The dictionary defines culture as the arts, beliefs, customs, institutions and all other product of human work and thought created by a people or group. Chinese culture is rich in all of these, and it dates back thousands of years.
Changing the Planet
Dress and attire
Face
Family Life
Housing
Chinese Names
Other Cultural Differences
People- Learn about famous people of yesterday and today
Tai Chi
——————————————————————————–
Dress and Apparel:
Long gone are the days of traditional Chinese dress. This is reserved largely for celebrations, tourists and other special events. While bringing some Chinese guests on a tour of American schools, we could only chuckle when one child asked what people wore in China. One of the visitors dressed in casual attire told the class they were looking at the type of clothes worn every day. He also went on to say that jeans were as common as anywhere else in the world.
In the typical wedding in China, the bride will wear a white bridal gown the same as is worn in weddings in the western world.
Business attire is similar to that worn anywhere in the industrialized world for a given trade. Business suits for marketing sales and banking, while dockers and shirts without ties are appropriate for factory professionals all the way to the factory manager. Laborers, however, will usually wear a uniform.
Color preference: You will notice a difference in colors. The Chinese have a preferences for browns, beige(or tan) and yellows. Black is a very popular color, especially in women’s dress and apparel. Bright red is also a popular color for special events, holidays and ceremonial events. Grays are also common. School children’s uniforms are brightly colored with white, blue and greens being common.
A tourist may find few people wear shorts, especially the men.
The ruggedness and dust in many parts of the country should encourage you to select more casual and durable wear. Because of this reason, you may opt to bring some of the older clothing in your wardrobe.
——————————————————————————–
Face:
When I think of cultural differences, the most important thing that comes to mind is the Chinese concept of “Face”.
In the PRC, face has to do with the image or credibility of the person you are dealing with. You should never, insult, embarrass, shame, yell at or otherwise demean a person. If you do, they will lose “Face”. In ancient times, a Chinese warrior chief, after losing a battle, may commit suicide because he has lost face. While this may no longer occur, the concept of “face” remains alive and well in China. Awareness of face and it’s impact is an extremely important cultural issue.
In the business world, negotiations should be conducted to assure that the person at the other end of the table maintains face even if the deal should not successfully conclude. His “face” may be dependent upon his ability to conclude the deal. If not, he saves “face” if he is the one to bring the negotiations to closure in a manner that he will look best to his superiors, yet not impact you.
Face shows up in many ways and really begins early in life. Chinese children learn it as they are growing up. Parents will not discipline by saying “bad girl” or “Naughty boy”. They will discipline with “No” or “wrong”.
As the child grows, face creates a strong pressure for an individual to excel. Failure to gain admittance to college, or even enter the better colleges, results in a higher rate of suicide as the child has lost face and sometimes cannot cope with the perceived shame.
Face has a significant business impact. For example, it may be difficult to solicit ideas or obtain survey results. This author has tried a few surveys, both written and verbal. You can always get positive responses, but obtaining critique where subject matter or content needs improvement produces blank pieces of paper and blank stares. For example, if you are teaching a course and the material did not answer a questions, the survey respondents will not tell you what you need to know. While you are looking for an improvement opportunity, they are afraid you would lose face.
Because this is such an important issue, you need to train yourself to recognize where this can become an issue, and to avoid having your contact lose face.
——————————————————————————–
The Changing Face of the Planet:
The growth and spread of international companies is changing the face of the planet. As exhibited by the two major food chains(pictured above) found side by side in downtown Shanghai. As we move into the future, we will see more commonality in food, clothing, architecture, and a wide range of cultural aspects. Even in music, while the words may speak the local language, the background music and instrumentation is becoming less culturally distinct.
——————————————————————————–
Family Life:
The traditional vision of family life in China is one of a strong family unit led be the father and husband, who largely has absolute rule and control of the family. Religion plays a major part in defining the roles and responsibilities of family members. Confucianism taught social order and behavior. This control also extended to selection of marriage partners, which was often arranged for the children.
Much has changed today in the family make-up. The father still remains the strong family leader and decision maker. At a minimum, he influences the major decisions of the children. But, normally he no longer exerts absolute control. The father no longer arranges the marriage, although this still exists in some of the most traditional families and in less developed areas. Children select their career fields, again strongly influenced by the father.
Dating does not usually begin until the early twenties. Typically, young adults will date just a few people, perhaps only one, before choosing a partner. The average age for marriage is 25 to 30 year old. The bride will usually wear a long white wedding gown . The bride will not change her name. As in any country, there are strong traditions around the entire process, from selecting partners to proposing to planning the wedding to the wedding itself. Chinese Wedding Customs is an outstanding guide to the process from start to finish.
Children typically live with the parents until marriage. After a brief honeymoon, the newlyweds will move into an apartment. But, it is not uncommon for newly married couples to remain in one of the parents’ homes for a short period after the marriage. The newly married couple then move into a small apartment with one or two bedrooms, a bath and cooking/living room.
The couple are allowed by Chinese law one child. There are exceptions to the one child rule, the most common being minority groups, and in areas where there is labor shortage(rural areas and farms).
——————————————————————————–
Housing:
Migration to other cities in China is almost non-existent. Most couples will set up their home in the same neighborhood as their parents. The average housing consists of an apartment with one or two bedrooms. In larger cities, especially where more affluence exists, there will be a bathroom in the apartment. The apartment will also contain a cooking area and living area combined, relatively small in size. According to the Chinese Embassy, the average rural living space has increased from 8.1 square meters in 1978 to 20.5 square meters today.
Apartment prices in major cities, will range from 200 hundred thousand to five hundred thousand RMB($25,000 - $60,00 USD). The lower rate being a unit outside the city and the higher amounts in the center of the city.
As for appliances, here is a general look at what the average home has. In general, appliances are sparse. Clothes dryers for example are almost non-existent. You will find clothes hung out windows of apartments anywhere you go. (Note conditions may vary significantly in different parts of the country when comparing city to city or rural to rural conditions):
Appliance: City Home Rural Home Comment:
Washing Machine Rare Rare
Dryer Rare Rare
Microwave Oven Increasingly common Rare
Oven(Stove) Common Common
Refrigerator Increasingly common Rare
Freezer Rare Virtually non-Existent
Television Most homes Increasingly common Approximately 75 million
Radio Common Common Most Homes
Telephone Un-common, not rare Uncommon Estimated 20 million
VCR Uncommon Rare Increasing with more TV’s
Cell Phones Increasingly common Increasingly common
——————————————————————————–
Other Cultural Differences:
There are many, many other cultural differences between China and the West. Of course, differences may not be a significant when comparing China to other countries in Asia.
Here are some interesting cultural differences:
Not being a Christian country, the Chinese do not recognize the term “Bless you” or “God Bless you” when you sneeze. In China, when someone sneezes, you simply ignore it.
Say “Thank you” by tapping four fingers down on the table.
Always refill other’s cups with tea or drink without being asked.
April 2nd, 2007 at 9:52 pm
Japan
Introduction
Japan has a population of approximately 125 million people packed tightly into a rather small geographic area. The official language in Japan is Japanese. Japanese is spoken only in Japan. The literacy rate in Japan is very close to 100 percent and 95 percent of the Japanese population has a high school education.
Japan’s form of government is parliamentarian democracy under the rule of a constitutional monarch. The Prime Minister is the chief government officer. The dominant religion is Shinto, which is exclusive to Japan. However, the Japanese have no official religion.
Culturally, the Japanese tend to be somewhat introverted in their ways. They generally are not receptive to outsiders. When conducting business in Japan relationships and loyalty to the group is critical for success.
Fun Fact
The Japanese tend to be rather direct in their questioning of foreigners. You may be asked personal questions such as how much money do you earn or how large is your house?
——————————————————————————–
Geert Hofstede Analysis
Japan
Click Here for Geert Hofstede country scores
The Geert Hofstede analysis for Japan is dramatically different from other Asian Countries such as Hong Kong, Korea or China. In Japan Masculinity is the highest characteristic. The lowest ranking factor is Individualism, which coincides with their high ranking in Uncertainty Avoidance. Japan is a more collectivist culture that avoids risks and shows little value for personal freedom. More Geert Hofstede Details
Religion in Japan
* WORLD FACTBOOK 2002
Due to the philosophical similarity of Buddhist and Shinto societies, these have been consolidated for the purposes of this study. These countries have the closest correlation with Hofstede’s Uncertainty Avoidance Index (UAI), which is the same correlation that the majority of Catholic countries have demonstrated. (See the accompanying article)
Appearance
Those who dress according to their status or position impress the Japanese. Dress to impress.
Men should wear dark conservative attire. Business suits are most suitable.
Casual dress is never appropriate in a business setting.
Shoes should be easy to remove, as you will do so often. Slip-ons are the best choice.
Women’s dress should be conservative. Little emphasis should be placed on accessories. They should be minimal.
Women should not wear pants in a business situation. Japanese men tend to find it offensive.
Women should only wear low-heeled shoes to avoid towering over men.
A kimono should be wrapped left over right to do otherwise symbolizes death.
Remember the Japanese phrase “The nail that sticks up gets hit with the hammer” when considering your choices for attire in Japan.
Avoid using large hand gestures, unusual facial expressions and any dramatic movements. The Japanese do not talk with their hands and to do so could distract your host.
Avoid the “OK” sign; in Japan it means money.
Pointing in not acceptable.
Do no blow your nose in public
Personal space is valued. Because the Japanese live in such a densely populated area, they value their personal space.
A smile can have double meaning. It can express either joy or displeasure. Use caution with your facial expressions. They can be easily misunderstood.
The Japanese are not uncomfortable with silence. They use it to their advantage in many situations. Allow your host to sit in silence.
Behavior
The word for toasting is kampai, pronounced ‘kahm-pie’. When toasting the glass is never left unfilled. Drinking is an important part of Japanese culture. It is a way to relieve business stress.
Never pour a drink yourself; always allow someone else to do it for you.
Most business entertaining is done in restaurants or bars after business hours. Often in karaoke or “hostess bars.” Businesswomen should not attend “hostess bars.”
Let the host order the meal and pay. Business may be discussed at dinner during these events.
Japanese rarely entertain in the home. If you are invited to the home of your Japanese host, consider it a great honor and display a tremendous amount of appreciation.
If you are invited to a social event, punctuality is not expected. It is the custom to be “fashionably late.”
If you do take your host out insist upon paying. The Japanese will refuse but insist. They will prefer that you choose a Western-style restaurant when entertain them.
Key phrases to learn are “itadakimasu” at the beginning of dinner, and “gochisou-sama-deshita” at the end. It is polite use these phrase and it will show you host that you have enjoyed the meal.
“Sumimasen” (excuse-me) is a very useful term to add to your vocabulary along with the phrase “kekko desu” (I’ve had enough).
It is perfectly acceptable to slurp your noodles. Doing so will exhibit your enjoyment of your food. To do otherwise, indicates that your meal was not a pleasant one.
Do not openly display money. It is rare to see it given from person to person in Japan. It is important to use an envelope to pass money.
In Asia the number 14 is bad luck, because in Japanese it sounds like the word ‘shuh-shuh’, which sounds like the word for death.
Tipping is not expected.
Gift giving is very important both business and personal gifts - See international business gift giving section.
Style is tantamount. The gift itself is of little importance, the ceremony surrounding it is very important.
Always wrap gifts. The selection of the wrapping paper is critical. Do not give anything wrapped in white as it symbolizes death. Do not use bright colors or bows to wrap the gift. It is better to have the hotel or the store wrap the gift to ensure that it is appropriate.
Do not surprise the recipient with the gift. Give your host some warning during the evening that you intend to give them a present.
Give the gift with both hands and accept gifts with hands.
Generally, gifts will not be opened in your presence. If your host insist that you open the gift do so gingerly. They take pride in gift wrapping, show that you appreciation the effort.
Do not give gifts in odd number or the number four, as odd numbers are bad luck and four sounds like the word for death in Japanese.
Gifts should be given at the end of a visit.
Do not admire anything belonging to your host too closely. The Japanese strive to please; you may be rewarded for your admiration.
The most popular gift giving occasions in Japan are oseibo, which falls at the end of the year and O-chugen which falls during the middle of the year.
Good gift ideas include top choice beef, fruit and alcohol such as brandy, quality whiskey and Bourbon along with excellent wines
April 2nd, 2007 at 9:56 pm
Russian Society & Culture
The Russian Family
• The Russian family is dependent upon all its members.
• Most families live in small apartments, often with 2 or 3 generations sharing little space.
• Most families are small, often with only one child because most women must also work outside of the house in addition to bearing sole responsibility for household and childrearing chores.
Russian Pride
• Russians are proud of their country.
• Patriotic songs and poems extol the virtues of their homeland.
• They accept that their lives are difficult and pride themselves on being able to flourish in conditions that others could not.
• They take great pride in their cultural heritage and expect the rest of the world to admire it.
Communal Mentality
• For generations until the 1930’s, Russian life centred on the agricultural village commune, where the land was held in common and decision-making was the province of an assembly of the heads of households.
• This affinity for the group and the collective spirit remains today. It is seen in everyday life, for example most Russians will join a table of strangers rather than eat alone in a restaurant.
• Everybody’s business is also everyone else’s, so strangers will stop and tell someone that they are breaking the rules.
Etiquette and Customs in Russia
Meeting Etiquette
• The typical greeting is a firm, almost bone-crushing handshake while maintaining direct eye contact and giving the appropriate greeting for the time of day.
• When men shake hands with women, the handshake is less firm.
• When female friends meet, they kiss on the cheek three times, starting with the left and then alternating.
• When close male friends meet, they may pat each other on the back and hug.
Naming Conventions
Russian names are comprised of:
• First name, which is the person’s given name.
• Middle name, which is a patronymic or a version of the father’s first name formed by adding ‘- vich’ or ‘-ovich’ for a male and ‘-avna’ or ‘- ovna’ for a female. The son of Ivan would have a patronymic of Ivanovich while the daughter’s patronymic would be Ivanovna.
• Last name, which is the family or surname.
In formal situations, people use all three names. Friends and close acquaintances may refer to each other by their first name and patronymic. Close friends and family members call each other by their first name only.
Gift Giving Etiquette
Gift giving using takes place between family and close friends on birthdays, New Year, and Orthodox Christmas.
• If you are invited to a Russian home for a meal, bring a small gift.
• Male guests are expected to bring flowers.
• Do not give yellow flowers.
• Do not give a baby gift until after the baby is born. It is bad luck to do so sooner.
• Russians often protest when they are offered a gift. Reply that it is a little something and offer the gift again and it will generally be accepted.
Dining Etiquette
If you are invited to a Russian’s house:
• Arrive on time or no more than 15 minutes later than invited.
• Remove your outdoor shoes. You may be given slippers to wear.
• Dress in clothes you might wear to the office. Dressing well shows respect for your hosts.
• Expect to be treated with honour and respect.
• Offer to help the hostess with the preparation or clearing up after a meal is served. This may be turned down out of politeness. Asking ‘are you sure?’ allows the hostess to accept your offer.
Table manners are generally casual.
• Table manners are Continental — the fork is held in the left hand and the knife in the right while eating.
• The oldest or most honoured guest is served first.
• Do not begin eating until the host invites you to start.
• Do not rest your elbows on the table, although your hands should be visible at all times.
• You will often be urged to take second helpings.
• It is polite to use bread to soak up gravy or sauce.
• Men pour drinks for women seated next to them.
• Leaving a small amount of food on your plate indicates that your hosts have provided ample hospitality.
• Do not get up until you are invited to leave the table. At formal dinners, the guest of honor is the first to get up from the table.
Russian Business Etiquette and Protocol
Relationships & Communication
• Russians are transactional and do not need to establish long-standing personal relationships before they do business with people.
• It is still a good idea to develop a network of people who you know and trust. The Russian word “svyasi” means connections and refers to having friends in high places, which is often required to cut through red tape.
• Patience is essential.
• It is best to err on the side of formality when you first make contact.
• Sincerity is crucial as it is required to build trust, and trust is needed to build a relationship.
• Most Russians do not trust people who are ‘all business’.
• An indication that you have successfully developed a personal relationship is being asked for a favour by that person.
Business Meeting Etiquette
• Appointments are necessary and should be made as far in advance as possible.
• It often takes roughly 6 weeks to arrange a meeting with a government official.
• Confirm the meeting when you arrive in the country and again a day or two in advance.
• The first week of May has several public holidays so it is best avoided.
• You should arrive punctually for meetings.
• Typical Russian schedules are constantly changing and everything takes longer than expected, so be prepared to be kept waiting.
• Meetings can be cancelled on short notice.
• The first meeting is often a vehicle to determine if you and the company you represent are credible and worthy of consideration for future business dealings.
• Use the time effectively to demonstrate what differentiates your company from the competition.
• Expect a long period of socializing and getting-to-know-you conversation before business is discussed.
• Have all printed material available in both English and Russian.
• Russians expect long and detailed presentations that include a history of the subject and a review of existing precedents.
• Meetings are frequently interrupted. It is common for several side conversations that have nothing to do with the topic of the meeting to be carried on during the meeting.
• At the end of the meeting, expect to sign a ‘protokol’, which is a summary of what was discussed.
Business Negotiating
• Meetings and negotiations are slow. Russians do not like being rushed.
• It is a good idea to include technical experts on your negotiating team.
• Hierarchy is important to Russians. They respect age, rank and position. The most senior person reaches decisions.
• Russian executives prefer to meet with people of similar rank and position.
• Russians see negotiations as win-lose. They do not believe in win-win scenarios.
• Have written materials available in both English and Russian.
• Russians view compromise as weakness. They will continue negotiating until you offer concessions.
• Russians may lose their temper, walk out of the meeting, or threaten to terminate the relationship in an attempt to coerce you to change your position.
• Russians often use time as a tactic, especially if they know that you have a deadline. Be cautious about letting your business colleagues know that you are under time pressure or they will delay even more.
• Nothing is final until the contract is signed. Even then, Russians will modify a contract to suit their purposes.
• Do not use high-pressure sales tactics as they will work against you.
Dress Etiquette
• Business dress is formal and conservative.
• Men should wear business suits.
• Women should wear subdued coloured business suits with skirts that cover the knees.
• Shoes should be highly polished.
Business Cards
• Business cards are exchanged after the initial introductions without formal ritual.
• Have one side of your business card translated into Russian using Cyrillic text.
• Include advanced university degrees on your business card.
• Hand your business card so the Russian side is readable to the recipient.
• If someone does not have a business card, note their pertinent information.
April 2nd, 2007 at 10:14 pm
Kepercayaan dan aspek budaya
Pada 400 SM jenderal Athena Xenofon memberikan pidato dramatis yang mengimbau anggota-anggota pasukannya untuk mengikutinya menuju kemerdekaan atau mati dalam menghadapi tentara Persia. Ia berbicara selama satu jam berusaha memotivasi pasukannya dan meyakinkan bahwa mereka akan kembali dengan selamat ke Athena, sampai seorang tentaranya menggarisbawahi kesimpulannya dengan sebuah bersin. Karena yakin bahwa bersin ini adalah tanda dari dewata bahwa mereka berkenan atas pasukan Athena, maka tentara-tentara itu memberi hormat kepada Xenofon dan mengikuti perintahnya.
Di Hongaria, Slowakia dan Slovenia dan beberapa negara Timur Tengah bersin yang terjadi setelah seseorang membuat pernyataan kadang-kadang ditafsirkan sebagai konfirmasi dari Tuhan bahwa pernyataan itu benar.
Di Jepang, ada kepercayaan bahwa bersin adalah tanda bahwa ada orang lain atau seseorang yang berada jauh daripadanya yang membicarakannya atau menjelek-jelekkannya di belakangnya.
Ada keyakinan umum di India bahwa orang yang bersin mengingat atau diingat oleh orang yang disayanginya. Kebanyakan orang India menganggap bersin sebagai sesuatu yang sehat. Tidak bisa bersin adalah sesuatu yang harus dikhawatirkan. Psychology Today melaporkan bahwa para pilmuwan India menyebut ketidakmampuan untuk bersin sebagai “asneezia”; orang India telah lama mempunyai kebiasaan untuk menghirup tembakau sebagai cara untuk menimbulkan bersin secara artifisial.
[sunting] Onomatopoeia
Onomatopoeia dalam bahasa Inggris untuk suara bersin adalah “achew!”, “atisshoo” dan “achoo”. Suku kata pertama sesuai dengan hirupan udara, dan suku kata kedua sesuai dengan suara bersinnya.
[sunting] Dalam bahasa-bahasa lain
· Bahasa Arab” عطسة” (atsa).
· Bahasa Persia “atseh”
· Bahasa Bulgaria “апчих” (”apchikh”; diucapkan “apcikh”).
· Bahasa Wales “achw” (diucapkan “acu”)
· Bahasa Spanyol “atchís” (diucapkan “acis”) dan “atchús” (diucapkan “acus”).
· Bahasa Portugis “atchim”.
· Bahasa Denmark “atjuu” (diucapkan “acu”).
· Bahasa Belanda “hatsjoe” (diucapkan “hacu”), dan “hatsjie” (diucapkan “haci”).
· Bahasa Perancis “atchoum” (diucapkan “hacum”).
· Bahasa Jerman “hatschi” (diucapkan “haci”).
· Bahasa Ibrani “apchee” (diucapkan “apci”).
· Bahasa Hindi “chheenk” (diucapkan “cing”).
· Bahasa Indonesia “‘hat-ci’”.
· Bahasa Jepang “hakushon” atau “kushami”. Ditulisはくしょん atau 嚏(くしゃみ).
· Bahasa Tionghoa “penti” (喷嚏).
· Bahasa Kantonis “hut-chi” (乞嚏) .
· Bahasa Latvia “apčī”, (diucapkan “apci”).
· Bahasa Marathi “shheenka” (diucapkan “syingka”)..
· Bahasa Polandia “apsik” (diucapkan “apsyik”).
· Bahasa Slovenia “kihanje” (diucapkan “kihanye”)..
· Bahasa Turki “hapşuu” (diucapkan “hapsyu”).
· Bahasa Rumania “hapciu” (diucapkan “hapciu”).
· Bahasa Rusia “hapchkhi” (”апчхи”) (diucapkan “apsyikh”).
· Bahasa Urdu “chheenk” (diucapkan seperti chheenk dengan tekanan pada chh).
· Bahasa Norwegia “atsjo”.
· Bahasa Tagalog “hatsing” (diucapkan “haching”).
· Bahasa Thai “Hutchew atau Hutchei” (ฮัดชิ่ว or ฮัดเช่ย) (diucapkan”hatciu”atau “hatcei”).
· Bahasa Tamil “Thummal”.
· Bahasa Malayalam “Thummal”.
· Bahasa Telugu “Thummu”.
· Bahasa Eslandia “Atsjú” (diucapkan “achoo”).
· Bahasa Somali “Hindis”
[sunting] Tanggapan tradisional bila seseorang bersin
Di negara-negara berbahasa Inggris ada kebiasaan untuk setidak-tidaknya satu orang untuk mengatakan “God bless you” (Semoga Tuhan memberkati Anda) (atau hanya “Bless you” - Kiranya Anda diberkati) bila seseorang bersin. Tradisi ini berasal dari Abad Pertengahan, ketika diyakini bahwa ketika seseorang bersin, jantungnya berhenti berdenyut, jiwanya meninggalkan dutubhnya, dan dapat direnggut oleh roh jahat. Kini, kata-kata itu diucapkan hanya sekadar sopan-santun dan biasanya orang yang bersin kemudian menjawab “Terima kasih”. Juga ketika Demam Merah pertama kali merebak, orang seringkali mati karena bersin, sehingga orang mulai mengatakan “Semoga Tuhan memberkati Anda”, dengan harapan bahwa mereka akan selamat.
Di negara-negara berbahasa Inggris, kadang-kadang juga digunakan kata bahasa Jerman “Gesundheit” (yang berarti kesehatan) setelah seseorang bersin. Dalam bahasa Spanyol, orang mengatakan “Salud”, yang juga berarti kesehatan.
[sunting] Dalam bahasa-bahasa lain
· Bahasa Azerbaijan, bersin biasanya diikuti oleh jawaban “”Saglam ol”" yang berarti “semoa Anda sehat”
· Bahasa Italia, bersin diikuti oleh jawaban “”Salute”"
· Dalam budaya-budaya berbahasa Portugis, bersin diikuti oleh jawaban “Saúde”, (”Sehat”), atau “Santinho” (”santo kecil”), lainnya mengatakan “Yesus”. Yang bersin kemudian menjawab “Obrigado” atau “Obrigada” (terima kasih).
· Dalam budaya berbahasa Spanyol, bersin biasanya diikuti oleh jawaban “Salud”, (”Semoga Anda sehat”) juga di tempat-tempat tertentu mereka mengatakan “Jesús” (Yesus) (seperti di Spanyol). Orang yang bersin kemudian menjawab “Gracias” (terima kasih).
April 2nd, 2007 at 10:14 pm
• “france and the french” - a personal recap
Saya yakin, jika suatu hari anda punya kesempatan tinggal di new york, anda tak akan mengalami ‘culture shock’ yang berarti disana. karena disadari atau tidak, orang indonesia sebenarnya sudah sering berkenalan dengan budaya new york [atau amerika in general] melalui tayangan acara TV dan film amerika yang menggempur negeri sendiri. sebut saja… mulai dari Friends, Seinfeld, Sex and The City sampai puluhan film layar lebar dengan setting new york lainnya. we, Indonesians, know them by heart, and living in new york could be a dejavu for us.
Tapi cerita jadi lain ketika saya sebagai orang indonesia hidup [dan gak cuma jadi turis] di Paris. seperti seorang anak kecil yang baru belajar mengenal huruf dan angka, demikian juga cara saya belajar untuk mengenali tempat tinggal baru beserta kebiasaan-kebiasaan yang sama sekali asing.
bagi saya, Paris or France in general adalah sebuah negeri yang eksotis. begitu banyak hal tidak biasa, dan budaya baru yang saya pelajari disini. those things might be small, but still… fascinating for an alien like me. and since i’ve come to the end of my stay, i thought it’d be interesting to recap some and share them in here..
1. learn how to greet and kiss.
when meeting with friends and families French people kiss 2 times on each cheek [meski di beberapa daerah ada yang melakukan 3-4 kisses]. girls kiss girls, girls kiss boys and vice versa, but boys don’t kiss boys kecuali teman dekat.
sebagai orang Indonesia yang pada umumnya melakukan kebiasaan yang sama, seharusnya hal ini tidak menjadi masalah. tapi saya sering ‘tersandung’ saat memberi salam karena saya terbiasa untuk mencium pipi KIRI terlebih dahulu, baru yang KANAN. which is kebalikan orang perancis. entah, apakah memang urutan kiri dulu baru kanan ini adalah kebiasaan orang indonesia secara umum atau cuma saya aja. yang jelas, insiden tabrakan hidung sering terjadi saat saya mengecup pipi teman-teman.
2. when in France speak French. if you can’t… then at least TRY!
dulu saya beranggapan orang perancis di paris itu sombong dan jutek banget. apalagi kalo ditanya atau diajak ngomong pake bahasa inggris. i had many bad experiences because of this.
sebenarnya begini… mayoritas orang perancis, terutama mereka yang tinggal di Paris atau daerah padat turis, mengerti bahasa inggris yang standard. they don’t necessarily speak english, but they can understand. however, french people are extremely proud of their language. sehingga ada hal-hal yang sering membuat mereka merasa ‘terganggu’ dan akhirnya jadi jutek / ogah untuk berusaha mengerti apa yang kita katakan dalam bahasa inggris. terutama ketika si pendatang tidak berusaha untuk mencoba berbicara dalam bahasa perancis terlebih dulu.
i know french is difficult, but… trust me! gestur sederhana seperti mengucapkan ‘bonjour’ dan ‘excusez-moi’ untuk mengawali kalimat bahasa inggris dari kita akan sangat dihargai. mereka juga bakal lebih senang untuk membantu kita sebagai orang asing. this has happened to me a lot. as you know, bahasa perancis saya sampai saat ini masih level pas-pasan [kalo gak mau dibilang sangat memalukan mengingat saya sudah tinggal disini selama 6 bulan]. sebelum menjelaskan sesuatu yang rumit, saya akan membuat semacam pemberitahuan.. “je ne parle pas francais… parlez-vous anglais?” setelah itu dijamin mereka akan lebih pengertian and willing to help the best they can.
3. learn [or not]… how to queue
Indonesia bukan satu-satunya negara yang tidak mengenal budaya antre. karena orang perancis pun bisa menjadi sangat barbar kalau harus antre. selama tinggal disini, berkali-kali-kali saya diserobot orang pada saat antre. yang paling sering adalah waktu antre di perfecture [kantor polisi & administrasi], pasar atau supermarket. oknum penyerobotnya bisa dari anak kecil sampe nenek-nenek. cara nyerobotnya pun juga sangat halus, hampir tak terlihat. tau-tau udah berdiri dengan anteng di depan kita sambil tersenyum manis tanpa dosa.
anehnya ada 1 tempat dimana orang perancis dengan tertibnya bisa antre. yaitu di boulangerie alias toko roti pada saat membeli baguette. for some reasons that i don’t understand, they really respect the queue in this place.
4. mengeluh adalah hal yang biasa, dan protes adalah sebuah olah raga.
dulu, waktu masa pacaran dengan laurent masih seumur jagung, saya sering pusing. pasalnya, pacar saya itu kerjanya ngeluh melulu. naik subway ngeluh, nunggu tempat duduk di restoran ngeluh, nonton tv ngeluh. saya sampe pusing, dan hidup rasanya jadi berat karena setiap hal kecil pasti dia keluhkan.
tapi ketika sampe disini, saya jadi mengerti… orang perancis memang ternyata hobi mengeluh. hal pertama yang dibicarakan dengan teman adalah mengeluh tentang segala hal. bisa weather, bisa pekerjaan, bisa traffic.. you name it lah. it is part of their culture and in their blood. gak heran juga kalo di perancis sering terjadi ‘aksi protes’. yang saya terjemahkan sebuah bentuk aksi mengeluh bersama dan kemudian dilanjutkan dengan aksi mogok bersama. disini strike rutin diadakan setiap bulan. setiap orang punya giliran.. bulan ini aksi protes dari golongan petani, bulan depan karyawan restoran, bulan depannya lagi pekerja metro dan kereta api. begitu terus sepanjang tahun. everybody knows this… and strike [un-officially] is acknowledge as the national sport of france.
5. speak softly please…
orang perancis sering mencibir cara orang amerika yang kalo ngomong di tempat umum volumenya bisa kenceng banget. menurut mereka ngomong dengan suara kenceng itu gak sopan dan tidak berbudaya. people speak softly here. dan saya pikir ini juga pengaruh dari bahasa perancis itu sendiri yang pada dasarnya lembut, mengalir, dan tidak indah kalau diucapkan sambil teriak-teriak.
6. air adalah sumber hidup.
ada gosip yang mengatakan bahwa orang perancis terkenal dengan jarang mandi. menurut saya mungkin ini ada benarnya. perancis adalah sebuah negara yang agak ‘terbelakang’ untuk urusan mandi.
umumnya orang perancis tidak mandi setiap hari, dan aroma tubuh dinilai sebagai sesuatu yang natural. di masa lalu, kebiasaan jarang mandi ini berawal dari anggapan bahwa air adalah sumber kehidupan. oleh karena itu harus dihargai dan gak boleh dibuang-buang seperti dipake mandi tiap hari. untuk mengatasi bau badan tak sedap, orang perancis lebih memilih menyemprot parfum ketimbang membuang ’sumber kehidupan’ mereka. gak heran kalo industri parfum di perancis sampai saat ini paling maju dibanding negara lainnya.
7. the love for food.
food and eating are the most important things for the french. sebetulnya sama seperti orang indonesia, yak?
hehe.. tapi yang membuat orang indonesia sedikit berbeda dengan mereka adalah… french people really adore and respect their own food. berada di satu meja makan dengan mereka, akan terlihat betapa mereka tidak hanya menikmati rasanya, tapi juga menghormati every single piece of food on the table. layaknya sebuah seni, display yang cantik dari si makanan itu sendiri is a must. bahkan jika makanan disajikan sebatas untuk makan keluarga sehari-hari. i learn this from my in laws. di awal saya merasa mertua saya adalah tipe ibu rumah tangga yang kelebihan energi dan kreativitas sampe makanan pun dihias tiap hari. tapi ternyata… c’est normal en france. lambat laun, saya juga mulai ketularan menghias saat menghidangkan makanan untuk saya dan laurent di rumah.
8. makan pada waktunya.
menurut penelitian, ini adalah salah satu rahasia kenapa wanita perancis bisa tetep kurus meskipun makannya banyak. berbeda dari orang amerika yang hobi ngemil macem-macem di antara jam-jam makan, french people only eat during their meal times. mereka sangat disiplin dalam hal ini, termasuk suami saya yang sering protes kalau melihat istrinya ngemil macem-macem sebelum jam makan. hehe..
9. the long hours at the table.
masih tentang makan, selain menepati jadwal orang perancis juga senang menghabiskan acara makan selama berjam-jam. expect long hours when you are invited to lunch or dinner by french people. dimulai dari menikmati aperitif, makanan pembuka, makanan utama, makanan penutup, dsb… it can last for 4 hours straight karena acara makan juga diselingi ngobrol ngalor ngidul kesana kemari. meja makan adalah area ‘nongkrong’ favorit mereka.
bagi orang perancis, makan tidak hanya menjadi kegiatan mengisi perut, tapi sebuah hal yang harus dinikmati with full of joy. interaksi dengan sesama orang di meja makan juga menjadi hal penting yang harus dihormati. dan nonton TV sambil makan adalah sebuah dosa besar! only americans do that.. they said.
10. some random tips
just in case you have the chance to visit or live in paris [or france], tips-tips berikut mungkin akan sangat berguna:
- untuk menghindari dicuekin orang perancis, pelajari beberapa kata penting dalam bahasa mereka. the lists on the sideblog -> might be useful for you.
- pasang mata anda saat jalan kaki di sidewalks paris, kalau tak mau menginjak ranjau alias kotoran anjing. paris is very famous for this.
- jangan bete kalo ditolak supir taxi di paris yang sering seenak jidat nolak penumpang. they love to do that in here, and i hate them for this.. *grrbbll* triknya disini adalah, jangan bilang dulu tujuan anda kemana sebelum masuk taxi. instead, masuk taxi, tutup pintu, dan baru bilang supir kemana tujuan anda. kalau susah ngomongnya, tulis alamat lengkap di kertas dan sodorkan langsung ke supir.
- listrik disini mahal. jadi jangan panik kalo sedang ‘pewe’ di wc restoran, tiba-tiba lampunya mati sendiri. kebanyakan memang ada timernya. sama seperti sistem penerangan di lobi apartemen kebanyakan. jadi, begitu masuk lobi, cari tombol lampu orange yang bersinar seperti lampu tidur. pencet, dan biasanya lampu akan menyala selama 1 menit saja.
- saya tak tau apakah ini beneran atau cuma urban legend. tapi jika anda wanita berusia dibawah 85 tahun dan naik metro sendirian, jaga arah pandangan mata anda sendiri. berhati-hatilah kalau ingin curi-curi pandang terhadap lawan jenis. karena kalo sampe ketahuan… gestur ini bisa diartikan oleh pria perancis sebagai ‘undangan’ untuk berkenalan atau bahkan untuk meminta ciuman. kekekee…. ;P
April 2nd, 2007 at 10:20 pm
Budaya makanan masyarakat Belanda nampaknya masih terpengaruh sisa-sisa budaya semasa krisis jaman perang dunia pertama dan kedua, yaitu menggunakan prinsip keadilan dan hemat. Semua mendapatkan jatah yang sama dan tidak berlebihan, justru sangat bertolak belakang dengan budaya kita, yang menghormati tamu dengan suguhan hidangan istimewa berlimpah-limpah. Dalam acara bertamu, kita harus melalui afspraak maken (janjian) dan waktunya pun tertentu. Koffie drinken, acara minum kopi (walaupun bisa saja nanti minumnya teh) pagi hari antara jam 10.30 – 12.00. Sore jam 4.30 – 06.00. Saat datang, kita harus persis tepat waktu dan jika kurang 10-15 menit maka kita bisa menunggu dulu di dalam mobil atau berdiri agak jauh dari rumahnya, karena biasanya si empunya rumah tengah sibuk menata ruangan atau sedang mandi. Persis jam 12.00 atau jam 06.00 kita harus segera keluar dari rumahnya, karena si empunya rumah segera akan makan siang atau makan malam, dan tepat waktu pula. Dalam acara ini anda akan diberi sajian secangkir kopi atau teh sebanyak dua kali. Satu potong gebak (misalnya sepotong tart, sebuah gevulde koekje, appel kanyer, appel bol, appelflap dlsb) satu kali di saat minum kopi pertama. Pada acara minum kopi kedua, anda akan menerima satu buah kue kecil atau satu potong coklat. Jika kue atau coklat sudah diedarkan dan para tamu sudah mengambilnya masing-masing satu buah, maka dos kue dan coklat segera disimpan kembali ke dalam lemari. Acara seperti ini juga berlangsung dalam acara ulang tahun yang biasa dihadiri famili dan sahabat dekat, sambil membawa hadiah ulang tahun. Umumnya memberi hadiah bukanlah harganya, tetapi unsur perhatian lebih dipentingkan, yang paling sering adalah sabun mandi atau shampo.
Masyarakat Belanda dapat dikatakan hampir tidak pernah mengundang makan berat seperti halnya masyarakat Indonesia dengan rijst tafel-nya yang mewah (sambil kita mengatakan makan apa adanya, sederhana). Acara makan bersama hanya dilaksanakan dalam keluarga dekat, atau kerabat melalui perjanjian, sekalipun hal itu adalah pesta perkawinan. Makan berat biasa disebut warme eten (makan hangat) lebih sering terdiri dari sup dan roti lalu dilanjut dengan cocktail dari buah kalengan, es krim, atau buah-buahan segar. Warme eten yang lebih berat adalah terdiri dari sup, salade sayur, kentang rebus atau kentang puree, sayuran rebus dan sepotong daging biefstuk dengan sausnya. Selesai acara makan berat ini dilanjutkan dengan minum kopi, minuman ringan, minuman keras dan berbagai jenis kacang-kacangan serta chips, potongan keju, bon-bon, atau potongan worst. Acara santai bisa berlangsung hingga pukul 11-12 malam. Dalam acara berkunjung ini para tamu biasa membawa buah tangan, yaitu bunga hidup atau bunga potong segar. Tetapi bukan membawa makanan seperti halnya masyarakat Indonesia, karena membawa makanan bisa diterima dengan perasaan kurang menghargai makanan si empunya rumah. Membawa jenis makanan yang menyenangkan adalah sekotak coklat, bon-bon (kembang gula), atau sebotol anggur.
April 3rd, 2007 at 9:03 am
Makna Simbolik Hidangan Imlek !
Hari Raya Tahun Baru Imlek bukan hanya sekedar ritual tahunan biasa
dan budaya saja, tetapi juga merupakan budaya yang sekaligus menyatu
dengan kepercayaan, walaupun demikian bagi mereka yang berbeda
agama, maka mereka bisa turut merayakan hanya dari sudut budayanya
saja. Disamping itu tidak ada salahnya untuk menambah wawasan
pengetahuan kita mengetahui makna simbolik dari hidangan makanan
yang disajikan pada hari raya tersebut. Sama seperti makanan untuk
upacara adat atau keagamaan lainnya, makanan khas Tahun Baru Imlek
juga sarat dengan berbagai macam makna simbolik.
Berdasakan kepercayaan orang-orang Tionghoa yang kaya pada umumnya
selalu menyediakan 12 macam masakan dan 12 macam kue-kue yang
mewakili lambang-lambang shio yang berjumlah 12. Hidangan yang
dipilih biasanya hidangan yang mempunyai arti yang berkaitan dengan
kemakmuran, panjang umur, kebahagiaan maupun keselamatan. Walaupun
demikian bagi mereka yang tidak mampu maka cukup dengan makan mie
panjang umur (siu mie) dan minum arak, tetapi ini hanya berlaku
untuk mang Ucup saja, maklum arak itu adalah minum wajibnya Mang
Ucup setiap hari.
Saat merayakan tahun baru Imlek kebanyakan orang Tionghoa membuat
Samseng (artinya: tiga macam daging kurban) yang terdiri dari tiga
jenis macam binatang yaitu ikan bandeng, ayam betina, dan daging
babi. Pada dasarnya samseng ini melambangkan tiga unsur alam yaitu
Langit, Bumi dan Air, karena adanya tiga unsur alam inilah kita bisa
hidup.
Tetapi akhirnya tujuan samseng ini juga dikembangkan sebagai
perlambang sifat hewan; agar kita sebagai manusia tidak meniru
tabiat yang dilakukan oleh ketiga jenis hewan tersebut. Babi
pemalas, karena kerjanya hanya makan dan tidur. Ayam yang suka
pindah-pindah pada saat makan, sehinggga ketika makanan yang ada
didepan matanya belum habis pun sudah mau pindah lagi ke tempat
lain atau melambangkan sifat yang serakah. Lain halnya dengan ikan
bandeng, karena kulit ikan itu bersisik maka ini bisa diumpamakan
seperti seekor ular, dengan pengertian agar kita jangan berlaku
jahat pada orang lain seperti ular.
Namun ada juga yang menghubungkan ikan sebagai perlambang rezeki,
karena dalam logat Mandarin kata “ikan” sama bunyinya dengan
kata “yu” yang berarti rezeki oleh sebab itulah dibanyak restoran
Tionghoa terutama di Holland selalu ada aquarium ikan ikan mas yang
melambangkan rejeki yang dilumuri dengan emas yang berjibun.
Disamping itu seperti juga pada saat merayakan pesta HUT; mie juga
merupakan satu makanan wajib, sebab mie itu melambangkan panjang
umur terutama Siu Mie / Shou Mian = “Mie pajang umur”. Mie ini harus
disajikan tanpa putus dari ujung awal ke ujung akhir jadi benar- benar
merupakan satu utaian mie, sebab dengan demikian diharapkan
umur kita pun tidak akan putus2nya alias manjang terus. Walaupun
demikian pada saat mau disantap mie tersebut boleh dipotong, maklum
apabila saatnya tiba toh akhirnya usia manusia tersebut akan putus
juga.
Kueh Keranjang atau Nian Gao atau lebih sering disebut kue kranjang
(tii kwee) adalah kue wajib imlek. Kue ini mendapat nama dari
cetakannya yang terbuat dari keranjang. Nian sendiri berati tahun
dan Gao berarti kue dan juga terdengar seperti kata tinggi, oleh
sebab itu kue keranjang sering disusun tinggi atau bertingkat.
Makin ke atas makin mengecil kue yang disusun itu, yang memberikan
makna peningkatan dalam hal rezeki atau kemakmuran. Pada zaman
dahulu banyaknya atau tingginya kue keranjang menandakan kemakmuran
keluarga pemilik rumah. Biasanya kue keranjang disusun ke atas
dengan kue mangkok berwarna merah di bagian atasnya. Ini adalah
sebagai simbol kehidupan manis yang kian menanjak dan mekar seperti
kue mangkok.
Kue-kue yang disajikan pada hari raya tahun baru Imlek pada umumnya
ada jauh lebih manis daripada biasanya, sebab dengan demikian
diharapkan di tahun mendatang jalan hidup kita bisa menjadi lebih
manis lagi daripada di tahun-tahun sebelumnya.
Kue wajib lainnya adalah kue lapis legit (spekkoek) sebagai
pelambang datangnya rezeki yang berlapis-lapis dan saling tumpang
tindih di tahun yang akan datang, sehingga dengan demikian bisa
dapat merasakan kehidupan yang lebih lebih manis dan lebih legit
lagi. Kue lapis legit yang sering juga disebut sebagai “Thousand
Layer Cake”, walaupun memang benar menggunakan mentega dari Belanda
(roomboter), tetapi orang-orang di Belanda nya sendiri, mereka tidak
mengenal kue itu. Mungkin perkataan “spek” ini diambil dari bahasa
Belanda yang berarti lapisan lemak babi (bacon = bhs Inggris),
karena bentuknya mirip spek.
Buah-buahan wajib yang sudah pasti adalah pisang raja atau pisang
mas yang melambangkan mas atau kemakmuran. Begitu juga dengan jeruk
kuning dan diusahakan yang ada daunnya sebab ini melambangkan
kemakmuran yang akan selalu tumbuh terus. Sedangkan tebu
melambangkan kehidupan manis yang panjang. Walaupun demikian harus
dihindari buah2an yang berduri seperti salak atau durian, terkecuali
nanas karena namanya Wang Li yang ucapannya mirip dengan kata Wang
(berjaya) disamping itu nanas juga bisa dilambangkan sebagai mahkota
raja.
Selain buah2an dianjurkan juga untuk makan manisan seperti kolang
kaling agar pikiran bisa menjadi jernih terus dan juga agar2 yang
sebaiknya disajikan dalam bentuk bintang agar kehidupan maupun
jabatannya dimasa yang akan datang bisa menjadi lebih terang dan
bersinar.
Selain makanan yang wajib disajikan ada juga makanan yang sebaiknya
dihindari atau dipantangkan seperti bubur, sebab ini melambangkan
kemiskinan atau kesusahan. Maklum pada saat musim kelaparan di
Tiongkok mereka tidak bisa menyajikan nasi. Disamping itu makanan-
makanan yang berasa pahit seperti pare dan fumak sebaiknya ini juga
dihindari sebab makanan tersebut melambangkan kepahitan hidup.
April 3rd, 2007 at 9:12 am
BUDAYA JEPANG
Kebudayaan Jepang dewasa ini sangat beragam. Para remaja putri yang mempelajari kebudayaan tradisional Jepang seperti upacara minum teh (chadou) dan merangkai bunga (kadou) sekalipun senang pergi menonton pertandingan olah raga. Begitu pula di kota – kota, bukanlah pemandangan yang mengherankan manakala terlihat kuil – kuil kuno tegak berdampingan dengan gedung – gedung pencakar langit. Inilah kebudayaan Jepang dewasa ini sebagai gabungan yang mengagumkan antara Kebudayaan lama dan kuno, antara Timur dan Barat.
Seiring dengan kemajuan media informasi, informasi dengan mudah mengalir masuk dan hal – hal baru pun dengan cepat tersebar luas di Jepang. Namun kebudayaan tradisional seperti festival tradisional dan gaya hidup yang sudah berurat berakar di setiap daerah masih tetap melekat sebagai ciri khas daerah ybs, sepeti halnya dialek daerah. Demikian pula dengan industrinya. Jepang yang dulu dikenal sebagai Negara agraris, hanya dengan melalui proses industrialisasi cepat selama 1 abad, kini telah menjelma sebagai salah satu Negara industri maju di dunia. Berbagai penelitian dalam berbagai bidang, mulai dari rekayasaa elektronik sampai manajemen internasional dsb, bisa dilakukan di berbagai Universitas.
Tidakkah anda tertarik untuk belajar di ‘JEPANG’, sebuah Negara dengan perpaduan harmonis antara Kebudayaan tradisional kuno dan Kemajuan ilmu pengetahuan-Teknologi yang mengagumkan?
April 3rd, 2007 at 9:17 am
Event Budaya Campuran Timur Barat
Jean van de Kok*
pasar_malam.jpgBagi masyarakat Indo (campuran Indonesia Belanda/Eropa)
di Belanda, Pasar Malam Tong Tong adalah suatu kejadian penting setiap
tahunnya. Di tempat ini, puluhan ribu anggota komunitas budaya kejepit,
Belanda dan Indonesia ini, bertemu kumpulannya dan saling berbagi cerita
dan pengalaman hidup di rantau Belanda.
Unjuk identitas
Jika pada awalnya Pasar Malam Besar Tong Tong, lebih merupakan ajang
kumpul-kumpul yang dicirikan oleh makanan dan kesenian, maka kini
terjadi pergeseran nilai yang cukup berarti. Bagi generasi ketiga
imigran tertua di Belanda ini, Pasar Malam lebih dijadikan cara unjuk
identitas budaya pendukungnya: budaya Indo.
“Halnya saya, generasi saya bangga dengan dirinya. Yang beda
keberadaannya dengan orang Belanda secara umum. Kami punya darah
Indonesia,” jelas Robin, salah satu anggota panitia Pasar Malam Tong
Tong yang tahun ini akan berlangsung pada 25 Mei - 5 Juni 2006 di
Malieveld, Den Haag.
Robin (25) yang lahir di Indonesia, pada awalnya tidak mengetahui sama
sekali adanya komunitas Indo yang demikian besar di Belanda. Baru ketika
ia pindah pada usia 13 tahun ke Belanda, barulah ia lebih menyadari.
“Dan lama kelamaan saya lebih merasa Indo, daripada Indonesia. Kami di
sini merasa punya kelompok sendiri, sedangkan di Indonesia tidak.”
Tjalie Robinson, sang pemula
Menyebut Pasar Malam Tong Tong, tak bisa dilepaskan dari satu nama,
Vincent Mahieu alias Tjalie Robinson. Dia juga seorang penulis sastra
terkenal di Belanda, dan budayawan Indo. Tjalie bisa dikatakan pejuang
kebudayaan Indo di Belanda, dan salah satu pemrakarsa utama Pasar Malam
Tong Tong.
Pada tahun 1950-an terjadi gelombang migrasi besar-besaran masyarakat
Indo dari Indonesia ke Belanda. Dan saat itu kebijakan utama Pemerintah
Belanda adalah segera mengasimilasi masyarakat Indo ini dengan
kebudayaan Belanda, serta melupakan kebudayaan yang selama ini telah
menghidupi mereka di Indonesia.
“Tjalie mengatakan kenapa harus menyangkal jika memang kita punya
perbedaan dan sejarah yang berbeda,” kata Leslie Yasmin Boon, anggota
panitia Pasar Malam Tong Tong tahun ini yang juga cucu Tjalie. “Jika
kita menelan bulat-bulat kebudayaan Belanda, itu sama halnya dengan
menyangkal kebudayaan Indonesia yang ada dalam darah kita. Begitu kata
Tjalie, dan itulah yang mau dicegah.”
Salah satu inisiatif ulung yang dilakukan Tjalie adalah menyelenggarakan
pasar malam. Pada tahun 1959 - pertama kali pasar malam diselenggarakan,
kegiatan ini masih berupa pertemuan biasa dengan makan-makan dan musik.
Para pengunjung dapat menyumbangkan uang untuk tujuan melestarikan dan
mengembangkan kebudayaan Indo.
“Penyelenggaraannya pun hanya berlangsung paling lama 3 hari saja,
tetapi semakin lama semakin panjang. Dan kini menginjak usianya yang
ke-48, menjadi 12 hari,” jelas Leslie lagi.
Penyangkalan sejarah
Semangat untuk ‘tidak menyangkal sejarah’ yang dilakukan Tjalie,
bukanlah sesuatu yang gampang dan tanpa perjuangan yang keras. Sebab
pada generasi pertama masyarakat Indo berimigrasi ke Belanda, rasa
rendah diri -sekaligus pelecehan dari masyarakat sekitar, demikian kuat
terpaku dalam benak mereka.
“Sekarang pun kami masih sering berkata, jangan sampai malu untuk
memperlihatkan bahwa kita orang Indo. Kita boleh-boleh saja
berpartisipasi sebagai masyarakat Belanda, tetapi ingat juga bahwa kita
punya akar di Indonesia,” sambung Leslie.
Bukan tak mungkin apa yang terjadi pada generasi Leslie dan Robin ini,
karena tajamnya konfrontasi dengan kelompok etnik lain di Belanda.
Kendati begitu, menurut Leslie, masyarakat Indo dipakai sebagai contoh
suksesnya integrasi. “Bahkan masyarakat Turki dan Maroko banyak belajar
dari kami, yang dikatakan bisa berintegrasi tapi tetap dengan
mempertahankan akar dan latar belakang kami.”
Kunci sukses proses integrasi imigran tertua di Belanda ini, bagi saya
adalah luwesnya masyarakat Indo berhadapan dengan budaya Belanda.
“Tampak luar orang Indo tak bisa dibedakan dengan orang Belanda, jadi
ikut arus saja. Tidak memisahkan diri dan tidak membuat kelompok yang
eksklusif. Tinggal bergabung dengan semua lapisan masyarakat dan
membaur.”
Cuma di Pasar Malam, demikian Leslie, selama sekali setahun, orang-orang
Indo berkumpul menjadi satu. Dan hanya dalam event itu saja terlihat
ratusan orang Indo bertemu kumpulannya. Setelah itu kembali membaur,
“Kita tak bisa membedakan lagi mana orang Indo, mana orang Belanda.”
Musik Keroncong
Salah satu hal lain yang menjadi ciri budaya Indo, yang juga selalu
digelar dalam Pasar Malam adalah musik keroncong. Kelompok yang diundang
pada tahun ini adalah Keroncong Tugu dari Jakarta Utara, yang sangat
kental dengan ragam campuran Portugis, Jawa Barat, dan Betawi. Serta
Bahasa Pecok yang kuat.
“Keroncong, saya rasa, adalah musik yang paling baik mewakili masyarakat
Indo, karena sama campur aduknya. Keroncong adalah campuran Fado
Portugis, sesuai dengan jalur niaga di jaman Hindia Belanda dulu,
bercampur dengan Arab, dan Melayu. Mungkin juga Jawa,” jelas Leslie,
yang juga mahasiswa Jurusan Asia Tenggara dan Oceania Universitas
Leiden.
Pecok
Sementara untuk Bahasa Pecok, bahasa kaum Indo, yang adalah campuran
antara Bahasa Belanda, Melayu, dan Jawa, Leslie mengatakan bahasa ini
sudah tidak populer lagi di kalangan anak muda. “Ya, karena para orang
tua umumnya menyarankan kami untuk tidak memakainya. Dan sekarang hanya
digunakan untuk kalangan non-formal saja, seperti bahasa slang’lah,”
tandas Leslie.
Radio Nederland Wereldomroep Ranesi akan hadir di Pasar Malam Besar Tong
Tong di Den Haag dan akan menyiarkan langsung dari event budaya Indonesia
April 3rd, 2007 at 9:20 am
BUDAYA ROMA
Makanan
Makanan di Italia diolah dengan baik dan memakai bahan-bahan yang murni dan segar. Hal ini disebabkan bagi penduduk Italia, makan dan minum adalah suatu kegiatan seni dan amat penting nilainya. Bahan makanan harus segar baik berupa buah-buahan, susu, maupun sayuran. Orang Italia tidak suka memakan makanan kalengan dan makanan yang diawetkan. Bagi mereka memakan makanan kalengan atau makanan yang sudah diawetkan adalah “sangat aneh dan menyedihkan”.
Kesenian
L’Opera dei Pupi adalah sejenis teater boneka yang berkembang di awal abad ke-19 di kalangan rakyat Sisilia. Pertunjukan dibawakan menggunakan boneka yang disebut “Pupi”. Kisah kepahlawanan, syair Italia dan kisah kehidupan penjahat dan orang santo merupakan tema cerita. Sebagian dari cerita biasanya merupakan improvisasi atau karangan dari sang dalang. Dua aliran besar pergelaran boneka Pupi berasal dari Catania dan Palermo. Keduanya dibedakan dari karakteristik boneka, teknik memainkan, dan gambar latar belakang. Teknik pementasan biasanya diajarkan secara turun temurun di dalam satu keluarga, sedangkan boneka yang digunakan merupakan karya seni pengrajin ulung.
Hubungan Keluarga di Italia
Masyarakat Italia memiliki sifat sangat dekat dengan keluarga atau memiliki hubungan kekeluargaan yang erat. Baik di kota besar seperti Roma maupun masyarakat yang tinggal di desa-desa terpencil Italia seperti Siena, setiap jam makan siang tiba maupun setiap jam makan malam merupakan saat berkumpul dan menjadi semacam perayaan kecil bagi keluarga. Akibatnya dalam jam-jam tersebut lalu lintas di kota-kota atau desa di Italia dapat menjadi sangat sepi karena seluruh masyarakat Italia biasanya pulang ke rumah untuk makan bersama keluarga.
Kegiatan makan siang atau makan malam di rumah bersama keluarga ini bisa menghabiskan waktu berjam-jam (tak kurang dari dua hingga tiga jam) karena juga diselingi dengan berbagai pembicaraan antara keluarga sehingga tak heran pada jam-jam tersebut seluruh kantor pemerintahan dan toko-toko tutup.
Pandangan Penduduk Asli Italia
Penduduk asli Italia umumnya menganggap negara mereka adalah negara terindah didunia. Mereka amat mencintai negaranya dan jarang memutuskan bepergian keluar negeri untuk berlibur.
Hari Libur di Italia
Kantor pemerintahan dan toko-toko tutup setiap hari Minggu diseluruh Italia. Namun pada kota-kota dimana tingkat kunjungan wisatawannya tinggi seperti Milan dan Roma beberapa toko tetap buka.
Perayaan Tradisional
Berikut ini merupakan daftar beberapa perayaan masyarakat di Italia (disusun berdasarkan tempat/nama festival):
a. Valentine’s Day.
Awalnya, ketika musim tanam tiba, diadakan perayaan untuk mengungkapkan ucapan syukur kepada Sang Pencipta. Secara budaya – komunitas masyarakat yang agraris itulah yang memulai hingga akhirnya kebiasaan tersebut menjadi awal dari ide di gelarnya festival. Ternyata perayaan tersebut, memperoleh sambutan yang cukup luas.
Secara historis di Zaman Roma Kuno, hubungan antara pria dan wanita sangat dibatasi dan sulit untuk bertemu. Pada kesempatan acara festival itulah, kaum pria dan wanita memiliki peluang untuk bertemu dan saling mengenal satu dengan lainnya. Salah satu permainan yang menjadi idola yaitu memilih pasangan yang tidak diduga sebelumnya dengan cara diundi. Kalau kita bayangkan hampir sama dengan permainan petak umpet yang sulit kita duga sebelumnya. Tetapi itulah hal yang menarik, karena pasangan yang tak terduga dapat saja terjadi. Dari pasangan itulah, mereka berdua dapat mengekspresikan cinta sesaat dengan bahasa bunga.
b. Agrigento
Almond Blossom Festival (Festival “Almond Blossom”), setiap pertengahan Februari. Merupakan festival lagu-lagu rakyat, tarian pakaian tradisional dan kembang api.
c. Arezzo
Giostra del Saracino, minggu pertama bulan September. Merupakan kontes satria-satria Italia mengulang sejarah abad 13.
d. Assisi
Calendimaggio (Perayaan Minggu Suci) setiap Minggu Paskah. Perayaan menyambut musim panas mengulang ritus semenjak abad pertengahan.
e. Ascoli-Piceno
Tornero della Quintana (Joust of the Quintana) minggu pertama bulan Agustus, merupakan peragaan sejarah pakaian abad ke-15.
f. Firenze
Calcio Fiorentino (Pertandingan sepakbola), bulan Juni tanggal 24 sampai dengan tanggal 28 setiap tahunnya mengulang tradisi pertandingan Sepakbola di abad 16 dalam pakaian abad pertengahan, dimeriahkan oleh pesta kembang api.
g. Marostica (Vicenza)
Partita a Scacchi con Personaggi Viventi (Pertandingan Catur), setiap minggu kedua bulan September, pertandingan diadakan ditengah kota Vicenza.
h. Siena
Palio di Siena (Pacuan kuda), tiap tanggal 2 Juli dan 16 Agustus. Dirayakan dengan mengadakan pacuan kuda yang memperebutkan bendera kemenangan.
Bahasa dan pembicaraan
Diseluruh daerah Italia dipakai bahasa Italia yang merupakan bahasa resmi.Orang Italia sangat mencintai bahasa dan daerah nya, sehingga wisatawan berbahasa asing yang datang ke Itali sedapatnya menguasai sedikit bahasa ini.Bahasa Inggris hanya digunakan dikota-kota besar seperti Roma dan Milan.
Bahasa Italia memiliki banyak dialek, adapun bahasa Italia yang murni (tanpa dialek) hanya dipakai diderah pedesaan Siena.
Orang Italia terkenal juga suka berbicara.Mereka berbicara dengan sikap tubuh yang bersemangat, dengan gerakan-gerakan tangan yang aktif.Diberbagai tempat dapat ditemukan penduduk Italia dari berbagai golongan usia berkelompok untuk membicarakan berbagai hal, mulai dari kejadian hari itu, makanan, politik, hingga sepakbola.
Ungkapan, Pepatah, Istilah, Asal Kata
Beberapa contoh “ungkapan”/ pepatah/ istilah, asal kata mengenai atau berasal dari Italia:
a. Italia, La Dolce Vita (Italia, hidup yang indah atau manis) Dalam bahasa Indonesia terkenal pepatah: Tidak satu jalan ke Roma, yang berarti ada banyak cara untuk memecahkan masalah (jangan mudah putus asa).
b. O Sole Mio (dari bahasa Italia, berarti: “Oh Matahariku!”) terkadang digunakan pria untuk merayu wanita.
c. Diva. Kata diva berasal dari bahasa Italia yang berarti, “seorang wanita yang cantik, menarik, mempesona dan menjadi pujian”.
d. Primadona. Kata primadona juga berasal dari bahasa Italia yang berarti, “wanita utama (first lady)”.
e. Vini, Vidi, Vici, ungkapan yang digunakan oleh Julius Caesar salah satu Jenderal Romawi kuno yang berarti “Aku datang, aku lihat, aku menang”.
f. Maestro.Kata maestro juga berasal dari bahasa Italia, bermakna, “orang yang ahli dalam bidang seni (lukis, tari, musik), olahraga”
g. Kartun. Secara etimologi, istilah kartun berasal dari kata “cartone” (bahasa Italia).
h. Tempo di Marcia, Allegro, Fortissimo dan hampir semua istilah musik seperti ini berasal dari bahasa Italia.
April 3rd, 2007 at 9:26 am
BUDAYA JEPANG
Etika Secara Umum
Bangsa Jepang adalah bangsa yang sangat sopan dan perasa sehingga etika adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Walaupun mereka tidak mengharapkan orang-orang luar negeri untuk mengikuti kebiasaan mereka seratus persen, tetapi usaha untuk mengikuti tata-krama Jepang akan sangat dihargai.
Dengan keramahan dan sopan santun yang dimiliki oleh orang Indonesia, serta panduan dibawah ini diharapkan tidak terjadi penyimpangan yang terlampau jauh.
1. Membungkuk
Meskipun mengucapkan salam sambil membungkuk adalah hal yang amat sering kita temui diantara orang-orang Jepang, tapi bagi orang luar negeri, jabatan tangan waktu berkenalan juga sering digunakan, diikuti dengan anggukan yang sopan. Sikap semakin membungkuk menunjukkan derajat hormat seseorang.
2. Kartu Nama
Berkenalan dengan orang Jepang sering dimulai dengan saling bertukar kartu nama, terutama bagi bisnismen. Dalam kartu nama biasanya tercantum nama, posisi dan alamat. Waktu menerima kartu nama pada pertemuan formil, pelajarilah secara seksama kartu nama yang diterima dan letakkanlah secara hati-hati diatas meja. Jangan sekali-sekali memberikan coretan pada kartu nama orang lain apa lagi memasukkannya ke kantong celana belakang. Ini adalah tindakan yang sangat merendahkan.
3. Hadiah
Dalam kehidupan sosial bangsa Jepang, memberi dan menerima hadiah adalah bagian yang penting. Hadiah biasanya tidak langsung dibuka dihadapan pemberi hadiah. Kesempatan-kesempatan dimana kita harus memberikan hadiah adalah :
Pada akhir tahun yang disebut “Oseibo” dan Bulan Juli yang disebut “Ochugen” pada saat festival Bon. (Hadiah diberikan kepada orang-orang yang telah banyak membantu atau yang kita hormati.)
Sewaktu berkunjung ke rumah seseorang, membalas hadiah yang sudah kita terima sebelumnya. Hadiah bisa berupa: Makanan hasil utama dari daerah tertentu, atau minuman keras dengan kwalitas baik dan mahal.
4. Cara Duduk
Dalam ruangan tatami biasanya tidak terdapat kursi atau bangku. Tata-krama Jepang mengharuskan pria/wanita duduk dengan kaki dilipat dalam suasana formil. Setelah beberapa saat, bila kaki kita sudah terasa kesemutan, wanita dapat duduk menyamping dan pria dapat duduk bersila. Meluruskan kedua kaki adalah tindakan informil.
5. Masker
Gunakanlah masker waktu terserang influensa, supaya tidak menularkan penyakit itu kepada orang lain. Sebab itu di jalan-jalan akan sering kita temukan orang-orang Jepang yang bermasker.
6. Apartement
Jangan membayangkan apartemen mewah seperti yang banyak terdapat di Jakarta dengan kolam renang, pusat kebugaran atau lapangan tenis di apaato Jepang. Apaato di Jepang biasanya terbuat dari kayu. Kondisi yang lebih baik dari apaato disebut mansion dengan bangunan yang lebih kokoh terbuat dari tembok. Tapi disinipun tetap tanpa kolam renang atau fasilitas mewah lainnya.
7. Berkunjung
Bila tuan rumah hanya mengundang satu orang saja, maka sebaiknya tidak mengajak teman waktu berkunjung. Bawalah sekedar oleh-oleh, ketuklah pintu tidak lebih dari 2 X, kalau tidak terdengar ulangi sekali lagi. Karena ketukan yang bertubi-tubi sangatlah mengganggu. Sebelum masuk rumah, biasanya tamu akan ditawari sandal. Gunakan dengan kaki kita yang berkaus kaki atau stoking. Gantilah sandal dengan sandal khusus yang digunakan di toilet bila kita ke toilet. Tinggalkan sepatu yang kita pakai dalam keadaan terjejer rapi, dan untuk pelayanan kepada tamu biasanya nyonya rumah akan merapikan dan letak sepatu kita menghadap ke luar rumah agar kita dapat segera menggunakannya kembali saat meninggalkan rumah.
Jepang memakai bahasa tubuh untuk mengungkapkan penghormatan dan memiliki cara berlainan dalam mengekspresikan terima kasih, permintaan maaf, dsb
1. Ojigi
Dalam budaya Jepang ojigi adalah cara menghormat dengan membungkukkan badan, misalnya saat mengucapkan terima kasih, permintaan maaf, memberikan ijazah saat wisuda, dsb.Ada dua jenis ojigi, yaitu: ritsurei (立礼) dan zarei (座礼).
Ritsurei adalah ojigi yang dilakukan sambil berdiri. Saat melakukan ojigi, untuk pria biasanya sambil menekan pantat untuk menjaga keseimbangan, sedangkan wanita biasanya menaruh kedua tangan di depan badan.
Sedangkan zarei adalah ojigi yang dilakukan sambil duduk. Berdasarkan intensitasnya, ojigi dibagi menjadi 3, yaitu: saikeirei (最敬礼), keirei (敬礼), eshaku (会釈). Semakin lama dan semakin dalam badan dibungkukkan menunjukkan intensitas perasaan yang ingin disampaikan.
Saikeirei adalah level yang paling tinggi, badan dibungkukkan sekitar 45 derajat atau lebih. Keirei sekitar 30-45 derajat, sedangkan eshaku sekitar 15-30 derajat. Saikeirei sangat jarang dilakukan dalam keseharian, karena dipakai saat mengungkapkan rasa maaf yang sangat mendalam atau untuk melakukan sembahyang.
2. Cium Tangan dan Cium Pipi
Tradisi ini tidak ditemukan di Jepang.
3. Menengok ke rumah sakit
Menengok orang sakit, dalam bahasa Jepang disebut omimai (catatan : jangan salah dengan omiai, yang berarti bertemu dengan seseorang yang diinginkan jadi jodohnya).Omimai dalam jumlah banyak terasa janggal bagi orang Jepang. Umumnya mereka kalau menengok teman yang rawat inap, datang dalam jumlah sedikit. Sekitar dua atau tiga orang. Di Jepang umumnya rumah sakit cukup keras menjaga agar suasana dalam rumah sakit tenang. Jam tengok juga diatur dengan ketat dan disiplin, agar pasien dapat istirahat dengan tenang, makan tidak terlambat, dsb.
4. Menghadiri pesta pernikahan
Di Jepang sangat tidak lazim jika pesta pernikahan diselenggarakan dengan dihadiri ratusan atau kadang ribuan orang. Yang diundang teman-teman terdekatnya saja, jadi bisa saja total yang diundang di bawah 100 orang. Resepsi pernikahan diselenggarakan di gereja, baru kemudian pindah ke ruang pesta. Yang datang adalah mereka yang diundang saja. Saat hadir di resepsi, tamu menyerahkan sumbangan dalam amplop yang didesain khusus, dapat dibeli di convenient store (Family Mart, Seven Eleven, dsb). Umumnya besar sumbangan per orang 30 ribu yen. Mengenai besarnya sumbangan ini biasanya disesuaikan dengan usia/karir yang menyumbang, kekerabatan atau kedekatan seseorang dengan pengantin, dsb.
5. Menanyakan keluarga
Di Jepang, masalah keluarga adalah masalah privasi. Sehingga tidak lazim kalau baru saja berkenalan kemudian saling menanyakan keluarga masing-masing. Hal yang sifatnya privasi seperti ini bisa terbuka diceritakan, kalau benar-benar sudah akrab sebagai teman.
April 3rd, 2007 at 9:29 am
Keadaan Sosial Budaya Korea
Sistem Kebudayaan
1. Pembentukan kebudayaan korea
Lebih dari 5000 tahun, kebudayaan Korea tak henti-hentinya mengalami pembentukan, perubahan, penggantian, dan mengembalikan kemajuan Semenanjung Korea dan keaslian yang baru.
Identitas dari kebudayaan Korea berdasarkan karakter kebudayaan sosial, yang dipengaruhi banyak faktor seperti lokasi geografis, kesamaan penduduk dan pertukaran kebudayaan dengan penduduk lain. Karakteristik yang paling menonjol dari kebudayaan Korea kemungkinan adalah “Koreanisasi segala hal”.
Karakteristik rakyat Korea yang paling terkenal adalah bahasa asli mereka, Korea mempunyai system alphabet sendiri yaitu Han Geul, menggunakan pakaian Korea (Hanbok), makan dengan makan bergaya Korea (Hansik), dan tinggal di Rumah bergaya Korea (Hanok). Oleh karena itu, identitas kebudayaan Korea dapat digambarkan dari seluruh kebudayaan kehidupan mereka.
Lebih dari ribuan tahun yang lalu, disekitar wilayah pegunungan di bagian utara Korea, nenek moyang dari rakyat Korea hidup sebagai pengembara yang berburu, mengumpulkan makanan dan hidup berpindah.
Sebagian penduduk Korea mulai berdagang dengan Negara yang berdampingan dan budaya bercocok tanam menjadi pemikiran yang sangat berlaku di pertengahan bagian selatan Korea, penduduk Korea memastikan diri mereka di semenanjung Korea dan budaya bercocok tanam menjadi identitas Korea.
Seperti pertanian dan tradisi berpindah tempat membuat budaya berpakaian pria adalah memakai Jaket-Korea dan celana panjang, wanita mengenakan rok panjang dan Jaket Korea. Kenyatannya pakaian Korea adalah inti tradisi pakaian Korea yang menggambarkan identitas budaya Korea.
Karena musim dingin di bagian utara Korea ‘On-dol’. Bawah lantai Korea memanaskan system serupa untuk system hypocaust, yang ditemukan dan dibangun terutama di wilayah tersebut dan system ini merupakan system yang unik.
2. Budaya Perkawinan
Kebudayaan garis keluarga di Korea adalah berdasarkan atas sistem Patrilinial. Pria memegang peranan penting dalam kesejahteraan keluarga dan diwajibkan untuk bekerja. Wanita diperbolehkan untuk bekerja hanya kalau diperbolehkan oleh suami atau jika hasil kerja suaminya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Tugas utama wanita adalah untuk mengasuh anak dan menjaga rumah.
Budaya perkawinan Korea sangat menghormati kesetiaan. Para janda, walaupun jika suami mereka mati muda, tidak diizinkan menikah lagi dan harus mengabdikan hidupnya untuk melayani orang tua dari suaminya. Begitu juga yang terjadi pada seorang duda yang harus melayani orang tua dari istrinya walaupun istrinya tersebut mati muda.
3. Budaya dalam Hal Keturunan
Dalam budaya Korea, keturunan atau anak dianggap sebagai sebuah anugerah yang amat besar dari Tuhan. Oleh karena itu, setiap keluarga disarankan untuk memiliki paling tidak seorang keturunan. Oleh karena budaya yang amat menghormati anugerah Tuhan tersebut, aborsi yang bersifat sengaja akan diberikan hukuman yang amat berat secara adapt, yaitu hukuman mati kepada sang Ibu dan orang lain yang mungkin terlibat di dalamnya, seperti suaminya (jika suaminya yang memaksa), dokter (jika dokter yang memberikan saran untuk aborsi), dan lain-lain. Akan tetapi, secara hukum, tidak akan diadakan hukuman mati. Hukuman mati biasanya hanya dilaksanakan di daerah pedalaman Korea di mana adat masih berpengaruh secara kuat.
Pembagian harta warisan dalam budaya ini amatlah adil. Tanpa memperdulikan jenis kelamin, keturunan dari seseorang akan mendapatkan pembagian harta dengan jumlah yang sama dengan saudara-saudaranya. Akan tetapi, dalam prakteknya ini tidak selalu terjadi. Kebanyakan orang tua menyisihkan lebih banyak harta warisan kepada anak tertua mereka.
April 3rd, 2007 at 9:43 am
Lebanon’s Culture
Lebanon has one of the highest literacy rates in the Middle East. A compulsory five-year primary school program is followed by either a seven-year secondary program or a four-year program of technical or vocational traning. Major universities include the American University of Beirut, the Universite Saint-Joseph (subsidized by the French government and administered by the Jesuit order), the Lebanese University (Universite Libanaise) and the Beirut Arab University (an affiliate of the University of Alexandria).
Some famous writers include Khalil Gibran, Georges Shehade and Michel Chiha.
Lebanon is host to the Baalbeck International Festival, an annual music fest. At one time, international opera, ballet, symphony and drama companies worldwide performed in Beirut. Some Lebanese artists are active in European opera and theater companies, while others are trying to create a wider audience for classical Arabic music and theater. Dabkah (the national dance) and zajal (folk poetry) are enjoying a revival.
Lebanon has registered publications in Arabic, English, French and Armenian, including many daily newspapers. Movies and videotape cassettes are popular. The country receives television broadcasts from Beirut’s private companies, plus Egyptian and Syrian signals. In addition, the government broadcasts radio programming in Arabic, French, English and Armenian.
The religion of Islam also plays a key role in Lebanon’s culture.
Lebanon’s Culture:Society
Introduction
In 1987, Lebanese society was riddled with deep social, economic, political, and sectarian divisions. Individual Lebanese were primarily identified with their family as the principal object of their loyalty and the basis of marriage and social relationships as well as the confessional system. This, in turn, tended to clash with national integration and cohesion. Society was divided not only into diverse sectarian communities but also into socioeconomic strata that cut across confessional lines.
The Family
The primacy of the family manifests itself in all phases of Lebanese life including political, financial, and personal relationships. In the political sphere, families compete with each other for power and prestige, and kinsmen combine forces to support family members in their quest for leadership. In business, employers give preference to hiring relatives, and brothers and cousins often consolidate their resources in operating a family enterprise. Wealthy family members are expected to share with less prosperous relatives, a responsibility that commonly falls to expatriate and urban relatives who help support their village kin.
In the personal sphere, the family has an equally pervasive role. To a great extent, family status determines an individual’s access to education and chances of achieving prominence and wealth. The family also seeks to ensure an individual’s conformity with accepted standards of behavior so that family honor will be maintained. An individual’s ambitions are molded by the family in accordance with the long-term interests of the group as a whole. Just as the family gives protection, support, and opportunity to its members, the individual member offers loyalty and service to the family.
The traditional form of the family is the three-generation patrilineal extended family, consisting of a man, his wife or wives, their unmarried children of both sexes, and their married sons, together with the sons’ wives and children. Some of these groups live under one roof as a single household, which occurred in earlier generations, but most do not.
The family commands primary loyalty in Lebanese society. In a study conducted by a team of sociologists at the American University of Beirut in 1959, loyalty to the family ranked first among both Christians and Muslims, males and females, and among both politically active and noncommitted students. Next to the family in order of importance were religion, nationality or citizenship, ethnic group, and finally the political party. The results of this study probably reflected the attitudes of the Lebanese in 1987. If anything, primordial ties appear to have increased during the 1975 Civil War. The rise of Islamic and Christian fundamentalism encouraged the development of ethnic and familial consciousness. Among Maronites, there has always been an emphasis on the family; for example, the motto of the Phalange Party is “God, the homeland, the family.”
The family in Lebanon has been a means through which political leadership is distributed and perpetuated. In the Chamber of Deputies of 1960, for example, almost a quarter of the deputies “inherited” their seats. In the 1972 Chamber, Amin Jumayyil (who became president in 1982) served with his father Pierre Jumayyil after inheriting the seat of his uncle Maurice Jumayyil. Because “political families” have monopolized the representation of certain sects for over a century, it has been argued that family loyalty hinders the development of a modern polity.
Sex Roles
The family in Lebanon, as elsewhere in the region, assigns different roles to family members on the basis of gender. The superior status of men in society and within the narrow confines of the nuclear family transcends the barriers of sect or ethnicity. Lebanese family structure is patriarchal. The centrality of the father figure stems from the role of the family as an economic unit, in which the father is the property owner and producer on whom the rest of the family depend. This notion prevails even in rural regions of Lebanon where women participate in peasant work. Although the inferior status of women is undoubtedly legitimized by various religious texts, the oppression of women in Arab society preceded the advent of Islam. The roles of women have traditionally been restricted to those of mother and homemaker. However, since the 1970s Arab societies have allowed women to play a more active role socially and in the work force, basically as a result of the manpower shortage caused by heavy migration of men to Persian Gulf countries. In Lebanon the percentage of women in the labor force has increased, although the Islamic religious revival that swept Lebanon in the 1980s, reasserted traditional cultural values. As a consequence, veils and abas (cloaks) have become more common among Muslim women. Among Christians, the war enabled women to assume more independent roles because of the absence of male family members involved in the fighting.
Notwithstanding the persistence of traditional attitudes regarding the role of women, Lebanese women enjoy equal civil rights and attend institutions of higher education in large numbers (for example, women constituted 41 percent of the student body at the American University of Beirut in 1983). Although women have their own organizations, most exist as subordinate branches of the political parties.
Marriage
In the past, marriage within the lineage, especially to first cousins or other close paternal kin, was the rule. This provided the woman the security of living among the people with whom she was raised and also tended to keep property inheritance within the family. Among Muslims, there is traditional preference for marriage to a patrilineal first cousin; in some conservative Muslim villages, the choice is considered obligatory. In Roman Catholic canon law the marriage of persons within the same bloodline or of persons within the third degree of collateral relationship is explicitly forbidden. In Lebanon a dispensation for such marriages can be obtained and they are not uncommon.
Although permitted under Muslim law, polygamy is generally regarded as both impractical and undesirable because of the additional economic burden it places upon the household and because of the personal complications it entails. Polygamous families consist of a man, up to four wives, and their children. A man rarely has more than two wives, one of whom is sometimes much younger than the other, and is married after the children of the first wife are almost fully grown. The two wives may live with their children in different rooms of the same house, or they may reside in separate abodes. A survey of families in Beirut, made in the early 1960s, indicated that there was more than one wife in only 3 percent of the Muslim families interviewed.
Other than the marriage of close relatives, such as first cousins, a factor that often enters into the choice of a marriage partner is interest in expanding family resources. A man from the leading family of a particular lineage, especially an influential and wealthy lineage, is apt to choose a wife from another such lineage within his own religious community to improve the position of his immediate family group.
The general practice in both Christian and Muslim villages is to find a partner within the village, preferably the closest eligible relative within the family. This practice has been considerably weakened in villages close to cities, where marriages outside the family and outside the village occur more often, and where first cousin marriage occurs only occasionally.
Marriage is more a matter of recognizing adult status and of joining interests than of romantic attachment. Men marry to have sons who will continue their lineage, work their land, and do honor to their house. Women marry to attain status and to bear sons for protection in their old age. Most women marry.
Age at marriage varies. In some villages girls tend to marry in their late teens; boys, in their early twenties. Urban youths marry somewhat later. Among educated families, young men frequently postpone marriage for many years, some of them waiting until their late thirties or early forties.
Christians and Druzes do not enter into a formal marriage contract; Muslims, however, do. After the announcement of the engagement of a Muslim couple, and before the wedding takes place, a formal contract is drawn up. The marriage is legal once the contract is signed. The contract notes the consent of the couple to marry and specifies the bride-price, a payment by the young man to his fiancée. In traditional Muslim society, the bride-price represented a substantial amount of money, or its equivalent in land, or a combination of both. In the 1980s, however, except in remote villages, only a token gift was made. The bride is expected to provide a dowry, usually in the form of furnishings for a new household.
Premarital and extramarital sexual relations are frowned upon throughout society. In the village there are strong sanctions against sexual relations outside marriage and such relationships are rare because every potential female partner is enmeshed in the network of kinship ties which reinforce these sanctions. Improper conduct toward an unmarried girl damages the honor of her lineage. Her father and brothers will seek redress, which can take the form of killing the girl and the man involved, killing the man or driving him from the village, or a settlement between the two lineages. If redress is not obtained, open strife between the two lineages may occur.
Child-Rearing Practices
The major reason for marrying is procreation. A wife without children, or even one without male children, is an object of sympathy. Also, among those Christians not under the Holy See and among Muslims, she is threatened with divorce. The importance placed on having sons is reflected in the festivities attendant upon birth. At the birth of a child, the father will give a feast; if the child is a boy, the feast will be more lavish and the guests more numerous. It is always made clear within the family that male children are preferred and are given special privileges.
When the first boy is born to a married couple, friends no longer address them by their given names alone but call them by the name of their son; for instance, “father of x” and “mother of x.” They continue to be addressed by the name of their first-born son, even in the event of his death. With respect to naming children, traditionally one male in every generation is given the name of his grandfather to pay respect to the older man and to honor his memory after his death.
Child-rearing practices in Lebanon are characterized by the severe discipline imposed by the father and overprotection by the mother, who strives to compensate for the rigidity of the father. In Arab society parental control does not stop at age eighteen (when a child is considered independent in most Western societies), but continues as long as the child lives in the father’s residence or until the child marries. Furthermore, the practice of the father and mother making major decisions on behalf of their offspring pertains to marriage, especially the son’s marriage; the daughter comes under the control of her in-laws. Arranged marriages are still practiced widely across the socioeconomic and sectarian spectrum.
Children are not trained to be independent, and expect their father to care for them as long as they are loyal and obedient. Punishment can be in the form of intimidation (takhjil, literally to incite fear and shame) or physical punishment. A study of the impact of the war noted a decline in parental authority due to extensive involvement of young men in armed militias.
Impact of War on the Family
The protracted Civil War has made the task of conducting empirical research on marriage habits almost impossible. Available statistics indicate that familial and marital habits differ among sects. Christian families tend to be smaller than Muslim- -particularly Shia–families. According to a 1970 survey, the average Lebanese Christian family excluding Maronites had 3.57 children, the Sunni 4.38, and the Shia 5.01. A striking aspect of marriage habits in Lebanon, especially after 1975, was the impact of recession on marriage. The high cost of living and housing and the difficulty in finding employment caused men to marry later. In the past, Lebanese men and women married at an early age, but in the 1980s in Beirut the average age for marriage was 31 years for men and 22.5 for women. Economic difficulties also forced more families to resort to birth control, so that the size of the average Lebanese family has declined appreciably.
A study conducted in 1983 indicated, however, that marriage was common among the population of Greater Beirut, with only 10 percent or fewer of the population remaining single at ages above forty. The majority of females at age twenty-five or older were married; a majority of males at age thirty or older were also married. Moreover, very few adult males or females were separated or divorced. The percentage of widows forty years of age and less was considerably higher than that for males of the same age. Marriages based on personal choices of the spouses as opposed to familyarranged marriages increased with the gradual elimination of traditional boundaries between the sexes. However, family-arranged marriages continued to be practiced across geographical and social boundaries. They were preferred among the economic elite of the cities as a means of preserving wealth and status within the same extended family, or within the same social group.
One study conducted in the early 1980s on the impact of the war on family structure concluded that there was a clear decline in divorce. This probably occurred because of the huge costs involved: payment of deferred dowry, alimony for children, and support of the woman during the prescribed period during which she may not remarry.
April 3rd, 2007 at 9:50 am
Greece Culture:
Information About the Culture of Greece
Greece is a country of a great interests and diverse cultures, influenced by its location, at the junction between the East and the West and by the many occupations endured by the Greek people throughout history.
Greeks are particularly proud of their culture, country and speak of it with an intense passion, feeling that their culture is a definition of their national and ethnic belonging.
Traditions, religion, music, language, food and wines are the major composites of the Greece culture and constitute the base for those who wish to visit the beautiful country of Greece.
Traditions in Greece are either of a religious character or coming from paganism. Furthermore, most of the traditions and festivals still celebrated today are religious.
The Greeks are very superstitious people and believe a lot in religion but also in supernatural or paranormal phenomenon.
Traditions and superstitions vary from island to island, from villages to villages and from region to region.
Here are some of the many Greek traditions still honoured by all of the Greeks, no matter their age, until today.
SOME GREEK TRADITIONAL FESTIVITIES
Name day celebration
Most of the Greeks owe their names to a religious saint. A very important Greek tradition that takes place in the entire Greece is that everyone who has a name coming from a saint celebrated by the church celebrates his name on a given day of the year. On the “name day” of someone, his friends and family visit him without invitation and offer their wishes (long life to you, live many years, etc…) as well as small presents. The hostess of the house offers pastries, sweets and hors d’oeuvres to the guests.
In Greece, name days are more important than birthdays.
Engagement
It is a custom in Greece for people to engage themselves before marrying each other. The man has to ask the hand of the woman from her father.
When all is agreed about the wedding, the priest is invited to bless the engagement rings and places them on the left ring-finger of the man and woman. The guests wish “kala stephana” (good crowns = have a good marriage) and “I ora I kali” (that the good hour comes = the marriage) to the couple.
This custom is mostly followed outside Athens (islands and the rest of Greece, in villages), when it tends to disappear.
Marriage
In some parts of Greece, the bride has a dowry made by her mother, grandmothers and aunts, consisting of sheets, towels and hand made embroideries, and the father of the bride offers a furnished home to his daughter and son-in-law as a wedding gift.
Today, in Athens and other big cities, the bride doesn’t have a dowry anymore.
On the day of the wedding, the bride gets dressed, with the help of friends and women from her family, and is kept hidden, for it is bad luck for the groom to see the bride before the ceremony.
During the wedding ceremony, the best men and best woman (koumbaro and koumbara) give the wedding rings to the priest and cross the crowns (stephana) over each other three times and then place them on the couple’s head. During the Isaiah dance (once the priest has declared them married), the guests throw rice and almond candy wrapped with tough white sugar (ta koufeta) to the new couple.
After the ceremony, the bridal couple stays in the church and all the guests kiss them and wish them “na zisete” (long life to you). Then everybody goes to the wedding reception, which is usually a restaurant rented for the night, where they dance, eat and drink all night long.
After the reception the new couple leaves for its honeymoon.
Baptism
Baptismal day is one of the most important days in the life of a Greek orthodox. Sacrament of Baptism usually occurs the first year after the baby is born. The baby is called baby and doesn’t have a name until it is baptized.
The baby is undressed and wrapped in a white towel. Then the priest blesses the water of the baptismal font and adds olive oil brought by the godparents. He then immerses the baby three times in the blessed water, saying the chosen name (usually the same as the grandmother’s or the grandfather’s name). The baby receives the sacrament from the priest who blesses the baby with “myrrh” (olive oil blessed by the Patriarch) as well as the baby’s clothes. Then, the baby is dressed with white clothes and the priest puts a gold chain with a cross on the baby’s neck and gives the baby its first Holy Communion.
At the end of the ceremony, the parents kiss the godparent’s hands and receive the guest’s wishes: “na sas zisei” (long life to your baby).
The ceremony is followed by a celebration at the family’s house or a restaurant.
Carnival
In Greece, Carnival is called “Apokries”; it consists of two weeks of feast, beginning from the Sunday of Meat Fare and ends with the start of Lent, called “Clean Monday” (Kathari Deutera). Everyone is costumed and parties in the streets and bars, throwing coloured confetti to each other. The most famous Carnival parade takes place in the city of Patra, where everybody dances and drinks all night and day.
This custom is believed to come from paganism, and more precisely from the old festivities worshiping Dionysus, the god of wine and feast.
Clean Monday (Kathari Deutera)
It is the first day of the season of Lent (Saracosti) during which families go for a picnic and fly kites.
Easter
Easter is the more important celebration for the Greeks, even more than Christmas.
Women dye eggs in red, godparents buy news shoes, clothes and a candle to the kids and, in villages, the exterior of the houses and the streets are whitewashed.
During Good Friday, the day of mourning, the Epitaphio, the tomb of Christ with its icon, decorated with thousands of flowers, is taken out of the church and carried away through the village or the neighbourhood (in the big cities) to the cemetery followed by a slow procession. At the cemetery everyone lights a candle for the dead; then, the Epitaphio with its procession returns to the church where the believers kiss the image of the Christ.
During the night of the Holy Saturday (Megalo Savato), everybody dresses well and goes to the church where a ceremony is hold. Just before midnight, the priest turns off all of the churches’ lights, symbolizing the darkness and silent of the tomb; at midnight, the priest lights a candle from the Eternal Flame, sings “Christos Anesti” (Christ arises) and offers the flame to light the candle of the people that are the closest to him. Everyone passes the flame one to another while the priests sing the Byzantine Chant Christos Anesti. Then, everyone goes out of the church to the streets. The church’s bells ring continuously and people throw fireworks. People say one to another “Christos Anestis”, to which the reply to is “Alithos Anesti” (indeed he has rise).
People go home and share with their families the Resurrection Meal which consists of Mayiritsa (a lamb’s entrails soup), Tsoureki (Easter cake) and Easter biscuits.
The following day, Easter Sunday, is spend in family around a meal consisting of roasted lamb (turned over open pits), various appetizers and a lot of wine and ouzo. Everybody dances and celebrates until late in the night.
Greek Independence Day
The Greek Independence Day is celebrating Greece’s liberation from the Ottoman domination the 25th of March 1821.
28th October: The NO
During this feast the Greeks celebrate the day that Metaxas said no to the Italians who wanted to invade the country. It is the celebration of the heroic OXI (NO); most of the Greeks put a Greek flag on their windows and a march is organized by schools, where the students wear a blue and white uniform and hold Greece’s flag.
SOME GREEK TRADITIONAL SUPERSTITIONS
Greek superstitions are coming either from religion or paganism. They vary from region to region.
Bread
In villages, bread is considered as a gift of God; old women bless the bread and make the sign of the cross with a knife before slicing it.
The Evil Eye
Some Greeks, especially in villages, believe that someone can catch the evil eye, or “matiasma”, from someone else’s jealous compliment or envy. A person who has caught the evil eye usually feels bad physically and psychologically.
To avoid the matiasma, those who believe in it wear a charm: a little blue marble glass with an eye painted on it or a blue bracelet. Blue is believed to be the colour that wards off the evil eye but it is also believed that people with blue eyes are givers of the matiasma.
Garlic is another way to ward off the evil eye, and one can sometimes see it hanging in a corner of some houses. Garlic, as well as onion, is also considered of having a great healing power by many Greeks. If someone is feeling ill, they will advice him to eat garlic.
Knives
Greeks never hand knives to someone who asks for it for they consider that if they do that they will have a fight with the person. Therefore they set it down on the table and let the other person take it.
Priest
Greek Orthodox priests (popes) are very revered and the custom is to kiss a priest’s hand in respect when meeting one; today this custom is only followed in villages. But it is believed that seeing a black cat and a priest during the same day is bad luck.
Spiting
Some Greeks believe that spitting chases the devil and the misfortune away. That is why when someone talk about bad news (deaths, accidents, etc…) the others slightly spit three times saying “ftou, ftou, ftou”. Another example is that someone that compliments a baby, a child or even an adult for its beauty, has also to spit three times on the complimented person.
Tuesday the 13th
Unlike the western belief, in Greece the unlucky day is Tuesday the 13th and not Friday the 13th.
The expression “Piase kokkino” (touch red)
When two people say the same thing together they immediately say “piase kokkino” one another and both have to touch any red item they can find around him. This happens because Greeks believe that saying the same thing is an omen and that the two persons will get into a fight or an argument if they don’t touch a red thing
Greece music is of unbelievable diversity due to the creative Greek assimilation of different influences of the Eastern and Western cultures of Asia and Europe.
Music and Greece have a long history dating from the Antiquity, during which poetry, dancing and music were inseparable and played an important part in the ancient Greek’s everyday life; The Greek tragedy of the first century AD and after used music as one of its component elements.
Then, with the fall of Ancient Greece and the hegemony of the Roman Empire, Greek music slept for nearly two thousands years; the Byzantine Empire as well as the four hundred years of slavery under Ottoman domination restricted the development of Hellenism and its spiritual and artistic evolution.
The Greek music got reborn only in the 19th century with the opera compositions of Nikolaos Mantzaros (1795-1872), Spyridion Xyndas (1812-1896) and Spyros Samaras (1861-1917).
From that moment on, Greece produced many talented artists from great composers to fabulous interprets; music became an expression and a testimony of the slavery years, a weapon of opposition against the colonel authority and a way to express love, death, human fears, that accompanied Greeks’ everyday life.
GREEK FOLK SONGS (Dimotiko Tragoudi)
Greek folk song sees its origins coming from the time of ancient Greek poetry and music. It refers to old songs of given people and can be divided into two musical movements: the akritic and the klephtic. The akritic style dates from the 9th century AD, and was created to express the life and struggles of the frontier guards of the Byzantine Empire, the “akrites”. The klephtic style was born between the end of the Byzantine period and the start of the Greek Revolution that led to the Greek Independence in 1821. This style was created by the “kleftes”, the heroes who left to live in the mountains, leading a revolutionary action against the Ottoman tyranny. The klephtic musical style is monophonic, with second voices repeating a given rhythmical formula, without any harmonic accompaniment; it is composed by love songs, wedding songs, songs of exile, songs of freedom, death and sorrows; it expresses an important, bloody part of the history and the life of the Greeks.
Musical instruments used in Greek folk songs are the lira and laouto (lute), the tambouras and gaida (bagpipe), the zoumas (shawm), the daouli (drum), the dachares (tambourine), the ziyia (paired groups) and the violi (violin).
CANTADHA
Originated from Kephalonia and created at the beginning of the 19th century, it is a style of romantic serenade, sung with three male voices in chorus, accompanied by guitar or mandolin. This style had been influenced by the Italian music and soon gained all the Ionian Islands and the rest of Greece. In Athens, the cantadha is a little different, accompanied with a compania composed of violin, clarinet and laouto.
NISIOTIKA
This kind of popular songs was born in the islands. Every island has its own nissiotiko and its own way of dancing it. Violin, lira, clarinet and guitar accompany the high- pitched women voices or the low voice of a single man.
Nissiotika are still easy to ear in every festival on every island, during which a huge group of musicians play life music during the whole night.
REBETIKO
This particular style of music was born in the hashish dens and the tekedes, the Turkish style underground cafes of the district of Peraeus and the city of Thessaloniki. Rembetika music was created by some of the two million refugees coming from Asia Minor, after the destruction of Smyrne by the Turks. Homesick and rejected by the Greek population, those Greeks who had never lived in Greece and who had lost everything sang about their surroundings, poverty, pain, hunger, prison, police oppression, drug addiction, betrayal and hashish. Rembetiko was the forbidden music of the outcast, the Greek urban blues.
The rembetiko slowly came out of the underground world and started to be played in the nightclubs of Athens, were it became very popular, even if it was despised by the Greek people because they saw it as an outcast music.
The strongest period of the rembetika music was during the German occupation and the Civil War, during which the heavy oppression was an inspiration for the songs.
The principal instruments of the rembetiko are the bouzouki, an eight string oval-shape instrument, the baglama, which looks like a miniature bouzouki, and the guitar as well as, for accompaniment, the ziyia and the ntefi, a leather small tambourine with little metallic plates circling it.
Some of the greatest and most famous players and singers (same persona, except for women who were just singing or accompanying the voice and instruments with ziyia, wooden spoons or ntefi) are Vassilis Tsitsanis, Markos Vamvakaris, Marika Ninou and Sotiria Bellou.
During the sixties the rembetiko became unpopular again; young people preferred the new rock music coming from the West and the oldest one started listening again to the candhades of the twenties.
Greece Food and Wine is famous for its good quality products and the amazing taste of its food and wines.
Some dishes are the same everywhere in Greece and the Greek Islands, whereas some others are local culinary specialties or same dishes cooked in different manners (in islands, Crete, Thessaloniki, etc).
Here is a basic list of some of the most famous food of Greece:
MEZEDES
The mezedes (one meze) are appetizers, served before or with the main dishes, usually accompanied with ouzo or tsipouro. They come in small plates and are one of the basic
elements of the Mediterranean culture of sharing food and wine
with friends, in a joyful and unhurried environment.
- Horiatiki Salata: Also know as “Greek salad”, the horiatiki is a mix of fresh tomatoes, olives, cucumber, onions, green pepper, feta cheese, olive oil and oregano.
- Tzatziki: Greek yogurt with finely chopped cucumber, garlic and olive oil. Ideal to eat with fresh Greek bread, fried potatoes or fried meatballs.
- Melitzanosalata: An eggplant purée with finely chopped garlic and olive oil. It is succulent with fresh bread.
- Taramosalata: Crushed fish’s eggs.
- Saganaki: Fried cheese. Different sorts of cheese can be found in saganaki. Excellent with a zest of lemon.
- Keftedakia: Fried meatballs: beef, garlic and bread. Excellent with a lot of lemon on.
- Spanakopitakia: Little spinach pies with crushed feta cheese.
- Tiropitakia: Little cheese pies, usually made of feta or kasseri.
- Horta: Boiled wild greens with olive oil, salt and lemon.
- Briam: Mix of roast potatoes, eggplants, onions, garlic, tomato sauce and olive oil.
- Dolmadakia: Grape leaves filled with rice and onions and sometimes minced beef.
- Kalamarakia: Small pieces of fried squid with lemon juice.
- Htapodi: Small pieces of octopus served either fried with lemon juice or boiled, with olive oil, vinegar and oregano.
- Feta cheese: The famous Greek cheese can also be eaten alone, as a meze, with olive oil and oregano.
MAIN DISHES
Greeks have a lot of excellent main dishes containing, almost always, meat.
- Moussaka: This famous Greek dish has a base made of potatoes topped with eggplants onions, minced beef and béchamel.
- Pastitsio: This is another well-known Greek dish reminding of the Italian Lasagnas. It consists of a base made of a kind of noodles topped with minced beef, onions, tomato sauce and béchamel.
- Paidakia: Grilled lamb’s ribs served with lemon.
- Kokoretsi: This is one of the favorite dishes of Greeks; they mostly eat it during Easter. It consists of wrapped and roasted entrails of lamb, served with a lot of lemon.
SOUPS
Greek soups are succulent and Greeks favorite dish during winter.
- Kotossoupa: Chicken soup usually with avgolemono (sauce made with eggs and lemon).
- Psarossoupa: Fish soup with parsley, potatoes and carrots.
- Fassolada: White bean soup with parsley and, sometimes, tomato sauce.
- Fakies: Lentil soup with tomato sauce.
- Mayiritsa: Easter soup made of the inside of lamb, dill and the avgolemono sauce (egg and lemon).
- Patsa: Tripe soup, considered by Greeks as a very good remedy to hangovers.
HERBS & SPICES
Greece is famous for its unique herbs and spices which they use in every dish to add an extra taste and delight the senses. The excellent quality of Greek spices and herbs is due to the long sunshine periods, making the Greek flora particularly rich, producing an incredible variety of the best herbs and spices in the world.
Famous herbs of great quality and easy to find in Greece are the chamomile, the mountain tea, sage, basil, mint, parsley, tilio (lime leaves used as an infusion) and much more.
Supreme Greek spices are the sesame (white sesame also), the cumin, the machlepi and the valuable red saffron.
WINES OF GREECE AND ALCHOL
Greece is a big producer of wines and local alcohols.
- Tsipouro
This really strong alcohol looks a bit like Ouzo but with a stronger taste of anis. Greeks drink it with ice and sometimes add a bit of water. It is always accompanying with mezedes and good friends.
In different parts of Greece such as Crete, some islands and the northern Greece made there own home made Tsipouro, also called Raki (depending of the region) which is really strong.
- Ouzo: This is the most famous Greek alcohol, trade mark of the country. It is a strong alcohol, drinkable with straight with ice or with a bit of water. It is ideal to drink with all kinds of mezedes. The best ouzo is made in Lesvo (or Mytilini) and the best trades are Ouzo Plomariou and Barbayanni.
- Mavrodafni: This sweet wine is made in Patras (big town in the Peloponnese). It is really thick and dark (almost black) and can be compared to the Portuguese Porto. It is usually drink like liquor, a digestive or like a night drink.
- Retsina: The famous Retsina is a Greek white wine with a particular resin taste. This taste is due to the way of production of this wine: they put the grapes in new cask which have still the wood resin on, giving to the whine that special taste.
- Wines of Greece: There is a huge diversity of Greek wines: red, white and rose, sweet or dry.
April 3rd, 2007 at 10:14 am
HAWAIIAN CULTURE
BELIEFS & VALUES:ON BEING HAWAIIAN
WHO ARE NATIVE HAWAIIANS?
Congress defines “Native Hawaiian” as “any individual who is a descendant of the aboriginal people who, prior to 1778, occupied and exercised sovereignty in the area that now constitutes the State of Hawaii.” (U.S. Public Law 103-150)
However, Native Hawaiians are so much more. They define themselves by their relationships to each other, their ancestors and their land. Without these bonds of interconnectedness, they would be incomplete.
Being Hawaiian involves nurturing and honoring these ties. In the Hawaiian society, one is expected to know and understand what it means to be a contributing member of the community. Everyone has a responsibility to use their talents to the benefit of the entire ohana (literally, family).
Ohana is defined as a group of both closely and distantly related people who share nearly everything, from land and food to children and status. Sharing is central to this value since it prevents individual decline.
Hawaiians embrace the family as the basic unit of society and the best form of human expresssion, and readily reject the rugged individualism so highly valued in Euro American societies.
Hawaiians continue to have allegedly “illegitimate” children, to hanai (adopt) both children and adults outside of sanctioned Western legal concepts, to hold and use land and water in a collective form rather than a private property form, and to prescribe to the notion and the value that one person should not strive to surpass and therefore outshine all others.
By fulfilling their duties to the ohana and recognizing the accomplishments of others, Hawaiians increase their mana or spirituality.
Built upon the foundation of the ohana, the family, Hawaiian culture ensures the health of the community as a whole. The Western concept of “immediate family” is completely alien to indigenous Hawaiians. The Hawaiian ohana encompasses not only those related by blood, but all who share a common sense of aloha (love and compassion). It is common to hear Native Hawaiians who are meeting for the first time ask “Who is your family?” and then joke they must be related “because we are all related”.
The ties that bind ohana together cannot be broken, even by death. As loved ones pass on, they continue to fulfill their obligations to the rest of the ohana from the next realm. Hawaiians cherish their ancestors, committing to memory generation upon generation of lineage and composing beautiful chants heralding their ancestors’ abilities.
Source: Office of Hawaiian Affairs (OHA)
CULTURAL SYMBOLS
THE KUMULIPO: THE HAWAIIAN CREATION CHANT
(How the Hawaiians approach the environment)
The Kumulipo (the source of life) is an ancient Hawaiian mele oli, or chant, consisting of 2,077 lines traditionally chanted by one person over six hours.
The chant reflects sophisticated theories about the origins of the cosmos and life on this planet - providing a concept of world order, reminding everyone about the core relationship people have with earth and how to live harmoniously.
The Kumulipo illustrates the deep and enduring differences between western and traditional Hawaiian ways of relating to and respecting the environment.
Hawaiians, like many indigenous peoples, approach the environment from a totally different posture. Instead of beginning with a relationship of domination over the environment, indigenous peoples have approached the environment from a position of reverence, of equality, of respect and even worship.
The genealogy is said to have been composed about 1700. Most Hawaiian families still trace their lineage to the chant. The information is passed down through the generations.
The first part is a literal story of the development of natural forms on the earth. The latter half of the chant gives the genealogical history of the Hawaiian line of chiefs.
The most important ancestor for all Hawaiians is the land itself. Legend names the first Hawaiian as the kalo (taro) plant. Therefore, as the Hawaiian progenitor, it is every Hawaiian’s obligation to care for the land.
As Pualani Kanahele so eloquently writes in the foreword of the book Kumulipo: Creation Myth by Aunty Sylvia Krewson-Reck:
(To Hawaiians) “the Kumulipo is the reality of our dim past,
the foundation of our present and the pathway into the future.”
THE MEANING OF ALOHA
The Aloha Spirit is the coordination of mind and heart within each person. It brings each person to the Self. Each person must think and emote good feelings to others. In the contemplation and presence of the life force, Aloha, the following unuhi laula loa (free translation) may be used:
• Akahai, meaning kindness to be expressed with tenderness;
• Lokahi, meaning unity, to be expressed with harmony;
• Oluolu, meaning agreeable, to be expressed with pleasantness;
• Haahaa, meaning humility, to be expressed with modesty;
• Ahonui, meaning patience, to be expressed with perseverance.
These are traits of character that express the charm, warmth and sincerity of Hawaii’s people. It was the working philosophy of native Hawaiians and was presented as a gift to the people of Hawaii.
• Aloha is more than a word of greeting or farewell or a salutation.
• Aloha means mutual regard and affection and extends warmth in caring with no obligation in return.
• Aloha is the essence of relationships in which each person is important to every other person for collective existence.
• Aloha means to hear what is not said, to see what cannot be seen and to know the unknowable.
Source: Hawaii Revised Statutes, § 5-7.5
The ancient Hawaiians worshipped nature. They saw its forces manifested in a multiplicity of forms to which they ascribed godlike powers. Daily life was based on this animistic philosophy. Any object, animate or inanimate, could be a god.
In today’s world, God is a brand name. Christ is considered to be the true path to heaven, Allah is praised, the Torah is chanted, and nirvana is available at Hindu temples.
To the Hawaiians:God is love. God is aloha.
ALOHA AINA
Aloha aina means love of the land. It is the profound respect we have for Hawaii and the care we take to protect our Islands.
Aina means that the land is the source of our food. In that sense, then, the land is what gives us sustenance; it is Hawaii that sustains us. We who live in the Islands walk upon its earth, breathe its air, drink its water, and eat the food it provides. Hawaii is within us, a part of us. If we defile Hawaii, it is as if we defile ourselves.
Aloha Aina is shared with visitors so they, too, will respect Hawaii and treat the islands with care.
TRADITIONAL TALES
MYTHOLOGY & LEGENDS
From the lands to the south and the west, the Hawaiian people gained their myths, their gods and goddesses and the roots of their culture - producing one of the first oral historical literatures in the world.
Hawaii is full of sacred places.Traditional tales of these places are both beautiful yet dark, mysterious and supernatural, and always fascinating. Following are examples of traditional tales relating to sacred sites in the Hawaiian islands.
LANGUAGE:
A TASTE OF HAWAIIAN
Unique in the nation, Hawaii has two official state languages: English and Hawaiian.
English:
Hawaii is part of America and people speak English here. As one of the two official languages, English is the language commonly employed by the state, business, education, and perhaps even the mind.
Hawaiian:
Hawaiian remains the language of the heart and soul. The language sways like a palm tree in a gentle wind. Its words are as melodious as a love song. Hawaiian is a Polynesian language spoken throughout the inhabited Hawaiian Islands. In the nineteenth century it became a written language and was the language of the Hawaiian government and the people. With the subjugation of Hawaii under the rule of the United States in 1898, Hawaiian was supplanted and English became the official language.
Nawahiokalaniopuu Hawaiian immersion school.
Dennis Oda, Star-Bulletin
Hawaiian was a dying language. Fortunately, today it is experiencing a rebirth through courses of study and the Hawaiian people’s general interest in their roots. In 1978, Hawaiian was re-established as an official language of the State of Hawaii and, in 1990, the federal Government of the United States adopted a policy to recognize the right of Hawaii to preserve, use, and support its indigenous language.
Since 1970, “Olelo Hawaii”, or the Hawaiian language, has undergone a tremendous revival, including the rise of language immersion schools. The cultural revitalization that Hawaiians are now experiencing and transmitting to their children is a reclamation of their own past.
Source: Kualono
Pidgin:
Pidgin (capital ‘P’) is the language of the people, the emotions, and life. A true reflection of Hawaii’s ethnic mix created by Hawaii’s immigrants as a simplified language for communication between peoples speaking different languages.
A pidgin is generally learned as a second language. When Hawaii was first visited by Europeans in 1778, it quickly became an important stopover for ships involved in whaling and trading with Asia. Some of the expressions from the Pidgin English of China and the Pacific were introduced to Hawaii. In the 1800’s with the establishment of the sugar plantations, thousands of laborers were brought from China, Portugal, Japan, Korea, Puerto Rico, Russia, Spain, the Philippines and other countries. With so many nationalities, a common language was needed on the plantations. At first, this was Hawaiian and Pidgin Hawaiian, but later in the century a new variety of pidgin began to develop.
In the 1870’s immigrant families began to arrive and more children were born on the plantations. Children learned their parents’ languages and picked up English at school. The kind of English they spoke on the playground was influenced by the Pidgin English earlier brought to Hawaii, by the Hawaiian spoken by their parents, and by their own first languages, especially Portuguese.
By the turn of the century a new Hawaii Pidgin English began to emerge with features from all these sources. It also reflected the supplantation of the Hawaiian language with English and the attempt suddenly of a public, earlier accustomed to communicating in Hawaiian, to now speak in English.
This pidgin became the primary language of many of those who grew up in Hawaii and children began to acquire it as their first language. When children start learning a pidgin as their first language and it becomes the mother tongue of a community, it is called a creole. This was the beginning of Hawaii Creole English. By the 1920’s, it was the language of the majority of Hawaii’s population. Today, Pidgin has evolved into becoming the unofficial language of Hawaii.
Source: Pidgin and Education
Pidgin is not a stagnant language, it’s kept alive by hip new words.
Thick pidgin can be incomprehensible to the untrained ear (that’s the whole idea).
HULA: ANCIENT & MODERN
Hula is the soul of Hawaii expressed in motion. No one knows its exact origins but Hawaiians agree that the first hula was performed by a god or goddess which makes the dance a sacred ritual.
Some believe the hula was only danced by men, but legend and historical sources tells us both men and women danced. Hawaiian hula is unique and totally different from other Polynesian dances. Although it began as a form of worship during religious ceremonies, it gradually evolved into a form of entertainment.
Every movement in hula has a specific meaning, and every expression of the dancer’s hands has great significance. The movements of a dancer’s body might represent certain plants, animals, and even war. For example, in imitating a shark or waving palm tree, the true hula dancer believes he or she becomes the shark or palm.
Hula Kahiko (Ancient Hula) ©Ann Cecil
Chants accompany the movements and aid in telling the dancer’s story. Traditionally it was not the dancer’s hands but the words that counted the most. Today, because so few understand the language of the chants, increasing emphasis has been placed on movements and gestures.
The costumes of the ancient dancers consisted of leis for the head and shoulders, pau or skirt (made out of tapa), and kupea or anklets fashioned out of dog-teeth or whale bone.
Because it was a religious dance, the training of ancient hula dancers at the halau hula (hula school) was strict. Students followed elaborate rules of conduct (kapu) and had to obey their teacher (kumu). For example, dancers could not cut their hair or nails, certain foods were forbidden, and no sex was allowed. A memorizer (hoopaa) assisted the kumu with the chanting and the drumming. A head pupil, selected by the students, was in charge of discipline.
The students danced on a platform with an altar dedicated to Laka, decorated with vines and flowers. Their graduation was a special ceremony with a strict protocol. Graduating students remained in the halau for several days rehearsing, undergoing ritual purification in the sea, offering prayers, eating and so on. There was a graduation feast featuring a pig and, lastly, the dismantling of the altar followed by the ending of the kapu. The organization of today’s halau hula is similar to that of the past. Source: Noted Hawaiian Scholar, George Kanahele, Pookela Course in Hawaiian Culture.
Some halau were located in a heiau (temple), in an area set apart for the hula. One of the best known halau can be found at Kee, near Haena on Kauai’s north shore.
Hula kahiko (old style) is performed in traditional costume to accompanying chanting and percussion only. Hula auana (modern style) is accompanied by songs, ukuleles, guitars, and other instruments with dancers in imaginative costumes.
During the 19th century, the hula almost vanished because the missionaries considered it vile and heathen. King David Kalakaua is generally regarded as saving it during the late 1800’s, when he formed his own troupe and encouraged the dancers to learn the old hula.
Today, several hundred halau hula (hula schools) and less formal hula groups are active on every island and the mainland, teaching hula to thousands of students and keeping the old ways and traditional Hawaiian culture alive.
Keiki Hula (Children’s Hula) ©Ann Cecil
Hula continues to play a major role in the Hawaiian cultural revival begun in the 1970’s.
Hula is the opera, theater, and lecture hall of the islands, all rolled into one.
Hula is history portrayed in the performing arts.
FOOD: HAWAII’S MIXED PLATE
THE HAWAIIAN DIET: THEN AND NOW
THEN
The Hawaiian word for health is ola. It also means life. Thus, the word health and life was one and same. Hawaiians obviously believed you could not have health without life, nor life without health. Ka poe kahiko (the old people of Hawaii) regarded the body, mind and spirit as one. Each affected the condition of the other. If you abuse your body, you abuse your spirit and mind, and so on. Being healthy meant being physically, mentally and spiritually in lokahi or harmony. Source: Noted Hawaiian Scholar, Dr. George Kanahele, Pookela Hawaiian Culture Course.
Ancient Hawaiians were strong, sturdy and capable of bearing great fatigue. They were farmers, fishermen, hunters, and gatherers who enjoyed a diversity of foods. For example, they planted and irrigated taro patches; cultivated crops such as yams, arrowroot, or breadfruit; hunted birds and pigs; gathered vines, ferns, herbs and medicinal plants from the forests; practiced both net and deep sea fishing; harvested shrimp, picked seaweed, and collected shellfish.
Luau, Hawaii State Archive Image
Their main sources of protein were fish, squid, limpet, crab and other seafood, chicken, and birds. The main leafy vegetables were taro tops (luau), and edible plants such as tree fern and fan palm. They ate bananas, coconuts, raspberries, strawberries, mountain apples and sugar cane. Seasonings came from kukui nut, seaweed, hoio fern and salt. They preserved food with salt and most foods were eaten fresh. They ate dogs and the alii (royalty) ate pig.
Poi, a glutinous purple paste made from pounded taro root (one of the most nutritious carbohydrates known) is the staple starch food of the Hawaiians. Poi had great significance in the Hawaiian culture, as it represents Haloa, the ancestor of chiefs and kanaka maoli (Native Hawaiians). There was a great reverence for the presence of poi at the table. It was unforgivable to have a quarrel, argue or haggle when poi was on the table. Pleasant conversation and heartiness was promoted.
If it was determined that the makaainana (commoners) were becoming stout and clumsy, an advisor would urge the king to have the men enter into foot races and other vigorous activities to burn off the accumulating body fat. We are told that to attract chiefs and commoners for his armies, Kamehameha the Great furnished their calabashes with vegetable food and fish to make the men sturdy and ready for instruction in the martial arts. Source: Dr. Claire K. Hughes, PH, RD, Dept. of Health.
The ancient Hawaiians were fit. The traditional Hawaiian diet may have been “one of the best in the world”. It was a simple, high starch, high fiber, low saturated fat, low sodium and low cholesterol diet. It had 12 percent protein, 18 percent fat and 70 percent carbohydrates. By comparison, the typical American diet today has 15 percent protein, 40 percent fat and 45 percent carbohydrates. Source: Noted Hawaiian Scholar, Dr. George Kanahele, Pookela Hawaiian Culture Course.
NOW
Most modern Hawaiians do not follow a traditional lifestyle and, as a consequence, do not live a long time. Health data for the last 15 years show Hawaiian obesity has increased from 37 percent to 50.1 percent. Among Hawaii’s racial groups, Hawaiians have the highest rates of heart disease, cancer, stroke, diabetes, accidents and suicides. Efforts are underway to reverse this trend.
LUAU (TRADITIONAL HAWAIIAN FEAST)
The luau (loo-ow) is a Hawaiian tradition - a feast to celebrate accomplishments, honor important people and commemorate great events. In old Hawaii it was a time to pay homage to ancestral gods with song, dance, and offerings of food, which was often scarce. Ancient luau sometimes lasted for days.
Much has changed since the days of ancient luau. Women and men are now allowed to eat together, which was forbidden in Hawaii before the culture’s system of kapu (taboos) was eliminated in 1819. Women are also allowed to eat foods that were once denied them, such as bananas, coconuts, pork, turtle and several types of fish.
Imu, Hawaii State Archive Image The central feature of the luau is the imu, an underground oven (a shallow pit lined with stones). A whole pig (puaa) is wrapped in ti and banana leaves and placed in the pit’s hot center. The pig and laulau (savory bundles containing side dishes) are covered with multiple layers of banana, ti, or sometimes ginger leaves, and a final coating of earth. In about four hours the coverings are removed and the luau begins. Every luau has poi, the traditional starch.
Under King Kamehameha III, there was an 1847 event that was unforgettable, a luau with 10,000 in attendance, although in true Hawaiian style, food was prepared for 12,000. The guests were served: “271 hogs, 482 large calabashes of poi, 602 chickens, three whole oxen, two barrels of salt port, two barrels of biscuits, 12 barrels of laulau and cabbages, four barrels of onions, 80 bunches of bananas, 55 pineapples, 2,245 coconuts, 4,000 heads of taro, 180 squid, oranges, limes, grapes and various fruit.” Source: Manu Boyd, Office of Hawaiian Affairs. Now that was a luau!
At a luau, it is said that
“local people don’t eat until they are full, they eat until they are tired”.
HAWAII’S MIXED PLATE
Hawaii has always been linked with food - ever since Captain Cook named
the Islands after his sponsor, the Earl of Sandwich.
The various ethnic groups that immigrated to Hawaii in the last 200 years didn’t forget their cook pots - filled with some of the most delectable aromas on earth.
The kaleidoscope of cultures that make up the peoples of the Islands allows you to experience the special diversity that is dining out in Hawaii.
Hawaii’s multi-ethnic convergence of cuisines is just like Hawaiian culture - a melting pot of tastes - offering so many worlds for the choosing.
There is no seasoning as pungent on food as Aloha made visible
Hawaii’s mixed plate is Aloha made visible.
FOLK MEDICINE:
ALTERNATIVE HEALING
NATIVE HAWAIIAN HEALING
The Hawaiian word for health is “ola”. It also means “life”. Hawaiians obviously believed you could not have health without life, nor life without health.
The ancient Hawaiian Health System was well developed. They had a medical profession, medicines, treatments, a lengthy apprenticeship program for medical specialists (kahuna) and training facilities located in special healing heiau (temples). They also had designated places of healing such as Coconut Island (Mokuola) at Hilo on the Big Island of Hawaii, famous for its curative spring waters.
Similar to the organization of today’s medical profession, noted Hawaiian Cultural Scholar, George Kanahele tells us there were:
• Kahuna haihai iwi who were skilled in setting broken bones.
• Kahuna haha who diagnosed illnesses by feeling with the fingers.
• Kahuna hoohanau keiki who delivered babies.
• Kahuna hoohapai keiki who induced pregnancy.
• Kahuna laau lapaau who treated patients with herbs; they were the general practitioners.
• Kahuna lomilomi who were physical therapists and also skilled in massage.
• Kahuna paaoao who diagnosed and treated illnesses of infants.
In addition, the kahuna aloha specialized in inducing love and the kahuna anaana (supposed witch doctors) both healed and prayed people to death.
To ancient Hawaiians, mana (spiritual power) was necessary to be a truly successful practitioner. Education was sacred as knowledge was a way of achieving this power. If a parent sensed a child had a “healing spirit” enabling them to become a doctor, the child would be sent to live and study with a kahuna from as young as five years of age and they would spend upwards of fifteen to twenty years in training. During this time they studied anatomy, learned how to diagnose disease, how to choose the right cures or medicines (particularly the use of medicinal plants), and learned sacred prayers. They also learned how to perform simple surgical procedures, set bones and perform autopsies. They employed the use of steam baths, massage, and laxatives and undertook empirical research.
Since the Hawaiians viewed the body, mind and spirit as one, Hawaiians believed that the body could not be healed without healing the spirit. Accordingly, they used a combination of psychic, spiritual, and natural treatments to cure illnesses.
In particular, before a patient was treated, the kahuna performed a ritual of hooponopono (making things right), a type of counseling with the aid of prayer to cleanse the mind and heart of negative thoughts and feelings.
Banned by the early missionaries as pagan ritual, today hooponopono is included in the traditional Hawaiian Healing programs now being implemented by Hawaiian Health Care Centers serving Native Hawaiians. The program offered at the Waianae Coast Comprehensive Health Center on Oahu’s leeward coast (home to many native Hawaiians) includes:
Hooponopono -
Lomilomi -
Lau Lapaau -
Pale Keki -
Laau Kahea -
Traditional Hawaiian family problem solving process making things “right”.
Traditional, spiritual and physical muscle stress relaxation by licensed therapists.
Healing with the use of compounding herbs and other traditional remedies.
Mother and child care, before, during and after birth.
Spiritual or faith healing through prayer and chants - a form of exorcism.
Source: Waianae Coast Comprehensive Health Center.
COMMON CURATIVE PLANTS
The vast majority of Hawaiian remedies were from plants. It’s no different today since most of our modern pharmaceuticals are based on substances derived from plants. A sampling of traditional botanical based remedies is given below:
Aalii (Hopseed Bush): The leaves are used to treat rash, itches and other skin diseases.
Awa (Kava): Used in the treatment of headaches, muscle pain, and to induce sleep. It is also a treatment for general debility, chills, colds and other lung problems, such as bronchitis and asthma.
Awapuhi (Shampoo Ginger): Ashes of the leaves are used to treat cuts and sores. The root is used in the treatment of ringworm and sprains and bruises. The root is also used in treatment of headache, toothache and stomach ache.
Kalo (Taro): It is the single most important plant in Hawaiian culture. The cut raw rootstock is rubbed on wounds to stop bleeding and the cut raw petiole is used to relieve the pain and prevent swelling of insect bites and stings. The corm is used to treat indigestion and as a laxative. The leaves are used in the treatment of asthma.
Ko (Sugarcane): The sap is commonly used to sweeten herbal preparations and the juice from the shoot is used to treat lacerations.
Mamaki: The inner part of the fruit is used to treat thrush and to cure general debility. The leaves are sold as tea in Hawaii and an infusion made from the leaves is used to treat generalized weakness.
Noni (Indian Mulberry): The leaves and bark are prepared as a tonic, and to treat urinary disorders and muscle and joint pain. Either the ripe fruit or the leaves can be used as a poultice for boils, wounds and fractures. A tonic prepared from the immature fruit is used to treat diabetes, high blood pressure and loss of appetite.
Ohia lehua: The flower is used to ease childbirth and leaf bud tea is used as a tonic and to treat colds. Olena (Turmeric): The root is used to treat earache, and nose and throat discomfort.
Pia (Polynesian Arrowroot): The raw starch was used in water for diarrhea and when mixed with red clay for dysentery. The starch was also applied to wounds to stop bleeding.
Source: Mala Laau: A Garden of Hawaiian Healing Plants, Hawaii Medical Library, 1221 Punchbowl Street, Honolulu.
Consult with a practitioner regarding proper usage.
IMMIGRANT’S MEDICINE
Most ethnic groups who migrated to Hawaii brought along their own cures. The Chinese and Japanese are especially known for their unique and effective treatments, such as herbal medicine, acupuncture, shiatsu, and tai chi. These time-honored treatments are available throughout the Islands.
Hawaiian folk medicine cures for common ailments
have been used effectively for centuries.
Many folk remedies and cures are used to this day and, what’s more,
they appear to work!
April 3rd, 2007 at 1:09 pm
KEADAAN SOSIAL BUDAYA KOREA
Sistem Kebudayaan
Budaya Perkawinan
Kebudayaan garis keluarga di Korea adalah berdasarkan atas sistem Patrilinial. Pria memegang peranan penting dalam kesejahteraan keluarkan dan diwajibkan untuk bekerja. Wanita diperbolehkan untuk bekerja hanya kalau diperbolehkan oleh suami atau jika hasil kerja suaminya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Tugas utama wanita adalah untuk mengasuh anak dan menjaga rumah.
Budaya perkawinan Korea sangat menghormati kesetiaan. Para janda, walaupun jika suami mereka mati muda, tidak dizinkan menikah lagi dan harus mengabdikan hidupnya untuk melayani orang tua dari suaminya. Begitu juga yang terjadi pada seorang duda yang harus melayani orang tua dari istrinya walaupun istrinya tersebut mati muda.
Budaya dalam Hal Keturunan
Dalam budaya Korea , keturunan atau anak dianggap sebagai sebuah anugerah yang amat besar dari Tuhan. Oleh karena itu, setiap keluarga disarankan untuk memiliki paling tidak seorang keturunan. Oleh karena budaya yang amat menghormati anugerah Tuhan tersebut, aborsi yang bersifat sengaja akan diberikan hukuman yang amat berat secara adapt, yaitu hukuman mati kepada sang Ibu dan orang lain yang mungkin terlibat di dalamnya, seperti suaminya (jika suaminya yang memaksa), dokter (jika dokter yang memberikan sarana untuk aborsi), dan lain-lain. Akan tetapi, secara hukum, tidak akan diadakan hukuman mati. Hukuman mati biasanya hanya dilaksanakan di daerah pedalaman Korea di mana adat masih berpengaruh secara kuat.
Pembagian harta warisan dalam budaya ini amatlah adil. Tanpa memperdulikan jenis kelamin, keturunan dari seseorang akan mendapatkan pembagian harta dengan jumlah yang sama dengan saudara-saudaranya. Akan tetapi, dalam prakteknya ini tidak selalu terjadi. Kebanyakan orang tua menyisihkan lebih banyak harta warisan kepada anak tertua mereka.
Budaya Makanan
Dalam budaya Korea , ada satu makanan khas yang memiliki suatu arti yang tidak dimiliki oleh makanan lainnya. Makanan ini disebut kimchi. Di setiap session makanan, ketidakberadaan kimchi akan memberikan kesan tidak lengkap.
Kimchi adalah suatu makanan yang biasanya merupakan sayuran yang rendah kalori dengan kadar serat yang tinggi (misalnya bawang, kacang panjang, selada, dan lain-lain) yang dimasak sedemikian rupa dengan bumbu dan rempah-rempah sehingga menghasilkan rasa yang unik dan biasanya pedas. Dalam kenyataannya (menurut hasil penelitian kesehatan WHO), jenis-jenis kimchi memiliki total gizi yang jauh lebih tinggi dari buah manapun.
Hal yang membuat kimchi menjadi makanan yang spesial ada banyak faktornya. Faktor pertama adalah pembuatannya. Kimchi (dalam hal ini adalah kimchi yang dihidangkan untuk acara-acara spesial, bukan kimchi untuk acara makan biasa dan sehari-hari) dibuat oleh wanita dari keluarga bersangkutan yang mengadakan acara tersebut dan hanya bisa dibuat pada hari di mana acara tersebut dilaksanakan. Semakin banyak wanita yang turut membantu dalam pembuatan kimchi ini, semakin “bermakna” pula kimchi tersebut. Kimchi juga merupakan faktor penentu kepintaran atau kehebatan seorang wanita dalam memasak. Konon katanya, jika seorang wanita mampu membuat kimchi yang enak, tidak diragukan lagi kemampuan wanita tersebut dalam memasak makanan lain. Faktor ketiga adalah asal mula kimchi. Kimchi pada awalnya dibuat oleh permaisuri dari Raja Sejong sebagai hidangan untuk perayaan Sesi.
Kebiasaan / Tradisi, Kesenian, Bahasa
Kebiasaan / Tradisi
Ada sebuah tradisi / kebiasaan yang cukup terkenal di Korea. Tradisi ini dinamakan “sesi custom”. Tradisi sesi dilaksanakan sekali setiap tahun. Sesi adalah sebuah tradisi untuk mengakselerasikan ritme dari sebuah lingkaran kehidupan tahunan sehingga seseorang dapat lebih maju di lingkaran kehidupan tahun berikutnya.
Tradisi sesi dilaksanakan berdasarkan kalender bulan (Lunar Calender). Matahari, menurut adat Korea , tidak menunjukkan suatu karakteristik musiman. Akan tetapi, Bulan menunjukkan suatu perbedaan melalui perubahan fase bulan. Oleh karena itu, lebih mudah membedakan adanya perubahan musim atau waktu melalui fase bulan yang dilihat.
Dalam tradisi sesi, ada lima dewa yang disembah, yaitu irwolseongsin (dewa matahari bulan dan bintang), sancheonsin (dewa gunung dan sungai), yongwangsin (raja naga), seonangsin (dewa kekuasaan), dan gasin (dewa rumah). Kelima dewa ini disembah karena dianggap dapat mengubah nasib dan keberuntungan seseorang.
Pada hari di mana sesi dilaksanakan, akan diadakan sebuah acara makan malam antar sesama keluarga yang pertalian darahnya dekat (orang tua dengan anaknya). Acara makan wajib diawali dengan kimchi dan lalu dilanjutkan dengan “complete food session”.
Ada juga mitos lain dalam memperoleh keberuntungan menurut tradisi Korea, antara lain “nut cracking” yaitu memecahkan kulit kacang-kacangan yang keras pada malam purnama pertama tahun baru, “treading on the bridge” yaitu berjalan dengan sangat santai melewati jembatan di bawah bulan purnama pada malam purnama pertama tahun baru yang katanya dapat membuat kaki kita kuat sepanjang tahun, dan “hanging a lucky rice scoop” yaitu menggantungkan skop (sendok) pengambil nasi di sebuah jendela yang katanya akan memberi beras yang melimpah sepanjang tahun.
Kesenian
Kesenian tradisional di Korea, dalam hal ini musik dan tarian, diperuntukkan khusus sebagai suatu bagian dalam penyembahan “ lima dewa”.
Ada beberapa alat musik tradisional yang digunakan, misalnya hyeonhakgeum (sejenis alat musik berwarna hitam yang bentuknya seperti pipa dengan tujuh buah senar) dan gayageum (alat musik mirip hyeonhakgum tetapi bentuk, struktur, corak, dan cara memainkannya berbeda dan memiliki dua belas buah senar).
Tarian tradisional yang cukup terkenal di Korea antara lain cheoyongmu (tarian topeng), hakchum (tarian perang), dan chunaengjeon (tarian musim semi). Tarian chunaengjeon ditarikan sebagai tanda terima kasih kepada dewa irwolseongsin dan dewa sancheonsin atas panen yang berhasil.
Bahasa
Bahasa yang digunakan di Korea adalah bahasa Korea . Penulisan bahasa Korea dinamakan Hangeul. Hangeul diciptakan oleh Raja Sejong pada abad ke 15. Hangeul terdiri dari 10 huruf vokal dan 14 konsonan yang bisa dikombinasikan menjadi banyak sekali huruf-huruf dalam bahasa Korea . Hangeul sangat mudah dibaca dan dipelajari. Hangeul juga dianggap sebagai bahasa tulisan yang paling sistematik dan scientific di dunia. Berikut adalah contoh Hangeul.
Peninggalan Bersejarah
Di Korea terdapat banyak peninggalan sejarah yang berasal dari masa Dinasti Joseon, seperti Taman Jongmyo yang didalamnya terdapat banyak prasasti-prasasti dan disini biasa dilaksanakan upacara-upacara keagamaan atau mistik yang besar. Ada juga istana-istana Dinasti Joseion antara lain Gyeongbokgung (dibangun pada tahun 1394), Changdeokgung (tidak diketahui kapan dibangun tetapi bangunan ini ditemukan pada tahun 1592), Changgyeonggung (anak istana dari istana Changdeokgung), dan Deoksugung yang saat ini telah dijadikan sebagai kantor Walikota Seoul .
April 3rd, 2007 at 1:12 pm
Perkahwinan Cina
Perkahwinan Cina (pinyin: hūn yīn) secara tradisi diatur antara keluarga-keluarga berkenaan. Pada asalnya, kebudayaan Cina membenarkan percintaan, dengan monogami merupakan norma masyarakat etnik Cina.
Perkahwinan dalam konteks Konfusianisme
Dalam pemikiran Konfusianisme, perkahwinan merupakan suatu peristiwa yang amat penting kepada kedua-dua unit keluarga serta masyarakat. Secara tradisi dalam kebudayaan Cina, inses telah ditakrifkan sebagai perkahwinan antara dua orang dengan nama keluarga yang sama. Dari sudut pandangan sebuah keluarga yang menganuti Konfusianisme, perkahwinan merapatkan keluarga-keluarga dengan nama keluarga yang berlainan dan meneruskan jurai keturunan klan bapanya. Secara amnya, ini merupakan sebab utama mengapa anak lelaki diutamakan berbanding dengan anak perempuan ketika melahirkan anak. Oleh itu, manfaat dan kelemahan sesuatu perkahwinan adalah penting kepada seluruh keluarga, bukannya sahaja kepada pasangan yang berkenaan. Secara sosial, sepasang suami isteri dianggap sebagai unit asas masyarakat Cina. Dalam sejarah Cina, terdapat banyak perkahwinan yang menjejaskan kestabilan politik negara dan hubungan-hubungan antarabangsanya. Sejak zaman Dinasti Han, raja puak-puak asing yang kuat seperti puak Mongol, Manchu, Xiongnu, dan Turki, sering menuntut perempuan-perempuan daripada keluarga diraja Cina. Banyak zaman dalam sejarah Cina juga dikuasai oleh keluarga isteri atau ibu Maharaja. Oleh itu, perkahwinan kekadang juga berkait dengan politik.
Perkahwinan Cina prasejarah
Perkahwinan dalam Masyarakat-masyarakat Awal
Dalam pemikiran Cina tradisional, orang-orang dalam masyarakat “primitif” tidak berkahwin. Mereka dianggap sebagai menghidup seperti haiwan-haiwan yang lain, dan tidak mempunyai konsep yang tepat terhadap keibuan, kebapaan, adik-beradik, suami dan isteri, serta jantina, apa lagi tentang penjodohan dan upacara perkahwinan. Sebahagian daripada “misi peradaban” Konfusianisme adalah untuk mentakrifkan apa yang dimaksudkan dengan konsep bapa atau suami, serta untuk mengajar manusia menghormati hubungan yang wajar antara ahli-ahli keluarga.
Perkahwinan antara adik-beradik
Perkahwinan antara adik-beradik, walaupun dilarang dalam kebudayaan Cina, pernah dilaporkan dalam mitologi Cina yang amat awal. Terdapat sebuah cerita tentang perkahwinan antara Nüwa (perempuan) dan Fu Xi (lelaki) yang merupakan adik-beradik. Ketika itu, dunia masih tidak mempunyai banyak penduduk. Adik beradik itu hendak berkahwin tetapi mereka berasa malu. Oleh itu, mereka ke bukit Kunlun Shan dan berdoa kepada Syurga agar memberikan kebenaran untuk mereka berkahwin. Mereka berkata, “Jika Engkau membenarkan kami berkahwin, sila menyelubungi kami dengan kabus. Supaya dapat melindungi rasa malunya, Nüwa dikatakan melitupi merah mukanya dengan sebuah kipas. Pada hari ini di sesetengah desa di China, pengantin-pengantin perempuan masih mengamalkan adat resam yang menyembunyikan muka mereka dengan sebuah kipas.
Perkahwinan antara klan dan perkahwinan antitesis
Dalam masyarakat Cina, lelaki tidak dibenarkan berkahwin dengan perempuan yang mempunyai nama keluarga yang sama (ini tidak lagi diendahkan pada zaman baru-baru ini ketika jumlah penduduk Cina bertambah sehingga mereka yang mempunyai nama keluarga yang sama mungkin tidak mempunyai sebarang hubungan antara satu sama lain). Perkahwinan tersebut diperlihatkan sebagai inses dan dianggap akan membawa risiko terhadap kelahiran anak yang cacat. Bagaimanapun, perkahwinan antara seorang anak lelaki dengan saudara-saudara sebelah ibunya tidak diperlihatkan sebagai inses. Klan-klan yang berbeza mungkin mempunyai lebih daripada satu nama keluarga. Dari segi sejarah, terdapat banyak klan yang penting yang tinggal di sepanjang Sungai Kuning di China kuno, seperti puak Huang Di yang mempunyai nama keluarga Ji, nama keluarga orang biasa, dan puak Yan Di yang mempunyai nama keluarga Jiang. Oleh sebab perkahwinan dengan saudara-saudara sebelah ibu tidak dianggap sebagai inses, keluarga-keluarga itu kekadang berkahwin antara satu generasi dengan generasi yang lain.
Dengan masa berlalu, perpindahan orang-orang Cina semakin meningkat. Pasangan-pasangan berkahwin dalam apa yang dipanggil perkahwinan luar klan, atau lebih dikenali sebagai perkahwinan antitesis. Ini terjadi pada pertengahan Zaman Batu Baru, iaitu sekitar 5000 SM. Menurut cendekiawan-cendekiawan Cina moden daripada aliran fikiran Marxisme, sistem saka (iaitu sistem kuasa ibu) diamalkan dalam masyarakat ketika itu, dan suami-suami diperlukan tinggal dengan keluarga isterinya. Bagaimanapun, lelaki-lelaki itu masih merupakan ahli keluarga kandung mereka. Apabila suami isteri meninggal dunia, mereka dikebumikan secara berasingan di dalam perkuburan klan masing-masing. Anak-anak dikebumikan dengan ibu mereka.
Perkahwinan antitesis masih berlaku di China moden. Di Yunnan, lelaki dan perempuan dalam kelompok minoriti yang dikenali sebagai Nakhi membentuk pasangan sementara dan mereka menggelar satu sama lain sebagai “Ahchu” dan bukannya “suami dan isteri”. “Ahchu” lelaki tinggal dan bekerja di rumah “Ahchu” perempuan.
Perkahwinan sistem saka dan monogami
Dalam perkahwinan sistem saka, seorang lelaki yang menjadi menantu akan tinggal di dalam rumah isterinya. Dia juga diperlukan menukarkan nama keluarganya menjadi nama keluarga isterinya. Ini berlaku dalam peralihan daripada perkahwinan antitesis kepada monogami yang menandakan kemerosotan sistem saka serta pertumbuhan penguasaan sistem baka (iaitu sistem kuasa bapa) di China kuno.
Upacara amal perkahwinan tradisional
Perkahwinan Cina menjadi satu adat resam antara tahun 402 - 221 SM. Sebelum zaman moden, perempuan tidak dibenarkan memilih pasangan untuk berkahwin. Sebaliknya, keluarga pengantin perempuan memilih bakal suaminya. Perkahwinan dipilih berdasarkan keperluan untuk pembiakan dan nama baik keluarga, serta keperluan bapa dan suaminya.
Walaupun China mempunyai sejarah yang lama serta banyak kawasan geografi yang berbeza, terdapat enam upacara amal pada umumnya yang secara am dikenali sebagai tiga askara dan enam etiket.
· Pinangan: Ketika ibu bapa seorang anak lelaki menentukan bakal menantu perempuan, mereka akan mencari tukang risik yang kerjanya adalah untuk mengurangkan konflik kepentingan serta rasa malu ketika membincangkan kemungkinan perkahwinan antara dua buah keluarga yang biasanya tidak rapat atau langsung dikenali.
· Pembandingan Hari Jadi: Jika keluarga bakal menantu perempuan tidak membantah terhadap pinangan, tukang risik akan membandingkan hari jadi pasangan tersebut. Jika pasangan itu adalah sesuai menurut astrologi Cina, mereka akan meneruskan ke langkah yang berikut.
· Harga pengantin perempuan (Hadiah Pertunangan): Keluarga anak lelaki akan mengatur tukang risik untuk menyampaikan harga pengantin perempuan (hadiah pertunangan), termasuk surat pertunangan) kepada keluarga bakal pengantin perempuan.
· Penyampaian Hadiah Perkahwinan: Hadiah perkahwinan berbeza-berbeza, bergantung kepada adat resam tempatan serta kekayaan keluarga. Makanan dan makanan istimewa merupakan hadiah yang biasa.
· Pemilihan Hari Perkahwinan: Takwim Cina akan dirujuk untuk menetapkan hari yang bertuah.
· Upacara Perkahwinan: Upacara terakhir ialah upacara perkahwinan sebenar yang menjadikan pengantin perempuan dan pengantin lelaki sebagai suami isteri, dan terdiri daripada beberapa bahagian yang teliti:
o Perarakan Perkahwinan: Perarakan perkahwinan dari rumah pengantin perempuan bergerak ke rumah pengantin lelaki. Perarakan itu terdiri daripada sebuah tandu pengantin perempuan, sebuah pancaragam tradisional, sepasukan pengapit pengantin perempuan (jika ada), serta hantaran kahwin pengantin perempuan dalam bentuk wang.
o Penyambutan Pengantin Perempuan: Perarakan perkahwinan berhenti di hadapan pintu rumah pengantin lelaki. Terdapat upacara-upacara tertentu yang dipatuhi untuk menyambut pengantin perempuan dan ahli-ahli perarakan ke dalam rumah pengantin lelaki. Upacara-upacara tersebut berbeza-beza dari tempat ke tempat.
o Upacara Perkahwinan Sebenar: Sepadan dengan melafazkan ikrar perkahwinan di Barat, pasangan akan memberi penghormatan-penghormatan kepada Syurga dan Bumi, ibu bapa pengantin lelaki, serta antara satu sama lain.
o Jamuan Perkahwinan: Dalam masyarakat Cina, jamuan perkahwinan dikenali sebagai xǐ-jǐu yang secara harfiahnya bermaksud “wain kegembiraan”, dan kekadang adalah jauh lebih penting daripada majlis perkahwinan pada dirinya. Adanya juga upacara-upacara seperti menuang wain atau teh untuk ibu bapa, pasangan, dan para tetamu.
Proses penceraian tradisional
Dalam masyarakat Cina tradisional, terdapat tiga cara utama untuk membubarkan perkahwinan:
1. Perceraian tanpa kesalahan: Menurut kod undang-undang Dinasti Tang (618-907), sebuah perkahwinan boleh dibubarkan atas sebab tidak bersesuaian, asalkan suami menulis catatan perceraian.
2. Pembubaran perkahwinan melalui mandat negara: Ini berlaku jika salah satu pasangan melakukan jenayah serius (ditakrifkan dengan berbagai-bagai cara, tetapi ditakrifkan dengan lebih longgar untuk isteri) terhadap pasangan atau klan pasangannya.
3. Pengisytiharan perceraian satu pihak oleh suami: Bagaimanapun, untuk berkuatkuasa di sisi undang-undang, perceraian tersebut harus mendasarkan salah satu daripada tujuh alasan yang berikut:
1. Isteri tidak bertaat kepada ibubapa mertua. Ini menyebabkan mertua berupaya membubarkan perkahwinan tanpa kerelaan hati pasangan.
2. Isteri tidak berjaya melahirkan anak lelaki.
3. Isteri tidak beradab atau berzina.
4. Isteri cemburu. Ini termasuk membantah suami kerana berkahwin lagi seorang isteri atau mengambil gundik.
5. Isteri mempunyai penyakit yang keji.
6. Isteri suka mengumpat.
7. Isteri mencuri.
Jelas alasan-alasan tersebut boleh diputarbelitkan untuk menyesuaikan suami dan keluarganya. Bagaimanapun, terdapat tiga kekecualian yang jelas yang penceraian satu pihak tidak dibenarkan:
1. Isteri tidak ada keluarga untuk pulang.
2. Isteri pernah berkabung selama tiga tahun penuh untuk seorang mertua.
3. Suami miskin pada masa perkahwinan, tetapi kini telah menjadi kaya.
Undang-undang di atas adalah berkenaan dengan penceraian satu pihak yang dikuatkuasakan sejak dari masa Dinasti Tang sehingga dibubarkan oleh kerajaan Republik China pada tahun 1930.
Poligami
Bahagian ini membincangan aspek-aspek sosial dan undang-undang poligami, khususnya poligini (seorang lelaki dengan banyak perempuan) dalam masyarakat Cina tradisional. Kebudayaan tradisional tidak melarang atau menggalakkan poligini dengan tersurat, kecuali sebagai cara untuk memperoleh anak-anak lelaki.
Amalan poligini dalam masyarakat Cina tradisional hanya terhad kepada bilangan perempuan yang boleh didapat, serta keupayaan seseorang lelaki untuk menyara mereka. Oleh itu, poligini pada dasarnya terhad kepada golongan atasan dan kelas menengah manakala di kalangan mereka yang lain, monogami bolehlah dianggap sebagai norma. Rekod-rekod sejarah tertulis mungkin berat sebelah tentang kejadian poligami yang sebenar, kerana golongan elit bolehlah dianggap sebagai lebih ditonjolkan dalam rekod-rekod tersebut.
Perkahwinan ganti tikar
Perkahwinan sororat atau perkahwinan ganti tikar ialah adat resam yang mana seseorang lelaki berkahwin dengan kakak atau adik isterinya. Istilah ini kemudian diperluas untuk merangkumi saudara-saudara sepupu atau perempuan-perempuan daripada klan yang sama.
Perkahwinan ganti tikar boleh berlaku pada bila-bila masa, baik pada waktu yang sama dengan perkahwinan isteri pertama, atau semasa isterinya masih hidup, ataupun juga selepas isterinya telah meninggal dunia. Amalan ini amat biasa semasa Dinasti Zhou di kalangan orang bangsawan, dengan amalan ini juga berlaku pada zaman-zaman yang kemudian.
Isteri berbilang dengan status sama
Maharaja-maharaja bagi sesetengah dinasti yang agak kecil diketahui mempunyai banyak maharani. Selain itu, kejadian ini juga boleh berlaku dalam keadaan-keadaan yang khas. Umpamanya semasa perang, sepasangan suami isteri mungkin berpisah dan suami itu salah menganggap bahawa isterinya telah meninggal dunia. Dia berkahwin semula dan kemudian mendapati bahawa isteri pertamanya masih hidup. Mereka disatukan semula dan kedua-dua isterinya diakui.
Maharaja Qianlong daripada Dinasti Qing mula membenarkan poligami yang bertujuan khusus untuk melahirkan pewaris bagi lagi satu cabang keluarga. Dikenali sebagai “pewarisan berbilang”, jika seorang lelaki merupakan anak tunggal, dan bapa saudaranya tidak mempunyai anak lelaki, jadi dengan persetujuan bersama, dia boleh mengahwini lagi seorang isteri. Anak lelaki daripada perkahwinan ini akan menjadi cucu dan pewaris kepada bapa saudaranya. Proses ini boleh diulangi untuk bapa-bapa saudara yang lain.
Selain daripada keinginan tradisional untuk mempunyai anak lelaki agar dapat meneruskan nama keluarga, kebenaran ini pada setakatnya dapat mengatasi dilema yang ditimbulkan oleh Maharaja Qianlong sendiri. Baginda ketika itu baru sahaja mengharamkan sebarang bentuk pewarisan bukan nasab bapa, tetapi masih hendak mengekalkan hubungan kekeluargaan Cina yang wajar. Oleh itu, sepasangan suami isteri tidah boleh mengambil anak angkat daripada keluarga luasnya. Mereka harus mengambil anak angkat daripada orang luar (yang dianggap oleh banyak orang sebagai memberi kekayaan kepada “orang luar” yang tidak bersaudara), atau menjadi tidak mempunyai sebarang pewaris. Perkahwinan-perkahwinan pewarisan berbilang memberikan jalan keluar ketika adik-beradik suami mempunyai seorang anak lelaki.
Sekedudukan
Perempuan-perempuan yang menjadi gundik diperlakukan sebagai orang yang berkedudukan rendah dan dijangka harus menyerah dan menurut perintah isteri (jika ada) lelaki yang berkenaan. Perkahwinan perempuan-perempuan itu tidak dilakukan dengan sebarang upacara, mempunyai hak yang kurang dalam hubungan, dan boleh diceraikan dengan sewenang-wenangnya. Pada umumnya, mereka datang daripada status sosial yang lebih rendah atau dibeli sebagai abdi. Perempuan-perempuan yang lari bersama kekasih mungkin juga menjadi gundik kerana perkahwinan yang rasmi memerlukan penyertaan ibu bapa mereka.
Bilangan gundik yang boleh dikahwini oleh seseorang lelaki kekadang dikawal, dengan maharaja hampir selalu boleh mempunyai banyak gundik.
Satu bentuk sekedudukan yang agak berlainan ialah apa yang dipanggil “dua isteri utama”. Secara tradisi, seorang isteri dijangka akan tinggal dengan keluarga suaminya. Apabila seseorang suami terpaksa tinggal jauh daripada keluarganya, isterinya harus tinggal dengan mertua dan menjaga mereka. Seorang lelaki yang menderita pemisahan kronik daripada isterinya, seperti pedagang kembara, boleh “berkahwin” dengan lagi seorang perempuan dan memulakan rumah tangga yang berasingan dengannya. Disebabkan oleh perpisahan geografi, perempuan kedua itu sering menganggap diri sebagai isteri penuh , walaupun perkahwinannya tidak diakui di sisi undang-undang dan dia masih dianggap sebagai gundik.
Amalan ini telah mempengaruhi pertambahan poligami yang mendadak pada baru-baru ini di tanah besar China. Sejak pembukaan sempadan China pada dekad 1970-an, ahli-ahli perniagaan dari Hong Kong dan Taiwan telah mengahwini “isteri-isteri sekunder” di tanah besar. Sejak dari masa itu, amalan ini juga mempengaruhi orang-orang kaya tempatan. [1].
Poliandri
Poliandri ialah amalan seorang wanita mempunyai banyak suami. Tidak ada hal macam ini, ini hanya idaman isterinya yang ingin mempunyai suami lain kerana mereka mungkin berkahwin secara tidak bersuka rela dan mungkin sekali juga ternampak lelaki lain yang lebih kaya atau kacak. Pada zaman dahulu, perempuan yang telah masuk ke rumah suaminya sudah dianggap sebagai ahli keluarganya dan perlu patuh pada undang-undang rumah dan patuh pada suaminya. Pada zaman kini, mungkin sekali ada isteri yang ada lelaki lain yang dipanggil [xiao bai lian] tetapi tidak berkahwin dan dengan itu tidak mungkin mempunyai banyak suami.
April 3rd, 2007 at 1:17 pm
PERBANDINGAN BUDAYA JEPANG DAN INDONESIA
Salah satu topik menarik untuk dibahas adalah bagaimana memakai bahasa tubuh untuk mengungkapkan penghormatan. Jepang dan Indonesia memiliki cara berlainan dalam mengekspresikan terima kasih, permintaan maaf, dsb.
Ojigi
Dalam budaya Jepang ojigi adalah cara menghormat dengan membungkukkan badan, misalnya saat mengucapkan terima kasih, permintaan maaf, memberikan ijazah saat wisuda, dsb. Ada dua jenis ojigi : ritsurei (立礼) dan zarei (座礼). Ritsurei adalah ojigi yang dilakukan sambil berdiri. Saat melakukan ojigi, untuk pria biasanya sambil menekan pantat untuk menjaga keseimbangan, sedangkan wanita biasanya menaruh kedua tangan di depan badan. Sedangkan zarei adalah ojigi yang dilakukan sambil duduk. Berdasarkan intensitasnya, ojigi dibagi menjadi 3 : saikeirei (最敬礼), keirei (敬礼), eshaku (会釈). Semakin lama dan semakin dalam badan dibungkukkan menunjukkan intensitas perasaan yang ingin disampaikan. Saikeirei adalah level yang paling tinggi, badan dibungkukkan sekitar 45 derajat atau lebih. Keirei sekitar 30-45 derajat, sedangkan eshaku sekitar 15-30 derajat. Saikeirei sangat jarang dilakukan dalam keseharian, karena dipakai saat mengungkapkan rasa maaf yang sangat mendalam atau untuk melakukan sembahyang. Untuk lebih menyangatkan, ojigi dilakukan berulang kali. Misalnya saat ingin menyampaikan perasaan maaf yang sangat mendalam. Adapun dalam budaya Indonesia, tidak dikenal ojigi.
Jabat tangan
Tradisi jabat tangan dilakukan baik di Indonesia maupun di Jepang melambangkan keramahtamahan dan kehangatan. Tetapi di Indonesia kadang jabat tangan ini dilakukan dengan merangkapkan kedua tangan. Jika dilakukan oleh dua orang yang berlainan jenis kelamin, ada kalanya tangan mereka tidak bersentuhan. Letak tangan setelah jabat tangan dilakukan, pun berbeda-beda. Ada sebagian orang yang kemudian meletakkan tangan di dada, ada juga yang diletakkan di dahi, sebagai ungkapan bahwa hal tersebut tidak semata lahiriah, tapi juga dari batin.
Cium tangan
Tradisi cium tangan lazim dilakukan sebagai bentuk penghormatan dari seorang anak kepada orang tua, dari seorang awam kepada tokoh masyarakat/agama, dari seorang murid ke gurunya. Tidak jelas darimana tradisi ini berasal. Tetapi ada dugaan berasal dari pengaruh budaya Arab. Di Eropa lama, dikenal tradisi cium tangan juga, tetapi sebagai penghormatan seorang pria terhadap seorang wanita yang bermartabat sama atau lebih tinggi. Dalam agama Katolik Romawi, cium tangan merupakan tradisi juga yang dilakukan dari seorang umat kepada pimpinannya (Paus, Kardinal). Di Jepang tidak dikenal budaya cium tangan.
Cium pipi
Cium pipi biasa dilakukan di Indonesia saat dua orang sahabat atau saudara bertemu, atau sebagai ungkapan kasih sayang seorang anak kepada orang tuanya dan sebaliknya. Tradisi ini tidak ditemukan di Jepang.
Sungkem
Tradisi sungkem lazim di kalangan masyarakat Jawa, tapi mungkin tidak lazim di suku lain. Sungkem dilakukan sebagai tanda bakti seorang anak kepada orang tuanya, seorang murid kepada gurunya. Sungkem biasa dilakukan jika seorang anak akan melangsungkan pernikahan, atau saat hari raya Idul Fitri (bagi muslim), sebagai ungkapan permohonan maaf kepada orang tua, dan meminta doa restunya.
Baik budaya Jepang maupun Indonesia memiliki keunikan tersendiri dalam mengekspresikan rasa hormat, rasa maaf.
April 3rd, 2007 at 1:19 pm
BIDAYUH
Masyarakat Bidayuh merupakan masyarakat etnik Sarawak yang rata-ratanya mendiami kawasan bukit di luar bandar Kuching. Terdapat pelbagai suku kaum di kalangan masyarakat Bidayuh dan masing-masing mengamalkan pegangan serta adat resam yang tersendiri. Kebudayaan dan adat resam ini banyak dipengaruhi oleh unsur-unsur ritual dan kepercayaan yang mereka anuti. Berikut dipaparkan adat resam masyarakat Bidayuh berkaitan kelahiran, perkahwinan dan kematian secara ringkas dan menyeluruh.
KELAHIRAN
Pengenalan
Bagi masyarakat Bidayuh, adat-adat tertentu perlu dipatuhi semasa sedang mengandung. Adat-adat tersebut bertujuan untuk menjaga kesihatan ibu dan kandungan dan bertujuan untuk mengelakkan daripada berlakunya sebarang bencana. Berikut dipaparkan adat masyarakat Biadayuh berkaitan adat kelahiran secara ringkas.
Sewaktu Mengandung
Semasa mengandung, beberapa pantang larang dan adat tertentu diamalkan. Antaranya ialah adat menawar perut, berpantang dan persiapan menyambut kelahiran.
Upacara Menawar Perut
Apabila si isteri mengandung, satu upacara iaitu menawar perut atau birayang ite akan diadakan untuk menggalakkan anak dalam dalam kandungannya membesar dengan sempurna. Hanya bidan kampung yang berpengalaman dijemput untuk melakukan upacara ini. Selepas sahaja bidan berkenaan membaca mentera, tubuh perempuan mengandung itu dibalut dengan kain untuk menghalau segala keburukan dan kekotoran. Kemudian dia akan mengenakan pakaiannya yang bersih dan berbaring dengan mukanya memandang ke syiling. Pada ketika ini, bidan akan melakukan upacara menawar perut. Dia akan melumuri perut wanita tersebut dengan kunyit, minyak kelapa dan merenjis beras kunyit sambil mengoncangkan tongkat saktinya di atas perut perempuan berkenaan sambil membaca jampi serapah.
Pantang Larang
Semasa mengandung, si isteri serta suaminya dikehendaki mengamalkan pantang larang berikut:
Tidak boleh mencuri, kerana dikhuatiri anak yang bakal lahir itu akan menjadi pencuri.
Tidak boleh memakan daging rusa kerana dikhuatiri anak yang bakal lahir itu akan menjadi gila dan akan menyukarkan proses bersalin.
Tidak boleh keluar pada waktu senja kerana takut disampuk hantu atau umot sanja yang akan mengganggu anak dalam kandungan tersebut.
Tidak dibenarkan bergaul dengan sesiapa saja yang berpenyakit kulit, kerana dikhuatiri akan menjangkiti anak dalam kandungan dan menyebabkannya lahir tidak cukup bulan.
Tidak dibenarkan membuat atau membersihkan parit atau tali air kerana dikhuatiri anak yang bakal lahir menjadi sumbing.
Tidak dibenarkan memaku, mengikat dengan ketat atau menyumbat sebarang lubang, takut anak akan mati semasa dilahirkan.
Tidak dibenarkan mengeringkan kolam, perigi atau sungai kerana dikhuatiri si isteri akan mengalami tumpah darah.
Tidak boleh melipat balik tikar, lapisan lantai dan sebagainya, kerana takut kedudukan anak di dalam perut songsang dan ini boleh menyulitkan kelahirannya.
Di samping itu terdapat banyak lagi pantang larang yang perlu diamalkan.
Persediaan Menyambut Kelahiran
Apabila si isteri sudah mengandung selama sembilan bulan, si suami perlu memastikan bahawa kayu api yang kering ada secukupnya di rumah untuk membuat unggun api bagi memanaskan badan si isteri semasa dan selepas melahirkan anak. Dia juga perlu mendapatkan halia merah atau halia biasa sekurang-kurangnya 10 kati, dua botol arak beras dan satu botol minyak daripada sejenis buah untuk kegunaan isterinya semasa bersalin nanti. Dia juga perlu membuka semula semua ikatan balutan dan penutup yang telah dibuat untuk mengurangkan sakit semasa hendak bersalin dan mempercepatkan kelahiran.
PERKAWINAN
Pengenalan
Bagi masyarakat Bidayuh, perkahwinan ialah satu cara untuk menjadi anggota dan menikmati hak sebagai anggota biik atau ramin itu. Masyarakat Bidayuh mengamalkan monogami sahaja. Namun demikian, perkahwinan semula selepas penceraian ialah satu perkara biasa. Oleh sebab larangan yang kuat terhadap inses, perkahwinan luar daripada keluarga sendiri ialah peraturan penting dalam masyarakat tersebut. Masyarakat Bidayuh juga melarang perkahwinan antara sepupu.
Kumpulan seperti Dayak Selako melarang ahlinya daripada berkahwin dengan anggota kaum yang pernah menjadi musuh perang mereka kerana khuatir akan termakan sumpah namun kerana sudah berlaku perkahwinan yang pertama antara nenek datuk rnereka dengan keturunan bekas musuh rnereka, maka larangan tersebut mansuh. Di kalangan kumpulan Dayak Bukar-Sadong, peraturan tentang perkahwinan agak longgar. Lelaki dan perempuan boleh bebas bergaul dan berkenalan antara satu dengan lain sebelum mereka berkahwin.
Merisik
Dalam masyarakat ini, tidak ada upacara merisik. Perkahwinan biasa berlaku apabila seseorang sudah cukup dewasa dan memilih pasangan hidup. Sebagai petani, bakal mentua inginkan calon suami yang boleh bekerja di kebun lada mahupun bertanam padi. Mereka juga mengharapkan calon menantu lelakinya berpekerjaan tetap dengan kerajaan atau swasta supaya kehidupan anak dan keturunannya terjamin. Kecuali perkahwinan yang terlarang, masyarakat Bidayuh bersikap terbuka terhadap pilihan anak-anak mereka. Dalam kumpulan Bukar-Sadong dan kumpulan Selako, mereka dibenarkan untuk memilih pasangan yang disukainya tanpa mengira asal kaum.
Majlis Perkahwinan
Majlis perkahwinan yang diadakan sangat bergantung pada kemampuan ekonomi keluarga pengantin. Dalam masyarakat Bidayuh, pilihan tempat tinggal selepas berkahwin bergantung pada banyak faktor. Faktor utama ialah kedudukan ekonomi pasangan yang berkahwin. Pihak suami yang berada dan berkedudukan boleh mempengaruhi pihak isteri untuk tinggal bersama-sama keluarganya (amalan virilokal) dan begitulah sebaliknya (uksorilokal). Dalam keadaan perkahwinan suami isteri sudah stabil, mereka boleh duduk di rumah sendiri (amalan neolokal).
Kumpulan Dayak Selako melarang pengaulan bebas antara lelaki dan perempuan. Perkahwinan boleh berlaku secara ‘terpaksa’ melalui amalan yang dikenal sebagai ‘batangkap’. Ini merupakan amalan apabila pasangan lelaki dan perempuan yang kerap dilihat berdua-duaan boleh dihadapkan kepada para pemimpin kampung supaya tindakan dapat diambil. Mereka yang ditangkap bersetuju untuk berkahwin setelah dibicarakan oleh pemimpin serta penduduk kampung supaya hubungan mereka sebagai suami isteri boleh disahkan dengan mengadakan sedikit upacara setelah denda atas kesalahan rnereka telah dijelaskan. Amalan batangkap dilakukan atas pasangan yang menghadapi tentangan daripada ibu bapa.
Satu lagi cara melangsungkan perkahwinan adalah melalui amalan ‘nyagam’, apabila bakal suami dihantar bersama-sama segala tikar bantalnya ke kediaman bakal isteri setelah mendapat persetujuan daripada pihak perempuan. Biasanya lelaki yang memilih untuk berkahwin cara demikian ialah seorang duda atau balu.
Perkahwinan yang sempurna mengikut pandangan suku Selako, Jagoi dan Lara ialah perkahwinan yang melibatkan pengetahuan, peranan dan perancangan oleh ibu bapa kedua-dua belah pihak. Perkahwinan juga mungkin melibatkan peranan orang perantaraan atau dikenal sebagai picara di kalangan masyarakat Selako untuk mewakili pihak lelaki. Setelah semua pihak bersetuju, hari dan masa yang sesuai akan ditetapkan.
KEMATIAN
Pengenalan
Sesuatu kematian dalam semua masyarakat perlu disempurnakan dengan sebaik-baiknya. Masyarakat Bidayuh juga tidak terkecuali menguruskan upacara kematian dengan mengikuti pantang-larang dan adat-adat tertentu. Secara ringkasnya adat kematian masyarakat Bidayuh adalah seperti berikut.
Semasa Kematian
Apabila berlaku kematian, ahli keluarga dan sahabat si mati akan segera menziarahinya. Kaum wanita segera menyanyikan lagu sedih yang disebut mpesan iaitu kata-kata terakhir kepada si mati. Mayat dimandikan dan disapukan minyak serta dipakaikan pakaian yang indah dan dibalut dengan kain putih yang baru. Mayat seterusnya diletakkan di atas tikar pandan. Ketika ini seorang lelaki diarahkan menggali kubur dan ditugaskan mengusung mayat ke kubur. Pengebumian akan dijalankan apabila semua ahli keluarga dan saudara-mara si mati sudah berkumpul.
Pengebumian
Pengebumian atau pembakaran mayat dilakukan oleh seorang penduduk kampung yang memang ditugaskan itu menjalankan kerja-kerja tersebut. Segala makanan yang diletakkan berdekatan mayat tersebut akan dibuang, ini dilakukan semasa mayat dibawa ke tanah perkuburan. Tikar tempat mayat dibaringkan akan dikemas serta lantainya dicuci untuk menghilangkan bau mayat. Ia juga bertujuan untuk mengelak semangat si mati masuk ke dalam bilik tersebut. Mayat masyarakat Bidayuh akan dibakar atau ditanam dengan menjalankan beberapa adat-adat tertentu.
Selepas kematian
Selepas pengebumian, ahli keluarga si mati tidak dibenarkan meninggalkan rumah si mati selama empat hari. Sementara penduduk kampungnya pula tidak dibenarkan turun ke sawah selama dua hari. Ini adalah sebagai upacara berkabung untuk si mati.
April 3rd, 2007 at 1:26 pm
Peninggalan Budaya Yunani
1. Seni Sastra.
Sastrawan terkenal dari Yunani adalah Homerus yang menulis kitab Illiad dan Odysseia. Kedua kitab tersebut berkaitan erat dengan kejadian sejarah yang disebut perang Troya. Kota Troya terletak di Semenanjung Anatolia di Selatan Selat Dardanella. Seorang peneliti dari Jerman yang bernama Heinrich Schlieman telah menemukan beberapa bukti peninggalan peradaban kota Troya seperti yang dilukiskan dalam karya Komerus tersebut. Apa isi karya sastra Homerus tersebut ?
Kitab Illiad menceritakan kejadian perang Troya yang disebabkan karena puteri Helena dari Sparta dilarikan oleh Pangeran Paris dari Troya (perhatikan gambar 5. di bawah ini).
Gambar 5. Relief Penculikan Putri Helena oleh Pangeran Paris
Terjadilah peperangan antara raja Agamemmon dari Yunani dengan raja Priamus dari Troya. Pahlawan Troya yang bernama Hector dapat dikalahkan oleh pahlawan Yunani yang bernama Achilles. Tentara Yunani dapat memenangkan perang melalui siasat “Kuda Troya” atas ide raja Odysseus.
Tahukah Anda tentang siasat tersebut? Kuda Troya merupakan sebuah kuda kayu raksasa yang di dalamnya digunakan untuk bersembunyi tentara Yunani.
Kuda tersebut diletakkan di luar benteng kota Troya. Orang Troya tertipu, kuda kayu dikira hadiah lalu ditarik ke dalam benteng. Ketika dibuka tentara Yunani berhamburan dan menyerang secara mendadak.
Sementara itu armada yang berpura-pura meninggalkan Troya datang kembali ikut menyerbu. Sehingga pasukan Troya mengalami kekalahan.
Kitab Odysseia mengisahkan tentang pengembaraan Odysseus sepulang dari Troya. Karena isterinya yang bernama Penelope menikah lagi maka puteranya yang bernama Telemachos menyusulnya mengembara.
Bagi bangsa Yunani kisah Illias dan Odysseia ini menjadi salah satu kebanggaan dan alat pemersatu bangsa Yunani.
Faktor-faktor apa sajakah yang menjadi alat pemersatu bangsa Yunani itu?
Beberapa faktor pemersatu bangsa Yunani adalah:
1. Kegiatan Olympiade untuk pemujaan dewa di Olymphus setiao empat tahun sekali.
2. Cerita Illias dan Odyseia.
3. Merasa satu keturunan yaitu bangsa Hellas.
4. Merasa satu tanah air yaitu tanah Hellas/Yunani.
5. Kebiasaan mendatangi kuil penujuman/ ramalan di kota Delphi.
Selain seni sastra karya Homerus yang bersifat Wira Carita (cerita kepahlawanan), masyarakat Yunani juga menyenangi Seni drama. Orang Yunanilah yang pertama menulis drama yang dapat merasakan tentang orang lain dari sisi kehidupan. Cinta, kebencian, pembunuhan, misteri dan lain-lain. Beberapa tokoh drama tragedi antara lain Aeschylus dengan karyanya yang berjudul Oresteia, Sopochles dengan karyanya berjudul Antigone. Sedangkan drama komedi tokohnya Aristophanes dengan karyanya berjudul Lysistrata. Apakah Anda senang bermain drama, pernahkah memainkan salah satu karya drama Yunani di atas? Atau pernahkah Anda menyaksikan pementasan drama dengan cerita di atas?
Jika di sekolah penyelenggara atau sekolah lain di kota sempatkanlah Anda menyaksikan karena akan menambah wawasan Anda.
Selain seni sastra, peninggalan budaya Yunani yang terkenal adalah seni bangunan dan seni pahat. Simaklah uraiannya berikut ini.
2. Seni Bangunan dan Seni Pahat
Pada awalnya seni patung/pahat Yunani menghasilkan patung seperti patung bangsa Mesir, kemudian dikembangkan menjadi lebih hidup dengan gaya naturalis. Patung dibuat dari marmer dan perunggu. Pemahat yang terkenal di Yunani bernama Phidias, sedangkan arsitek bangunan yang terkenal antara lain bernama Ikhtinus.
Seni pahat menghasilkan berbagai patung para dewa maupun tokoh yang terkenal misalnya Dewa Zeus, Perikles, Plato, Aristoteles dan lain-lain. Perhatikanlah gambar patung dada Plato di bawah ini!
Gambar 6. Patung dada Plato
Pada masa pemerintahan Perikles seni bangunan Yunani berkembang pesat. Peninggalan bangunan kuno Yunani antara lain kuil pemujaan. Di bukit Acropolis berdiri megah kuil Parthenon dan kuil Erechteum yang di dalamnya terdapat patung dewi Palas Athena.
Pada gambar di bawah ini Anda dapat mengamati gambar kuil Partenon. Apakah Anda tertarik dengan tiang bangunannya? Tiang tersebut dikenal dengan gaya Doria. Selain gaya Doria masih ada dua gaya Korintia dan Ionia. Untuk lebih jelasnya Anda dapat mempelajari dari pendidikan seni.
Gambar 7. Kuil Partenon di bukit Acropolis
Di bukit Olymphus dibangun kuil untuk dewa Zeus yang disebut kuil Altis. Di daerah koloni Yunani juga dibangun kuil misalnya kuil Zeus di Italia Selatan, kuil Apollo di Milate dan lain-lain.
Selain kuil, peninggalan bangunan Yunani adalah gedung theater pada gambar 8. Anda dapat menyaksikan gambar theater di Epidaurus yang sangat megah.
Gambar 8. Theater di Epidaurus
Teater adalah panggung di lapangan terbuka untuk pementasan misalnya komedi. Penonton duduk di bangku-bangku yang terbuat dari batu. Bagi orang Yunani, teater merupakan bagian pendidikan dan setiap orang dianjurkan untuk menonton.
3. Filsafat dan Ilmu Pengetahuan.
Seperti sudah disinggung pada uraian pemerintahan Yunani, ternyata polis Athena melahirkan banyak ahli pikir yang mewariskan pengetahuannya bagi umat manusia. Tepatlah ungkapan Socrates yang menyatakan : “Bila Anda ingin menemukan orang kuat pergilah ke Sparta, tetapi bila Anda ingin menjumpai orang pintar dan bijak, datanglah ke Athena”.
Ada 3 orang filsuf yang perlu Anda ketahui yaitu: bila ada sisipkan gambar2 socrates, plato, aristoteles, dll.
Socrates (469-399 S.M.),
Ajarannya tentang filsafat etika atau kesusilaan dengan logika sebagai dasar untuk membahasnya. Socrates mengajarkan agar manusia dapat membedakan apa yang baik atau buruk, benar atau salah, adil atau tidak adil. Ajarannya ditujukan kepada anak muda yang diajaknya berdiskusi. Ia akhirnya di hukum mati dengan minum racun karena tuduhan telah merombak dasar-dasar etika masyarakat Yunani kuno serta tidak percaya kepada dewa-dewa yang disembah masyarakat.
Plato (427-347 S.M.),
Ajaran filsafatnya disebut filsafat idea. Ia menulis banyak buku, salah satunya berjudul Republica. Dalam buku tersebut diuraikan tentang kebahagiaan hidup yang dapat dicapai bila manusia bekerja dengan wataknya dan wanita diangkat derajatnya. Plato juga mendirikan pusat pendidikan bernama Academus.
Aristoteles (384-322 S.M.).
Ia adalah murid Plato, merupakan ahli di bidang biologi dan ketatanegaraan. Karyanya yang terkenal antara lain Klasifikasi Flora dan Fauna di Kepulauan Aegeia. Di bidang ketatnegaraan, ia berpendapat bahwa sistem pemerintahan yang baik adalah republik. Pemerintahan yang baik mengutamakan kebahagiaan sebesar-besarnya untuk seluruh rakyat. Aristoteles adalah pendiri pusat pendidikan bernama Peripatetis. Salah seorang muridnya ialah Alexandar Agung, raja Macedonia.
Kemajuan bangsa Yunani di bidang ilmu pengetahuan dapat dilihat dari deretan ilmuwan sebagai berikut:
Pythagoras,
ahli matematika yang melahirkan dalil untuk segitiga siku-siku. Tentu Anda tahu rumus Phytagoras !
Hipokrates,
bapak kedokteran. Ia dapat menyebutkan sebab timbulnya penyakit dan cara mengobatinya yang ditulis dalam buku berjudul Aphorismen dan Prognose. Sumbangannya yang terkenal adalah sumpah dokter yang berlaku sampai sekarang.
Untuk memahami isi sumpah dokter, carilah informasi tentang hal tersebut mungkin dari dokter Puskesmas di sekitar tempat tinggal Anda.
Kemudian diskusikanlah dengan teman-teman Anda tentang penjelasan sumpah tersebut !!
Catatlah dengan rapi isi sumpah dokter dan penjelasan/pendapat Anda.
Archimedes yang menciptakan teori gravitasi dan teori benda mengapung.
Thales dengan pendapatnya: alam fisik terdiri dari satu bahan dasar yaitu air.
Analisagoras dengan pendapatnya: materi terdiri dari beraneka ragam zat renik.
Democritus: ahli atom.
Euclid: ahli ilmu ukur.
Herodotus: Bapak sejarah yang pertama kali mengembangkan sejarah tertulis.
Masih ingatkah Anda terhadap Herodotus tentang Mesir dan Mesopotamia pada kegiatan 3 di catur wulan 1?
Thucydides: Ahli sejarah yang menulis tentang perang Peloponesos.
Demikianlah beberapa contoh nama ilmuwan yang mewakili kemajuan ilmu pengetahuan Yunani. Pada uraian selanjutnya Anda akan mempelajari masa akhir kejayaan Yunani.
April 3rd, 2007 at 2:28 pm
Budaya Taiwan
Budaya Taiwan ketika ini mengalami transformasi yang besar hasil pemisahannya dengan tanah besar China yang telahpun mencecah lebih 100 tahun. Taiwan kini mempunyai budaya tersendiri dengan bersumberkan budaya China, budaya Jepun dan budaya Amerika Syarikat, terutama dalam politik dan seni binaan. Penduduk asli Taiwan juga mempunyai budaya mereka yang tersendiri. Kesenian, tradisi moyang, dan budaya popular merangkumi corak pelbagai motif beasaskan Asia dan Barat.
Dewan Konsert Kebangsaan di Taipei
Penari yang memakai baju budaya punduduk asli TaiwanSelepas berpindah ke Taiwan, kerajaan KMT bertindak untuk mengekalkan budaya China. Kerajaan melaksanakan pelbagai kempen tulisan kaligrafi China, lukisan seni China, seni moyang China dan opera China. Salah suatu tarikan bandaraya Taipei adalah Museum Kebangsaan China yang mempunyai lebih dari 650,000 koleksi gangsa, jed, kaligrafi, lukisan dan porcelain China. Kerajaan KMT dibawah Chiang Kai-Shek telah memindahkan koleksi ekstensif ini daripada Beijing pada tahun 1949 semasa melarikan diri ke Taiwan. Koleksi ini dipercayai menjadi sebahagian daripada harta budaya China, dan hanya 1 peratus dipamerkan pada setiap period masa.
Berkaraoke merupakan salah suatu daripada aktiviti yang degemari di Taiwan, hasil pengaruh Jepun. Suatu lagi contoh adalah Panchinko.
Minuman Taiwan juga telah berjaya dikenali di merata dunia. Teh berbuih dan Teh bersusu merupakan minuman Taiwan yang terkenal di Malaysia, Eropah, Kanada dan Amerika Syarikat.
Taiwan juga menerbitkan filem-filem yang berkualiti setiap tahun. Antara pengarah filem yang terkenal dari Taiwan merupakan Ang Lee yang mendapat nama daripada filem arahannya Crouching Tiger, Hidden Dragon dan Eat Drink Man Woman.
Kira-kira 80 peratus orang Taiwan merupakan bangsa etnik Han dan boleh bercakap bahasa kebangsaan, iaitu Bahasa Cina Mandarin sekali dengan Bahasa Cina Hokkien yang berasal daripada selatan sungai Min di provinsi Fujian di tanah besar China. Bahasa Hokkien ini yang dikenali sebagai Taiyu di Taiwan merupakan bahasa yang sama yang ditutur oleh kebanyakan orang Cina Malaysia. Golongan pro-Merdeka di Taiwan telah mempromosikan bahasa ini sejak tahun 1990-an, tampa menyedari bahawa ia hanya sekadar salah-suatu daripada dialect yang dipercakapkan di tanah besar China. Terdapat lagi 10 peratus daripada penduduk Taiwan yang mengunapakai bahasa Hakka. Golongan penduduk aboriginal pula, walaupun mempunyai bahasa sendiri, juga boleh bertutur dalam bahasa Mandarin dan Hokkien.
Tokong Longshan di bandaraya Taipei merupakan suatu contoh bangunan yang direka dengan pengaruh selatan China, suatu ciri yang dijumpai pada kebanyakan bangunan lama di Taiwan.Gerakan Local Taiwan terus menjadi punca berkembangnya budaya Taiwan yang asing daripada tanah besar China, sebagai suatu reaksi terhadap pemerintahan kuku besi KMT dan hostiliti PRC. Politik identiti dengan lebih 100 tahun pemisahan Taiwan dengan tanah besar dengan 50 tahun daripadanya dibawah pemerintahan Jepun, terus mnjadi isu dan mewujudkan perbezaan budaya dengan budaya China di tanah besar dalam pelbagai bidang, antaranya masakan, filem, fotografi, opera dan muzik.
April 3rd, 2007 at 3:02 pm
Kebudayaan Malaysia adalah suatu kebudayaan yang begitu unik dan menarik. Walaupun Malaysia sedang menuju ke arah sebuah negara membangun tetapi kebudayaan dan adat resam mereka tetap dipelihara. Oleh itu kebudayaan mereka yang sungguh unik itu tidak akan dilupakan oleh generasi seterusnya.
Kebudayaan Malaysia seperti Joget Inang, Silat, kompang, Kuda Kepang, Kenduri, Tarian Bazau, Rewang, Majlis Inai, Doa Selamat, dan banyak lagi masih lagi diamalkan. Kebanyakan kebudayaan yang sungguh unik ini adalah berasal dari kebudayaan Melayu, kebudayaan Cina, kebudayaan India, kebudayaan Kadazan dan kebudayaan Iban
Pengenalan
Laman Web Alat Muzik Tradisional Malaysia ini dibangunkan dengan tujuan untuk mewarwarkan kepada masyarakat sejagat terutama generasi muda. Disamping itu dapat memberi pemahaman lebih jelas tentang rupabentuk dan fungsi serta bunyi alat muzik itu.
Skop maklumat alat muzik tradisional ini amatlah terbatas, ianya masih terdapat masa kini dan terus diterima pakai oleh bangsa di Malaysia.Kami berusaha membangunkan web ini semungkin yang boleh dan pertambahan maklumat serta paparan artifak yang menarik akan dikemaskini dari semasa ke semasa.
Secara amnya, selain daripada digunakan untuk menghasilkan berbagai jenis muzik, alat alat muzik ini merupakan bahan estetika yang penting dalam masyarakat. Ia digunakan sebagai alat penyebar maklumat, lambang budaya bangsa, alat ritual yang dapat menghubungkan manusia dengan alam luar biasa(magis) selain dari fungsi utama sebagai alat hiburan.
Terdapat lima kategori Alat Muzik Tradisional:
Kordofon
Membranofon
Alat-alat muzik kordofon ialah alat-alat yang mengeluarkan bunyi kerana adanya getaran pada tali yang ditegangkan. Alat-alat muzik rebab, sape dan lain-lain tergolong dalam kategori ini. Dalam kategori ini digolongkan alat-alat muzik yang menghasilkan bunyi melalui kulit atau membrane yang ditegang dan dipalu.Berbagai jenis alat gendang dan rebana Melayu tergolong dalam kategori membranofon. Kebiasaannya digunakan di dalam menghasilkan lagu-lagu rakyat.
Erofon
Idiofon
Erofon adalah alat-alat muzik yang menghasilkan bunyi melalui lubang udara. Dalam masyarakat pribumi Malaysia,terdapat beberapa jenis alat muzik erofon seperti serunai, seruling, nafiri, seruling hidung dan lain lain yang sejenis. Idiofon adalah alat-alat muzik yang menghasilkan bunyi melalui tindakbalas pada rangka badan yang bergema. Contoh alat muzik idiofon pribumi Malaysia ialah kumpulan gong dan jenis-jenisnya. Dalam kategori idiofon terdapat alat-alat muzik ‘metallophone’, yang diperbuat daripada logam gangsa seperti saron dan gendir dalam ensemble gamelan.
Erofon Bebas
Erofon bebas adalah suatu alat muzik yang menghasilkan bunyi melalui lubang udara dengan car meniupnya, penjenisan alat adalah berbeza dari erofon. Ianya diperbuat dari pelbagai bentuk yang berbeza dan diperbuat dari bahan yang bersifat sementara seperti daun-daun kayu, daun kelapa dan sebagainya. Penghasilan bunyi tidak mengikut kod muzik yang ditetapkan dan bukan untuk tujuan dipermainkan bersama alat muzik yang lain.
April 3rd, 2007 at 3:26 pm
KEADAAN SOSIAL BUDAYA KOREA
Sistem Kebudayaan
Budaya Perkawinan
Kebudayaan garis keluarga di Korea adalah berdasarkan atas sistem Patrilinial. Pria memegang peranan penting dalam kesejahteraan keluarkan dan diwajibkan untuk bekerja. Wanita diperbolehkan untuk bekerja hanya kalau diperbolehkan oleh suami atau jika hasil kerja suaminya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Tugas utama wanita adalah untuk mengasuh anak dan menjaga rumah.
Budaya perkawinan Korea sangat menghormati kesetiaan. Para janda, walaupun jika suami mereka mati muda, tidak dizinkan menikah lagi dan harus mengabdikan hidupnya untuk melayani orang tua dari suaminya. Begitu juga yang terjadi pada seorang duda yang harus melayani orang tua dari istrinya walaupun istrinya tersebut mati muda.
Budaya dalam Hal Keturunan
Dalam budaya Korea , keturunan atau anak dianggap sebagai sebuah anugerah yang amat besar dari Tuhan. Oleh karena itu, setiap keluarga disarankan untuk memiliki paling tidak seorang keturunan. Oleh karena budaya yang amat menghormati anugerah Tuhan tersebut, aborsi yang bersifat sengaja akan diberikan hukuman yang amat berat secara adapt, yaitu hukuman mati kepada sang Ibu dan orang lain yang mungkin terlibat di dalamnya, seperti suaminya (jika suaminya yang memaksa), dokter (jika dokter yang memberikan sarana untuk aborsi), dan lain-lain. Akan tetapi, secara hukum, tidak akan diadakan hukuman mati. Hukuman mati biasanya hanya dilaksanakan di daerah pedalaman Korea di mana adat masih berpengaruh secara kuat.
Pembagian harta warisan dalam budaya ini amatlah adil. Tanpa memperdulikan jenis kelamin, keturunan dari seseorang akan mendapatkan pembagian harta dengan jumlah yang sama dengan saudara-saudaranya. Akan tetapi, dalam prakteknya ini tidak selalu terjadi. Kebanyakan orang tua menyisihkan lebih banyak harta warisan kepada anak tertua mereka.
Budaya Makanan
Dalam budaya Korea , ada satu makanan khas yang memiliki suatu arti yang tidak dimiliki oleh makanan lainnya. Makanan ini disebut kimchi. Di setiap session makanan, ketidakberadaan kimchi akan memberikan kesan tidak lengkap.
Kimchi adalah suatu makanan yang biasanya merupakan sayuran yang rendah kalori dengan kadar serat yang tinggi (misalnya bawang, kacang panjang, selada, dan lain-lain) yang dimasak sedemikian rupa dengan bumbu dan rempah-rempah sehingga menghasilkan rasa yang unik dan biasanya pedas. Dalam kenyataannya (menurut hasil penelitian kesehatan WHO), jenis-jenis kimchi memiliki total gizi yang jauh lebih tinggi dari buah manapun.
Hal yang membuat kimchi menjadi makanan yang spesial ada banyak faktornya. Faktor pertama adalah pembuatannya. Kimchi (dalam hal ini adalah kimchi yang dihidangkan untuk acara-acara spesial, bukan kimchi untuk acara makan biasa dan sehari-hari) dibuat oleh wanita dari keluarga bersangkutan yang mengadakan acara tersebut dan hanya bisa dibuat pada hari di mana acara tersebut dilaksanakan. Semakin banyak wanita yang turut membantu dalam pembuatan kimchi ini, semakin “bermakna” pula kimchi tersebut. Kimchi juga merupakan faktor penentu kepintaran atau kehebatan seorang wanita dalam memasak. Konon katanya, jika seorang wanita mampu membuat kimchi yang enak, tidak diragukan lagi kemampuan wanita tersebut dalam memasak makanan lain. Faktor ketiga adalah asal mula kimchi. Kimchi pada awalnya dibuat oleh permaisuri dari Raja Sejong sebagai hidangan untuk perayaan Sesi.
Kebiasaan / Tradisi, Kesenian, Bahasa
Kebiasaan / Tradisi
Ada sebuah tradisi / kebiasaan yang cukup terkenal di Korea. Tradisi ini dinamakan “sesi custom”. Tradisi sesi dilaksanakan sekali setiap tahun. Sesi adalah sebuah tradisi untuk mengakselerasikan ritme dari sebuah lingkaran kehidupan tahunan sehingga seseorang dapat lebih maju di lingkaran kehidupan tahun berikutnya.
Tradisi sesi dilaksanakan berdasarkan kalender bulan (Lunar Calender). Matahari, menurut adat Korea , tidak menunjukkan suatu karakteristik musiman. Akan tetapi, Bulan menunjukkan suatu perbedaan melalui perubahan fase bulan. Oleh karena itu, lebih mudah membedakan adanya perubahan musim atau waktu melalui fase bulan yang dilihat.
Dalam tradisi sesi, ada lima dewa yang disembah, yaitu irwolseongsin (dewa matahari bulan dan bintang), sancheonsin (dewa gunung dan sungai), yongwangsin (raja naga), seonangsin (dewa kekuasaan), dan gasin (dewa rumah). Kelima dewa ini disembah karena dianggap dapat mengubah nasib dan keberuntungan seseorang.
Pada hari di mana sesi dilaksanakan, akan diadakan sebuah acara makan malam antar sesama keluarga yang pertalian darahnya dekat (orang tua dengan anaknya). Acara makan wajib diawali dengan kimchi dan lalu dilanjutkan dengan “complete food session”.
Ada juga mitos lain dalam memperoleh keberuntungan menurut tradisi Korea, antara lain “nut cracking” yaitu memecahkan kulit kacang-kacangan yang keras pada malam purnama pertama tahun baru, “treading on the bridge” yaitu berjalan dengan sangat santai melewati jembatan di bawah bulan purnama pada malam purnama pertama tahun baru yang katanya dapat membuat kaki kita kuat sepanjang tahun, dan “hanging a lucky rice scoop” yaitu menggantungkan skop (sendok) pengambil nasi di sebuah jendela yang katanya akan memberi beras yang melimpah sepanjang tahun.
Kesenian
Kesenian tradisional di Korea, dalam hal ini musik dan tarian, diperuntukkan khusus sebagai suatu bagian dalam penyembahan “ lima dewa”.
Ada beberapa alat musik tradisional yang digunakan, misalnya hyeonhakgeum (sejenis alat musik berwarna hitam yang bentuknya seperti pipa dengan tujuh buah senar) dan gayageum (alat musik mirip hyeonhakgum tetapi bentuk, struktur, corak, dan cara memainkannya berbeda dan memiliki dua belas buah senar).
Tarian tradisional yang cukup terkenal di Korea antara lain cheoyongmu (tarian topeng), hakchum (tarian perang), dan chunaengjeon (tarian musim semi). Tarian chunaengjeon ditarikan sebagai tanda terima kasih kepada dewa irwolseongsin dan dewa sancheonsin atas panen yang berhasil.
Bahasa
Bahasa yang digunakan di Korea adalah bahasa Korea . Penulisan bahasa Korea dinamakan Hangeul. Hangeul diciptakan oleh Raja Sejong pada abad ke 15. Hangeul terdiri dari 10 huruf vokal dan 14 konsonan yang bisa dikombinasikan menjadi banyak sekali huruf-huruf dalam bahasa Korea . Hangeul sangat mudah dibaca dan dipelajari. Hangeul juga dianggap sebagai bahasa tulisan yang paling sistematik dan scientific di dunia. Berikut adalah contoh Hangeul.
Peninggalan Bersejarah
Di Korea terdapat banyak peninggalan sejarah yang berasal dari masa Dinasti Joseon, seperti Taman Jongmyo yang didalamnya terdapat banyak prasasti-prasasti dan disini biasa dilaksanakan upacara-upacara keagamaan atau mistik yang besar. Ada juga istana-istana Dinasti Joseion antara lain Gyeongbokgung (dibangun pada tahun 1394), Changdeokgung (tidak diketahui kapan dibangun tetapi bangunan ini ditemukan pada tahun 1592), Changgyeonggung (anak istana dari istana Changdeokgung), dan Deoksugung yang saat ini telah dijadikan sebagai
kantor Walikota Seoul .
April 3rd, 2007 at 7:24 pm
PESAN-PESAN NON-VERBAL ORANG JEPANG
Membanggakan diri sebagai salah satu negara ekonomi terkuat di dunia sekalipun mengalami kemunduran sementara waktu baru-baru ini, Jepang merupakan salah satu pemain utama dalam ekonomi global. Tidak saja orang Jepang harus diperhitungkan sebagai pesaing yang gigih, yang ingin merebut kembali pasar-pasar yang selama ini lepas dari cengkraman mereka. Meskipun demikian, mencari ceruk di pasar Jepang secara historis merupakan tugas yang sulit, terutama bagi kekuatan-kekuatan ekonomi Barat. Perang dagang merupakan headline yang biasa dengan suara para pemimpin politik yang mengeluh tentang parktek dagang yang tidak fair dari pihak Jepang.
Eskalasi perang dagang tersebut telah mendingin di tahun-yahun belakangan ini. Penyebabnya bermacam-macam, perusahaan-perusahaan mobil Jepang misalnya, telah mendirikan pabrik-pabrik pembuatan mobil di Amerika Serikat. Perusahaan-perusahaan Jepang dan Amerika juga telah bekerja sama dalam berbagai proyek patungan (joint venture). Meskipun demikian, bersaing dengan orang-orang Jepang tetap bukan pekerjaan mudah. Apakah mencoba untuk memasuki pasar Jepang atau melakukan penjualan kepada perwakilan-perwakilan Jepang yang berkunjung, latar belakang budaya mereka harus diperhitungkan.
Bertindaklah hati-hati ketika berpresentasi kepada sekelompok usahawan Jepang dan perhatikan apa yang kelihatannya menumbuhkan kepercayaan terhadap gagasan-gagasan anda. Lebih dari bentuk interaksi dan komunikasi lainnya, isyarat-isyarat dan norma-norma nonverbal dapat menimbulkan kesalahan persepsi atau mengecoh bagi yang businessman berpengalaman sekalipun.
Orang Jepang memperlakukan pengunjung sesuai dengan tingkat minatnya dalam proposal mereka. Pesan-pesan nonverbal berikut ini dapat mencerminkan minat mereka terhadap tawaran yang anda berikan. Jika tuan rumah mengundang anda untuk mempresentasikan proposal anda di gedung besar di mana setiap orang bekerja dan duduk di dipan untuk merokok, ini artinya ia tidak berminat tapi hanya menghormati kunjungan anda saja.
Jika ia mengundang anda ke ruang pribadi tanpa pintu, ini menunjukkan tingkat minat yang sangat besar tapi tidak cukup. Jika ia membawa kita ke kamar tertutup dengan gambar-gambar bagus di dindingnya, itu adalah pertanda baik. Jika ia menawarkan anda teh hijau Cina, itu pertanda tidak baik. Kopi jepang atau kopi Brazil malah merupakan pertanda yang lebih baik, terutama jika ia menawari anda jus jeruk setelah diskusi. Jika ia kemudian mengundang bosnya untuk menemui anda setelah itu, merupakan pertanda bagus lagi. Kini, jika ia hanya berterima kasih pada anda karena kedatangan anda ke perusahannya, lalu menjabat tangan dan membiarkan anda pergi, itu pertanda OK. Tetapi jika ia mengantarkan anda kembali ke pintu lift dan membungkuk dua kali ketika anda pergi, maka kita sudah sangat dekat dengan penutupan kontrak. Akhirnya, jika ia mengantar anda sampai ke jalan dan memanggilkan taksi untuk anda, maka anda dapat memastikan diri bahwa kontrak sudah pasti di tangan.
Beberapa pesan nonverbal memerlukan perhatian khusus. Di bawah ini ada beberapa petunjuk yang lebih spesifik untuk diingat ketika berurusan dengan orang Jepang :
· Senyum seorang Jepang tidak harus menunjukkan persetujuannya. Senyum itu bahkan mungkin mencerminkan keprihatinan atau kekagetan terhadap anda.
· Mengeluh artinya merasa lega dalam budaya Jepang.
· Jika orang asing meminta jawaban “ya” atau “tidak”, orang Jepang biasanya hanya tersenyum.
· Tinggal diam berarti bahwa mereka berpikir atau memang tidak ada sesuatu lagi untuk dibicarakan.
· Duduk membungkuk atau santai di atas kursi menunjukkan kebosanan.
· Membuka kacamata atau memasang telinga menunjukkan kebingungan.
· Ketika orang Jepang mengusap-usap kepalanya, mereka kecewa atau tidak mengerti.
· Menyilangkan tangan artinya kemungkinan penolakan, ketidaksetujuan, atau heran.
· Kontak mata disertai gerakan-gerakan leher merupakan isyarat sikap bermusuhan. Kontak mata secara langsung tidaklah sopan.
· Orang Jepang menunjuk hidungnya dengan jarinya ketika membicarakan diri mereka sendiri.
· “Ya, ya” berarti, “Saya mengerti apa yang anda katakan, tetapi saya belum menyetujuinya.”
· “OK, berikutnya!” menunjukkan keinginan untuk mengubah topik pembicaraan, bukan menunjukkan “Ya.”
· “By the way, ” (ngomong-ngomong), artinya dengarkan baik-baik, orang itu sedang memberikan petunjuk penting kepada anda.
· Diam membisu mungkin sering terjadi dalam percakapan. Jangan selalu merasa bahwa anda harus mengisi kebisuan dengan bicara secara berlebihan.
Orang Jepang mengikuti aturan yang ketat dalam tatcara perkenalan pribadi dan bahkan dalam susunan tempat duduk sekalipun. Bos harus diperkenalkan, dan di ruang rapat ia duduk agak jauh dari pintu dan barangkali membelakangi gambar yang menarik di atas dinding. Orang Jepang belajar banyak tentang presentasi dan interaksi visual. Adalah penting bagi usahawan asing untuk memnfaatkan sebanyak mungkin alat Bantu visual, contoh dan foto. Hal semacam itu membantu untuk membuka dialog, serta komunikasi di antara presenter dan orang-orang Jepang itu sendiri akan menjadi lebih baik walaupun ada kesulitan bahasa di antara mereka.
Ketika berurusan dengan orang Jepang, kita harus menyadari bahwa keputusan tidak akan dicapai di ruang pertemuan, tetapi lebih mungkin oleh para anggota tim pengambil keputusan setelah pertemuan ditunda. Penting bahwa hubungan yang sudah kuat dikembangkan dengan sedikitnya seorang anggota tim Jepang yang ikut bernegosiasi (seseorang yang dapat menjelaskan bagaimana caranya untuk berhasil berurusan dengan perusahaan tersebut).
Ingatlah bahwa sukses anda dengan orang Jepang tergantung dari kemampuan anda untuk memelihara hubungan yang saling menguntungkan melalui komunikasi yang berkesinambungan. Hubungan ini memakan waktu, pengabdian dan kewajiban timbal balik.
April 3rd, 2007 at 7:26 pm
NILAI - NILAI BUDAYA ARAB
Perusahaan-perusahaan besar seperti Mobil Oil, GE, IBM, dll secara relative telah meraih sukses di Timur Tengah karena mereka memasuli pasar Arab lebih awal. Perusahaan-perusahaan ini memerlukan waktu bertahun-tahun untuk menjejakkan kakinya di dunia Arab. Tetapi, dengan peluang-peluang yang makin luas bagi perusahaan-perusahaan lainnya, baik perusahaan besar, sedang dan kecil di Timur Tengah, dan dengan eksekutif-eksekutif bisnis generasi baru yang memimpin perusahaan-perusahaan Arab, kebutuhan akan pandangan baru diperlukan tentang bagaimana caranya untuk berhasi dengan bangsa Arab sekarang ini.
Berikut ini daftar nilai yang dianggap paling penting oleh beberapa bangsa:
Arab Amerika Jerman
Senioritas Persamaan Waktu
Spiritualitas Kebebasan Kompetisi
Reputasi Keterbukaan Privasi
Keluarga Percaya Keterbukaan
kemampuan sendiri
Otoritas Kerja sama Reputasi
Agar berhasil dalam berurusan dengan orang Arab, anda harus menunjukkan sikap hormat pada senioritas ayah, bos, dan para pemimpin negara. Nilai-nilai ini akan berbenturan dengan budaya orang Amerika. Dalam pertemuan pertama mereka, nilai budaya persamaan dan kebebasan orang Amerika akan bentrok dengan tekanan orang Arab pada senioritas dan otoritas. Percaya pada kemampuan sendiri orang Amerika akan bebenturan dengan ketergantungan orang Arab pada bos/pemimpin. Di pihak lain, perhatikan bagaimana keinginan orang Jerman ketepatan waktu akan bebenturan dengan orang Arab yang percaya bahwa mereka punya banyak waktu luang. Nilai budaya Jerman tentang privasi akan berlawanan dengan nilai budaya orang Arab tentang keramahtamahan.
Seorang Amerika yang menghadiri suatu konferensi bisnis misalnya, cenderung untuk memperkenalkan diri mereka pada orang-orang dari kalangan bisnis Arab, dan kemudian cepat-cepat pergi untuk berbicara pada eksekutif-eksekutif lainnya, setelah menolak untuk minum kopi selama rehat. Orang Amerika itu tidak memiliki banyak waktu selain untuk ngobrol-ngobrol singkat dengan setiap orang. Tujuan mereka adalah membuat kontak sebanyak mungkin. Orang Arab mempunyai pandangan tentang waktu yang lebih lama, mereka tidak peduli apakah harus menghabiskan waktu yang lama untuk membina hubungan pribadi dan kepercayaan.
Bahkan masalah sederhana tentang jarak fisik dapat menciptakan kesalahpahaman. Seorang eksekutif Arab akan berdiri dekat sekali dengan anda dibandingkan dengan orang Amerika atau Jerman. Sementara hal ini merupakan cara orang Arab untuk menyatakan kehangatan pribadi dan keramahtamahan, kebanyakan orang Barat dan mereka yang berasal dari budaya lain akan mundur (jika didekati oleh orang lain), karena mereka merasa wilayah kenyamanan dalam ruang pribadi mereka telah dijarah.
Seperti juga telah ditunjukkan, orang Arab menekankan spiritualitas sebagai salah satu nilai yang mereka junjung tinggi. Misalnya, ketika berurusan dengan dengan orang Arab Muslim, anda harus memahami rukun Islam, atau pilar-pilar dasar Islam, dan bagaimana rukun Islam ini begitu mempengaruhi paham, perilaku, dan proses pengambilan keputusan orang Arab. Rukun Islam terdiri dari lima. Pertama, seseorang harus percaya tentang adanya Tuhan dan bahwa Muhammad SAW adalah nabi terakhir. Rukun kedua adalah bahwa seorang Muslim harus beribadah keoada Tuhan dengan menjalankan sholat (sembahyang) lima waktu dalam sehari. Jika berhadapan dengan orang Arab Muslim, anda harus menghormati spiritualitas mereka dan memberi mereka waktu untuk menjalankan kewajibannya kepada Tuhan dengan sholat (sembahyang) lima waktu dalam sehari. Sebagian orang Barat merasa frustasi ketika orang-orang Arab meminta pertemuan diistirahatkan agar mereka dapat menjalankan sembahyang.
Rukun Islam yang ketiga adalah puasa selama bulan Ramadhan. Umat Muslim akan berpuasa, tidak makan dan minum, merokok dari mulai subuh hingga maghrib selama bulan ini. Selama bulan ini, sebagian besar kegiatan bisnis di negara-negara Arab menjadi kendur. Karenanya, jangan terlalu memaksakan bisnis selama bulan Ramadhan. Sebagian besar karyawan akan pulang kerja lebih cepat untuk memburu waktu berbuka puasa pada saat maghrib bersama keluarga dan teman-teman.
Rukun Islam yang keempat adalah zakat. Ini mirip dengan pajak dari pemerintah, namun hal tersebut sudah menjadi kewajiban setiap umat Muslim untuk memberikan zakat pada mereka yang berhak mendapatkannya. Rukun Islam yang kelima dan yang terakhir adalah menjalankan ibadah Haj (haji) dengan mengunjungi kota suci Mekkah di Arab Saudi. Ini hanya diperlukan sekali seumur hidup. Lagi-lagi, banyak kalangan bisnis akan terlibat dalam kegiatan pergi naik haji ini dan kegiatan bisnis juga mengendur selama musim haji tersebut.
April 3rd, 2007 at 7:43 pm
KEANEKARAGAMAN NILAI BUDAYA ORANG EROPA
Selama 50 tahun terakhir, Eropa telah menjadi salah satu pasar terbesar untuk produk-produk asing, selain mereka juga mengekspor berbagai barang. Pentingnya Eropa dalam pasar global semakin besar saat mata uang Euro menggantikan mata uang banyak bangsa yang tergabung dalam Uni Eropa. Memang, banyak analis meramalkna bahwa di masa mendatang dalam kurun waktu tidak lama lagi Eropa mungkin menjadi kekuatan dominan dalam percaturan ekonomi global.
Berbisnis dengan orang Eropa memerlukan banyak keterampilan, antara lain etiket yang tepat, intuisi bisnis yang tajam, dan kemampuan untuk membaca nuansa komunikasi verbal dan non-verbal. Selain itu keanekaan budaya orang eropa memaksa para usahawan asing untuk mendapatkan keterampilan yang mungkin belum pernah mereka miliki sebelumnya. Tabel berikut ini menyajikan lebih jauh keunikan nilai budaya beberapa negara di Eropa :
Italia
Loyalitas
Martabat
Pragmatisme
Persekutuan
Kharisma
Jerman
Ketepatan waktu
Privasi
Kesempurnaan
Prestasi
Kompartementalisasi
Swiss
Kejujuran
Kerja keras
Keteraturan
Formalitas
Reliabilitas
Inggris
Tradisi
Pendiam dan terkendali
Sopan santun
Humor kering
Formalitas
Perancis
Budaya dan sejarah Perancis
Kebaruan
Tata krama
Sentralisasi
Individualitas
1. Berurusan dengan Mitra Perancis
Di Perancis, anda harus menunjukkan pengetahuan dan penghargaan anda terhadap budaya dan sejarah Perancis. Ini akan menempatkan anda dalam posisi intelektual yang sederajat dengan mitra Perancis anda, dan apabila anda bebicara dengan bahasa Perancis, banyak pintu akan terbuka untuk anda. Berbicara paling tidak sedikit bahasa Perancis ternyata memang penting ketika anda mengunjungi negara itu. Jika anda menanyakan arah jalan kepada orang Perancis dalam bahasa Inggris misalnya, anda mungkin akan mendapatkan diri anda harus menggunakan peta jalan anda sendiri.
Sepanjang sejarahnya, orang Perancis menghargai dan menilai tinggi mode, kebaruan dan tata krama dalam setiap aspek kehidupannya. Ini salah satu sebab mengapa Perancis terkenal di dunia sebagai pusat mode, makanan dan kebudayaan. Orang Perancis menggunakan pengetahuan intelektual dan budaya mereka untuk memperbaiki kualitas personal dan individualitas mereka.
Berikut beberapa hal yang harus diingat selama berhubungan dengan orang Perancis :
·Ketepatan waktu dalam suatu pertemuan bisnis di Perancis sangat diharapkan. Sodorkan tangan untuk jabat tangan yang cepat tapi ringan setelah bertukar kartu nama dan setelah menutup pertemuan. Jangan sekali-kali menanyakan tentang gaji, usia atau keluarga mereka kecuali anda telah menjalin persahabatan yang erat dengan mereka. Gunakan nama beakang dan gelar kecuali anda diminta untuk menggunakan nama kecil mereka. Di Perancis, hanya keluarga dan teman dekat yang boleh memanggil satu sama lain dengan nama kecil.
·Jangan memberikan hadiah dengan cap logo perusahahan kepada mitra Perancis anda. Mereka menganggap itu sebagai hadiah murahan. Hadiah haruslah bermutu tinggi dan dibungkus dengan indah. Jangan sekali-kali mengirimkan hadiah bisnis ke rumah rekan Perancis anda. Di Perancis, bunga mawar merah hanya untuk kekasih. Berikanlah kepada mereka hadiah dari negeri anda secara pribadi dengan ucapan penghargaan. Sebuah hadiah pada orang Perancis barangkali tidak akan dibuka langsung oleh si penerima hadiah.
·Jika anda diundang untuk menghadiri acara jamuan makan seorang Perancis, anda dapat dating agak lambat sekitar 15 menit untuk acara social, tapi harus tepat waktu untuk pertemuan di restoran. Tuan rumah akan mengajak toast (bersulang) lebih dulu, dan adalah lazim bagi wanita untuk mengajak bersulang. Cobalah setiap hidangan yang ditawarkan, menyisakan makanan di atas piring adalah tidak sopan. Jangan memasukkan tangan anda ke saku ketika berbicara atau memberi salam pada seseorang. Ingatlah untuk mengirimkan kartu ucapan terima kasih atau menelepon keesokan harinya untuk berterima kasih pada tuan rumah.
·Orang Perancis menghargai waktu dan liburan mereka bersama teman dan keluarganya. Jika anda mengunjungi Paris pada bulan Agustus, anda akan menemukan kebanyakan orang pergi ke luar kota untuk menikmati liburan musim panas mereka.
2. Berurusan dengan Mitra Jerman
Di sisi lain benua itu, orang Jerman akan menghargai ketepatan waktu anda ketika menghadiri pertemuan, mengirimkan barang, atau menghadiri pesta. Ketepatan waktu menunjukkan sikap menghormati dan takzim terhadap klien atau mitra, dan mengabaikan norma budaya ini akan menyebabkan friksi. Juga, bagi orang Jerman, privasi sangat dihargai dan dijunjung tinggi. Itulah sebabnya, jangan mengganggu seorang manajer Jerman jecuali anda memiliki janji bertemu dan pastikan untuk mengetuk pintu dulu sebelum anda masuk. Kesempurnaan juga merupakan trademark budaya Jerman dan perusahaan-perusahaan Jerman, dan mereka mengharapkan hal yang sama dari mitra kerja mereka.
Berikut beberapa hal yang harus diingat selama berhubungan bisnis dengan orang Jerman :
·Orang Jerman sangat formal dalam tata cara perkenalan personal. Kartu nama anda harus mencantumkan jabatan dan gelar anda. Gunakan nama akhir orang tersebut beserta jabatannya sampai secara spesifik anda diminta untuk menggunakan nama kecilnya.
·Hadiah biasanya tidak dipertukarkan dalam suatu pertemuan bisnis. Namun hadiah kecil yang dibungkus dengan menarik mungkin bagus di akhir negosiasi yang sukses.
·Dalam sebagian besar budaya Asia, pada suatu presntasi bisnis jika anda tidak sependapat dengan yang dipresentasikan, adalah sepantasnya bagi anda menunggu dan mengangkat masalah bersangkutan nanti untuk menghindari timbulnya perasaan kehilangan muka di depan si pemberi presentasi. Namun dalam budaya Jerman, anda harus siap mempertahankan pandangan anda kepada mereka yang tidak setuju dengan pendapat anda. Di antara sesama, adalah oke-oke saja untuk mengkritik aatu sama lain, bahkan diharapkan untuk saling mengkritik sekalipun di depan orang asing. Meskipun demikian, jangan sekali-kali mengkritik bos anda di depan umum.
·Pujian jarang diberikan oleh bos-bos Jerman, bahkan kritik yang obyektif tidak diberikan dengan mudah.
·Jangan menelepon orang Jerman di rumahnya kecuali dalam keadaan darurat.
·Jika diundang makan malam gunakan pakaina yang bersih dan necis. Jangan minum sebelum tuan rumah mengangkat gelasnya. Adalah tidak sopan menyisakan makanan di atas piring anda. Jangan merokok sampai makan malam selesai dan kopi disajikan, dan mintalah izin dulu kepada tuan rumah sebelum merokok.
3. Berurusan dengan Mitra Swiss
Terletak tak jauh dari Jerman adalah Swiss, di mana anda harus berhubungan secara budaya dengan Swiss Jerman, Swiss Perancis dan Swiss Italia. Dalam berbisnis dengan orang Swiss, usahakanlah untuk mengetahui latar belakang pihak yang anda hadapi. Jika anda melakukan hal ini, anda akan lebih banyak meraih sukses ketimbang mereka yang mengabaikan latar belakang multikultural ini. Kejujuran, formalias, kerja keras dan reabilitas juga merupakan kunci intuk meraih sukses di Swiss.
Berikut beberapa hal yang harus diingat selama berhubungan bisnis dengan orang Swiss :
·Tepat waktu sangat dijunjung tinggi. Meneleponlah atau kirimkan surat yang berisikan penjelasan jika anda akan datang terlambat.
·Dalam pertemuan dengan orang Swiss, tuan rumah anda akan memperkenalkan anda kepada para eksekutif lain. Segera lakukan saling tukar kartu nama. Berjabat tanganlah dengan erat dan lakukan kontak mata dengan setiap yang hadir setelah pertemuan. Gunakan nama belakang dan gelar yang pantas sampai secara khusus anda diminta menggunakan nam kecil. Gelar-gelar akademik dan profesional sering digunakan.
·Orang Swiss adalah penawar yang alot tetapi fair. Jangan tawar-menawar dengan mereka.
·Hadiah biasanya tidak dipertukarkan dalam suatu pertemuan bisnis. Namun hadiah kecil yang dibungkus dengan menarik mungkin bagus di akhir negosiasi yang sukses.
·Dalam acara jamuan makan malam, tuan rumahlah yang mengusulkan sulang pertama. Adalah sopan untuk mengusulkan sulang setelah makan malam tau menyisakan makanan di atas piring anda. Mintalah izin untuk merokok di meja makan.
·Bisnis dibicarakan sepanjang makan.
·Jangan mengotori tempat umum, menanyakan usia, pekerjaan atau status keluarga seseorang. Jangan mengharapkan terjalinnya persahabatan yang cepat.
4. Berurusan dengan Mitra Italia
Ketika berbisnis dengan orang Italia, anda harus menunjukkan loyalitas anda dan pererat hubungan anda dengan memfokuskan perhatian dan memberikan prioritas pada keluarga, bos, perusahaan, dan jaringan sekutu-sekutu anda sendiri. Ini akan meningkatkan jaminan kepada anda untuk dukungan kapan anda memerlukannya untuk pribadi maupun untuk urusan bisnis. Kharisma dan pendekatan pragmatik anda akan memposisikan anda dalam kedudukan memimpin.
Sebuah cuiman di kedua pipi biasanya diharapkan dari teman-teman yang sudah akrab, maupun pelukan dan tepukan di punggung. Jabatan tangan yang kuat cukup memadai sampai hubungan bisnis berjalan dan bergerak ke arah persahabatan, yang dicari oleh kebanyakan orang Italia. Ketika menerima kartu nama, telitilah nama dan gelarnya dengan seksama dan jangan hanya menaruhnya di saku anda dan kemudian tanyakan apa pekerjaan orang bersangkutan, seperti dilakukan oleh orang Amerika. Gunakan nama belakang dan gelarnya sampai diminta untuk melakukan sebaliknya. Pertahankan kontak mata sealgi berbicara, kalau tidak orang Italia akan berpikiran bahwa anda menyembunyikan sesuatu. Ini berlawanan dengan orang Jepang, yang biasanya menghindari kontak mata karena perbuatan demikian menunjukkan sikap bermusuhan.
Berikut beberapa hal yang harus diingat selama berhubungan bisnis dengan orang Italia:
·Jalinlah hubungan pribadi dengan orang Italia; mereka senang berhubungan dengan orang yang mereka kenal dan mereka percayai.
·Orang asing diharapkan untuk menepati waktu, tetapi anda bisa disuruh menunggu oleh teman orang Italia anda. Adalah tidak sopan untuk melanggar janji bertemu.
·Presentasi formal dilakukan untuk menunjukkan status kepemimpinan, kepribadian dan charisma.
·Pemimpin dihormati untuk kemampuan mereka menjalin hubunagn pribadi, memenuhi komitmen, dan bekerja sama.
·Pragmatisme dan improvisasi dianggap kunci menuju sukses; sebagai akibatnya, protokoler, aturan-aturan dan bagan-bagan organisasi umumnya diabaikan.
·Garis pelaporan dalam organisasi tidak jelas. Organisasi organisasi didirikan kebanyakan berdasarkan persekutuan pribadi.
·Orang Italia adalah pemberi hadiah yang sangat dermawan. Anda akan merasa malu jika anda memberikan hadiah murahan. Pertukaran hadiah umumnya tidak dilakukan di awal pertemuan.
·Jangan membungkus hadiah dengan bungkus hitam bertalikan pita keemasan (tanda berkabung).
·Kegembiraan dan bercumbuan merupakan bagian dari kehidupan orang Italia.
5. Berurusan dengan Mitra Inggris
Ketika berbisnis dengan orang Inggris, anda harus mengikuti rasa kesadaran mereka terhadap tradisi, formalitas, sikap diam, dan pengendalian emosional mereka. Orang Inggris, terkenal dengan sikapnya yang suka menunjukkan sopan santun, perasaan hormat, dan terkendali pada asaat mengalami emosi tinngi dan stress. Namun, anda juga harus siap menikmati rasa humor dan kelakar-kelakar mereka, yang mungkin tidak sejalan dengan budaya anda.
Di Inggris tidak ada perangkat ritual tertentu untuk saling memberikan kartu nama. Sebaliknya, kebanyakan orang Jepang tidak akan berbicara serius dengan anda sebelum saling menukar kartu nama, dan dengan orang Arab tidak perlu saling menukarkan kartu nama.
Hadiah-hadiah yang diberikan dalam bisnis harus mengikuti norma-norma budaya yang bersangkutan. Di Inggris, hadiah tidak diberikan maupun diharapkan ketika melakukan usrusan bisnis, tidak seperti di Jepang atau Cina. Memberikan hadiah yang mahal mungkin dianggap vulgar. Penghargaan dalam bisnis biasanya dinyatakan dengan udangan makan di restoran mahal.
Pertemuan-pertemuan bisnis dengan orang Inggris harus mengikuti norma-norama budaya mereka. Hati-hatilah dengan bahasa anda dan sedapat mungkin hindari slang dalam komunikasi lisan maupun tertulis dengan mitar Inggris. Langsung bicara ke soal bisnis setelah perkenalan dan percakapan yang sopan dan mengikuti tata karma. Hindari pembicaraan mengenai skandal kerajaan kevuali diangkat lebih dulu oelh mitra nada. Tetapi, harapkanlah dan hargailah humor dan kelakar-kelakar mereka yang kering.
Orang Inggris akan menjaga jarak untuk beberapa saaat sampai mereka mengenal betul anda. Hindari persentuhan badan, dan jangan bertanya tentang keluarga, di mana mereka tinggal, atau berapa penghasilan mereka. Tunjukkan sikap hormat kepada tradisi mereka dan ikuti formalitas mereka. Kebanyakan orang Inggris akan menggunakan jaringan teman dari alumni sekolah dan universitas, klub bisnis, golf, keluarga, dan yang paling penting, pertalian dengan anggota keluarga kerajaaan.
. Ketika mengikuti jamuan makan malam, tamu pria yang dihormati biasanya duduk di ujung meja atau di samping tuan rumah perempuan. Tamu wanita yang dihormati biasanya duduk di ujung meja atau di samping tuan rumah pria. Salad biasanya disajikan bersamaan dengan makanan, bukan sebelumnya, seperti dilakukan orang Amerika. Orang Inggris menyukai bersulang untuk Ratu setelah hidangan pokok selesai dimakan dan ingatlah untuk berdiri ketika lagu “God Save the Queen” diperdengarkan. Jangan sekali-kali mengangkat garpu anda sebelum tuan rumah melakukannya. Letakkan tangan anda selalu di atas meja selama makan. Ketiak tuan rumah melipat serbetnya, waktu makan sudah uAdalah sopan untuk menyisakan sedikit makanan di atas piring anda, ketika selesai makan.
Anda tidak boleh berteriak di depan umum, menunjukkan kasih saying di depan public, atau menyelip dalam antrean. Memberikan tempat kepada orang tua akan diterima dengan ucapan terima kasih yang sopan dan air muka penghargaan dari semua yang melihat. Situasi-situasi di atas menunjukkan beberapa keunikan orang Inggris dan bagaimana berbisnis dengan mereka agar berhasil.
Kontras-kontras di atas menunjukkan mosaik dari beberapa budaya Eropa. Berbisnis secara berhasil dengan budaya-budaya tersebut masing-masing tergantung dari seberapa cepat anda dapat menangkap perbedaan-perbedaan halus antar nilai tadi. Perhatikanlah bagaimana pendekatan dilakukan terhadap anda, dan bagaiman mereka saling menukarkan kartu nama mereka, memecahkan kebisuan, menagadakan pertemuan, bernegosiasi, dsb. Semua ini mencerminkan nilai-nilai budaya mereka, yang harus dapat anda tangkap secepat mungkin sebelum anda kalah cepat dengan pesaing anda. Orang Eropa tidak akan memberitahu nilai-nilai budaya mereka kepada anda, tetapi anda harus memperhatikan dan mengetahuinya sebelum anda bentrok dengan mereka dan kehilangan peluang untuk meraih sukses dalam bisnis anda.
April 4th, 2007 at 9:03 am
Budaya teh Tionghoa
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Langsung ke: navigasi, cari
Minum teh telah menjadi semacam ritual di kalangan masyarakat Tionghoa. Di Tiongkok, budaya minum teh dikenal sejak 3.000 tahun sebelum Masehi (SM), yaitu pada zaman Kaisar Shen Nung berkuasa. Bahkan, berlanjut di Jepang sejak masa Kamakaru (1192 – 1333) oleh pengikut Zen.
Tujuan minum teh, agar mereka mendapatkan kesegaran tubuh selama meditasi yang bisa memakan waktu berjam-jam. Pada akhirnya, tradisi minum teh menjadi bagian dari upacara ritual Zen.
Selama abad ke-15 hal itu menjadi acara tetap berkumpul di lingkungan khusus untuk mendiskusikan berbagai hal.
Meski saat itu belum bisa dibuktikan khasiat teh secara ilmiah, namun masyarakat Tionghoa sudah meyakini teh dapat menetralisasi kadar lemak dalam darah, setelah mereka mengonsumsi makanan yang mengandung lemak.
Mereka juga percaya, minum teh dapat melancarkan buang air seni, menghambat diare, dan sederet kegunaan lainnya.
Diperoleh dari “http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_teh_Tionghoa”
Kebudayaan
Lebih dari ribuan tahun, kebudayaan Vietnam sangat dipengaruhi oleh negara tetangga, RRT. Karena asosiasi lama dengan RRT, kebudayaan Vietnam tetap kuat berpegang teguh kepada Konfusianisme yang menekankan pada tugas-tugas yang kekeluargaan. Pendidikan dihargai sangat tinggi. Dalam sejarah, lulus dalam ujian Mandarin kerajaan adalah satu-satunya cara bagi seorang Vietnam untuk maju secara sosial.Dalam era sosialis, kehidupan kebudayaan Vietnam banyak dipengaruhi oleh media yang dikontrol pemerintah dan program budaya sosialis. Untuk beberapa dekade, pengaruh kebudayaan asing dihindarkan dan ditekankan kepada penghargaan dan sharing kebudayaan negara-negara komunis seperti Uni Soviet, Republik Rakyat Tiongkok, Kuba, dll. Sejak tahun 1990an, Vietnam telah terekspos secara besar kepada kebudayaan dan media Asia Tenggara, Eropa dan Amerika.
The Hanoi Opera House (Gedung Opera Hanoi).Pakaian tradisional wanita disebut Ao Dai dan dipakai dalam momen-momen spesial seperti pernikahan atau Tahun Baru Tiongkok (Lunar New Year) atau festival. Ao Dai dahulu dipakai oleh wanita dan pria tetapi sekarang kebanyakan dipakai oleh wanita.
Masakan Vietnam menggunakan sedikit minyak dan banyak sayuran. Makanan utama sering terdiri atas beras, kecap asin dan kecap ikan. Karakter rasanya adalah manis (gula), pedas (serrano peppers), asam (jeruk nipis), umami (kecap ikan) dan berbagai rasa dari mint dan kemangi.
Musik Vietnam sedikit berbeda berdasarkan tiga wilayah: Bac atau Utara, Trung atau Tengah dan Nam atau selatan. Musik klasik Utara adalah yang tertua di Vietnam dan secara tradisional lebih formal. Musik tradisional Vietnam dapat ditilas balik pada invasi Mongol, ketika orang-orang Vietnam menangkap sebuah grup opera Tiongkok. Musik klasik Tengah menunjukan pengaruh kebudayaan Champa dengan melodi melankolisnya. Musik Selatan memancarkan sikap laissez-faire (French= peraturan yang memperbolehkan kepemilikan swasta tanpa kontrol pemerintah / kebebasan).
Sepakbola adalah olahraga paling populer di Vietnam. Olahraga dan games seperti bulu tangkis, tennis, ping pong dan catur juga populer dengan porsi besar masyarakat. Baseball diperkenalkan selama kehadiran Amerika di Vietnam, juga mendapatkan cukup kepopuleran. Komunitas expat Vietnam membentuk bagian penting dalam kehidupan berbudaya Vietnam, memperkenalkan olahraga, film, musik dan aktifitas-aktifitas barat lainnya kepada Vietnam.
Vietnam adalah rumah bagi industri perfilman kecil, tetapi hasil kerja dari Hong Kong, Perancis dan A.S. menikamati popularitas dan sirkulasi yang besar.
[sunting] Media
Voice of Vietnam adalah layanan persiaran radio resmi yang dimiliki oleh negara dan menjangkau seluruh negeri. Vietnam Television adalah perusahaan telivisi satu-satunya milik pemerintah. Karena Vietnam maju ke arah ekonomi pasar bebas dengan undang-undang Doi Moi-nya, pemerintah bergantung kepada media cetak untuk tetap dapat menginformasikan publik tentang peraturan-peraturannya. Undang-undang tersebut telah menyebabkan jumlah majalah dan koran-koran bertambah hampir dua kali lipat sejak tahun 1996. Vietnam berusaha keras untuk memodernkan dan memperluas sistem telekomunikasinya, tetapi performanya tetap tertinggal daripada tetangga-tetangganya yang lebih modern.
[sunting] Pariwisata
Jumlah pengunjung ke Vietnam meningkat dengan cepat dalam 10 tahun terakhir. Sekitar 3.56 juta turis asing mengunjungi Vietnam pada tahun 2006 yang berarti mengalami peningkatan 3.7% dari tahun 2005. Vietnam mengkategorikan ibukota ke wilayah pantai yang telah terkenal akan pantai-pantai dan tour kapalnya. Staf hotel dan pemandu wisata dapat berbicara dalam Bahasa Inggris dengan baik
Congkak
Dari Wikipedia bahasa Melayu
Jump to: navigation, search
Congkak yang digunakan oleh kaum bangsawan di Malaysia.
Congkak merupakan sejenis permainan yang dipercayai berasal daripada dunia Afrika atau Arab, bergantung kepada teori mana yang anda percayai. Bagaimanapun, bukti tertua yang dijumpai oleh cari gali purba yang dibiayai oleh Geografi Nasional (”National Geographic”) menjumpai kepingan batu kapur yang mempunyai dua liang selari bertarikh semenjak 5000 hingga 7000 SM di masa kini Jordan.
Dari Timur Tengah, permainan ini tersebar ke Afrika. Congkak tersebar ke Asia melalui pedagang-pedagang Arab.
Di Asia Tenggara, congkak mungkin berkembang dari Melaka memandangkan negeri ini merupakan pusat perdagangan pada waktu dahulu.
Kanak-kanak di Kepulauan Caribbean juga bermain congkak. Congkak dipercayai sampai ke sana melalui perdagangan hamba. Di sana, congkak dikenali sebagai warri atau awari. Di Indonesia, congkak dikenali dengan nama congklak, di Filipina, sungka.
Pada zaman dahulu, congkak hanya dimainkan oleh golongan istana. Lama-kelamaan ia berkembang kepada rakyat jelata. Pada hari ini, congkak dimainkan di seluruh dunia. Ia begitu popular dan diminati sehingga peminat-peminatnya mencipta pelbagai laman web di internet.
Ini disebabkan permainan congkak melibatkan pengiraan. Mereka yang cekap mencongak mempunyai kelebihan mengumpul mata dan seterusnya memenangi permainan.
Dalam permainan congkak, terdapat dua bahan iaitu papan congkak dan buah congkak. Papan congkak boleh diperbuat daripada pelbagai jenis kayu dan terdapat lima atau tujuh lubang sebaris yang dikenali sebagai ‘kampung’ dan di kedua-dua hujungnya terdapat lubang ibu yang dikenali sebagai ‘rumah’.
Dalam permainan ini, pemain akan memulakannya dengan serentak. Mereka akan mengambil buah congkak dan dimasukkan secara satu persatu buah congkak ke dalam setiap ‘kampung’ menuju ke rumah masing-masing menurut arah pusingan jam, sehingga salah seorang berhenti di lubang yang kosong dan dianggap mati. ‘Rumah’ kepunyaan sendiri terletak di lubang hujung sebelah kiri pemain. Pemain yang seorang lagi akan terus berjalan sehingga dia berhenti dilubang yang kosong. Dan selepas itu setiap pemain akan bergilir berjalan sehingga buahnya mati. Setiap pemain akan meneruskan permainan sehingga kehabisan buah congkak, dan pemain akan mengisi lubang dengan buah yang terdapat dalam lubang ibu. Pemain yang tidak cukup buah akan ditutup lubangnya, dan pemain yang menang dalam giliran sebelumnya akan memulakan permainan. Ini akan diulang sehingga salah seorang pemain tidak cukup buah bagi mengisi satu lubang sekalipun dan dianggap kalah, atau apabila kedua-dua pemain sudah bosan.
Sekiranya pemain telah membuat satu pusingan, iaitu melepasi lubang ibu dan kembali ke lubang sebelah pemain, ia boleh mengambil buah di sebelah lubang bertentangan sekiranya ia mati di sebelah sendiri. Ini dikenali sebagai “tembak”.
Pada zaman dahulu, congkak hanya dimainkan oleh golongan istana. Lama-kelamaan ia berkembang kepada rakyat jelata. Pada hari ini, congkak dimainkan di seluruh dunia. Ia begitu popular dan diminati sehingga peminat-peminatnya mencipta pelbagai laman web di internet.
Dalam laman-laman web ini disenaraikan pelbagai maklumat tentang congkak dalam budaya dan bangsa di seluruh dunia. Kita juga dapat bermain congkak secara terus dengan mereka.
[Sunting] Cara Membuat Permainan
Lazimnya dibuat dari kayu hutan seperti merbau, keruing, balau dan sebagainya. Terdapat juga papan congkak yang dibuat dari kayu rambutan, nangka dan sebagainya, mengikut kemampuan si tukang pembuat congkak.
Cara membuat congkak:
Kayu ditebang menggunakan kapak dan dipotong mengikut kepanjangan papan congkak yang bergantung kepada lubang rumah yang dihasilkan kelak.
Kayu yang masih buah dibelah dua bahagian. Hanya satu bahagian sahaja yang diperlukan dalam membuat congkak.
Setelah dibelah, gergaji digunakan untuk mengerat lebihan kayu yang tidak terpakai. Parang atau pahat digunakan untuk melicinkan batang kayu tersebut.
Kayu tersebut akan dipahat untuk membuat lubang. Lubang-lubang ditebuk dalam dua baris dan dinamakan ‘kampung’ yang mempunyai jumlah bilangan tertentu.
Ditebuk satu lubang besar di kedua-dua hujung yang dikenali sebagai ‘rumah’.
Pahat bermata halus digunakan untuk melicinkan lubang tersebut. Ini penting supaya tidak menggelikan jari-jari pemain sewaktu bermain.
Setelah siap, papan tersebut akan diukir dengan pelbagai hiasan seperti bentuk tumbuh-tumbuhan, kosmos, geometri dan sebagainya.
Papan congkak divarniskan dengan warna coklat kekuningan, coklat kemerahan, cokelat atau hitam.
Congkak juga dihasilkan daripada logam ataupun tanah di kawasan pendalaman. Tempurung kelapa digunakan supaya tangan tidak kotor terkena tanah.
[Sunting] Peraturan Permainan
Dua orang pemain duduk berhadapan menghadap papan congkak, dimulakan dengan kedua-dua pemain serentak mencapai buah di kampung masing-masing dan memasukkan buah satu demi satu di dalam lubang kampung dengan pergerakan dari kanan ke kiri hingga ke rumah dan kampung lawan.
Gerakan diteruskan hingga buah yang terakhir pada tangan dimasukkan dalam kampung kosong di kawasan sendiri atau lawan dan pemain hendaklah berhenti, sekiranya buah itu jatuh atau mati di kampung sendiri. Pemain itu boleh menembak kampung lawan yang setentang dengan kampungnya iaitu mengaut kesemua buah (jika ada) di dalam kampung tersebut.
Pihak lawan mengambil giliran meneruskan permainan hingga buahnya mati. Sekiranya buah terakhir jatuh di dalam rumah sendiri, pemain boleh meneruskan permainan dengan mengambil buah yang masih banyak di mana-mana kampung sendiri. Sekiranya buah terakhir jatuh di kampung kosong pihak lawan, maka permainan itu mati di situ sahaja dan pihak lawan boleh memulakan permainan seterusnya hingga mati.
Setelah tamat pusingan pertama, setiap pemain mengisi semula kampung dengan buah congkak dan jika ada kampung yang tidak cukup buah, ia dianggap terbakar. Kampung ini tidak boleh diisi apabila bermain pada pusingan yang kedua, ketiga dan seterusnya hingga pihak lawan mengaku kalah.Kebudayaan Non-Melayu dan Non-Jawa
Profil seorang gadis Sunda. Meski beragama Islam - salah satu ciri kebudayaan Melayu-masyarakat Sunda memiliki corak budaya yang berbeda dengan Melayu atau Jawa
Ada sementara pendapat mengatakan,bahwa yang dimaksud dengan kebudayaan non-Melayu dan non-Jawa adalah kebudayaan yang dimiliki oleh ras lain, seperti China (ras Mongol), Eropa (ras Kaukasia), Afrika (ras Negro), dan sebagainya. Meskipun demikian di antara bangsa Indonesia sendiri ada beberapa sukubangsa yang tidak termasuk dalam wilayah kebudayaan Melayu dan wilayah kebudayaan Jawa, karena tidak memiliki ciri-ciri kedua tipe kebudayaan tersebut seperti yang telah disebutkan sebelumnya.
Orang Sunda dapat dijadikan salah satu contoh sukubangsa yang tidak dapat digolongkan dalam kebudayaan Melayu atau kebudayaan Jawa. Walaupun orang Sunda beragama Islam, yang merupakan salah satu ciri kebudayaan Melayu, namun mereka memiliki corak kebudayaan tersendiri yang berbeda dengan kebudayaan Melayu atau Jawa.
Demikian pula halnya dengan orang Lampung, mereka juga beragam Islam namun memiliki kebudayaan dan bahasa tersendiri. Beberapa pihak membedakan sukubangsa Lampung menjadi dua sub-sukubangsa, yakni orang Lampung yang beradat pepadun (Lampung Pepadun) dan orang Lampung yang beradat Saibatin atau Peminggir (Lampung Peminggir). Orang Lampung memiliki bahasa sendiri yang disebut behasou Lampung atau umung Lampung atau cewo Lampung. Bahasa ini masih dapat dibagi menjadi dua logat atau dialek, yaitu dialek Lampung Belalau dan dialek Lampung Abung; yang masing-masing dibedakan atas dasar pengucapan “a” dan “o”, sehingga biasanya juga disebut dialek “a” dan dialek “o”. Orang Lampung juga mempunyai aksara sendiri, yang biasa disebut surat Lampung.
Upacara naik Pepadun, Lampung. Acara adat pemberian gelar ini membedakan masyarakat Lampung menjadi dua sub suku bangsa yakni Lampung Pepadun dan Lampung Peminggir atau Lampung Saibitin, yang menjalankan adat Saibitin. Seperti halnya orang Sunda, masyarakat Lampung, meski beragama Islam, juga memiliki kebudayaan dan bahasa tersendiri
Selain itu di Indonesia terdapat kelompok sosial lain yang tidak secara langsung mengidentifikasi diri sebagai orang Melayu, akan tetapi menggunakan salah satu dialek dari bahasa Melayu. Sebagai contoh, di tanah Minahasa ada sejumlah sub-sukubangsa Minahasa yang masing-masing menggunakan dialek tersendiri.
Sedangkan sebagai sarana komunikasi antar anggota sub-sukubangsa itu digunakan bahasa lain, yaitu bahasa Melayu Manado.
Ketiga bentuk kebudayaan yang ada di Indonesia, yaitu kebudayaan Melayu, Jawa, serta non-Melayu dan non-Jawa, sesungguhnya telah saling berinteraksi sejak dahulu kala, yaitu sejak adanya kontak antara kebudayaan-kebudayaan tersebut. Kepentingan-kepentingan hidup sosial, ekonomi, dan politik, telah menjadikan interaksi itu bervariasi, mulai dari sifatnya yang positif berupa kerjasama atau tolong-menolong sampai yang negatif berupa perselisihan dan peperangan.
“Barongsay”, salah satu contoh kesenian berasal dari Kebudayaan Tionghoa yang kemudian berakulturasi dengan kesenian lokal. Salah satu contoh gedung di Indonesia yang arsitekturnya dipengaruhi gaya arsitektur Eropa
Masyarakat pendukung ketiga kebudayaan tersebut beriteraksi untuk kepentingan hidup yang paling azasi, bergaul untuk memenuhi hasrat sosial dan kebutuhan hidup mereka. Pergaulan antara individu-individu yang berlainan jenis biasanya berakhir dengan perkawinan. Dari perkawinan itu diperoleh keturunan yang disebut peranakan, misalnya peranakan China, peranakan India, peranakan Belanda (Indo), dan sebagainya.
Tidak semua interaksi antara anggota-anggota ketiga kebudayaan tersebut menghasilkan pembauran. Akan tetapi adanya pembauran memang berawal dari adanya interaksi. Interaksi yang relatif banyak menghasilkan pembauran ialah dengan bangsa India dan Arab yang beragama Islam. Interaksi sosial yang berawal dari aktivitas perdagangan dan penyebaran agama, banyak menyebabkan perkawinan antara masyarakat setempat dengan para pendatang. Dari perkawinan itu menghasilkan keturunan yang menyatu dengan masyarakat pendukung ketiga kebudayaan tersebut.
Ukiran kayu Banjarmasin bermotif kaligrafi. Pengaruh kebudayaan Arab yang islami sangat menonjol di Indonesia. Hal ini terjadi karena efektifnya penyesuaian budaya islam kedalam budaya lokal Indonesia Patung Budha di Candi Borobudur, Jawa Tengah. Contoh bangunan monumental yang dipengaruhi agama Hindu dan Budha yang berawal dari kebudayaan India.
Interaksi sudah barang tentu membawa pengaruh kepada kebudayaan setempat yang telah ada sebelumnya, dalam hal ini kebudayaan Melayu dan kebudayaan Jawa. Perubahan kebudayaan asing yang dibawa ke Indonesia oleh bangsa asing, telah dapat diterima dan diserap oleh kebudayaan setempat (pribumi). Sejak dahulu kala sampai saat ini banyak bangsa asing yang datang ke Indonesia, dengan demikian telah terjadi kontak kebudayaan sejak berabad-abad lamanya.
Orang-orang keturunan Arab di Indonesia misalnya, lebih mudah bergaul dengan penduduk pribumi Indonesia. Hal ini dikarenakan adanya persamaan latar belakang keagamaan, yaitu agama Islam, yang dibawa para pedagang bangsa Gujarat dari India pada sekitar abad ke-15. Ajaran agama Islam menjadi efektif di Indonesia setelah melalui proses penyesuaian dengan budaya lokal.
Pengaruh kebudayaan Arab yang sangat menonjol di Indonesia dapat dilihat dari bentuk bangunan mesjid, penggunaan kata-kata dari bahasa Arab, serta dalam berbagai tradisi atau upacara adat yang bernafaskan agama Islam.
Kontak kebudayaan dengan bangsa India yang secara luas dapat dirasakan ialah berkembangnya kebudayaan Hindu dan Buddka di Indonesia. Bukti adanya kontak dengan kebudayaan India adalah adanya peninggalan sejarah purbakala, antara lain candi Prambanan dan Borobudur yang terkenal itu.
Dalam keanekaragaman suku, agama, adat-istiadat, rasa persatuan dan kesatuan tetap dijunjung tinggi. Bhinneka Tunggal Ika
Sastra suci Ramayana dan Mahabharata yang didasarkan pada agama Hindu mengilhami seniman-seniman Indonesia menciptakan kreasi wayang purwa yang tumbuh dan berkembang tidak hanya di Jawa, tapi dikenal hampir di seluruh Nusantara. Demikian pula dalam kehidupan kemasyarakatan, sistem kasta di India diterapkan dalam kebudayaan Bali, terutama untuk mengatur pembagian kerja, serta sistem pewarisan kedudukan dan peranan sosial secara geneologis.
Keberadaan bangsa-bangsa asing di Indonesia menambah keanekaragaman kebudayaan yang ada. Pada umumnya mereka berupaya untuk membaur dengan orang Indonesia melalui berbagai cara, salah satunya dengan mengadakan perkawinan campur. Hasil perkawinan campur inilah menurunkan bangsa atau suku-bangsa campuran, seperti orang Mestizo di propinsi Timor Timur, orang China peranakan, atau orang “Indo”. Meskipun demikian mereka tetap merasa sebagai bangsa Indonesia, yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan di bawah semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”.
April 4th, 2007 at 9:16 am
Budaya Imlek agar Lho Melek !
Kata “Imlek” berasal dari dialek bahasa Hokkian yang berarti “penanggalan
bulan” atau “yinli” dalam bahasa Mandarin. Tahun Baru Imlek di Tiongkok
lebih dikenal dengan sebutan “Chunjie” (perayaan musim semi). Kegiatan
perayaan itu disebut “Guo nian” (memasuki tahun baru), sedang di Indonesia
lebih dikenal dengan sebutan “konyan”. Di Indonesia mereka merayakan Tahun
Baru Imlek sebagai perayaan hari lahirnya Kong Hu Chu yang lahir di tahun
551 SM, sehingga dengan demikian penanggalan Imlek dan penanggalan masehi
itu berselisih 551 tahun. Jika tahun Masehi saat ini 2007, maka tahun
Imleknya menjadi 2007 + 551 = 2558.
Hanya sayangnya di kebanyakan negara lainnya diluar Indonesia; mereka
merayakan tahun baru Imlek bukannya tahun 2558 melainkan tahun 4644, sebab
dalam sejarah tercatat, bahwa penanggalan Imlek dimulai sejak tanggal 8
Maret 2637 SM, sewaktu Kaisar Oet Tee / Huang Ti (2698-2598 SM) mengeluarkan
siklus pertama pada tahun ke-61 masa pemerintahannya. Jadi tepatnya ialah
4644 tahun yang lampau, maklum bagi mereka tahun baru Imlek hanya berdasarkan
perayaan budaya saja, jadi tidak ada kaitannya sama sekali dengan Kong Hu Chu.
Apabila orang ingat Imlek otomatis ingat Angpauw (Hokian) atau Hong Bao
(Mandarin) yang artinya amplop merah berisi uang. Angpauw ini bukan hanya
digemari oleh anak-anak saja bahkan para pejabat jaman sekarang ini juga
senang sekali mendapatkan angpauw.
Konon Angpauw ini bukan hanya sekedar dapat membawa keberuntungan saja,
bahkan dapat melindungi anak-anak dari roh jahat, sebab uang (qian) secara
harfiah berarti dapat “menekan kekuatan jahat” atau “ya sui qian”, masalahnya
ada roh jahat yang bernama Sui; yang selalu hadir setahun sekali untuk
mengganggu anak-anak kecil, maka dari itu di usulkan sebagai penangkal roh
tersebut, sebaiknya ditaruh koin yang dibungkus dengan kertas merah sebagai
tumbal dibawah bantalnya mereka. Maklum unsur api yang membakar pada warna
merah dapat melindungi dari pengaruh jahat. Sama seperti kalho Dracula lihat
salib begitu.
Menurut adat kuno, yang boleh pergi keluar bersilaturahmi di hari pertama
tahun baru Imlek, hanya kaum pria saja, tetapi sekarang adat ini sudah tidak
berlaku lagi. Dan yang kudu dikunjungi secara berturut-turut adalah orang
tua suami, setelah itu baru orang tua isteri. Lalu ke sanak keluarga
lainnya. Perlu diketahui bukan hanya orang Jawa saja yang melakukan adat
sungkem, orang Tiong Hoa juga demikian yang disebut tee-pai.
Cara soja yang benar berdasarkan pedoman “YANG” memeluk “YIN”. Tangan kanan
dikepal kemudian tangan kiri menutupi tangan kanan. Jari jempol berdiri
lurus, dan menempel keduanya. Soja kepada yang lebih tua sejajar mulut; soja
kepada yang seumuran sejajar dada; soja kepada yang lebih muda sejajar
perut; soja kepada para dewa sejajar mata; soja kepada Tuhan di atas kepala.
Tahun ini adalah tahun Babi – Api. Budaya Cap Ji Shio/ Chinese Horoscopes
adalah kebiasaan bangsa Cina yang menetapkan tahun Imlek dengan 12 jenis
binatang. Untuk semua bayi yang dilahirkan pada tanggal 29 Januari 2006
hingga tahun berikutnya akan memiliki shio anjing. Kebiasaan bangsa China
ini sudah bersejarah lebih 2000 tahun. Alkisah Sang Buddha memanggil
binatang-binatang yang ada di hutan untuk menghadap. Dikisahkan secara
berurutan ada 12 binatang yang datang menghadap Sang Budha, yakni : Tikus,
Kerbau, Macan, Harimau, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam,
Anjing, dan Babi.
Walaupun itu mungkin hanya sekedar dongengan belaka. Tetapi anehnya banyak
sekali orang yang percaya bahwa nasib seseorang berhubungan erat dengan
tahun kelahirannya. Oleh sebab itulah dalam soal mengambil keputusan untuk
menikah, ‘tahun kelahiran’ ini mempunyai pengaruh yang berat. Sebagai contoh
sebaiknya lelaki yang lahir pada tahun ayam tidak cocok dengan perempuan
yang lahir pada tahun anjing, begitu juga dengan lelaki yang lahir pada
tahun naga tidak cocok dengan perempuan yang lahir pada tahun harimau.
Sedangkan makanan yang berkaitan erat dengan hari raya tahun baru Imlek
adalah kueh keranjang (nian gao). Kata “kue” atau gao memberikan makna yang
sama dengan kata dan arti “tinggi”, sedangkan kata nian berarti “tahun” jadi
secara simbolis diharapkan jabatan maupun kemakmuran semakin tahun dapat
naik semakin tinggi. Oleh sebab itulah juga di Kelenteng banyak kueh
kerajang yang dijadiken sesajen disusun secara bertingkat.
Kue keranjang mulai dipergunakan sebagai sesaji pada upacara sembahyang
leluhur, enam hari menjelang Tahun Baru Imlek (Jie Sie Siang Ang), dan
puncaknya pada malam menjelang Tahun Baru Imlek. Kue keranjang yang dijadikan
sesaji sembahyang ini, biasanya dipertahankan tidak dimakan sampai Cap Go Meh
(malam ke-15).
Di malam tahun baru orang-orang biasanya bersantap di rumah atau di restoran.
Setelah selesai makan malam mereka bergadang semalam suntuk dengan pintu rumah
dibuka lebar-lebar agar rezeki bisa masuk ke rumah dengan leluasa.
Disamping itu berdasarkan mitos atau dongeng Dewa yang paling bisa mengetahui,
keadaan kita dirumah adalah Dewa Dapur „Zao Wang Ye“ (Ciao Ong Ya = Hokkian)
sebab segala macam gosip banyak disebar luaskan pada saat sedang kongkouw di
dapur, disamping itu dari makanan yang disajikan kita bisa mengetahui keadaan
keluarga tersebut, apakah mereka keluarga mampu ataukah miskin.
Setahun sekali sang Dewa Dapur ini pulang mudik cuti untuk sekalian laporan
ke Sorga. Sang Dewa Dapur ini terkesan reseh dan bawel, maka dari itu untuk
menghindar agar ia tidak memberikan laporan yang ngawur, maka sebaiknya
mulutnya disumpal terlebih dahulu dengan „Kueh Keranjang“ agar mulutnya jadi
lengket dan akhirnya tidak bisa banyak bicara dan kalau bisa bicara
sekalipun pasti hanya hal yang manis-manis saja.
Oleh sebab itulah juga diatas altar dari Dewa Dapur sering diletakan kertas
yang bertulisan: “Dewa yang mulia, ceritakanlah hanya kebaikan kami saja di
langit dan bawalah berkat kembali apabila Anda turun dari langit”.
Makanan lainnya yang sering disajikan menjelang Imlek adalah ikan bandeng,
sebab ikan ini melambangkan rezeki. Dalam logat Mandarin, kata “ikan” sama
bunyinya dengan kata “yu” yang berarti “sisa”. Seperti juga kata yu yang
sering tercantum di lukisan gambar sembilan ikan, disitu tercantum “nian
nian you yu” yang berarti “setiap tahun selalu ada (rezeki) sisa”. Tetapi
bagi mang Ucup mungkin lebih cocok apabila ditulis “nian nian you mei mei”
yang berarti “setiap tahun selalu ada gadis yang mendampingi”
Selain ikan bandeng yang juga kudu disuguhkan adalah jeruk kuning, yang
lazim disebut sebagai “jeruk emas” (jin ju). Kalau bisa dicarikan jeruk yang
ada daunnya sebab itu melambangkan kekayaannya akan bertumbuh terus.
Kata “jeruk” dalam bahasa Tionghoa bunyinya hampir sama dengan “Da Ji”,
sedangkan arti kata dari “Da Ji” itu sendiri berarti besar rejeki.
Sedangkan untuk buah “Apel” (pin guo ) mempunyai arti “ping ping an an” sama
artinya dengan ” Da li” yang berarti besar kesehatannya dan keselamatannya
dan untuk buah pear melambangkan kebahagian yang atinya ” Sun Sun li li”.
Oleh sebab itu ketiga macam buah ini selalu menghiasi meja sembahyangan yang
mengartikan ” Da Ji Da Li Sun sun li li” = “Besar rejeki, besar kesehatan &
keselamatannya dan besar pula kehabagiaannya”
Begitu juga dalam memberikan entah itu uang ataupun barang maupun buah-buah
sebaiknya dalam kelipatan dua jadi angka genap begitu, sebab terdapat sebuah
pepatah Tionghoa terkenal yang berbunyi “Hao Shi Cheng Shuang”, yang secara
harafiah dapat diartikan “Semua yang baik harus datang secara berpasangan”.
Dan agar rezekinya tidak tersapu habis keluar, maka diwajibkan
menyembunyikan sapu, karena ada pantangan dimana tidak boleh menyapu dalam
rumah pada hari Imlek dan dua hari sesudahnya.
Dan sudah tentu pada hari raya Imlek sebaiknya pasang petasan, karena ini
bisa mendatangkan keberuntungan dan perdamaian sepanjang tahun. Petasan
sudah ada sejak Dinasti Tang (618-907). Konon menjelang tahun baru Imlek
sering berkeliaran monster jahat yang bernama Guo Nien, hanya sayangnya
monster ini masih kurang sakti, sehingga selalu ngacir ketakutan apabila
mendengar bunyi mercon, apalagi kalau melihat cahaya kilat yang keluar dari
ledakan mercon tersebut.
Pada saat mang Ucup masih kecil di hari raya tahun baru Imlek, kami saling
mengucapkan “Sin Cun Kiong Hie” (Xin Chun Gong Xi) yang berarti selamat
menyambut musim semi atau selamat tahun baru, tetapi ucapan demikian
sekarang udah kuno & tidak trendi lagi, karena telah diganti dengan “Gong Xi
Fa Cai” atau (Kiong Hie Hoat Cay) yang berarti semoga sukses selalu atau
selamat jadi kaya, maklum generasi sekarang lebih ke money oriented begitu,
dan bagi mereka yang ingin mengucapkan selamat tahun baru Imlek dengan
kalimat yang lebih afdol lagi lihat dibawah ini:
“Gong Xi Fa Cai – Wan Shi Ru Yi - Shen Ti Jian Kang”
Yang berarti semoga sukses selama-lamanya & selalu dalam keadaan sehat
Apabila Anda ingin membaca lebih banyak lagi mengenai China maupun budayanya
silahkan simak di http://www.budaya-tionghoa.org atau bergabung menjadi member
mailist di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/
KEBIASAAN JEPANG
1.Di Jepang, angka “4″ dan “9″ tidak disukai, sehingga sering tidak ada nomer kamar “4″ dan “9″. “4″ dibaca “shi” yang sama bunyinya dengan yang berarti “mati”, sedang “9″ dibaca “ku”, yang sama bunyinya dengan yang berarti “kurushii/sengsara”
2. Orang Jepang menyukai angka “8″. Harga-harga barang kebanyakan berakhiran “8″. Susu misalnya 198 yen. Tapi karena aturan sekarang ini mengharuskan harga barang yang dicantumkan sudah harus memasukkan pajak, jadi mungkin kebiasaan ini akan hilang. (Pasar = Yaoya = tulisan kanjinya berbunyi happyaku-ya atau toko 800)
3.Kalau musim panas, drama di TV seringkali menampilkan hal-hal yang seram (hantu)
4.Drama detektif di TV, bunyi sirene (kyukyusha) biasanya muncul pada menit-menit awal. Di akhir cerita, sebelum perkelahian mati-matian biasanya penjahat selalu menceritakan semua rahasia kejahatannya.
5.Cara baca tulisan Jepang ada dua style : yang sama dengan buku berhuruf Roman alphabet huruf dibaca dari atas ke bawah, dan yang kedua adalah dari kolom paling kanan ke arah kiri. Sehingga bagian depan dan belakang buku berlawanan dengan buku Roman alphabet (halaman muka berada di “bagian belakang”).
6. Kita (orang Indonesia) dan rekan-rekan dari Asia Tenggara lainnya umumnya kalau jiko-shokai (memperkenalkan diri) sering memulai dengan “minasan, konnichiwa” atau “minasan, konbanwa”. Mungkin ini karena kebiasaan bahasa Indonesia untuk selalu memulai pidato dengan ucapan selamat malam, dsb. Tapi untuk pendengaran orang Jepang, rasanya janggal, karena mirip siaran berita di TV. Seharusnya dimulai dengan langsung menyebut nama dan afiliasi. Misalnya “Tanaka ken M1 no Anto desu….dst.”, tidak perlu dengan “Minasan..konnichiwa…”.
7. Kesulitan pertama yang muncul dalam urusan administratif di Jepang, kalau ditanya : “family name anda apa ? “, karena kita tidak ada keharusan di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara untuk mencantumkan family name.
8. Kalau kita memperoleh undangan yang meminta konfirmasi hadir atau tidak, biasanya kita harus mengirimkan balik kartu pos. Salah satu manner adalah mencoret huruf 御 pada pilihan : 御欠席 /出席. Juga mencoret akhiran 様 pada nama kita yang tercantum sebagai pengirim pada kartupos tersebut. Ini adalah adat Jepang, agar kita selalu rendah hati, yang ditunjukkan dengan menghindari/mencoret 御 dan 様 pada kartu pos balasan.
9. Kalau kita membubuhkan tanda tangan, kadang akan ditanya orang Jepang : ini bacanya bagaimana ? Kalau di Jepang saat diperlukan tanda tangan (misalnya di paspor, dsb.) umumnya menuliskan nama mereka dalam huruf Kanji, sehingga bisa terbaca dengan jelas. Sedangkan kita biasanya membuat singkatan atau coretan sedemikian hingga tidak bisa ditiru/dibaca oleh orang lain.
10. Acara TV di Jepang didominasi oleh masak memasak
11.Fotocopy di Jepang self-service, sedangkan di Indonesia di-service.
12. Jika naik taxi di Jepang, pintu dibuka dan ditutup oleh supir. Penumpang dilarang membuka dan menutupnya sendiri.
13.Tanda tangan di Jepang hampir tidak pernah berlaku untuk keperluan formal, melainkan harus memakai hanko/inkan/cap. Jenis hanko di Jepang ada beberapa, a.l. jitsu-in, ginko-in, dan mitome-in Jadi satu orang kadang memiliki beberapa jenis inkan, untuk berbagai keperluan. Jitsu-in adalah inkan yang dipakai untuk keperluan yang sangat penting, seperti beli rumah, beli mobil, untuk jadi guarantor, dsb. jenis ini diregisterkan ke shiyakusho. Ginko-in adalah jenis inkan yang dipakai untuk khusus membuat account di bank. inkan ini diregisterkan ke bank. Mitome-in dipakai untuk keperluan sehari-hari, dan tidak diregisterkan.
14.Naik sepeda tidak boleh boncengan (kecuali memboncengkan anak-anak)
15.Ajakan makan bersama belum tentu berarti anda ditraktir, tapi bisa jadi bayar sendiri-sendiri.
16.Di Jepang sulit mencari mesin ketik
17.Pernah nggak melihat cara orang Jepang menghitung “satu”, “dua”, “tiga”,…. dengan jari tangannya ? Kalau rekan-rekan perhatikan, ada perbedaan dengan kebiasaan orang Indonesia. Orang Indonesia umumnya mulai dari tangan dikepal dan saat menghitung “satu”, jari kelingking ditegakkan. Menghitung “dua”, jari manis ditegakkan, dst. Kalau orang Jepang, setahu saya, kebalikannya. Mereka selalu mulai dari telapak tangan terbuka, dan cara menghitungnya kebalikan orang Indonesia. Saat bilang “satu”, maka jarinya akan ditekuk/ditutupkan ke telapak tangan. Misalnya Nggak percaya ? Coba deh…jikken dengan teman Jepang anda.
18.Cara menulis angka : 7 (tujuh). Kebiasaan orang Indonesia selalu menambahkan coret kecil di kaki angka 7 (mirip huruf “NU” katakana : ヌ). Di Jepang selalu dididik menulis 7 persis seperti huruf ketik (tanpa coretan nya orang Indonesia), jadi mirip huruf katakana “FU” (フ) atau “WA” (ワ). Saat saya riset handwriting numeral recognition, saya lihat ratusan tulisan tangan orang Jepang tentang angka 7, dan tidak ada satu pun yang sama dengan yang “made in Indonesia”. Moral of the story : Hati-hati kalau menulis alamat, formulir atau dokumen lainnya di Jepang. Sedapat mungkin usahakan sama dengan standard Jepang. Kalau nggak, belum tentu dapat difahami oleh orang Jepang bahwa anda menulis angka “tujuh”.
Catatan Tambahan :
No.14 : sepeda tidak boleh dipakai boncengan, kecuali yang memboncengkannya berusia lebih dari 16 tahun dan anak yang diboncengkan berusia kurang dari satu tahun dan hanya seorang saja yang diboncengkan. Bila dilanggar, dendanya maksimal 20 ribu yen.
KEBIASAAN INGGRIS MENYAMBUT TAHUN BARU
Kalender Romawi kuno menggunakan tanggal 1 Maret sebagai Hari Tahun Baru. Belakangan, orang Romawi Kuno menggunakan tanggal 1 Januari sebagai awal tahun yang baru. Pada Abad Pertengahan, kebanyakan negara-negara Eropa menggunakan tanggal 25 Maret, hari raya umat Kristen yang disebut Hari Kenaikan Tuhan, sebagai awal tahun yang baru. Hingga tahun 1600, kebanyakan negara-negara Barat telah menggunakan sistem penanggalan yang telah direvisi, yang disebut kalender Gregorian.
Kalender yang hingga kini digunakan itu menggunakan 1 Januari kembali sebagai Hari Tahun Baru. Inggris dan koloni-koloninya di Amerika Serikat ikut menggunakan sistem penanggalan tersebut pada tahun 1752. Kebanyakan orang memperingati tahun baru pada tanggal yang ditentukan oleh agama mereka. Tahun baru umat Yahudi, Rosh Hashanah, dirayakan pada bulan September atau awal Oktober. Umat Hindu merayakannya pada tanggal-tanggal tertentu. Umat Islam menggunakan sistem penanggalan yang terdiri dari 354 hari setiap tahunnya. Karena itu, tahun baru mereka jatuh pada tanggal yang berbeda-beda pada kalender Gregorian tiap tahunnya.
SEJARAH DAN CARA MERAYAKAN DI MASA LAMPAU
Kebanyakan orang di masa silam memulai tahun yang baru pada hari panen. Mereka melakukan kebiasaan-kebiasaan untuk meninggalkan masa lalu dan memurnikan dirinya untuk tahun yang baru. Orang Persia kuno mempersembahkan hadiah telur untuk Tahun Baru, sebagai lambang dari produktivitas. Orang Romawi kuno saling memberikan hadiah potongan dahan pohon suci. Belakangan, mereka saling memberikan kacang atau koin lapis emas dengan gambar Janus, dewa pintu dan semua permulaan. Bulan Januari mendapat nama dari dewa bermuka dua ini (satu muka menghadap ke depan dan yang satu lagi menghadap ke belakang). Orang-orang Romawi mempersembahkan hadiah kepada kaisar. Para kaisar lambat-laun mewajibkan hadiah-hadiah seperti itu. Para pendeta Keltik memberikan potongan dahan mistletoe, yang dianggap suci, kepada umat mereka. Orang-orang Keltik mengambil banyak kebiasaan tahun baru orang-orang Romawi, yang menduduki kepulauan Inggris pada tahun 43 Masehi.
Pada tahun 457 Masehi gereja Kristen melarang kebiasaan ini, bersama kebiasaan tahun baru lain yang dianggapnya merupakan kebiasaan kafir. Pada tahun 1200-an pemimpin-pemimpin Inggris mengikuti kebiasaan Romawi yang mewajibkan rakyat mereka memberikan hadiah tahun baru. Para suami di Inggris memberi uang kepada para istri mereka untuk membeli bros sederhana (pin). Kebiasaan ini hilang pada tahun 1800-an, namun istilah pin money, yang berarti sedikit uang jajan, tetap digunakan. Banyak orang-orang koloni di New England, Amerika, yang merayakan tahun baru dengan menembakkan senapan ke udara dan teriak, sementara yang lain mengikuti perayaan di gereja atau pesta terbuka.
PERAYAAN MODERN
Sekalipun tahun baru juga merupakan hari suci Kristiani, tahun baru sudah lama menjadi tradisi sekuler yang menjadikannya sebagai hari libur umum nasional untuk semua warga Amerika. Di Amerika Serikat, kebanyakan perayaan dilakukan malam sebelum tahun baru, pada tanggal 31 Desember, di mana orang-orang pergi ke pesta atau menonton program televisi dari Times Square di jantung kota New York, di mana banyak orang berkumpul. Pada saat lonceng tengah malam berbunyi, sirene dibunyikan, kembang api diledakkan dan orang-orang menerikkan “Selamat Tahun Baru” dan menyanyikan Auld Lang Syne.
Pada tanggal 1 Januari orang-orang Amerika mengunjungi sanak-saudara dan teman-teman atau nonton televisi: Parade Bunga Tournament of Roses sebelum lomba futbol Amerika Rose Bowl dilangsungkan di Kalifornia; atau Orange Bowl di Florida; Cotton Bowl di Texas; atau Sugar Bowl di Lousiana.
April 4th, 2007 at 9:23 am
Kebiasaan-kebiasaan di berbagai negara:
1. Afrika Selatan
Hindari membuat tanda dengan huruf “V”.Jangan memasukan ibu jari di antara telunjuk dan jari tengah.
2. Equador
Sebaiknya jangan menggunakan kepala untuk menyatakan ya/tidak.
3. Samoa
Jangan berbicara tentang binatang dalam pembicaraa-pembicaraan.
4. Muangthai
Kebanyakan lelaki berjabat tangan,wanita tidak.Cara menyapa Muangthai yang tradisional adalah “wai”,kedua telapak tangan disatukan dalam posisi dekat dada,semakin tinggi semakin sopan.Biasanya sambil membungkukan badan
5. Brasil,Panama,Paraguay
Jangan menggunakan isyarat “oke” ala Amerika.
Di ambil dari buku “Komunikasi Antar Budaya”
April 4th, 2007 at 12:01 pm
1. Etika Bertemu Rekan Bisnis
Pelaku bisnis dengan lingkup bisnis internasional tentu sering bepergian ke luar negeri demi kepentingan bisnisnya. Entah itu bertemu dengan rekan bisnis, klien, atau menghadiri jamuan makan di luar negeri.
Tentu saja bertemu rekan bisnis dari negara lain berbeda dengan di Indonesia. Ada beberapa kebiasaan yang tak boleh Anda abaikan. Hal ini sangat penting untuk mendapatkan kesan yang baik sehingga kemampuan Anda berbisnis tidak sia-sia hanya karena kesalahan kecil yang seharusnya tidak Anda lakukan.
Satu contoh kecil adalah masalah ketepatan waktu. Jika Anda meeting di Meksiko, jadwal meeting menyatakan jam 11 siang. Anda jangan berharap mereka akan datang terlambat seperti halnya kebiasaan di negeri ini. Sedangkan jika Anda rapat di Jepang atau dengan orang Jepang maka sebaiknya Anda datang 15 menit sebelum rapat itu mulai. Ini akan sangat mengesankan klien Anda di Jepang.
Untuk memudahkan Anda, di bawah ini ada beberapa kebiasaan yang menjadi ciri khas masing-masing negara yang menarik untuk Anda simak!
* China
Selalu gunakan nama keluarga untuk surat menyurat dan nama sapaan. Misalnya namanya Rusell Wong, maka sapa dan tulislah surat untuknya dengan Mr. Wong. Khusus untuk bisnis, tradisi China lebih menyarankan untuk memanggil seseorang berdasarkan jabatan yang diembannya. Misalnya `Direktur Wong` atau `Chairman Lee`. Mulailah rapat dengan jabat tangan yang lembut dan pembicaraan yang ringan. Peringatan: Jangan pernah mencoba akrab terlalu cepat. Adat istiadat China sangat menjunjung tinggi formalitas.
* Perancis
Untuk surat menyurat atau email, usahakan se-formil mungkin dengan pendekatan bisnis yang jelas. Gunakan sapaan nama depan selama meeting. Dan sebaiknya pendekatan bisnis dilakukan saat makan malam. Peringatan: Jangan pernah menelepon ke nomor pribadi untuk bisnis. Kalaupun terpaksa dilakukan, sebaiknya sebelum jam 9 malam.
* Belgia
Ucapkan sapaan selamat datang dengan ciuman di pipi. Peringatan: Jangan pernah menggunakan bahasa tubuh dengan menunjuk-nunjuk seseorang dengan jari. Sebaiknya letakkan jari-jari tangan Anda dengan baik di dalam saku celana selama bicara dengan mereka. Mengangakan mulut, meniup-niupkan udara, menggaruk-garuk wajah, tatapan yang tak fokus dan berbagai keisengan lain membuat orang lain terganggu.
* Italia
Ketika saling menyapa, sangat baik bila Anda saling memberikan pipi untuk berciuman dan saling berjabat tangan dengan erat untuk beberapa saat. Peringatan: Jangan menerima tawaran mereka untuk menambah porsi, jika dalam suatu jamuan makan atau sejenis mereka menawarkan untuk itu.
* Jerman
Ingatlah untuk selalu mengetuk pintu yang tertutup. Peringatan: Jangan pernah menjabat tangan seseorang jika salah satu tangan Anda berada di dalam saku.
So, jika Anda meeting atau kebetulan melobi klien atau rekanan dari salah satu negara di atas, ingatlah untuk tidak salah action. Ini juga berlaku jika Anda bertemu mereka meski di negara sendiri. Selamat bertemu rekan bisnis, semoga sukses…!
2.Kebiasaan Makan Roti di Perancis
Negara Eropa yang paling elegan dalam pembuatan roti adalah Prancis.
Roti yang terkenal dari negara ini adalah baguette. Roti berbentuk
panjang dan lonjong itu merupakan santapan sehari-hari. Roti lainnya
croissant, yang berbentuk bulan sabit dan berlapis-lapis, merupakan
roti khas sarapan yang sering disajikan bersama jenis roti lainnya
yaitu brioch. Bentuknya berupa bulatan adonan sekepalan tangan dengan
tempelan bulatan adonan sebesar kelereng di atasnya. Cara makan
croissant dan brioch ada aturannya. Jangan menggunakan pisau atau
garpu, tapi pakai tangan dan cuil roti langsung makan. Bisa dicelupkan
ke dalam kopi susu panas alias café au lait, rasanya akan semakin
nikmat.
3.UPACARA MINUM TEH
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Langsung ke: navigasi, cari
Chashitsu (ruangan upacara minum teh)
Upacara minum teh (茶道 sadō, chadō?, jalan teh) adalah ritual tradisional Jepang dalam menyajikan teh untuk tamu. Pada zaman dulu disebut chatō (茶の湯?) atau cha no yu. Upacara minum teh yang diadakan di luar ruangan disebut nodate.
Teh disiapkan secara khusus oleh orang yang mendalami seni upacara minum teh dan dinikmati sekelompok tamu di ruangan khusus untuk minum teh yang disebut chashitsu. Tuan rumah juga bertanggung jawab dalam mempersiapkan situasi yang menyenangkan untuk tamu seperti memilih lukisan dinding (kakejiku), bunga (chabana), dan mangkuk keramik yang sesuai dengan musim dan status tamu yang diundang.
Teh bukan cuma dituang dengan air panas dan diminum, tapi sebagai seni dalam arti luas. Upacara minum teh mencerminkan kepribadian dan pengetahuan tuan rumah yang mencakup antara lain tujuan hidup, cara berpikir, agama, apresiasi peralatan upacara minum teh dan cara meletakkan benda seni di dalam ruangan upacara minum teh (chashitsu) dan berbagai pengetahuan seni secara umum yang bergantung pada aliran upacara minum teh yang dianut.
Seni upacara minum teh memerlukan pendalaman selama bertahun-tahun dengan penyempurnaan yang berlangsung seumur hidup. Tamu yang diundang secara formal untuk upacara minum teh juga harus mempelajari tata krama, kebiasaan, basa-basi, etiket meminum teh dan menikmati makanan kecil yang dihidangkan.
Pada umumnya, upacara minum teh menggunakan teh bubuk matcha yang dibuat dari teh hijau yang digiling halus. Upacara minum teh menggunakan matcha disebut matchadō, sedangkan bila menggunakan teh hijau jenis sencha disebut senchadō.
Dalam percakapan sehari-hari di Jepang, upacara minum teh cukup disebut sebagai ocha (teh). Istilah ocha no keiko bisa berarti belajar mempraktekkan tata krama penyajian teh atau belajar etiket sebagai tamu dalam upacara minum teh.
April 4th, 2007 at 12:41 pm
Festivals of India
Different religions in India have a different set of festivals, which are significant and pertinent to them. One of the important festivals of North India is the Holi. This is the festival of colours. Hole is one the festivals of India that is celebrated with gaiety and exuberance.
Holi marks the end of winter and greets the advent of spring. Holi is also considered to be a day to forgive and forget and to repair ruptured relationships. It is largely associated with the romantic frolicking of the cowherd God Krishna.
Diwali is definitely one of the most prominent festivals of India. In the literal sense, Diwali means a garland of lamps. It is an apt description of this festival which is characterized by lights. Traditionally diwali is meant to be signified by the lighting of lamps in order to keep alive the memory of Prince Rama’s return to Ayodhya after he had managed to conquer the tyrant Ravana.
Undoubtedly, one of the favorite festivals of India is Dussehra. It is the principle celebration in many parts of the country. This festival is celebrated with great fanfare in Kullu, Varanasi, Mysore. It is celebrated in a slightly different manner as Durga puja in West Bengal. Dussehra marks the climax of nine day long festivities during the Navaratri.
Baisakhi marks the first day of the Hindu new year. This is primarily a harvest festival of India. It is celebrated with great gusto in Punjab. The Bhangara dancers dance in an energetic and vigorous manner.
Pongal is a festival during which rice is cooked as a ritual. It is allowed to boil over. This symbolizes the ushering in of plenty. The day after Pongal, the cattle are bathed, fed and decorated. They cattle are then paraded down the village streets.
Onam is one of the most prominent festivals of India in the southern part - Kerala. This festival is linked with the legend of the mythological king Mahabali. This festival also marks the time for the fantastic boat races at Alapuzha.
The most important festival for Muslims is the Eid. It is celebrated to commemorate the conclusion of the whole month of fasting. Eid is celebrated with a ritual Namaz. This is a prayer that is offered in a mosque. Festive eating, exchange of gifts, and the donning of new clothes and dabbing of attar - rose essence, also mark this festival.
Indian marriages
India being a land of diverse religions caters to different customs and traditions for each religion. Therefore the Indian marriages have a diverse set of traditions and customs pertaining to the religion.
Some of the traditions followed in the Indian marriages by a handful of religions are listed below. In the Hindu weddings almost all the marriages commence with the Ganesh Puja or the Griha Shanti Puja. A particular ceremony called the havan is conducted which is believed to purify the environment by appeasing the Gods and seeking their blessings.
In the Gujaratis marriages, Griha Shanti Puja is performed in the weddings. The Marwaris perform the Ganesh Sthapna, and the Maharashtrians perform the Simant Puja. The Sindhis perform the Berana and the Punjabis perform the Roka in their weddings.
There is a particular ceremony in most of the Indian marriages where the groom’s female relatives perform the ceremony called the “God Bharai Rasam” for the bride. In this ceremony they shower upon the bride gifts and sweets. Clothes, jewellery and cosmetics are also given to the bride. In order to symbolize a prosperous married life blesses with children, a small doll is also given to the bride.
In most of the Indian marriages, the bride and the groom exchange garlands. The flowers that are entwined in the garlands symbolise the everlasting bond between the bride and the groom. These flowers also symbolize the promises that they make to each other.
The Hast Milap ceremony of the Indian marriages is conducted by tying the hands of the bride and groom together by a protective sacred thread. In order to yield a shielding quality to the thread, the thread bears a steel ring, some yellow mustard and seven knots.
The above-mentioned customs were primarily followed in the Hindu Marriage ceremonies. Some of the customs that are followed in the Muslim, Parsi, Telugu and Catholic marriages are given below. On the day of the Nikaah, the elder members of the two families come to a decision about the amount of Mehar (nuptial gift) that is to be given by the groom’s family to the bride. This is considered to be the right of the bride and in case of divorce she can demand the amount.
The Parsis perform the Madhavsaro ceremony. In this ceremony the families of both the bride and the groom plant a young tree in a pot. They do this amidst recitation of prayers by the family priest. This pot is then placed at the entrance of their homes. Most times this young tree is a mango plant, which is treated as a symbol of fertility.
In the Telegu marriages there is a customs where a mixture of cumin and jaggery is applied on the couple’s hands. This symbolizes that the bride and groom have become inseparable through life’s bitter and sweet times.
And as for the catholic weddings, the Catholic brides wear a range of items to signify different things on their wedding day. They wear something old and something new, something borrowed and something blue as part of their wedding attire in order to attract good luck.
Taj Mahal
KUBAH marmer putih itu begitu megah. Berdiri tegak menggapai langit. Seakan-akan puncak kubah itu hendak menyentuh langit yang begitu biru.
Berlatar kubah marmer putih Taj Mahal yang menjulang tinggi itu, Presiden Pakistan Jenderal Pervez Musharraf dan Perdana Menteri India Atal Bihari Vajpayee, sejak Sabtu (14/7) lalu hingga kemarin berunding. Mereka mencari jalan bagi terciptanya perdamaian di kawasan Asia Selatan. Mereka berusaha menutup sejarah hitam kedua negara, yang sejak lahir sudah diikat oleh perseteruan.
Bukan tanpa sengaja, tentu, bahwa perundingan antara dua pemimpin dari dua negara yang bermusuhan itu digelar di Agra, sebuah kota di mana Taj Mahal berdiri.
Agra sering disebut sebagai kota “cinta dan kesetiaan”? Karena itu, perundingan antara kedua pemimpin itu sejak semula diharapkan diselimuti “cinta dan kesetiaan”; cinta akan perdamaian dan setia akan apa yang telah diputuskan dalam perundingan.
Sejarah Agra dengan Taj Mahal, memang, adalah sejarah cinta. Taj Mahal, salah satu bangunan yang disebut paling indah di dunia itu, dibangun atas perintah Sultan Sjah Jahan (Sjahjahan). Adalah “cinta dan kesetiaan” pada istrinya, Arjumand Bano Begum yang juga dikenal dengan nama Begum Mumtaz Mahal (Mahkota Kerajaan) yang mendorong Sjah Jahan memerintahkan untuk membangun Taj Mahal.
Bangunan makam yang terbuat dari marmer itu dibangun pada tahun 1631-1653, dengan mengerahkan 22.000 pekerja, dan puluhan arsitek, seniman, ahli bangunan dari berbagai negara termasuk Italia dan Perancis. Batu marmer dikumpulkan dari seluruh India, seperti Makrana dan Rajasthan. Batu-batu khusus didatangkan dari Rusia, Cina, Afganistan, Persia, Asia Tengah, dan Yaman.
Konon ceritanya, Begum Mumtaz Mahal adalah istri yang paling dicintai Sjah Jahan. Mereka menikah ketika Begum Mumtaz Mahal berusia 19 tahun. Begum Mumtaz Mahal meninggal setelah melahirkan anaknya yang ke-14 atau 18 tahun setelah mereka menikah.
***
TAJ Mahal memang indah. Akan tetapi, permusuhan yang ada antara India dan Pakistan, sejak lebih 50 tahun silam, telah menghilangkan keindahan itu. Kini, ketika perundingan digelar di Agra, banyak kalangan berharap bahwa kedua pemimpin itu benar-benar dirasuki oleh semangat cinta; cinta akan perdamaian yang selama ini hilang, terutama karena masalah Kashmir.
Cinta antara India dan Pakistan sebagai dua negara yang oleh sejarah pernah disatukan, memang telah hilang. Hal itu persis dengan hilangnya cinta dari para pemimpin di negeri ini. Sejak apa yang disebut sebagai “gerakan reformasi” dilaksanakan tahun 1998 yang ditandai dengan mundurnya Soeharto dari jabatannya sebagai Presiden Indonesia, hampir dapat dikatakan tidak pernah ada perdamaian di negeri ini.
Hari-hari perjalanan bangsa diwarnai dengan usaha para elite politik untuk saling menjatuhkan. Jajaran legislatif, misalnya, jengkel dengan segala polah-tingkah, perilaku, dan sepak-terjang Presiden Abdurrahman Wahid selama ini. Sebaliknya, Presiden juga jengkel dengan polah-tingkah, perilaku, sepak-terjang, dan manuver kalangan legislatif.
Presiden, misalnya, dianggap tak mampu memerintah, tak mampu mengatasi krisis ekonomi dan politik, tak mampu menegakkan hukum, dan tatanan sosial. Korupsi, kolusi dan nepotisme diberitakan tidak dapat dikurangi, bahkan bertambah meruyak. Sebaliknya, para anggota legislatif dianggap asal ngomong, terlalu banyak bermanuver untuk kepentingan partai, kepentingan diri mereka sendiri, terlalu banyak menuntut, terlalu mengedepankan pendapatnya sendiri, kemauannya sendiri, dan kebenarannya sendiri.
Ujungnya adalah antara legislatif dengan eksekutif saling jengkel; saling berusaha menjatuhkan. Yang satu mengancam akan membubarkan parlemen, yang lainnya mengancam akan menjatuhkan presiden. Kadang orang bertanya, inikah yang disebut demokrasi.
Benar, memang, dalam demokrasi perbedaan pendapat adalah hal yang lumrah; tetapi, demokrasi tetap tidak membenarkan permainan menang-menangan dan semata-mata pemburuan kekuasaan. Bila demikian, demokrasi hanyalah menjadi nominal, sekadar nama, isinya bukanlah demikian.
***
DEMIKIAN pula cerita hubungan antara India dengan Pakistan, yang oleh sejarah disatukan namun diceraikan oleh takdir. Kini, ketika para pemimpin mereka bertemu di Agra, diharapkan bahwa roh Taj Mahal akan hidup di dalam diri mereka. Apabila nanti, perang dan permusuhan tetap hidup di antara kedua negara, itu berarti “cinta dan kesetiaan” yang pernah hidup di Taj Mahal sama sekali tidak menggerakkan hati mereka.
Taj Mahal, pada akhirnya, hanya akan menjadi sebuah simbol tanpa makna, sama seperti demokrasi dan reformasi yang diteriakkan oleh para pemimpin negeri ini, tiada bermakna. Oleh karena, dendam, persaingan, dan perebutan kekuasaan lebih menjiwai mereka.
Mereka yang berpikiran positif akan mengatakan, ‘kita kan baru belajar berdemokrasi, jadi wajar kalau terjadi tabrakan’. Benar, bahwa demokrasi itu tidak definitif, melainkan tentatif. Demokrasi itu tidak bersifat “jadi” melainkan “proses menjadi” karena itu butuh waktu.
Akan tetapi, sampai kapan hal itu terjadi? Sama halnya, sampai kapan permusuhan antara Pakistan dan India hidup. Apakah sepanjang hidup negeri itu? (ias)
April 4th, 2007 at 1:06 pm
Bahasa Baba
Dari Wikipedia bahasa Melayu
Jump to: navigation, search
Bahasa Baba ialah satu jenis bahasa Melayu kacukan yang dituturkan oleh orang-orang Baba di Malaysia, khususnya di Melaka dan Pulau Pinang. Walaupun bahasa ini berasal dari Melaka, bahasa Baba yang dituturkan di Pulau Pinang berbeza dengan bahasa Baba Melaka dalam beberapa aspek.
Pada dasarnya, bahasa Baba ialah satu bahasa campuran antara loghat Hokkien dengan bahasa Melayu. Walaupun kebanyakan nahu bahasa Baba berasal daripada bahasa Melayu, bahasa Baba berbeza daripada bahasa Melayu dalam kebanyakan aspek yang utama dan oleh itu, merupakan satu bahasa yang berasingan. Antara perbezaan ini adalah:
• Bahasa Baba telah menyerap banyak perkataan Cina, umpamanya lai untuk ‘datang’, dan banyak lagi kecenderungan ke arah sintaksis Hokkien, khususnya bagi idea-idea yang abstrak, yang tidak difahami oleh orang-orang Melayu.
• Orang-orang Baba tidak tahu akan kebanyakan perkataan dan sintaksis bahasa Melayu.
• Bahasa Baba telah mengubah kebanyakan sebutan bahasa Melayu, termasuk juga sebutan bahasa Hokkien.
• Orang-orang Baba menggunakan peribahasa Cina dengan lebih meluas, berbanding peribahasa Melayu.
• Bentuk ayat bahasa Baba berbeza daripada bahasa basahan orang Melayu. Umpamanya, “Ibu bapanya sedang makan di meja” disebut “Dia punya mak-bapa ada dudok makan do sblah punya mejah”. Selain itu, mereka menggunakan kata ganti ‘ini’ dan ‘itu’ mendahului kata nama, iaitu berbeza dengan bahasa Melayu.
• Orang-orang Baba tidak tahu tentang perkataan-perkataan yang berhubung dengan agama Islam.
Jadual isi kandungan
[sorok]
• 1 Perbendaharaan kata
o 1.1 Kata ganti nama
o 1.2 Perkataan berkaitan dengan hubungan sanak saudara
o 1.3 Perkataan berkaitan dengan rumah
o 1.4 Perkataan berkaitan dengan agama
• 2 Lihat juga
• 3 Rujukan
[Sunting] Perbendaharaan kata
[Sunting] Kata ganti nama
• saya = goa (bahasa Hokkien)
• anda = lu (bahasa Hokkien)
• dia = dia
• kita = kita
[Sunting] Perkataan berkaitan dengan hubungan sanak saudara
Perkataan-perkataan yang berkaitan dengan hubungan sanak saudara semuanya adalah daripada bahasa Cina (yang tidak sama sebutannya) kecuali mak, adik, dan abang:
• ayah = ‘ntia (daripada bahasa Mandarin, tia, bukannya bahasa Hokkien yang berbunyi pe atau lau-pe)
• datuk = ‘ngkong (bahasa Hokkein: kong)
• kakak = tachi (bahasa Hokkein: toa-chi)
• bapa saudara = impek (dbahasa Hokkein: peh)
• adik bapa = nchek (bahasa Hokkein: chek)
• suami kakak = chau (bahasa Hokkein: chia-hu)
[Sunting] Perkataan berkaitan dengan rumah
• ibu rumah = tian (bahasa Hokkein: thian )
• kawasan tengah tanpa bumbung = chimchi (bahasa Hokkien: chhim-chin )
• tingkat atas = loteng (bahasa Hokkien: lau-teng)
• serambi dalam = pangkeng (bahasa Hokkien: pang-keng)
• serambi luar tanpa bumbung = la-pen (bahasa Hokkien: lau-pin )
• lampu = teng atau tanglung (bahasa Hokkien: teng-liong)
• meja = toh (bahasa Hokkein)
• permaidani = tanak (bahasa Hokkien: than-a)
• cat = chat (bahasa Hokkien: chhat)
Bagaimanapun, peralatan dapur diberi nama Melayu, kecuali barangan jenis Cina seperti:
• teko = tekuan (bahasa Hokkien: te-koan)
• sudu sup = tngsi (bahasa Hokkein: thng-si)
• cerek = teko (bahasa Hokkien: te-ko)
Terdapat satu pengecualian, iaitu sumpit yang berasal daripada bahasa Melayu, sepit (bahasa Inggeris: chopsticks). Orang-orang Baba menggunakan perkataan Melayu bagi perkara memasak, kecuali ‘mengukus’ yang dipanggil tim (bahasa Hokkien). Bagaimanapun, kebanyakan masakan mereka diberi nama Cina seperti bami, tauyu, kianchai, kuchai, dan sebagainya. Beberapa jenis pakaian juga diberi nama Cina.
[Sunting] Perkataan berkaitan dengan agama
Perkataan-perkataan berkaitan dengan agama menunjukkan lagi satu aspek pengaruh budaya Cina dalam kehidupan orang Baba:
• tokong = bio (bahasa Hokkien)
• tokong besar atau dewa Cina = tokong (mungkin daripada nama dewa, Toh Peh Kong)
• membakar colok = sio-hio (bahasa Hokkien: sio-hiu)
• melutut = kui (bahasa Hokkien)
KITAB KUNING DAN PEREMPUAN,
PEREMPUAN DAN KITAB KUNING
Catatan untuk Masdar F. Mas’udi[1]
Martin van Bruinessen
Kitab Kuning dan Emansipasi Perempuan: Konflik Budaya?
Pengamatan-pengamatan Masdar mengenai kedudukan perempuan dalam diskursus (wacana, bahasan) dominan kitab kuning terasa tidak enak didengar tetapi memang sulit dibantah. Baik dalam penggunaan bahasa (yang sangat memihak kepada jenis mudzakkar) maupun pilihan aspek kehidupan perempuan yang dijadikan pokok bahasan kitab-kitab fiqh, terdapat bias yang begitu dalam dan transparan. Tolok ukur untuk segala hal ialah laki-laki, dan perbedaan antara perempuan dan laki-laki diberi makna bahwa perempuan tidak mencapai martabat laki-laki. Keberadaan perempuan seolah-olah hanya demi mengabdi kepada laki-laki dan memenuhi kebutuhan seksualnya saja. Status laki-laki baik di dunia maupun di akherat jauh di atas status perempuan, dan dengan tolok ukur harga, bobot atau keseriusan, satu orang laki-laki adalah sepadan dengan dua orang perempuan.
Memang tak menyenangkan bagi mereka yang meyakini bahwa perempuan sama mulia martabatnya dengan laki-laki. Karena dalam pemahaman mereka semangat Islam yang sesungguhnya justru egaliter, dan hanya menilai manusia berdasarkan kadar kesholehannya. Saat Masdar membaca papernya di seminar ia sempat terkena amarah beberapa peserta seminar, yang kelihatannya sudah begitu jenuh mendengar pandangan yang paternalis dan menindas perempuan itu. Mereka agaknya menganggap bahwa Masdar cenderung mengedepankan pandangan kitab fiqh sebagai satu-satunya kebenaran Islami. Padahal, papernya merupakan hasil analisa yang sangat kritis tentang khazanah pesantren ini. Ia menggali aspek-aspek uraian kitab kuning yang berkaitan dengan perempuan dan menyampaikannya dalam bentuk singkat, tajam dan jelas. Dalam sebagian besar, uraian tersebut diketahui umum, namun baru ketika disusun secara sistematis bias anti-perempuan kitab fiqh terasakan demikian pekat. Bukan pendapat Masdar sendiri yang menimbulkan culture shock; kemarahan peserta tadi merupakan isyarat keberhasilannya dalam merangkum secara tajam sikap yang tertuang dalam khazanah kitab kuning.
Masdar dikenal sebagai orang yang sekaligus loyal dan kritis kepada tradisi keilmuan kitab kuning. Dalam berbagai forum ia senantiasa mengambil sikap bahwa kitab, selain obyek pengajian, harus dijadikan obyek pengkajian, studi kritis. Karya ulama zaman dulu mestilah dipahami secara kontekstual, dengan memperhatikan latar belakang sejarah, sosial dan politik. Kitab kuning dengan segala muatannya bukanlah kebenaran mutlak, melainkan juga mencerminkan budaya, kebutuhan dan pendapat umum pada tempat dan zaman dikarangnya.
Demikian juga dalam hal kedudukan perempuan. Pada abad pertengahan, zaman sebagian besar kitab klasik disusun, tuntutan emansipasi belum ada dan dominasi laki-laki atas perempuan dalam segala bidang dianggap wajar saja, bukan hanya di dunia Islam tetapi juga di kawasan budaya lainnya termasuk Eropa. Dengan kata lain (kalau saya boleh meringkas telaah Masdar dengan kata-kata saya yang kurang halus), isi kitab kuning merupakan perpaduan antara ajaran pokok Islam (Qur’an dan hadits) dengan budaya lokal. Budaya merupakan sesuatu yang selalu berubah, sehingga kalau isi kitab kuning terasa kurang cocok dengan kita, mungkin hanya disebabkan budaya kita sudah lain daripada budaya pengarang. Di sini tampak pandangan Masdar relativistis: pendapat dan budaya kita boleh saja berbeda dengan budaya dan pendapat orang lain (misalnya ulama pengarang kitab kuning). Masing-masing tentu saja merasa dirinya yang paling benar, walau tidak ada kriteria yang obyektif.
Apakah Kesan Masdar Terlalu Negatif?
Siapapun boleh saja membantah atas perhatian yang ditekankan kepada uraian berbias anti-perempuan dalam kitab kuning oleh Masdar dengan melukiskan gambaran yang terlampau negatif. Karena dalam kenyataannya pemberlakuan ajaran kitab kuning seringkali menjadi lebih longgar. Seperti lazimnya, pada setiap masalah dijumpai rupa-rupa pandangan dalam kitab-kitab fiqh. Dengan metodologi yang dikenakan Masdar, boleh jadi, pandangan yang relatif ekstrim lebih dikedepankan sedangkan yang lebih moderat diketepikan. Tidakkah mungkin lingkup pandangan yang terdapat dalam kitab-kitab fiqh lebih luas daripada yang digambarkan Masdar?
Masdar sesungguhnya belum menyertakan semua pendapat “ekstrim” yang terangkum dalam dunia kitab kuning. Untuk ini saya ingin menambahkan dua contoh lain. Yang pertama berkaitan dengan pertanyaan apakah status perempuan di akherat kelak akan tetap di bawah status laki-laki juga (itu memang asumsi tersirat yang dicerna Masdar dalam kitab-kitab). Menurut pendapat segolongan ulama tradisional memanglah demikian, dan mereka memberikan alasan berdasarkan suatu perhitungan pahala. Betapa sholeh pun seorang perempuan, demikian pendapat ini, namun ia tidak mungkin mendapat pahala setaraf dengan laki-laki yang sholeh. Setiap bulan selama beberapa hari seorang perempuan dilarang beribadah, sehingga baik jumlah shalat fardlu maupun jumlah hari puasa yang dilakukannya lebih sedikit daripada jumlah kewajiban agama yang bisa dilakukan seorang laki-laki.[2] Sekali lagi, fungsi biologis perempuan (haidh) dijadikan alasan menurunkan martabat perempuan. Kendati tidak semua ulama tradisional setuju dengan “ilmu akuntansi pahala” yang diajukan dalam argumentasi ini, dan pendapat ekstrim tadi adalah pendapat sebagian kecil saja.
Contoh saya yang kedua menyangkut kebebasan laki-laki menceraikan istrinya atau, lebih tepatnya, menuduh istrinya berzina tanpa adanya saksi yang melihat langsung. Memang, Islam memberikan kaum istri perlindungan terhadap tuduhan yang tidak bisa dibuktikan, sebagaimana diuraikan Masdar. Mencari empat orang saksi yang melihat langsung tindakan zina hampir mustahil, sehingga dalam praktek kebebasan laki-laki menceraikan istrinya dengan alasan ini dibatasi. Namun yang tidak disinggung Masdar adalah jalan keluar yang dibiarkan kepada laki-laki, yaitu li`an. Kalau sang suami bersumpah bahwa istrinya telah main serong dan Tuhan melaknatinya kalau ia berbohong, istrinya segera diceraikan tanpa kewajiban suami terhadapnya, dan anaknya (kalau hamil) dianggap tidak sah. Dalam hal ini, sang suami tidak terkena hukuman atas tuduhan yang tak bisa dibuktikan (tetapi sang istri bisa lepas dari hukum rajam kalau ia bersumpah laknat bahwa suamilah yang berbohong).[3] Jadi, kalau dua-duanya bersumpah, sang suami yang menang dan bisa begitu saja menceraikan istrinya.
Dua contoh tadi menunjukkan bahwa gambaran yang dilukiskan Masdar belum tentu terlalu negatif dan secara selektif menunjukkan hukum-hukum yang paling merugikan perempuan. Dengan menggali lebih banyak kitab, agaknya, akan kita menemukan lebih banyak sikap yang sangat biased lagi. Tentu kalau kita memerhatikan, di samping hukum-hukum fiqh yang tertulis, pelaksanaan hukum Islam dalam praktek, kesimpulan kita mungkin akan berbeda; praktek biasanya jauh lebih longgar dan lunak daripada hukum-hukum kitab. Demikian misalnya contoh mengenai li`an tadi. Walaupun hampir semua kitab fiqh menguraikan perihal li`an, namun dalam praktek jarang sekali terjadi kasus laki-laki menceraikan istrinya melalui prosedur li`an.[4] Tambahan lagi, peraturan lain yang merugikan kaum perempuan seringkali juga tidak dilaksanakan secara harfiah. Dalam pembagian warisan, misalnya, orangtua sendiri sering mencari jalan keluar melalui wasiat atau dengan cara menghibahkan harta miliknya sebelum meninggal dunia.
Walaupun demikian, keadaan ini tidak mengurangi kenyataan bahwa diskursus kitab kuning sangat diskriminatif terhadap kaum perempuan. Secara demikian kesimpulan Masdar tidak berlebihan.
Bias Karena Kitab Kuning Dikarang Ulama Laki-laki
Salah satu faktor penyebab yang juga disebut Masdar, adalah kenyataan bahwa kitab kuning nyaris semuanya dikarang oleh laki-laki, sehingga mudah dimengerti jika prasangka dan kepentingan jenis laki-laki sangat mewarnai pembahasannya. Seandainya pakar-pakar fiqh dan tauhid yang perempuan mengembangkan kembali sebuah fiqh baru dan doktrin-doktrin iman, berdasarkan nash yang sama, niscaya sangat berbeda dengan fiqh dan doktrin yang ada sekarang ini. Usaha semacam ini telah dilakukan di dunia Kristen oleh para ahli teologi perempuan, dan mencapai kesimpulan yang menghebohkan. Melalui kajian kritis terhadap karya-karya kaum teolog laki-laki mereka berhasil membongkar banyak prasangka dan bias yang sebenarnya tidak bersangkut paut dengan ajaran agama yang asli tetapi yang belakangan dianggap bagian esensial dari doktrin-doktrin Kristen. Para teolog feminis telah mengembangkan suatu teologi Kristen alternatif yang berbeda sekali dengan ajaran tradisional yang begitu paternalis dan menindas perempuan. Dalam dunia Islam, Riffat Hassan, sarjana dari Pakistan, adalah salah seorang yang berusaha mengembangkan pemikiran Islam yang dibersihkan dari bias laki-laki.[5]
Teologi feminis Islam belum muncul, namun satu kajian yang layak disebut disebut di sini, yaitu buku Perempuan dan Islam, Kajian Sejarah dan Teologi oleh Fatima Mernissi dari Marokko.[6] Pengarang ini seorang wanita Islam yang sosiolog dari keluarga tradisional tetapi berpendidikan modern. Ia mulai mempertanyakan hal-hal yang diajarkan kepadanya mengenai status dan tingkah laku yang layak bagi kaum Muslimat. Ia mempelajari kitab hadits, tafsir dan sirah untuk mencari asal-usul dari (yang disebutnya) misogini, kebencian terhadap perempuan, dalam tradisi Islam. Ia menunjukkan, berdasarkan sumber Islam masa awal, bahwa sikap Nabi terhadap perempuan sangat arif, terbuka dan toleran, dan barulah belakangan muncul tokoh umat Islam yang mengambil sikap bertolak belakang dengan sikap Nabi. Pemimpin yang ia soroti sebagai bertanggung jawab atas penurunan status wanita dalam Islam adalah Khalifah `Umar, yang muncul lebih macho dari sumber-sumber sejarah, lebih keras dan menindas terhadap perempuan. Di antara para perawi hadits, terutama Abu Hurairah yang mendapat perhatiannya karena banyak hadits yang memojokkan perempuan konon diedarkan oleh Abu Hurairah.[7] Dari hal-hal yang diketahui mengenai riwayat hidup Abu Hurairah, Mernissi menggambarkan profil psikologi tokoh ini sebagai laki-laki yang mengalami kesulitan menghadapi perempuan, mungkin juga kelainan seksual.
Mernissi membuat suatu pengamatan menarik lagi. Kalau para pengarang kitab klasik bertolak dari asumsi bahwa laki-laki adalah superior terhadap perempuan, itu wajar saja karena pada zaman dan tempat mereka menulis pendapat lazim memang demikian. Tetapi tahun-tahun terakhir ini pasar di negara-negara Muslim dibanjiri edisi baru dari kitab-kitab klasik yang paling diskriminatif terhadap perempuan, yang dijual dengan harga yang sangat murah. Hal ini, menurut Mernissi, bukan suatu kebetulan; ia melihat terjadi serangan massal dari kalangan ulama paling konservatif yang ingin melestarikan status quo dan “melindungi” Islam dari “bahaya” emansipasi perempuan dan feminisme.[8] Konservatisme ini tidak merupakan monopoli dunia Islam; reaksi serupa timbul di mana-mana dalam proses modernisasi, dengan meningkatnya mobilitas dan pergeseran pembagian kerja.
Seorang Pengarang Kitab Kuning yang Perempuan
Sisi lain dari diskriminasi terhadap kaum perempuan adalah kenyataan bahwa sumbangan perempuan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, sastra dan senirupa sering tidak diakui. (Pekerjaan lain yang dibuatnya, yaitu pekerjaan rumah tangga, malahan tidak diakui sebagai kerja dan tidak masuk perhitungan statistik ekonomi.) Di Eropa, secara berangsur-angsur para ilmuwan feminis telah berhasil mengoreksi pandangan keliru tentang sumbangan perempuan itu, dan menunjukkan bahwa sumbangan perempuan lebih besar daripada yang diduga sebelumnya. Mereka menemukan kembali karya-karya perempuan yang pernah - sengaja atau tidak - terlupakan. Akan halnya Islam, tidaklah mustahil kajian serupa mengenai sejarah keilmuan Islam juga akan menghasilkan temuan yang mengejutkan. Untuk ini, saya ingin mengajukan suatu contoh lagi.
Di antara kitab kuning yang banyak dibaca di Indonesia terdapat satu yang dikarang oleh seorang ulama Melayu yang perempuan. Namun tidak banyak pembaca menyadari hal ini, sebab kitab tersebut belakangan diatasnamakan seorang laki-laki, yakni pamannya sendiri! Kitab ini dikenal dengan judul Perukunan Jamaluddin. Kitabnya sederhana saja - perukunan berarti uraian dasar mengenai rukun Islam dan rukun iman - tetapi merupakan salah satu yang paling populer di antara kitab-kitab sejenis, dan sering dicetak kembali. Tertulis di halaman pertama bahwa kitab ini adalah “karangan bagi al-`alim al-`allamah mufti Jamaluddin ibn al-marhum al-`alim al-fadhil al-syaikh Muhammad Arsyad al-Banjari”. Jamaluddin, putra Arsyad al-Banjari yang terkenal itu, memang seorang laki-laki yang berpengaruh, ulama yang paling terkemuka di Kalimantan Selatan pada zamannya. Tetapi tradisi setempat mengingatkan bukan ia yang mengarang kitab perukunan tersebut, melainkan seorang keponakan perempuannya, yaitu Fatimah (yang lahir dari perkawinan putri Syekh Arsyad, Syarifah, dengan Abdulwahhab Bugis).[9] Kurang jelas mengapa Jamaluddin mengatasnamakan karangan ini. Dalam dunia kitab kuning memang tak ada copyright (hak cipta), dan menyalin tulisan orang lain tanpa kreditasi sudah menjadi kebiasaan. Namun dalam hal ini kita merasa bahwa identitas pengarang yang sebenarnya dengan sengaja disembunyikan - sesuai dengan anggapan yang sudah mapan bahwa mengarang kitab merupakan pekerjaan laki-laki. Kalau kita menggali dalam sejarah, tidak mustahil kita akan menemukan perempuan lain yang menguasai ilmu-ilmu agama dan telah menulis kitab. Dan tak usah heran kalau sumbangan mereka ternyata diingkari dan diboikot.[10]
Dari segi isi, kitab Perukunan Jamaluddin tak jauh berbeda dari kitab sejenis lainnya. Fatimah pastilah bukan seorang feminis yang dengan sengaja menulis fiqh alternatif. Kitabnya sangat sederhana dan hanya menguraikan beberapa ajaran pokok berhubungan dengan shalat, puasa dan cara mengurus mayat saja. Namun pengarang tidak meletakkan perempuan pada posisi lebih rendah atau kurang suci daripada laki-laki. Ia menghindari dari perkara yang sangat membedakan antara kedua jenis kelamin (seperti aqiqah, warisan atau kesaksian). Ketika ia membicarakan haid dan mandi sesudah haid, tidak ada kesan seolah-olah perempuan dalam haid adalah kotor. Ia tidak memakai istilah seperti “bersuci” (yang secara tersirat menyatakan perempuan dalam haid tidak “suci”); secara lebih netral ia menulis bahwa ada lima perkara yang mewajibkan mandi: mati (kecuali mati syahid), haidh, nifas, wiladah (keguguran), dan janabah (persetubuhan). Tidak ada uraian panjang tentang hal-hal yang dilarang bagi perempuan pada masa haid.
Kitab yang Lebih Bersimpati Kepada Perempuan
Dalam kitab kuning-kitab kuning yang dikarang oleh ulama laki-laki pun masih terdapat keragaman perihal sikap terhadap perempuan. Itu dapat dilihat, misalnya, pada kitab-kitab mengenai hubungan suami-istri. Seperti juga dicatat Masdar, uraian kitab perihal itu selalu dari pandangan laki-laki saja; dialah yang subyek sedangkan perempuan hanya sebagai obyek. Dalam diskursus dominan, perempuan dibahas seolah-olah ia makhluq yang hanya berguna untuk melayani laki-laki dalam segala hal. Demikian misalnya kitab `Uqud Al-Lujjain karangan Nawawi Banten, yang banyak dibaca di pesantren Jawa.[11] Kewajiban utama perempuan, menurut kitab ini, adalah melayani sang suami - di ranjang, tentu saja. Menolak tuntutan seksual sang suami, kata Nawawi, adalah dosa besar bagi seorang perempuan. Dalam hal ini Nawawi tidaklah sendirian; hampir semua kitab sejenis mewakili sikap yang sama. Malahan terdapat muballighat populer yang sampai sekarang masih menyebarkan uraian senada sebagai ajaran Islam yang terpenting bagi kaum ibu![12]
Meski demikian, terdapat juga kitab yang nadanya lebih simpatik kepada perempuan. Contoh yang cukup terkenal di Indonesia dan Malaysia adalah kitab Hukum Jima`.[13] Kitab singkat ini merupakan terjemahan Melayu dari Al-`Ubab, karangan seorang ulama produktif yang hidup sekitar empat abad sebelum Nawawi Banten, yakni Shaikh Ahmad bin Sulaiman Kamal Basya dari Istanbul, dengan beberapa tambahan dari tulisan ulama lain, seperti Syaikh Zarruq dari Afrika Utara.[14] Kitab ini juga membahas hubungan suami-istri, dan di sini juga sang laki-laki tetap sebagai subyek dan istrinya sebagai obyek. Namun perhatian utama dalam kitab ini terletak pada apa yang harus dibuat sang suami, tidak kepada kewajiban istri. Sang suami dianjurkan untuk melayani istrinya dengan baik, menghindar dari paksaan, menciptakan suasana yang tenang dan memperhatikan kebutuhan dan keinginan istrinya (lihat lampiran).
Contoh ini mungkin menunjukkan bahwa khazanah tradisional Islam cukup beranekaragam. Melalui seleksi dari seluruh khazanah itu seorang ulama bisa menulis uraian yang sangat anti-perempuan, sedangkan ulama lain, dengan seleksi yang berbeda, menulis yang lebih simpatik. Mungkin sikap yang mengilhami penyusun kitab Hukum Jima` bisa dijadikan titik tolak untuk penulisan kitab alternatif, yang lebih fair kepada perempuan, tanpa terlalu menjauhi suasana kitab kuning.
Budaya Arab atau Islam?
Apakah ketidakseimbangan antara laki-laki dan perempuan hanya bagian dari budaya kitab kuning saja, atau inheren dalam Islam? Apakah jilbab dan larangan perempuan keluar dari rumah hanya berdasarkan salah satu di antara sekian banyak interpretasi Islam, atau perintah mutlak Tuhan? Dalam suatu tulisan yang meninjau hukum-hukum fiqh mengenai perempuan, orientalis terkenal Hamilton A.R. Gibb dengan nada menyesal mengatakan bahwa bagian fiqh ini tidak didasarkan atas uraian Qur’an melainkan atas hadits-hadits yang mencerminkan adat suku-suku Arab.[15] Ia menunjukkan bahwa hampir setiap hukum Qur’an mengenai perempuan merupakan perbaikan hak dan statusnya dan penolakan adat suku-suku Arab yang sangat tidak menguntungkan kaum perempuan. Dalam perkembangan hukum Islam selanjutnya, demikian kesimpulan Gibb, para ahli fiqh ternyata lebih dipengaruhi oleh adat (terutama konsepsi tradisional tentang `irdh, kehormatan suku) daripada ketentuan Qur’an.[16] Ijtihad Khalifah `Umar yang membolehkan laki-laki mengucapkan talaq tiga sekaligus, misalnya, membatalkan perlindungan yang diberikan perempuan oleh Qur’an dan mengembalikan hukum adat yang membolehkan laki-laki untuk segera melepaskan istrinya, tanpa alasan.
Sudut pandang seperti ini, agaknya, akan mendorong pemikir Islam yang ingin menentang diskriminasi terhadap perempuan untuk kembali kepada Qur’an dan (tetapi dengan hati-hati) hadits. Hadits-hadits yang diakui secara umum pun (misalnya, yang dalam Al-Kutub Al-Sittah), agaknya, akan ditinjau kembali untuk menyaring hadits yang melestarikan adat-adat pra-Islam walaupun diatasnamakan Nabi. Inilah yang diusahakan oleh Fatima Mernissi dalam bukunya Perempuan dan Islam yang telah disebut di atas. Usaha demikian, tentu saja, akan menimbulkan kontroversi, dan pihak konservatif barangkali akan menuduhnya sebagai “Inkarussunnah”. Itu suatu reaksi yang tidak perlu ditakuti; setiap usaha pemurnian mengundang oposisi, tetapi pihak konservatif tidak memiliki monopoli atas kebenaran.
Namun dengan kembali kepada Qur’an dan hadits yang fair terhadap perempuan tidak mudah mencapai landasan bagi kesamaan hak antara laki-laki dan perempuan. Qur’an memberikan banyak hak dan kebebasan kepada perempuan yang tidak pernah mereka miliki dalam budaya Arab jahiliyah, tetapi di dalamnya terdapat beberapa ayat yang dengan jelas menyatakan ketidaksamaan hak - misalnya dalam hal warisan. Apakah itu berarti bahwa superioritas laki-laki atas perempuan harus diterima sebagai ajaran Islam yang mutlak dan tidak bisa diubah? Masalahnya terlalu rumit untuk dibahas dalam tulisan pendek ini, tetapi terdapat berbagai usaha mencari jalan keluar. Penafsiran kontekstual berusaha memahami ayat-ayat ahkam dalam konteks masyarakat Madinah pada zaman Nabi dan menerapkan semangat hukumnya daripada hukum-hukum yang harfiyah. Salah satu pendobrakan radikal adalah pendekatan Munawir Syadzali, yang menyatakan bahwa pembagian warisan memerlukan modifikasi untuk masyarakat yang punya struktur sosial berbeda dengan Madinah tigabelas abad yang lalu.
Cara yang pernah ditempuh beberapa negara Muslim yang sekuler (Turki, Tunisia) adalah mengabaikan masalah ini sama sekali. Undang-undang perkawinan dan sebagainya berdasarkan hukum sipil ala negara Barat, tanpa usaha mencari legitimasi Islam. Dapat dimengerti kalau keadaan ini menyebabkan sebagian ummat di sana merasa teralienasi dari negara dan membangkitkan gerakan “fundamentalis” yang kuat sebagai reaksi. Melihat arus perkembangan dalam dunia Islam masa kini, sekularisme tidak merupakan alternatif yang potensial. Pertanyaan apakah hak-hak perempuan dan hak-hak asasi manusia lainnya yang tercantum dalam perjanjian internasional bertentangan dengan Islam tidak bisa dihindari terus tetapi harus dihadapkan dengan jujur.[17] Ummat Islam sekarang menghadapi pilihan antara penolakan terhadap nilai internasional mengenai hak-hak perempuan, minoritas agama dan sebagainya, atau pembaharuan pemikiran Islam yang sangat radikal. Dilema ini diuraikan dengan sangat mengesankan oleh Abdullahi Ahmed An-Na`im, sarjana hukum dari Sudan, dalam buku Menuju Reformasi Islam.[18]
An-Na`im dalam buku ini menyampaikan beberapa usul pembaharuan berdasarkan pemikiran gurunya, Ustadz Mahmoud Mohamad Taha. Ustadz Mahmoud bertolak dari perbedaan yang terdapat antara surah-surah yang turun di Makkah dan di Madinah. Surah-surah Makkah bersifat peringatan moral, egalitarian dan universal, sedangkan surah-surah Madinah lebih bersifat spesifik dan kontekstual. Beberapa ayat Madinah kelihatannya bertentangan dengan ayat-ayat Makkah, dan itu yang melahirkan teori nasikh dan mansukh: menurut para ahli tafsir dan fiqh, terdapat ayat yang membatalkan ayat lain. Status perempuan (dan juga status minoritas non-Muslim) diatur oleh ayat-ayat Madinah yang membatalkan ayat-ayat Makkah yang lebih egaliter. Dengan sangat berani Ustadz Mahmoud menyatakan bahwa sekarang sudah waktunya memutarbalikkan nasikh dan mansukh itu. Perintah Tuhan yang punya relevansi universal tercantum dalam surah-surah Makkah. Karena masyarakat Arab pada zaman Nabi belum sanggup melaksanakan semua perintah itu, katanya, turunlah ayat-ayat yang lebih sesuai dengan situasi zaman itu, dan untuk sementara membatalkan ayat-ayat yang lebih universal dari Makkah. Masyarakat sekarang sudah lebih dewasa, dan tidak ada alasan lagi untuk membatalkan perintah Tuhan pertama yang egaliter. Ayat-ayat yang dulu dianggap nasikh sekarang layak menjadi mansukh.[19]
Diskursus Kitab Kuning dan Keterbatasannya
Kesulitan yang kita hadapi pada masalah kitab kuning dan perempuan menyangkut persoalan diskursus. Diskursus kitab kuning, yakni kerangka berfikir dan cara pembahasannya, sudut-sudat pandangannya, pokok-pokok yang dibahas, apa yang dianggap suatu masalah dan apa jawaban yang memuaskan, merupakan suatu bangunan intelektual yang cukup canggih tetapi terbatas dan kaku. Banyak hal yang bisa dibahas secara mendalam dalam kosakata kitab kuning, tetapi terdapat juga persoalan yang tak bisa dirumuskan, pemikiran yang tak dapat dipikirkan dalam diskursus itu. Diskursus dimaksud, seperti juga diskursus-diskursus khusus lainnya, ibarat kacamata berwarna: beberapa hal di dunia sekitar dapat dilihat lebih tajam sedangkan hal lain menjadi samar.
Hal-hal yang berkaitan dengan kedudukan perempuan sebagaimana disinggung dalam kitab kuning sebetulnya bukan hal-hal yang paling mendesak. Banyak agenda soal lain yang menunutut perhatian, seperti perlindungan hak pekerja perempuan, kesamaan upah laki-laki dan perempuan untuk pekerjaan yang sama, status sosial janda, partisipasi perempuan dalam pendidikan, ekonomi dan politik dan lainnya tidak disinggung sama sekali dan bahkan sampai sekarang belum bisa dibicarakan dalam diskursus kitab kuning. Seolah-olah kehidupan perempuan terdiri dari haid dan nifas, hijab dan warisan saja. Demikian diskusi mengenai perempuan dan Islam hampir selalu berkisar tentang hijab, kewajiban kepada suami, dan pembagian warisan. Dalam cakupan semua ini, kitab kuning mewakili sikap konservatif yang meletakkan perempuan jauh di bawah laki-laki; tetapi pendekatan reformis bisa mengembangkan penafsiran Qur’an dan hadits yang lebih seimbang dan lebih fair terhadap perempuan. Itu memang sesuatu yang dibutuhkan. Namun terdapat persoalan lain dan mungkin tidak kalah pentingnya, yang boleh jadi ditinggalkan kalau diskusi hanya ditekankan kepada pokok-pokok tadi.
Lampiran: Transkripsi halaman pertama kitab Hukum Jima`
Bismillah al-rahman al-rahim
Al-hamdu li’llah al-ladzi khalaqa al-asyya’ bi-qudratihi wa atqanaha bi-luthf sun`atihi wa dabbaraha bi-hikmatihi [wa] ahmaduh `ala ni`matihi wa ushalli `ala Muhammad khair khilafatihi wa `ala alihi wa shahbihi wa `ithratihi. Amma ba`d. Perkata mu’allifnya ini suatu risalah pada menyatakan jima` dengan istrinya. Tersebut di dalam kitab `Ubab dan lainnya bahwasanya sunnat dahulu daripada jima` itu memakai bau-bauan kedua laki [dan] istrinya dan bergurau-gurau dahulu dan bermain-main dengan kelakuan yang menyukakan hati istrinya, dan membangkitkan syahwat dan safrat palaq, dan dicamnya akan dia dan permain-mainnya hujung susunya dan digerak-gerakkannya kepala dzakarnya itu atas kedua bibir farji itu, karena yang demikian itu terlebih segeranya mendatangkan birahi perempuan. Maka seyogyanya janganlah dijima` istrinya melainkan hingga nyata birahinya kepada jima`, seperti bergerak-gerak tubuhnya dan singkat nafasnya. Pada ketika itu maka dimasukkan dzakar kita itu sehingga hasyefehnya juga. Karena [menurut] setengah `ulama adalah tempat al-dzat cita dia, ya`ni rasanya jima` itu hasillah qadar hasyefehnya jua. Maka apabila bertambah-tambah di birahinya dan bergerak-gerak tubuhnya maka dimasukkan dzakarnya qadar hajatnya. Sekira hasil bersama-sama inzal dan bertemu kedua maninya, karena yang demikian itu terlebih lezzat kedua pihak dan menyuruh berkasih-kasihan dan mewaris rajin dan ilmu pada anaknya, apabila jadi anaknya dengan maninya dengan dijima` itu. Tersebut di dalam kitab Syaikh Zarruq bahwa karena `ulama : jima` dengan tiada mengerjakan kelakuan yang mendatangkan birahi perempuan itu mewaris pada anaknya bobol dan kurang akal dan penyakit. [...] Dan apabila terdahulu inzal mani suaminya, seyogyanya hendaklah dinantikannya hingga inzal istrinya, supaya sama sampai hajatnya kedua.
[1] Tulisan ini berdasarkan tanggapan saya terhadap makalah yang disampaikan Masdar F. Mas’udi pada Seminar “Wanita Islam Indonesia dalam Kajian Tekstual dan Kontekstual”, diselenggarakan oleh INIS dan Departemen Agama, Jakarta, 2-5 Desember 1991. Dalam makalahnya, Masdar menganalisis bagaimana perempuan dipandang dalam sejumlah kitab standar yang banyak dipergunakan di pesantren. Semua makalah seminar ini diterbitkan dalam buku dengan judul sama yang diedit oleh Lies M. Marcoes-Natsir dan Johan Meuleman (Jakarta: INIS, 1993).
[2] Saya tidak ingat dalam kitab apa pendapat ini diutarakan. Fazlur Rahman telah mengutipnya dalam rangka sebuah diskusi pada seminar “New Trends in Islamic Studies”, LIPI, Jakarta 1985.
[3] Hukum fiqih ini berdasarkan, tetapi tidak identik dengan, Surah An-Nur, ayat 6-9.
[4] Dalam bukunya Pedoman Syari`ah Islam Menurut Madzhab Syafi`i (Handleiding tot de Kennis van de Mohammedaansche Wet Volgens de Leer der Sjafi`itische School. Leiden: Brill, 1925, hlm. 217), sarjana Belanda ahli hukum Islam Th.W. Juynboll menulis bahwa di Hindia Belanda li`an bukan tidak dikenal tetapi jarang sekali dilakukan, seperti halnya di sebagian besar dunia Islam. Kalau terjadi, tujuan utama adalah untuk menyatakan seorang anak tidak sah.
[5] Lihat Riffat Hassan, “Teologi Perempuan dalam Tradisi Islam: Sejajar di Hadapan Allah?”, Ulumul Qur’an No. 4, 1990, hlm. 48-55.
[6] Fatima Mernissi, Women and Islam: An Historical and Theological Enquiry. Oxford: Basil Blackwell, 1991. (Edisi asli ditulis dalam bahasa Perancis dan diterbitkan di Paris pada tahun 1987).
[7] Mernissi tidak menyinggung kritik orientalis terhadap hadits; ia menganggap bahwa para hadits dalam kumpulan Bukhari dan Nisa’i yang isnadnya melalui Abu Hurairah betul betul berasal dari tokoh itu. Dalam pandangan orientalis, yang menganggap bahwa sebagian besar hadits (termasuk yang “shahih”) dirumuskan belakangan dan hanya diatasnamakan sahabat terkenal, Abu Hurairah tentu saja tidak bertanggungjawab atas semua hadits yang konon berasal darinya.
[8] Mernissi, Women and Islam, hlm. 97-99. Dua kitab yang disebutnya sebagai contoh adalah edisi baru Kitab Ahkam Al-Nisa’nya Ibn Al-Jauzi (Libanon, 1981) dan Fatawa Al-Nisa’nya Ibn Taimiyah. Kitab yang pertama sangat ekstrim dalam uraiannya mengenai hijab: perempuan dianjurkan untuk tidak keluar dari rumah sama sekali dan untuk tidak sama sekali melihat laki-laki. Yang kedua merupakan seleksi fatwa mengenai perempuan dari kumpulan besar fatwa-fatwa (Majmu` Al-Fatawa Al-Kubra) Ibn Taimiyyah. Kitab yang mengandung paling banyak pendapat jelek mengenai perempuan adalah karya seorang ulama dari India, Muhammad Shiddiq Hasan Khan Al-Qannuji yang berjudul Husn Al-Uswah (edisi baru: Bairut, 1981). Kitab ini antara lain menguraikan mengenai “ketidakmampuan perempuan berpikir rasional dan kekurangmampuannya dalam segala urusan agama”.
[9] Lihat: Zafry Zamzam, Syekh Muhammad Arsyad al-Banjary Ulama Besar Juru Da’wah. Banjarmasin: Penerbit Karya, 1979 (cet. ke-2), hal. 15-6; H.W. Muhd. Shaghir Abdullah, Syeikh Muhd Arsyad al-Banjari, Matahari Islam. Mempawah: Pondok al-Fathanah, 1982, hal. 62-3.
[10] Maksud saya di sini bukan tokoh perempuan seperti A’isya dan Fathimah, yang merupakan tokoh kunci dalam isnad hadits Sunni dan Syi`ah, atau Rabi`ah Al-`Adawiyah, Sufi yang pertama. Mereka memang diakui, dan itu membuktikan bahwa bias anti-perempuan itu tidak menyeluruh dalam Islam pada masa awalnya seperti halnya belakangan pada abad pertengahan.
[11] Muhammad bin `Umar Nawawi Al-Bantani, `Uqud Al-Lujjain fi Huquq Al-Zaujain (berbagai edisi). Lihat juga tinjauan kitab ini oleh Musthafa Helmy, “Mahkota Muslimah yang Tertinggal”, Pesantren No.2, Vol.VI, 1989, hlm. 92-94.
[12] Lihat hasil penelitian Lies M. Marcoes mengenai muballighat populer di Bogor dan Jakarta, “The Female Preacher as Mediator in Religion: A Case Study in Jakarta and West Java”, dalam: Sita van Bemmelen dkk (editor), Women and Mediation in Indonesia (Leiden: KITLV Press, 1992), hal. 203-228.
[13] Kitab Hukum Jima` telah dicetak di Makkah pada tahun 1309 (1891) dan berkali-kali dicetak ulang di Asia Tenggara (antara lain oleh Al-Haramain di Singapura dan Bungkul Indah di Surabaya). Terdapat juga adaptasi dalam bahasa Indonesia kontemporer, oleh Ustadz Nusannif Effendie (Penerbit MA Jaya, Jakarta, 1980).
[14] Ahmad bin Sulaiman Kamal Basya (Kemalpaşazade, wafat 940 hijri /1533 miladi) pernah menjabat Syaikh al-Islam di Kesultanan Utsmani (Turki). Ia mengarang lebih dari 170 kitab yang mencakup semua cabang ilmu Islam (lihat: Carl Brockelmann, Geschichte der Arabischen Literatur, jilid II, Leiden, 1949, hlm. 449-453). [Kitabnya yang menurut Hukum Jima` berjudul al-`Ubab agaknya identik dengan Ruju` al-shaykh ila sibah fi’l-quwwa `ala al-bah (no. 103 dalam daftar Brockelmann). Kitab tersebut pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Perancis dengan judul Le livre de la volupté pour que le vieillard recouvre sa jeunesse (Paris: Le Sycomore, 1979). Lihat karya F. Sabbah, Woman in the Muslim unconscious (NY: Pergamon, 1984), yang membahas kitab tersebut secara panjang lebar dan kritis. Abu al-`Abbas Ahmad al-Burnusi al-Fasi, yang lebih dikenal sebagai Syaikh Zarruq (w. 1493) ialah seorang Sufi dan penulis sejumlah kitab, terutama di bidang tasawwuf (Brockelmann, op. cit., II, hal. 253-4 dan Supplement II, hal. 360-2).
[15] Sir Hamilton Gibb, “Women and the Law”, Correspondance d’Orient No 5 [Colloque sur la Sociologie Musulmane, Actes, 11-14 Septembre 1961], Bruxelles, hlm. 233-248.
[16] “…in practically every instance the motivation of the early jurists in their elaboration of the Law in respect to women can be resolved into the effort to accommodate the Koranic prescriptions to the social pressures of their environment. Of these pressures the most powerful was not, as has too often been said, the influence of Caliphs and governors, but the survival and even intensification among the tribesmen of the sense of tribal honour. Indeed, it may even be argued that the detailed rules were dictated more in the light of traditional conceptions of what constituted tribal `ird than of Koranic principles.” (Gibb, “Women and the Law”, hlm. 244).
[17] Perjanjian internasional yang dimaksud antara lain: Piagam PBB, Konvensi Internasional Tentang Hak-Hak Asasi Manusia, Konvensi Internasional Tentang Penghapusan Seluruh Bentuk Diskriminasi Rasial, Konvensi Tentang Penghapusan Seluruh Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan.
[18] Abdullahi Ahmed An-Na`im, Towards an Islamic Reform: Civil Liberties, Human Rights, and International Law. Syracuse, New York: Syracuse University Press, 1990. [Diterjemahkan oleh Farid Wajidi dengan judul Dekonstruksi Syari’ah, Yogyakarta: LKiS.]
[19] Argumentasi Ustadz Mahmoud tentu lebih canggih daripada ringkasan sederhana yang diberikan di sini. Pemikirannya menimbulkan reaksi keras, apalagi ketika ia menentang politik islamisasi negara yang dimulai Presiden Numairi. Ia ditangkap sebagai oposan politik dan kemudian dihukum mati dengan alasan riddah pada tahun 1985.
Budaya Banyumasan
Sekang Wikipédia, Ènsiklopédhi Bébas basa Banyumasan: dhialék Banyumas, Tegal, Cirebon karo Jawa Serang/Banten lor.
Jump to: navigation, search
[sunting] Prakata
Budaya Banyumasan nduwe ciri khas sing mandan sejen debanding wilayah liyane nang Jawa Tengah, senajan akare egin sekang budaya Jawa. Kiye ana kaitan erat karo karakter masyarakate sing egaliter. Kuwe mau ya keton sekang basa sing dituturaken, Basa Banyumasan sing hakekate ora mengenal tingkatan status sosial. Nganggo basa alus (kromo) asline jane serapan sekang budaya wetanan, kuwe akibat interaksi intensif karo masyarakat Jawa liyane (wetanan), lan sebagai kemampuan masyarakat Banyumasan mengapresiasi budaya liya. Penghormatan maring wong sing lewih tua umume ditampilaken dalam bentuk sikap hormat, sayang lan sopan santun dalam bertingkah laku.
Seliyane egaliter, masyarakat Banyumasan dikenal duwe kepribadian sing jujur, lugas juga blak-blakan (berterus terang) utawa biasane disebut Cablaka/Blakasuta.
Corak budaya wilayah Banyumasan (lor, kidul lan Peralihan) meh padha, biasa disebut budaya Banyumasan utawa Budaya Penginyongan. Ciri-ciri khas budaya penginyongan kiye keton sekang watek utawa karakter masyarakate, juga sekang logat basa sing dituturaken. Watek / karakter masyarakate ialah Watek Banyumasan utawa watek penginyongan. Watek kiye pancen mandan sejen debanding watek masyarakat Jawa wetanan.
[sunting] Sub-Sub Budaya Banyumasan
Antara wilayah lor, kidul karo peralihan pancen ana sethithik perbedaan (nuansa) budaya lan watek ningen bisa dikategorikan serumpun. Malah ana sesepuh Banyumasan sing duwe pendirian nek wong Banyumasan kuwe wis bisa disebut sebagai Etnis Banyumasan, kiye merga perbedaan budaya lan basa antara wong Banyumasan karo masyarakat Jawa wetanan kuwe keton banget.
[sunting] Jenis Budaya Banyumasan
• Cablaka/Blakasuta
• Kejawen
• Primbon
• Baworan
• Bawor
• Kudhi
• Wong Kalang
• Batik Banyumasan
April 4th, 2007 at 1:39 pm
Festivals of India
Different religions in India have a different set of festivals, which are significant and pertinent to them. One of the important festivals of North India is the Holi. This is the festival of colours. Hole is one the festivals of India that is celebrated with gaiety and exuberance.
Holi marks the end of winter and greets the advent of spring. Holi is also considered to be a day to forgive and forget and to repair ruptured relationships. It is largely associated with the romantic frolicking of the cowherd God Krishna.
Diwali is definitely one of the most prominent festivals of India. In the literal sense, Diwali means a garland of lamps. It is an apt description of this festival which is characterized by lights. Traditionally diwali is meant to be signified by the lighting of lamps in order to keep alive the memory of Prince Rama’s return to Ayodhya after he had managed to conquer the tyrant Ravana.
Undoubtedly, one of the favorite festivals of India is Dussehra. It is the principle celebration in many parts of the country. This festival is celebrated with great fanfare in Kullu, Varanasi, Mysore. It is celebrated in a slightly different manner as Durga puja in West Bengal. Dussehra marks the climax of nine day long festivities during the Navaratri.
Baisakhi marks the first day of the Hindu new year. This is primarily a harvest festival of India. It is celebrated with great gusto in Punjab. The Bhangara dancers dance in an energetic and vigorous manner.
Pongal is a festival during which rice is cooked as a ritual. It is allowed to boil over. This symbolizes the ushering in of plenty. The day after Pongal, the cattle are bathed, fed and decorated. They cattle are then paraded down the village streets.
Onam is one of the most prominent festivals of India in the southern part - Kerala. This festival is linked with the legend of the mythological king Mahabali. This festival also marks the time for the fantastic boat races at Alapuzha.
The most important festival for Muslims is the Eid. It is celebrated to commemorate the conclusion of the whole month of fasting. Eid is celebrated with a ritual Namaz. This is a prayer that is offered in a mosque. Festive eating, exchange of gifts, and the donning of new clothes and dabbing of attar - rose essence, also mark this festival.
Indian marriages
India being a land of diverse religions caters to different customs and traditions for each religion. Therefore the Indian marriages have a diverse set of traditions and customs pertaining to the religion.
Some of the traditions followed in the Indian marriages by a handful of religions are listed below. In the Hindu weddings almost all the marriages commence with the Ganesh Puja or the Griha Shanti Puja. A particular ceremony called the havan is conducted which is believed to purify the environment by appeasing the Gods and seeking their blessings.
In the Gujaratis marriages, Griha Shanti Puja is performed in the weddings. The Marwaris perform the Ganesh Sthapna, and the Maharashtrians perform the Simant Puja. The Sindhis perform the Berana and the Punjabis perform the Roka in their weddings.
There is a particular ceremony in most of the Indian marriages where the groom’s female relatives perform the ceremony called the “God Bharai Rasam” for the bride. In this ceremony they shower upon the bride gifts and sweets. Clothes, jewellery and cosmetics are also given to the bride. In order to symbolize a prosperous married life blesses with children, a small doll is also given to the bride.
In most of the Indian marriages, the bride and the groom exchange garlands. The flowers that are entwined in the garlands symbolise the everlasting bond between the bride and the groom. These flowers also symbolize the promises that they make to each other.
The Hast Milap ceremony of the Indian marriages is conducted by tying the hands of the bride and groom together by a protective sacred thread. In order to yield a shielding quality to the thread, the thread bears a steel ring, some yellow mustard and seven knots.
The above-mentioned customs were primarily followed in the Hindu Marriage ceremonies. Some of the customs that are followed in the Muslim, Parsi, Telugu and Catholic marriages are given below. On the day of the Nikaah, the elder members of the two families come to a decision about the amount of Mehar (nuptial gift) that is to be given by the groom’s family to the bride. This is considered to be the right of the bride and in case of divorce she can demand the amount.
The Parsis perform the Madhavsaro ceremony. In this ceremony the families of both the bride and the groom plant a young tree in a pot. They do this amidst recitation of prayers by the family priest. This pot is then placed at the entrance of their homes. Most times this young tree is a mango plant, which is treated as a symbol of fertility.
In the Telegu marriages there is a customs where a mixture of cumin and jaggery is applied on the couple’s hands. This symbolizes that the bride and groom have become inseparable through life’s bitter and sweet times.
And as for the catholic weddings, the Catholic brides wear a range of items to signify different things on their wedding day. They wear something old and something new, something borrowed and something blue as part of their wedding attire in order to attract good luck.
Taj Mahal a
KUBAH marmer putih itu begitu megah. Berdiri tegak menggapai langit. Seakan-akan puncak kubah itu hendak menyentuh langit yang begitu biru.
Berlatar kubah marmer putih Taj Mahal yang menjulang tinggi itu, Presiden Pakistan Jenderal Pervez Musharraf dan Perdana Menteri India Atal Bihari Vajpayee, sejak Sabtu (14/7) lalu hingga kemarin berunding. Mereka mencari jalan bagi terciptanya perdamaian di kawasan Asia Selatan. Mereka berusaha menutup sejarah hitam kedua negara, yang sejak lahir sudah diikat oleh perseteruan.
Bukan tanpa sengaja, tentu, bahwa perundingan antara dua pemimpin dari dua negara yang bermusuhan itu digelar di Agra, sebuah kota di mana Taj Mahal berdiri.
Agra sering disebut sebagai kota “cinta dan kesetiaan”? Karena itu, perundingan antara kedua pemimpin itu sejak semula diharapkan diselimuti “cinta dan kesetiaan”; cinta akan perdamaian dan setia akan apa yang telah diputuskan dalam perundingan.
Sejarah Agra dengan Taj Mahal, memang, adalah sejarah cinta. Taj Mahal, salah satu bangunan yang disebut paling indah di dunia itu, dibangun atas perintah Sultan Sjah Jahan (Sjahjahan). Adalah “cinta dan kesetiaan” pada istrinya, Arjumand Bano Begum yang juga dikenal dengan nama Begum Mumtaz Mahal (Mahkota Kerajaan) yang mendorong Sjah Jahan memerintahkan untuk membangun Taj Mahal.
Bangunan makam yang terbuat dari marmer itu dibangun pada tahun 1631-1653, dengan mengerahkan 22.000 pekerja, dan puluhan arsitek, seniman, ahli bangunan dari berbagai negara termasuk Italia dan Perancis. Batu marmer dikumpulkan dari seluruh India, seperti Makrana dan Rajasthan. Batu-batu khusus didatangkan dari Rusia, Cina, Afganistan, Persia, Asia Tengah, dan Yaman.
Konon ceritanya, Begum Mumtaz Mahal adalah istri yang paling dicintai Sjah Jahan. Mereka menikah ketika Begum Mumtaz Mahal berusia 19 tahun. Begum Mumtaz Mahal meninggal setelah melahirkan anaknya yang ke-14 atau 18 tahun setelah mereka menikah.
***
TAJ Mahal memang indah. Akan tetapi, permusuhan yang ada antara India dan Pakistan, sejak lebih 50 tahun silam, telah menghilangkan keindahan itu. Kini, ketika perundingan digelar di Agra, banyak kalangan berharap bahwa kedua pemimpin itu benar-benar dirasuki oleh semangat cinta; cinta akan perdamaian yang selama ini hilang, terutama karena masalah Kashmir.
Cinta antara India dan Pakistan sebagai dua negara yang oleh sejarah pernah disatukan, memang telah hilang. Hal itu persis dengan hilangnya cinta dari para pemimpin di negeri ini. Sejak apa yang disebut sebagai “gerakan reformasi” dilaksanakan tahun 1998 yang ditandai dengan mundurnya Soeharto dari jabatannya sebagai Presiden Indonesia, hampir dapat dikatakan tidak pernah ada perdamaian di negeri ini.
Hari-hari perjalanan bangsa diwarnai dengan usaha para elite politik untuk saling menjatuhkan. Jajaran legislatif, misalnya, jengkel dengan segala polah-tingkah, perilaku, dan sepak-terjang Presiden Abdurrahman Wahid selama ini. Sebaliknya, Presiden juga jengkel dengan polah-tingkah, perilaku, sepak-terjang, dan manuver kalangan legislatif.
Presiden, misalnya, dianggap tak mampu memerintah, tak mampu mengatasi krisis ekonomi dan politik, tak mampu menegakkan hukum, dan tatanan sosial. Korupsi, kolusi dan nepotisme diberitakan tidak dapat dikurangi, bahkan bertambah meruyak. Sebaliknya, para anggota legislatif dianggap asal ngomong, terlalu banyak bermanuver untuk kepentingan partai, kepentingan diri mereka sendiri, terlalu banyak menuntut, terlalu mengedepankan pendapatnya sendiri, kemauannya sendiri, dan kebenarannya sendiri.
Ujungnya adalah antara legislatif dengan eksekutif saling jengkel; saling berusaha menjatuhkan. Yang satu mengancam akan membubarkan parlemen, yang lainnya mengancam akan menjatuhkan presiden. Kadang orang bertanya, inikah yang disebut demokrasi.
Benar, memang, dalam demokrasi perbedaan pendapat adalah hal yang lumrah; tetapi, demokrasi tetap tidak membenarkan permainan menang-menangan dan semata-mata pemburuan kekuasaan. Bila demikian, demokrasi hanyalah menjadi nominal, sekadar nama, isinya bukanlah demikian.
***
DEMIKIAN pula cerita hubungan antara India dengan Pakistan, yang oleh sejarah disatukan namun diceraikan oleh takdir. Kini, ketika para pemimpin mereka bertemu di Agra, diharapkan bahwa roh Taj Mahal akan hidup di dalam diri mereka. Apabila nanti, perang dan permusuhan tetap hidup di antara kedua negara, itu berarti “cinta dan kesetiaan” yang pernah hidup di Taj Mahal sama sekali tidak menggerakkan hati mereka.
Taj Mahal, pada akhirnya, hanya akan menjadi sebuah simbol tanpa makna, sama seperti demokrasi dan reformasi yang diteriakkan oleh para pemimpin negeri ini, tiada bermakna. Oleh karena, dendam, persaingan, dan perebutan kekuasaan lebih menjiwai mereka.
Mereka yang berpikiran positif akan mengatakan, ‘kita kan baru belajar berdemokrasi, jadi wajar kalau terjadi tabrakan’. Benar, bahwa demokrasi itu tidak definitif, melainkan tentatif. Demokrasi itu tidak bersifat “jadi” melainkan “proses menjadi” karena itu butuh waktu.
Akan tetapi, sampai kapan hal itu terjadi? Sama halnya, sampai kapan permusuhan antara Pakistan dan India hidup. Apakah sepanjang hidup negeri itu? (ias)
April 4th, 2007 at 2:10 pm
Budaya belanda
Ada satu kebiasaan di Belanda yg aku rasa baek juga untuk ditiru, gine nih…..
Umpamanya kalo kita jalan lalu papasan dg orang, kadang orang tsb ngucapin salam, “dag”, “hoi” atow “hallo”, pertama kali aku kaget juga lho….., karena gag kenal sama sekali kok ngucapin salam, akhirnya aku tau kalo itu kebiasaan disini, jadi yah akun ikutin aja deh, gag ada salahnya kan? Emang sih gag semuanya , tapi bener-bener laen deh dg di Indonesia. Juga kalo di toko, kalo kita mo’ bayar pasti mereka ngucapin “hallo”….., di Indonesia kan enggak ya, diem-dieman aja, kadang malah cemberut ( hihiiiy……sakity gigi kali yak…….).
Juga kalo di toko Turki, mereka (gag tau muslim apa bukan, yg jelas kayak orang Arab) kalo masuk ke toko Turki mengucapkan assalamulaikum. Disini kita gag bisa memastikan kalo orang Arab atow orang keturunan Arab itu pasti muslim.
Beberapa waktu yg lalu aku sempet ngomong-ngomong ama orang Egypt, tapi dia bukan muslim. Egypt kan bahasanya Arab.
Percakapan:
N: kamu sehari harinya dg keluarga pake bahasa Arab dong…
E: Iya
N: aku juga bisa dikit bahasa Arab
E: oya? kamu muslim?
N: ya, aku muslim
E: tau artinya gag?
N: gag siiy, cuma bismillah , alhamdullilah, assalammualikum aja yg tau sedikit artinya.
E: (dianya tersenyum)
N: jadi kamu kalo mo’ makan atow mo’ ngerjakan sesuatu juga ngucapin bismillah?
E iya.
Jadi (pendapatku nih….) karena mereka bahasanya Arab, jadi mereka juga mengucapkan seperti ucapan bismillah, alhamdulillah, assalamulaikum dll sebagai bahasa sehari-harinya meskipun mereka non muslim, bener gag siiy……?
Teori plate tectonics
Pernah denger teori plate tectonics gag?
Aku baca di Harun Yahya, bahwa dulu, sekitar 500 juta tahun lalu seluruh tanah daratan yang ada di permukaan bumi awalnya adalah satu kesatuan yang dinamakan Pangaea. Daratan ini terletak di kutub selatan.
Sekitar 180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi dua bagian yang masing-masingnya bergerak ke arah yang berbeda. Salah satu daratan atau benua raksasa ini adalah Gondwana, yang meliputi Afrika, Australia, Antartika dan India. Benua raksasa kedua adalah Laurasia, yang terdiri dari Eropa, Amerika Utara dan Asia, kecuali India. Selama 150 tahun setelah pemisahan ini, Gondwana dan Laurasia terbagi menjadi daratan-daratan yang lebih kecil.
Benua-benua yang terbentuk menyusul terbelahnya Pangaea telah bergerak pada permukaan Bumi secara terus-menerus sejauh beberapa sentimeter per tahun. Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara wilayah daratan dan lautan di Bumi.
Pergerakan kerak Bumi ini diketemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan di awal abad ke-20. Para ilmuwan menjelaskan peristiwa ini sebagaimana berikut:
Kerak dan bagian terluar dari magma, dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagi atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan. Terdapat enam lempengan utama, dan beberapa lempengan kecil. Menurut teori yang disebut lempeng tektonik, lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi, membawa benua dan dasar lautan bersamanya. Pergerakan benua telah diukur dan berkecepatan 1 hingga 5 cm per tahun. Lempengan-lempengan tersebut terus-menerus bergerak, dan menghasilkan perubahan pada geografi bumi secara perlahan. Setiap tahun, misalnya, Samudera Atlantic menjadi sedikit lebih lebar. (Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 30)
Coba deh liat peta di bawah ini, negara arab kan diapit Asia ama Afrika, karena Afrika didesak/didorong oleh “midden atlantische rug” (Mid-Atlantic Ridge) lalu Afrikapun mendorong Arab (liat panah merah di peta itukan?) sementara dari Asia juga mendorong Arab karena di desak terus menerus itulah makanya Arab bakal tenggelam, negara India juga bakal tenggelam di bawah gunung Himalaya, gitow katanya….
Kalo pengin liat lebih jelasnya bisa buka disini atow disini (klik animation sebelah kiri lalu liat labels off dibawah, klik di gambar panahnya, gimana? liat gerakannya kan?)
Sayuran Belanda
Di Belanda sekarang lagi musim asperges, aku suka banget. Paling enak katanya dari Drunen. Asperges rasanya agak pahit, tapi gag sepahit spruitjes en pare. Spruitjes bentuknya kayak kol cuma kecil- kecil kayak bola bekel, warnanya hijau. Kebetulan Arthur juga gag suka spruitjes, jadi klop deh!
Asperges di rebus aja udah enak, maklum abis aku gag tau mo’ di masak apa. Tapi bener kok! Direbus aja udah enak, paling di kasih garem, karena kalo di kasih bumbu-bumbu laen rasanya jadi campur-campur deh.
Sampah
Kok sampah sih yg di omongin? Gini,….aku cuma mau bagi-bagi cerita aja, siapa tau ada yg belom tau…
beberapa minggu yg lalu aku liat di depan rumahku ada tempat sampah yg masih penuh isinya. Biasanya tiap hari selasa pagi semua bak sampah ada di samping rumahku buat di ambilin oleh truk sampah, tapi hari itu aku liat ada satu bak sampah yg masih penuh dan ada kartu ijo yg di gantungin di bak sampah tsb.
Padahal bak sampah laennya udah kosong, alias udah diambil sampahnya oleh truk sampah. Trus aku tanya Arthur kenapa, karena sampe beberapa hari ( 5 harian kali) bak sampah bersama isinya masih ada.
Ternyata kartu ijo tuh kartu peringatan karena pemilik bak sampah tsb nyampur jadi satu semua sampahnya trus juga bak sampahnya sampe gag bisa di tutup alias penuh sekali. Makanya si pemilik bak di kasih peringatan dg kartu ijo dan sampahnya juga gag di ambil, padahal di Belanda gag boleh sembarangan buang sampah atow misalnya di bakar sendiri, kalo di Indonesia kan biasanya sampah di bakar sendiri, tul gag?
Kalo sampe 3 kali biasanya di kasih kartu merah yg artinya sampah gag di ambil plus di suruh bayar denda.
Jadi ati- ati aja deh soal sampah. Kalo gag tau mending nanya.
Di Belanda tiap rumah ada bak sampah besar, dan tiap minggu sekali di ambil ama truk sampah. Bak sampah tsb di bagi 2, yg bagian depan khusus buat sisa makanan ( gag boleh di campur ama plastik)
trus bagian belakangnya buat sampah laen termasuk plastik. Kertas ama dos juga di pisah.
Asal usul sinterklaas
Sinterklaas adalah seorang figur pencinta anak dalam budaya Belanda. Dalam mitologinya, Sinterklaas adalah seorang uskup katolik dari Spanyol yang datang bersama para asistennya ke Belanda satu kali setahun. Tujuan kunjungan ini adalah membagi-bagi hadiah akhir tahun kepada anak-anak Belanda. Sinterklaas adalah blasteran dari kata Sint Nikolaas atau Santo Nikolas yang adalah seorang uskup Turki yang terkenal sosial dan menjadi pelindung mereka yang kurang mampu. Konon ia datang secara kejutan membawa hadiah kepada mereka yang kurang mampu. Nah, kisah inilah yang rupanya dibawa ke Belanda oleh para pelaut dan mereka yang berkelana. Mitosnya kemudian berubah: Turki menjadi Spanyol, dan Sinterklaas menjadi teman anak-anak, bukannya sahabat orang miskin.
Budaya ItaliBagi yg mau masuk ke gereja Vatican gag boleh pake baju yg keliatan bahunya dan juga gag boleh pake celana pendek di atas dengkul. Tapi yg aku liat sih pengunjungnya pinter-pinter juga.Mereka bawa syal buat nutupin bahu atow malah cuma plastik aja, yg penting bahu ketutup! Tapi setelah di dlm gedungnya, syal mereka lepas, jadi cuma kalo ada petugas aja merteka tutup bahunya, pinter kan mereka? Waktu itu aku liat laki-laki pake celana pendek di atas dengkul, suruh keluar lho ama petugasnya.Trus yg diliat apa dong di dlm gereja? yak…kita liat bangunannya yg masih bagus banget, atapnya tinggi banget deh, setinggi bangunan tingkat lima. Trus krn peninggalan Romawi jadi banguannya pake marmer semua, banyak lukisan didinding yg semuanya berhubungan dg nabi Isa dan Maria. juga ada mumminya pastor.Dari vatican kita naek taksi ke kota romawi kuno. Ceritanya tempat itu dulu centrumnya atow pusat kegiatan kota Romawi. Sekarang siiiy bangunannya udah banyak yg runtuh tapi masih tersisa kekokohannya. Perjalanan dilanjutkan ke Colosseum.Oiyah soal taksi di Italia kita juga harus ati-ati karena ada yg nakal juga.Ini terjadi di rombongan kami. Sebenernya dari Vatican ke pusat Romawi kita mesti bayar sekitar 5 euroan, tapi ada satu dari rombongan kita yg harus bayar 20 euro. Jadi ati-ati aja deh. Trus mendingan kalo mo’ naek taksi gag usah pesen lewat telpon, karena argonya di itung sejak kamu telpon. Jadi meskipun kamu belom naek ke dlm taksi tapi udah di kenain argo.Colosseum tuh teater di jamannya Romawi. Bisa menampung sekitar 50.000 penonton .Yg terkenal dulu pertarungan gladiator. Inisiatif konstruksi bangunannya dari kaisar Vespasian yg kemudian dilanjutkan oleh anaknya Titus dan Dominitian di antara tahun 70 sampe 90 masehi ( sesudah Christus). Abis dari Colosseum pulang deh kita ke hotel Rasanya cape seharian jalan di terik sinar matahari tapi ada manfaatnya, karena kita jadi tau sejarah jaman Romawi.Budaya China
· The building of relationship in China is like ageing wine. It takes time and patience. · Humbleness is the primary virtue in China. However, the signalling of your high status is of equal importance. · Localisation is a feature in China. Every region and organisation has different interests. Paying detailed attention to individual needs works toward your own advantage. · Presenting a gift is an act of sincerity in China. However, if the gift is too expensive, the recipient may feel uncomfortable. If it is too cheap, it will be considered an insult. If you know the business partner well, presenting not so expensive imported goods targeted to his family member would serve the purpose. · Your potential business partners may claim that they have good relationship with an ‘important figure’ to increase your trust in him. You should ask your business partner to invite the ‘important figure’ for a dinner together as a preliminary validation. · In any meeting, it is rude to make the first move too quickly. For example, you should not pick a seat first, and you should avoid being the first to start eating. · In Chinese business culture, conservative suits and ties in subdued colours are the norm. Bright colours of any kind are considered inappropriate. Tuxedoes are not a part of Chinese business culture. · Seniority is an important concept in China. It is more polite for you to start conversing with those who are of the same rank as yourself. More often though, when those who are more senior than you are talking, you do not talk. · Business and government hours are 08.00-17.00, Monday through Saturday. Avoid plans to visit government offices on Friday afternoon, because this is the time reserved for ‘political studying’ for the officials. Most Chinese workers take a break between 12.00 and 14.00. · Negative replies are considered impolite. Instead of saying ‘no’, answer ‘maybe’, ‘I’ll think about it’, or ‘we’ll see’ and get into specifics later. When your Chinese counterparts smilingly and politely or even enthusiastically say ‘no big problem’ or ‘the problem is not serious’, they usually mean ‘there are still problems’. · The Chinese tend to extend negotiations well beyond the official deadline to gain advantage. On the final day of your visit, they may even try to renegotiate everything. · ‘Small talk’ is considered especially important at the beginning of a meeting; any of the following topics will be appropriate topics: Chinese scenery, weather, and Chinese art. Politics, religious beliefs, news and academic theories may not be the best topics for this purpose. · The standards of logistics services and administrative arrangements differ significantly in different regions of China. It becomes important to expect the unexpected, and always have more than one back-up plan.
April 4th, 2007 at 2:44 pm
Arab Saudi
Ibu kota Riyadh24°42′ LU 46°43′ BT
Kota terbesar :Riyadh
Bahasa resmi :Arab
Pemerintahan :Raja Pangeran Monarki absolutAbdullah bin Abdulaziz al-SaudSultan bin Abdul Aziz al-Saud
Persatuan 23 September 1932
Wilayah - Total - air (%) 2.240.000 km² (15)dapat dihiraukan
Penduduk - perk. 2006 - sensus 2004 - Kepadatan 27.019.731 (46)25.100.43011/km² (169)
PDB (PPP) - Total - Per kapita perk. 2005US$576,4 miliar (24)US$15.338 (46)
Mata uang Riyal (SAR)
Zona waktu - Musim panas (DST) (UTC+3)(UTC+3)
TLD .sa
Kode telepon +966
Arab Saudi atau Saudi Arabia atau Kerajaan Arab Saudi adalah negara Arab yang terletak di Jazirah Arab. Beriklim gurun dan wilayahnya sebagian besar terdiri atas gurun pasir dengan gurun pasir yang terbesar adalah Rub Al Khali. Orang Arab menyebut kata gurun pasir dengan kata sahara.
Negara Arab Saudi ini berbatasan langsung (searah jarum jam dari arah utara) dengan Yordania, Irak, Kuwait, Teluk Persia, Uni Emirat Arab, Oman, Yaman, dan Laut Merah.
Nama Saudi berasal dari kata Bani Saud sebagai keluarga kerajaan dan pendirinya. Arab Saudi terkenal sebagai Negara kelahiran Nabi Muhammad SAW serta tumbuh dan berkembangnya agama Islam, sehingga pada benderanya terdapat dua kalimat syahadat yang berarti “Tidak ada tuhan (yang haq) untuk disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad adalah utusannya”.
Sejarah
Pada masa dahulu daerah Arab Saudi dikenal menjadi dua bagian yakni daerah Hijaz yakni daerah pesisir barat Semenanjung Arab yang didalamnya terdapat kota-kota diantaranya adalah Mekkah, Madinah dan Jeddah serta daerah gurun Najd yakni daerah daerah gurun sampai pesisir timur semenanjung arabia yang umumnya dihuni oleh suku suku lokal Arab (Badui) dan Kabilah kabilah Arab lainnya.
Pada masa awal tumbuh dan berkembangnya Islam. Wilayah ini memiliki pusat pemerintahan di Madinah dari sejak Nabi Muhammad sampai masa khalifah Utsman bin Affan. Sejak masa khalifah Ali bin Abi Thalib pusat pemerintahan dipindahkan ke Kufah di Irak sekarang, kemudian berturut turut menjadi bagian wilayah Daulah Ummayyah, Abbasiyyah dan Utsmaniyah Turki.
Pemerintah Saudi bermula dari bagian tengah semenanjung (jazirah) Arab yakni pada tahun 1750 ketika Muhammad bin Su’ud bersama dengan Muhammad bin Abdul Wahhab bekerja sama untuk memurnikan agama Islam yang kemudian dilanjutkan oleh Abdul Aziz Al Su’ud atau Abdul Aziz Ibnu Su’ud dengan menyatukan seluruh wilayah Hijaz yang dulu dikuasai oleh Syarif Husain dengan Najd.
Pada tahun 1902 Abdul Aziz menguasai Riyadh dari penguasa Al-Rashid, kemudian Al-Ahsa kemudian wilayah nejed antara tahun 1913-1926. Pada tanggal 8 Januari 1926, Abdul Aziz menjadi penguasa wilayah Najd. Dengan menandatangani perjanjian di Jeddah pada tanggal 20 Mei 1927 Arab Saudi menyatakan kemerdekaannya. Pada tahun 1936 wilayah itu diresmikan sebagai Kerajaan Arab Saudi.
Ekonomi
Wilayah ini dahulu merupakan wilayah perdagangan terutama dikawasan Hijaz antara Yaman-Mekkah-Madinah-Damaskus dan Palestina. Pertanian dikenal saat itu dengan perkebunan kurma dan gandum serta peternakan yang menghasilkan daging serta susu dan olahannya. Pada saat sekarang digalakkan sistem pertanian terpadu untuk meningkatkan hasil-hasil pertanian.
Perindustrian umumnya bertumpu pada sektor Minyak bumi dan Petrokimia terutama setelah ditemukannya sumber sumber minyak pada tanggal 3 Maret 1938. Selain itu juga untuk mengatasi kesulitan sumber air selain bertumpu pada sumber air alam (oase) juga didirikan industri desalinasi Air Laut di kota Jubail. Sejalan dengan tumbuhnya perekonomian maka kota-kota menjadi tumbuh dan berkembang. Kota-kota yang terkenal di wilayah ini selain kota suci Mekkah dan Madinah adalah Kota Riyadh sebagai ibukota kerajaan, Dammam, Dhahran, Khafji, Jubail, Tabuk dan Jeddah.
Politik
Arab Saudi menggunakan sistem Kerajaan atau Monarki. Hukum yang digunakan adalah hukum Syariat Islam dengan berasaskan MAnhaj Salafiyyah yakni pengamalan ajaran Islam semurni-murninya sesuai dengan Al Qur’an dan Hadits dengan tidak berdasarkan madzhab tertentu meskipun umumnya menggunakan madzhab Imam Hambali, namun pada prakteknya hanya sebagian saja yang diterapkan. Memiliki hubungan internasional dengan negara negara lain baik negara negara Arab, negara-negara anggota Organisasi Konfrensi Islam OKI, maupun negara negara lain.
Penduduk dan pembagian wilayah
Penduduk Arab Saudi adalah mayoritas berasal dari kalangan bangsa Arab sekalipun juga terdapat keturunan dari bangsa-bangsa lain serta mayoritas beragama Islam. Di daerah daerah industri dijumpai penduduk dari negara-negara lain sebagai kontraktor dan pekerja asing atau ekspatriat
Wilayah Arab Saudi terbagi atas 13 provinsi atau mintaqah (jamak dari mintaqat) yakni:
1. Bahah
2. Hududusy Syamaliyah
3. Jauf
4. Madinah
5. Qasim
6. Riyadh
7. Syarqiyah, Arab Saudi (Provinsi Timur)
8. ‘Asir
9. Ha’il
10. Jizan
11. Makkah
12. Najran
13. Tabuk
Geografi
Artikel utama: Geografi Arab Saudi
Arab Saudi terletak di antara 15°LU - 32°LU dan antara 34°BT - 57°BT. Luas kawasannya adalah 2.240.000 km². Arab Saudi merangkumi empat perlima kawasan di Semenanjung Arab dan merupakan negara terbesar di Asia Timur Tengah. Permukaan terendah di sini ialah di Teluk Persia pada 0 m dan Jabal Sauda’ pada 3.133 m. Arab Saudi terkenal sebagai sebuah negara yang datar dan mempunyai banyak kawasan gurun. Antara gurun yang terkenal ialah di selatan Arab Saudi yang dipanggil “Empty Quarter” (dalam bahasa Arab, Rub al Khali), kawasan gurun terluas di dunia. Namun demikian, di bahagian barat dayanya terdapat kawasan pegunungan yang berumput dan hijau.
Hong Kong
Bahasa rasmi Kantonis, Mandarin, Inggeris
Ketua Eksekutif Donald Tsang
Keluasan - Total - % air 1,102.15km²4.6%
Jumlah penduduk - Total (2003) - Kepadatan penduduk Tangga ke-976,803,1006,771/km²
KDNK - Total (2002) - per kapita Tangga ke-37$199 billion (PPP)$27,200 (PPP)
Penubuhan - Tarikh Penyerahan kembali dari United Kingdom ke China1 Julai 1997
Mata wang Dolar Hong Kong (HKD)
Zon masa UTC +8
Lagu kebangsaan “Barisan Para Sukarelawan”
Internet TLD .hk
Kod panggilan 852 (dail 01 dari Macau)
Kawasan Pentadbiran Khas Wilayah Hong Kong (香港, pinyin: Xiānggǎng, Kantonis: heung1 gong2; makna, Pelabuhan yang harum), dimiliki Republik Rakyat China dan merupakan salah satu daripada Kawasan Pentadbiran Khas selain Macau. Ia terdiri daripada sebuah semenanjung kecil yang tercantum kepada tanah besar China di hala pantai selatan dan 236 lagi gugusan pulau yang kecil di Laut China Selatan. Pulau Hong Kong merupakan pulau kedua terbesar. Ia dikenali di peringkat antarabangsa sebagai Hong Kong, China.
Hong Kong adalah meliputi kawasan seperti Pulau Hong Kong, Kowloon and New Territories. Semenanjung Kowloon terletak berdekatan dengan New Territories di sebelah utara dan New Territories pula bercantum dengan Tanah Besar China dan disusuri oleh Sungai Sham Chun (Sungai Shenzhen). Secara keseluruhannya, Hong Kong mempunyai 236 pulau di Laut China Selatan, yang mana Lantau adalah pulau yang terbesar dan Pulau Hong Kong Island adalah pulau yang kedua terbesar serta mempunyai populasi penduduk yang tinggi. Ap Lei Chau adalah kawasan yang paling rendah bilangan populasi penduduk.
Hong Kong adalah di bawah Pentadbiran Koloni Diraja British sehingga 30 Jun 1997 dan dikembalikan kepada Republik Rakyat China. Di bawah polisi “Satu Negara Dua Sistem”, Hong Kong diberi autonomi dari Tanah Besar untuk mentadbir sistem perundangannya sendiri, kewangan, kastam dan kuasa imigresen dan mempunyai undang - undang yang tersendiri bagi lalulintas wilayah dengan pemanduan kenderaan sebelah kiri. Hanya dari segi keselamatan negara dan diplomatik sahaja dibawah pentadbiran Kerajaan Pusat di Beijing.
Sejarah
Rencana utama: Sejarah Hong Kong
Hong Kong telah mula diduduki sejak Zaman Neolitik. Ianya mula menjadi perhatian dunia pada kurun ke-19. British telah menduduki Hong Kong semasa Perang Chandu 1841, tetapi dikembalikan kepada China pada tahun berikutnya dibawah Persetiaan Nanking. Sebahagian dari kawasan bersebelahan Semenanjung Kowloon (Selatan Boundary Street) and Pulau Stonecutters diserahkan kepada Britain pada tahun 1860 dibawah Konvensyen Peking selepas tamatnya Perang Chandu Kedua. Beberapa kawasan bersebelahan tang kini dikenali sebagai New Territories (Termasuklah New Kowloon dan Pulau Lantau) telah dipajakkan kepada Britain untuk tempoh 99 tahun dari 1 Julai 1898 hingga 30 Jun 1997.
Merujuk kepada perjanjian yang telah ditandatangani di antara Republik Rakyat China dengan United Kingdom (UK) pada 19 Disember 1984, Pengisytiharan Bersama Sino-British yang mana keseluruhan Wilayah Hong Kong yang berada dibawah Pemerintahan Kolonial British akan menjadi Wilayah Pentadbiran Khas Republik Rakyat China pada 1 Julai 1997.
Di dalam Pengisytiharan Bersama, pihak RRC berjanji bahawa dibawah dasar “Satu Negara, Dua Sistem” yang dicadangkan oleh Mendiang Deng Xiaoping, sistem ekonomi sosialis di China tidak akan diamalkan di Hong Kong dan Sistem Kapitalis yang diamalkan sebelumnya di Hongkong dan cara hidup tidak akan berubah untuk tempoh 50 tahun (2047). Hong Kong juga berpeluang untuk memperolehi autonomi sepenuhnya di dalam semua perkara kecuali hal ehwal luar dan pertahanan.
Politik
Rencana utama: Politik Hong Kong
Wilayah Pentadbiran Khas Hong Kong adalah diketuai oleh Ketua Eksekutif yang merupakan Ketua Kerajaan. Pada masa kini Encik Donald Tsang Yam-Kuen bertindak sebagai Pemangku Ketua Eksekutif dan berkuatkuasa pada 12 Mac 2005 selepas peletakan jawatan oleh Encik Tung Chee Hwa. Tsang sebelum ini adalah Ketua Setiausaha sejak dari tahun 2001 dan berkhidmat sebagai Setiausaha Kewangan semasa Pemerintahan British. Pilihan raya bagi memilih Ketua Setiausaha baru akan dibuat oleh 800 orang ahli perwakilan akan dijalankan pada 10 Julai 2005. Tung memulakan perkhidmatan sebagai Ketua Ekesekutif pada 1 Julai 1997 sebaik sahaja British menyerahkan Hong Kong kepada RRC; yang waktu itu beliau dipilih oleh 400 orang ahli perwakilan. Sepanjang tempoh 5 tahun sebagai Ketua Eksekutif yang bermula pada Julai 2002, Tung merupakan satu - satunya calon yang sah dipilih melalui penamaan, suatu keunikan kerana lazimnya Suruhanjaya Pilihanraya yang akan memilih Ketua Eksekutif.
Pilihanraya Majlis Perundangan telah dibuat pada 24 Mei 1998, 10 September 2000, 12 September 2004 dan seterusnya akan dibuat pada tahun 2008. Merujuk kepada Perundangan Asas, “Perlembagaan Mini” Hong Kong, tempoh ketiga bagi Majlis Perundangan yang mempunyai 30 orang ahli yang dipilih secara langsung yang dibuat dari Perlembagaan Geografikal, dan 30 ahli yang dipilih adalah bebas, terbuka dan “Widely Contested”, berbeza berbanding kebanyakan ahli politiknya merupakan ahli politik prodemokrasi yang menduduki fungsi pilihan raya perlembagaan dan Jawatankuasa Pilihanraya (sewaktu tahun 1998 and 2000).
Perjalanan perkhidmatan awam cukup bermutu dan bebas, yang dipantau secara tidak langsung dari Beijing. Kebanyakan operasi kerajaan dan pentadbiran terletak di Pulau Hong Kong Pusat yang terletak berhampiran dengan kawasan bersejarah Bandaraya Victoria yang merupakan petempatan awal British.
Daerah
Hong Kong
Rencana utama: Daerah Hong Kong
Wilayah Pentadbiran Khas Hong Kong merangkumi 18 daerah pentadbiran iaitu :
· Pusat dan Barat
· Timur
o Pulau - Pulau
o Bandaraya Kowloon
o Kwai Tsing (Kwai Chung danTsing Yi)
o Kwun Tong
· Utara
o Sai Kung
o Sham Shui Po
o Sha Tin
· Selatan
o Tai Po
o Tsuen Wan
o Tuen Mun
o Wan Chai
o Wong Tai Sin
o Yau Tsim Mong (Yau Ma Tei, Tsim Sha Tsui dan Mong Kok)
o Yuen Long
Geografi
Templat:Geografi Hong Kong
Nama Hong Kong adalah merujuk kepada Pulau Hong Kong di Laut China Selatan, berdekatan dengan delta Zhu Jiang (atau Sungai Pearl) Selatan China. Wilayah - wilayah lain yang dimasukkan kemudian adalah Semenanjung Kowloon dan New Territories, yang merangkumi lebih daripada 200 pulau yang berhampiran. Bentuk muka buminya adalah tanah tinggi dan bercuram, puncak yang tertinggi adalah di Tai Mo Shan pada ketinggian 958 m, walaupun terdapat kawasan rendah di utara.
Hong Kong terletak di timur Delta Zhu Jiang, sementaran Macau (Wilayah Pentadbiran Khas yang lain di China) terletak di barat. Hong Kong adalah bersempadanan dengan Bandar Shenzhen di utara.
Keseluruhannya Hong Kong mempunyai keluasan 1102 km², hanya 25% sahaja yang dibangunkan. Selebihnya 75% adalah ditetapkan sebagai taman negara dan perlindungan alam.
Iklim tempatan adalah Beriklim Monson Tropika. Ianya adalah sejuk dan kering semasa musim sejuk (Jan-Mac), panas dan lembap semasa musim panas dan bunga (Apr-Sep), panas, cerah dan kering semasa musim luruh (Oct-Dis). Hong Kong sentiasa dikunjungi oleh taukeh - taukeh kaya untuk bercuti.
Lihat juga : Ekologi Hong Kong, Taman-taman Desa dan Kawasan-kawasan Khas Hong Kong
Ekonomi
Hong Kong di waktu malam
Rencana utama: Ekonomi Hong Kong
Hong Kong menjanakan ekonomi melalui pergantungan terhadap perdagangan antarabangsa. Ia merupakan salah satu daripada ekonomi terbebas di dunia and juga kawasan perdagangan yang ke-10 terbesar dan pusat perbankan yang ke-11 terbesar di dunia. Sumber alam semulajadi amat terhad dan bahan mentah serta makanan terpaksa diimport. Malahan nilai import dan export, termasuk pengeksportan-semula, tiap-tiap satunya melebihi KDNK dalam nilai dollar. Hong Kong mempunyai lingkaran perdagangan dan pelaburan yang meluas dengan Republik Rakyat Cina, sebelum daripada penyatuan semulanya dengan negeri Cina pada 1 Julai, 1997. Industri perkhidmatan (service industry) mewakili 86.5% KDNK pada tahun 2001, dan kawasan Hong Kong, dengan sektor perbankannya yang amat maju pernah menjadi tuan rumah untuk beberapa HQ Asia untuk banyak syarikat-syarikat multi-nasional dalam beberapa dekad yang lepas.
Dengan tahap GDP perkapita yang mencapai US$28,800(kiraan tahun 2003), GDP per kapita Hong Kong adalah standing dengan 4 badan ekonomi yang terbesar di Eropah barat. Dalam tahun 1989 hingga 1997,secara puratanya GDP Hong Kong meningkat dengan kadar 5% setiap tahun. Krisis Kewangan Asia pada tahun 1998 menghantam ekonomi dagang-gantung ini dengan agak berat. Daripada itu, ekonomi Honh Kong mengalami penurunan GDP sebanyak 5%. Tetapi badan ekonomi ini dapat memulih dengan cepat dengan pembangunan ekonomi sebanyak 10% pada tahun 2000. Setelah pulih daripada Krisis Kewangan Asia, ekonomi Hong Kong sekali lagi terbantut oleh kemerosotan ekonomi global. Daripada itu, peningkatan GDP dan Export Hong Kong adalah sekadar 2.3% pada tahun 2002. Pada awal tahun 2003, eknonomi Hong Kong telah dipukul oleh wabak penyakit Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Untuk menyelamatakan ekonomi Hong Kong daripada terus merosot, satu perjanjian yang bertajuk “peraturan untuk pakatan ekonomi yang lebih rapat antara tanah besar dan Hong Kong(Mainland and Hong Kong Closer Economic Partnership Arrangement (CEPA)) “telah ditandatangani oleh kedua pihak Hong Kong dan Republik Rakyat China, pada 6 Jun tahun 2003. Di bawah perjanjian ini, orang Hong Kong menikmati kemudahan untuk memulakan peniagaan perkhidmatan di negeri China. Dengan itu, golongan profesional Hong Kong boleh berkhidmat di seluruh China dan peniaga Hong Kong pula diizinkan membuka kedai runcit di Daerah Guangdong.
Pada 28 Julai, tahun 2003, skema pelawatan individu telah bermula supaya pelancong dari beberapa bandar di tanah besar China boleh melawat ke Hong Kong secara berindividu. Sebagai kesannya, industri pelancongan Hong Kong telah melambung sekali lagi.
· Lihat juga: Indeks Hang Seng, Pejabat Ekonomi dan Perdagangan Hong Kong]]
· Pautan luar: Indeks Kebebasan Ekonomi - Yayasan Heritage
Demografi
Rencana utama: Demografi Hong Kong
Hong Kong adalah bandar raya yang keempat besar dengan di Republik Rakyat China dalam kriteria populasi. Dengan dikira Sebagai sebuah “wilayah jajahan”, Hong Kong ialah wilayah/negara yang mempunyai kepadatan penduduk di dunia, dengan kepadatan penduduk yang hampir mencapai 6,700 orang per km².
Walaupun dengan kepadatan populasi, Hong Kong masih dilaporkan sebagai salah sebuah bandar yang “paling hijau” di Asia. Majoriti orang Hong Kong adalah tinggal di dalam rumah pangsapuri yang tinggi. Ruangan terbuka yang lain di sana sentiasanya diliputi dengan taman, semak dan belukar. Terdapat kira-kira 60% tanah di Hong Kong adalah diperuntukkan bagi Hutan Rizab dan Taman Desa. Aktiviti pengembara dan berkhemah adalah aktiviti kegemaran di taman-taman desa. Garisan pantai yang panjang di Hong Kong juga menyediakan pantai-pantai pasir yang sesuai untuk periadahan penduduknya. Adapun, Kesedaran alam sekitar telah membangkit di Hong Kong, walaupun Hong Kong telah disenaraikan ke dalam banda-bandar yang mempunyai pencemaran undara paling buruk di dunia.
Bahasa Kantonis diguanakan dalam urusan kerajaan Hong Kong. Ia dipertuturkan oleh kebanyakan populasi China tempatan di sana, sama ada di rumah mahupun pejabat. Walaupun begitu, bahasa Inggeris adalah difahami di tempat ini. Ia dipertutur, biasanya semasa bekerja, oleh 1 per 3 populasi di sini. Semua agama utama boleh diamalkan secara bebas di Hong Kong. Tetapi pemujaan nenek moyang adalah amalan yang paling berpengaruh di temapat ini akibat daripada tradisi Konfusianisme.
Budaya
Rencana utama: Budaya Hong Kong
· Masakan Kantonis
· Mitos Cina
· Kebudayaan teh Hong Kong
· Media Hong Kong
· Pawagam China
· Opera Kantonis
· Muzik Pop Kantonis (Cantopop)
· Muzium-muzium Hong Kong
· Orkestra Filharmonik Hong Kong
· Kelab Joki Hong Kong
· Disneyland Hong Kong
· Sevens Hong Kong
Pelancongan
Hong Kong Disneyland
Rencana utama: Tarikan utama Hong Kong
Kekurangan tempat telah memaksakan pembangunan kediaman naik ke atas. Terdapatnya banyak bangunan-bangunan yang tinggi serta tempat pelancongan yang menarik:
· Menara Bank China
· Pusat Kewangan Antarabangsa
· Bangunan ibu pejabat HSBC, Hong Kong
· Pusat (The Center)
· Plaza Sentral
· Pusat Hopewell
· Pusat Konvensyen dan Pameran Hong Kong
· Jambatan Tsing Ma
· Puncak Victoria
· Buddha Tian Tan
· Disneyland Hong Kong
· Kuil Wong Tai Sin
· Pelabuhan Victoria
· Balapan Perlumbaan Kuda Happy Valley
Pendidikan tinggi
Lihat juga: Pendidikan di Hong Kong
Terdapat lapan universiti serta pelbagai institut pendidikan tinggi lain di Hong Kong:
· Universiti Bandar Hong Kong (City University of Hong Kong)
· Universiti Lingnan (Lingnan University)
· Universiti Baptis Hong Kong (Hong Kong Baptist University)
· Universiti Terbuka Hong Kong (Open University of Hong Kong)
· Unversiti Cina Hong Kong (The Chinese University of Hong Kong)
· Universiti Politeknik Hong Kong (The Hong Kong Polytechnic University)
· Universiti Sains dan Teknologi Hong Kong (The Hong Kong University of Science and Technology)
· Universiti Hong Kong (The University of Hong Kong)
Institut pendidikan tinggi lain termasuk:
· Institut Pendidikan Hong Kong (The Hong Kong Institute of Education)
· Kolej Chu Hai (Chu Hai College) [1] (http://www.chuhai.edu.hk/en/)
· Kolej Shue Yan (Shue Yan College) [2] (http://www.hksyc.edu/)
· Institut Pendidikan Vokasional Hong Kong (Hong Kong Institute of Vocational Education) [3] (http://www.vtc.edu.hk/)
Artis
Antara artis yang lahir atau tinggal di Hong Kong:
· Bruce Lee
· Chow Yun-Fat
· Jackie Chan
· Jet Li
· John Woo
· William Hung
· Stephen Chow
Sumatera Barat
Sumatera Barat
Lambang Sumatera Barat
Tuah Sakato(Bahasa Minangkabau: Seia Sekata)
Peta lokasi Sumatera Barat
Koordinat 0°U-102° LS, 98°-102° BT
Dasar hukum
Tanggal penting
Ibu kota Padang
Gubernur Gamawan Fauzi Wakil: Marlis Rahman
Luas 42.297,30 km2 Perairan 2,59%
Penduduk 4.400.000 (1996)
Kepadatan 104/km2
Kabupaten 12
Kodya/Kota 7
Kecamatan 147
Kelurahan/Desa 877
Suku Suku Minang, Suku Batak Mandailing, Suku Mentawai, Suku Nias, Suku Jawa
Agama Islam (98%), Kristen (1,6%), Hindu (0,0032%), Buddha (0,26%)
Bahasa Bahasa Minangkabau, Bahasa Indonesia
Zona waktu WIB
Lagu Daerah Ayam Den Lapeh, Kampuang Nan Jauah di Mato, Kambanglah Bungo, Minangkabau, Bareh Solok, Tinggalah Kampuang.
Situs web resmi: [http://www.sumbarprov.go.id/]
(?)
Sumatera Barat adalah sebuah provinsi yang terletak di pulau Sumatra, Indonesia. Provinsi ini adalah provinsi terluas kesebelas di Indonesia.
Kondisi dan sumber daya alam
Geografi
Danau Maninjau, salah satu danau di Sumatera Barat
Sumatera Barat berada di bagian barat tengah pulau Sumatera dengan luas 42.297,30 km² . Provinsi ini memiliki dataran rendah di pantai barat, serta dataran tinggi vulkanik yang dibentuk Bukit Barisan yang membentang dari barat laut ke tenggara. Kepulauan Mentawai yang terletak di Samudera Hindia termasuk dalam provinsi ini. Garis pantai Sumatera Barat seluruhnya bersentuhan dengan Samudera Hindia sepanjang 375 km.
Danau-danau yang berada di Sumatera Barat adalah Maninjau (99,5 km²), Singkarak (130,1 km²), Diatas (31,5 km²), Dibawah (Dibaruh) (14,0 km²), Talang (5,0 km²)
Beberapa sungai besar di pulau Sumatera berhulu di provinsi ini, yaitu Sungai Siak, Sungai Rokan, Sungai Inderagiri (disebut sebagai Batang Kuantan di bagian hulunya), Sungai Kampar dan Batang Hari. Semua sungai ini bermuara di pantai timur Sumatera, di provinsi Riau atau Jambi.
Sungai-sungai yang bermuara di pantai barat pendek-pendek. Beberapa di antaranya adalah Batang Anai, Batang Arau, dan Batang Tarusan.
Gunung-gunung di Sumatera Barat adalah Marapi (2.891 m), Sago (2.271 m), Singgalang (2.877 m), Tandikat (2.438 m), Talakmau (2.912 m), Talang (2.572 m).
Keanekaragaman hayati
Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang kaya dengan sumber keanekaragaman hayati. Sebagian besar wilayahnya masih merupakan hutan alami dan dilindungi.
Dalam hutan tropis di Sumatera Barat dapat dijumpai berbagai spesies langka, misalnya: Rafflesia arnoldii (bunga terbesar di dunia), Harimau Sumatra, siamang, tapir, rusa, beruang, dan berbagai jenis burung dan kupu-kupu.
Terdapat dua Taman Nasional di provinsi ini: Taman Nasional Siberut yang terdapat di Pulau Siberut (Kabupaten Mentawai) dan Taman Nasional Kerinci Seblat. Taman Nasional terakhir ini wilayahnya membentang di empat provinsi: Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu dan Sumatra Selatan.
Selain kedua Taman Nasional tersebut masih ada beberapa cagar alam lainnya: Cagar Alam Rimbo Panti, Cagar Alam Lembah Anai, Cagar Alam Batang Palupuh, Cagar Alam Lembah Harau, Taman Raya Bung Hatta, dan Cagar Alam Beringin Sakti.
Sumber daya alam
Batubara, Batu Besi, Batu Galena, Timah Hitam, Seng, Manganase, Emas, Batu kapur (Semen), Kelapa Sawit, Perikanan,kakao.
Potensi daerah
Karena potensi sumber daya alam yang terbatas namun dikaruniai potensi pemandangan alam yang indah dan keunikan budaya, saat ini (2006) Sumatra Barat fokus pada pengembangan potensi pariwisata daerah.
Sosial
Suku
Mayoritas penduduk Sumatera Barat merupakan suku Minangkabau. Suku Minangkabau awalnya berasal dari dua suku (klan) utama: Koto Piliang yang didirikan Datuak Katumanggungan,dan Bodi Chaniago yang dirikan Datuak Parpatiah nan Sabatang. Suku Koto Piliang memakai sistem aristokrasi yang dikenal dengan istilah Titiak Dari Ateh (titik dari atas) ala istana Pagaruyung sedangkan Bodi Chaniago lebih bersifat demokrasi yang dikenal dengan istilah Mambasuik Dari Bumi (muncul dari bumi).
Sekarang ini seiring perkembangan zaman, suku-suku tersebut juga berkembang menjadi banyak di antaranya Tanjuang, Chaniago, Koto, Piliang, Guci, Simabur, Sikumbang, Jambak, Malayu.
Di daerah Pasaman selain suku Minang berdiam pula suku Batak Mandailing, seperti Lubis, Nasution. Suku Mentawai terdapat di Kepulauan Mentawai.
Bahasa
Bahasa yang digunakan dalam keseharian ialah bahasa daerah yaitu Bahasa Minangkabau yang memiliki beberapa dialek, seperti dialek Bukittinggi, dialek Pariaman, dialek Pesisir Selatan dan dialek Payakumbuh.Di daerah Pasaman dituturkan juga Bahasa Batak dialek Mandailing, yang biasanya digunakan suku Batak Mandailing. Sementara itu di daerah Mentawai yang berupa kepulauan dan terletak beberapa puluh kilometer lepas pantai Sumatra Barat, bahasa yang digunakan adalah Bahasa Mentawai.
Agama
Mayoritas penduduk Sumatra Barat beragama Islam. Selain itu ada juga yang beragama Kristen di Kepulauan Mentawai, serta Hindu dan Buddha yang pada umumnya adalah para pendatang.
Pendidikan
Perguruan Tinggi di Sumatra Barat:
· Universitas Andalas
· Universitas Negeri Padang
· Universitas Bung Hatta
· Universitas Putra Indonesia
· Universitas Ekasakti
· Universitas Muhammadiyah
· Institut Teknologi Padang
· STIE”KBP” Padang
· STIE Dharma Andalas
· AKBP Padang
Permasalahan sosial
Pengangguran, anak dan remaja putus sekolah, anak jalanan.
Pemerintahan
Daerah Tingkat II
1. Kabupaten Agam
2. Kabupaten Dharmasraya
3. Kabupaten Lima Puluh Kota
4. Kabupaten Kepulauan Mentawai
5. Kabupaten Padang Pariaman
6. Kabupaten Pasaman
7. Kabupaten Pasaman Barat
8. Kabupaten Pesisir Selatan
9. Kabupaten Sawahlunto Sijunjung
10. Kabupaten Solok
11. Kabupaten Solok Selatan
12. Kabupaten Tanah Datar
13. Kota Bukittinggi
14. Kota Padang
15. Kota Padangpanjang
16. Kota Pariaman
17. Kota Payakumbuh
18. Kota Sawahlunto
19. Kota Solok
Pemerintahan nagari
Artikel utama: Nagari
Sampai tahun 1979 satuan pemerintahan terkecil di Sumatera Barat adalah nagari, yang sudah ada sebelum kemerdekaan Indonesia. Dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa, status Nagari dihilangkan, dan dan jorong-jorong ditingkatkan statusnya menjadi desa. Kedudukan Wali Nagari dihapus dan administrasi pemerintahan dijalankan oleh para Kepala Desa.
Dengan berlakunya Otonomi Daerah pada tahun 2001, istilah selain “Nagari” beserta keistimewaannya kembali digunakan di Sumatera Barat.
Nagari dipimpin oleh seorang Wali Nagari, dan dalam menjalankan pemerintahannya, Wali Nagari dibantu oleh beberapa orang Kepala Jorong, semacam ketua RT. Wali Nagari dipilih oleh anak nagari (penduduk nagari) secara demokratis. Biasanya yang dipilih menjadi wali nagari adalah orang yang dianggap paling menguasai tentang semua aspek kehidupan dalam budaya Minangkabau, sehingga wali nagari tersebut mampu menjawab semua persoalan yang dihadapi anak nagari.
Dalam sebuah Nagari dibentuk Kerapatan Adat Nagari, yakni lembaga yang beranggotakan Tungku Tigo Sajarangan. Tungku Tigo Sajarangan merupakan perwakilan anak nagari yang terdiri dari Alim Ulama, Cadiak Pandai (kaum intelektual) dan Niniak Mamak para pemimpin suku dalam suatu Nagari. Keputusan keputusan penting yang akan diambil selalu dimusyawarahkan antara Wali Nagari dan Tungku Tigo Sajarangan di Balai Adat atau Balairung Sari Nagari.
Perekonomian
Tenaga Kerja
Pertanian & Perkebunan 23,57%
Hutan & Ikan
Industri 12,29%
Jasa 16,82%
Energi dan Mineral
Pada masa ini sudah ditemukan sumber mineral seperti biji besi, timah hitam, mangan berkualitas ekspor, di antaranya berada di Solok Selatan, Dharmas Raya dan Surian (Pantai Cermin Solok).
Transportasi
Transportasi udara dari dan ke Sumatra Barat saat ini melalui Bandar Udara Internasional Minangkabau (BIM) dengan kode singkatan internasional MIA. Bandar Udara kebanggaan masyarakat Sumbar ini berada dikabupaten Padang Pariaman, lebih kurang 60 menit dari pusat kota Padang. Bandar Udara ini mulai aktif beroperasional pada akhir tahun 2005 menggantikan Bandar Udara Tabing.
Transportasi darat untuk angkutan umum dari dan ke Sumatra Barat berpusat di Terminal Regional Air Pacah, Padang.Terminal ini melayani kendaraan umum antar kota antar provinsi (AKAP) dan antar kota dalam provinsi (AKDP). Distribusi jalur antar kota dalam provinsi dari Terminal Regional Air Pacah akan berakhir di wilayah tingkat II yaitu terminal angkutan umum tiap kotamadya atau kabupaten di Sumatra Barat.
Transportasi laut dari dan ke Sumatra Barat berpusat di Pelabuhan Teluk Bayur, Padang.
Transportasi sungai dari dan ke Sumatra Barat berpusat di Pelabuhan Muara, Padang. Pelabuhan Muara antara lain melayani transportasi menuju Kepulauan Mentawai menggunakan kapal cepat (feri atau speed boat). Pelabuhan ini juga menjadi tempat bersandar nya kapal-kapal pesiar (yacht).
Komunikasi
Ekspor & Impor
Keuangan & Perbankan
Pariwisata, Seni dan Budaya
Istano Basa di Pagaruyung dibangun dengan arsitektur khas Minang
Pariwisata
Di provinsi ini bisa kita temui hampir semua jenis objek wisata alam seperti laut, pantai dan pulau - pulau, danau, gunung dan ngarai, selain objek wisata budaya. Akomodasi hotel sudah mulai banyak mulai dari kelas melati sampai bintang empat. Agen tour & travel di bawah keanggotaan ASITA Sumbar sudah lebih dari 100 buah.
Objek-objek wisata yang menarik dan banyak dikunjungi wisatawan ialah :
· Danau Maninjau
· Danau Singkarak
· Danau Diatas dan Dibawah
· Lembah Anai, Padang Panjang
· Panorama Ngarai Sianok, Bukittinggi
· Benteng Fort de Kock, Bukittinggi
· Jam Gadang, Bukittinggi
· Pantai Air Manis, Padang
· Pantai Muaro, Padang
· Pantai Caroline, Padang
· Istana Pagarruyung, Batu Sangkar
· Harau, Payakumbuh
Musik
Nuansa Minangkabau yang ada di dalam setiap musik Sumatra Barat yang dicampur dengan jenis musik apapun saat ini pasti akan terlihat dari setiap karya lagu yang beredar di masyarat. Hal ini karena musik Minang bisa diracik dengan aliran musik jenis apapun sehingga enak didengar dan bisa diterima oleh masyarakat.Unsur musik pemberi nuansa terdiri dari instrumen alat musik tradisional saluang, bansi, talempong, rabab, dan gandang tabuik.
Musik Minangkabau berupa instrumentalia dan lagu-lagu dari daerah ini pada umumnya bersifat melankolis.Hal ini berkaitan erat dengan struktur masyarakatnya yang memiliki rasa persaudaraan, hubungan kekeluargaan dan kecintaan akan kampung halaman yang tinggi ditunjang dengan kebiasaan pergi merantau.
Industri musik di Sumatra Barat semakin berkembang dengan munculnya seniman-seniman Minang yang bisa membaurkan musik modern ke dalam musik tradisional Minangkabau.Perkembangan musik Minang modern di Sumatra Barat sudah dimulai sejak tahun 1950′an ditandai dengan lahirnya Orkes Gumarang.
Elly Kasim, Tiar Ramon dan Yan Juneid adalah penyanyi daerah Sumatra Barat yang terkenal di era 1970-an hingga saat ini.
Diantara perusahaan rekaman yang mengembangkan musik Sumatra Barat adalah Minang Record yang terletak di kota Bukittinggi.
Perusahaan-perusahaan rekaman di Sumatra Barat antara lain: - Minang Record (Bukittinggi) - Tanama Record (Padang) - Gita Virma Record (Bukittinggi) - Planet Record (Padang) - Pitunang Record (Padang) - Sinar Padang Record (Padang) - Caroline Record (Padang)
Saat ini para penyanyi, pencipta lagu, dan penata musik di Sumatra Barat bernaung dibawah organisasi PAPPRI (Persatuan Artis Penyanyi Pencipta lagu Penata musik Rekaman Indonesia) dan PARMI (Persatuan Artis Minang Indonesia).
Tarian
Tari tradisi bersifat klasik yang berasal dari Sumatra Barat yang ditarikan oleh kaum pria dan wanita umumnya memiliki gerakan aktif dinamis namun tetap berada dalam alur dan tatanan yang khas.Kekhasan ini terletak pada prinsip tari Minangkabau yang belajar kepada alam, oleh karena itu dinamisme gerakan tari-tari tradisi Minang selalu merupakan perlambang dari unsur alam.Pengaruh agama Islam, keunikan adat matrilineal dan kebiasan merantau masyarakatnya juga memberi pengaruh besar dalam jiwa sebuah tari tradisi Minangkabau.
Macam-macam tari tradisional dari Sumatra Barat meliputi: 1. Tari Piring 2. Tari Payung 3. Tari Randai 4. Tari Pasambahan 5. Tari Indang
Seni tari tradisional Pencak Silat dari Minangkabau merupakan penggabungan dari gerakan tari dan seni beladiri khas Minang. Pencak Silat di Minangkabau memiliki beberapa aliran, diantara nya aliran Harimau Kumango.Tarian ini biasanya sudah diajarkan kepada kaum pria di Minangkabau semenjak kecil hingga menginjak usia akil baligh (periode usia 6 hingga 12 tahun) untuk dijadikan bekal merantau.Saat ini seni tari pencak silat sudah mendunia dengan terbentuk nya federasi pencak silat sedunia IPSF (International Pencak Silat Federation).
Rumah Adat
Rumah adat Sumatra Barat disebut Rumah Gadang. Rumah adat asli setiap tiangnya tidaklah tegak lurus atau horizontal tapi mempunyai kemiringan. Ini disebabkan oleh orang dahulu yang datang dari laut hanya tahu bagai mana membuat kapal. Rancangan kapal inilah yang ditiru dalam membuat rumah. Rumah adat jugat tidak memakai paku tapi memakai pasak kayu. Ini disebabkan daerah Sumatera Barat rawan terhadap gempa, baik vulkanik maupun tektonik. Jika dipasak dengan kayu setiap ada gempa akan semakin kuat mengikatnya. [rujukan?]
Senjata Tradisional
Senjata tradisional Sumatra Barat adalah Keris. Keris biasanya dipakai oleh kaum laki-laki dan diletakkan di sebelah depan, saat sekarang hanya dipakai bagi mempelai pria. Berbagai jenis tombak, pedang panjang, sumpit juga dipakai oleh raja-raja Minangkabau dalam menjaga diri mereka.
Makanan
Dalam dunia kuliner, Sumatra Barat terkenal dengan masakan Padang dan restoran Padang. Masakan Padang yang terkenal dengan citarasa yang pedas dapat ditemukan hampir di seluruh penjuru Nusantara, dan dapat ditemukan juga di luar negeri.
Beberapa contoh makanan dari Sumatra Barat yang sangat populer adalah Rendang, Sate Padang, Dendeng Balado, Ayam Pop, Soto Padang, dan Bubur Kampiun
Selain itu, Sumatra Barat juga memiliki ratusan resep, seperti Galamai, Wajik, Kipang Kacang, Bareh Randang, Dakak-dakak, Rakik Maco, Karupuak Balado dan Karupuak Sanjai. Makanan ciri khas masing-masing kota dan kabupaten di Sumatra Barat untuk dijadikan buah tangan (oleh-oleh) adalah: Kota Padang terkenal dengan buah Bengkuang dan Karupuak Balado, kota Padangpanjang terkenal dengan Sate nya, kota Bukittinggi dengan Karupuak Sanjai, Kota Payakumbuh dengan Galamai dan Bareh Rendang, Kabupaten Agam terkenal dengan Palai Rinuak dan Pensi, Kabupaten Pesisir Selatan dengan Rakik Maco, Kabupaten Tanah Datar dengan Lamang Limo Kaum dan Dakak-dakak Simabua-nya.
Sejarah Sumatra Barat (Minangkabau)
Artikel utama: Sejarah Sumatera Barat
Dari jaman prasejarah sampai kedatangan orang Barat, sejarah Sumatera Barat dapat dikatakan identik dengan sejarah Minangkabau. Walaupun masyarakat Mentawai diduga telah ada pada masa itu, tetapi bukti-bukti tentang keberadaan mereka masih sangat sedikit.
Bukti-bukti arkeologis yang ditemukan di atas bisa memberi indikasi bahwa daerah-daerah sekitar Kabupaten Lima Puluh Kota yang menempati sebagian besar luhak Lima puluh Koto merupakan daerah atau kawasan Minangkabau yang pertama dihuni oleh nenek moyang orang Sumatera Barat. Penafsiran ini rasanya beralasan, karena dari daerah Lima Puluh Koto ini mengalir beberapa sungai besar yang akhirnya bermuara di pantai timur pulau Sumatera. Sungai-sungai ini dapat dilayari dan memang menjadi sarana transportasi yang penting dari jaman dahulu hingga akhir abad yang lalu.
Nenek moyang orang Minangkabau diduga datang melalui rute ini. Mereka berlayar dari daratan Asia (Indo-Cina) mengarungi Laut Cina Selatan, menyeberangi Selat Malaka dan kemudian memudaki sungai Kampar, Siak, dan Inderagiri (atau; Kuantan). Sebagian di antaranya tinggal dan mengembangkan kebudayaan serta peradaban mereka di sekitar Kabupaten 50 Koto sekarang.
Percampuran dengan para pendatang pada masa-masa berikutnya menyebabkan tingkat kebudayaan mereka jadi berubah dan jumlah mereka jadi bertambah. Lokasi pemukiman mereka menjadi semakin sempit dan akhirnya mereka menyebar ke berbagai bagian Sumatera Barat yang lainnya. Sebagian pergi ke daerah kabupaten Agam dan sebagian lagi sampai ke Kabupaten Tanah Datar sekarang. Dari sini penyebaran dilanjutkan lagi, ada yang sampai ke utara daerah Agam, terutama ke daerah Lubuk Sikaping, Rao, dan Ophir. Banyak di antara mereka menyebar ke bagian barat terutama ke daerah pesisir dan tidak sedikit pula yang menyebar ke daerah selatan, ke daerah Solok, Selayo, sekitar Muara, dan sekitar daerah Sijunjung.
Sejarah daerah Propinsi Sumatera Barat menjadi lebih terbuka sejak masa pemerintahan Raja Adityawarman. Raja ini cukup banyak meninggalkan prasasti mengenai dirinya, walaupun dia tidak pernah mengatakan dirinya sebagai Raja Minangkabau. Adityawarman memang pernah memerintah di Pagaruyung, suatu negeri yang dipercayai warga Minangkabau sebagai pusat kerajaannya.
Adityawarman adalah tokoh penting dalam sejarah Minangkabau. Di samping memperkenalkan sistem pemerintahan dalam bentuk kerajaan, dia juga membawa suatu sumbangan yang besar bagi alam Minangkabau. Kontribusinya yang cukup penting itu adalah penyebaran agama Buddha. Agama ini pernah punya pengaruh yang cukup kuat di Minangkabau. Terbukti dari nama beberapa nagari di Sumatera Barat dewasa ini yang berbau Budaya atau Jawa seperti Saruaso, Pariangan, Padang Barhalo, Candi, Biaro, Sumpur, dan Selo.
Sejarah Sumatera Barat sepeninggal Adityawarman hingga pertengahan abad ke-17 terlihat semakin kompleks. Pada masa ini hubungan Sumatera Barat dengan dunia luar, terutama Aceh semakin intensif. Sumatera Barat waktu itu berada dalam dominasi politik Aceh yang juga memonopoli kegiatan perekonomian di daerah ini. Seiring dengan semakin intensifnya hubungan tersebut, suatu nilai baru mulai dimasukkan ke Sumatera Barat. Nilai baru itu akhimya menjadi suatu fundamen yang begitu kukuh melandasi kehidupan sosial-budaya masyarakat Sumatera Barat. Nilai baru tersebut adalah agama Islam.
Syekh Burhanuddin dianggap sebagai penyebar pertama Islam di Sumatera Barat. Sebelum mengembangkan agama Islam di Sumatera Barat, ulama ini pernah menuntut ilmu di Aceh.
Pengaruh politik dan ekonomi Aceh yang demikian dominan membuat warga Sumatera Barat tidak senang kepada Aceh. Rasa ketidakpuasan ini akhirnya diungkapkan dengan menerima kedatangan orang Belanda. Namun kehadiran Belanda ini juga membuka lembaran baru sejarah Sumatera Barat. Kedatangan Belanda ke daerah ini menjadikan Sumatera Barat memasuki era kolonialisme dalam arti yang sesungguhnya.
Orang Barat pertama yang datang ke Sumatera Barat adalah seorang pelancong berkebangsaan Perancis yang bernama Jean Parmentier yang datang sekitar tahun 1523. Namun bangsa Barat yang pertama datang dengan tujuan ekonomis dan politis adalah bangsa Belanda. Armada-armada dagang Belanda telah mulai kelihatan di pantai barat Sumatera Barat sejak tahun 1595-1598, di samping bangsa Belanda, bangsa Eropa lainnya yang datang ke Sumatera Barat pada waktu itu juga terdiri dari bangsa Portugis dan Inggris.
April 4th, 2007 at 2:45 pm
1. Kebudayaan Sabah
Penduduk Sabah adalah terdiri dari berbagai-bagai kaum dengan latar belakang kebudayaan masing-masing. Penduduk aslinya terdiri daripada sekurang-kurangnya 30 kumpulan dengan menggunakan lebih dari 50 bahasa dan tidak kurang dari 90 dialek.Kaum KadazandusunKumpulan etnik yang terbesar adalah kaum Kadazandusun yang merupakan satu pertiga dari jumlah penduduk Sabah. Mereka adalah petani secara tradisi yang menanam padi sawah dan huma dan sesetengah dari mereka memburu serta menangkap ikan sungai. Berbagai-bagai kumpulan kecil dalam kumpulan Kadazandusun merangkumi kaum Kadazan di Penampang dan Papar, Lotud, Rungus dan kumpulan kecil yang lain di Tempasuk, Tambunan, Ranau dan daerah-daerah lain dengan sistem kepercayaan yang sama dengan beberapa variasi dari segi adat dan amalan. Kesemua etnik kecil ini menggunakan Bahasa Kadazandusun sebagai bahasa pengantar mereka.MurutKaum Murut menetap di pedalaman dan kawasan tenggara Sabah serta di wilayah perbatasan antara Kalimantan dan Sarawak. Kebanyakan dari mereka adalah petani yang berpindah, pemburu dan sesetengah menangkap ikan sungai. Bajau dan kumpulan yang samaKaum Bajau dan kumpulan yang sama telah menetap di kawasan pantai Sabah sejak beberapa ratus tahun dan telah diiktiraf sebagai sebahagian dari penduduk asli negeri ini. Mereka bekerja sebagai petani dan nelayan di kawasan pantai barat di samping terkenal sebagai penunggang kuda. Di pantai timur, mereka secara tradisi adalah nelayan. Kumpulan lainKumpulan asli lain yang datang kemudian dan menetap di negeri ini termasuk kaum Suluk, berbagai-bagai kumpulan etnik Filipina selatan, Lundayeh dan Iban dari Sarawak dan Kalimantan, serta yang lain dari rumpun Melayu Indonesia.Walaupun terdapat sesetengah penduduk asli ini masih mengamalkan hidup secara tradisi tetapi ramai daripada mereka telah berkecimpung dalam berbagai-bagai bidang sebagai pekerja kolar putih dan biru, peniaga, kakitangan perkhidmatan awam dan ahli politik. Kumpulan Bukan Penduduk AsliKumpulan bukan penduduk asli yang terbesar di Sabah ialah masyarakat Cina. Mereka telah menetap di Sabah sejak abad yang lalu dan mereka merupakan kumpulan etnik yang terbesar selepas kaum Dusun/Kadazan.Kumpulan-kumpulan etnik di Sabah dapat dibezakan di antara satu dengan yang lain melalui adat resam dan amalan masing-masing di samping kebudayaan kebendaan khususnya pakaian, bentuk serta penggunaan hiasan diri.
Perbezaan diantara berbagai-bagai suku kaum tersebut adalah ketara terutama sekali dari segi bahasa, ugama, adat istiadat, corak dan pegangan hidup termasuklah pakaian tradisi mereka.
Penggunaan pakaian-pakaian tradisional tersebut boleh dilihat dari dua sudut zaman iaitu zaman klasik dan zaman moden. Di zaman klasik, pakaian-pakaian tradisional ini dipakai semasa uparaca-upacara ritual, hari perkahwinan dan sebagai pakaian seharian. Di zaman moden pula pakaian-pakaian tradisional ini hanya dipakai untuk tujuan-tujuan yang tertentu seperti di hari perkahwinan oleh pengantin lelaki dan perempuan (kadangkala juga oleh pengapit pengantin) serta untuk acara-acara kebudayaan.
Kebanyakan suku kaum di Sabah memilih hitam sebagai warna pakaian traditional mereka. Penggunaan warna hitam asalnya daripada kepercayaan bahawa warna hitam adalah lambang kekuasaan atau warna ketuhanan yang mana dapat melindungi si pemakai daripada makhluk-makhluk halus yang jahat. Ada setengah-tengah pihak mengatakan bahawa penggunaan warna hitam adalah disesuaikan dengan cara hidup dan keadaan semulajadi di waktu itu.
- Hiasan Diri
Pada masa lalu, batu akik merah, manik-manik kaca berwarna, kulit kowri, butang putih atau cakera yang dibuat daripada cengkerang dan tembaga digunakan untuk menghiasi pakaian lelaki dan perempuan. Pada hari ini, kebanyakan hiasan-hiasan ini diganti dengan manik-manik plastik dan bahan moden yang lain seperti benang emas dan perak, labuci dan benang berwarna. Seperti dahulu, hiasan-hiasan ini masih lagi disertai dengan tali pinggang yang dibuat daripada berbagai-bagai bahan seperti manik cengkerang dan kaca duit syiling perak, tembaga dan logam-logam lain, lapik pinggang yang dibuat daripada rotan berwarna untuk mengetatkan gaun, seluar atau anak baju. Kalung dibuat daripada berbagai-bagai bahan dijadikan hiasan leher dan dada. Gelang juga dipakai untuk menghiasi lengan, pergelangan tangan serta kaki.
Tutup kepala seperti terendak atau tudung dipakai oleh kaum lelaki dan wanita sebagai pakaian biasa sebagai pelindung dan penahan peluh. Pada majlis-majlis upacara, terendak-terendak yang dipakai adalah lebih indah dan berwarna-warni. Spesialis ritual memakai tutup kepala dan pakaian dengan hiasan yang banyak yang membezakan mereka dari orang biasa apabila mereka menjalankan sesuatu upacara tradisional. Kaum lelaki masih memakai sigah sejak dari dahulu lagi. Sigah atau tanjak ini adalah sekeping kain segiempat yang dipakai dalam berbagai-bagai bentuk mengikut daerah atau asal si pemakai. Kaum wanita pula memakai manik, sisir, tudung dan terendak bergantung pada waktu dan kegiatan yang dilakukan.
* Rekacipta pakaian-pakaian traditional ini adalah hasil daripada evolusi perubahan dan citarasa semasa. Direkaindah sedemikian adanya untuk kesesuaian dan keselesaan khususnya di waktu persembahan tarian-tarian traditional.
Dipetik daripada :-
1.Busana Traditional Etnik Sabah, Jabatan Cetak Kerajaan Kota Kinabalu, Jawatankuasa Penerbitan Risalah Busana Traditional Etnik Sabah, 1993).
2.Warisan Sabah : Pengenalan Ringkas Sejarah dan Warisan Sabah. Jabatan Muzium Sabah, Kota Kinabalu.1992.
- MUSIK TRADISIONAL SABAH
KeseragamanMuzik bagi orang Greek adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari alam percintaan mereka. Muzik di Sabah merupakan sebahagian yang penting bagi hampir semua kegiatan sosial di peringkat kampung. Muzik melambangkan keselarasan tradisional yang wujud di kalangan penduduknya sejak bertahun-tahun. Ia dimain semasa majlis perkahwinan, pertunangan, perayaan menuai, hari ulang tahun pertama kanak-kanak, upacara-upacara keagamaan animisma dan upacara-upacara berkaitan yang penting bagi masyarakat tempatan. Setiap kumpulan etnik mempunyai bentuk muzik yang tersendiri walaupun banyak alat-alat muzik utama merupakan alat yang sama digunakan. Setiap alat dibuat dengan perasan sayang dengan memotong, membentuk dan diuji. Berbagai-bagai gabungan alat-alat muzik mempunyai keistimewaannya sendiri dengan perbezaan dalam segi bentuk, rentak dan nada. Terdapat juga alat-alat muzik tertentu yang hanya digunakan oleh satu kumpulan masyarakat sahaja dan tidak dimain oleh masyarakat yang lain.Muzik tempatan sering berkait rapat dengan tarian. Ia juga berfungsi sebagai muzik latar dalam sesuatu majlis upacara. Sesetengah alat lazimnya digunakan oleh orang perseorangan untuk hiburan diri sendiri.Tradisi LisanMuzik tradisional Sabah tidak mempunyai sistem not yang tradisional dan seni kata lagu juga tidak bertulis. Semua muzik dan nyanyian diturunkan secara tradisi dari generasi ke generasi. Persembahan muzik boleh dilakukan oleh lelaki dan wanita tetapi sesetengah alat muzik secara tradisi dihasilkan khusus sama ada untuk pemuzik lelaki atau wanita sahaja. Sebagai contoh, kaum lelaki umumnya main gong bercombol besar dan gendang dan kaum wanita kulintangan dan gong leper.Jenis Alat MuzikKebanyakan alat-alat muzik di Sabah dibuat daripada bahan-bahan asli. Sebagai contoh, tongkungon, turali, suling (atau seruling), sompoton dan togunggak diperbuat daripada buluh. Alat lain seperti gambus, kompang dan gendang diperbuat daripada kulit kambing. Gong dan kulintangan dibuat daripada kayu lembut dan menyerupai gitar panjang bertali tiga yang dibuat daripada giman, sejenis gentian pokok palma.Alat-alat muzik di Sabah dikelaskan kepada kordofon (tongkungon, gambus, sundatang atau gagayan), erofon (suling, turali atau tuahi, bungkau dan sompoton, idofon (togunggak, gong, kulintangan) dan membranofon (kompang, gendang atau tontog).· Bungkau · Sompoton · Togunggak ·Gong ·Kulintangan
2. Kebudayaan Sunda
Kebudayaan Sunda : Seni TariTanah Sunda (Priangan) dikenal memiliki aneka budaya yang unik dan menarik, Jaipongan adalah salah satu seni budaya yang terkenal dari daerah ini.Jaipongan atau Tari Jaipong sebetulnya merupakan tarian yang sudah moderen karena merupakan modifikasi atau pengembangan dari tari tradisional khas Sunda yaitu Ketuk Tilu.
Tari Jaipong ini dibawakan dengan iringan musik yang khas pula, yaitu Degung. Musik ini merupakan kumpulan beragam alat musik seperti Kendang, Go’ong, Saron, Kacapi, dsb. Degung bisa diibaratkan ‘Orkestra’ dalam musik Eropa/Amerika. Ciri khas dari Tari Jaipong ini adalah musiknya yang menghentak, dimana alat musik kendang terdengar paling menonjol selama mengiringi tarian. Tarian ini biasanya dibawakan oleh seorang, berpasangan atau berkelompok.Sebagai tarian yang menarik, Jaipong sering dipentaskan pada acara-acara hiburan, selamatan atau pesta pernikahan.Seni tari lainnya yang berasal dari Sunda ini diantaranya adalah Tari Topeng dan Tari Merak.
- Seni Suara dan Musik
Selain seni tari, tanah Sunda juga terkenal dengan seni suaranya. Dalam memainkan Degung biasanya ada seorang penyanyi yang membawakan lagu-lagu Sunda dengan nada dan alunan yang khas. Penyanyi ini biasanya seorang wanita yang dinamakan Sinden. Tidak sembarangan orang dapat menyanyikan lagu yang dibawakan Sinden karena nada dan ritme-nya cukup sulit untuk ditiru dan dipelajari.
Dibawah ini salah salah satu musik/lagu daerah Sunda : · Bubuy Bulan ·Es Lilin · Manuk Dadali · Tokecang · Warung Pojok
3. KOREA
Republic of Korea/ROK yang dalam Bahasa Korea adalah Daehan Minguk (Hangul: 대한 민국; Hanja: 大韓民國) biasa dikenal sebagai Korea Selatan. ROK adalah sebuah negara di Asia Timur yang meliputi bagian selatan Semenanjung Korea. Di sebelah utara, Republik Korea berbataskan Korea Utara, di mana keduanya bersatu sebagai sebuah negara hingga tahun 1948.Jepang berada di seberang Laut Jepang (disebut “Laut Timur” oleh orang-orang Korea) dan Selat Korea berada di bagian tenggara. Negara ini dikenal dengan nama Hanguk (한국; 韓國) oleh penduduk Korea Selatan dan Namchosŏn (남조선; 南朝鮮; “Chosŏn Selatan”) di Korea Utara. Ibukota Korea Selatan berada di Seoul (서울). SeoulSeoul adalah ibukota Korea Selatan yang berusia lebih dari 600 tahun dan hingga 1945, ibukota dari seluruh Korea. Kota ini merupakan Kota Khusus Korea. Sejak berdirinya Republik Korea —lebih dikenal dengan nama Korea Selatan— pada tahun 1948, dia menjadi ibukota negara, kecuali beberapa waktu pada masa Perang Korea. Seoul terletak di barat laut negara, di bagian selatan DMZ Korea, di Sungai Han. Kota ini adalah pusat politik, budaya, sosial dan ekonomi di Korea Selatan dan Asia Timur. Dia juga pusat bisnis, keuangan, perusahaan multinasional, dan organisasi global. Sampai sekarang, dia dianggap sebagai sinar dari ekonomi Asia Timur, simbol dari keajaiban ekonomi Korea.
Namdaemunno District, Seoul Downtown
Dengan 10 juta penduduk terdaftar yang hidup dalam area sebesar 605.52 km², Seoul merupakan salah satu kota terpadat di dunia. Kepadatannya telah membuatnya menjadi salah satu kota digital-kabel di dunia. Kota ini juga memiliki kendaraan terdaftar lebih dari 1 juta kendaraan yang menyebabkan kemacetan sampai lewat tengah malam. Bagian Seoul besar dan daerah komuter, termasuk dermaga kota Incheon dan daerah tempat tinggal Seongnam, adalah tempat terpadat di dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah metropolitan telah melaksanakan program pembersihan polusi udara dan air dari kota tersebut, menjadikan atmosfir tidak enak menjadi sangat bersih.
- Budaya Korea
Makanan KoreaCara termudah dan paling menyenangkan memahami suatu kebudayaan adalah lewat makanannya. Meskipun agak stereotip, jenis-jenis makanan itu merupakan hal yang menunjukkan jati diri suatu bangsa lebih dari aspek kebudayaan lain.
April 4th, 2007 at 2:59 pm
Singapura
Penduduk
Singapura memberikan contoh yang baik tentang bagaimana masyarakat suku dan kepercayaan yang berbeda dapat hidup dan bekerjasama dalam lingkungan yang harmonis dengan kebudayaan yang mereka miliki masing-masing.
Dalam masa 10 tahun, etnis China, etnis India, etnis Malaysia, Indonesia dan orang Asia tinggal memenuhi pulau itu, asal daerah baru mereka banyak dengan sumber penghasilan yang penting - bekerja keras, beradaptasi dan bekerja dengan penuh keuletan.
Dengan beragam kebudayaan memperkaya cara hidup di Singapura dengan setiap kelompok yang mempunyai tradisi yang unik, masakan yang enak, busana yang menarik, perayaan-perayaan dan kepercayaan-kepercayaan.
Etnis China, populasinya mencapai 76 %, datang dari hampir setiap propinsi di China, dengan membawa variasi kebudayaan mereka yang luas dan masakan dan karakter mereka yang keras terhadap lingkungan keluarganya.
Etnis Malaysia, populasinya hanya mencapai lebih dari 15 %, kekuatan yang sangat berarti di Singapura. Kualitasnya hampir mencapai dari kekuatan masyarakatnya, masakan mereka sangat pedas dan agama Islam sangat dihargai.
Etnis India, populasinya mencapai 6,5 %, bagian masyarakat Singapura yang memiliki rasa kekeluargaan yang erat, menyukai busana yang penuh dengan aneka warna, dan makan mereka lezat dan perayaan-perayaan keagamaan yang sangat menyolok.
Tradisi dan warisan artistik dari masyarakat ini hidup dalam ketenangan dalam satu etnis didaerah Chinatown, Arab Street dan Little India. Dan, masyarakat Singapura datang dari latar belakang etnis yang berbeda, mereka akan menuju kepada beberapa tujuan yang sama - mencintai sesama saudara, gemar untuk bekerja keras dan bangga kepada daerah asalnya.
Jumlah dari kekayaan campuran beberapa ras orang eropa tumbuh dengan pesat ditambah kelompok besar imigran, dan gambaran sesungguhnya dari keistimewaan negara Singapura dimulai dengan munculnya kebudaya yang berbeda.
Singapura memiliki empat bahasa pengantar - Inggris, Mandarin, Malaysia dan India. Banyak orang Singapura sedikitnya menguasai dua bahasa - salah satunya bahasa Inggris.
Masyarakat yang berbeda-beda, kebudayaan yang bermacam-macam, dapat hidup secara harmonis. Kegiatan seperti kampanye budi bahasa yang menimbulkan keharmonisan ini. Terkenal sejak tahun 1979, kegiatan kebersamaan ini membawa Singapura pada pengembangan budi bahasa. Hasilnya membuat Singapura mendapat sambutan hangat , tempat yang bersahabat untuk penduduk dan pengunjung.
Untuk Informasi lebih lanjut tentang negara dan penduduknya:
- Sejarah
- Fasilitas Kesehatan
- Komunikasi
back to content page
——————————————————————————–
This page : http://www.asiamaya.com/panduasia/singapura/e-01land/es-lan11.htm
Copyright Asiamaya.com 2000
PT Asiamaya Dotcom Indonesia
Web Japan > Kids Web Japan > Explore Japan > Culture
Culture
——————————————————————————–
Japan has absorbed many ideas from other countries over the course of its history, including technology, customs, and forms of cultural expression, and has developed its unique culture while integrating these imports. The Japanese lifestyle today is a rich blend of Asian-influenced traditional culture and Western-influenced modern culture.
TRADITIONAL CULTURE
Traditional performing arts that continue to thrive in Japan today include kabuki, noh, kyogen, and bunraku.
Kabuki is a form of classical theater that evolved in the early seventeenth century. It is characterized by the rhythm of the lines spoken by the actors, extravagant costumes, flamboyant makeup (kumadori), and the use of mechanical devices to achieve special effects on stage. The makeup accentuates the personalities and moods of the characters. Most plays draw on medieval or Edo period themes, and all the actors, even those playing female roles, are men.
A scene from the noh play Dojoji (Kin-no-Hoshi, Watanabe Shashinjo)
Noh is Japan’s oldest form of musical theater. The story is told not just through dialogue but also through utai (singing), hayashi (musical accompaniment), and dance. Another feature is that the leading actor, dressed in a colorful costume of embroidered silk, usually wears a lacquered wooden mask. The masks depict such characters as an old man, a young or old woman, a divine figure, a ghost, and a young boy.
Kyogen is a type of classical comic theater that is performed with highly stylized actions and lines. It is staged between noh performances, although it is now sometimes performed in its own right.
Bunraku, which became popular around the end of the sixteenth century, is a kind of puppet theater that is performed to the accompaniment of narrative singing and music played on the shamisen (a three-stringed instrument). Bunraku is known as one of the world’s most refined forms of puppet theater.
Sado, or chado, a traditional way of preparing and having tea (JNTO)
Other traditional arts, such as the tea ceremony and ikebana, live on as part of the everyday lives of Japanese people. The tea ceremony (sado or chado) is a highly structured method of preparing green tea. But there is far more to sado than the ritual making and serving of tea. It is a profound total art that requires a wide range of knowledge and a delicate sensitivity. Sado also explores the purpose of life and encourages an appreciation of nature.
Ikenobo-style ikebana, or flower art
Japanese flower arrangement (ikebana), which evolved in Japan over seven centuries, has its origin in early Buddhist flower offerings. This art is distinguished from purely decorative use of flowers by the extreme care taken in choosing every element of each work, including the plant material, the container, where each branch and flower is placed, and how the branches relate to the container and the surrounding space.
MODERN CULTURE
Classical music was brought to Japan from the West and enjoys a broad following. Concerts are held all over the country. Japan has also produced many conductors (such as Ozawa Seiji), pianists, and violinists who perform around the world.
Since Kurosawa Akira won the Golden Lion Award at the Venice Film Festival in 1951, Japanese cinema has been the focus of global attention, and works by great directors like Mizoguchi Kenji and Ozu Yasujiro have been widely hailed. More recently, Kitano Takeshi won the Golden Lion Award at the 1997 Venice Film Festival with HANA-BI and the best director award at the 2003 festival with Zatoichi.
Howl’s Moving Castle by Miyazaki Hayao (2004 Nibariki-GNDDDT)
Japanese anime (animated shows), which have been entertaining Japanese children since the 1960s, are now exported all over the world, and series like Astro Boy, Doraemon, Sailor Moon, and Dragonball Z are now global children’s favorites. Meanwhile, director Miyazaki Hayao’s Spirited Away won the Oscar for best animated feature in 2003, and Howl’s Moving Castle was chosen for the Osella Award at the 2004 Venice Film Festival.
In literature, Japanese Nobel Prize winners include Kawabata Yasunari and Oe Kenzaburo, while the works of more modern authors like Murakami Haruki and Yoshimoto Banana are popular among young Japanese and have been translated into many languages.
——————————————————————————–
What is the tea ceremony?
What are ukiyo-e ?
What kind of traditional musical instruments are there in Japan?
What is ikebana ?
What sort of Japanese people have won Nobel Prizes?
What religions do Japanese people practice?
Web Japan > Kids Web Japan > Explore Japan > Culture > Ukiyo-e
What are ukiyo-e?
Ukiyo-e are paintings for commoners that appeared in the first half of the Edo period (1603-1868) and continued to be drawn for about two and a half centuries. For the most part, ukiyo-e were colored woodblock prints, although brush paintings were also produced.
Common themes of ukiyo-e paintings were actors, beautiful women, and landscapes. Another popular subject was the latest forms of entertainment among people in Edo (now Tokyo); the paintings thus became a valuable source of information about lifestyle and social trends.
Among the most famous ukiyo-e works are the “53 Stations of the Tokaido Road” series by Ando Hiroshige; the “36 Views of Mt. Fuji” series by Katsushika Hokusai, in which the painter draws Japan’s tallest peak from various angles; “Beauty Playing the Glass Pipe,” Kitagawa Utamaro’s well-known portrait of a beautiful woman; and Toshusai Sharaku’s ukiyo-e of kabuki actors.
In the late nineteenth and early twentieth centuries ukiyo-e that found their way to Europe and the United States were praised for their artistic merit and triggered a boom of interest in Japan. Their composition and techniques exerted an enormous influence on such schools as Impressionism and Art Nouveau.
Photo courtesy of Tokyo National Museum.
April 4th, 2007 at 3:03 pm
Thailand
Thailand
ราชอาณาจักรไทยRatcha Anachak Thai
Bendera Lambang
Lagu kebangsaan: Phleng Chat
Ibu kota Bangkok
Kota terbesar Bangkok
Bahasa resmi Bahasa Thai
Didirikan Kemerdekaan
- Kerajaan Sukhothai 1238–1368
- Kerajaan Ayutthaya 1350–1767
- Kerajaan Thonburi 1767 sampai 7 April 1782
- Kerajaan Ratanakosin 7 April - ???
Pemerintahan Junta militer di bawah Monarki konstitusional
- Raja Raja Bhumibol Adulyadej
- Perdana Menteri Jenderal Surayud Chulanont
- Presiden Dewan Keamanan Nasional Jenderal Sonthi Boonyaratglin
Koordinat 13°44′ LU, 100°30′ BT
Wilayah 49
- Total 514.000 km²198,115 sq mi
- Air 0,4%
PDB (PPP) 2005 (perkiraan)
- Total $560,7 milyar (21)
- Per kapita $8.300 (69)
Penduduk 2006 (perkiraan)
- Total 64.631.595 (19)
- Kepadatan penduduk 126/km² (80)
HDI (2004) 0,784 (medium) (72)
Mata uang ฿ Baht
Zona waktu UTC +7
TLD .th
Kode telepon + 66
Kerajaan Thailand (nama resmi: ราชอาณาจักรไทย Ratcha Anachak Thai; juga Prathēt Thai), kadangkala juga disebut Mueang Thai, adalah sebuah negara di Asia Tenggara yang berbatasan dengan Laos dan Kamboja di timur, Malaysia dan Teluk Siam di selatan, dan Myanmar dan Laut Andaman di barat. Thailand dahulu dikenal sebagai Siam sampai tanggal 11 Mei 1949. Kata “Thai” (ไทย) berarti “kebebasan” dalam bahasa Thailand, namun juga dapat merujuk kepada suku Thai, sehingga menyebabkan nama Siam masih digunakan di kalangan orang Thai terutama kaum minoritas Tionghoa.
Sejarah
Asal mula Thailand secara tradisional dikaitkan dengan sebuah kerajaan yang berumur pendek, Kerajaan Sukhothai yang didirikan pada tahun 1238. Kerajaan ini kemudian diteruskan Kerajaan Ayutthaya yang didirikan pada pertengahan abad ke-14 dan berukuran lebih besar dibandingkan Sukhothai. Kebudayaan Thailand dipengaruhi dengan kuat oleh Tiongkok dan India. Hubungan dengan beberapa negara besar Eropa dimulai pada abad ke-16 namun meskipun mengalami tekanan yang kuat, Thailand tetap bertahan sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak pernah dijajah oleh negara Eropa, meski pengaruh Barat, termasuk ancaman kekerasan, mengakibatkan berbagai perubahan pada abad ke-19 dan diberikannya banyak kelonggaran bagi pedagang-pedagang Britania.
Sebuah revolusi tak berdarah pada tahun 1932 menyebabkan dimulainya monarki konstitusional. Sebelumnya dikenal dengan nama Siam, negara ini mengganti namanya menjadi Thailand pada tahun 1939 dan untuk seterusnya, setelah pernah sekali mengganti kembali ke nama lamanya pasca-Perang Dunia II. Pada perang tersebut, Thailand bersekutu dengan Jepang; tetapi saat Perang Dunia II berakhir, Thailand menjadi sekutu Amerika Serikat. Beberapa kudeta terjadi dalam tahun-tahun setelah berakhirnya perang, namun Thailand mulai bergerak ke arah demokrasi sejak tahun 1980-an.
Kalender Thailand didasarkan pada Tahun Buddha, yang lebih cepat 543 tahun dibandingkan kalender Barat. Tahun 2000 Masehi sama dengan tahun 2543 dalam kalender Thailand.
Pada 26 Desember 2004, pesisir barat Thailand diterjang tsunami setinggi 10 meter setelah terjadinya gempa bumi Samudra Hindia 2004, menewaskan 5.000 orang di Thailand, dan setengahnya merupakan wisatawan.
Pada awal 2005 terjadi sebuah tragedi di Thailand Selatan yang mempunyai populasi dengan mayoritas Muslim. Sekitar 70 orang terbunuh akibat kekerasan yang dilakukan oleh rezim Shinawatra. Banyak negara yang mengecam keras tragedi ini. Namun dalam pemilihan kepala pemerintahan, Thaksin Shinawatra kembali memerintah negara ini untuk empat tahun berikutnya.
Ekonomi
Artikel utama: Ekonomi Thailand
Setelah menikmati rata-rata pertumbuhan tertinggi di dunia dari tahun 1985 hingga 1995 - rata-rata 9% per tahun - tekanan spekulatif yang meningkat terhadap mata uang Thailand, Baht, pada tahun 1997 menyebabkan terjadinya krisis yang membuka kelemahan sektor keuangan dan memaksa pemerintah untuk mengambangkan Baht. Setelah sekian lama dipatok pada nilai 25 Baht untuk satu dolar AS, Baht mencapai titik terendahnya pada kisaran 56 Baht pada Januari 1998 dan ekonominya melemah sebesar 10,2% pada tahun yang sama. Krisis ini kemudian meluas ke krisis finansial Asia.
Thailand memasuki babak pemulihan pada tahun 1999; ekonominya menguat 4,2% dan tumbuh 4,4% pada tahun 2000, kebanyakan merupakan hasil dari ekspor yang kuat - yang meningkat sekitar 20% pada tahun 2000. Pertumbuhan sempat diperlambat ekonomi dunia yang melunak pada tahun 2001, namun kembali menguat pada tahun-tahun berikut berkat pertumbuhan yang kuat di RRT dan beberapa program stimulan dalam negeri serta Kebijakan Dua Jalur yang ditempuh pemerintah Thaksin Shinawatra. Pertumbuhan pada tahun 2003 diperkirakan mencapai 6,3%, dan diperkirakan pada 8% dan 10% pada tahun 2004 dan 2005.
Sektor pariwisata menyumbang banyak kepada ekonomi Thailand, dan industri ini memperoleh keuntungan tambahan dari melemahnya Baht dan stabilitas Thailand. Kedatangan wisatawan pada tahun 2002 (10,9 juta) mencerminkan kenaikan sebesar 7,3% dari tahun sebelumnya (10,1 juta).
Provinsi
Artikel utama: Provinsi Thailand
Thailand dibagi kepada 76 provinsi (changwat), yang dikelompokkan ke dalam 5 kelompok provinsi. Nama tiap provinsi berasal dari nama ibu kota provinsinya.
Peta Thailand dengan kota-kota penting.
Utara· Chiang Mai · Chiang Rai · Kamphaeng Phet · Lampang · Lamphun · Mae Hong Son · Nakhon Sawan · Nan · Phayao · Phetchabun · Phichit · Phitsanulok · Phrae · Sukhothai · Tak · Uthai Thani · Uttaradit Timur· Chachoengsao · Chanthaburi · Chonburi · Rayong · Prachinburi · Srakaeo · Trat Selatan· Chumphon · Krabi · Nakhon Si Thammarat · Narathiwat · Pattani · Phang Nga · Phattalung · Phuket · Ranong · Satun · Songkhla · Surat Thani · Trang · Yala Timur Laut· Amnat Charoen · Buriram · Chaiyaphum · Kalasin · Khon Kaen · Loei · Maha Sarakham · Mukdahan · Nakhon Phanom · Nakhon Ratchasima · Nongbua Lamphu · Nong Khai · Roi Et · Sakhon Nakhon · Sisaket · Surin · Ubon Ratchathani · Udon Thani · Yasothon Tengah· Ang Thong · Ayutthaya · Bangkok · Chainat · Kanchanaburi · Lopburi · Nakhon Nayok · Nakhon Pathom · Nonthaburi · Pathumthani · Phetchaburi · Prachuap Khiri Khan · Ratchaburi · Samut Prakan · Samut Sakhon · Samut Songkhram · Saraburi · Sing Buri · Suphanburi
Provinsi-provinsi tersebut kemudian dibagi lagi menjadi 795 distrik (Amphoe), 81 sub-distrik (King Amphoe) dan 50 distrik Bangkok (khet) (jumlah hingga tahun 2000), dan dibagi-bagi lagi menjadi 7.236 komunitas (Tambon), 55.746 desa (Muban), 123 kotamadya (Tesaban), dan 729 distrik sanitasi (Sukhaphiban) (jumlah hingga tahun 1984).
Geografi
Artikel utama: Geografi Thailand
Thailand merupakan tempat terletaknya beberapa wilayah geografis yang berbeda. Di sebelah utara, keadaannya bergunung-gunung, dan titik tertingginya berada di Doi Inthanon (2.576 m). Sebelah timur laut terdiri dari Hamparan Khorat, yang dibatasi di timur oleh sungai Mekong. Wilayah tengah negara didominasi lembah sungai Chao Phraya yang hampir seluruhnya datar, dan mengalir ke Teluk Thailand. Di sebelah selatan terdapat Tanah Genting Kra yang melebar ke Semenanjung Melayu.
Cuaca setempat adalah tropis dan bercirikan monsun. Ada monsun hujan, hangat dan berawan dari sebelah barat daya antara pertengahan Mei dan September, serta monsun yang kering dan sejuk dari sebelah timur laut dari November hingga pertengahan Maret. Tanah genting di sebelah selatan selalu panas dan lembab. Kota-kota besar selain ibu kota Bangkok termasuk Nakhon Ratchasima, Nakhon Sawan, Chiang Mai, dan Songkhla.
Lihat juga: Pulau-pulau Thailand.
Politik
Balai Takhta Ananta Samakhom, gedung parlemen lama Thailand, di Bangkok.
Sang raja mempunyai sedikit kekuasaan langsung di bawah konstitusi namun merupakan pelindung Buddhisme Thailand dan lambang jatidiri dan persatuan bangsa. Raja yang memerintah saat ini dihormati dengan besar dan dianggap sebagai pemimpin dari segi moral, suatu hal yang telah dimanfaatkan pada beberapa kesempatan untuk menyelesaikan krisis politik. kepala negara adalah Perdana Menteri, yang dilantik sang raja dari anggota-anggota parlemen dan biasanya adalah pemimpin partai mayoritas.
Parlemen Thailand yang bikameral dinamakan Majelis Nasional atau Rathasapha - รัฐสภา, yang terdiri dari Dewan Perwakilan (Sapha Phuthaen Ratsadon - สภาผู้แทนราษฎร) yang beranggotakan 500 orang dan Senat (Wuthisapha - วุฒิสภา) yang beranggotakan 200 orang. Anggota keduanya dipilih melalui pemilu rakyat. Anggota Dewan Perwakilan menjalani masa bakti selama empat tahun, sementara para senator menjalani masa bakti selama enam tahun. Badan kehakiman tertinggi adalah Mahkamah Agung (Sandika - ศาลฎีกา), yang jaksanya dilantik oleh raja. Thailand juga adalah anggota aktif dalam ASEAN.
Demografi
Kuil Wat Benchamabophit, salah satu kuil terindah di Bangkok.
Populasi Thailand didominasi etnis Thai dan Lao, yang berjumlah 3/4 dari seluruh penduduk. Selain itu juga terdapat komunitas besar etnis Tionghoa yang secara sejarah memegang peranan yang besar (yang tidak proporsional dengan jumlahnya di negara tersebut) dalam bidang ekonomi. Etnis lainnya termasuk etnis Melayu di selatan, Mon, Khmer dan berbagai suku orang bukit.
Sekitar 95% penduduk Thailand adalah pemeluk agama Buddha aliran Theravada, namun ada minoritas kecil pemeluk agama Islam, Kristen dan Hindu. Bahasa Thailand merupakan bahasa nasional Thailand, yang ditulis menggunakan aksaranya sendiri, tetapi ada banyak juga bahasa daerah lainnya. Bahasa Inggris juga diajarkan secara luas di sekolah.
Budaya
Muay Thai, sejenis kickboxing ala Thailand, adalah olahraga nasional di Thailand dan merupakan seni beladiri setempat. Popularitasnya memuncak di seluruh dunia pada tahun 1990-an. Ada pula seni beladiri yang mirip dengan muay Thai di negara-negara lain di Asia Tenggara.
Ucapan penyambutan yang umum di Thailand adalah isyarat bernama wai, yang gerakannya mirip dengan gerakan sembahyang. Hal-hal yang tabu dilakukan di antaranya menyentuh kepala seseorang dan menunjuk dengan kaki, karena kepala dan kaki masing-masing merupakan bagian tubuh yang paling atas dan bawah.
Masakan Thailand mencampurkan empat macam rasa yang dasar: manis, pedas, asam dan asin.
Olahraga
Southeast Asian Games 2007 akan diadakan di Nakhon Ratchasima, Thailand dari 6 Desember sampai 15 Desember 2007. Ini merupakan keenam kalinya, Thailand menjadi tuan rumah Southeast Asian Games.
China
Sejarah China tercatat dalam rekod-rekod sejarah tradisional yang wujud sejak dari zaman Tiga Tokoh Mulia dan Lima Maharaja pada sekitar 5,000 tahun dahulu, dan disokong oleh rekod-rekod arkeologi yang wujud sejak abad ke-16 SM. China merupakan salah satu tamadun berterusan yang tertua di dunia. Kulit kura-kura dengan tanda-tanda yang membangkitkan kenangan tulisan Cina kuno daripada Dinasti Shang wujud pada sekitar 1500 SM, mengikut pentarikhan karbon. Peradaban Cina berasal daripada negara-negara kota di lembah Sungai Kuning. Tahun 221 SM biasanya diterima sebagai tahun ketika China disatukan di bawah sebuah kemaharajaan besar atau empayar. Dinasti-dinasti berturut-turut dalam sejarah China telah mengembangkan berbagai-bagai sistem birokrasi untuk membolehkan maharaja China menguasai wilayah yang besar.
Asas-asas tamadun Cina terdiri daripada pengenaan sistem tulisan yang sama oleh maharaja Dinasti Qin pada abad ke-3 SM serta perkembangan ideologi negara berdasarkan Konfusianisme pada abad ke-2 SM. China mengalami zaman-zaman yang berselang-seli antara perpaduan dan perpecahan, dengan kekadangnya penaklukan oleh orang-orang asing. Sebilangan penakluk diasimilasi ke dalam kaum Cina. Pengaruh-pengaruh kebudayaan dan politik dari banyak bahagian di Asia membawa gelombang-gelombang penghijrahan, peluasan, dan asimilasi yang berturut-turut untuk mencipta sebuah kebudayaan Cina.
Daripada pemburu-pengumpul kepada petani
Apa yang kini merupakan China dihuni oleh Homo erectus melebihi sejuta tahun dahulu. Kajian yang baru-baru ini menunjukkan bahawa alat-alat batu yang ditemui di tapak Xiaochangliang telah wujud sejak 1.36 juta tahun lagi, menurut pentarikhan magnetostratigraf. Tapak arkeologi di Xihoudu, Provinsi Shanxi merupakan rekod terawal tentang penggunaan api oleh Homo erectus dan ditetapkan tarikhnya sebagai 1.27 juta tahun dahulu. [1] Ekskavasi-ekskavasi di Yuanmou dan kemudiannya di Lantian menunjukkan penghunian awal. Spesimen Homo erectus yang termasyhur yang ditemui di China pada tahun 1923 ialah apa yang telah digelar Lelaki Peking. Dua buah bekas tembikar yang digali di Gua Liyuzui yang terletak di Liuzhou, Provinsi Guangxi masing-masing wujud sejak 16,500 SM dan 19,000 SM. [2] Bukti terawal untuk penanaman sekoi menetapkan tarikhnya pada sekitar 7000 SM. Alat-alat muzik yang boleh dimain, peringkat terawal sistem tulisan bahasa Cina (masih diperdebatkan) dan pengeluaran wain terawal di dunia telah ditemui di tapak Jiahu. Jiahu merupakan peringkat terawal kebudayaan Peiligang di kaunti Xinzheng, Henan, dan hanya 5% telah diekskavasi sehingga tahun 2006. Dengan pertanian datangnya banyak penduduk, dengan keupayaan menyimpan dan mengagih-agihkan tanaman mendukung para tukang dan pentadbir. Pada lewat zaman Neolitik, lembah Sungai Kuning mula memperkukuh kedudukannnya sebagai suatu pusat kebudayaan, dengan desa-desa pertama ditubuhkan. Desa-desa yang paling penting dari segi arkeologi ialah desa-desa yang ditemui di Banpo, Xi’an.
Prasejarah
Sejarah awal China dirumitkan oleh ketiadaan bahasa tuliasan pada zaman ini, serta dokumen-dokumen dari zaman-zaman kemudian yang cuba memerihalkan peristiwa-peristiwa yang berlaku berabad-abad dahulu. Dari sesetengah segi, masalah ini terdiri daripada penyelidikan-penyelidikan fikiran dan perasaan diri sendiri oleh orang-orang Cina yang mengaburkan perbezaan antara fakta dan fiksyen tentang sejarah awal mereka. Menjelang tahun 7000 SM, orang-orang Cina telah menanam sekoi yang menimbulkan kebudayaan Jiahu. Kebudayaan Yangshao kemudian digantikan dengan kebudayaan Longshan pada sekitar 2500 SM. Tapak-tapak arkeologi seperti di Sanxingdui dan Erlitou membuktikan sebuah tamadun Zaman Gangsa di China. Pisau gangsa terawal yang wujud sejak 3000 SM ditemui di Majiayao yang terletak di provinsi Gansu dan Qinhai.
Tiga Tokoh Mulia dan Lima Maharaja
Rencana utama: Tiga Tokoh Mulia dan Lima Maharaja
Catatan Ahli Sejarah Agung, karya menyeluruh tentang sejarah China terawal, ditulis oleh Sima Qian, ahli sejarah Cina, pada abad ke-2 SM, manakala Catatan Tahunan Buluh mengesani sejarah Cina sejak dari sekitar 2800 SM dengan pemerihalannya tentang zaman Tiga Tokoh Mulia dan Lima Maharaja. Pemerintah-pemerintah ini adalah raja-raja tokoh bijaksana separa mitos serta contoh-contoh kesusilaan. Tradisi menganggap Maharaja Kuning, salah satu daripada pemerintah-pemerintah tersebut, sebagai leluhur bangsa Han.
Sima Qian mengatakan bahawa sistem kerajaan pewarisan telah diasaskan semasa Dinasti Xia, dan model ini kemudian dikekalkan oleh Dinasti Shang dan Dinasti Zhou. Adalah semasa zaman Tiga Dinasti (pinyin: sāndài) ini ketika China sejarah termuncul.
Sejarah kuno
Dinasti Xia
Bekas gangsa Lozenge Carven Ding yang ditemui di tapak Erlitou, istana Xia.
Rencana utama: Dinasti Xia
Pemerihalan Sima Qian dan Catatan Tahunan Buluh menetapkan tarikh pengasasan Dinasti Xia pada 4,200 tahun dahulu, tetapi tarikh ini masih tidak dapat disahkan. Terdapat 17 orang raja dalam Dinasti Xia yang terdiri daripada 14 generasi, bermula dengan Yu Agung sehingga Jie dari Xia, menurut Sima Qian dan rekod-rekod lain pada Dinasti Qin yang kemudian.
Penduduk-penduduk Shang dan Zhou telah wujud sejak permulaan Dinasti Xia dan merupakan negeri-negeri lindungan Xia. Tempoh Dinasti Xia yang tepat masih susah untuk ditetapkan, tetapi kini terhad kepada dua pilihan, iaitu 431 tahun atau 471 tahun.
Kebanyakan ahli arkeologi kini mengaitkan Dinasti Xia dengan ekskavasi-ekskavasi di Erlitou yang terletak di provinsi Henan tengah, [3] dengan sebuah relau lebur gangsa dari sekitar tahun 2000 SM ditemui di sana. Tanda-tanda awal yang ditemui pada tembikar dan cengkerang dari zaman ini telah dikatakan merupakan leluhur askara-askara Cina moden. [4]. Dengan tidak adanya banyak rekod tertulis yang sepadan dengan tulang-tulang orakelS Shang atau tulisan-tulisan bekas gangsa Zhou, zaman Xia masih tidak dapat difahami dengan memuaskan.
Maklumat lanjut: Projek Kronologi Xia Shang Zhou
Dinasti Shang
Rencana utama: Dinasti Shang
Saki baki masyarakat-masyarakat maju yang bertingkat-tingkat dan yang wujud sejak dari zaman Shang telah ditemui di Lembah Sungai Kuning.
Simuwu Ding daripada Dinasti Shang Lewat yang tingginya 133 sm, panjangnya 110 sm, lebarnya 79 sm, dan beratnya 832.84 kg, merupakan bekas gangsa terbesar yang ditemui di dunia. Dibuat oleh Zu Jia dari Shang untuk ibunya, Wu, isteri Wu Ding. Digali di Anyang pada tahun 1939.
Rekod tertulis yang terawal yang ditemui tentang masa lampau China datangnya daripada Dinasti Shang, mungkin pada abad ke-13, dan mengambil bentuk ukiran-ukiran rekod peramalan pada tulang dan cengkerang haiwan — apa yang dipanggil tulang orakel. Dapatan-dapatan arkeologi yang memberikan bukti terhadap kewujudan Dinasti Shang antara sekitar 1600 SM–1046 SM dibahagikan kepada dua kumpulan. Kumpulan pertama dari zaman Shang yang lebih awal (k.k. 1600–1300 SM) berasal daripada sumber-sumber di Erligang, Zhengzhou, dan Shangcheng. Kumpulan kedua dari zaman Shang atau Yin yang kemudian terdiri sebahagian besarnya daripada sekumpulan tulisan tulang orakel yang besar. Anyang di Henan masa kini telah disahkan sebagai ibu kota terakhir antara sembilan buah ibu kota Shang (k.k. 1300–1046 SM). Adanya 31 orang raja dalam Dinasti Shang, bermula dengan Raja Tang hingga Raja Zhou, dengan dinasti ini merupakan dinasti yang kekal paling lama dalam sejarah Cina.
Catatan Ahli Sejarah Agung menyatakan bahawa Dinasti Shang memindahkan ibu kotanya sebanyak enam kali. Pemindahan terakhir dan terpenting ke Yin pada 1350 SM menghasilkan zaman kegemilangan dinasti ini. Istilah ‘Dinasti Yin’ merupakan sinonim untuk dinasti Shang dalam sejarah, walaupun pada akhir-akhir ini, ia telah digunakan khusus untuk merujuk kepada separuh kedua Dinasti Shang.
Ahli-ahli sejarah Cina yang hidup pada zaman-zaman kemudian telah membiasakan diri dengan tanggapan satu dinasti mewarisi satu dinasti, tetapi keadaan politik sebenar pada zaman China yang awal diketahui adalah jauh lebih rumit. Oleh it, sebagaimana yang dicadangkan oleh sesetengah cendekiawan China, Dinasti Xia dan Dinasti Shang mungkin merujuk kepada entiti-entiti politik yang wujud sezaman, seperti dengan Dinasti Zhou awal (negara pewaris Shang) yang diketahui wujud pada zaman yang sama dengan Dinasti Shang.
Rekod-rekod tertulis yang ditemui di Anyang mengesahkan kewujudan dinasti Shang. Bagaimanapun, cendekiawan-cendekiawan Barat seringnya meragui tentang perkaitan antara petempatan-petempatan sezaman petempatan Anyang dengan dinasti Shang. Umpamanya, dapatan-dapatan arkeologi di Sanxingdui membayangkan peradaban berteknologi maju yang tidak sama dengan Anyang dari segi kebudayaan. Bukti-bukti yang ada tidak dapat membuktikan dengan muktamad tentang betapa jauh alam Shang terbentang dari Anyang. Hipotesis terutama adalah bahawa Anyang, yang diperintah oleh dinasti Shang yang sama dalam sejarah rasmi, wujud bersama-sama dan berdagang dengan banyak petempatan yang mempunyai berbagai-bagai kebudayaan di kawasan yang kini dirujuk sebagai China wajar.
Dinasti Zhou
Rencana utama: Dinasti Zhou
Menjelang akhir milenium ke-2 SM, Dinasti Zhou mula bangkit di lembah Sungai Kuning dan menakluki dinasti Shang. Dinasti Zhou kelihatan memulakan pemerintahannya di bawah sebuah sistem separa feudal. Masyarakat Zhou merupakan penduduk-penduduk di barat Shang, dengan ketuanya dilantik sebagai “Pelindung Barat” oleh Shang. Raja Wu, pemerintah Zhou, dengan bantuan Duke Zhou, bapa saudaranya yang merupakan pemangku raja, dapat menewaskan Shang dalam Pertempuran Muye. Raja Zhou ketika itu mempergunakan konsep Mandat Syurga untuk mewajarkan pemerintahannya, satu konsep yang kemudian dipergunakan oleh hampir setiap dinasti yang berikut. Dinasti Zhou pada asalnya memindahkan ibu kotanya ke barat di kawasan dekat Xi’an masa kini yang berhampiran dengan Sungai Kuning, dan mengawal satu siri peluasan masuk ke lembah Sungai Yangtze dari sana. Ini merupakan penghijrahan pertama antara banyak penghijrahan dari utara ke selatan dalam sejarah Cina.
Zaman Musim Bunga dan Musim Luruh
Rencana utama: Zaman Musim Bunga dan Musim Luruh
Pada abad ke-8 SM, kuasa Dinasti Zhou terpencar semasa Zaman Musim Bunga dan Musim Luruh, zaman yang dinamai sempena nama Catatan Tahunan Musim Bunga dan Musim Luruh yang terpengaruh. Dalam zaman ini, ketua-ketua tentera tempatan yang dilantik oleh Dinasti Zhou mula mempergunakan kuasa mereka untuk memperoleh hegemoni. Keadaan ini diburukkan oleh serangan-serangan daripada orang-orang di barat laut seperti Qin, dan memaksa Dinasti Zhou untuk memindahkan ibu kotanya ke timur Luoyang. Ini menandakan fasa kedua Dinasti Zhou yang besar: Zhou Timur. Di dalam setiap negeri yang muncul, tokoh-tokoh tempatan yang kuat memiliki kebanyakan kuasa politik dan meneruskan kepatuhan mereka kepada raja-raja Zhou pada nama sahaja. Umpamanya, ketua-ketua tempatan mula menggunakan gelaran-gelaran diraja pada diri sendiri. Seratus Aliran Fikiran falsafah Cina berbunga semasa zaman ini, termasuk gerakan-gerakan intelektual yang terpengaruh seperti Konfusianisme, Taoisme, Ultrakeundangan, dan Mohisme yang diasaskan sebahagian sebagai gerak balas terhadap dunia politik yang berubah-ubah. Zaman Musim Bunga dan Musim Luruh ditandakan dengan perpecahan kuasa pusat Zhou, dengan China ketika itu terdiri daripada beratus-ratus negeri, dengan sebilangannya hanya sebesar desa dengan sebuah kubu.
Zaman Negeri-negeri Berperang
Rencana utama: Zaman Negeri-negeri Berperang
Selepas pengukuhan politik yang lanjut, tujuh buah negeri yang terutama tertinggal pada akhir abad ke-5 SM, dengan tahun-tahun yang negeri-negeri ini bertempur satu sama lain dikenali sebagai Zaman Negeri-negeri Berperang. Walaupun terdapat raja Dinasti Zhou yang memerintah pada nama sahaja sehingga tahun 256 SM, baginda tidak memegang banyak kuasa yang benar. Semasa wilayah-wilayah yang berjiran dengan negeri-negeri berperang itu diilhakkan, umpamanya kawasan-kawasan di Sichuan dan Liaoning masa kini, kawasan-kawasan ini diperintah di bawah sebuah sistem pentadbiran kekomanderan dan prefektur tempatan yang baru. Sistem ini telah diamalkan sejak Zaman Musim Bunga dan Musim Luruh dan sebahagiannya masih dapat dilihat dalam sistem Sheng & Xian (provinsi dan kaunti) masa kini. Peluasan terakhir zaman ini bermula dengan pemerintahan Ying Zheng, raja Qin. Penyatuannya terhadap enam buah kuasa yang lain serta pengilhakan-pengilhakan lanjut di kawasan-kawasan Zhejiang, Fujian, Guangdong, dan Guangxi masa kini pada tahun 214 SM membolehkannya mengisytiharkan diri sebagai Maharaja Pertama (Qin Shi Huangdi). Baginda menggolongkan masyarakatnya
BUDAYA TAIWAN
Perkembangan Sejarah
中国国际广播电台Sejarah Penerokaan Taiwan
Taiwan merupakan sebahagian wilayah China yang tidak boleh dipisahkan. Dalam aspek topografi, semasa zaman kuno, Pulau Taiwan sambung dengan Tanah Besar China. Kemudiannya, disebabkan pergerakan bumi, bahagian penyambung itu turun dan berubah menjadi selat, maka Taiwan turut menjadi pulau. Terdapat banyak benda budaya yang digali di pelbagai tempat Taiwan antaranya alat batu, keramik hitam dan keramik berwarna membuktikan kebudayaan Taiwan sebelum catatan sejarah sama dengan kebudayaan di Tanah Besar China.
Berdasarkan catatan dokumen zaman kuno, pada tahun 230, Raja Negara Wu Sun Quan pernah menugaskan Jeneral Wei Wen dan Zhuge Zhi mengetuai 10 ribu askar marin tiba di Taiwan. Ini merupakan permulaan penduduk Tanah Besar China menggunakan pengetahuan maju meneroka Taiwan. Pada akhir Abad ke-6 dan awal Abad ke-7 iaitu Dinasti Sui, Raja Yangdi pernah 3 kali menghantar pegawainya ke Taiwan untuk mengadakan kajian dan membantu penduduk tempatan. Dalam tempoh kira-kira 600 tahun berikutnya iaitu semasa Dinasti Tang dan Song, untuk menghindari diri daripada keperangan dan perkhidmatan dalam tentera, terdapat ramai penduduk yang tinggal di pantai Tanah Besar China khususnya di kawasan sekitar bandar Quanzhou dan Zhangzhou, Provinsi Fujian melari ke Kepulauan Penghu atau pindah ke Pulau Taiwan. Pada tahun 1355, Dinasti Yuan secara rasmi menubuhkan “Jabatan Penghu” di Kepulauan Penghu untuk menangani pentadbiran Penghu dan Taiwan. Ini juga merupakan permulaan kerajaan Tanah Besar China menubuhkan jabatan pentadbiran khas di Taiwan.
Setelah Dinasti Ming, pertukaran antara rakyat Tanah Besar China dengan Pulau Taiwan semakin kerap. Ahli pelayar Zheng He semasa mengetuai pasukan kapal besar melawat pelbagai negara Asia Tenggara, pernah singgah di Taiwan dan memberi barangan handikraft serta hasil pertanian kepada penduduk tempatan. Pada tahun 1628, bencana kering berlaku di Provinsi Fujian sehingga rakyat jelata menderita kesukaran besar. Penduduk Fujian Encik Zheng Zhilong mengetuai puluhan ribu orang mangsa pindah ke Taiwan untuk mengadakan penerokaan secara besar-besaran.
Zheng Chenggong Ambil Alih Taiwan
Sejak pertengahan Abad ke-16, Pulau Taiwan yang indah dan kaya sumbernya mulai diceroboh penjajah barat. Pelbagai negara asing termasuk Sepanyol dan Protukal berturut-turut menyerang Taiwan, atau merampas sumber, atau secara terpaksa menyebar ajaran agama, atau secara langsung mengadakan penaklukan. Pada tahun 1642, Belanda mengalahkan Sepanyol dan menduduki bahagian utara Pulau Taiwan, dan Taiwan turut menjadi tempat penjajahan Belanda.
Penjajah Belanda mengadakan ekploitasi yang kejam terhadap rakyat Taiwan semasa penaklukannya. Rakyat Taiwan sentiasa mengekalkan perjuangan antiBelanda. Pada tahun 1662, berdasarkan bantuan rakyat Taiwan, pahlawan nasional China Zheng Chenggong berjaya mengalahkan penjajah Belanda dan mengambil balik Taiwan. Pada masa tidak lama kemudian, Zheng Chenggong kena sakit dan meninggal dunia. Anaknya Zheng Jing dan Zheng Keshuang menangani pentadbiran di Taiwan selama 22 tahun. Semasa tempoh 3 genegrasi Zheng Chenggong menangani pentadbiran di Taiwan, mereka melaksanakan banyak tindakan untuk menjana perkembangan ekonomi dan kebudayaan Taiwan antaranya menggalakkan pembuatan gula dan garam, mengembangkan industri dan perniagaan, meningkatkan perdagangan, menubuhkan sekolah dan memperbaiki cara pengeluaran pertanian etnik Gaoshan. Ini dikenali sebagai “Zaman Mingzheng” dalam sejarah penerokaan dan pembangunan Pulau Taiwan.
Dimasuki Wilayah China
Pada tahun 1683, kerajaan Dinasti Qing menyerang Pulau Taiwan dan Zheng Keshuang mengetuai tenteranya menyerah diri. Kerajaan Dinasti Qing menubuhkan satu Jabatan dan 3 Kaunti di Taiwan yang dibawah pimpinan Provinsi Fujian. Taiwan dimasuki semula dalam pentadbiran kerajaan pusat China dan penghubungannya dengan Tanah Besar dalam pelbagai bidang termasuk politik, ekonomi dan kebudayaan semakin erat. Taiwan merupakan sebahagian wilayah China yang tidak boleh dipisahkan.
Pada tahun 1885, kerajaan Dinasti Qing meningkatkan kedudukan pentadbiran Taiwan sebagai provinsi dan menugaskan Encik Liu Mingchuan sebagai gabenor pertamanya. Liu Mingchuan secara besar-besaran memanggil penduduk dari Fujian dan Guangdong pindah ke Taiwan untuk mengadakan penerokaan. Mereka menubuhkan Biro Penerokaan Pertanian, Biro Telegram, Biro Landasan Kereta Api, Biro Mesin Senjata, Biro Perdagangan, Biro Minyak dan Lombong serta Biro Penebangan Kayu Balak, membina benteng meriam, mengubahsuai pertahanan, membina kemudahan bekalan tenaga elektrik, menubuhkan perkhidmatan pos, membina landasan kereta api dan kapal, mengembangkan industri dan komersial, menubuhkan sekolah China dan barat, menggalakkkan pendidikan dan lain-lain.
Zaman Penaklukan Jepun
Mulai pertengahan Abad ke-19, Jepun melancarkan “Pembaharuan Meiji” dan memulakan pembangunan masyarakat kapitalisme. Pada tahun 1894, Jepun melancarkan Perang China-Jepun yang juga disebut sebagai Perang Jiawu. Kerajaan Dinasti Qing China yang dikalahkan terpaksa memeterai “Perjanjian Maguan” yang terhina dan menyerah Pulau Taiwan dan Kepulauan Penghu kepada Jepun. Taiwan mulai menjadi tempatan penjajahan Jepun selama 50 tahun.
Setelah menaklukkan Taiwan, Jepun menubuhkan Jabatan Gabenor di bandar Taipei sebagai badan tertinggi memerintah Taiwan, dan menubuhkan jabatan pekan dan mukim di pelbagai tempat untuk melaksanakan pemerintahan penjajahan serta pendidikan “Bersetia terhadap Mikado”. Serentak itu, untuk menjana perkembangan ekonomi negara sendiri, Jepun menetapkan Taiwan sebagai pangkalan pertanian dan pemprosesan hasil pertanian. Maka industri pemprosesan dan pengangkutan beransur-ansur berkembang di Taiwan. Semasa Perang Dunia ke-2, untuk menyediakan bantuan dalam pelaksanaan dasar menyerang selatan, Jepun meningkatkan pembangunan pelbagai industri persenjataan di Taiwan.
Pemisahan
Berdasarkan fakta sejarah, perjanjian antarabangsa yang ditandatangani semasa Perang Dunia ke-2 memastikan semula Taiwan sebahagian wilayah yang tidak boleh dipisahkan dari Tanah Besar China. Pada 1 Disember 1943, ketiga-tiga negara China, A.S. dan Britain bersama-sama menandatangani “Perisytihran Kahirah” yang menetapkan “Wilayah China yang diambil oleh Jepun seperti Manzhou, Taiwan, Penghu dan lain-lain harus dikembalikan kepada China”. Pada 26, Julai 1945, ketiga-tiga negara China, A.S. dan Britain serta bekas Soviet Union menandatangani “Pengumuman Potsdam” yang menegaskan semula bahawa “Pasal ‘Perisytiharan Kahirah’ mesti dilaksanakan”.
Pada 15 Ogos 1945, Jepun mengumumkan menerima semua pasal “Pengumuman Potsdam” dan menyerah diri tanpa syarat. Pada 25 Oktober 1945, kerajaan China mengadakan upacara di Taipei menerima Jepun menyerah diri. Bagaimanapun setelah Taiwan diambil balik, pihak berkuasa Parti Kuomintang mengambil dasar salah dan melaksanakan pemerintahan diktator ketenteraan terhadap rakyat Taiwan. Selain itu, rasuah semakin serius sehingga memperhebat konflik dengan rakyat Taiwan. Pada 28 Februari 1947, rakyat Taiwan mencetuskan pemberontakan bersenjata yang menentang pemerintahan Parti Kuomintang. Kerajaan Parti Koumintang menghantar tentera mendarat di bandar Jilong untuk memindas pemberontakan tersebut. Seramai lebih 30 ribu orang terbunuh dan ini disebut sebagai “Peristiwa 2 Februari”.
Pada 1 Oktober 1949, Parti Komunis China mengetuai rakyat China menggulingkan pemerintahan Parti Kuomintang dan menubuhkan China baru. Pada saat sebelum Tanah Besar China dibebaskan, Jiang Jieshi dan sejumlah pegawai Parti Kuomintang melarikan diri ke Taiwan dan menubuhkan kerajaan tempatan berdasarkan sokongan A.S.. Maka Pulau Taiwan sekali lagi dipisahkan dari Tanah Besar China.
April 4th, 2007 at 8:29 pm
1. BUDAYA SUKU DAYAK
Tradisi Dayak Tomon di Rimba Belantikan
Suku Dayak adalah salah satu suku yang mendominasi pulau Kalimantan dan sangat kaya akan budaya serta tradisi. Yayasan Orangutan Indonesia (Yayorin) melakukan kegiatan studi pendahuluan untuk penggalian potensi sumberdaya (hutan) dan sosial ekonomi budaya masyarakat di tiga wilayah desa bagian hulu kawasan Belantikan, hulu dan pengamatan singkat wilayah desa di sepanjang alur sungai Belantikan di bagian hilar. Sebagian masyarakat yang ada tersebar di wilayah ini memperlihatkan budaya dan tradisi yang dijalankan masing-masing desa, dengan praktik yang berbeda, namun ternyata mempunyai arti dan maksud yang sama.
Oleh Eddy Santoso
Tomon artinya, mengerti berbagai ucapan atau dialek yang keluar dari setiap perkataan, atau pembicaraan dalam berbagai ragam bahasa suku Dayak yang ada di Kalimantan. Nama ini kemudian ditabalkan pada suku yang hidup dan tinggal menghuni pedalaman rimba Belantikan, yang ada di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah. Letak kawasan Dayak Tomon, terbentang di 15 desa (dari Desa Nanga Belantikan yang ada di hilir yang bermuara pada Sungai Lamandau hingga ke Desa Petarikan yang letaknya di bagian hulu Sungai Belantikan). Dayak Tomon merupakan salah satu sub suku Dayak Malayic yang ada di Kalimantan dan tersebar di kawasan belantara Belantikan dengan luas kurang lebih 450.000 ha.
Mereka memiliki pola hidup sebagai penjelajah rimba, dimana kehidupan mereka tak lepas dari aktivitas pembukaan lahan hutan untuk dijadikan ladang yang pada suatu saat nanti dijadikan sebuah perkampungan baru dan berburu satwa di hutan. Kebutuhan hidup masyarakatnya sebagian besar masih menggantungkan sepenuhnya dari keberadaan sumberdaya hutan.
Otomatis, masyarakat Tomon mempraktikkan perladangan berpindah yang didahului dengan pembukaan lahan hutan, tradisi ini telah menjadi sebuah kebiasaan yang dilakukan oleh suku ini, seperti halnya juga masyarakat dayak yang lain– khususnya yang ada di pedalaman — mempunyai kebiasaan ini sejak dahulu. Ladang berpindah, menurut mereka adalah salah satu cara untuk menjaga sistem kesuburan tanah yang ada, seperti yang mereka katakan –bahwa daratan Kalimantan tidak sesubur daratan yang ada seperti di Pulau Sumatera ataupun Jawa dan Bali.
Alasan ini memang ada benarnya, oleh sebab itulah kajian penting para ilmuwan pertanian untuk mengupayakan strategi pengelolaan lahan yang kurang subur ini harus diadakan, aga kegiatan perladangan berpindah– yang harus membuka lahan hutan baru—dapat diatasi. Akhir-akhir ini banyak kegiatan yang dilakukan untuk upaya ke arah pengelolaan lahan tersebut oleh beberapa LSM yang bergerak memberikan berbagai ilmu tentang cara bertani dan mengolah lahan yang telah ada dan tidak harus membuka lahan baru. Dengan mengikuti keaarifan mereka, maka lahan ladang yang tidak digunakan lagi dapat ditanami dengan rotan atau tanaman buah-buahan, seperti durian, duku ataupun langsat.
Berdasarkan informasi masyarakat dayak Tomon di tiga desa bagian hulu Sungai Belantikan dari enam jenis tanaman rotan yang mereka budidayakan, yang paling berkualitas hanya tiga: rotan saga, rotan tajam dan rotan buluh. Ketiga jenis rotan tersebut pemanenannya dilakukan bila usia rotan sudah mencapai 10-15 tahun dan pemanfatannya untuk dijual ke pengumpul lokal dan dikirim ke pengumpul besar di Sampit (Kotawaringin Timur) atau pun langsung ke Surabaya. Selain itu rotan ini menjadi bahan untuk kerajinan tangan dalam bentuk alat atau wadah tempat menyimpan sesuatu benda, diantaranya berupa tempat menanak nasi, tudung kepala dan tas keranjang,
Salah satu budaya dan hampir tidak bisa dirubah adalah kegiatan perburuan satwa liar di hutan. Suku Tomon menjadikan kegiatan berburu sebagai sebuah tradisi. Biasanya satwa liar yang mereka buru dan dagingnya digemari oleh hampir semua masyarakat suku penghuni rimba Belantikan ini adalah babi hutan. Walau terkadang mereka melakukan perburuan terhadap satwa liar lainnya, seperti rusa, pelanduk napu, kijang, landak, kalong dan berbagai jenis burung termasuk katak dan ular. Sungai yang mengalir di kawasan ini juga menyediakan sumber ikan sebagai tambahan lauk untuk hidangan menu makan mereka.
Budaya lainnya yang ditemukan di kehidupan masyarakat Dayak Tomon yang kebanyakan merupakan tradisi yang diwariskan oleh nenek moyang atau pendahulu-pendahulu mereka secara turun temurun, diantaranya adalah tewah, yaitu kegiatan ritual upacara kematian. Disampint itu ada pula ritual pesta pernikahan, ritual masa tanam dan masa panen yang kemudian diikuti upacara ritual penyimpanan padi di lumbung. Ritual lainnya adalah pengobatan yang mereka sebut ritual bobolin, penyambutan tamu benaik benaki dan ritual panunggu laman, yaitu upacara pemberian penghormatan pada roh penunggu laman atau kampung agar roh tersebut tidak memberikan kesulitan dalam aktivitas mereka.
Budaya lainnya yang dimiliki suku ini dan menjadi suatu keunikan budaya, yaitu kebiasaan atau tradisi minum tuak dan arak. Tuak adalah minuman melalui proses fermentasi peragian beras ketan yang dibuat oleh kaum wanitanya. Minuman ini biasaya dibuat oleh kaum ibu untuk dijual dan sebagai suguhan minuman pada acara kegiatan ritual tersebut. Terkadang dijumpai di dalam suatu ritual adat bahwa semua generasi pasti mencoba minuman beralkohol itu.
2. BUDAYA KOREA
Budaya Perkawinan
Kebudayaan garis keluarga di Korea adalah berdasarkan atas sistem Patrilinial. Pria memegang peranan penting dalam kesejahteraan keluarkan dan diwajibkan untuk bekerja. Wanita diperbolehkan untuk bekerja hanya kalau diperbolehkan oleh suami atau jika hasil kerja suaminya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Tugas utama wanita adalah untuk mengasuh anak dan menjaga rumah.
Budaya perkawinan Korea sangat menghormati kesetiaan. Para janda, walaupun jika suami mereka mati muda, tidak dizinkan menikah lagi dan harus mengabdikan hidupnya untuk melayani orang tua dari suaminya. Begitu juga yang terjadi pada seorang duda yang harus melayani orang tua dari istrinya walaupun istrinya tersebut mati muda.
Budaya dalam Hal Keturunan
Dalam budaya Korea , keturunan atau anak dianggap sebagai sebuah anugerah yang amat besar dari Tuhan. Oleh karena itu, setiap keluarga disarankan untuk memiliki paling tidak seorang keturunan. Oleh karena budaya yang amat menghormati anugerah Tuhan tersebut, aborsi yang bersifat sengaja akan diberikan hukuman yang amat berat secara adapt, yaitu hukuman mati kepada sang Ibu dan orang lain yang mungkin terlibat di dalamnya, seperti suaminya (jika suaminya yang memaksa), dokter (jika dokter yang memberikan sarana untuk aborsi), dan lain-lain. Akan tetapi, secara hukum, tidak akan diadakan hukuman mati. Hukuman mati biasanya hanya dilaksanakan di daerah pedalaman Korea di mana adat masih berpengaruh secara kuat.
Pembagian harta warisan dalam budaya ini amatlah adil. Tanpa memperdulikan jenis kelamin, keturunan dari seseorang akan mendapatkan pembagian harta dengan jumlah yang sama dengan saudara-saudaranya. Akan tetapi, dalam prakteknya ini tidak selalu terjadi. Kebanyakan orang tua menyisihkan lebih banyak harta warisan kepada anak tertua mereka.
Budaya Makanan
Dalam budaya Korea , ada satu makanan khas yang memiliki suatu arti yang tidak dimiliki oleh makanan lainnya. Makanan ini disebut kimchi. Di setiap session makanan, ketidakberadaan kimchi akan memberikan kesan tidak lengkap.
Kimchi adalah suatu makanan yang biasanya merupakan sayuran yang rendah kalori dengan kadar serat yang tinggi (misalnya bawang, kacang panjang, selada, dan lain-lain) yang dimasak sedemikian rupa dengan bumbu dan rempah-rempah sehingga menghasilkan rasa yang unik dan biasanya pedas. Dalam kenyataannya (menurut hasil penelitian kesehatan WHO), jenis-jenis kimchi memiliki total gizi yang jauh lebih tinggi dari buah manapun.
Hal yang membuat kimchi menjadi makanan yang spesial ada banyak faktornya. Faktor pertama adalah pembuatannya. Kimchi (dalam hal ini adalah kimchi yang dihidangkan untuk acara-acara spesial, bukan kimchi untuk acara makan biasa dan sehari-hari) dibuat oleh wanita dari keluarga bersangkutan yang mengadakan acara tersebut dan hanya bisa dibuat pada hari di mana acara tersebut dilaksanakan. Semakin banyak wanita yang turut membantu dalam pembuatan kimchi ini, semakin “bermakna” pula kimchi tersebut. Kimchi juga merupakan faktor penentu kepintaran atau kehebatan seorang wanita dalam memasak. Konon katanya, jika seorang wanita mampu membuat kimchi yang enak, tidak diragukan lagi kemampuan wanita tersebut dalam memasak makanan lain. Faktor ketiga adalah asal mula kimchi. Kimchi pada awalnya dibuat oleh permaisuri dari Raja Sejong sebagai hidangan untuk perayaan Sesi.
Kebiasaan / Tradisi, Kesenian, Bahasa
Kebiasaan / Tradisi
Ada sebuah tradisi / kebiasaan yang cukup terkenal di Korea. Tradisi ini dinamakan “sesi custom”. Tradisi sesi dilaksanakan sekali setiap tahun. Sesi adalah sebuah tradisi untuk mengakselerasikan ritme dari sebuah lingkaran kehidupan tahunan sehingga seseorang dapat lebih maju di lingkaran kehidupan tahun berikutnya.
Tradisi sesi dilaksanakan berdasarkan kalender bulan (Lunar Calender). Matahari, menurut adat Korea , tidak menunjukkan suatu karakteristik musiman. Akan tetapi, Bulan menunjukkan suatu perbedaan melalui perubahan fase bulan. Oleh karena itu, lebih mudah membedakan adanya perubahan musim atau waktu melalui fase bulan yang dilihat.
Dalam tradisi sesi, ada lima dewa yang disembah, yaitu irwolseongsin (dewa matahari bulan dan bintang), sancheonsin (dewa gunung dan sungai), yongwangsin (raja naga), seonangsin (dewa kekuasaan), dan gasin (dewa rumah). Kelima dewa ini disembah karena dianggap dapat mengubah nasib dan keberuntungan seseorang.
Pada hari di mana sesi dilaksanakan, akan diadakan sebuah acara makan malam antar sesama keluarga yang pertalian darahnya dekat (orang tua dengan anaknya). Acara makan wajib diawali dengan kimchi dan lalu dilanjutkan dengan “complete food session”.
Ada juga mitos lain dalam memperoleh keberuntungan menurut tradisi Korea, antara lain “nut cracking” yaitu memecahkan kulit kacang-kacangan yang keras pada malam purnama pertama tahun baru, “treading on the bridge” yaitu berjalan dengan sangat santai melewati jembatan di bawah bulan purnama pada malam purnama pertama tahun baru yang katanya dapat membuat kaki kita kuat sepanjang tahun, dan “hanging a lucky rice scoop” yaitu menggantungkan skop (sendok) pengambil nasi di sebuah jendela yang katanya akan memberi beras yang melimpah sepanjang tahun.
Kesenian
Kesenian tradisional di Korea, dalam hal ini musik dan tarian, diperuntukkan khusus sebagai suatu bagian dalam penyembahan “ lima dewa”.
Ada beberapa alat musik tradisional yang digunakan, misalnya hyeonhakgeum (sejenis alat musik berwarna hitam yang bentuknya seperti pipa dengan tujuh buah senar) dan gayageum (alat musik mirip hyeonhakgum tetapi bentuk, struktur, corak, dan cara memainkannya berbeda dan memiliki dua belas buah senar).
Tarian tradisional yang cukup terkenal di Korea antara lain cheoyongmu (tarian topeng), hakchum (tarian perang), dan chunaengjeon (tarian musim semi). Tarian chunaengjeon ditarikan sebagai tanda terima kasih kepada dewa irwolseongsin dan dewa sancheonsin atas panen yang berhasil.
Bahasa
Bahasa yang digunakan di Korea adalah bahasa Korea . Penulisan bahasa Korea dinamakan Hangeul. Hangeul diciptakan oleh Raja Sejong pada abad ke 15. Hangeul terdiri dari 10 huruf vokal dan 14 konsonan yang bisa dikombinasikan menjadi banyak sekali huruf-huruf dalam bahasa Korea . Hangeul sangat mudah dibaca dan dipelajari. Hangeul juga dianggap sebagai bahasa tulisan yang paling sistematik dan scientific di dunia. Berikut adalah contoh Hangeul.
3. BUDAYA JEPANG
Tradisi penamaan di Jepang
Nama di Jepang terdiri dari dua bagian : family name dan first name. Nama ini harus dicatatkan di kantor pemerintahan (kuyakusho), selambat-lambatnya 14 hari setelah seorang bayi dilahirkan. Semua orang di Jepang kecuali keluarga kaisar, memiliki nama keluarga. Tradisi pemakaian nama keluarga ini berlaku sejak jaman restorasi Meiji, sedangkan di era sebelumnya umumnya masyarakat biasa tidak memiliki nama keluarga. Sejak restorasi meiji, nama keluarga menjadi keharusan di Jepang. Dewasa ini ada sekitar 100 ribu nama keluarga di Jepang, dan diantaranya yang paling populer adalah Satou dan Suzuki. Jika seorang wanita menikah, maka dia akan berganti nama keluarga, mengikuti nama suaminya. Namun demikian, banyak juga wanita karir yang tetap mempertahankan nama keluarganya. Dari survey yang dilakukan pemerintah tahun 1997, sekitar 33% dari responden menginginkan agar walaupun menikah, mereka diizinkan untuk tidak berganti nama keluarga [2]. Hal ini terjadi karena pengaruh struktur masyarakat yang bergeser dari konsep “ie”(家) dalam tradisi keluarga Jepang. Semakin banyak generasi muda yang tinggal di kota besar, sehingga umumnya menjadi keluarga inti (ayah, ibu dan anak), dan tidak ada keharusan seorang wanita setelah menikah kemudian tinggal di rumah keluarga suami. Tradisi di Jepang dalam memilih first name, dengan memperhatikan makna huruf Kanji, dan jumlah stroke, diiringi dengan harapan atau doa bagi kebaikan si anak.
2.2 Tradisi penamaan di Indonesia
Adapun masyarakat di Indonesia tidak semua suku memiliki tradisi nama keluarga. Masyarakat Jawa misalnya, tidak memiliki nama keluarga. Tetapi suku di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi memiliki nama keluarga. Dari nama seseorang, kita dapat memperkirakan dari suku mana dia berasal, agama apa yang dianut dsb. Berikut karakteristik nama tiap suku di Indonesia
Suku Jawa (sekitar 45% dari seluruh populasi) : biasanya diawali dengan Su (untuk laki-laki) atau Sri (untuk perempuan), dan memakai vokal “o”. Contoh : Sukarno, Suharto, Susilo, Joko, Anto, Sri Miranti, Sri Ningsih.
Suku Sunda(sekitar 14% dari seluruh populasi) : banyak yang memiliki perulangan suku kata. Misalnya Dadang, Titin, Iis, Cecep
Suku Batak : beberapa contoh nama marga antara lain Harahap, Nasution.
Suku Minahasa : beberapa contoh nama marga antara lain Pinontoan, Ratulangi.
Suku Bali : Ketut, Made, Putu, Wayan dsb. Nama ini menunjukkan urutan, bukan merupakan nama keluarga.
Selain nama yang berasal dari tradisi suku, banyak nama yang diambil dari pengaruh agama. Misalnya umat Islam : Abdurrahman Wahid, Abdullah, dsb. Sedangkan umat Katolik biasanya memakai nama baptis : Fransiskus, Bonivasius, Agustinus, dsb.
April 4th, 2007 at 8:40 pm
Chinese Tea Appreciation Class
Back to Section Index
A Chinese tea cup may look small, but it holds a great deal more than tea and water. As you listen to Mr Ip you might believe you are sipping the distillation of thousands of years of Chinese culture. He’ll tell you not only about tea, but also the intricate rituals involved in drinking it.
Tea appreciation encompasses not only an understanding of the important qualities of this revered leaf, but also the contemplative thoughts that tea drinking has inspired throughout Chinese history.
Mr Ip has a fine arts degree and a fascination for Chinese culture that extends beyond art. He founded a teahouse 10 years ago and named it Lock Cha which translate as pleasure of, or love for tea. Mr Ip helped the late Dr KS Lo put together a collection of rare teapots that became the core display at the Flagstaff House Museum of Tea Ware located next to Mr Ip’s tea shop in Hong Kong Park.
Through this class, Mr Ip will introduce you to the many varieties of tea, its proper preparation and tea-drinking etiquette. You will see for yourself why the ancient saying holds true: “Life is like tea. The longer it steeps, the richer it becomes.”
Web Japan > Kids Web Japan > Explore Japan > Culture
Culture
——————————————————————————–
Japan has absorbed many ideas from other countries over the course of its history, including technology, customs, and forms of cultural expression, and has developed its unique culture while integrating these imports. The Japanese lifestyle today is a rich blend of Asian-influenced traditional culture and Western-influenced modern culture.
TRADITIONAL CULTURE
Traditional performing arts that continue to thrive in Japan today include kabuki, noh, kyogen, and bunraku.
Kabuki is a form of classical theater that evolved in the early seventeenth century. It is characterized by the rhythm of the lines spoken by the actors, extravagant costumes, flamboyant makeup (kumadori), and the use of mechanical devices to achieve special effects on stage. The makeup accentuates the personalities and moods of the characters. Most plays draw on medieval or Edo period themes, and all the actors, even those playing female roles, are men.
A scene from the noh play Dojoji (Kin-no-Hoshi, Watanabe Shashinjo)
Noh is Japan’s oldest form of musical theater. The story is told not just through dialogue but also through utai (singing), hayashi (musical accompaniment), and dance. Another feature is that the leading actor, dressed in a colorful costume of embroidered silk, usually wears a lacquered wooden mask. The masks depict such characters as an old man, a young or old woman, a divine figure, a ghost, and a young boy.
Kyogen is a type of classical comic theater that is performed with highly stylized actions and lines. It is staged between noh performances, although it is now sometimes performed in its own right.
Bunraku, which became popular around the end of the sixteenth century, is a kind of puppet theater that is performed to the accompaniment of narrative singing and music played on the shamisen (a three-stringed instrument). Bunraku is known as one of the world’s most refined forms of puppet theater.
Sado, or chado, a traditional way of preparing and having tea (JNTO)
Other traditional arts, such as the tea ceremony and ikebana, live on as part of the everyday lives of Japanese people. The tea ceremony (sado or chado) is a highly structured method of preparing green tea. But there is far more to sado than the ritual making and serving of tea. It is a profound total art that requires a wide range of knowledge and a delicate sensitivity. Sado also explores the purpose of life and encourages an appreciation of nature.
Ikenobo-style ikebana, or flower art
Japanese flower arrangement (ikebana), which evolved in Japan over seven centuries, has its origin in early Buddhist flower offerings. This art is distinguished from purely decorative use of flowers by the extreme care taken in choosing every element of each work, including the plant material, the container, where each branch and flower is placed, and how the branches relate to the container and the surrounding space.
MODERN CULTURE
Classical music was brought to Japan from the West and enjoys a broad following. Concerts are held all over the country. Japan has also produced many conductors (such as Ozawa Seiji), pianists, and violinists who perform around the world.
Since Kurosawa Akira won the Golden Lion Award at the Venice Film Festival in 1951, Japanese cinema has been the focus of global attention, and works by great directors like Mizoguchi Kenji and Ozu Yasujiro have been widely hailed. More recently, Kitano Takeshi won the Golden Lion Award at the 1997 Venice Film Festival with HANA-BI and the best director award at the 2003 festival with Zatoichi.
Howl’s Moving Castle by Miyazaki Hayao (2004 Nibariki-GNDDDT)
Japanese anime (animated shows), which have been entertaining Japanese children since the 1960s, are now exported all over the world, and series like Astro Boy, Doraemon, Sailor Moon, and Dragonball Z are now global children’s favorites. Meanwhile, director Miyazaki Hayao’s Spirited Away won the Oscar for best animated feature in 2003, and Howl’s Moving Castle was chosen for the Osella Award at the 2004 Venice Film Festival.
In literature, Japanese Nobel Prize winners include Kawabata Yasunari and Oe Kenzaburo, while the works of more modern authors like Murakami Haruki and Yoshimoto Banana are popular among young Japanese and have been translated into many languages.
——————————————————————————–
What is the tea ceremony?
What are ukiyo-e ?
What kind of traditional musical instruments are there in Japan?
What is ikebana ?
What sort of Japanese people have won Nobel Prizes?
What religions do Japanese people practice?
Singapura
Penduduk
Singapura memberikan contoh yang baik tentang bagaimana masyarakat suku dan kepercayaan yang berbeda dapat hidup dan bekerjasama dalam lingkungan yang harmonis dengan kebudayaan yang mereka miliki masing-masing.
Dalam masa 10 tahun, etnis China, etnis India, etnis Malaysia, Indonesia dan orang Asia tinggal memenuhi pulau itu, asal daerah baru mereka banyak dengan sumber penghasilan yang penting - bekerja keras, beradaptasi dan bekerja dengan penuh keuletan.
Dengan beragam kebudayaan memperkaya cara hidup di Singapura dengan setiap kelompok yang mempunyai tradisi yang unik, masakan yang enak, busana yang menarik, perayaan-perayaan dan kepercayaan-kepercayaan.
Etnis China, populasinya mencapai 76 %, datang dari hampir setiap propinsi di China, dengan membawa variasi kebudayaan mereka yang luas dan masakan dan karakter mereka yang keras terhadap lingkungan keluarganya.
Etnis Malaysia, populasinya hanya mencapai lebih dari 15 %, kekuatan yang sangat berarti di Singapura. Kualitasnya hampir mencapai dari kekuatan masyarakatnya, masakan mereka sangat pedas dan agama Islam sangat dihargai.
Etnis India, populasinya mencapai 6,5 %, bagian masyarakat Singapura yang memiliki rasa kekeluargaan yang erat, menyukai busana yang penuh dengan aneka warna, dan makan mereka lezat dan perayaan-perayaan keagamaan yang sangat menyolok.
Tradisi dan warisan artistik dari masyarakat ini hidup dalam ketenangan dalam satu etnis didaerah Chinatown, Arab Street dan Little India. Dan, masyarakat Singapura datang dari latar belakang etnis yang berbeda, mereka akan menuju kepada beberapa tujuan yang sama - mencintai sesama saudara, gemar untuk bekerja keras dan bangga kepada daerah asalnya.
Jumlah dari kekayaan campuran beberapa ras orang eropa tumbuh dengan pesat ditambah kelompok besar imigran, dan gambaran sesungguhnya dari keistimewaan negara Singapura dimulai dengan munculnya kebudaya yang berbeda.
Singapura memiliki empat bahasa pengantar - Inggris, Mandarin, Malaysia dan India. Banyak orang Singapura sedikitnya menguasai dua bahasa - salah satunya bahasa Inggris.
Masyarakat yang berbeda-beda, kebudayaan yang bermacam-macam, dapat hidup secara harmonis. Kegiatan seperti kampanye budi bahasa yang menimbulkan keharmonisan ini. Terkenal sejak tahun 1979, kegiatan kebersamaan ini membawa Singapura pada pengembangan budi bahasa. Hasilnya membuat Singapura mendapat sambutan hangat , tempat yang bersahabat untuk penduduk dan pengunjung.
Untuk Informasi lebih lanjut tentang negara dan penduduknya:
- Sejarah
- Fasilitas Kesehatan
- Komunikasi
back to content page
——————————————————————————–
This page : http://www.asiamaya.com/panduasia/singapura/e-01land/es-lan11.htm
Copyright Asiamaya.com 2000
PT Asiamaya Dotcom Indonesia
April 4th, 2007 at 8:42 pm
1. BUDAYA DAYAK
Tradisi Dayak Tomon di Rimba Belantikan
Suku Dayak adalah salah satu suku yang mendominasi pulau Kalimantan dan sangat kaya akan budaya serta tradisi. Yayasan Orangutan Indonesia (Yayorin) melakukan kegiatan studi pendahuluan untuk penggalian potensi sumberdaya (hutan) dan sosial ekonomi budaya masyarakat di tiga wilayah desa bagian hulu kawasan Belantikan, hulu dan pengamatan singkat wilayah desa di sepanjang alur sungai Belantikan di bagian hilar. Sebagian masyarakat yang ada tersebar di wilayah ini memperlihatkan budaya dan tradisi yang dijalankan masing-masing desa, dengan praktik yang berbeda, namun ternyata mempunyai arti dan maksud yang sama.
Oleh Eddy Santoso
Tomon artinya, mengerti berbagai ucapan atau dialek yang keluar dari setiap perkataan, atau pembicaraan dalam berbagai ragam bahasa suku Dayak yang ada di Kalimantan. Nama ini kemudian ditabalkan pada suku yang hidup dan tinggal menghuni pedalaman rimba Belantikan, yang ada di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah. Letak kawasan Dayak Tomon, terbentang di 15 desa (dari Desa Nanga Belantikan yang ada di hilir yang bermuara pada Sungai Lamandau hingga ke Desa Petarikan yang letaknya di bagian hulu Sungai Belantikan). Dayak Tomon merupakan salah satu sub suku Dayak Malayic yang ada di Kalimantan dan tersebar di kawasan belantara Belantikan dengan luas kurang lebih 450.000 ha.
Mereka memiliki pola hidup sebagai penjelajah rimba, dimana kehidupan mereka tak lepas dari aktivitas pembukaan lahan hutan untuk dijadikan ladang yang pada suatu saat nanti dijadikan sebuah perkampungan baru dan berburu satwa di hutan. Kebutuhan hidup masyarakatnya sebagian besar masih menggantungkan sepenuhnya dari keberadaan sumberdaya hutan.
Otomatis, masyarakat Tomon mempraktikkan perladangan berpindah yang didahului dengan pembukaan lahan hutan, tradisi ini telah menjadi sebuah kebiasaan yang dilakukan oleh suku ini, seperti halnya juga masyarakat dayak yang lain– khususnya yang ada di pedalaman — mempunyai kebiasaan ini sejak dahulu. Ladang berpindah, menurut mereka adalah salah satu cara untuk menjaga sistem kesuburan tanah yang ada, seperti yang mereka katakan –bahwa daratan Kalimantan tidak sesubur daratan yang ada seperti di Pulau Sumatera ataupun Jawa dan Bali.
Alasan ini memang ada benarnya, oleh sebab itulah kajian penting para ilmuwan pertanian untuk mengupayakan strategi pengelolaan lahan yang kurang subur ini harus diadakan, aga kegiatan perladangan berpindah– yang harus membuka lahan hutan baru—dapat diatasi. Akhir-akhir ini banyak kegiatan yang dilakukan untuk upaya ke arah pengelolaan lahan tersebut oleh beberapa LSM yang bergerak memberikan berbagai ilmu tentang cara bertani dan mengolah lahan yang telah ada dan tidak harus membuka lahan baru. Dengan mengikuti keaarifan mereka, maka lahan ladang yang tidak digunakan lagi dapat ditanami dengan rotan atau tanaman buah-buahan, seperti durian, duku ataupun langsat.
Berdasarkan informasi masyarakat dayak Tomon di tiga desa bagian hulu Sungai Belantikan dari enam jenis tanaman rotan yang mereka budidayakan, yang paling berkualitas hanya tiga: rotan saga, rotan tajam dan rotan buluh. Ketiga jenis rotan tersebut pemanenannya dilakukan bila usia rotan sudah mencapai 10-15 tahun dan pemanfatannya untuk dijual ke pengumpul lokal dan dikirim ke pengumpul besar di Sampit (Kotawaringin Timur) atau pun langsung ke Surabaya. Selain itu rotan ini menjadi bahan untuk kerajinan tangan dalam bentuk alat atau wadah tempat menyimpan sesuatu benda, diantaranya berupa tempat menanak nasi, tudung kepala dan tas keranjang,
Salah satu budaya dan hampir tidak bisa dirubah adalah kegiatan perburuan satwa liar di hutan. Suku Tomon menjadikan kegiatan berburu sebagai sebuah tradisi. Biasanya satwa liar yang mereka buru dan dagingnya digemari oleh hampir semua masyarakat suku penghuni rimba Belantikan ini adalah babi hutan. Walau terkadang mereka melakukan perburuan terhadap satwa liar lainnya, seperti rusa, pelanduk napu, kijang, landak, kalong dan berbagai jenis burung termasuk katak dan ular. Sungai yang mengalir di kawasan ini juga menyediakan sumber ikan sebagai tambahan lauk untuk hidangan menu makan mereka.
Budaya lainnya yang ditemukan di kehidupan masyarakat Dayak Tomon yang kebanyakan merupakan tradisi yang diwariskan oleh nenek moyang atau pendahulu-pendahulu mereka secara turun temurun, diantaranya adalah tewah, yaitu kegiatan ritual upacara kematian. Disampint itu ada pula ritual pesta pernikahan, ritual masa tanam dan masa panen yang kemudian diikuti upacara ritual penyimpanan padi di lumbung. Ritual lainnya adalah pengobatan yang mereka sebut ritual bobolin, penyambutan tamu benaik benaki dan ritual panunggu laman, yaitu upacara pemberian penghormatan pada roh penunggu laman atau kampung agar roh tersebut tidak memberikan kesulitan dalam aktivitas mereka.
Budaya lainnya yang dimiliki suku ini dan menjadi suatu keunikan budaya, yaitu kebiasaan atau tradisi minum tuak dan arak. Tuak adalah minuman melalui proses fermentasi peragian beras ketan yang dibuat oleh kaum wanitanya. Minuman ini biasaya dibuat oleh kaum ibu untuk dijual dan sebagai suguhan minuman pada acara kegiatan ritual tersebut. Terkadang dijumpai di dalam suatu ritual adat bahwa semua generasi pasti mencoba minuman beralkohol itu.
2. BUDAYAAN KOREA
Budaya Perkawinan
Kebudayaan garis keluarga di Korea adalah berdasarkan atas sistem Patrilinial. Pria memegang peranan penting dalam kesejahteraan keluarkan dan diwajibkan untuk bekerja. Wanita diperbolehkan untuk bekerja hanya kalau diperbolehkan oleh suami atau jika hasil kerja suaminya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Tugas utama wanita adalah untuk mengasuh anak dan menjaga rumah.
Budaya perkawinan Korea sangat menghormati kesetiaan. Para janda, walaupun jika suami mereka mati muda, tidak dizinkan menikah lagi dan harus mengabdikan hidupnya untuk melayani orang tua dari suaminya. Begitu juga yang terjadi pada seorang duda yang harus melayani orang tua dari istrinya walaupun istrinya tersebut mati muda.
Budaya dalam Hal Keturunan
Dalam budaya Korea , keturunan atau anak dianggap sebagai sebuah anugerah yang amat besar dari Tuhan. Oleh karena itu, setiap keluarga disarankan untuk memiliki paling tidak seorang keturunan. Oleh karena budaya yang amat menghormati anugerah Tuhan tersebut, aborsi yang bersifat sengaja akan diberikan hukuman yang amat berat secara adapt, yaitu hukuman mati kepada sang Ibu dan orang lain yang mungkin terlibat di dalamnya, seperti suaminya (jika suaminya yang memaksa), dokter (jika dokter yang memberikan sarana untuk aborsi), dan lain-lain. Akan tetapi, secara hukum, tidak akan diadakan hukuman mati. Hukuman mati biasanya hanya dilaksanakan di daerah pedalaman Korea di mana adat masih berpengaruh secara kuat.
Pembagian harta warisan dalam budaya ini amatlah adil. Tanpa memperdulikan jenis kelamin, keturunan dari seseorang akan mendapatkan pembagian harta dengan jumlah yang sama dengan saudara-saudaranya. Akan tetapi, dalam prakteknya ini tidak selalu terjadi. Kebanyakan orang tua menyisihkan lebih banyak harta warisan kepada anak tertua mereka.
Budaya Makanan
Dalam budaya Korea , ada satu makanan khas yang memiliki suatu arti yang tidak dimiliki oleh makanan lainnya. Makanan ini disebut kimchi. Di setiap session makanan, ketidakberadaan kimchi akan memberikan kesan tidak lengkap.
Kimchi adalah suatu makanan yang biasanya merupakan sayuran yang rendah kalori dengan kadar serat yang tinggi (misalnya bawang, kacang panjang, selada, dan lain-lain) yang dimasak sedemikian rupa dengan bumbu dan rempah-rempah sehingga menghasilkan rasa yang unik dan biasanya pedas. Dalam kenyataannya (menurut hasil penelitian kesehatan WHO), jenis-jenis kimchi memiliki total gizi yang jauh lebih tinggi dari buah manapun.
Hal yang membuat kimchi menjadi makanan yang spesial ada banyak faktornya. Faktor pertama adalah pembuatannya. Kimchi (dalam hal ini adalah kimchi yang dihidangkan untuk acara-acara spesial, bukan kimchi untuk acara makan biasa dan sehari-hari) dibuat oleh wanita dari keluarga bersangkutan yang mengadakan acara tersebut dan hanya bisa dibuat pada hari di mana acara tersebut dilaksanakan. Semakin banyak wanita yang turut membantu dalam pembuatan kimchi ini, semakin “bermakna” pula kimchi tersebut. Kimchi juga merupakan faktor penentu kepintaran atau kehebatan seorang wanita dalam memasak. Konon katanya, jika seorang wanita mampu membuat kimchi yang enak, tidak diragukan lagi kemampuan wanita tersebut dalam memasak makanan lain. Faktor ketiga adalah asal mula kimchi. Kimchi pada awalnya dibuat oleh permaisuri dari Raja Sejong sebagai hidangan untuk perayaan Sesi.
Kebiasaan / Tradisi, Kesenian, Bahasa
Kebiasaan / Tradisi
Ada sebuah tradisi / kebiasaan yang cukup terkenal di Korea. Tradisi ini dinamakan “sesi custom”. Tradisi sesi dilaksanakan sekali setiap tahun. Sesi adalah sebuah tradisi untuk mengakselerasikan ritme dari sebuah lingkaran kehidupan tahunan sehingga seseorang dapat lebih maju di lingkaran kehidupan tahun berikutnya.
Tradisi sesi dilaksanakan berdasarkan kalender bulan (Lunar Calender). Matahari, menurut adat Korea , tidak menunjukkan suatu karakteristik musiman. Akan tetapi, Bulan menunjukkan suatu perbedaan melalui perubahan fase bulan. Oleh karena itu, lebih mudah membedakan adanya perubahan musim atau waktu melalui fase bulan yang dilihat.
Dalam tradisi sesi, ada lima dewa yang disembah, yaitu irwolseongsin (dewa matahari bulan dan bintang), sancheonsin (dewa gunung dan sungai), yongwangsin (raja naga), seonangsin (dewa kekuasaan), dan gasin (dewa rumah). Kelima dewa ini disembah karena dianggap dapat mengubah nasib dan keberuntungan seseorang.
Pada hari di mana sesi dilaksanakan, akan diadakan sebuah acara makan malam antar sesama keluarga yang pertalian darahnya dekat (orang tua dengan anaknya). Acara makan wajib diawali dengan kimchi dan lalu dilanjutkan dengan “complete food session”.
Ada juga mitos lain dalam memperoleh keberuntungan menurut tradisi Korea, antara lain “nut cracking” yaitu memecahkan kulit kacang-kacangan yang keras pada malam purnama pertama tahun baru, “treading on the bridge” yaitu berjalan dengan sangat santai melewati jembatan di bawah bulan purnama pada malam purnama pertama tahun baru yang katanya dapat membuat kaki kita kuat sepanjang tahun, dan “hanging a lucky rice scoop” yaitu menggantungkan skop (sendok) pengambil nasi di sebuah jendela yang katanya akan memberi beras yang melimpah sepanjang tahun.
Kesenian
Kesenian tradisional di Korea, dalam hal ini musik dan tarian, diperuntukkan khusus sebagai suatu bagian dalam penyembahan “ lima dewa”.
Ada beberapa alat musik tradisional yang digunakan, misalnya hyeonhakgeum (sejenis alat musik berwarna hitam yang bentuknya seperti pipa dengan tujuh buah senar) dan gayageum (alat musik mirip hyeonhakgum tetapi bentuk, struktur, corak, dan cara memainkannya berbeda dan memiliki dua belas buah senar).
Tarian tradisional yang cukup terkenal di Korea antara lain cheoyongmu (tarian topeng), hakchum (tarian perang), dan chunaengjeon (tarian musim semi). Tarian chunaengjeon ditarikan sebagai tanda terima kasih kepada dewa irwolseongsin dan dewa sancheonsin atas panen yang berhasil.
Bahasa
Bahasa yang digunakan di Korea adalah bahasa Korea . Penulisan bahasa Korea dinamakan Hangeul. Hangeul diciptakan oleh Raja Sejong pada abad ke 15. Hangeul terdiri dari 10 huruf vokal dan 14 konsonan yang bisa dikombinasikan menjadi banyak sekali huruf-huruf dalam bahasa Korea . Hangeul sangat mudah dibaca dan dipelajari. Hangeul juga dianggap sebagai bahasa tulisan yang paling sistematik dan scientific di dunia. Berikut adalah contoh Hangeul.
3. BUDAYA JEPANG
Tradisi penamaan di Jepang
Nama di Jepang terdiri dari dua bagian : family name dan first name. Nama ini harus dicatatkan di kantor pemerintahan (kuyakusho), selambat-lambatnya 14 hari setelah seorang bayi dilahirkan. Semua orang di Jepang kecuali keluarga kaisar, memiliki nama keluarga. Tradisi pemakaian nama keluarga ini berlaku sejak jaman restorasi Meiji, sedangkan di era sebelumnya umumnya masyarakat biasa tidak memiliki nama keluarga. Sejak restorasi meiji, nama keluarga menjadi keharusan di Jepang. Dewasa ini ada sekitar 100 ribu nama keluarga di Jepang, dan diantaranya yang paling populer adalah Satou dan Suzuki. Jika seorang wanita menikah, maka dia akan berganti nama keluarga, mengikuti nama suaminya. Namun demikian, banyak juga wanita karir yang tetap mempertahankan nama keluarganya. Dari survey yang dilakukan pemerintah tahun 1997, sekitar 33% dari responden menginginkan agar walaupun menikah, mereka diizinkan untuk tidak berganti nama keluarga [2]. Hal ini terjadi karena pengaruh struktur masyarakat yang bergeser dari konsep “ie”(家) dalam tradisi keluarga Jepang. Semakin banyak generasi muda yang tinggal di kota besar, sehingga umumnya menjadi keluarga inti (ayah, ibu dan anak), dan tidak ada keharusan seorang wanita setelah menikah kemudian tinggal di rumah keluarga suami. Tradisi di Jepang dalam memilih first name, dengan memperhatikan makna huruf Kanji, dan jumlah stroke, diiringi dengan harapan atau doa bagi kebaikan si anak.
2.2 Tradisi penamaan di Indonesia
Adapun masyarakat di Indonesia tidak semua suku memiliki tradisi nama keluarga. Masyarakat Jawa misalnya, tidak memiliki nama keluarga. Tetapi suku di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi memiliki nama keluarga. Dari nama seseorang, kita dapat memperkirakan dari suku mana dia berasal, agama apa yang dianut dsb. Berikut karakteristik nama tiap suku di Indonesia
Suku Jawa (sekitar 45% dari seluruh populasi) : biasanya diawali dengan Su (untuk laki-laki) atau Sri (untuk perempuan), dan memakai vokal “o”. Contoh : Sukarno, Suharto, Susilo, Joko, Anto, Sri Miranti, Sri Ningsih.
Suku Sunda(sekitar 14% dari seluruh populasi) : banyak yang memiliki perulangan suku kata. Misalnya Dadang, Titin, Iis, Cecep
Suku Batak : beberapa contoh nama marga antara lain Harahap, Nasution.
Suku Minahasa : beberapa contoh nama marga antara lain Pinontoan, Ratulangi.
Suku Bali : Ketut, Made, Putu, Wayan dsb. Nama ini menunjukkan urutan, bukan merupakan nama keluarga.
Selain nama yang berasal dari tradisi suku, banyak nama yang diambil dari pengaruh agama. Misalnya umat Islam : Abdurrahman Wahid, Abdullah, dsb. Sedangkan umat Katolik biasanya memakai nama baptis : Fransiskus, Bonivasius, Agustinus, dsb.
April 4th, 2007 at 9:02 pm
KEBUDAYAAN MALAYSIA
Pengenalan kebudayaan
Kebudayaan adalah keseluruhan cara hidup manusia termasuk hasil ciptaan dan pemikiran yang sesuai dengan kehendak rohani dan jasmani yang menjadi amalam untuk kesejahteraan hidup.
MEMAHAMI KEBUDAYAAN SECARA UMUM
Dalam pengertian yang paling umum, kebudayaan merupakan seluruh cara hidup sesuatu masyarakat atau seluruh aspek pemikiran dan tingkahlaku manusia yang diwarisi dari satu generasi ke generasi yang lain melalui proses pembelajaran.
Tetapi dalam pertuturan sehari-hari, kebanyakan daripada kita membuat pengertian kebudayaan atau mengaitkan dengan fenomena-fenomena seperti bentuk tarian dan muzik, makanan, fesyen pakaian sahaja. Jadi pengertian di sini adalah terlalu sempit dan terhad. Tetapi bagi ahli sains sosial, pengertian kepada konsep kebudayaan ini lebih luas.
Dari perspektif sosiologi kebudayaan membawa pengertian segala hasil dan idea yang dipelajari dan dikongsi oleh ahli-ahli dalam sebuah masyarakat. Ini termasuklah segala kepercayaan, nilai-nilai politik, adat resam, undang-undang, moral, institusi sosial, seni lukis, bahasa dan bahan-bahan material.
Edward B.Taylor telah memberi satu takrif yang klasik mengenai konsep kebudayaan.
“..kebudayaan merupakan satu keseluruhan yang kompleks yang mengandungi ilmu pengetahuan, kepercayaan, kesenian, kesusilaan, undang-undang, adat resam dan lain-lain kebolehan serta kebiasan yang diperolehi oleh manusia sebagai anggota masyarakat.”
BIDANG KEBUDAYAAN
Bidang kebudayaan itu bolehlah dilihat diantaranya melalui :
1) Fikiran / idea
Seperti ilmu pengetahuan, bahasa, falsafah, persuratan, metos, lagenda, kesusasteraan, kepercayaan dan cerita-cerita lisan.
2) Kebendaaan
Seperti seni bina, bangunan, alat-alat-alat mesin, object de art, pakaian, makanan, ubat-ubatan dan perabot.
3) Kesenian
Dilihat dari dua bidang kemahiran iaitu seni lakon ( teater, tarian, muzik, nyanyian ) dan seni tampak ( ukiran, lukisan, seni pahat, tenunan, takat dan anyaman )
4) Nilai dan Norma
Seperti peraturan-peraturan undang-undang, adat resam, ‘folk-ways & ‘mores’, gaya dan perlakuan, pantang larang, upacara dan nilai-nilai keagamaan dan bersopan santun.
Keempat-empat bidang tersebut akan memperlihatkan bukan sahaja hasil-hasil yang berasaskan sesuatu yang abstrak atau tidak kelihatan (intangible), tetapi juga bercorak kebendaan (tangible). Hasil-hasil ini lahir sebagai bentuk-bentuk yang menunjukkan kebudayaan sesuatu masyarakat secara fizikal, (jasmaniah) atau non-fizikal (rohaniah).
Misalnya pertalian diantara pemikiran dengan perlakuan dan pemilikan dapat digambarkan melalui ketinggian mutu seni ukir yang lahir daripada pemikiran dan falsafah yang tinggi, dijelmakan dari perbuatan mengukir dan akhirnya ukiran itu menjadi suatu hasil warisan budaya.
Nilai dan norma
Istiadat Naik Buai
Asal-Usul
Dipercayai bermula dari kisah seorang ibu yang mempunyai seorang bayi yang menangis tanpa henti. Kemudiannya bayi itu diangkat lalu dibaringkan di atas lengan sambil dihayun ke kiri dan ke kanan. Dengan perlakuan itu bayi tersebut pun berhenti menangis lalu si ibu pun mencari guni dan tali akar mempapan lalu diikat dan digantung menjadi buaian. Bayi tersebut diletakkan di atas buaian lalu dibuai sehingga nyenyak.
Susun Atur Istiadat
Sebelum dimulakan, buaian terlebih dahulu disediakan. Mengikut adat, bagi anak-anak orang kebanyakan, kain buaian dibuat tiga lapis manakala bagi anak-anak keluarga bangsawan, kain buaian dibuat tujuh lapis manakala bagi kerabat diraja sebanyak sembilan lapis. Kemudian, buaian diperasapkan dengan kemenyan bagi menjauhkan perkara yang tidak diingini. Sebelum bayi dinaikkan, terlebih dahulu akan menjalani upacara memotong rambut (bercukur). Upacara dijalankan dengan menjampi dan menepung tawar kepala bayi dan menggunting sedikit rambut bayi itu sambil diiringi dengan alunan marhaban. Bayi akan dibawa mengelilingi ahli-ahli marhaban di mana setiap ahli akan menggunting sedikit rambut bayi tersebut. Rambut bayi akan dimasukkan ke dalam nyiur muda supaya rambut bayi itu akan tumbuh subur dan lebat seperti sabut nyiur. Kemudian helaian rambut tersebut akan ditanam di pangkal pokok pisang yang bertujuan agar kepala bayi akan merasa sejuk dan menggalakkan pertumbuhan rambut
Beras dalam cupak, buah nyiur muda, daun tepung tawar dan kaduk
Pembudayaan Jati Diri
Di AMBANG merdeka ke-48 ini amat sesuai kiranya kita berfikir sejenak tentang proses pembudayaan dan hubungannya dengan jati diri. Pembudayaan dan jati diri adalah dua istilah yang sering dilaung-laungkan, tetapi erti dan kesannya kepada kehidupan mungkin belum sejauhmana dapat dihalusi atau difahami ke arah bersedia mendaulatkan negara bangsa.
Budaya biasanya dimengertikan sebagai cara hidup yang diterima oleh sesuatu masyarakat yang di dalamnya terkandung intipati pemikiran dan amalan baik dan murni.
Jati diri ialah unsur-unsur kehidupan yang mencerminkan lahiriah individu atau masyarakat. Dalam pengertian sahihnya, jati diri ialah identiti individu, masyarakat dan negara bangsa yang punya sifat-sifat keutuhan yang dibanggakan.
Dalam konteks inilah, misalnya, kesungguhan kaum Tionghua berniaga melahirkan generasi orang Cina yang cekal dan berjaya dalam dunia dagangan. Kebolehan berniaga pada kaum Cina adalah salah satu sifat jati diri mereka.
Dalam pengertian ini juga kita melihat budaya memperoleh ilmu dari Barat begitu diutamakan sehingga kita rela mempromosikan pelbagai kaedah dan pendekatan termasuk mewajibkan bahasa Inggeris sebagai bahasa pembelajaran atau bahasa ilmu.
Kini Amerika Syarikat dan Eropah mampu mengeskport dan mendagangkan ilmu yang mereka peroleh mengikut percaturan dan formula mereka. Institusi pengajian tinggi mereka menjadi tumpuan pelajar-pelajar dari negara ketiga.
Dengan ilmu yang kita peroleh pula, kita menjana masyarakat kita. Malangnya, salah satu daripada eksport mereka, iaitu jati diri melalui amalan integriti agak perlahan muncul dan merebak ke dunia sebelah sini.
Ada pendapat yang mengatakan bahawa institusi pengajian Barat bukan hanya mengeksport ilmu pengetahuan moden tetapi juga cara hidup mereka yang dijalin melalui muzik, filem, penerbitan dan media lain.
Justru Amerika dan Eropah akan sentiasa mengeksport dua komoditi utama - ilmu pengetahuan dan budaya mereka. Dan yang ketiga ialah pemikiran mereka.
Menerusi cabang-cabang inilah kita di dunia sebelah sini harus berhati-hati dan bijaksana dalam proses memilih yang mana wajar ditelan dan yang mana harus diluahkan agar jati diri kita tetap utuh. Ini mudah diperkatakan tetapi amat sukar diamalkan.
Bagaimanakah kita harus membudayakan kembali informasi dan ilmu yang kita peroleh dari punca-punca luaran itu? Proses ubah suai dalam pembudayaan informasi dan ilmu pengetahuan itu amat menjadi pokok kepada tamadun kita di zaman mendatang.
Sesungguhnya pembudayaan informasi dan ilmu pengetahuan harus dicanai dengan efisien dan berkesan. Jika tidak, jati diri negara bangsa akan berkecai.
Mereka ada American Idol, kita pun lekas-Iekas membuat acuan menirunya. Apa yang mereka luahkan melalui Fear Factor, kita pun nanti menelannya bulat-bulat, sekalipun membaham ulat, jengking dan kala bukan budaya kita.
Biasanya pembudayaan atau proses menjadikan sesuatu itu sebagai cara dan gaya hidup adalalah berpunca daripada situasi di mana barangan atau benda dari luar itu menarik dan berguna kepada individu atau masyarakat.
Di atas ‘tarikan’ dan ‘kebergunaan’ inilah kita membuat penilaian dan akhirnya meniru hak orang, lalu melakukan apa yang orang luaran itu amalkan.
Kemanusiaan sejagat sebenarnya tidak salah dalam mengejar ilmu tetapi bagaimana ilmu atau informasi itu harus dicanai semula supaya mewujudkan jati diri negara bangsa, ia adalah sesuatu yang tidak semua berjaya melaksanakannya.
Jika proses ‘meniru’ ini beroperasi secara mendadak dan melibatkan sebahagian besar lapisan masyarakat, terutama lapisan muda, maka ia layak dipanggil cultural accultration atau akultrasi budaya.
Perubahan budaya yang paling mudah berlaku ialah melalui naluri pandang-dengar. Naluri rasa, bau dan sentuh juga penting tetapi ia agak mengekori amalan manusia yang tampak dan didengar.
Dalam konteks ini, alam hiburan - filem dan muzik, misalnya, menjadi punca pengaruh yang paling hadapan. Soalan turutannya tentulah bagaimanakah harus kita mencanai semula sajian luaran ini supaya sesuai dengan acuan jati diri bangsa Malaysia?
Jika proses ‘canai semula’ ini diketepikan, sebagaimana memang besar juga bilangannya dalam masyarakat kita yang tidak mahu mendukungnya, kita akan kerugian besar. Kita akan terus ada negara bangsa tetapi dikhuatiri ia diisi persepsi dan amalan yang tidak berjati diri.
Ini bererti, masyarakat yang mendagangkan ilmu, amalan dan produk sosial mereka itu akhirnya akan menembusi daya fikir dan daya penerimaan masyarakat yang meniru mereka bulat-bulat.
Apabila proses akultrasi budaya ini yang boleh dianggap sebagai penjajahan minda sudah menyeluruh dan meliputi pelbagai lapisan kehidupan masyarakat penerima, maka apa yang dipekikkan sebagai jati diri tidak akan bererti banyak lagi.
Pada masa itu kita sebenarnya sudah ‘dijajah’ sekali lagi, cuma kali ini tidak melalui peluru dan senjata.
Ketangkasan kita bertindak dengan bijak dalam soal mempertahankan sosiobudaya ini amat dirasai pada saat ini.
Kebebasan membiarkan Internet berleluasa dengan hidangan pornografi dan hidangan bebas yang lain mesti dihentikan.
Amat aneh dan merugikan jika piagam Internet kita secara membuta tuli membiarkan piagam ‘bebas’ ini sedangkan Perlembagaan Malaysia sendiri mengharuskan beberapa sekatan undang-undang dilakukan jika ‘ketenteraman awam atau moraliti’ negara terjejas.
Begitu juga sajian program-program memperbodoh dan melalaikan masyarakat perlu melalui tapisan. Adegan-adegan ganas, unsur-unsur seksual, pemujaan terhadap kehidupan rambang, dan mendewa-dewakan cara hidup seksual yang bersifat kasar kesemuanya tidak akan menggenapkan jati diri warga.
Tuan punya stesen-stesen radio dan televisyen perlu faham- tentang kepentingan pembudayaan bangsa Malaysia dan usaha-usaha jati diri. Begitu juga keghairahan terhadap mencacamarbakan bahasa sendiri, ia wajar diimbangi kesedaran bahasa jiwa bangsa.
Syukurlah, Jawatankuasa Kabinet mengenai program-program media elektronik telah mengambil perhatian berat tentang langkah-langkah yang sedang diambil, khususnya oleh Kementerian Kebudayaan, Kesenian dan Warisan dan Kementerian Penerangan serta kementerian yang bertanggungjawab mengenai komunikasi.
Amat baik kiranya pihak berkuasa stesen-stesen televisyen dan radio swasta melakukan muhasabah diri sebelum terlewat. Yang hilang mesti dicari dan didapatkan. Yang hanyut mesti dipintas.
Perayaan kaum-kaum di Malaysia
Hari Raya Aidilfitri
Merupakan perayaan masyarakat Melayu dan penganut agama Islam. Sambutan Hari Raya Aidilfitri bermula dengan ibadat puasa di bulan Ramadan. Sepanjang bulan Ramadan umat islam berpuasa pada siang hari dan mengerjakan sembahyang terawih pada sebelah malamnya. Zakat fitrah wajib dikeluarkan sebelum 1 syawal di mana Hari Raya Aidilfitri dirayakan. Hari Raya disambut dengan penuh kesyukuran. Umat Islam saling bermaaf-maafan dan kunjung mengunjungi untuk mengeratkan silaturahim. Rumah terbuka akan diadakan bagi mempersilakan tetamu datang berkunjung.
Tahun Baru China
Perayaan ini disambut secara besar-besaran oleh masyarakat Cina di Malaysia yang menandakan kedatangan tahun baru menurut kalender mereka. Orang Cina percaya ada 12 binatang yang menaungi kalender mereka iaitu tikus , lembu, harimau, arnab, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam jantan, anjing dan babi.
Pada malam Tahun Baru semua ahli keluarga berkumpul untuk mengeratkan perhubungan sesama keluarga. Pemberian ‘angpau’ juga dilakukan oleh mereka yang sudah berumahtangga. Perayaan Chap Goh Mei diadakan sebagai penutup perayaan Tahun Baru Cina.
Perayaan Deepavali
Perayaan ini disambut oleh masyarakat Hindu. Ianya dirayakan pada bulan gelap bernama ’aippasi’ pada bulan Oktober dan November. Deepavali bermaksud ‘sebarisan pelita’. Dengan memasang pelita, mereka percaya bahawa kecerahan mengatasi kegelapan, kebaikan mengatasi kejahatan, keadilan mengatasi kezaliman dan kebijaksanaan mengatasi kejahilan. Di pagi hari, masyarakat Hindu akan menyucikan tubuh badan dengan memakai sedikit minyak di kepala dan mandi. Kemudian mereka bersembahyang di rumah atau dikuil-kuil. Selepas bersembahyang, mereka berkunjung ke rumah kaum keluarga. Dikebanyakan rumah, ‘rangoli’ iaitu lukisan yang dibuat daripada tepung beras berwarna-warni akan menyambut tetamu di hadapan rumah.
Perayaan Gawai Dayak
Perayaan ini disambut oleh masyarakat Dayak di Sarawak pada 1 hb Jun setiap tahun. Kuih-muih tradisional yang diperbuat daripada tepung beras, gula dan santan disediakan. Tuak merupakan sajian utama perayaan Gawai Dayak. Perayaan Gawai Dayak bermula dengan upacara membuang sial oleh Tuai Gawai. Tuai Gawai memulakan upacara ‘miring’ ini diruai (beranda) rumah panjang. Beliau berdoa supaya dipanjangkan umur dan dimurahkan rezeki. Pada jam 12.00 malam upacara minum air pengayu dilakukan dengan harapan supaya panjang umur, sihat dan makmur. Pada pagi 1 hb Jun, tepat jam 7.00 pagi, tuai rumah dengan diiringi oleh beberapa penghuni rumah panjang menghantar piring persembahan ke tiang pengingat iaitu sejenis kayu yang sering digunakan untuk mendirikan rumah panjan
Perayaan Tadau Keamatan
Merupakan perayaan masyarakat Kadazan di Negeri Sabah pada bulan Mei setiap tahun iaitu sehabis selesai menuai padi. Untuk menyambut Tadau Kaamatan mereka menyediakan kuih-muih dan air tapai. Perayaan ini kebiasaannya diadakan selama dua malam berturut-turut. Malam pertama diadakan upacara ‘magavau’ atau pemujaan semangat padi yang diketuai oleh ‘bobohigan’ dan beberapa orang pembantunya. Pada malam kedua, upacara ‘habot’ iaitu beras yang diperam diberikan kepada bobohigan sebagai tanda kegembiraan dan kesyukuran. Tetamu akan dihiburkan dengan tarian ‘Sumazau’ dan ‘Megalang’ sambil meminum air tapai.
Perayaan Crismes
Perayaan ini dirayakan oleh penganut Kristian pada 25 hb Disember sebagai mengingati kelahiran Jesus Christ. Sambutan Krismas dimeriahkan dengan hiasan pohon krismas yang dipasang dengan lampu berwarna warni. Bingkusan-bungkusan hadiah diletakkan di bawah pokok untuk dibuka pada hari tersebut Christmas Carol dinyanyikan di rumah-rumah penganut Kristian oleh kumpulan koir yang diundang. Tuan rumah akan memberi derma kepada kumpulan koir tersebut kerana persembahannya. Pada malam tersebut, mereka bergembira dengan menyanyi dan menari. Kanak-kanak tidak digalakkan mengikut mereka sebaliknya disuruh tidur kerana semasa mereka tidur, mereka percaya Santa Claus akan datang membawa hadiah kepada mereka.
Pesta Songkran
Songkran merupakan perayaan tahun baru tradisional Siam. Masyarakat Siam di Kelantan turut menyambut perayaan tahun baru ini. Perayaan ini juga dikenali sebagai pesta Songkran. Songkran disambut berdasarkan kepada Kalendar lunar Siam iaitu pada bulan kelima semasa bulan purnama dan jatuh pada hari kelima belas. Sekiranya mengikut kalendar masihi, pesta Songkran ini disambut pada pertengahan bulan April.
Pesta Songkran ini juga lebih dikenali sebagai pesta mandi air iaitu mereka akan menyimbah air sesama mereka dan juga kepada orang ramai. Kebetulan pesta Songkran ini adalah jatuh pada hari yang terpanas dalam satu tahun.
Dalam konteks, Negara Malaysia yang berbilang kaum, kebudayaan dan adat resam, pesta Songkran menjadi simbol perpaduan, kemakmuran dan keamanan dengan penyertaan pemimpin-pemimpin dan masyarakat yang berbilang kaum. Semangat dan nilai-nilai murni yang sejagat dalam Perayaan Songkran seperti berbudi bahasa, menghormati budi dan penghargaan terhadap orang tua, bersopan santun dan bersyukur adalah nilai teras pembentukan masyarakat Malaysia yang berbudi bahasa.
http://www.heritage.gov.my/kekkwa/index.php?bahan=viewbudaya.php?id=393
KEBUDAYAAN KOREA
Budaya Perkawinan
Kebudayaan garis keluarga di Korea adalah berdasarkan atas sistem Patrilinial. Pria memegang peranan penting dalam kesejahteraan keluarkan dan diwajibkan untuk bekerja. Wanita diperbolehkan untuk bekerja hanya kalau diperbolehkan oleh suami atau jika hasil kerja suaminya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Tugas utama wanita adalah untuk mengasuh anak dan menjaga rumah.
Budaya perkawinan Korea sangat menghormati kesetiaan. Para janda, walaupun jika suami mereka mati muda, tidak dizinkan menikah lagi dan harus mengabdikan hidupnya untuk melayani orang tua dari suaminya. Begitu juga yang terjadi pada seorang duda yang harus melayani orang tua dari istrinya walaupun istrinya tersebut mati muda.
Budaya dalam Hal Keturunan
Dalam budaya Korea , keturunan atau anak dianggap sebagai sebuah anugerah yang amat besar dari Tuhan. Oleh karena itu, setiap keluarga disarankan untuk memiliki paling tidak seorang keturunan. Oleh karena budaya yang amat menghormati anugerah Tuhan tersebut, aborsi yang bersifat sengaja akan diberikan hukuman yang amat berat secara adapt, yaitu hukuman mati kepada sang Ibu dan orang lain yang mungkin terlibat di dalamnya, seperti suaminya (jika suaminya yang memaksa), dokter (jika dokter yang memberikan sarana untuk aborsi), dan lain-lain. Akan tetapi, secara hukum, tidak akan diadakan hukuman mati. Hukuman mati biasanya hanya dilaksanakan di daerah pedalaman Korea di mana adat masih berpengaruh secara kuat.
Pembagian harta warisan dalam budaya ini amatlah adil. Tanpa memperdulikan jenis kelamin, keturunan dari seseorang akan mendapatkan pembagian harta dengan jumlah yang sama dengan saudara-saudaranya. Akan tetapi, dalam prakteknya ini tidak selalu terjadi. Kebanyakan orang tua menyisihkan lebih banyak harta warisan kepada anak tertua mereka.
Budaya Makanan
Dalam budaya Korea , ada satu makanan khas yang memiliki suatu arti yang tidak dimiliki oleh makanan lainnya. Makanan ini disebut kimchi. Di setiap session makanan, ketidakberadaan kimchi akan memberikan kesan tidak lengkap.
Kimchi adalah suatu makanan yang biasanya merupakan sayuran yang rendah kalori dengan kadar serat yang tinggi (misalnya bawang, kacang panjang, selada, dan lain-lain) yang dimasak sedemikian rupa dengan bumbu dan rempah-rempah sehingga menghasilkan rasa yang unik dan biasanya pedas. Dalam kenyataannya (menurut hasil penelitian kesehatan WHO), jenis-jenis kimchi memiliki total gizi yang jauh lebih tinggi dari buah manapun.
Hal yang membuat kimchi menjadi makanan yang spesial ada banyak faktornya. Faktor pertama adalah pembuatannya. Kimchi (dalam hal ini adalah kimchi yang dihidangkan untuk acara-acara spesial, bukan kimchi untuk acara makan biasa dan sehari-hari) dibuat oleh wanita dari keluarga bersangkutan yang mengadakan acara tersebut dan hanya bisa dibuat pada hari di mana acara tersebut dilaksanakan. Semakin banyak wanita yang turut membantu dalam pembuatan kimchi ini, semakin “bermakna” pula kimchi tersebut. Kimchi juga merupakan faktor penentu kepintaran atau kehebatan seorang wanita dalam memasak. Konon katanya, jika seorang wanita mampu membuat kimchi yang enak, tidak diragukan lagi kemampuan wanita tersebut dalam memasak makanan lain. Faktor ketiga adalah asal mula kimchi. Kimchi pada awalnya dibuat oleh permaisuri dari Raja Sejong sebagai hidangan untuk perayaan Sesi.
Kebiasaan / Tradisi, Kesenian, Bahasa
Kebiasaan / Tradisi
Ada sebuah tradisi / kebiasaan yang cukup terkenal di Korea. Tradisi ini dinamakan “sesi custom”. Tradisi sesi dilaksanakan sekali setiap tahun. Sesi adalah sebuah tradisi untuk mengakselerasikan ritme dari sebuah lingkaran kehidupan tahunan sehingga seseorang dapat lebih maju di lingkaran kehidupan tahun berikutnya.
Tradisi sesi dilaksanakan berdasarkan kalender bulan (Lunar Calender). Matahari, menurut adat Korea , tidak menunjukkan suatu karakteristik musiman. Akan tetapi, Bulan menunjukkan suatu perbedaan melalui perubahan fase bulan. Oleh karena itu, lebih mudah membedakan adanya perubahan musim atau waktu melalui fase bulan yang dilihat.
Dalam tradisi sesi, ada lima dewa yang disembah, yaitu irwolseongsin (dewa matahari bulan dan bintang), sancheonsin (dewa gunung dan sungai), yongwangsin (raja naga) seonangsin (dewa kekuasaan), dan gasin (dewa rumah). Kelima dewa ini disembah karena dianggap dapat mengubah nasib dan keberuntungan seseorang.
Pada hari di mana sesi dilaksanakan, akan diadakan sebuah acara makan malam antar sesama keluarga yang pertalian darahnya dekat (orang tua dengan anaknya). Acara makan wajib diawali dengan kimchi dan lalu dilanjutkan dengan “complete food session”.
Ada juga mitos lain dalam memperoleh keberuntungan menurut tradisi Korea, antara lain “nut cracking” yaitu memecahkan kulit kacang-kacangan yang keras pada malam purnama pertama tahun baru, “treading on the bridge” yaitu berjalan dengan sangat santai melewati jembatan di bawah bulan purnama pada malam purnama pertama tahun baru yang katanya dapat membuat kaki kita kuat sepanjang tahun, dan “hanging a lucky rice scoop” yaitu menggantungkan skop (sendok) pengambil nasi di sebuah jendela yang katanya akan memberi beras yang melimpah sepanjang tahun.
Kesenian
Kesenian tradisional di Korea, dalam hal ini musik dan tarian, diperuntukkan khusus sebagai suatu bagian dalam penyembahan “ lima dewa”.
Ada beberapa alat musik tradisional yang digunakan, misalnya hyeonhakgeum (sejenis alat musik berwarna hitam yang bentuknya seperti pipa dengan tujuh buah senar) dan gayageum (alat musik mirip hyeonhakgum tetapi bentuk, struktur, corak, dan cara memainkannya berbeda dan memiliki dua belas buah senar).
Tarian tradisional yang cukup terkenal di Korea antara lain cheoyongmu (tarian topeng), hakchum (tarian perang), dan chunaengjeon (tarian musim semi). Tarian chunaengjeon ditarikan sebagai tanda terima kasih kepada dewa irwolseongsin dan dewa sancheonsin atas panen yang berhasil.
Bahasa
Bahasa yang digunakan di Korea adalah bahasa Korea . Penulisan bahasa Korea dinamakan Hangeul. Hangeul diciptakan oleh Raja Sejong pada abad ke 15. Hangeul terdiri dari 10 huruf vokal dan 14 konsonan yang bisa dikombinasikan menjadi banyak sekali huruf-huruf dalam bahasa Korea . Hangeul sangat mudah dibaca dan dipelajari. Hangeul juga dianggap sebagai bahasa tulisan yang paling sistematik dan scientific di dunia. Berikut adalah contoh Hangeul.
Peninggalan Bersejarah
Di Korea terdapat banyak peninggalan sejarah yang berasal dari masa Dinasti Joseon, seperti Taman Jongmyo yang didalamnya terdapat banyak prasasti-prasasti dan disini biasa dilaksanakan upacara-upacara keagamaan atau mistik yang besar. Ada juga istana-istana Dinasti Joseion antara lain Gyeongbokgung (dibangun pada tahun 1394), Changdeokgung (tidak diketahui kapan dibangun tetapi bangunan ini ditemukan pada tahun 1592), Changgyeonggung (anak istana dari istana Changdeokgung), dan Deoksugung yang saat ini telah dijadikan sebagai kantor Walikota Seoul .
KEBUDAYAAN JEPANG
Daruma
Boneka Daruma di kuil Daruma-ji, Takasaki
Daruma adalah boneka sekaligus mainan asal Jepang dengan bentuk hampir bulat, dengan bagian dalam yang kosong serta tidak memiliki kaki dan tangan. Model dari benda ini adalah Bodhidharma, pendiri dari Zen.
Boneka ini merupakan pembawa keberuntungan dan lambang harapan yang belum tercapai. Daruma dijual dengan kedua belah mata yang belum digambar. Orang yang ingin harapan atau cita-citanya terkabul menggambar salah satu sisi dari kedua matanya dengan kuas dan tinta. Bila harapan orang tersebut sudah tercapai, daruma akan menerima mata yang satunya lagi.
Asal-usul
Asal-usul boneka daruma adalah boneka tradisional Jepang yang disebut Okiagari koboshi. Boneka Okiagari-koboshi memiliki bagian dasar yang bundar dan berat sehingga boneka ini kembali bisa berdiri tegak dengan bantuan beratnya sendiri setelah dimiringkan ke salah satu sisinya. Muka boneka Okiagari-koboshi digambar seperti wajah Bodhidharma karena daruma yang selalu bisa berdiri tegak sesuai dengan cerita ketegaran Bodhidharma yang bermeditasi selama 9 tahun menghadap tembok di vihara Shaolin.
Pembuatan
Daruma dibuat dengan teknik yang di Jepang disebut Hariko. Teknik yang sama juga digunakan untuk membuat Maneki Neko atau berbagai macam bentuk patung yang lain. Patung yang dijadikan pola ditempel dengan lapisan kertas hingga menjadi bentuk yang diinginkan. Setelah lem kering, kertas yang melapisi patung dibelah dan patung yang menjadi pola dikeluarkan. Belahan bagian depan dan bagian belakang disatukan kembali dengan tempelan lapisan kertas. Boneka Daruma biasanya dicat dengan warna merah menyala sesuai dengan warna pakaian Bodhidharma. Selain itu, warna merah dianggap memiliki kekuatan menolak bala.
Permainan
Mainan Daruma Otoshi
· Daruma Otoshi
Potongan kepala Daruma berada di bagian atas dari beberapa potongan kayu yang disusun bertingkat. Pemain secara bergiliran mengeluarkan susunan potongan kayu dengan memakai palu dari kayu, tapi bagian kepala daruma tidak boleh jatuh.
· Daruma-san ga koronda
Permainan yang dimainkan sekelompok pemain dengan seorang pemain yang berjaga. Pemain yang berada di lapangan hanya boleh bergerak ketika pemain yang berjaga mengucapkan “Daruma-san ga koronda” sambil menutup muka menghadap tembok atau pohon agar tidak bisa melihat para pemain lain yang sedang bergerak mendekatinya. Kunci dari permainan ini adalah perubahan irama serta cepat atau lambatnya dalam mengucapkan kalimat ajaib Daruma-san ga koronda.
Festival Salju Sapporo
adalah festival salju terbesar di Jepang yang dilangsungkan setiap tahun di kota Sapporo, Hokkaido. Festival diadakan di awal bulan Februari, dan sejak tahun 2006 mengambil tempat di tiga lokasi: Taman Odori, Susukino, dan Sapporo Satoland. Festival ini setiap tahunnya dikunjungi sekitar 2 juta wisatawan dalam dan luar negeri.
Di Taman Odori yang merupakan lokasi utama dipamerkan ukiran es dan salju berukuran sangat besar, di antaranya berbentuk miniatur bangunan terkenal. Pameran ukiran es yang lebih kecil diadakan di Susukino, sedangkan berbagai acara untuk keluarga dilangsungkan di Sapporo Satoland.
Di tahun 2007, festival ini berlangsung dari tanggal 2 Februari hingga 12 Februari.
Festival pertama
Festival salju Sapporo pertama kali diselengarakan tahun 1950 oleh dinas pariwisata Sapporo dan pemerintah kota Sapporo, dengan sponsor surat kabar lokal Hokkai Times. Di kota Sapporo sebenarnya pernah dilangsungkan berbagai festival salju, namun terhenti sewaktu Perang Dunia II.
Ide membuat patung dari salju diambil dari festival salju yang diadakan tahun 1935 oleh murid-murid sebuah SD di kota Otaru. Festival yang pertama bermodalkan 6 buah patung salju buatan siswa SMP dan SMU kota Sapporo, ditambah festival salju di depan stasiun Hokkaido yang diadakan Japanese National Railways (sekarang disebut JR). Festival dimeriahkan dengan kontes, senam, perlombaan, tari, dan pemutaran film.
Perkembangan
Pada festival salju yang pertama, tinggi patung dibatasi hingga 7 meter. Di festival ke-4 (1953), batasan tinggi dihapus dan siswa sekolah menengah kejuruan kota Hokkaido membangun ukiran es yang tingginya 15 meter. Salju yang diperlukan berjumlah sangat banyak hingga perlu bantuan pinjaman truk dan buldoser dari pemerintah kota Hokkaido. Sejak itu, pemerintah kota Hokkaido selalu meminjamkan alat-alat berat sehingga bisa dibangun ukiran es dan salju berskala besar.
Pada festival ke-5 (1954) mulai ikut dipamerkan patung salju sumbangan penduduk kota. Festival yang ke-6 (1955) ditandai dengan makin banyaknya peserta. Bangunan dalam berbagai bentuk yang dibuat pasukan bela diri Jepang, perusahaan swasta, pemerintah kota, dan berbagai sponsor mulai ditata rapi.
Sejak sekitar festival ke-10 (1959), wisatawan dari luar Hokkaido mulai banyak yang datang untuk melihat festival salju Sapporo. Festival tahun 1972 diadakan bersamaan dengan penyelenggaraan olimpiade musim dingin tahun 1972 dan ikut diperkenalkan di luar negeri. Sejak itu, festival ini mulai dijadikan tujuan oleh wisatawan asing. Sejak tahun 1974, festival dimeriahkan lomba internasional seni pahat es dan salju yang diikuti seniman pemahat dari berbagai kota besar di dunia.
Lokasi pameran patung es di Susukino berasal dari acara lokal yang diadakan pertama kali tahun 1981, dan baru menjadi bagian festival salju Sapporo di tahun 1983. Dari festival ke-41 (tahun 1990) hingga festival ke-42 (tahun 1992), festival salju Sapporo pernah dilangsungkan di 4 lokasi, tapi lokasi ke-4 ditutup karena sedikitnya jumlah pengunjung dan ukiran salju yang dipamerkan
Manzai adalah seni melawak Jepang yang berasal dari daerah Kansai. Pertunjukan Manzai biasanya dilakukan oleh dua orang yang bercakap-cakap di depan penonton menceritakan cerita yang lucu, janggal, atau tidak masuk akal dengan irama berbicara seperti bersahut-sahutan. Satu orang berperan sebagai si Pintar (bahasa Jepang: tsukkomi) yang berfungsi sebagai pengumpan, dan seorang lagi yang berperan sebagai si Bego (bahasa Jepang: boke) yang terus menyerocos bercerita agar penonton tertawa. Manzai bisa dikatakan mirip dengan stand-up comedy yang dikenal di Amerika Serikat.
Kata Manzai diciptakan oleh bagian iklan Yoshimoto Kogyo (promotor seni hiburan ternama di Osaka) pada tahun 1933 untuk membedakannya dari seni bercerita Mandan, yang pada zaman Taisho akhir digunakan di dalam bioskop untuk menjelaskan isi cerita film bisu yang sedang diputar.
Pelaku Manzai disebut Manzai-shi. Pasangan Manzai disebut Kombi. Pasangan suami-istri yang melakukan Manzai disebut Meoto manzai. Manzai yang berasal dari daerah Kansai sering juga disebut sebagai Kamigata manzai.
Sejarah
Pada zaman Heian, ada jenis seni pertunjukan yang dilakukan secara berkeliling untuk merayakan tahun baru, yang juga disebut Manzai, namun ditulis dengan Kanji yang berbeda. Manzai zaman Heian dilakukan oleh dua orang pelaku yang mengunjungi rumah-rumah, seorang menabuh gendang dan seorang lagi menari-nari untuk mengucapkan selamat tahun baru. Pada zaman Edo di seluruh pelosok Jepang bermunculan berjenis-jenis Manzai dalam berbagai nama sesuai dengan nama tempat berasalnya, seperti: Mikawa manzai, Yamato manzai dan sebagainya. Pada saat itu pelaku Manzai tidak cuma memainkan musik dan menari, tapi juga bercakap-cakap menceritakan cerita lucu yang dimaksudkan untuk memancing tawa pendengarnya.
Pada zaman Meiji, Manzai yang dilakukan di Osaka di dalam gedung pertunjukan, didasarkan pada Manzai zaman Heian yang masih diiringi dengan musik. Pasangan Tamagoya Entatsu, Sunagawa Sutemaru dan Nakamura Haruyo sering disebut sebagai pelopor Manzai. Sayangnya pada saat itu, Manzai hanya dianggap sebagai pertujukan pelengkap mengingat gedung pertunjukan lebih banyak menampilkan seni Rakugo yang kebetulan sedang populer.
Pada akhir zaman Taisho, pasangan yang dibina Yoshimoto Kogyo, Yokoyama Entatsu (1896-1971) dan Hanabishi Achako memulai gaya Manzai yang tanpa musik dan hanya terdiri dari percakapan. Manzai gaya baru ini disebut Syabekuri manzai yang ternyata bisa diterima masyarakat luas dan menjadi populer. Sekitar tahun 1931, promotor hiburan Yoshimoto Kogyo mengganti sebutan Syabekuri manzai menjadi Manzai. Yoshimoto Kogyo kemudian melakukan ekspansi bisnis ke Tokyo. Manzai yang dipelopori pasangan Entatsu-Achako menyebar dengan luas ke seluruh Jepang dan banyak bintang-bintang baru yang bermunculan.
Di zaman modern, Manzai kemudian berkembang menjadi seni yang tidak hanya dipertunjukkan di gedung pertunjukan, melainkan juga di televisi dan radio.
Ciri Khas Manzai
Berbeda dengan seni Rakugo yang terikat dengan peraturan, pelaku Manzai mempunyai banyak kebebasan. Pelaku Manzai ada berbicara sambil melakukan pose atau gerakan-gerakan aneh, berjoget-joget, atau bahkan sampai memukul si Bego. Manzai biasanya dilakukan tanpa musik, walaupun pelaku Manzai yang memainkan alat musik atau memakai musik latar juga ada. Belakangan ini juga ada Manzai gaya baru yang dilakukan oleh kelompok yang terdiri dari 3 orang (atau lebih) yang memainkan suatu lakon komedi.
Saat naik ke panggung, pelaku Manzai harus mengenakan pakaian yang terbagus yang dimiliki. Pada dasarnya kostum yang dipakai adalah pakaian untuk pergi ke pesta. Pelaku Manzai pria memakai kimono atau setelan jas berikut dasi, sedangkan pelaku Manzai wanita dengan kimono atau baju terusan yang berwarna-warni mencolok, lengkap dengan sepatu berhak tinggi.
Sesuai dengan perkembangan zaman, banyak pelaku Manzai yang berperan sebagai pelawak di televisi (bahasa Jepang: Owarai Talento atau Owarai Geinin). Pakaian yang dikenakan saat naik ke panggung adalah pakaian santai yang dikenakan sehari-hari. Walaupun tidak begitu umum, ada juga pelaku Manzai gaya baru yang menggunakan properti panggung, mulai dari kursi, meja, lemari, sampai ke layar proyeksi.
Si Pintar dan Si Bego
Pasangan Manzai terdiri dari seorang yang berperan sebagai si Pintar (tsukkomi) dan seorang lagi yang berperan sebagai si Bego (boke). Peran si Bego adalah untuk menyampaikan cerita yang isinya mempunyai kejanggalan di sana-sini sehingga kedengaran aneh atau lucu untuk dapat memancing tawa pendengar. Sedangkan pasangan yang berperan sebagai si Pintar, tugasnya menyela cerita si Bego dan membetulkan dengan segera bagian-bagian yang dianggap janggal sehingga penonton mengetahui kapan harus tertawa.
Untuk memberitahukan si Bego bahwa ceritanya itu aneh atau janggal, pemeran si Pintar kadang-kadang menggunakan kata-kata yang menghina atau menampar si Bego dengan telapak tangan di kepala atau di bagian dada. Kadang-kadang si Bego juga harus menerima pukulan di bagian kepala dengan menggunakan kertas karton yang dilipat seperti kipas atau mainan yang mengeluarkan bunyi pukulan yang keras.
Berbeda dengan si Bego yang terus menerus harus bercerita, si Pintar hanya sekali-kali menginterupsi cerita si Bego untuk mengumpan si Bego agar menjadi lebih lucu. Kesempatan ini juga dimanfaatkan oleh si Bego untuk mengambil nafas, sehingga irama cerita dapat dipertahankan.
Terlepas dari pemahaman isi lawakan yang sebagian besar dilakukan dalam bahasa Jepang dialek Kansai, orang Indonesia yang baru pertama kali melihat pertunjukan Manzai dan tidak terbiasa melihat lawak yang disertai dengan “kekerasan fisik” tidak akan menganggap pukulan atau tamparan di bagian dada atau kepala sebagai hal yang lucu.
Ukiyo-e adalah sebutan untuk teknik cukil kayu yang berkembang di Jepang pada zaman Edo yang digunakan untuk menggandakan lukisan pemandangan, keadaan alam dan kehidupan sehari-hari di dalam masyarakat. Dalam bahasa Jepang, “ukiyo” berarti “zaman sekarang,” sedangkan “e” berarti gambar atau lukisan.
Istilah ukiyo-e sekarang semata-mata digunakan untuk lukisan berwarna-warni (nishiki-e) yang dihasilkan teknik cukil kayu (woodprinting), tetapi sebenarnya di zaman dulu istilah ukiyo-e juga digunakan untuk lukisan asli yang digambar dengan menggunakan kuas.
Sejarah
Pada awalnya, ukiyo-e adalah lukisan tentang “ukiyo” (keadaan zaman) seperti kehidupan sehari-hari, gaya busana, dan sebagainya.
Pelukis ukiyo-e dibagi menjadi dua aliran utama, yakni aliran Kanō dan aliran Tosa. Aliran Kanō sebenarnya sudah dimulai sejak zaman Muromachi, sedangkan aliran Tosa berakar pada aliran Kasuga yang sudah dimulai sejak zaman Heian. Pelukis yang diusir dari aliran Kanō kemudian banyak yang bergabung dengan aliran Tosa.
Periode awal
Periode awal ukiyo-e berlangsung sejak Kebakaran besar zaman Meireki sampai zaman Hōreki. Bentuk awal ukiyo-e adalah lukisan asli yang digambar dengan menggunakan kuas serta lukisan hasil reproduksi teknik cukil kayu dengan tinta satu warna (hitam).
Di pertengahan hingga akhir abad ke-17, seniman yang menggambar lukisan asli untuk teknik cukil kayu disebut Hanshita-eshi (版下絵師 pelukis sketsa?). Hishikawa Moronobu adalah salah satu pelukis sketsa terkenal zaman itu yang membuat buku bergambar dan ilustrasi untuk buku Ukiyo-zōshi. Salah satu karya Hishikawa Moronobu yang sangat terkenal berjudul Mikaeri Bijin-zu (Wanita Cantik Menoleh ke Belakang).
Istilah “ukiyo-e” pertama kali disebut dalam buku Kōshoku Ichidai Otoko (terbitan tahun 1682) yang ditulis Ihara Saikaku. Di dalam cerita dikisahkan tentang kipas lipat bertulang dua belas yang berhiaskan ukiyo-e.
Ukiyo-e yang tadinya merupakan lukisan hitam-putih menjadi berwarna-warni berkat kreasi pelukis ukiyo-e asal Osaka bernama Torii Kiyonobu. Warna yang dipakai umumnya adalah tinta merah dalam berbagai nuansa. Lukisan yang menggunakan warna merah-oranye seperti warna bangunan Torii disebut Tan-e. Lukisan dengan tinta merah tua disebut Beni-e, sedangkan Beni-e dengan tambahan 2 atau 3 warna lain disebut Benizuri-e.
Periode pertengahan
“Edo no hana” wanita pemain Jōruri karya Kitagawa Utamaro
Lukisan potret Ichikawa Omezō karya Tōshūsai SharakuPeriode pertengahan ditandai dengan kelahiran Nishiki-e sekitar tahun 2 zaman Meiwa hingga tahun 3 zaman Bunka.
Di tahun 1765, kalender bergambar yang disebut E-goyomi populer di kalangan penyair haiku di Edo, sampai-sampai sempat diadakan pertemuan untuk tukar menukar kalender bergambar. Pelukis ukiyo-e Suzuki Harunobu mengantisipasi minat masyarakat dengan membuat ukiyo-e menggunakan tinta beraneka warna. Seni ukiyo-e mencapai zaman keemasan berkat teknik cetak warna ukiyoe secara full-color.
Percetakan multi warna dimungkinkan berkat ditemukannya cara membuat batas-batas (kento) pada objek lukisan yang memudahkan pewarnaan lukisan secara berulang kali dan tersedianya kertas washi berkualitas tinggi yang tahan melewati proses pewarnaan yang tumpang tindih. Ukiyo-e banyak menggunakan kertas washi bermerek dari provinsi Echizen dan Iyo yang menggunakan bahan baku dari tanaman perdu yang disebut Kōzo (Broussonetia kazinoki). Sesuai dengan perkembangan zaman, pembuatan ukiyo-e juga mulai melibatkan beberapa orang seniman dengan bidang yang sangat terspesialiasi, seperti pelukis yang hanya menggambar sketsa, seniman pencungkil kayu, dan seniman yang memberi warna pada lukisan.
Di zaman Anei, ukiyo-e yang menggambarkan wanita secara realistik (Bijinga) karya Kitao Shigemasa menjadi sangat populer. Katsukawa Shunshō menggambar lukisan potret aktor kabuki terkenal (Yakusha-e) hingga sangat mirip dengan aslinya.
Pelukis ukiyo-e bernama Kitagawa Utamaro melahirkan banyak sekali karya-karya berupa Bijinga dan Ōkubi-e (lukisan potret setengah badan aktor dan wanita cantik) yang terkenal sangat mendetil dan digambar dengan elegan.
Pada tahun 2 zaman Kansei pemerintah mengeluarkan peraturan tentang bahan cetak yang membatasi peredaran bahan-bahan cetak di kalangan masyarakat.
Di tahun 7 zaman Kansei, setelah seluruh harta benda yang dimiliki disita pemerintah, penerbit ukiyo-e bernama Tsutaya Jūzaburō berusaha bangkit kembali. Tsutaya Jūzaburō mengumpulkan uang dengan cara menjual lukisan ukiyo-e karya Tōshūsai Sharaku. Lukisan karya Tōshūsai Sharaku menjadi sangat terkenal berkat pose aktor kabuki yang selalu digambar berlebih-lebihan walaupun lukisannya sendiri kurang laku. Kumpulan lukisan aktor kabuki karya Utagawa Toyokuni yang dikenal sebagai Yakusha Butai Sugata-e (lukisan potret aktor di atas panggung) justru lebih laku. Murid-murid Utagawa Toyokuni kemudian mendirikan aliran Utagawa yang merupakan aliran terbesar dalam seni ukiyo-e.
Periode lanjut
Salju di Kambara, karya HiroshigePeriode lanjut ukiyo-e menunjuk pada masa sekitar tahun 4 zaman Bunka hingga tahun 5 zaman Ansei. Setelah Kitagawa Utamaro tutup usia, lukisan wanita cantik (Bijinga) makin digambar secara lebih erotis seperti terlihat dalam karya-karya Keisai Eisen.
Murid Katsukawa Shunshō yang bernama Katsushika Hokusai membuat kumpulan lukisan yang dikenal sebagai 36 Pemandangan Gunung Fuji. Kumpulan lukisan Hokusai dibuat untuk mengikuti tren orang Jepang yang mulai senang bepergian di dalam negeri. Utagawa Hiroshige mengikuti kesuksesan Hokusai dengan kumpulan lukisan yang dikenal sebagai Tōkaidō gojūsan-tsugi Karya Hokusai dan Hiroshige dikenal sebagai genre Meisho-e (lukisan tempat terkenal) atau Fūkeiga (lukisan pemandangan).
Lukisan potret aktor kabuki yang tergolong dalam genre Yakusha-e tetap diteruskan Utagawa Kunisada yang merupakan murid Utagawa Toyokuni. Karya Utagawa Kunisada justru makin mempertegas ciri khas genre Yakusha-e berupa garis-garis keras dan dinamis yang dirintis sang guru.
Bersamaan dengan kepopuleran Kusazōshi (buku bergambar dengan cerita memakai aksara hiragana) lahir karya-karya ukiyo-e genre Musha-e yang menggambarkan tokoh-tokoh samurai, seperti terlihat dalam lukisan karya Utagawa Kuniyoshi. Ilustrasi tokoh-tokoh kisah Batas Air yang digambar Utagawa Kuniyoshi menjadi sangat populer, bahkan sampai membuat orang Jepang keranjingan cerita Batas Air.
Periode akhir
Pegulat sumo Onogawa Kisaburo, karya Tsukioka Yoshitoshi.Periode akhir ukiyo-e menunjuk pada masa sekitar tahun 6 zaman Ansei sampai tahun 45 zaman Meiji.
Lukisan ukiyo-e yang populer pada masa ini adalah genre lukisan orang asing yang disebut Yokohama-e, karena orang Jepang menaruh minat pada budaya asing yang dibawa oleh Kapal Hitam.
Akibat kekacauan yang ditimbulkan Restorasi Meiji, lukisan ukiyo-e mulai banyak yang mengetengahkan tema-tema lukisan kabuki yang mengumbar brutalisme dan lukisan makhluk “aneh tapi nyata.” Tsukioka Yoshitoshi yang merupakan murid Utagawa Kuniyoshi dan Ochiai Yoshiiku membuat kumpulan lukisan berjudul 28 Pembunuhan Terkenal dan ProsaKumpulan lukisan bertema sadis berlumuran darah seperti ini digolongkan ke dalam genre Muzan-e..
Genre baru ukiyo-e yang disebut Kōsenga dimulai Kobayashi Kiyochika dengan ciri khas objek lukisan yang digambar tanpa garis tepi (outline).
Lukisan ukiyo-e untuk anak-anak seperti yang dibuat Utagawa Yoshifuji digolongkan ke dalam genre Omocha-e. Gambar hasil penggandaan bisa digunakan anak-anak untuk bermain, seperti lembaran permainan yang sekarang sering menjadi bonus majalah anak-anak. Utagawa Yoshifuji begitu mengkhususkan diri pada genre Omocha-e, sehingga mendapat julukan “Omocha Yoshifuji” (Yoshifuji ahli mainan).
Kepopuleran ukiyo-e akhirnya memudar akibat berkembangnya fotografi dan teknik percetakan. Pelukis ukiyo-e berusaha segala macam cara untuk bertahan dari kemajuan teknologi tapi gagal.
Tsukioka Yoshitoshi dikenal sebagai grandmaster terakhir ukiyo-e. Karya-karyanya sangat bergaya Barat dan bersentuhan halus. Dari tangannya lahir karya-karya seperti surat kabar ukiyo-e (nishiki-e shimbun), lukisan bertema sejarah (rekishiga), dan lukisan bertema erotis (fūzokuga). Prihatin dengan kemunduran ukiyo-e, murid-muridnya disuruh untuk belajar hal-hal lain selain ukiyo-e. Salah seorang murid Yoshitoshi yang bernama Kaburaki Kiyokata berhasil menjadi pelukis Jepang yang sangat terkenal.
Upacara minum teh adalah ritual tradisional Jepang dalam menyajikan teh untuk tamu. Pada zaman dulu disebut chatō atau cha no yu. Upacara minum teh yang diadakan di luar ruangan disebut nodate.
Teh disiapkan secara khusus oleh orang yang mendalami seni upacara minum teh dan dinikmati sekelompok tamu di ruangan khusus untuk minum teh yang disebut chashitsu. Tuan rumah juga bertanggung jawab dalam mempersiapkan situasi yang menyenangkan untuk tamu seperti memilih lukisan dinding (kakejiku), bunga (chabana), dan mangkuk keramik yang sesuai dengan musim dan status tamu yang diundang.
Teh bukan cuma dituang dengan air panas dan diminum, tapi sebagai seni dalam arti luas. Upacara minum teh mencerminkan kepribadian dan pengetahuan tuan rumah yang mencakup antara lain tujuan hidup, cara berpikir, agama, apresiasi peralatan upacara minum teh dan cara meletakkan benda seni di dalam ruangan upacara minum teh (chashitsu) dan berbagai pengetahuan seni secara umum yang bergantung pada aliran upacara minum teh yang dianut.
Seni upacara minum teh memerlukan pendalaman selama bertahun-tahun dengan penyempurnaan yang berlangsung seumur hidup. Tamu yang diundang secara formal untuk upacara minum teh juga harus mempelajari tata krama, kebiasaan, basa-basi, etiket meminum teh dan menikmati makanan kecil yang dihidangkan.
Pada umumnya, upacara minum teh menggunakan teh bubuk matcha yang dibuat dari teh hijau yang digiling halus. Upacara minum teh menggunakan matcha disebut matchadō, sedangkan bila menggunakan teh hijau jenis sencha disebut senchadō.
Dalam percakapan sehari-hari di Jepang, upacara minum teh cukup disebut sebagai ocha (teh). Istilah ocha no keiko bisa berarti belajar mempraktekkan tata krama penyajian teh atau belajar etiket sebagai tamu dalam upacara minum teh.
Sejarah
Lu Yu (Riku U) adalah seorang ahli teh dari dinasti Tang di Tiongkok yang menulis buku berjudul Ch’a Ching atau Chakyō (bahasa Inggris: Classic of Tea). Buku ini merupakan ensiklopedia mengenai sejarah teh, cara menanam teh, sejarah minum teh, dan cara membuat dan menikmati teh.
Produksi teh dan tradisi minum teh dimulai sejak zaman Heian setelah teh dibawa masuk ke Jepang oleh duta kaisar yang dikirim ke dinasti Tang. Literatur klasik Nihon Kōki menulis tentang Kaisar Saga yang sangat terkesan dengan teh yang disuguhkan pendeta bernama Eichu sewaktu mengunjungi Provinsi Ōmi di tahun 815. Catatan dalam Nihon Kōki merupakan sejarah tertulis pertama tentang tradisi minum teh di Jepang.
Pada masa itu, teh juga masih berupa teh hasil fermentasi setengah matang mirip Teh Oolong yang dikenal sekarang ini. Teh dibuat dengan cara merebus teh di dalam air panas dan hanya dinikmati di beberapa kuil agama Buddha. Teh belum dinikmati di kalangan terbatas sehingga kebiasaan minum teh tidak sempat menjadi populer.
Di zaman Kamakura, pendeta Eisai dan Dogen menyebarkan ajaran Zen di Jepang sambil memperkenalkan matcha yang dibawanya dari Tiongkok sebagai obat. Teh dan ajaran Zen menjadi populer sebagai unsur utama dalam penerangan spiritual. Penanaman teh lalu mulai dilakukan di mana-mana sejalan dengan makin meluasnya kebiasaan minum teh.
Permainan tebak-tebakan daerah tempat asal air yang diminum berkembang di zaman Muromachi. Permainan tebak-tebakan air minum disebut Tōsui dan menjadi populer sebagai judi yang disebut Tōcha. Pada Tōcha, permainan berkembang menjadi tebak-tebakan nama merek teh yang yang diminum.
Pada masa itu, perangkat minum teh dari dinasti Tang dinilai dengan harga tinggi. Kolektor perlu mengeluarkan banyak uang untuk bisa mengumpulkan perangkat minum teh dari Tiongkok. Acara minum teh menjadi populer di kalangan daimyo yang mengadakan upacara minum teh secara mewah menggunakan perangkat minum teh dari Tiongkok. Acara minum teh seperti ini dikenal sebagai Karamono suki dan ditentang oleh nenek moyang ahli minum teh Jepang yang bernama Murata Jukō. Menurut Jukō, minuman keras dan perjudian harus dilarang dari acara minum teh. Acara minum teh juga harus merupakan sarana pertukaran pengalaman spiritual antara pihak tuan rumah dan pihak yang dijamu. Acara minum teh yang diperkenalkan Jukō merupakan asal-usul upacara minum teh aliran Wabicha.
Wabicha dikembangkan oleh seorang pedagang sukses dari kota Sakai bernama Takeno Shōō dan disempurnakan oleh murid (deshi) yang bernama Sen no Rikyū di zaman Azuchi Momoyama. Wabicha ala Rikyū menjadi populer di kalangan samurai dan melahirkan murid-murid terkenal seperti Gamō Ujisato, Hosokawa Tadaoki, Makimura Hyōbu, Seta Kamon, Furuta Shigeteru, Shigeyama Kenmotsu, Takayama Ukon, Rikyū Shichitetsu. Selain itu, dari aliran Wabicha berkembang menjadi aliran-aliran baru yang dipimpin oleh daimyo yang piawai dalam upacara minum teh seperti Kobori Masakazu, Katagiri Sekijū dan Oda Uraku. Sampai saat ini masih ada sebutan Bukesadō untuk upacara minum teh gaya kalangan samurai dan Daimyōcha untuk upacara minum teh gaya daimyō.
Sampai di awal zaman Edo, ahli upacara minum teh sebagian besar terdiri dari kalangan terbatas seperti daimyo dan pedagang yang sangat kaya. Memasuki pertengahan zaman Edo, penduduk kota yang sudah sukses secara ekonomi dan membentuk kalangan menengah atas secara beramai-ramai menjadi peminat upacara minum teh.
Kalangan penduduk kota yang berminat mempelajari upacara minum teh disambut dengan tangan terbuka oleh aliran Sansenke (tiga aliran Senke: Omotesenke, Urasenke dan Mushanokōjisenke) dan pecahan aliran Senke.
Kepopuleran upacara minum teh menyebabkan jumlah murid menjadi semakin banyak sehingga perlu diatur dengan suatu sistem. Iemoto seido adalah peraturan yang lahir dari kebutuhan mengatur hirarki antara guru dan murid dalam seni tradisional Jepang.
Joshinsai (guru generasi ke-7 aliran Omotesenke) dan Yūgensai (guru generasi ke-8 aliran Urasenke) dan murid senior Joshinsai yang bernama Kawakami Fuhaku (Edosenke generasi pertama) kemudian memperkenalkan metode baru belajar upacara minum teh yang disebut Shichijishiki. Upacara minum teh dapat dipelajari oleh banyak murid secara bersama-sama dengan metode Shichijishiki.
Berbagai aliran upacara minum teh berusaha menarik minat semua orang untuk belajar upacara minum teh, sehingga upacara minum teh makin populer di seluruh Jepang. Upacara minum teh yang semakin populer di kalangan rakyat juga berdampak buruk terhadap upacara minum teh yang mulai dilakukan tidak secara serius seperti sedang bermain-main.
Sebagian guru upacara minum teh berusaha mencegah kemunduran dalam upacara minum teh dengan menekankan pentingnya nilai spiritual dalam upacara minum teh. Pada waktu itu, kuil Daitokuji yang merupakan kuil sekte Rinzai berperan penting dalam memperkenalkan nilai spiritual upacara minum teh sekaligus melahirkan prinsip Wakeiseijaku yang berasal dari upacara minum teh aliran Rikyū.
Di akhir Keshogunan Tokugawa, Ii Naosuke menyempurnakan prinsip Ichigo ichie (satu kehidupan satu kesempatan). Pada masa ini, upacara minum teh yang sekarang dikenal sebagai sadō berhasil disempurnakan dengan penambahan prosedur sistematis yang riil seperti otemae (teknik persiapan, penyeduhan, penyajian teh) dan masing-masing aliran menetapkan gaya serta dasar filosofi yang bersifat abstrak.
Memasuki akhir zaman Edo, upacara minum teh yang menggunakan matcha yang disempurnakan kalangan samurai menjadi tidak populer di kalangan masyarakat karena tata krama yang kaku. Masyarakat umumnya menginginkan upacara minum teh yang bisa dinikmati dengan lebih santai. Pada waktu itu, orang mulai menaruh perhatian pada teh sencha yang biasa dinikmati sehari-hari. Upacara minum teh yang menggunakan sencha juga mulai diinginkan orang banyak. Berdasarkan permintaan orang banyak, pendeta Baisaō yang dikenal juga sebagai Kō Yūgai menciptakan aliran upacara minum teh dengan sencha (Senchadō) yang menjadi mapan dan populer di kalangan sastrawan.
Pemerintah feodal yang ada di seluruh Jepang merupakan pengayom berbagai aliran upacara minum teh, sehingga kesulitan keuangan melanda berbagai aliran upacara minum teh setelah pemerintah feodal dibubarkan di awal era Meiji. Hilangnya bantuan finansial dari pemerintah feodal akhirnya digantikan oleh pengusaha sukses seperti Masuda Takashi lalu bertindak sebagai pengayom berbagai aliran upacara minum teh.
Di tahun 1906, pelukis terkenal bernama Okakura Tenshin menerbitkan buku berjudul The Book of Tea di Amerika Serikat. Memasuki awal abad ke-20, istilah sadō atau chadō mulai banyak digunakan bersama-sama dengan istilah cha no yu atau Chanoyu.
Aliran upacara minum teh
· Sansenke - Aliran yang dimulai oleh Sen no Shōan yang merupakan anak yang dibawa oleh istri muda Sen no Rikyū dan diteruskan oleh garis keturunan keluarganya hingga sekarang. Sansenke merupakan garis keturunan terpisah dari keluarga Sakaisenke. Aliran Sansenke terdiri dari:
o Omotesenke (nama chashitsu: Fushin-an)
o Urasenke (nama chashitsu: Konnichi-an)
o Mushanokōjisenke (nama chashitsu: Kankyū-an)
· Sōtanryū - Aliran yang dilahirkan Sensōtan (anak Sen no Shōan) dan murid-muridnya. Selain aliran Sansenke, aliran Matsuoryū, aliran Yōkenryū, aliran Sōhenryū, aliran Fusairyū dan aliran Hisadaryū juga masih merupakan garis keturunan Sotanshitennō.
· Sakaisenke - Keluarga utama Senke. Sen no Dōan (putra sah Sen no rikyū) merupakan penerus keluarga Senke, tapi garis keturunannya terputus.
Yukata ( baju sesudah mandi) adalah jenis kimono nonformal yang dibuat dari bahan kain katun tipis tanpa pelapis yang dipakai untuk kesempatan santai di musim panas. Yukata dibuat dari bahan katun yang mudah dilewati angin, agar badan menjadi sejuk di sore hari atau sesudah mandi malam dengan air panas di Jepang.
Pada umumnya, Yukata biasanya dibuat dari kain katun walaupun banyak yang dibuat dari tekstil campuran, seperti katun yang dicampur dengan poliester.
Di Jepang, musim panas berarti musim pesta kembang api dan matsuri (festival musim panas). Jika terlihat orang memakai Yukata, berarti tidak jauh dari tempat itu ada matsuri atau pesta kembang api. Yukata juga disediakan di kamar hotel, penginapan ala Jepang (ryokan) dan pemandian air panas (onsen).
Jika digunakan untuk tidur, Yukata bisa dikenakan begitu saja oleh pria dan wanita tanpa mengenakan pakaian dalam. Sedangkan jika Yukata dikenakan untuk keluar rumah, laki-laki biasanya tidak memakai kaus dalam, melainkan hanya mengenakan celana dalam atau celana pendek.
Warna dan corak
Yukata untuk laki-laki biasanya terbuat dari bahan dengan warna dasar gelap (seperti hitam, biru tua, ungu tua) dengan corak garis-garis warna gelap. Sedangkan Yukata untuk wanita biasanya terbuat dari bahan dengan warna dasar cerah atau warna pastel dengan corak beraneka warna yang cerah. Corak kain yang populer untuk Yukata wanita, misalnya bunga Sakura, bunga Krisan, Poppy, bunga-bunga yang mekar di musim panas dan ikan mas koki. Karakter anime seperti Hamutaro, Pokemon dan Hello Kitty juga populer sebagai corak Yukata untuk anak-anak.
Pada umumnya, orang di luar Jepang menyebut semua baju tradisional Jepang sebagai kimono tanpa membeda-bedakan jenisnya.
Perbedaan dengan kimono
CGI seorang wanita yang mengenakan Yukata, sedang bermain kembang api.
· Berbeda dengan kimono yang disebut orang Jepang sebagai Gofuku atau Wafuku dan hanya dipakai pada kesempatan formal, Yukata dipakai untuk kesempatan santai, seperti berjalan-jalan melihat pesta kembang api, melihat matsuri atau menari di saat perayaan Obon.
· Berbeda dengan kimono yang berharga mahal hingga luar biasa mahal, harga Yukata umumnya terjangkau oleh semua orang.
· Berbeda dengan kimono jadi yang hampir-hampir tidak ada toko yang mau menjualnya, Yukata yang sudah jadi dengan beraneka ukuran banyak dijual toko dengan harga terjangkau.
· Berbeda dengan kimono yang menurut ukuran lebar lengannya dapat diketahui status seorang wanita (sudah menikah atau masih gadis), Yukata dapat dipakai oleh siapa saja tanpa mengenal status.
· Berbeda dengan kimono yang dikenakan dengan pakaian dalam sebanyak dua lapis (Hadajuban dan Juban), perempuan yang mengenakan Yukata hanya perlu pakaian dalam lapis pertama (Hadajuban).
Cara mengenakan Yukata untuk perempuan
Yukata yang dipakai perempuan harus sesuai ukuran badan pemakai agar Yukata terlihat bagus sewaktu dipakai.
1. Sewaktu mengenakan Yukata sebaiknya mengenakan Susoyoke (rok dalam yang panjang berwarna putih polos atau bercorak dengan warna cerah)
2. Memakai pakaian dalam Hadajuban dan mengencangkan tali pengikatnya
3. Memakai Yukata. Panjang Yukata selalu melebihi panjang yang dibutuhkan si pemakai sehingga kain Yukata yang panjangnya berlebih harus diangkat sedikit ke bagian pinggang dan dikencangkan dengan menggunakan Koshihimo (sabuk pinggang dari kain)
4. Merapikan bagian-bagian Yukata yang sedikit longgar di badan ke arah perut dan mengencangkannya dengan Datejime (kain sabuk pengikat)
5. Mengencangkan Yukata dengan melilitkan dan mengikatkan Obi (kain yang dililitkan di pinggang).
Lebar Obi yang digunakan untuk Yukata adalah setengah dari lebar Obi untuk kimono. Di antara berbagai jenis simpul untuk mengikat Obi, simpul berbentuk seperti kupu-kupu yang disebut simpul Bunko adalah yang paling populer. Simpul Obi yang sudah jadi dan tinggal disisipkan saja pada Obi juga tersedia di toko kimono.
Sejarah Yukata
Pada sekitar zaman Azuchi Momoyama, Yukatabira dikenal sebagai pakaian sesudah mandi. Di kalangan rakyat pada zaman Edo, Yukatabira menjadi sangat populer sehingga kemudian dikenal dengan sebutan Yukata. Pada zaman itu, Yukata cuma berfungsi sebagai pakaian tidur dan tidak pernah dipakai untuk bertemu dengan orang lain karena dianggap sangat tidak sopan.
Berbeda dengan kimono, Yukata sangat mudah dijahit karena pola yang sangat sederhana. Yukata dijahit tanpa kain pelapis di bawahnya dan tanpa kain pelapis di daerah pinggul dan pundak. Sampai sekitar sesudah Perang Dunia II di Jepang, cara menjahit Yukata diajarkan kepada para murid-murid perempuan di sekolah menengah umum.
Peran dalam kebudayaan Jepang
Aktor Kabuki mengenakan Yukata pada saat berdandan atau memainkan peran yang memakai Yukata. Pegulat Sumo juga memakai Yukata sebelum dan sesudah bertanding. Gerakan-gerakan dasar yang harus dikuasai dalam tari tradisional Jepang (Nihon buyō) selalu berkaitan dengan kimono. Penari tari tradisional Jepang mengenakan Yukata sebagai pengganti kimono agar kimono yang berharga mahal tidak menjadi basah karena keringat.
http://id.wikipedia.org/wiki/Yukata
April 4th, 2007 at 10:37 pm
Yiska Dwi Anggraini C1C005254
Upacara minum teh
Upacara minum teh (茶道 sadō, chadō?, jalan teh) adalah ritual tradisional Jepang dalam menyajikan teh untuk tamu. Pada zaman dulu disebut chatō atau cha no yu. Upacara minum the yang diadakan diluar ruangan disebut nodate.
Teh disiapkan secara khusus oleh orang yang mendalami seni upacara minum teh dan dinikmati sekelompok tamu di ruangan khusus untuk minum teh yang disebut chashitsu. Tuan rumah juga bertanggung jawab dalam mempersiapkan situasi yang menyenangkan untuk tamu seperti memilih lukisan dinding (kakejiku), bunga (chabana), dan mangkuk keramik yang sesuai dengan musim dan status tamu yang diundang.
Teh bukan cuma dituang dengan air panas dan diminum, tapi sebagai seni dalam arti luas. Upacara minum teh mencerminkan kepribadian dan pengetahuan tuan rumah yang mencakup antara lain tujuan hidup, cara berpikir, agama, apresiasi peralatan upacara minum teh dan cara meletakkan benda seni di dalam ruangan upacara minum teh (chashitsu) dan berbagai pengetahuan seni secara umum yang bergantung pada aliran ipacara minum teh yang dianut.
Seni upacara minum teh memerlukan pendalaman selama bertahun-tahun dengan penyempurnaan yang berlangsung seumur hidup. Tamu yang diundang secara formal untuk upacara minum teh juga harus mempelajari tata krama, kebiasaan, basa-basi, etiket meminum teh dan meikmati makana kecil yan dihidangkan.
Pada umumnya, upacara minum teh menggunakan teh bubuk matcha yang dibuat dari teh hijau yang digiling halus. Upacara minum teh menggunakan matcha disebut matchadō sedangkan bila menggunakan teh hijau sejenis sencha disebut senchado.
Dalam percakapan sehari-hari di Jepang, upacara minum teh cukup disebut sebagai ocha (teh). Istilah ocha no keiko bisa berarti belajar mempraktekkan tata krama penyajian the atau belajar etiket sebagai tamu dalam upacara minum the.
Kimono
Kimono (bahasa Jepang: 着物 secara harafiah: “sesuatu yang dikenakan seseorang,” atau “pakaian”) adalah pakaian nasional Jepang. Bagi orang Jepang, kimono lebih dikenal dengan sebutan Wafuku (bahasa Jepang: 和服 secara harafiah: “pakaian Jepang”) atau Gofuku (bahasa Jepang: 呉服 secara harafiah: “pakaian dari zaman Go di Tiongkok”) untuk membedakannya dengan pakaian barat (Yofuku). Kimono yang dikenal sekarang ini berbentuk seperti huruf “T,” berupa mantel berkerah yang panjangnya sampai ke pergelangan kaki. Kimono untuk pria terdiri dari setelan atas-bawah, sedangkan kimono untuk wanita berbentuk baju terusan.
Cara memakai kimono dalam bahasa Jepangnya disebut Kitsuke. Peraturan dalam memakai kimono sangatlah terinci, mulai dari jenis-jenis kimono yang sesuai dengan acaranya, hingga aksesori yang sesuai dengan jenis kimono tertentu. Belajar mengenakan kimono juga bukan hal yang mudah, sehingga di Jepang banyak terdapat tempat kursus untuk belajar pakai kimono. Di toko-toko juga banyak dijual alat-alat bantu yang memudahkan orang memakai kimono. Walaupun sebetulnya kimono dapat dikenakan sendiri tanpa bantuan orang lain, kebanyakan wanita Jepang masih harus dibantu orang yang professional sewaktu mengenakan kimono.
BUDAYA INDIA
Cara berpakaian orang India sangat khas dengan keindahan, dengan tabiat mereka yang kreatif, seperti ketika mereka mempersiapkan makanan.
Gaya dansa klasik dari bagian selatan, termasuk Bharatnatyam dari Tamil Nadu, Kuchipudi dari Andhra Pradesh dan Kathakali dari Kerala. Manipuri, yang menunjukkan suasana yang terang dan menyenangkan tumbuh di bagian timur laut. Odissi, dengan elemen-elemen yang mirip dengan Bharatnatyam, berasal dari timur negara bagian Orissa. Kathak, gaya asalnya diadopsi oleh tari-tarian pada era Mughal merupakan contoh dari gaya tarian utara India.
Dalam hal musik, gaya klasik dibagi menjadi India utara dan India selatan. Disamping gaya klasik dengan melukis India kaya akan sumber daya seni kontemporer.
Sekarang ini, banyak orang India menjadi artis dengan skala internasional seperti M.F. Hussain, Raza, maupun Souza. India memiliki kebudayaan seni tradisional baik dari seni teater, tari, patung yang kaya dari dahulu hingga kini.
Kebanyakan orang India yang berjumlah 950 juta orang merupakan pecinta film, jadi tidak mengherankan apabila India merupakan salah satu penghasil film terbesar di dunia. Lebih dari 800 film yang diproduksi tiap tahun. Sedangkan pusat-pusat film industri India terdapat di Mumbai, Chennai dan Calcutta. Adapun penggerak industi film di India antara lain Satyajit Ray, Miniral Sen, Shyam Benegal, dan Adoor Gapalakhrisna.
BUDAYA SPANYOL
Matador, secara harafiah berarti pembunuh, adalah seorang torero yang sangat ahli di dalam pertarungan melawan banteng. Torero adalah pelaku utama dalam pertunjukan pertarungan manusia melawan banteng di Spanyol dan negara-negara berbahasa Spanyol lainnya. Dalam pertarungan ini, seorang torero berperan mempermainkan dan pada akhirnya membunuh banteng tersebut. Torero disebut sebagai toreador dalam bahasa Inggris, tapi istilah ini hampir tidak pernah dipakai Spanyol maupun Amerika Latin.
Hanya seorang torero yang sangat ahli yang dapat naik tingkat sebagai seorang matador dalam sebuah pertarungan melawan banteng yang disebut alternativa. Dalam pertarungan alternativa ini, seorang Novillero (petarung banteng junior) dapat melakukan pertunjukan didepan penonton dan diperkenalkan sebagai matador de toros.
Salah satu matador yang paling terkenal sepanjang masa adalah Juan Belmonte, yang teknik-tekniknya merevolusi pertarungan itu dan kemudian menjadi standar dalam penilaian matador hari-hari ini. Seorang matador yang paling sukses akan diperlakukan seperti seorang bintang, dengan pendapatan yang berlimpah, memiliki banyak penggemar, dan sering digosipkan oleh tabloid. Namun demikian, pada saat ini profesi matador tidak mendapatkan pendapatan sebesar pendahulunya pada tahun 1960an. Media masa juga kebanyakan meliput hanya sedikit matador yang dikenal sebagai “mediaticos” yang tidak termasuk petarung-petarung top Spanyol. Dengan sifat pertarungan yang berbahaya itu, lebih dari 40 orang matador telah terbunuh di gelanggang pertarungan. Salah satu petarung paling terkenal dalam sejarah, Manolete, tewas dalam pertarungan pada tahun 1947.
BUDAYA JAWA
Mantu poci adalah salah satu budaya dari wilayah Tegal (Jawa Tengah), dengan cara inti melangsungkan “pesta perkawinan” antara sepasang poci tanah berukuran raksasa.
Mantu poci pada umumnya diselenggarakan oleh pasangan suami istri yang telah lama berumah tangga namun belum juga dikarunai keturunan. Seperti layaknya pesta perkawinan, mantu poci juga dihadiri oleh ratusan bahkan ribuan undangan. Lengkap dengan dekorasi, sajian makanan, dan beraneka pementasan untuk menghibur para undangan yang hadir. Tak lupa pula, di pintu masuk ruang resepsi disediakan kotak sumbangan berbentuk rumah.
Selain sebagai harapan agar pasangan suami istri segera mendapatkan keturunan, mantu poci juga bertujuan agar penyelenggara merasa seperti menjadi layaknya orang tua yang telah berhasil membesarkan putra putri mereka, kemudian dilepas dengan pesta besar dengan mengundang sanak saudara dan relasi.
Dewasa ini Mantu Poci sudah jarang digelar di Tegal. Salah satu repertoar yang diusung oleh Dewan Kesenian Kota Tegal di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah tahun 2003 adalah mementaskan drama berjudul Kang Daroji Mantu Poci, dikemas secara komedi.
Diperoleh dari “http://id.wikipedia.org/wiki/Mantu_Poci”
April 5th, 2007 at 3:59 pm
· Janganlah kaget ketika melewati jalanan yang penuh resto & warung, tiba-tiba terdengar piring, gelas, cangkir berpecahan. Ada yang sengaja dijatuhkan, bahkan ada yang sengaja agak dibanting. Ini perilaku orang-orang resto yunani-greg atau Turki, pertanda buang sial dan menghadang keberuntungan, memanggil rezeki. Ini merupakan kepercayaan mereka. Dan ini biasanya akan selalu terdengar di daerah Quartier Latin bila jalan-jalan sepanjang resto yang puluhan bahkan ratusan banyaknya itu. Mereka berlomba memancing pelanggan agar mampir ke restonya.
April 5th, 2007 at 4:22 pm
· Janganlah kaget ketika melewati jalanan yang penuh resto & warung, tiba-tiba terdengar piring, gelas, cangkir berpecahan. Ada yang sengaja dijatuhkan, bahkan ada yang sengaja agak dibanting. Ini perilaku orang-orang resto yunani-greg atau Turki, pertanda buang sial dan menghadang keberuntungan, memanggil rezeki. Ini merupakan kepercayaan mereka. Dan ini biasanya akan selalu terdengar di daerah Quartier Latin bila jalan-jalan sepanjang resto yang puluhan bahkan ratusan banyaknya itu. Mereka berlomba memancing pelanggan agar mampir ke restonya.
· Kebiasaan salah satu suku di Afrika adalah melubangi bibir bawahnya dan diselipkan besi bundar seperti gelang bagi wanita agar dianggap cantik. Kebiasaan ini terus berlanjut walaupun beberapa perempuan diantaranya berusaha protes dengan kebiasaan ini, tapi tidak ada laki-laki yang mau dengan wanita yang tidak melakukan kebiasaan ini karena dianggap tidak menarik
· Orang India, walau tidak semuanya, memang senang sekali memanggil anak-anak mereka dengan pet name. Bukan sekedar panggilan seperti Bang, Kak, Mbak (untuk anak yang lebih tua), atau adek, dede (buat anak yang lebih muda), neng atau mas (berdasar jenis kelamin). Bukan juga panggilan yang diambil dari kependekan nama seperti Aditya menjadi Adi, Amelia menjadi Meli dsb.
Pet Name di India biasanya benar-benar jauh berbeda dengan nama yang sebenarnya. Biasanya memang Pet Name diberikan ketika anak-anak masih berumur balita, ketika mereka sedang lucu-lucunya… Toh kenyataannya, panggilan tersebut tetap melekat sampai mereka dewasa. Malahan seringkali orang menjadi lebih mengenal seseorang dengan nama kecil itu dibanding nama asli yang tentu saja lebih indah dan bermakna.
Seseorang dengan nama Mumtaz misalnya, bisa saja mempunyai nama kecil Pullu. Atau Danesh menjadi lebih dikenal sebagai Laddoo. Mau tau Pet Names lain yang umum kita dengar di India ….? Dinku, Tinku, Daboo, Kuckoo, Chikoo, Cochikoo, Kuttu dan sejenisnya (biasanya merakhiran bunyi ‘u’). Saya malah pernah mendengar seseorang (saya lupa siapa ;-p) menmanggil Nasha dengan Nashu…!!!
April 5th, 2007 at 8:12 pm
===Kebudayaan sebagai peradaban===
Saat ini, kebanyakan orang memahami gagasan “budaya” yang dikembangkan di [[Eropa]] pada abad ke-18 dan awal abad ke-19. Gagasan tentang “budaya” ini merefleksikan adanya ketidakseimbangan antara kekuatan Eropa dan kekuatan daerah-daerah yang dijajahnya. Mereka menganggap ‘kebudayaan’ sebagai “peradaban” sebagai lawan kata dari “[[alam]]”. Menurut cara pikir ini, kebudayaan satu dengan kebudayaan lain dapat diperbandingkan; salah satu kebudayaan pasti lebih tinggi dari kebudayaan lainnya.
[[Image:Degas- La classe de danse 1874.jpg|left|150px|thumb|Artefak tentang "kebudayaan tingkat tinggi" (''High Culture'') oleh [[Edgar Degas]].]]
Pada prakteknya, kata ”kebudayaan” merujuk pada benda-benda dan [[aktivitas]] yang “elit” seperti misalnya memakai [[baju]] yang berkelas , ”[[seni|fine art]]”, atau mendengarkan [[musik klasik]], sementara kata ”berkebudayaan” digunakan untuk menggambarkan orang yang mengetahui, dan mengambil bagian, dari aktivitas-aktivitas di atas. Sebagai contoh, jika seseorang berpendendapat bahwa musik klasik adalah musik yang “berkelas”, elit, dan bercita rasa seni, sementara musik tradisional dianggap sebagai musik yang kampungan dan ketinggalan zaman, maka timbul anggapan bahwa ia adalah orang yang sudah “berkebudayaan”.
Orang yang menggunakan kata “kebudayaan” dengan cara ini tidak percaya ada kebudayaan lain yang eksis; mereka percaya bahwa kebudayaan hanya ada satu dan menjadi tolak ukur norma dan nilai di seluruh dunia. Menurut cara pandang ini, seseorang yang memiliki kebiasaan yang berbeda dengan mereka yang “berkebudayaan” disebut sebagai orang yang “tidak berkebudayaan”; bukan sebagai orang “dari kebudayaan yang lain.” Orang yang “tidak berkebudayaan” dikatakan lebih “alam,” dan para pengamat seringkali mempertahankan elemen dari [[kebudayaan tingkat tinggi]] (”high culture”) untuk menekan pemikiran “[[manusia alami]]” (”human nature”)
Sejak abad ke-18, beberapa kritik sosial telah menerima adanya perbedaan antara berkebudayaan dan tidak berkebudayaan, tetapi perbandingan itu —berkebudayaan dan tidak berkebudayaan— dapat menekan interpretasi perbaikan dan interpretasi pengalaman sebagai perkembangan yang merusak dan “tidak alami” yang mengaburkan dan menyimpangkan sifat dasar manusia. Dalam hal ini, [[musik tradisional]] (yang diciptakan oleh masyarakat kelas pekerja) dianggap mengekspresikan “jalan hidup yang alami” (”natural way of life”), dan musik klasik sebagai suatu kemunduran dan kemerosotan.
Saat ini kebanyak ilmuwan sosial menolak untuk memperbandingkan antara kebudayaan dengan alam dan konsep [[monadik]] yang pernah berlaku. Mereka menganggap bahwa kebudayaan yang sebelumnya dianggap “tidak elit” dan “kebudayaan elit” adalah sama — masing-masing masyarakat memiliki kebudayaan yang tidak dapat diperbandingkan. Pengamat sosial membedakan beberapa kebudayaan sebagai [[Kultur populer]] (”Popular culture”) atau ”pop kultur”, yang berarti barang atau aktivitas yang diproduksi dan dikonsumsi oleh banyak orang.
April 5th, 2007 at 8:34 pm
Boleh saya sedikit menyumbang unek-unek. Masih tentang culture tentunya….anda siap…kalo sudah siap saya akan menyampaikannya….
JUDULNYA BERKENALAN DENGAN CINA/TIONGHOA
katanya unek-unek kok ada judulnya?
ya pokoknya itu judulnya oke….
Contoh desa itu saya pikir bagus sekali. Kata yang memiliki arti seperti ini bisa (tidak pasti harus) sampai berkonotasi negatif. Misalnya, kata udik itu, dalam hubungan dengan orang, hampir selalu berarti negatif. Artinya: berlayar ke udik tidak ada aspek negatifnya, tetapi dia itu orang udik sudah mengandung arti negatif. Anehnya, hulu tidak mengandung arti negatif, dan hilir tidak mengandung arti “memuji”. Demikianpun, walaupun desa pada dirinya sendiri belum berarti negatif, tetapi dusun di beberapa daerah (khususnya di daerah tertentu di Kalimantan dan Sumatra) mempunyai arti negatif.
Saya pikir, apakah kata itu sampai memperoleh konotasi negatif tergantung bukan dari sebab-sebab yang berwatak bersih linguistik. Aspek negatif dalam artinya itu, saya pikir, timbul dari sifat-sifat daripada barang denotat (apa yang didenotasi oleh kata itu) itu sendiri atau kaitan hubungannya dengan lingkungan materielnya. Umum pada bahasa-bahasa bangsa yang pusat kebudayaannya di kota, kata yang berarti “desa” atau “udik” itu bisa berkonotasi negatif. Mungkin, pada komunitas bahasa yang berpusat kebudayaan di pedesaan, kata yang berarti “kota” itulah yang bisa mendapat konotasi negatif (city slicker). Pada jaman feodal di Eropa, penduduk kota oleh kaum ningrat yang berdiam dalam benteng itu juga dianggap “kampungan”, maka timbullah arti negatif kata Inggeris villain (bandingkan bahasa Perancis ville “kota”). Jadi, dalam hal ini, adalah faktor-faktor sosial, ekonomi, kebudayaan materiel, dsb. yang menentukan penilaian “positif” atau “negatif” terhadap denotat itu, yang mana lalu “menular” kepada kata yang menamakan hal atau orang yang dinilai positif atau negatif itu.
Dalam hal kongkret kata cina maka konotasi negatif yang inherent padanya ini bukan suatu hal yang baru, dan memang mencerminkan semacam “universalia” seperti pada kata-kata yang berarti “desa” tadi. Bangsa daripada minoritas yang sukses berdagang dalam lingkungan dimana mereka sukses berdagang itu sering menjadi sasaran rasa iri ataupun benci, sehingga bangsa minoritas itu sering dihubungkan dengan ciri-ciri negatif seperti “kikir”, “penipu”, “pengecut” dsb. Contoh klasiknya yalah orang Yahudi di Eropa. Nasib yang serupa dirasakan juga oleh orang Arab (”sepuluh-duabelas”), orang India (”Keling”), orang Tionghoa, dan, perhatikanlah baik-baik, orang “Melayu Tanjung Harapan” (Cape Malays) di Afrika Selatan (sebagian besarnya keturunan budak dan tawanan perang VOC yang berasal dari Sulawesi Selatan dan Maluku Utara). Di sini pun, kata untuk menamakan atau menyebut bangsa minoritas mahir berbisnis ini lalu mendapat konotasi negatif.
Sangat menarik adalah sejumlah metafora dalam bahasa Inggeris yang mengandung kata Dutch yang semuanya berarti negatif. Ini sejarahnya berasal dari masa ketika persekutuan dagang Jerman Utara yang bernama Hansa itu sangat sukses di perairan Eropa Utara, termasuk Inggeris. Artinya, kata Dutch ini tidak menunjuk kepada orang Belanda, melainkan kepada orang Jerman (Deutsch) pesisiran yang berbahasa logat Niederdeutsch (bahasa Belandanya Nederduits, artinya “Jerman Hilir”). Mengingat orang berbahasa Melayu dulu aktif berdagang di Nusantara, tidak usah heran bahwa dalam bahasa Tetum (di Timor), kata malai itu berkonotasi negatif (ini sudah lama sebelum adanya isu Timor Timur).
Jadi, konotasi negatif yang inherent pada kata cina dalam bahasa Indonesia ini tidak mengherankan, melainkan seresam benar dengan tendensi yang cukup meluas di seluruh dunia berkenaan dengan nama bangsa minoritas yang mahir berdagang. Tidaklah soal, bahwa di kalangan orang keturunan Tionghoa sendiri di Indonesia, yang berhasil jadi kaya liwat dagang itupun minoritas. Yang mendapat perhatian orang malah segelintirnya yang menyolok itu (Tak beda dengan orang Yahudi di Eropa, dsb., dsb.). Yang tidak sempat kaya malah yang paling sering kena getahnya….
Dengan timbulnya kata tionghoa, rupanya terjadi semacam “pembagian tugas”, artinya, pada tahun-tahun 1950-an, kata cina lebih “berspesialisasi” dipakai untuk “keperluan” memisuh, sedangkan untuk keperluan netral ada kata tionghoa. Keperluan Orde Baru untuk mengarahkan syakwa-sangka dan antipati rakyat terhadap orang Tionghoa itu mengakibatkan disisihkannya kata tionghoa, sehingga orang bangsa tersebut secara keseluruhan dinamakan cina. Permusuhan Orde Baru waktu itu terhadap RRT/RRC (yang belakangan akur kembali) rupanya bukan satu-satunya sebab. Waktu itu di dalam negeri pun terjadi huru-hara (yang mungkin terpimpin juga) yang disertai pembantaian terhadap penduduk keturunan Tionghoa. Menurut satu analisa, keluarga Cendana kekayaannya menanjak berkat bakat bisnisnya cukong-cukong tertentu. Katanya, agar cukong tersebut tidak lalu merasa menguasai keluarga (jangan “mang-Alibaba-kan” nya), maka diperlukan suasana dimana orang Tionghoa itu perlu takut dan tergantung kepada kulawarga untuk melindunginya. Ada pula keterangan, bahwa pembakaran gereja dulu itu juga terutama berkaitan dengan keperluan menakuti orang keturunan Tionghoa, karena pembakaran gereja itu sering bertepatan dengan ancaman-ancaman terhadap orang keturunan Tionghoa. Memang menurut angka-angka statistik yang saya pernah lihat, pembakaran gereja itu mulai dari tahun 1965 dan menanjak terus selama kekuasaan Orde Baru. Tetapi apakah kaitan yang disebut di atas benar atau tidak, tentu pihak berwajib yang harus menentukannya.
Adapun, mengingat bahwa selama Orde Baru itu, satu-satunya istilah untuk menyebut Tionghoa yang dapat dipakai waktu itu itu cina, maka tidak mungkin setiap orang yang memakainya itu bermaksud menghina. Artinya, bagi banyak orang yang bersantun, memakai kata cina itu tidak otomatis berkonotasi negatif. Terjadilah satu paradoks yang amat menarik. Walaupun Orde Baru “menunggalkan” kata cina untuk menjeleki orang Tionghoa, akibat langsung daripada tindakan tersebut adalah bahwa watak “menghina” daripada kata tersebut malah berkurang.
Kendatipun demikian, konotasi negatifnya belum hilang benar. Ini saya lihat tidak saja dari perasaan orang keturunan Tionghoa di Indonesia, yang masih tetap bisa merasa dihina kalau mendengar kata itu, tetapi juga dari kecenderungan banyak orang pribumi yang pernah saya dengari kalau berbicara, kata cina itu sering ditukar dengan kata Inggeris chinese. Dalam hal ini, saya melihat penggunaan kata Inggeris yang berkonotasi netral itu sebagai semacam “pelarian” daripada konotasi negatif kata cina yang, bagaimana pun juga, masih tetap dirasakannya.
Nah, sekian dulu, dan maaf bila sampai sepanjang ini…matur tengkyu……
April 5th, 2007 at 8:37 pm
saya ingin menyumbang unek-unek. Masih tentang culture tentunya….anda siap…kalo sudah siap saya akan menyampaikannya….
JUDULNYA BERKENALAN DENGAN CINA/TIONGHOA
katanya unek-unek kok ada judulnya?
ya pokoknya itu judulnya oke….
Contoh desa itu saya pikir bagus sekali. Kata yang memiliki arti seperti ini bisa (tidak pasti harus) sampai berkonotasi negatif. Misalnya, kata udik itu, dalam hubungan dengan orang, hampir selalu berarti negatif. Artinya: berlayar ke udik tidak ada aspek negatifnya, tetapi dia itu orang udik sudah mengandung arti negatif. Anehnya, hulu tidak mengandung arti negatif, dan hilir tidak mengandung arti “memuji”. Demikianpun, walaupun desa pada dirinya sendiri belum berarti negatif, tetapi dusun di beberapa daerah (khususnya di daerah tertentu di Kalimantan dan Sumatra) mempunyai arti negatif.
Saya pikir, apakah kata itu sampai memperoleh konotasi negatif tergantung bukan dari sebab-sebab yang berwatak bersih linguistik. Aspek negatif dalam artinya itu, saya pikir, timbul dari sifat-sifat daripada barang denotat (apa yang didenotasi oleh kata itu) itu sendiri atau kaitan hubungannya dengan lingkungan materielnya. Umum pada bahasa-bahasa bangsa yang pusat kebudayaannya di kota, kata yang berarti “desa” atau “udik” itu bisa berkonotasi negatif. Mungkin, pada komunitas bahasa yang berpusat kebudayaan di pedesaan, kata yang berarti “kota” itulah yang bisa mendapat konotasi negatif (city slicker). Pada jaman feodal di Eropa, penduduk kota oleh kaum ningrat yang berdiam dalam benteng itu juga dianggap “kampungan”, maka timbullah arti negatif kata Inggeris villain (bandingkan bahasa Perancis ville “kota”). Jadi, dalam hal ini, adalah faktor-faktor sosial, ekonomi, kebudayaan materiel, dsb. yang menentukan penilaian “positif” atau “negatif” terhadap denotat itu, yang mana lalu “menular” kepada kata yang menamakan hal atau orang yang dinilai positif atau negatif itu.
Dalam hal kongkret kata cina maka konotasi negatif yang inherent padanya ini bukan suatu hal yang baru, dan memang mencerminkan semacam “universalia” seperti pada kata-kata yang berarti “desa” tadi. Bangsa daripada minoritas yang sukses berdagang dalam lingkungan dimana mereka sukses berdagang itu sering menjadi sasaran rasa iri ataupun benci, sehingga bangsa minoritas itu sering dihubungkan dengan ciri-ciri negatif seperti “kikir”, “penipu”, “pengecut” dsb. Contoh klasiknya yalah orang Yahudi di Eropa. Nasib yang serupa dirasakan juga oleh orang Arab (”sepuluh-duabelas”), orang India (”Keling”), orang Tionghoa, dan, perhatikanlah baik-baik, orang “Melayu Tanjung Harapan” (Cape Malays) di Afrika Selatan (sebagian besarnya keturunan budak dan tawanan perang VOC yang berasal dari Sulawesi Selatan dan Maluku Utara). Di sini pun, kata untuk menamakan atau menyebut bangsa minoritas mahir berbisnis ini lalu mendapat konotasi negatif.
Sangat menarik adalah sejumlah metafora dalam bahasa Inggeris yang mengandung kata Dutch yang semuanya berarti negatif. Ini sejarahnya berasal dari masa ketika persekutuan dagang Jerman Utara yang bernama Hansa itu sangat sukses di perairan Eropa Utara, termasuk Inggeris. Artinya, kata Dutch ini tidak menunjuk kepada orang Belanda, melainkan kepada orang Jerman (Deutsch) pesisiran yang berbahasa logat Niederdeutsch (bahasa Belandanya Nederduits, artinya “Jerman Hilir”). Mengingat orang berbahasa Melayu dulu aktif berdagang di Nusantara, tidak usah heran bahwa dalam bahasa Tetum (di Timor), kata malai itu berkonotasi negatif (ini sudah lama sebelum adanya isu Timor Timur).
Jadi, konotasi negatif yang inherent pada kata cina dalam bahasa Indonesia ini tidak mengherankan, melainkan seresam benar dengan tendensi yang cukup meluas di seluruh dunia berkenaan dengan nama bangsa minoritas yang mahir berdagang. Tidaklah soal, bahwa di kalangan orang keturunan Tionghoa sendiri di Indonesia, yang berhasil jadi kaya liwat dagang itupun minoritas. Yang mendapat perhatian orang malah segelintirnya yang menyolok itu (Tak beda dengan orang Yahudi di Eropa, dsb., dsb.). Yang tidak sempat kaya malah yang paling sering kena getahnya….
Dengan timbulnya kata tionghoa, rupanya terjadi semacam “pembagian tugas”, artinya, pada tahun-tahun 1950-an, kata cina lebih “berspesialisasi” dipakai untuk “keperluan” memisuh, sedangkan untuk keperluan netral ada kata tionghoa. Keperluan Orde Baru untuk mengarahkan syakwa-sangka dan antipati rakyat terhadap orang Tionghoa itu mengakibatkan disisihkannya kata tionghoa, sehingga orang bangsa tersebut secara keseluruhan dinamakan cina. Permusuhan Orde Baru waktu itu terhadap RRT/RRC (yang belakangan akur kembali) rupanya bukan satu-satunya sebab. Waktu itu di dalam negeri pun terjadi huru-hara (yang mungkin terpimpin juga) yang disertai pembantaian terhadap penduduk keturunan Tionghoa. Menurut satu analisa, keluarga Cendana kekayaannya menanjak berkat bakat bisnisnya cukong-cukong tertentu. Katanya, agar cukong tersebut tidak lalu merasa menguasai keluarga (jangan “mang-Alibaba-kan” nya), maka diperlukan suasana dimana orang Tionghoa itu perlu takut dan tergantung kepada kulawarga untuk melindunginya. Ada pula keterangan, bahwa pembakaran gereja dulu itu juga terutama berkaitan dengan keperluan menakuti orang keturunan Tionghoa, karena pembakaran gereja itu sering bertepatan dengan ancaman-ancaman terhadap orang keturunan Tionghoa. Memang menurut angka-angka statistik yang saya pernah lihat, pembakaran gereja itu mulai dari tahun 1965 dan menanjak terus selama kekuasaan Orde Baru. Tetapi apakah kaitan yang disebut di atas benar atau tidak, tentu pihak berwajib yang harus menentukannya.
Adapun, mengingat bahwa selama Orde Baru itu, satu-satunya istilah untuk menyebut Tionghoa yang dapat dipakai waktu itu itu cina, maka tidak mungkin setiap orang yang memakainya itu bermaksud menghina. Artinya, bagi banyak orang yang bersantun, memakai kata cina itu tidak otomatis berkonotasi negatif. Terjadilah satu paradoks yang amat menarik. Walaupun Orde Baru “menunggalkan” kata cina untuk menjeleki orang Tionghoa, akibat langsung daripada tindakan tersebut adalah bahwa watak “menghina” daripada kata tersebut malah berkurang.
Kendatipun demikian, konotasi negatifnya belum hilang benar. Ini saya lihat tidak saja dari perasaan orang keturunan Tionghoa di Indonesia, yang masih tetap bisa merasa dihina kalau mendengar kata itu, tetapi juga dari kecenderungan banyak orang pribumi yang pernah saya dengari kalau berbicara, kata cina itu sering ditukar dengan kata Inggeris chinese. Dalam hal ini, saya melihat penggunaan kata Inggeris yang berkonotasi netral itu sebagai semacam “pelarian” daripada konotasi negatif kata cina yang, bagaimana pun juga, masih tetap dirasakannya.
Nah, sekian dulu, dan maaf bila sampai sepanjang ini…matur tengkyu……
April 5th, 2007 at 8:53 pm
Traditional clothing of the Edo period, (1600-1868), included the kimono and obi as we know them today. The obi did not, however, become a prominent part of a woman’s ensemble until the mid Edo period. It was then that designers, weavers and dyers all focused their talent on creating a longer, wider and more elaborate obi. Obi measurement was then standardised to 360cm long by 30cm wide.
Edo fashion was influenced by the design and style that courtesans and entertainers wear. Women of the samurai class continued to wear the simpler kosode kimono, tied together with an obi made of braided cords. Outside the samurai class, women experimented with a more elaborate kimono - the furisode, which is often seen on the Kabuki stage. Characterised by long, flowing sleeves, the furisode kimono was accented by a large, loosely tied obi.
For many years, the obi bow was tied either at the front or on the side. By the mid-Edo period, the obi bow was tied in the back position. It was said that this style started in the mid-1700s when a Kabuki actor, imitating a young girl, came on stage with his obi tied in the back. Another reason that the back position became more acceptable was that the sheer bulk of the wider obi became too cumbersome to be positioned in the front of the kimono.
The Meiji era, (1868-1912) witnessed a revolution in the textile industry with the advent of electric weaving looms and chemical dying techniques from the West. During this time, a woman’s kimono ceased to be worn in the free-flowing style of the earlier days. The new fashion was to tuck the kimono at the waist to adjust the length of the kimono to the woman’s height. These tucks and folds were visible and became part of the art of tying the obi.
April 5th, 2007 at 8:55 pm
Ginseng is a medicinal plant with wondrous powers. Although it grows in other countries as well, it is widely cultivated in Korea where the climate and soil produce the world’s finest. It is a perennial herb that belongs to the Araliaceae family. Scientifically it is known as Panax schinseng Nees.
A ginseng plant usually grows to be about 60cm tall. The subterranean stem is short, and stands either straight or slightly tilted. The root looks similar to that of a Chinese bellflower, with a single stalk growing out of the stem. Three or four leaves grow at the end of the stalk. Light-green flowers blossom in April. When the flowers wither away, they are replaced by round, reddish fruit.
To distinguish it from ginseng grown in other parts of the world, Korean-grown ginseng is specifically called “Goryeo ginseng,” named after the ancient dynasty of Goryeo from which the nation’s current English name “Korea” is derived. Even in the old days, Korean ginseng used a different Chinese character for “sam” (meaning ginseng): “ß³” was used for other types, while “ß³” was reserved for Korean ginseng.
Ginseng grown in the wild, deep in the mountains, is known as sansam (mountain ginseng). It is, however, found only rarely, and cultivation meets nearly all of the demand these days. Goryeo ginseng’s reputation began with sansam. In the old day, the search for it was almost a spiritual endeavor for those dwelling in the nation’s mountainous regions. Even today, there are those who spend their lives wandering around deep valleys for the mystical plant. They are known as simmani or simmemani (both mean “gatherer of wild ginseng”).
The territory of the kingdom of Goguryeo (37 B.C.-A.D. 668) extended north to the Liaodong region of China, Manchuria, and the coastal provinces of Siberia. Wild ginseng grew in these regions as well as on the Korean Peninsula. Goguryeo had a virtual monopoly on the supply of ginseng in those days. Since then, the preeminence of Goryeo ginseng has continued to this day. In modern times, Koreans have developed unique cultivation, treatment, and merchandising techniques to preserve the nation’s honor as the home of the world’s finest ginseng. The constitution of ginseng changes with climate and soil conditions. Thus, the quality of Goryeo ginseng is different from those of other types, so much so that it has its own scientific name.
Ginseng grown in America is called American, western, Gwangdong, Hwagi, or Po ginseng ; Panax quinquefolium Linne is the scientific term. Japan’s ginseng is Panax japonicum C.A. Meyer, and China’s Panax notoginseng (Burk) F.H. Chen. They all belong to the araliaceae family, but are fundamentally different from Goryeo ginseng. Siberian ginseng, which is widely sold in Europe and America these days, also belongs to the same family, but not to the Panax (ginseng) genus. It is the root of a shrub, known by its scientific name, Eleutherococcus senticosus Maxim. Ginseng is very sensitive to climate and soil, and is thus extremely difficult to cultivate. Different locations of cultivation make for vastly different shapes, qualities, and medicinal powers. Hence, ginseng grown in other countries can hardly match Korean ginseng.
Ginseng cultivation in Korea began centuries ago, according to historical materials found in Korea and elsewhere. Pents’ao kangmu (Korean: Bonchogangmok; Encyclopedia of Herbs), 52 volumes on the medicinal properties of plants, minerals and insects, was begun in 1552 and published in 1590 by a Ming Chinese scholar named Li Shizhen. It details how people at that time grew and traded ginseng. Some ancient Korean compilations of folk wisdom and mythology indicate that even as early as the fifth century, ginseng had begun to be cultivated from strains collected in the wild. Another record refers to the existence of ginseng cultivation in the eighth century during the Silla Kingdom (57B.C.-A.D. 935). Still another states that ginseng cultivation was widely practiced in the days of King Gojong (1213-1259) during the Goryeo Dynasty.
Taken together, these materials indicate that ginseng cultivation originated in the area around Mt. Mohusan in the township of Dongbok in an area which is now a part of Jeollanam-do province. It was quickly picked up by the enterprising merchants of Gaeseong, the capital of Goryeo who introduced Dongbok ginseng to the residents of the capital, and the area around Gaeseong quickly became the center of ginseng cultivation.
Korea ’s expertise in cultivation, coupled with perfect weather and soil conditions, has made Korean ginseng a prized product on the global market. The following are the optimum conditions for ginseng cultivation.
1. Temperature: 9-13.8oC yearly average; 20-25oC during the summer. Physiological defects appear at around 35oC.
2. Precipitation: 700-2,000 mm yearly (1,100-1,300 mm optimum). Relatively small snowfall desirable.
3. Lighting: diffused lighting at 1/8 to 1/13 of the strength of natural outside light. Direct sunlight is detrimental to ginseng.
4. Soil: sandy top soil and deep clay soil with plenty of potassium.
5. Location: 5-15o slope in north/northeastern direction. (Or level land that drains well)
6. Other conditions that simulate the environment for ginseng grown in the wild, such as a thick accumulation of decaying foliage. Extensive use of chemical fertilizers makes the soil unnatural and thus unfit for ginseng.
By nature, the climate and soil of the Korean Peninsula meet all of the above conditions. Thus, ginseng can be grown in almost all regions of the country.
The medicinal powers of ginseng are extensively discussed in numerous historic materials. In Shennung pents’ao ching (Korean: Sinnong Bonchogyeong; Shen Nung’s Pharmacopoeia), China’s oldest written book on herbs, it is noted that ginseng protects the digestive system, calms the nerves, clears the eyes, and, if taken over a long period of time, makes the body light and agile.
Ginseng is used as a restorative or tonic, rather than as a cure for a particular illness. Traditional East Asian medicine officially lists the following effects of ginseng: strengthening of organs; stimulation of the heart; protection of the stomach and enhancement of stamina; and calming of nerves. As such, it is routinely prescribed to people with weak digestive systems and poorly functioning metabolisms. People with stomach discomfort, chronic indigestion, heartburn, emesis, and poor appetite can greatly benefit from ginseng.
Scientific research on the effects of ginseng took off in the 1950s in both pharmaceutical and clinical studies, unveiling the mystery that had surrounded the plant for thousands of years. Korean scholars have made great contributions to the scientific inquiry into the ginseng. They have consolidated the nation’s reputation as the home of ginseng in every aspect cultivation, treatment and merchandising, and even research.
Acccording to existing studies, the primary ingredient that gives ginseng its medicinal quality is saponin, which reduces fatigue, enhances the body’s productivity and brings down the blood sugar level. In recent theoretical analyses, ginseng’s basic medical action is presumed to be that of an adaptogen, enhancing the overall resistance of the body and facilitating its normalization and recovery from a state of illness. More specifically, ginseng facilitates the production of glucocorticoid, an adrenocortical hormone, strengthening the ability of the adrenal cortex to deal with various kinds of stress to the body.
By stimulating the cerebral cortex and the choline, ginseng also brings down blood pressure, facilitates breathing, reduces excess sugar in the blood, assists the actions of insulin, increases red blood cells and hemoglobin, and strengthens the digestive tract. Active research is underway to prove that ginseng also facilitates the formation, of protein and DNA, and suppresses cancer.
Indeed, science is confirming the age-old belief that ginseng is the elixir of life. Thus, ginseng is a central ingredient in numerous prescriptions in traditional East Asian medicine. In Korea , where its wondrous powers were accepted long before modern science came into existence, it is also drunk as a tea or a liquor.
April 5th, 2007 at 9:01 pm
Shamanism is a primitive religion which does not have a systematic structure but permeates into the daily lives of the people through folklore and customs. Neolithic man in Korea had animistic beliefs that every object in the world possessed a soul.
Man was also believed to have a soul that never dies. So a corpse was laid with its head toward the east in the direction of the sunrise. Neolithic man believed that while good spirits like the sun would bring good luck to human beings, evil spirits would bring misfortune.
Shamanism gradually gave way to Confucianism or Buddhism as a tool for governing the people but its influence lingered on. The shaman, Mudang in Korean, is an intermediary who can link the living with the spiritual world where the dead reside. The shaman is considered capable of averting bad luck, curing sickness and assuring a propitious passage from this world to the next. The shaman is also believed to resolve conflicts and tensions that might exist between the living and the dead.
Korean shamanism includes the worship of thousands of spirits and demons that are believed to dwell in every object in the natural world, including rocks, trees, mountains and streams as well as celestial bodies.
Shamanism in ancient Korea was a religion of fear and superstition, but for modern generations, it remains a colorful and artistic ingredient of their culture. A shamanistic ritual, rich with exorcist elements, presents theatrical elements with music and dance.
The introduction of more sophisticated religions like Taoism, Confucianism and Buddhism did not result in the abandonment of shamanistic beliefs and practices. They assimilated elements of shamanistic faith and coexisted peacefully. Shamanism has remained an underlying religion of the Korean people as well as a vital aspect of their culture.
Shamanism is a folk religion centered on a belief in good and evil spirits who can only be influenced by shamans. The shaman is a professional spiritual mediator who performs rites. Mudang, in Korean, usually refers to female shamans, while male shamans are called baksu-mudang.
When shamans dance, they enter a trance, and their souls depart their body for the realm of the spirits. By falling into ecstasy, the shaman communicates directly with the spirits and displays supernatural strength and knowledge as their mouthpiece. The shaman plays the role of an intermediary between human beings and the supernatural, speaking for the humans to deliver their wishes and for the spirits to reveal their will.
The extraordinary gifts of the shaman allows him or her to be naturally distinguished from others in society. The belief that the shaman communicates with the spirits gives that person authority. In ancient societies, probably beginning from the time of tribal states, the shaman assumed the role of a leader as his or her supernatural powers contributed to the common interest of the community. As the possessor of transcendental abilities which were beyond the capacity of ordinary human beings, the shaman may be defined by the following characteristics: First, the shaman has to have experienced the torture of the spirits by resisting being chosen for the vocation, which is manifested in the form of illness. The supernatural abilities of the shaman result from being the choice of the spirits. The illness breaks the resistance of the shaman candidate and the person has to accept the vocation.
Second, the shaman should be capable of officiating at rites in which they are believed to communicate with the spirits. The rites constitute an essential religious expression in shamanism.
Third, the shaman needs to be recognized as a religious leader with the ability to satisfy the spiritual requirements of the community.
Fourth, the shaman has to serve and assist specific spirits. This indicates that the shaman has experienced and accepted specific spirits at the time of initiation.
A great variety of spirits are worshiped in the pantheon of shamans, such as the mountain spirit, the seven star spirit, the earth spirit and the dragon spirit. In addition to these spirits in nature, the shaman may also serve the spirits of renowned historic figures including kings, generals and ministers.
Shamans are divided largely into two types according to their initiation process - those who are chosen by the spirits and those who inherit the vocation from their ancestors.
The shamans who are chosen by the spirits are endowed with supernatural powers to heal and to divine. They communicate with the spirits and speak for them in rites. The costumes used by these possessed shamans vary widely, reaching some 12 to 20 different kinds, representing the various spirits they embody. Percussion instruments are played in fast, exciting rhythms to accompany the shaman as she or he falls into an ecstatic state by dancing.
Without fail shamans of this type experience the so-called sinbyeong, the illness resulting from resisting the call of the spirits, as an unavoidable process of initiation. The shaman candidate usually faints, has visions, and similar symptoms. Then, in a vision or a dream, the spirit who has chosen them appears and announces that they have been selected, a call necessary for shamans to acquire their powers.
The illness will cause the future shaman to suffer for months, or perhaps for years. Shamans say that the illness lasts about eight years on the average, but in some cases, it may last as many as 30 years. It is characterized by an extremely unstable psychological state bordering on lunacy, the person can hardly eat and sometimes roams around in the fields and in the mountains. The illness, which defies modern medicine, disappears suddenly when the person finally gives way to the compulsion and becomes a shaman.
Then an initiation rite is held under the guidance of a senior shaman assuming the role of a godmother or a godfather. The novice shaman learns all the necessary skills of a professional shaman from the senior shaman before practising on his or her own. The apprenticeship lasts for about three years in most cases though it may vary depending on individual talent.
Those who become shamans by inheritance do not possess transcendental powers, and their role is restricted mostly to the performance of rites. The rites they officiate at do not involve ecstasy for communion with the supernatural, and no specific spirits are worshiped. These shamans do not keep altars, and for each rite they set up a sacred passageway for the descending spirits. During a rite, the shaman does not embody the spirits but takes on a separate role.
The hereditary shamans use simple costumes of two or three kinds. But they use more colorful music, including not only percussion but also string and wind instruments as well. Both the music and the dance are much slower than those performed by the “possessed” shamans.
Rites are performed for various purposes in shamanism, a religious phenomenon with deep roots in folk traditions. The rituals are divided largely into those performed for the guardian spirits of the house and the family, those for the tutelary spirits of the community and those for the deities of the universe.
First, the rites are performed frequently to invoke happiness. In ancient times, shaman rites were performed at all levels of society ranging from the royal household down to remote villages. Historical records say that the court of the Goryeo Dynasty set up 10 state shrines to perform rites to invoke peace and prosperity for the nation. Shamans danced and played music at these shrines for national well-being. Private rites were observed by aristocrats and commoners as well to pray for happiness in the family and in the village. These developed into communal rites and festivals in later years.
Second, shaman rites are purported to cure illness. Ancient people believed illness was caused by spirits, which only the shamans could control. They even believed that the houses of the shamans were safe from the spirits causing illness, so, when epidemics spread, they took refuge at their houses.
During these epidemics, the royal court invited shamans to perform rites to expel the evil spirits. At private homes, rites were performed frequently to chase away the smallpox spirit, called mama (lord) or sonnim (guest), both implying that it was an object of fear.
Third, shaman rites are performed to escort the soul of a dead person to heaven. Shaman rites in Korea are intended not only to appease the soul of a deceased person but also to unleash the baleful elements which brought about the death. This allows the soul of the victim to find peace in heaven and to never bring bad fortune to the living. Particularly, deaths from illness or accidents were considered to need the rites in order to guide the wandering and unhappy souls of the dead to heaven.
Shaman rites are classified into three kinds based on their style. The simplest form is offering prayers while rubbing one’s palms. Rites of the possessed shamans are characterized by an ecstatic state in which the shaman is deified or embodies the spirits. Rites of the hereditary shamans are also involved in communion with the supernatural, but the shaman and the spirits keep their separate identities.
In the shamanistic world view, human beings have both a body and a soul, or even several souls. The soul, which provides the vital force of life for the body, never perishes. After the body dies, the soul lives forever in the afterworld or is reborn in a new body.
Shamanism classifies souls into those of living persons and those of dead persons. The souls of dead persons are personified, too. These souls are believed to be formless and invisible but omnipotent, floating around freely in the void with no barriers of time or space.
April 5th, 2007 at 10:02 pm
Ini pindahan dari yang salah kamar:
8 Responses to “Try first….try….”
eva nurjannah Says:
April 4th, 2007 at 7:47 pm e
MARRIAGE, FAMILY, AND KINSHIP
Marriage. Among many members of the South Asian and Jewish communities, arranged marriages as a means of cementing family alliances are the norm. Most inhabitants, however, decide independently whom to marry, often choosing to cohabit with the partner before marriage. Social position, social aspirations, and informal social control drive the choice of a marriage partner. Thus, marriages across class lines are not common, especially among unskilled workers and the professional and managerial classes. Marriages across ethnic lines also are not common. As a reason for marriage, economic security is prominent, but so is the desire for sexual and social companionship. In 1997, about half the population over age sixteen was married. While marriage between a man and a woman remains the primary model for long-term relationships, it is not the only one. Same-sex unions and so-called blended families are increasingly common, and experimentation with forms of quasi-polygamy has taken place.
Domestic Unit. The basic domestic unit is a household headed by a married couple—a model that accounted for 59 percent of the households in 1998. Close to 73 percent of inhabitants live in a family headed by a couple (though not necessarily a married couple). It is uncommon for couples to live with the kin of either partner. Current gender roles dictate that men are the primary breadwinners and women are responsible for household management. Who actually controls the household on a daily basis, however, varies by household. Single-parent, usually female-headed households are on the rise, accounting for 9 percent of all households in 1998. The extended family is a visible and important social institution in the South Asian, Asian, Afro-Caribbean, and Jewish communities and still plays a role in the majority population. People living alone represented 28 percent of households in 1998.
Inheritance. Children rarely depend on inherited wealth to become independent and usually inherit movable property rather than real estate. When real estate is involved, it often consists of a home and the attached land, not agricultural land. Most people follow the principle of equal division of inherited wealth among offspring, with some favoritism toward biological offspring in blended families.
Advertisements and a sign for the Underground in London’s busy Piccadilly Circus.
Kin Groups. People envision themselves as part of a set of interconnected families, the size of which varies with marital status and family traditions. Most people include three to four generations of people in their kin group. Those who are married count the same number of generations of the spouse’s family as part of their family. Kin groups do not have prominent status in society formally or informally. Notions of kinship involve a network of individuals who enter into kin relationships. The individual is not subsumed by the kin structure.
eva nurjannah Says:
April 4th, 2007 at 8:12 pm e
Culture Briefing: England
Your guide to English culture and customs
Culture Briefing England gives you current, in-depth information to help you understand the culture, customs, values and beliefs of the English people.
Whether traveling to England, working on a class paper or doing business with the English, you’ll find Culture Briefing: England an invaluable resource.
If you’re traveling to the country, supplement your travel guide with Culture Briefing: England. It will let you enrich your trip, gaining more knowledge, enjoyment and insight — and more financial success when traveling on business.
You’ll also receive the information you need to help you feel comfortable in what might otherwise be a strange environment. You’ll gain the wisdom necessary to talk intelligently with the English, discussing the life they live, deciphering and interpreting how they think and behave.
No longer will you run the risk of embarrassment when in conversation with the English because you brought up a taboo subject, couldn’t comment on an aspect of local life or knew nothing of the British form of government.
Culture Briefing: England helps you figure out the English by penetrating below their society’s surface to reveal the customs and established ways of life in England.
With Culture Briefing: England you’ll discover the character, values, beliefs and customs of the English. You’ll learn of their artistic endeavors and political ways. You’ll find out about their home, family and religious life as well as how they make a living, educate their children and spend their leisure time. Plus, you’ll get insight into doing business with the English.
You’ll also discover the problems the English people face and see how they handle them.
“(Culture Briefings) are sufficiently useful that travelers will want to be able to rely on them for all their global sojourns. (They are) authoritative….well written, thorough, and current….a very useful source for travelers and businesspeople.”
eva nurjannah Says:
April 4th, 2007 at 8:15 pm e
Other Cultural Differences:
There are many, many other cultural differences between China and the West. Of course, differences may not be a significant when comparing China to other countries in Asia.
Here are some interesting cultural differences:
Not being a Christian country, the Chinese do not recognize the term “Bless you” or “God Bless you” when you sneeze. In China, when someone sneezes, you simply ignore it.
Say “Thank you” by tapping four fingers down on the table.
Always refill other’s cups with tea or drink without being asked.
eva nurjannah C1C006146 Says:
April 4th, 2007 at 8:18 pm e
Other Cultural Differences:
There are many, many other cultural differences between China and the West. Of course, differences may not be a significant when comparing China to other countries in Asia.
Here are some interesting cultural differences:
Not being a Christian country, the Chinese do not recognize the term “Bless you” or “God Bless you” when you sneeze. In China, when someone sneezes, you simply ignore it.
Say “Thank you” by tapping four fingers down on the table.
Always refill other’s cups with tea or drink without being asked.
eva nurjannah C1C006146 Says:
April 4th, 2007 at 8:19 pm e
MARRIAGE, FAMILY, AND KINSHIP
Marriage. Among many members of the South Asian and Jewish communities, arranged marriages as a means of cementing family alliances are the norm. Most inhabitants, however, decide independently whom to marry, often choosing to cohabit with the partner before marriage. Social position, social aspirations, and informal social control drive the choice of a marriage partner. Thus, marriages across class lines are not common, especially among unskilled workers and the professional and managerial classes. Marriages across ethnic lines also are not common. As a reason for marriage, economic security is prominent, but so is the desire for sexual and social companionship. In 1997, about half the population over age sixteen was married. While marriage between a man and a woman remains the primary model for long-term relationships, it is not the only one. Same-sex unions and so-called blended families are increasingly common, and experimentation with forms of quasi-polygamy has taken place.
Domestic Unit. The basic domestic unit is a household headed by a married couple—a model that accounted for 59 percent of the households in 1998. Close to 73 percent of inhabitants live in a family headed by a couple (though not necessarily a married couple). It is uncommon for couples to live with the kin of either partner. Current gender roles dictate that men are the primary breadwinners and women are responsible for household management. Who actually controls the household on a daily basis, however, varies by household. Single-parent, usually female-headed households are on the rise, accounting for 9 percent of all households in 1998. The extended family is a visible and important social institution in the South Asian, Asian, Afro-Caribbean, and Jewish communities and still plays a role in the majority population. People living alone represented 28 percent of households in 1998.
Inheritance. Children rarely depend on inherited wealth to become independent and usually inherit movable property rather than real estate. When real estate is involved, it often consists of a home and the attached land, not agricultural land. Most people follow the principle of equal division of inherited wealth among offspring, with some favoritism toward biological offspring in blended families.
Advertisements and a sign for the Underground in London’s busy Piccadilly Circus.
Kin Groups. People envision themselves as part of a set of interconnected families, the size of which varies with marital status and family traditions. Most people include three to four generations of people in their kin group. Those who are married count the same number of generations of the spouse’s family as part of their family. Kin groups do not have prominent status in society formally or informally. Notions of kinship involve a network of individuals who enter into kin relationships. The individual is not subsumed by the kin structure.
eva nurjannah C1C006146 Says:
April 4th, 2007 at 8:20 pm e
Culture Briefing: England
Your guide to English culture and customs
Culture Briefing England gives you current, in-depth information to help you understand the culture, customs, values and beliefs of the English people.
Whether traveling to England, working on a class paper or doing business with the English, you’ll find Culture Briefing: England an invaluable resource.
If you’re traveling to the country, supplement your travel guide with Culture Briefing: England. It will let you enrich your trip, gaining more knowledge, enjoyment and insight — and more financial success when traveling on business.
You’ll also receive the information you need to help you feel comfortable in what might otherwise be a strange environment. You’ll gain the wisdom necessary to talk intelligently with the English, discussing the life they live, deciphering and interpreting how they think and behave.
No longer will you run the risk of embarrassment when in conversation with the English because you brought up a taboo subject, couldn’t comment on an aspect of local life or knew nothing of the British form of government.
Culture Briefing: England helps you figure out the English by penetrating below their society’s surface to reveal the customs and established ways of life in England.
With Culture Briefing: England you’ll discover the character, values, beliefs and customs of the English. You’ll learn of their artistic endeavors and political ways. You’ll find out about their home, family and religious life as well as how they make a living, educate their children and spend their leisure time. Plus, you’ll get insight into doing business with the English.
You’ll also discover the problems the English people face and see how they handle them.
“(Culture Briefings) are sufficiently useful that travelers will want to be able to rely on them for all their global sojourns. (They are) authoritative….well written, thorough, and current….a very useful source for travelers and businesspeople.”
Ayub Yakobus Says:
April 5th, 2007 at 11:24 am e
Culture (from the Latin cultura stemming from colere, meaning “to cultivate”[citation needed]), generally refers to patterns of human activity and the symbolic structures that give such activity significance. Different definitions of “culture” reflect different theoretical bases for understanding, or criteria for evaluating, human activity. yap is a feede Most general, the term culture denotes whole product of an individual, group or society of intelligent beings. It includes technology, art, science, as well as moral systems and the characteristic behaviours and habits of the selected intelligent entities. In particular, it has specific more detailed meanings in different domains of human activities.
April 6th, 2007 at 12:03 pm
Kebudayaan Vietnam
Lebih dari ribuan tahun, kebudayaan Vietnam sangat dipengaruhi oleh negara tetangga, RRT. Karena asosiasi lama dengan RRT, kebudayaan Vietnam tetap kuat berpegang teguh kepada Konfusianisme yang menekankan pada tugas-tugas yang kekeluargaan. Pendidikan dihargai sangat tinggi. Dalam sejarah, lulus dalam ujian Mandarin kerajaan adalah satu-satunya cara bagi seorang Vietnam untuk maju secara sosial.Dalam era sosialis, kehidupan kebudayaan Vietnam banyak dipengaruhi oleh media yang dikontrol pemerintah dan program budaya sosialis. Untuk beberapa dekade, pengaruh kebudayaan asing dihindarkan dan ditekankan kepada penghargaan dan sharing kebudayaan negara-negara komunis seperti Uni Soviet, Republik Rakyat Tiongkok, Kuba, dll. Sejak tahun 1990an, Vietnam telah terekspos secara besar kepada kebudayaan dan media Asia Tenggara, Eropa dan Amerika.
The Hanoi Opera House (Gedung Opera Hanoi).
Pakaian tradisional wanita disebut Ao Dai dan dipakai dalam momen-momen spesial seperti pernikahan atau Tahun Baru Tiongkok (Lunar New Year) atau festival. Ao Dai dahulu dipakai oleh wanita dan pria tetapi sekarang kebanyakan dipakai oleh wanita.
Masakan Vietnam menggunakan sedikit minyak dan banyak sayuran. Makanan utama sering terdiri atas beras, kecap asin dan kecap ikan. Karakter rasanya adalah manis (gula), pedas (serrano peppers), asam (jeruk nipis), umami (kecap ikan) dan berbagai rasa dari mint dan kemangi.
Musik Vietnam sedikit berbeda berdasarkan tiga wilayah: Bac atau Utara, Trung atau Tengah dan Nam atau selatan. Musik klasik Utara adalah yang tertua di Vietnam dan secara tradisional lebih formal. Musik tradisional Vietnam dapat ditilas balik pada invasi Mongol, ketika orang-orang Vietnam menangkap sebuah grup opera Tiongkok. Musik klasik Tengah menunjukan pengaruh kebudayaan Champa dengan melodi melankolisnya. Musik Selatan memancarkan sikap laissez-faire (French= peraturan yang memperbolehkan kepemilikan swasta tanpa kontrol pemerintah / kebebasan).
Sepakbola adalah olahraga paling populer di Vietnam. Olahraga dan games seperti bulu tangkis, tennis, ping pong dan catur juga populer dengan porsi besar masyarakat. Baseball diperkenalkan selama kehadiran Amerika di Vietnam, juga mendapatkan cukup kepopuleran. Komunitas expat Vietnam membentuk bagian penting dalam kehidupan berbudaya Vietnam, memperkenalkan olahraga, film, musik dan aktifitas-aktifitas barat lainnya kepada Vietnam.
Vietnam adalah rumah bagi industri perfilman kecil, tetapi hasil kerja dari Hong Kong, Perancis dan A.S. menikamati popularitas dan sirkulasi yang besar.
Media
Voice of Vietnam adalah layanan persiaran radio resmi yang dimiliki oleh negara dan menjangkau seluruh negeri. Vietnam Television adalah perusahaan telivisi satu-satunya milik pemerintah. Karena Vietnam maju ke arah ekonomi pasar bebas dengan undang-undang Doi Moi-nya, pemerintah bergantung kepada media cetak untuk tetap dapat menginformasikan publik tentang peraturan-peraturannya. Undang-undang tersebut telah menyebabkan jumlah majalah dan koran-koran bertambah hampir dua kali lipat sejak tahun 1996. Vietnam berusaha keras untuk memodernkan dan memperluas sistem telekomunikasinya, tetapi performanya tetap tertinggal daripada tetangga-tetangganya yang lebih modern.
Kebudayaan Hongaria
Budaya Hongaria sangat beragam dan kaya.
Musik Hongaria pada umumnya terdiri dari musik rakyat dan musik oleh para komponis Romantik dan Barok terkemuka seperti misalnya Franz Liszt, Béla Bartók dan Zoltán Kodály (meskipun Kodály terutama mengarang musik dengan unsur-unsur tradisional). Musik tradisional Hongaria cenderung mempunyai irama dactyl yang kuat, seperti halnya bahasanya sendiri yang biasanya memberikan tekanan suku kata pertama dari setiap kata.
Masakan Hongaria juga merupakan ciri yang menonjol dari budaya Hongaria, dengan makanan-makanan tradisional seperti misalnya goulash, suatu ciri utama dari makanan Hongaria. Makanan seringkali diberi bumbu paprika. Sup daging seringkali mengandung unsur-unsur yang khas, seperti daging babi atau daging sapi, seperti misalnya sup daging pörkölt.
Hongaria terkenal karena lembaga matematikanya yang telah mendidik banyak pemenang Hadiah Nobel. Contoh matematikawan Hongaria terkenal termasuk Paul Erdös yang terkenal karena menerbitkan buku dalam lebih dari 40 bahasa dan yang angka Erdösnya masih ditelusuri, John von Neumann yang merupakan salah satu perintis dalam komputasi digital, Eugene Wigner, dan masih banyak lagi lainnya.
Bangsa Hongaria juga sangat bangga akan penemuan-penemuan mereka, yang mencakup holografi, korek api, teori tentang bom hidrogen, bolpen, kubus Rubik dan bahasa pemrograman BASIC. János Bolyai, seorang matematikawan Hongaria berperan besar dalam penemuan geometri non-Euclidea.
Sastra Hongaria juga sangat kaya, meskipun tidak begitu banyak dikenal di luar negeri karena keterbatasan pengetahuan tentang bahasanya. János Arany adalah seorang penyair terkenal Hongaria yang banyak menulis puisi yang sangat terkenal Sándor Márai dan Imre Kertész mendapatkan pujian baru-baru ini. Kertész telah memenangkan Penghargaan Nobel untuk sastra.
Bangsa Hongaria juga terkenal akan keunggulan mereka dalam olahraga air, terutama renang, polo air dan kano; semua ini mungkin agak mengejutkan karena Hongaria tidak memiliki pantai. Di pihak lain, kehadiran dua sungai utama (Duna/Tisza) dan sebuah danau besar (Balaton) memberikan kesempatan yang sangat baik untuk berlatih dalam cabang-cabang olahraga tersebut.
Kebudayaan Lebanon
Selama beribu-ribu tahun Lebanon telah menjadi persimpangan utama peradaban. Karena itu tidak mengherankan bila negara kecil ini mempunyai budaya yang luar biasa kaya dan hidup. Campuran kelompok etnis dan agama yang sangat luas di Lebanon ikut menyumbangkan tradisi makanan, musik dan sastra, serta festival. Beirut khususnya merupakan panggung seni yang sangat hidup dengan berbagai pertunjukan, pameran, pameran mode, dan konser yang diadakan sepanjang tahun di berbagai galeri, museum, teater dan tempat-tempat terbuka. Masyarakatnya modern, terdidik, sangat mirip dengan banyak masyarakat Eropa lainnya di Mediterania. Meskipun sanat mirip dengan Eropa, bangsa Lebanon sangat bangga akan warisan mereka dan telah menjadikan negeri itu dan khususnya Beirut pusat kebudayaan dunia Arab. Lebanon adalah negara anggota Organisation Internationale de la Francophonie (negara berbahasa Perancis). Karena itulah kebanyakan orang Lebanon berdwibahasa, mampu berbahasa Arab dan Perancis. Namun demikian, bahasa Inggris kini sangat populer khususnya di antara mahasiswa. Di negara ini agama Kristen bergaul akrab dengan Islam, dan Lebanon juga merupakan pintu masuk Arab ke Eropa serta jembatan Eropa ke dunia Arab.
Lebanon juga mempunyai sejumlah universitas yang bergengsi, termasuk Universitas Amerika di Beirut, Universitas Lebanon milik negara, dan Université Saint-Joseph.
Sejumlah festival internasional diadakan di Lebanon, menampilkan para artis kelas dunia dan mengundang turis dari Lebanon dan luar negeri. Di antaranya yang terkenal adalah festival musim panas di Baalbeck, Beiteddine, dan Byblos, di mana barisan masyarakat elit yang beraneka ragam tampil dengan latar belakang sejumlah situs sejarah Lebanon yang paling terkenal dan spektakular.
April 6th, 2007 at 3:20 pm
Budaya Korea
Makanan Korea
Cara termudah dan paling menyenangkan memahami suatu kebudayaan adalah lewat makanannya. Meskipun agak stereotip, jenis-jenis makanan itu merupakan hal yang menunjukkan jati diri suatu bangsa lebih dari aspek kebudayaan lain.
Makanan Korea yang paling terkenal adalah kimchi, sejenis sayuran yang diacar. Di dalamnya biasa terdapat kubis, lobak, ketimun, cabai dengan rasa relatif pedas.
Dari beberapa makanan Korea, Kimchi dan Pulgogi adalah makanan yang sangat terkenal di Korea ataupun di dunia Internasional. Khimchi adalah asinan khas Korea. Gimchi selalu ada dalam hidangan khusus ataupun hidangan sehari-hari, seperti sayuran, lalap dan sambal di Indonesia .
Phulgogi adalah masakan yang dibuat dari daging sapi diberi bumbu, kemudian dimasak. Ada dua macam cara memasak pulgogi, jenis tumis dan bakar. Jenis bakar sangat terkenal dan merupakan masakan istimewa. Rasa pulgogi tidak jauh berbeda dengan rasa daging sapi bakar di Indonesia .
Para peneliti telah mendokumentasikan lebih dari 170 jenis makanan Korea. Akan tetapi yang paling umum dan disantap dengan nasi adalah kimchi yang di Tanah Air mirip-mirip asinan Bogor atau rujak cuka Bandung.
Semua hidangan disajikan dalam satu meja, tapi etiket orang Korea tidak mengharuskan makan dengan urutan tertentu. Selain itu yang paling utama adalah jumlah hidangan. Berdasarkan tradisi, jumlah hidangan menandakan posisi keluarga itu dan tamunya.
Pada zaman Busan masih berbentuk kerajaan, ada lima jenis makanan sehari-hari. Cuma raja saja yang boleh menikmati 12 menu hidangan. Kelas yangban (aristokrat) berhak atas tujuh sampai sembilan macam menu. Rakyat jelata dibatasi tiga hingga lima macam saja.
Dapat dibayangkan biaya sehari-hari anggota kerajaan untuk urusan dapur. Mereka menikmati hidangan yang begitu lengkap. Kini, kebiasaan menyediakan makanan secara lengkap mudah ditemui di Korea. Malah hidangan sederhana seperti mi pun memerlukan sejumlah pelengkap untuk menambah rasa.
Makanan sehari-hari di pabrik-pabrik Korea biasanya terdiri dari satu mangkuk nasi, sup (miyeok kuk), beberapa jenis kimchi, teri, cumi iris belado, terkadang ada variasi antara ikan/daging/telur, tapi terkadang juga tidak.
Belakangan kimchi telah beralih ke pizza dan burger. Proses pembuatannya merupakan contoh baik untuk mengenal bagaimana wanita Korea memasak. Hal itu sekaligus memperjelas laki-laki Korea tidak pernah masuk ke dapur. Sebagian besar wanita Korea pun baru belajar memasak sesudah menikah di bawah pengawasan ibu mertua.
Tak satu pun buku resep yang dapat menggantikan pentingnya latihan dan uji coba memasak bertahun-tahun. Dulunya disebut-sebut semua wanita Korea yang menikah selalu belajar bagaimana membuat kimchi di dapur yang sama dengan mertua. Selera yang berbeda dari setiap keluarga diteruskan dari generasi ke generasi. Sekarang, kabarnya hanya segelintir wanita Korea yang memiliki waktu dan tempat membuat kimchi dengan cara tradisional
Tradisi Minum Bersama
Setiap orang yang pernah datang ke rumah makan Korea pasti menyimpulkan, makan telah menjadi semacam prosesi upacara yang dilakukan secara bersama-sama. Alat pemanas yang selalu ada di meja makan biasanya untuk memasak satu panci daging atau ikan panggang yang dilengkapi sayuran.
Hubungan persahabatan dapat dipererat dengan minum bersama dari satu gelas yang sama. Tidak sehat? Belum tentu juga. Rupanya orang Korea merasa minum satu gelas atau cangkir sama merupakan cara terbaik untuk menyatakan perasaan bersaudara.
Masyarakat Korea menikmati minum minuman keras dari padi dan minuman keras yang disuling dinamakan Soju terutama di Musim panas. Untuk peristiwa istimewa, biasanya meminum hunju . Masyarakat biasanya meminum Makkoli, merupakan minuman keras dari beras merah. Orang bangsawan meminum Soju dan Yakju. Orang Korea tradisional minum Shikhye, Sujungkwa dan Hwache.
Minuman Teh dinikmati banyak bangsawan, pendeta dan keluarga kaya. Di musim dingin, orang yang sehat makan makanan ringan seperti Kangjung, Yakwa, Yoo Kwa, permen terigu ketan, dsb. Dan buah-buahan selama musim semi dan musim gugur.
Secara normal orang makan tiga kali sehari dengan pengecualian untuk pekerja berat seperti petani. Pekerja keras makan tiga kali secara tetap dan tiga kali makan diantaranya. Saecham dimasa lalu, adalah makanan tradisional terbesar seperti Shikhye, Sujungkwa dan Hwache, kentang, kentang manis, bakmi dan Bibimbab, tapi dihari ini, orang Korea minun minuman ringan, susu, roti, bakmi instant dan nasi gulung dsb.
Pakaian Tradisional “Hanbok”, yang Masih Bertahan
SEPERTINYA hal yang kontradiktif bahwa sebuah tradisi bertahan dalam masyarakat yang dinamis bergerak mengikuti-bahkan kalau bisa mendahului-zaman. Namun, di Korea, tampaknya modernitas bukannya berarti tanpa yang tradisi. Kebudayaan yang ratusan, bahkan ribuan tahun, mampu bertahan walau mengalami perubahan.
Ini yang terjadi pada hanbok, pakaian tradisional Korea. Walau pakaian model Barat adalah yang umum digunakan dalam kehidupan modern ini, hanbok masih dipakai, terutama pada hari-hari raya dan acara-acara seperti perkawinan. Pada hari Chusok, Hari Bersyukur Korea, bahkan di jalan-jalan Kota Seoul pun banyak orang memakai baju tradisional itu.
“Dulu banyak orang membuat hanbok untuk Chusok. Sekarang tidak lagi karena mereka memilih untuk menyewa,” kata Seo Sun-hee, wanita pemilik toko hanbok di lantai tujuh pertokoan Doosan Tower, Pasar Dongdaemun, Seoul. Bukan berarti tokonya sepi pembeli. “Ini bisnis yang baik walau permintaan menurun dibanding dulu,” kata perempuan yang anak sulungnya kelas 2 SMP itu.
Pelanggan datang untuk membuatkan pakaian perkawinan. Ini berarti pakaian untuk kedua mempelai dan ibu mereka masing-masing. Dengan memperlihatkan sebuah hanbok pesanan yang telah jadi, perempuan cantik itu menjelaskan bahwa pengantin perempuan biasanya memakai chima (rok panjang berlipit-lipit) warna merah, dan jeogori (jaket pendek semacam bolero) warna hijau.
Pengantin pria bebas memilih warna celana panjang dan jaket bertalinya. Keduanya masih memakai jubah lagi. Warna jubah perempuan disesuaikan dengan warna pilihan baju pasangannya. Ibu mempelai lelaki memakai warna kehijauan, sedangkan calon besannya dalam nuansa merah.
Ini tak jauh berbeda dari aturan yang telah ada sejak masa Dinasti Joseon pada abad ke-15. Waktu itu para gadis memakai chima merah dan jeogori kuning. Pada waktu pesta perkawinan yang dilanjutkan dengan acara menghormat orangtua dan mertua, perempuan dari kelas bangsawan telah memakai warna merah dan hijau itu. Warna-warna pada pakaian tradisional korea yang semarak memang sesuatu yag unik dan dimaksudkan untuk menghalangi roh jahat.
Bentuk hanbok yang sekarang dipakai, dipolakan pada masa Dinasti Joseon yang berdasarkan Konfusianisme pada abad ke-15. Namun, dasarnya sudah ada sejak masa Tiga Kerajaan (57 SM-668 M). Di Kerajaan Silla tahun 648, pakaian semacam itu telah dipakai oleh perempuan bangsawan, juga pada masa Dinasti Goryeo (nama yang kemudian menjadi Korea) setelah itu.
Model bagi perempuan yang sejak masa Dinasti Joseon dan berlaku sampai sekarang adalah gabungan chima dan jeogori, yang ditutup dengan pita satu sisi itu. Kelihatannya pakaian itu tampak nyaman karena lebar leluasa sambil tetap menampilkan keindahan bentuk leher dan lengkung bahu perempuan.
Namun, perempuan zaman sekarang sudah jarang memakai pakaian itu sehari-hari karena harus sedikit menderita mengenakannya. Rok lebar berlipit itu bentuknya bagai sehelai kain, dililitkan di atas dada, lalu diikat keras-keras meratakan dada. Itu, kata perempuan yang selalu mengenakan hanbok dalam melayani pelanggan itu, kadang membuat sesak.
Untuk upacara perkawinan, perempuan Korea masa kini menggabungkan yang tradisional dan yang “modern”. Untuk acara pertunangan, mereka mengenakan hanbok warna merah muda, sedangkan untuk upacara perkawinan, hanbok merah-hijau itu ditambah pakaian pengantin model barat untuk acara berfoto berdua.
Setiap pasangan memesan minimal enam hanbok, dua untuk mempelai perempuan, dua untuk lelaki, dan dua untuk masing-masing ibu. Harga satu set dari bahan sutra antara 250.000 sampai 400.000 won, atau minimal Rp 2 juta. Yang bahan poliester antara 100.000 sampai 200.000 won, dan biasanya dipakai oleh mereka yang merayakan ulang tahun perkawinan ke-60.
Pembuatan makan waktu satu minggu sampai satu bulan, kata Sun-hee yang punya lima penjahit di rumahnya itu, tergantung ramai-tidaknya pesanan. Masa ramai pemesanan adalah dari Agustus sampai April karena cuaca musim panas terlalu panas untuk acara perkawinan.
Kebudayaan Jepang
1. Yum-Cha, apakah ini tradisi dari negeri cina asli ?
2. Pada saat Yum-Cha, setiap kali ada yang menuangkan teh, saya diajari untuk mengetuk2 meja dengan jari telunjuk, apa maksudnya? mengapa demikian? bolehkan dengan jari lain?
3. Pada saat perjamuan minum teh, benarkah kalau kita yang menuang teh, orang yang paling dihormati adalah orang yang terakhir kita suguhi? Karena teh yang paling terakhir keluar dari teko adalah yang terbaik. Apa benar demikian?
Jawab:
1. Yum-cha (baca: Yamcha) itu dialek Kanton, mandarinnya Yin-cha.
Artinya minum teh. Sudah pasti adalah asli produk budaya Tiongkok karena
teh sudah ditemukan dan digunakan sejak 5000-6000 tahun lalu di Tiongkok.
2. Mengetukkan jari ke meja adalah sebagai pertanda terima kasih dan
penghormatan kepada yang menuangkan teh, walau itu pelayan toko
sekalipun. Ini salah satu bentuk tata krama dasar. Sebenarnya, yang
benar adalah mengetukkan 3 jari tengah, bukan cuma dengan telunjuk.
Tradisi ini awal sejarahnya dari zaman Dinasti Qin.
3. Ini kurang tepat, karena pada dasarnya orang yang dituakan sudah
seharusnya disuguhkan terlebih dahulu. Juga untuk menjaga kualitas dan
aroma teh dari daun teh, sedapat mungkin tidak menyeduh daun teh yang
sama lebih 5 kali. Namun kebiasaan orang adalah membuang air teh seduhan
pertama karena dianggap sebagai pembersihan daun teh, juga untuk
menghangatkan cangkir teh. Seduhan kedua adalah seharusnya memiliki
aroma teh yang paling bagus. Sampai seduhan kelima, seharusnya daun teh
ditukar dengan daun teh yang baru untuk kemudian diseduh kembali.
The point is seduhan teh pertama adalah seharusnya memiliki aroma
terbaik dari daun teh tadi, tidak ada alasan untuk tidak menyuguhkan
seduhan pertama kepada orang yang dituakan.
Untuk nomor 2, setahu saya adalah tradisi ini mulai ada pada zaman dinasti
Ching. Saat itu ada yang namanya kedai teh di mana-mana. Nah salah satu
kaisar suka menyamar dan pergi jalan-jalan ke mana aja sambil mengamati
kehidupan rakyatnya secara langsung. Nah sesekali kaisar ini pernah
menyamar sebagai pelayan kedai teh. Saat pelanggan menerima tuangan teh
dari si pelayan, pelanggan tersebut yang ternyata seorang pejabat kerajaan
langsung mengenali bahwa yang menuangkan teh adalah Kaisar. Pejabat
tersebut hampir saja berlutut untuk koutou, namun cepat-cepat dicegah sang
Kaisar. Dan sebagai gantinya si pejabat mengetukkan jari ke meja
(melambangkan koutou tadi). Si pelayan (sang Kaisar) juga menjadi senang.
Nah orang-orang di meja sekitar yang tidak tahu apa-apa akhirnya pada
ikut-ikutan mengetukkan jari ke meja saat dituangkan teh. Mungkin mereka
pada mikir, dengan cara ngetuk-ngetuk ini, merupakan ungkapan terima kasih
dan si pelayan akan senang. Akhirnya tradisinya ini berkembang sampai saat
sekarang.
Satu hal lagi, bila teh di teko sudah habis, tinggal tutup tekonya
dibalik. Maka dalam waktu tidak terlalu lama pasti akan diseduh lagi
dengan air panas.
4. apakah ada keharusan tangan kiri atau kanan yang
digunakan pada saat mengetukkan jari ke meja? Seperti kita ketahui kalau
di Indonesia (or Asia?) penggunaan tangan kanan selalu dianggap lebih
sopan dibanding tangan kiri, tapi tidak demikian di negara Barat?
Jawab :
kebiasaan membedakan tangan kanan kiri asalnya dari nilai2
Islam. Jadi tidak ada kebiasaan ini di dalam tata krama Tionghoa. Tetapi
bila telah menggunakan tangan kanan, maka gunakanlah saja tangan kanan
untuk mengetuk.
Cara pandang terhadap kebudayaan
Kebudayaan sebagai peradaban
Saat ini, kebanyakan orang memahami gagasan “budaya” yang dikembangkan di Eropa pada abad ke-18 dan awal abad ke-19. Gagasan tentang “budaya” ini merefleksikan adanya ketidakseimbangan antara kekuatan Eropa dan kekuatan daerah-daerah yang dijajahnya. Mereka menganggap ‘kebudayaan’ sebagai “peradaban” sebagai lawan kata dari “alam”. Menurut cara pikir ini, kebudayaan satu dengan kebudayaan lain dapat diperbandingkan; salah satu kebudayaan pasti lebih tinggi dari kebudayaan lainnya.
Artifak tentang “kebudayaan tingkat tinggi” (High Culture) oleh Edgar Degas.
Pada prakteknya, kata kebudayaan merujuk pada benda-benda dan aktivitas yang “elit” seperti misalnya memakai baju yang berkelas , seni tingkat tinggi, atau mendengarkan musik klasik, sementara kata berkebudayaan digunakan untuk menggambarkan orang yang mengetahui, dan mengambil bagian, dari aktivitas-aktivitas di atas. Sebagai contoh, seseorang berpendendapat bahwa musik klasik adalah musik yang “berkelas”, elit, dan bercita rasa seni, sementara musik tradisional dianggap sebagai musik yang kampungan dan ketinggalan zaman, maka timbul anggapan bahwa ia adalah orang yang sudah “berkebudayaan”.
Orang yang menggunakan kata “kebudayaan” dengan cara ini tidak percaya ada kebudayaan lain yang eksis; mereka percaya bahwa kebudayaan hanya ada satu dan menjadi tolak ukur norma dan nilai di seluruh dunia. Menurut cara pandang ini, seseorang yang memiliki kebiasaan yang berbeda dengan mereka yang “berkebudayaan” disebut sebagai orang yang “tidak berkebudayaan”; bukan sebagai orang “dari kebudayaan yang lain.” Orang yang “tidak berkebudayaan” dikatakan lebih “alam,” dan para pengamat seringkali mempertahankan elemen dari kebudayaan tingkat tinggi (high culture) untuk menekan pemikiran “manusia alami” (human nature)
Sejak abad ke-18, beberapa kritik sosial telah menerima adanya perbedaan antara berkebudayaan dan tidak berkebudayaan, tetapi perbandingan itu — berkebudayaan dan tidak berkebudayaan — dapat menekan interpretasi perbaikan dan interpretasi pengalaman sebagai perkembangan yang merusak dan “tidak alami” yang mengaburkan dan menyimpangkan sifat dasar manusia. Dalam hal ini, musik tradisional (yang diciptakan oleh masyarakat kelas pekerja) dianggap mengekspresikan “jalan hidup yang alami” (natural way of life), dan musik klasik sebagai suatu kemunduran dan kemerosotan.
Saat ini kebanyak ilmuwan sosial menolak untuk memperbandingkan antara kebudayaan dengan alam dan konsep monadik yang pernah berlaku. Mereka menganggap bahwa kebudayaan yang sebelumnya dianggap “tidak elit” dan “kebudayaan elit” adalah sama — masing-masing masyarakat memiliki kebudayaan yang tidak dapat diperbandingkan. Pengamat sosial membedakan beberapa kebudayaan sebagai Kultur populer (Popular culture) atau pop kultur, yang berarti barang atau aktivitas yang diproduksi dan dikonsumsi oleh banyak orang.
Kebudayaan sebagai “sudut pandang umum”
Selama Era Romantis, para cendikiawan di Jerman, khususnya mereka yang peduli terhadap gerakan nasionalisme — seperti misalnya perjuangan nasionalis untuk menyatukan Jerman, dan perjuangan nasionalis dari etnis minoritas melawan Kekaisaran Austro-Hunggaria — mengembangkan sebuah gagasan kebudayaan dalam “sudut pandang umum”. Pemikiran ini menganggap suatu budaya dengan budaya lainnya memiliki perbedaan dan kekhasan masing-masing. Karenanya, budaya tidak dapat diperbandingkan. Meskipun begitu, gagasan ini masih mengakui adanya pemisahan antara “berkebudayaan” dengan “tidak berkebudayaan” atau kebudayaan “primitif.”
Pada akhir abad ke-19, para ahli antropologi telah memakai kata kebudayaan dengan definisi yang lebih luas. Bertolak dari teori evolusi, mereka mengasumsikan bahwa setiap manusia tumbuh dan berevolusi bersama, dan dari evolusi itulah tercipta kebudayaan.
Pada tahun 50-an, subkebudayaan — kelompok dengan perilaku yang sedikit berbedan dari kebudayaan induknya — mulai dijadikan subjek penelitian oleh para ahli sosiologi. Pada abad ini pula, terjadi popularisasi ide kebudayaan perusahaan - perbedaan dan bakat dalam konteks pekerja organisasi atau tempat bekerja.
Kebudayaan sebagai mekanisme stabilisasi
Teori-teori yang ada saat ini menganggap bahwa (suatu) kebudayaan adalah sebuah produk dari stabilisasi yang melekat dalam tekanan evolusi menuju kebersamaan dan kesadaran bersama dalam suatu masyarakat, atau biasa disebut dengan tribalisme.
Kebudayaan di antara masyarakat
Sebuah kebudayaan besar biasanya memiliki sub-kebudayaan (atau biasa disebut sub-kultur), yaitu sebuah kebudayaan yang memiliki sedikit perbedaan dalam hal perilaku dan kepercayaan dari kebudayaan induknya. Munculnya sub-kultur disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya karena perbedaan umur, ras, etnisitas, kelas, aesthetik, agama, pekerjaan, pandangan politik dan gender,
Ada beberapa cara yang dilakukan masyarakat ketika berhadapan dengan imigran dan kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan asli. Cara yang dipilih masyarakat tergantung pada seberapa besar perbedaan kebudayaan induk dengan kebudayaan minoritas, seberapa banyak imigran yang datang, watak dari penduduk asli, keefektifan dan keintensifan komunikasi antar budaya, dan tipe pemerintahan yang berkuasa.
Monokulturalisme: Pemerintah mengusahakan terjadinya asimilasi kebudayaan sehingga masyarakat yang berbeda kebudayaan menjadi satu dan saling bekerja sama.
Leitkultur (kebudayaan inti): Sebuah model yang dikembangkan oleh Bassam Tibi di Jerman. Dalam Leitkultur, kelompok minoritas dapat menjaga dan mengembangkan kebudayaannya sendiri, tanpa bertentangan dengan kebudayaan induk yang ada dalam masyarakat asli.
Melting Pot: Kebudayaan imigran/asing berbaur dan bergabung dengan kebudayaan asli tanpa campur tangan pemerintah.
Multikulturalisme: Sebuah kebijakan yang mengharuskan imigran dan kelompok minoritas untuk menjaga kebudayaan mereka masing-masing dan berinteraksi secara damai dengan kebudayaan induk.
Kebudayaan menurut wilayah
Artikel utama: Kebudayaan menurut wilayah
Seiring dengan kemajuan teknologi dan informasi, hubungan dan saling keterkaitan kebudayaan-kebudayaan di dunia saat ini sangat tinggi. Selain kemajuan teknologi dan informasi, hal tersebut juga dipengaruhi oleh faktor ekonomi, migrasi, dan agama.
Afrika
Beberapa kebudayaan di benua Afrika terbentuk melalui penjajahan Eropa, seperti kebudayaan Sub-Sahara. Sementara itu, wilayah Afrika Utara lebih banyak terpengaruh oleh kebudayaan Arab dan Islam.
Hopi man weaving on traditional loom in the USA.
Amerika
Kebudayaan di benua Amerika dipengaruhi oleh suku-suku Asli benua Amerika; orang-orang dari Afrika (terutama di Amerika Serikat), dan para imigran Eropa terutama Spanyol, Inggris, Perancis, Portugis, Jerman, dan Belanda.
Asia
Asia memiliki berbagai kebudayaan yang berbeda satu sama lain, meskipun begitu, beberapa dari kebudayaan tersebut memiliki pengaruh yang menonjol terhadap kebudayaan lain, seperti misalnya pengaruh kebudayaan Tiongkok kepada kebudayaan Jepang, Korea, dan Vietnam. Dalam bidang agama, agama Budha dan Taoisme banyak mempengaruhi kebudayaan di Asia Timur. Selain kedua Agama tersebut, norma dan nilai Agama Islam juga turut mempengaruhi kebudayaan terutama di wilayah Asia Selatan dan tenggara.
Australia
Kebanyakan budaya di Australia masa kini berakar dari kebudayaan Eropa dan Amerika. Kebudayaan Eropa dan Amerika tersebut kemudian dikembangkan dan disesuaikan dengan lingkungan benua Australia, serta diintegrasikan dengan kebudayaan penduduk asli benua Australia, Aborigin.
Eropa
Kebudayaan Eropa banyak terpengaruh oleh kebudayaan negara-negara yang pernah dijajahnya. Kebudayaan ini dikenal juga dengan sebutan “kebudayaan barat”. Kebudayaan ini telah diserap oleh banyak kebudayaan, hal ini terbukti dengan banyaknya pengguna bahasa Inggris dan bahasa Eropa lainnya di seluruh dunia. Selain dipengaruhi oleh kebudayaan negara yang pernah dijajah, kebudayaan ini juga dipengaruhi oleh kebudayaan Yunani kuno, Romawi kuno, dan agama Kristen, meskipun kepercayaan akan agama banyak mengalami kemunduran beberapa tahun ini.
Timur Tengah dan Afrika Utara
Kebudayaan didaerah Timur Tengah dan Afrika Utara saat ini kebanyakan sangat dipengaruhi oleh nilai dan norma agama Islam, meskipun tidak hanya agama Islam yang berkembang di daerah ini.
April 6th, 2007 at 5:27 pm
1. Kebudayaan Hongaria
Budaya Hongaria sangat beragam dan kaya.
Franz Liszt, komponis terkemuka Hongaria
Musik Hongaria pada umumnya terdiri dari musik rakyat dan musik oleh para komponis Romantik dan Barok terkemuka seperti misalnya Franz Liszt, Béla Bartók dan Zoltán Kodály (meskipun Kodály terutama mengarang musik dengan unsur-unsur tradisional). Musik tradisional Hongaria cenderung mempunyai irama dactyl yang kuat, seperti halnya bahasanya sendiri yang biasanya memberikan tekanan suku kata pertama dari setiap kata.
Masakan Hongaria juga merupakan ciri yang menonjol dari budaya Hongaria, dengan makanan-makanan tradisional seperti misalnya goulash, suatu ciri utama dari makanan Hongaria. Makanan seringkali diberi bumbu paprika. Sup daging seringkali mengandung unsur-unsur yang khas, seperti daging babi atau daging sapi, seperti misalnya sup daging pörkölt.
Hongaria terkenal karena lembaga matematikanya yang telah mendidik banyak pemenang Hadiah Nobel. Contoh matematikawan Hongaria terkenal termasuk Paul Erdös yang terkenal karena menerbitkan buku dalam lebih dari 40 bahasa dan yang angka Erdösnya masih ditelusuri, John von Neumann yang merupakan salah satu perintis dalam komputasi digital, Eugene Wigner, dan masih banyak lagi lainnya.
Bangsa Hongaria juga sangat bangga akan penemuan-penemuan mereka, yang mencakup holografi, korek api, teori tentang bom hidrogen, bolpen, kubus Rubik dan bahasa pemrograman BASIC. János Bolyai, seorang matematikawan Hongaria berperan besar dalam penemuan geometri non-Euclidea.
Sastra Hongaria juga sangat kaya, meskipun tidak begitu banyak dikenal di luar negeri karena keterbatasan pengetahuan tentang bahasanya. János Arany adalah seorang penyair terkenal Hongaria yang banyak menulis puisi yang sangat terkenal Sándor Márai dan Imre Kertész mendapatkan pujian baru-baru ini. Kertész telah memenangkan Penghargaan Nobel untuk sastra.
Bangsa Hongaria juga terkenal akan keunggulan mereka dalam olahraga air, terutama renang, polo air dan kano; semua ini mungkin agak mengejutkan karena Hongaria tidak memiliki pantai. Di pihak lain, kehadiran dua sungai utama (Duna/Tisza) dan sebuah danau besar (Balaton) memberikan kesempatan yang sangat baik untuk berlatih dalam cabang-cabang olahraga tersebut.
2. Kebudayaan Lebanon
Selama beribu-ribu tahun Lebanon telah menjadi persimpangan utama peradaban. Karena itu tidak mengherankan bila negara kecil ini mempunyai budaya yang luar biasa kaya dan hidup. Campuran kelompok etnis dan agama yang sangat luas di Lebanon ikut menyumbangkan tradisi makanan, musik dan sastra, serta festival. Beirut khususnya merupakan panggung seni yang sangat hidup dengan berbagai pertunjukan, pameran, pameran mode, dan konser yang diadakan sepanjang tahun di berbagai galeri, museum, teater dan tempat-tempat terbuka. Masyarakatnya modern, terdidik, sangat mirip dengan banyak masyarakat Eropa lainnya di Mediterania. Meskipun sanat mirip dengan Eropa, bangsa Lebanon sangat bangga akan warisan mereka dan telah menjadikan negeri itu dan khususnya Beirut pusat kebudayaan dunia Arab. Lebanon adalah negara anggota Organisation Internationale de la Francophonie (negara berbahasa Perancis). Karena itulah kebanyakan orang Lebanon berdwibahasa, mampu berbahasa Arab dan Perancis. Namun demikian, bahasa Inggris kini sangat populer khususnya di antara mahasiswa. Di negara ini agama Kristen bergaul akrab dengan Islam, dan Lebanon juga merupakan pintu masuk Arab ke Eropa serta jembatan Eropa ke dunia Arab.
Lebanon juga mempunyai sejumlah universitas yang bergengsi, termasuk Universitas Amerika di Beirut, Universitas Lebanon milik negara, dan Université Saint-Joseph.
Sejumlah festival internasional diadakan di Lebanon, menampilkan para artis kelas dunia dan mengundang turis dari Lebanon dan luar negeri. Di antaranya yang terkenal adalah festival musim panas di Baalbeck, Beiteddine, dan Byblos, di mana barisan masyarakat elit yang beraneka ragam tampil dengan latar belakang sejumlah situs sejarah Lebanon yang paling terkenal dan spektakular.
3. Kebudayaan Vietnam
Lebih dari ribuan tahun, kebudayaan Vietnam sangat dipengaruhi oleh negara tetangga, RRT. Karena asosiasi lama dengan RRT, kebudayaan Vietnam tetap kuat berpegang teguh kepada Konfusianisme yang menekankan pada tugas-tugas yang kekeluargaan. Pendidikan dihargai sangat tinggi. Dalam sejarah, lulus dalam ujian Mandarin kerajaan adalah satu-satunya cara bagi seorang Vietnam untuk maju secara sosial.Dalam era sosialis, kehidupan kebudayaan Vietnam banyak dipengaruhi oleh media yang dikontrol pemerintah dan program budaya sosialis. Untuk beberapa dekade, pengaruh kebudayaan asing dihindarkan dan ditekankan kepada penghargaan dan sharing kebudayaan negara-negara komunis seperti Uni Soviet, Republik Rakyat Tiongkok, Kuba, dll. Sejak tahun 1990an, Vietnam telah terekspos secara besar kepada kebudayaan dan media Asia Tenggara, Eropa dan Amerika.
The Hanoi Opera House (Gedung Opera Hanoi).
Pakaian tradisional wanita disebut Ao Dai dan dipakai dalam momen-momen spesial seperti pernikahan atau Tahun Baru Tiongkok (Lunar New Year) atau festival. Ao Dai dahulu dipakai oleh wanita dan pria tetapi sekarang kebanyakan dipakai oleh wanita.
Masakan Vietnam menggunakan sedikit minyak dan banyak sayuran. Makanan utama sering terdiri atas beras, kecap asin dan kecap ikan. Karakter rasanya adalah manis (gula), pedas (serrano peppers), asam (jeruk nipis), umami (kecap ikan) dan berbagai rasa dari mint dan kemangi.
Musik Vietnam sedikit berbeda berdasarkan tiga wilayah: Bac atau Utara, Trung atau Tengah dan Nam atau selatan. Musik klasik Utara adalah yang tertua di Vietnam dan secara tradisional lebih formal. Musik tradisional Vietnam dapat ditilas balik pada invasi Mongol, ketika orang-orang Vietnam menangkap sebuah grup opera Tiongkok. Musik klasik Tengah menunjukan pengaruh kebudayaan Champa dengan melodi melankolisnya. Musik Selatan memancarkan sikap laissez-faire (French= peraturan yang memperbolehkan kepemilikan swasta tanpa kontrol pemerintah / kebebasan).
Sepakbola adalah olahraga paling populer di Vietnam. Olahraga dan games seperti bulu tangkis, tennis, ping pong dan catur juga populer dengan porsi besar masyarakat. Baseball diperkenalkan selama kehadiran Amerika di Vietnam, juga mendapatkan cukup kepopuleran. Komunitas expat Vietnam membentuk bagian penting dalam kehidupan berbudaya Vietnam, memperkenalkan olahraga, film, musik dan aktifitas-aktifitas barat lainnya kepada Vietnam.
Vietnam adalah rumah bagi industri perfilman kecil, tetapi hasil kerja dari Hong Kong, Perancis dan A.S. menikamati popularitas dan sirkulasi yang besar.
[sunting]
Media
Voice of Vietnam adalah layanan persiaran radio resmi yang dimiliki oleh negara dan menjangkau seluruh negeri. Vietnam Television adalah perusahaan telivisi satu-satunya milik pemerintah. Karena Vietnam maju ke arah ekonomi pasar bebas dengan undang-undang Doi Moi-nya, pemerintah bergantung kepada media cetak untuk tetap dapat menginformasikan publik tentang peraturan-peraturannya. Undang-undang tersebut telah menyebabkan jumlah majalah dan koran-koran bertambah hampir dua kali lipat sejak tahun 1996. Vietnam berusaha keras untuk memodernkan dan memperluas sistem telekomunikasinya, tetapi performanya tetap tertinggal daripada tetangga-tetangganya yang lebih modern.
April 6th, 2007 at 6:24 pm
Melayu Culture”, the “World Civilization”
April 6th, 2007 at 6:26 pm
Melayu Culture”, the “World Civilization”
RiauPos Online, dari FBM se Dunia IV
Associate Director Southeast Asia Research Centre (SEARC) Dr Vivienne Wee kepada Riau Pos di sela-sela Seminar Budaya Melayu Sedunia 2003 di Hotel Sahid Pekanbaru, Senin (4/8) mengatakan, kebudayaan Melayu baik itu bahasa, adat istiadat, kesenian dan lain-lain tidak saja menjadi bagian dari orang Melayu itu sendiri, tapi juga sudah banyak dipelajari dan diminati oleh dunia internasional (world civilization, red).
Misalnya dari segi bahasa, seperti Bahasa Indonesia, selain dipelajari di tingkat universitas di Australia, juga telah dipelajari para siswa-siswa sekolah menengah setingkat (SMU) di negeri Kangguru tersebut. Begitu juga di negara-negara Eropa.
Jadi Bahasa Indonesia tak ubahnya sama dengan Bahasa Inggris, sudah menjadi bahasa internasional. Bahasa Indonesia saat ini bisa dipelajari di berbagai tempat kursus di negara lain. Bahkan dari 8-10 bahasa internasional yang dipakai dalam forum United Nations (PBB), Bahasa Indonesia (Melayu) merupakan salah satu bahasa yang dipergunakan. Jadi singkatnya, adat, bahasa dan kesenian Melayu bisa dipelajari oleh seluruh dunia, paparnya.
Dosen City University of Hong Kong ini menyebutkan ada perbedaan istilah “Melayu” dari segi defenisi dengan istilah “Malay” dalam Bahasa Inggris. Istilah Melayu dari segi defenisi terbagi menjadi tiga masing-masing ras, budaya dan teritorial (tempatan).
Melayu atau disebut Malay di Singapura berbeda dari segi defenisi dengan Malaysia dan Indonesia. Malay di Singapura menggunakan defenisi ras. Di Singapura, istilah Malay hanya digunakan untuk membedakan ras, apakah seseorang disebut Malay, Tionghoa, India dan lain-lain. “Walaupun dia berasal dari Jawa sekalipun atau daerah lainnya di Indonesia, di Singapura dia tetap masuk ras Malay”, ungkap Vivienne.
Istilah Malay dalam Bahasa Inggris pertama kali ditemui pada tahun 1598 yang merupakan anggota ras yang terbanyak di Melaka dan Kepulauan Timur. Singapura adalah negara kolonial Inggris, dan istilah Melayu yang digunakan di Singapura sama dengan istilah Malay dalam Bahasa Inggris.
Malay di Singapura berbeda dengan Melayu di Malaysia. Melayu di Malaysia menggunakan defenisi kebudayaan. Menurut konstitusi Malaysia, defenisi Melayu adalah beragama Islam, bercakap Melayu dan mengikuti adat istiadat Melayu. Ini masuk dalam defenisi Melayu dari segi kebudayaan, jadi Melayu berdasarkan kelakuan, bukan keturunan.
Sementara istilah Melayu di Indonesia menggunakan defenisi teritorial (tempatan). Melayu di Indonesia adalah salah satu etnis dari berbagai suku yang ada. Defenisi tempatan lain daripada defenisi ras atau defenisi kebudayaan. Menurut defenisi tempatan, tiap daerah di Indonesia ada sukunya, dan tiap suku ada daerahnya.
Lebih jauh Vivienne menjelaskan, di Singapura Malay hanya untuk membedakan empat golongan besar yang terdiri dari Malay, Tiongha, India dan lain-lain. Ketika Singapura dan Malaysia dijajah oleh Inggris, Bahasa Inggris digunakan sebagai bahasa resmi, berbeda dengan ketika Belanda menjajah Indonesia, orang pribumi tidak diizinkan berpendidikan Bahasa Belanda. Belanda sendiri menggunakan bahasa Melayu sebagai lingua franca untuk berkomunikasi dengan orang pribumi.
Ketika ditanya dari mana asalnya Melayu, Vivienne mengungkapkan menurut sejarah istilah Melayu mula-mula hanya nama sebuah sungai yang merupakan anak Sungai Jambi, ibu kota Sriwijaya setelah Palembang. Kemudian tersebar, seperti di tempat-tempat kesultanan seperti di Bintan, Singapura, Melaka, Johor, Riau, Siak dan lain-lain. Statusnya adik-beradik lah, kata Vivienne. Di seluruh Asia tenggara ada tempat-tempat yang disebut Melayu sehingga disebut dengan Alam Melayu. Jadi bahasa, adat, kesenian sudah menjadi fenomena yang berotonomi sendiri-sendiri dan itulah kekayaan Melayu.
Berbicara mengenai persamaan Melayu antara Singapura, Malaysia dan Indonesia adalah pertama, dilihat dari pertalian persaudaraan dan bahasa. Dari pertalian persaudaraan misalnya, orang Riau memiliki saudara yang banyak menetap di Malaysia, sedangkan dari segi bahasa, bahasa merupakan suatu persamaan karena bahasa sudah lebih luas dari sukunya.
April 6th, 2007 at 6:28 pm
GEISHA
Geisha (芸者 “person of the arts”) are traditional Japanese artist-entertainers. The word Geiko is also used to describe such persons. Geisha were very common in the 18th and 19th centuries, and are still in existence today, although their numbers are dwindling. “Geisha,” pronounced /ˈgeɪ ʃa/ (”gay-sha”) is the most familiar term to English speakers, and the most commonly used within Japan as well, but in the Kansai region the terms geigi and, for apprentice geisha, “Maiko” have also been used since the Meiji Restoration. The term maiko is only used in Kyoto districts. The English pronunciation ˈgi ʃa (”gee-sha”) or the phrase “geisha girl,” common during the American occupation of Japan, carry connotations of prostitution, as some young women, desperate for money and calling themselves “geisha,” sold themselves to American troops.
The geisha tradition evolved from the taikomochi or hōkan, similar to court jesters. The first geisha were all male; as women began to take the role they were known as onna geisha (女芸者), or “woman artist (female form).” Geisha today are exclusively female, aside from the Taikomochi. Taikomochi are exceedingly rare. Only three are currently registered in Japan. They tend to be far more bawdy than geisha. Other public figures who contributed to the creation of the modern geisha were Oiran, or courtesans, and Odoriko, dancing girls. The Odoriko in particular influenced geisha to include dance as part of their artistic repertoire.
Geisha were traditionally trained from young childhood. Geisha houses often bought young girls from poor families, and took responsibility for raising and training them. During their childhood, apprentice geisha worked first as maids, then as assistants to the house’s senior geisha as part of their training and to contribute to the costs of their upkeep and education. This long-held tradition of training still exists in Japan, where a student lives at the home of a master of some art, starting out doing general housework and observing and assisting the master, and eventually moving up to become a master in her own right (see also irezumi). This training often lasts for many years.
The course of study traditionally starts from a young age and encompasses a wide variety of arts, including Japanese musical instruments (particularly the shamisen) and traditional forms of singing, traditional dance, tea ceremony, flower arranging (ikebana), poetry and literature. By watching and assisting senior geisha, they became skilled in the complex traditions surrounding selecting, matching, and wearing precious kimono, and in various games and the art of conversation, and also in dealing with clients.
Once a woman became an apprentice geisha (a maiko) she would begin to accompany senior geisha to the tea houses, parties and banquets that constitute a geisha’s work environment. To some extent, this traditional method of training persists, though it is of necessity foreshortened. Modern geisha are no longer bought by or brought into geisha houses as children. Becoming a geisha is now entirely voluntary. Most geisha now begin their training in their late teens.
Are Geisha Prostitutes?
Strictly speaking, geisha are not prostitutes. Because they entertain men behind closed doors in an exclusive manner, there has been much speculation about the underpinnings of their profession. The confusion that surrounds this issue has been complicated by Japanese prostitutes who wish to co-opt the prestige of the geisha image, and by inaccurate depictions of geisha in Western popular culture. Although a geisha may choose to engage in sexual relations with one of her patrons, geisha engagements will never involve sex.
The first geisha was indeed a courtesan named Kako. Over time, she discovered that she had no need to engage in the red-light district. Kako was directly or indirectly to heir to many schools of Japanese art. She called herself a geisha (”arts-person”) and confined herself to giving artistic performances.
Occasionally, a geisha may choose to take a danna (an old fashioned word for husband), which is typically a wealthy man who has the means to support a geisha mistress. Although a geisha may fall in love with her danna, the affair is customarily contingent upon the danna’s ability to financially support the geisha’s lifestyle. The traditional conventions and values within such a relationship are very intricate and not well understood, even by many Japanese. Because of this, the true intimate role of the geisha remains the object of much speculation, and often misinterpretation, in Japan as well as abroad.
April 6th, 2007 at 6:37 pm
HANBOK, KOREAN NATIONAL COSTUME
A walk down almost any street in Korea will reveal that today’s Korean wardrobe ranges from jeans and casual fashions to tailored suits and chic designer creations. However, of all the outfits one is likely to see, the most striking is without a doubt the hanbok, the traditional costume worn by Koreans of all ages, particularly on traditional holidays and when attending social affairs with a traditional Korean theme.
The hanbok is characterized by its simple lines and the fact that it has no pockets. The women’s hanbok comprises a wrap-around skirt and a bolero-like jacket. It is often called chimajeogori, chima being the Korean word for skirt and jeogori the word for jacket. The men’s hanbok consists of a short jacket and pants, called baji, that are roomy and bound at the ankles. Both ensembles may be topped by a long coat of a similar cut called durumagi.
The traditional-style hanbok worn today are patterned after the ones worn during the Confucian-oriented Joseon Dynasty (1392-1910). Yangban, a hereditary aristocratic class based on scholarship and official position rather than on wealth, wore brightly colored hanbok of plain and patterned silk in cold weather and of closely woven ramie cloth or other high-grade, light-weight materials in warm weather. Commoners, on the other hand, were restricted by law as well as finances to bleached hemp and cotton and could only wear white and sometimes pale pink, light green, gray and charcoal.
Young women wore red chima and yellow jeogori prior to marriage and red chima and green jeogori after the wedding when bowing to their parents-in-law and when paying respect to them upon returning from the honeymoon. Today, however, women usually wear pink hanbok for engagement ceremonies, Western-style wedding dresses and the traditional red skirt and green jacket after the wedding when greeting their in-laws after the honeymoon. On other occasions, they wear hanbok of almost any color and fabric including embroidered, hand-painted, or gold-stamped silk, but white is worn mostly by old people and used for mourning clothes.
Yangban women wore wrap-around skirts 12 pok (a width of cloth) wide and wrapped them on the left side whereas commoners were prohibited from wearing chima of more than 10 or 11 pok and were required to wrap them on the right. Under the hanbok, women generally wore, and most still do, a pair of long bloomers, a long, one-piece slip worn somewhat like a high-waisted, one-piece dress, and a jacket-like piece a little smaller than the jeogori. The fullness of the chima allows the wearing of any number of undergarments, a big plus given Korea’s cold winters, and also makes it wearable during pregnancy.
Nowadays skirts of two and a half widths of cloth are generally worn; however, today’s cloth is about twice as wide as in ancient times. Most of today’s chima have shoulder straps for ease in wearing. For proper appearance the chima should be pulled tight so that it presses the breasts flat and the slit should be just under the shoulder blade. The left side of the chima should be held when walking to keep it from flapping open and revealing the undergarments. Old women often hold the left side up beside the left breast.
Most jeogori have a snap or small tie ribbons on the inside to hold it closed. The long ribbons of the jacket are tied to form the otgoreum, a bow that is different from the butterfly-like bow of the West. The otgoreum is very important for it is one of three things by which the beauty and quality of a hanbok is judged. The other two are the curve of the sleeves and the way the git, a band of fabric that trims the collar and front of the jeogori, is terminated. The ends of the git are generally squared off. A removable white collar called dongjeong is placed over the git.
As hanbok have no pockets, women and men both carried all types of purses, or jumeoni. These were basically of two major types: a round one and a pleated, somewhat triangular one, both closed with a drawstring. These were embellished with elaborate knots and tassels that varied a ccording to the status and gender of the bearer.
Although some of the basic elements of today’s hanbok and its accessories were probably worn at a very early date, the two-piece costume of today did not begin to evolve until the Three Kingdoms period (57 B.C.-A.D. 668), when the kingdoms of Goguryeo, Baekje and Silla dominated the Korean Peninsula. This is clearly evident in the paintings that adorn the walls of fourth to sixth century Goguryeo tombs. The murals feature men and women dressed in long, narrow-sleeved jackets with the left side pulled over the right, trousers and boot-like footwear. Such garments were probably inspired by the harsh northern climate and terrain and a nomadic lifestyle centered on horse riding.
Also, owing to geopolitical factors, it is likely that they were influenced by Chinese styles of dress. Baekje and Silla had similar costumes. Silk mandarin robes introduced from neighboring Tang China were adopted for wear by royalty and officials in 648 by Silla, the kingdom that eventually unified the peninsula in 668. The robes were worn over the native costume. Noble women began to wear full-length skirt-trousers and wide-sleeved, hip-length jackets belted at the waist, and noblemen, roomy trousers bound in at the ankles and a narrower, tunic-style jacket cuffed at the wrist and belted at the waist.
In 935, Silla was replaced by a new dynasty called Goryeo, from which the name “Korea” is derived. Buddhism, which Silla had already made the national religion, flourished along with printing and the arts, especially celadon ceramics. During the Goryeo Dynasty, the chima was shortened and it was hiked up above the waist and tied at the chest with a long, wide ribbon, which has remained the fashion ever since. The jeogori was also shortened and its sleeves were curved slightly. At the same time, women began to wear their hair in plaits on top of their heads and men began shaving their heads except for a patch in the middle.
In the 15th century, women began to wear full, pleated skirts that completely concealed the lines of the body and long jeogori. With time, however, the jeogori was gradually shortened until it just covered the breasts, making it necessary to reduce the fullness of the chima so that it could be extended almost to the armpits, this remains the fashion today.
Today’s designers are increasingly seeking inspiration in the hanbok and other costumes of their ancestors to create fashions with a uniquely Korean flair that can meet the demands of today’s lifestyles. They are incorporating the lines and cut of the hanbok and other ancient clothes and accessories in their designs and employing traditional fabrics such as hemp and ramie. In fact, many department stores now have boutiques specializing in such clothes and shops specializing in a new generation of hanbok for everyday wear are springing up nationwide.
Without a doubt, the hanbok, with its roots stretching back many centuries, will continue to grace the streets of Korea for many years to come.
April 6th, 2007 at 6:52 pm
SUP MISO KHAS JEPANG
Sup miso dari paket sup miso instan
Sup miso ( miso shiru) adalah masakan Jepang berupa sup dengan bahan dasar dashi ditambah isi berupa makanan laut dan diberi miso sebagai perasa. Sup miso dinikmati dengan mengangkat mangkok sup dan meminum kuahnya, sedangkan isi sup dimakan menggunakan sumpit.
Pada umumnya sup miso dihidangkan bersama nasi putih sebagai menu sarapan pagi di banyak rumah-rumah di Jepang. Sup miso biasanya dimakan di rumah, walapun ada juga sup miso yang dihidangkan di warung atau restoran tradisional Jepang (ryotei). Sup miso instan adalah sup miso dalam paket yang cara menyiapkannya tinggal diseduh air panas.
Sup miso merupakan masakan sangat sederhana yang sangat mudah disiapkan dalam waktu singkat, bahan-bahannya pun hanya berupa kaldu dari katsuobushi, sedikit isi sup, dan miso. Walaupun sup miso adalah masakan paling sederhana, rasa yang dihasilkan bisa berbeda-beda tergantung pada jenis miso yang digunakan untuk sup, cara mengambil kaldu dari katsuobushi dan keterampilan orang yang membuatnya.
Pada kebudayaan Jepang yang menjadikan nasi atau nasi dari berbagai jenis padi-padian sebagai makanan utama, sup miso mempunyai peran penting sebagai makanan pendamping yang paling utama. Pada umumnya, makanan utama sehari-hari orang Jepang sejak zaman dulu disebut ichijū issai yakni satu set berupa nasi dengan sup seperti sup miso dan satu jenis lauk.
Fungsi
Di dalam budaya makan Jepang yang biasanya rendah protein, sup miso berfungsi sebagai penambah nafsu makan, sumber protein, dan sumber garam. Sup miso berbeda fungsinya dengan sup dalam budaya makan Eropa. Di dalam budaya Jepang, sup miso bukan dipakai sebagai kuah untuk makan nasi, berbeda dengan makan Eropa yang menempatkan roti adalah makanan utama sedangkan sup dibuat untuk menikmati roti yang sudah agak keras.
Miso adalah bumbu masak yang aromanya mudah hilang jika lama dimasak dengan suhu tinggi, sehingga api harus segera dimatikan pada saat sup mulai mencapai titik didih. Sup miso mempunyai berbagai macam nama bergantung pada isi, misalnya Kenchin-jiru (isi sayur-sayuran saja), Butajiru atau Tonjiru (isi sayur-sayuran dan daging babi), Sampe-jiru (isi ikan Salmon asin) dan sebagainya. Masakan Jepang yang disebut Nabe walaupun ditambah dengan miso tidak dianggap sebagai sup miso.
Sejarah
Konon sup miso sudah dikenal orang Jepang sejak zaman Muromachi. Pada mulanya sup miso adalah makanan kampung yang dinikmati oleh petani, tapi kemudian menyebar ke berbagai lapisan masyarakat di seluruh Jepang menjadi menu yang tak boleh ketinggalan.
Miso dan kaldu untuk sup
Di Jepang, jenis miso yang digunakan untuk sup miso bergantung pada selera orang yang tinggal di daerah itu. Ada sebagian daerah di Jepang yang menggemari Shinshu miso (dari Nagano), Haccho miso (dari prefektur Aichi), atau Shiro miso (dari Kyoto). Sama halnya dengan ungkapan “kecap saya paling no.1,” orang Jepang sangat membanggakan miso produksi kampung halamannya yang selalu dianggap paling enak nomor satu.
Kaldu untuk sup yang disebut dashi, bisa dibuat dari konbu, ikan teri kering yang disebut niboshi dan katsuobushi. Cara membuat kaldu untuk sup bisa berbeda-beda tergantung pada orang yang memasak, ada orang yang membuat sup miso hanya dengan menggunakan katsuobushi, tapi ada juga orang yang menggunakan saba bushi bersama berbagai macam sumber kaldu, dan juga bumbu masak produksi pabrik.
Pada umumnya, miso yang dibutuhkan untuk satu mangkok sup miso sebanyak 15 gram, walaupun semuanya tergantung pada selera orang yang mau meminumnya. Perbandingan antara sup dan kadar garam biasanya sekitar 99 : 1.
Isi sup miso
Isi untuk sup sangat bervariasi tergantung pada daerah dan selera.
Makanan laut, seperti rumput laut (wakame), kerang kecil yang disebut shijimi, atau kerang yang agak besar yang disebut asari.
Semua jenis sayur-sayuran dan bahan makanan produksi pabrik, seperti lobak, jamur Enoki, daun bawang, kentang, bawang bombay, labu parang, aburage, tahu, natto, dan tauge/toge.
Sup miso versi Okinawa
Restoran di Okinawa menyediakan menu sup miso yang disebut sebagai miso-jiru dan bukan miso-shiru yang merupakan cara penyebutan yang lazim untuk nama masakan ini dalam bahasa Jepang standar. Masakan sup miso ala Okinawa mempunyai isi yang sangat banyak seperti daging babi, Spam (daging babi dalam kaleng), tahu, sayur-sayuran, dan telur. Sup miso ala Okinawa kadang-kadang ada juga ditambah minyak goreng atau lard (lemak babi) jika sup tidak berisi daging.
April 6th, 2007 at 7:02 pm
Budaya Toraja Memesona Dunia
RANTEPAO - Tana Toraja (Tator) sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), kerap lebih dikenal oleh para wisatawan mancanegara ketimbang Makassar, Ibu Kota Sulsel sendiri. Tator yang penuh dengan berbagai macam pesona budaya dapat dicapai dengan kendaraan darat dalam waktu delapan jam melalui desa-desa khas Bugis-Makassar yang indah permai dan desa-desa nelayan.
Selain itu, penerbangan Merpati Nusantara Airlines dengan pesawat Cassa selalu siap mengantar setiap hari. Cukup 45 menit dari Bandara Hasanuddin, Makassar, penumpang dapat tiba di Lapangan Pongtiku, Tator.
Bila menggunakan angkutan udara, dari ketinggian akan tampak Tator dengan hamparan sawah luas terbentang yang dilatarbelakangi rumah adat Tongkonan yang mempunyai bentuk seperti tanduk kerbau. Rumah tinggal tersebut merupakan karya masyarakat Toraja yang khas.
Masyarakat Tator dikenal sangat menghargai arti hidup yang direfleksikan dalam berbagai adat dan budaya, serta pola hidup baik sebagai petani maupun peternak. “Tedong bonga” alias kerbau belang atau albino, menjadi ternak andalan dan kesayangan masyarakat Tator. Pasalnya, tedong bonga tersebut dipakai pada acara adat dan ritual, sehingga wajar jika harga tedong bonga per ekor dapat mencapai puluhan juta rupiah.
“Tedong bonga yang badannya bagus dan tanduknya panjang dan besar, biasanya dibeli sampai Rp 50 juta. Bahkan Rp 100 juta bila dianggap benar-benar kerbau pilihan,” tutur Marten, salah seorang warga Tator.
Kendati zaman modern sudah memasuki sisi ruang kehidupan,
masyarakat Tator dalam kesehariannya masih dikaitkan dengan beraneka ragam perayaan seperti pesta panen, upacara pemindahan rumah (Rambu Solok) dan upacara kematian (Rambu Tuka). Pada acara-acara tersebut sudah barang tentu mereka menggunakan pakaian adat lengkap dengan aneka perhiasannya.
Setiap menggelar acara adat, acara santap bersama yang disertai dengan minuman tuak, biasanya berlangsung berhari-hari. Pada kesempatan tersebut, para kerabat dan keluarga akan dapat membayar ”utang” pesta yang lalu.
Selain dapat menyaksikan pesta adat, di Tator juga masih banyak objek wisata yang patut dikunjungi di antaranya, Londa yang terletak kurang lebih empat kilometer dari Ibu Kota Kabupaten Tana Toraja, Rantepao di mana tau-tau yaitu perlambang jasad mereka yang telah meninggal dipajang di depan gua di atas tebing yang curam.
Hal yang sama juga dapat ditemukan di Lemo, sekitar 12 kilometer dari Rantepao. Di lokasi tersebut terdapat tempat peristirahatan terakhir para ningrat Tana Toraja yang disemayamkan dalam bentuk tau-tau dan paling baik dikunjungi pada pagi hari.
Sementara Ke’te Kusu merupakan sebuah desa yang menjadi museum rumah tongkonan dan rumah adat. Di antara rumah tersebut, juga tampak hamparan persawahan dilatarbelakangi dengan tebing-tebing yang tinggi, tempat tau-tau yang tua. Di antara tau-tau itu, ada yang mencapai lebih dari satu abad.
Dan yang tak kalah menariknya untuk dikunjungi adalah lokasi arung jeram di Sungai Sa’dang. Lokasi ini merupakan yang terbaik di Indonesia. Bagi yang senang tantangan, tentu tidak akan menyia-nyiakan kesempatannya untuk berlaga menguji keterampilan di lokasi arung jeram tingkat empat dan lima yang sangat mengasikkan.
Jadi Warisan Dunia
Keunikan dan kekhasan adat budaya Tator telah membuat daerah tujuan wisata tersebut diusulkan menjadi warisan budaya dunia. Usulan tersebut sudah digulirkan sejak tahun 2000. Hasil usulan tersebut, Tator kini mendapat nomor registrasi C1038 dari UNESCO, organisasi dunia yang menangani masalah kebudayaan.
Untuk usulan pertama, baru terbatas pada perkampungan Kete’ Kesu dan pada 2002, tim UNESCO telah melakukan peninjauan. Hasilnya, tim merekomendasikan agar pengunggulan Tana Toraja dikembangkan menjadi serial nomination yakni usulan yang terdiri dari beberapa situs dalam suatu kawasan.
Lewat kesepakatan bersama antara pemerintah daerah dan pusat, diputuskan penambahan delapan situs anyar, selain situs Kete Kesu tentunya. Kedelapan situs itu adalah Pallawa, Bori Parinding, Kandeapi, Rante Karassik, Buntupune, Pala Tokke, Londa dan Lemo. Akhirnya, kesembilan situs tersebut diusulkan ke kantor UNESCO di Paris pada 21 April 2004.
Usulan tersebut kembali menghasilkan keputusan, di mana Indonesia harus melakukan reformulasi pengusulan Tana Toraja. Di antaranya pemetaan delapan situs, penentuan zona inti dan zona penyangga, belum adanya justifikasi mengenai kriteria, harus disertakan situs pembanding yang memiliki kemiripan dan belum disertakan site management plan.
Akhirnya pada Agustus 2004, Asdep Urusan Kepurbakalaan dan Permuseuman sudah melakukan pemetaan tambahan. Termasuk mempertemukan para pakar budaya lalu mempresentasikannya kepada kelompok kerja (Pokja) Warisan Dunia. Terakhir, sosialisasi warisan budaya dunia Tana Toraja.
Menindaklanjuti hal tersebut, Kementerian Budaya dan Pariwisata (Menbudpar) harus menyelesaikan beberapa pekerjaan rumah di antaranya pembuatan peta kawasan skala 1:10.000 dan penetapan Menbudpar terhadap penetapan kawasan Tator sebagai kawasan cagar budaya nasional. (*)
April 6th, 2007 at 8:57 pm
Kebudayaan Aborigin
Kelompok Aborigin sudah menduduki Australia selama lebih dari empat puluh ribu tahun. Mereka berasal dari Asia Tenggara, memasuki benua Australia dari utara. Pada waktu itu, Australia bersatu dengan pulau Irian. Memang, ada banyak kesamaan antara kebudayaan kuno Asia Tenggara dan kebudayaan Aborigin.
Karena kelompok Aborigin terpencil dari kebudayaan yang berkembang di negeri lain, mereka harus mencari solusi untuk beradaptasi dengan lingkungan Australia yang unik dan keras . Oleh karena itu, kebudayaan Aborigin sangat dipengaruhi dengan lingkungan alam Australia, yaitu, pemandangan alam, binatang, dan sebagainya. Karena luasnya Australia, menyebabkan kelompok-kelompok Aborigin tersebar, dan menciptakan banyak suku yang berbeda-beda. Lagi pula, pada waktu orang Eropa datang di Australia, tidak ada suku Aborigin yang homogen. Suku-suku Aborigin sudah berbeda dalam aspek organisasi sosial, kebudayaan, dan bahasanya. Misalnya, di Australia tengah, ada lebih dari seratus bahasa, dan beragam dialek. Tarian, musik, sistem keluarga, lukisan dan upacara-upacara semua berbeda dari satu suku dengan suku lain. Walaupun begitu, perbedaan ini tidak penting karena ada kesamaan pokok, dan suku-suku Aborigin sering berkerja sama untuk upacara-upacara, perdagangan dan pernikahan. Dongeng-dongeng, lagu-lagu, sejarah lisan dan unsur kebudayaan lain juga tersebarkan jauh. Masa kini, variasi wilayah tetap ada: tidak hanya ada satu suku Aborigin, maka setiap suku Aborigin sering menekankan perbedaan dan identitasnya.
Kesenian dan ‘Dreamtime’
Satu kepercayaan bagi semua orang Aborigin adalah ‘Dreamtine’ (masa mimpi) atau ‘Dreaming’. Dreamtime ini adalah terjemahan konsep Aborigin yang kira-kira betul, karena tidak ada kata tepat dalam bahasa Inggris, atau bahasa lain. Setiap suku Aborigin ada kata sendiri untuk konsep Dreamtime, misalnya Tjukurpa untuk orang Pitjantjatjara, Aldjerinya untuk orang Arrente, dan Nguthuna untuk orang Adnyamathanha .
Kata Dreaming tersebut diterima secara umum oleh orang Aborigin, karena sering ada wahyu atau petunjuk baik diberikan lewat mimpi. Dreaming bermaksud semua hal yang diketahui dan dimengerti . Konsep ini adalah cara yang dipakai orang Aborigin untuk menjelaskan hidupnya, dan bagaimana dunia dilahirkan. Memang Dreaming adalah pusat untuk kehidupan, kebudayaan dan kesenian orang Aborigin karena konsep itu menentukan kepercayaan, dan hubungannya dengan semua ciri-ciri dunia.
Dreaming sering dijelaskan sebagai suatu masa, tetapi konsep waktu Eropa sebagai unit masa dulu kurang tepat untuk Dreaming. Dreaming bukan masa dahulu, tetapi sesuatu yang terus-menerus, dari mana orang berasal, di mana orang dibarukan, dan ke mana orang dikembalikan. Oleh karena itu, kesenian adalah suatu cara yang digunakan orang Aborigin untuk berkomunikasi dan memelihara kesatuan dengan Dreaming. Ketika orang mempertunjukkan sifat-sifat nenekmoyang Dreamingnya melalui tarian, musik dan lukisan serta ketika mereka memelihara tempat suci, jiwa nenekmoyangnya diperbarui dan dihormati.
Kesenian dalam Masyarakat Aborigin Australia
Konsep kesenian bagi masyarakat tradisional Aborigin jauh berbeda dari konsep kesenian masyarakat Eropa. Dalam masyarakat Aborigin, aktivitas seperti tarian, nyanyian, gambaran pasir, membuat perabot atau menenun keranjang tidak dianggap sebagai aktivitas berbeda seperti ‘Art and Design’ di Eropa. Semua aktivitas tersebut adalah bagian Dreaming dan kehidupan sehari-hari. Lagi pula, tidak ada konsepsi orang ahli kesenian dan seniman, karena semua orang adalah seniman.
Orang Aborigin secara tradisional mengunakan bahan alami yang tersedia untuk keseniannya. Di seluruh Australia, lukisan tanah dan gua serta lukisan badan dan dekorasi sangat penting dan memakai bermacam-macam cara dan gaya. Tarian dan musik juga penting sekali bagi masyarakat Aborigin sebagai ekspresi kesenian, dan juga dipengaruhi lingkungan alami.
Masa kini, komunitas-komunitas Aborigin di seluruh Australia masih membuat lukisan serta menari dan main musik secara tradisional. Walalupun demikian, makin lama makin banyak kesenian Aborigin dipengaruhi teknik modern. Misalnya, cat akrilik dan kertas (bukan kulit kayu) digunakan untuk lukisan, dan tarian bisa dimainkan tidak hanya untuk tuntunan atau tontonan khusus Aborigin, tetapi juga untuk ditonton para wisatawan.
Musik dan Tarian Aborigin Australia
Musik dan tarian Aborigin penting sekali untuk semua orang Aborigin dalam kehidupan sehari-harinya. Musik dan tarian ini berhubungan dengan nenekmoyang Aborigin, totem-totemnya, lingkungan, bintang, burung dan tumbuh-tumbuhan. Musik dan tarian ada maksud tetap dalam kehidupan seorang Aborigin: untuk membawakan hujan, gaya menyembuhkan sakit, memenangkan perang dan lain-lain.
Ada tiga jenis musik dan tarian Aborigin. Yang pertama termasuk upacara-upacara yang suci dan rahasia. Lagu-lagu dan tarian untuk upacara ini tidak untuk hiburan, tetapi, untuk tuntunan saja. Upacara-upacara tersebut biasanya memperingati nenekmoyang atau totem-totem dan khusus untuk laki-laki. Juga ada upacara khusus perempuan, tetapi tidak ada banyak informasi mengenai itu, karena upacara tersebut rahasia sekali.
Jenis musik dan tarian kedua adalah semi-suci, dan ada banyak contoh jenis ini. Biasanya lagu-lagu, musik dan tariannya dibuat untuk upacara menuju dewasa bagi laki-laki muda, pernikahan dan sebagainya. Musiknya dimainkan oleh laki-laki, sementara perempuan menari.
Jenis musik dan tarian ketiga adalah ‘non-suci’, yaitu hanya untuk hiburan. Lagu-lagu dan tarian ini bisa dimainkan oleh siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Musik dan tarian jenis ini disebarkan luaskan di antara suku-suku. Kadang-kadang ada suku yang mengunakan bahasa asing untuk memainkan lagu-lagu yang disebarkan padanya! Suatu macam upacara terkenal sejenis ini adalah ‘corroboree’ yang sebenarnya semalaman untuk tarian dan musik tradisional. Semua laki-laki (dewasa dan anak) menari selama berjam-jam sementara wanita dan gadis menyanyi.
Bagaimana Musik dan Tarian Aborigin ini?
Musik
Secara tradisional, untuk membuat musik baru, seorang Aborigin akan jalan-jalan (walkabout) dan mendengarkan bunyi-bunyi binatang – tidak hanya suaranya, tetapi juga bunyi gerakannya. Dia juga akan mendengarkan suara guntur, daun yang tertiup angin, dan aliran air. Inti suara ini terus dimainkan seteliti-telitinya dengan menggunakan didjeridoo dan alat musik lain.
Alat musik orang Aborigin berbeda antara satu suku dengan suku lainnya. Walaupun demikian, bumerang, pentung, batang kayu, genderang, giring-giring kayu dan didgeridoo adalah alat musik biasa untuk hampir semua suku. Lagi pula, bertepuk tangan, hentakan kaki menambah musiknya.
Untuk lagu-lagu Aborigin, sebuah lagu dinyanyikan sebagai seri yang terbuat dari beberapa syair pendek. Setiap syair ini menceritakan tentang kejadian atau tempat yang ada hubungan dengan nenekmoyangnya. Sedangkan ada juga lagu upacara ‘penuh’, yaitu lagunya khusus untuk menceritakan maksud tarian yang sedang dimainkan. Tetapi, karena Australia luas sekali, banyak lagu tentang satu kejadian bisa berubah dari satu suku sampai satu suku lain. Walaupun intinya sama, tarian atau musiknya beda. Makanya, walaupun seorang Aborigin yang mengunjungi suku lain mungkin tidak bisa mengerti bahasa lokalnya, dia bisa mengerti cerita lagu dan tarian suku itu.
Tarian
Seperti musik, juga ada banyak gaya tarian antara suku-suku yang berbeda. Umumnya, orang menari dengan banyak gerakan tangan, kaki dan badan yang tetap, khususnya hentakan kaki. Penari yang paling pintar menari dihormati dan terkenal jauh dari tempat asalnya.
Dalam upacara, ketika lagu rahasia dinyanyi, tarian menjadi kuat secara mistik. Penari dan alat-alat yang dipakai menjadi dipenuhi kekuatan gaib dan mistik. Walaupun unsurnya tidak berbahaya, jumlah tarian dan nyanyian menjadi kuat dan oleh sebab itu harus dihormati dan dilaksanakan dengan hati-hati. Upacara yang paling kuat memperbaiki lingkungan alam, dan kehidupan komunitas Aborigin. Makanya, tempat di mana upacara ini dimainkan dianggap suci sekali dan seharusnya tidak diubah atau diperkembangan.
Masyarakat dan Kesenian Aborigin Masa Kini
Seperti sudah dijelaskan, masa kini makin lama makin banyak kesenian Aborigin tradisional berubah dengan penggunakan teknik modern. Lagi pula, pada masa dahulu banyak tempat suci bagi orang Aborigin yang dikembangkan oleh orang ‘Barat’ yang tidak menghormati kepercayaan orang Aborigin. Di koran, sering ada cerita tentang hak tanah, dan konfrontasi antara orang Aborigin-Australia dan orang Barat-Australia. Kepercayaan Barat, minuman keras, perkembangan kota-kota dan kesempatan pekerjaan juga merusakan kehidupan orang Aborigin. Makanya, banyak unsur kebudayaan Aborigin sudah hilang atau tidak bisa dilaksanakan.
Walaupun demikian, masa kini kita bisa melihat bahwa orang Barat-Australia sudah mulai menghormati tradisi, kebudayaan dan kesenian Aborigin. Di hampir semua kampus universitas di Australia ada ‘Pusat Aborigin’ di mana mahasiswa bisa belajar tentang Dreaming dan kebudayaan orang asli Australia. Baik di kota maupun di luar kota, masyarakat mulai mengerti bahwa pada masa dahulu orang Aborigin tidak diperlakukan secara adil dan sekarang kami harus memperbaikinya. Dan semua orang Australia, Barat dan Aborigin harus bekerja sama untuk masa depan Australia. Kami bukan orang yang berbeda, tetapi orang Australia dengan kebudayaan dan kesenian campuran yang memang menarik dan unik. Semoga di masa depan kebudayaan, kesenian dan sejarah lisan Aborigin Australia tidak hilang lagi, dan dihormati oleh semua orang Australia.
Kesimpulan
Masyarakat dan kesenian Aborigin memang rumit tetapi menarik. Kita bisa melihat bagaimana Dreaming mempengaruhi kebudayaan melalui kesenian. Kehidupan sehari-hari suku Aborigin berhubungan dengan keseniannya dalam banyak bentuk dan untuk berbagai fungsi. Upacara-upacara baik mistik maupun non mistik sangat penting untuk memperbarui dan memelihara hubungan dengan nenek moyang dan Dreaming. Walaupun masa kini masyarakat dan kesenian Aborigin sudah berubah dari yang tradisional, tetapi tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat luas Australia. Maka seharusnya kita menghormati dan memelihara kebudayaan Aborigin untuk anak cucu kita di masa depan.
April 6th, 2007 at 9:10 pm
Kebudayaan suku kecil di Peru
Keturunan suku Indian Uro yang hidup di Danau Titicaca secara turun temurun melestarikan kebiasaan yang diwariskan dari leluhur mereka.
Danau Titicaca yang terletak di ketinggian sekitar 3.820 m di atas permukaan laut, merupakan danau tertinggi di dunia yang dapat dilalui kapal. Danau yang membentuk perbatasan alami antara Bolivia dan Peru ini memiliki lintang utara-selatan sepanjang 190 km dengan sisi terlebar sepanjang 80 km, serta permukaan seluas lebih kurang 8.300 km2. Kedalaman rata-rata sekitar 100 m, dengan titik terdalam sekitar 280 m. Menurut legenda, suku Inca berasal dari ke dalamannya.
Di tengah-tengah danau tersebut, terdapat beberapa gugusan pulau terapung yang dihuni oleh suku Uro. Mereka hidup dari menangkap ikan, berburu burung dan tentu saja dari alang-alang air (totora). Belakangan mereka juga hidup dari turisme yang secara perlahan merubah budaya setempat termasuk hasil kerajinan tangan mereka.
Alang-alang merupakan elemen yang sangat penting bagi suku Uro, bahkan mereka hidup di pulau terapung yang dibuat dari tumpukan alang-alang yang dikeringkan. Dasar pulau terapung tersebut secara perlahan akan membusuk di dasar air. Agar tidak tenggelam, para penghuni menumpuk alang-alang baru di atasnya, demikian seterusnya. Berjalan di atas pulau tersebut merupakan pengalaman tersendiri, terutama bagi kita yang terbiasa dengan dasar yang stabil.
Selain pulau, perahu dan rumah gubuk mereka seluruhnya terbuat dari alang-alang. Diduga suku Uro membentuk komunitas di tengah danau untuk membebaskan diri dari pengaruh suku Inca. Namun keturunan suku Uro yang sekarang, kebanyakan sudah merupakan campuran dengan suku lainnya seperti Aymara dan Inca.
April 6th, 2007 at 9:25 pm
Arsitektur Indian
Sebelum orang-orang kulit putih dari Eropa menjajah sampai ke benua Amerika, sebenarnya di sana sudah ada kebudayaan-kebudayaan yang disebut Amerindia atau kebudayaan pra-Colombus. Disebut begitu, sebab sebelum Colombus menemukan Amerika Latin, di Amerika telah ada kebudayaan penduduk asli. Disebut juga kebudayaan Amerindia, dimaksudkan untuk membedakannya dengan kebudayaan India yang ada di Asia. Berdasarkan pengkajian sejarah, ada gejala-gejala yang menunjukkan bahwa asal dan akar kebudayaan bangsa Indian di benua Amerika seperti ada hubungan dengan benua Asia. Menurut perkiraan para arkeolog, pada zaman batu telah terjadi migrasi bangsa Asia timur laut ke benua Amerika.
Para ahli sejarah kemudian mencoba mengelompokkan kebudayaan Amerika menjadi empat masa. Pertama, masa kejayaan pribumi asli antara 500 SM - abad ke-16 Masehi. Kedua, masa kolonial antara abad ke-16 s.d. abad ke-19. Ketiga, tahap nasional baru yang berlangsung antara abad ke-19 s.d. 1930. Keempat, masa peradaban Amerika modern sejak 1930.
Pada masa kejayaan pribumi asli, di benua Amerika tengah (Meksiko, Guatemala dan Honduras) telah berkembang beberapa kebudayaan suku bangsa Indian. Antara 500 SM - 800 Masehi berkembang kebudayaan suku bangsa Indian Maya. Menyusul antara 800 - 1200 kebudayaan Indian Toltek, Indian Aztek (1200 - 1519) dan di Peru kebudayaan suku bangsa Indian Inka (1100 - 1500).
Pada masa kejayaan peradaban Maya, seni pahat atau patung dan keramik memiliki kedudukan yang amat penting, selain arsitektur. Hubungan antara seni pahat dengan arsitektur begitu erat. Sehingga beberapa wujud bangunan arsitektur kesannya seperti pahatan-pahatan raksasa.
Pada saat itu, bahan bangunan terpenting adalah batu. Kemahiran memecah dan mengukir batu-batu besar sungguh luar biasa. Balok-balok batu yang besar disusun dengan rapi dan diperkuat dengan jangka-jangka dari logam tak berkarat. Pada masa itu, selain konstruksi balok susun dan tiang kubah, telah dikenal pula konstruksi lengkung. Kemudian telah dilakukan juga teknik pembuatan bangunan tembok-tembok batu dengan teknik sambungan vertikal yang lurus, bukan dengan teknik penumpukan mendatar. Salah satu monumen dari kebudayaan Maya adalah sisa-sisa bangunan yang ada di Labna, Yucatan.
Peradaban Maya di daerah Honduras dan Guatemala adalah pemuja Dewa Matahari, sehingga mereka membangun bangunan-bangunan untuk upacara keagamaan di bukit-bukit dalam bentuk piramida-piramida tangga. Salah satu peninggalannya adalah piramida untuk memuja Dewa Matahari di San Juan Teotihuakan. Piramida yang dibangun pada 800 Masehi ini memiliki tinggi 66 meter dan sisi alas bangunannya 210 meter.
Setelah kebudayaan Maya menyurut, berkembanglah kebudayaan suku bangsa Indian Toltek antara 800 - 1200. Sebagian dari ahli-ahli purbakala menggolongkan suku bangsa ini sebagai penerus peradaban Maya. Ketika kebudayaan India Toltek berkembang, suku bangsa ini telah mampu membangun kota-kota yang megah. Bangunan-bangunannya yang dibuat dari bahan batu, terlihat hampir tidak berjendela, tetapi penuh dengan ukiran. Bangunan peninggalan suku bangsa Toltek yang terlihat masih utuh adalah arena permainan bola di Kopan dan bangunan observatori untuk mengamati bintang-bintang di angkasa terdapat di Chichen Itza, yang diperkirakan dibangunan pada 1200.
Kemudian pada 1200-1519 berkembanglah kebudayaan suku bangsa Indian-Aztek. Suku Aztek juga memuja Dewa Matahari sebagai dewa tertinggi. Para masa ini berkembang suatu upacara yang mengorbankan manusia hidup-hidup sebagai persembahan kepada dewa. Sisa-sisa bangunan bekas tempat upacara tersebut bernama Istana Maut, dibangun pada 1100 di Milta. Bangunan itu terdiri dari pintu gerbang dan juga merupakan monolit-monolit.
Pusat kebudayaan Aztek terletak di danau Texcoco dengan Ibu kota Tenochtitlan. Saat bangsa Spanyol mereka kota ini dan menancapkan kuku kolonialismenya, keadaan kota ini jauh lebih hebat dari dari kota-kota di Eropa pada masanya. Sekarang Kota Tenochitlan disebut Mexico City.
Setelah kebudayaan Aztec menyurut, di kawasan Peru kemudian berkembang perabahan Inka. Kebudayaan bangsa Inka berkembang antara 1100-1500, ibukotanya Inka adalah Cuaco, kotanya dibangun dengan megah. Tetapi pendatang-pendatnag dari Spanyol yang menancapkan kuku kolonialismenya pada pertengahan abad ke-16, telah memusnahkan pusat kota peradaban Inka tersebut. Kota tua lain yang terkenal pada masa kebudayaan Inka adalah Kota Socsahuaman yang dilengkapi benteng pertahanan tiga lapis dan dilengkapi menara.
Selain itu, kota tua yang dibangun di atas puncak Gunung Machu Picchu pada ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut, merupakan kota tua yang konsepsi kemudian mengilhami pengembangan teori-teori baru dalam arsitektur pada abad ke-19. Teori baru ini dikenal dengan The Charter of Machu Picchu, yang menekankan agar arsitektur dibangun lebih teratur, lebih mementingkan manusia dan memperhatikan alam maupun lingkungan hidup.
Pada masanya, teknik bangunan batu yang dikembangkan suku bangsa Inka sudah sangat tinggi. Selain menggunakan batu-batu persegi, mereka juga mengembangkan teknik bangunan batu poligonal (segi banyak) atau bangunan batu lebih dari empat sudut.
Kehebatan peradaban kebudayaan bangsa Indian di Amerika tengah ini, tidak hanya dalam wujud bangunan-bangunan batu, kubu-kubu pertahanan dan kota di puncak bukit yang sangat tinggi, tetapi juga dalam bentuk jembatan gantung 12.000 km (7000 mil) di atas sungai. Ada juga gambar-gambar di atas bukit dan lembah yang panjangnya ribuan kilometer, yang hanya bisa dilihat dari udara. Para ahli menduga, gambar ini merupakan tanda-tanda khusus untuk penerbangan luar angkasa. Tetapi beberapa tahun silam ada peneliti yang mengungkapkan dalam siaran televisi ilmu pengetahuan, bahwa gambar-gambar ini berkaitan dengan ”Jam Matahari” untuk membantu aktivitas pertanian. Dengan menancapkan tongkat-tongkat kayu pada titik tertentu, suku bangsa ini akan tahu kapan musim tanam tiba, yaitu dengan melihat jatuhnya bayangan tongkat pada siang hari dan rasi bintang pada malam hari.
April 7th, 2007 at 12:03 pm
Semarak Bepelas Malam Ketujuh
Sultan HAM Salehoeddin II bersama Bupati Kukar H Syaukani HR saat melaksanakan upacara Menyisiki LembuPhoto: Agri
KutaiKartanegara.com 28/09/03 18:44 WITASuasana Keraton Kutai Kartanegara ing Martadipura Sabtu (27/09) malam tadi tampak lebih semarak dibanding malam-malam sebelumnya. Semua pejabat teras Muspikab Kutai Kartanegara, para kerabat Kesultanan dan ratusan undangan lainnya berkumpul di ruang singgasana untuk menyaksikan upacara adat Bepelas Malam Ketujuh.Yang istimewa lagi, Duta Besar Malaysia turut menyaksikan Bepelas yang merupakan kegiatan Bepelas malam terakhir tersebut. Acara diawali dengan tari-tarian yang dibawakan anggota kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara. Tak hanya itu, Ketua DPRD Kukar H Bachtiar Effendi, Assisten I Pemkab Kukar Drs HM Husni Thamrin MM dan Kepala Dinas Pertambangan Kukar Drs Ec HAB Haryanto Bachroel MM pun didaulat untuk menari Ganjar Ganjur. Sultan Kutai Kartanegara ketika melaksanakan prosesi Bepelas malam terakhirPhoto: Agri
Hanya HAB Haryanto Bachroel saja yang tampak mahir menarikan Ganjar Ganjur, karena Hary -sapaan akrab Kepala Distamben Kukar ini- merupakan seorang anggota kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara yang telah biasa membawakan tarian ini. Sementara penampilan Ketua DPRD Kukar dan Assisten I yang cukup percaya diri dan lucu mengundang tawa dan sambutan aplaus para hadirin.Beberapa saat kemudian Sultan H Adji Mohamad Salehoeddin II memasuki ruang singgasana dan duduk disamping Dubes Malaysia dan Bupati. Selanjutnya Sultan didampingi Bupati Kukar H Syaukani HR mendekati tambak karang atau hiasan beras warna-warni bergambar Lembu Suana untuk melaksanakan acara Menyisiki Lembu.Sultan dan Bupati Kukar lalu meletakkan sejumlah uang diatas tambak karang bergambar Lembusuana tersebut yang disusul oleh para hadirin lainnya. Menurut Awang Imaluddin Nick Orea, acara Menyisiki Lembu bermakna sebagai ungkapan terima kasih kepada seluruh Dewa dan Belian yang telah bekerja sepanjang pelaksanaan Erau, seluruh uang yang terkumpul diperuntukkan bagi dewa dan belian tersebut. Seorang Dewa menyeret kapal kecil yang kemudian diisi dengan sejumlah uang oleh para hadirinPhoto: Agri Suasana menjadi riuh ketika Belimbur Beras dimulaiPhoto: Agri
Selepas acara ini, upacara Bepelas 7 Kali dilaksanakan. Sultan HAM Salehoeddin II sebanyak tujuh kali melakukan prosesi upacara adat ini. Bunyi ledakan yang cukup mengejutkan terdengar setiap kali kaki kanan Sultan menginjak gong Raden Galuh. Tidak seperti tahun lalu yang mana bunyi ledakan berasal dari meriam yang dpinjam dari Artileri Medan TNI AD, untuk Erau kali ini bunyi ledakan berasal dari ledakan dinamit.Pada upacara Bepelas malam terakhir sebagai puncak acara ini, upaacara ditambah dengan Menjala dan Belimbur Beras. Upacara adat Menjala dilakukan oleh Dewa dan Belian yang berjalan pelan-pelan sambil membawa kain kuning yang diseret di lantai ruang singgasana yang telah beralas permadani.Seorang Dewa menyeret kapal kecil yang terbuat dari kayu melewati para tamu atau undangan. Kemudian dimulai oleh Sultan, Bupati dan kerabat serta undangan yang hadir menaruh uang ke dalam kapal kayu itu. Acara ini memiliki makna gotong-royong atau kerjasama antara Sultan dan rakyatnya. Uang yang terkumpul itu diberikan kepada Dewa dan Belian sebagai jasa mereka dalam melaksanakan upacara-upacara Erau.Setelah upacara Menjala selesai, dilanjutkan dengan acara adat Belimbur Beras yang berlangsung seru dan meriah. Dimulai dengan tarian yang dibawakan Sultan, kerabat Kesultanan dan para undangan lain dengan mengelilingi tambak karang. Para penari dan seluruh hadirin telah bersiap-siap dengan membawa beras di tangan masing-masing, beberapa saat kemudian terjadilah saling lempar beras di antara seluruh hadirin. Iringan musik gamelan terus mengalun selama Belimbur Beras ini, begitu gamelan semakin pelan dan akhirnya berhenti maka berakhir pula acara lempar-lemparan beras ini dengan tepuk tangan meriah seluruh hadirin. (win) Belimbur Beras yang dilakukan dengan penuh sukacita oleh seluruh hadirinPhoto: Agri
Dalam Pernikahan,
Perempuan Sering Dijadikan “Terdakwa”?
Manusia adalah makhluk yang unik. Ia berbeda dengan semua makhluk Allah lainnya. Satu hal yang membedakan adalah manusia dikaruniai akal dan hati nurani. Keistimewaan manusia atas makhluk lain inilah yang seharusnya dikelola sedemikian rupa agar kehidupan manusia berjalan dengan lestari, damai, dan bahagia. Dibutuhkan sejumlah aturan yang menjadi platform dasar dalam menjalani kehidupan yang bermartabat, sehingga tidak terjadi ketimpangan, kekerasan, dan ketidakadilan. Tata nilai dan tata laku yang menjadi acuan dasar dalam beraktivitas itulah yang disebut din atau agama.
Manusia sebagai makhluk pilihan-Nya dikaruniai empat unsur dasar; jasadiyyah (fisik), ruhiyyah (ruh), ‘aqliyyah (akal), dan nafsiyyah (nafsu). Masing-masing unsur memiliki kebutuhan dasar (basic need) untuk menjaga keseimbangannya. Bila kebutuhan dasar tersebut dipenuhi dengan baik, maka semua akan berjalan sebagaimana mestinya. Sebaliknya, bila tidak dipenuhi secara baik untuk jangka waktu tertentu, pasti akan membawa akibat buruk bagi diri dan lingkungannya. Misalnya, kebutuhan fisik seperti makan dan minum, bila tidak dipenuhi akan menyebabkan fisik manusia lemah, sakit, dan akhirnya bisa mati.
Kebutuhan akal pun demikian. Bila tidak dipenuhi kebutuhannya, manusia pun akan menderita gangguan akal pikiran yang menyebabkannya hidup dalam kebodohan atau kegilaan dan dipastikan tidak bisa menjalankan fungsinya sebagai khalifah dan hamba Allah dengan baik. Begitu pula kebutuhan ruhani (spiritualitas) yang bila tidak dipenuhi akan membawa dampak hidup manusia menjadi gersang dan hampa. Manusia akan kehilangan nilai-nilai dan prinsip dasar dalam hidup, karenanya akan terjatuh pada kondisi disorientasi, terasing (teralienasi) oleh dirinya sendiri, dan pada gilirannya manusia akan mengalami kegelisahan spiritual yang berujung pada ketidakseimbangan hidup.
Demikian halnya dengan kebutuhan nafsu. Ia harus dipenuhi sewajarnya, tidak kurang, pun tak berlebihan. Manusia tidak boleh membunuh kebutuhan nafsu, sebagaimana tidak mengumbar nafsu secara liar. Nafsu adalah anugerah ilahi yang harus dikelola dengan wajar, manusiawi, dan mengikuti sunnatullah. Bila kebutuhan nafsu tidak dipenuhi secara wajar atau dibiarkan tanpa kendali, maka manusia tidak akan mendapatkan keseimbangan hidup. Nafsu yang dididik dan dilatih untuk mengikuti ajaran Tuhan akan menjadikan manusia pemiliknya terhormat di mata manusia dan dalam pandangan Tuhan. Itulah nafsu tingkat tertinggi, nafsu muthmainnah. Nafsu yang tenang, tenteram, dan damai.
Semua unsur-unsur yang membentuk manusia tersebut memiliki peran yang sangat penting. Satu sama lain saling menunjang. Harus ada integrasi peran, bila tidak ingin terjadi disequilibrium (ketakseimbangan) dalam kehidupan manusia. Kemampuan manusia dalam menyinergikan keempat unsur tersebut mempengaruhinya menemukan kebahagiaan dunia akhirat atau gagal total. Untuk itu diperlukan usaha dan perjuangan yang tidak mudah. Dari usaha dan perjuangannya inilah, Allah menilai hamba-hamba-Nya berdasarkan tingkat perjuangan yang telah dilakukan.
Berpasangan Mewujudkan Keseimbangan
Allah SWT menciptakan keseimbangan (al-mizan) dan keselarasan bagi semua makhluk ciptaan-Nya. Salah satu bentuk keseimbangan itu adalah kehidupan berpasang-pasangan. Ini merupakan bagian dari sunnatullah atas segala ciptaan-Nya. Hal ini didasarkan pada Firman Allah QS. Al-Dzariyat: 49 yang dikuatkan dengan QS. Yaa Siin : 36, “Maha Suci Allah SWT yang telah menciptakan semua pasangan dari apa yang tumbuh di Bumi, dan dari jenis manusia sendiri, serta dari makhluk-makhluk lain yang tidak mereka ketahui”. Kalau kehidupan berpasangan adalah keseimbangan, maka kehidupan menyendiri, menyepi, dan memisahkan diri dari pergaulan dengan tidak berpasangan secara wajar adalah bentuk ketidakseimbangan.
Manusia bisa saling berbagi, memberi-menerima, mencintai-dicintai, menikmati suka-duka, merasakan kedamaian dalam menjalani hidup di dunia. Dalam hidup berpasangan, manusia dituntut untuk berusaha dan berjuang untuk membahagiakan pasangan dan keturunannya sebagai ibadah kepada Allah. Merupakan kenikmatan dan kesempurnaan hidup, jika kita mampu membahagiakan dan bermanfaat bagi orang lain, seperti diisyaratkan dalam hadis Nabi: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling memberi manfaat bagi orang lain”. Jika demikian halnya, berpasangan akan menjadikan hidup lebih bermakna.
Berpasangan menjadikan tumbuhan, binatang, dan manusia dapat berkembang biak untuk menjaga kelestariannya. Pasangan unsur negatif (-) dan positif (+) energi listrik mampu menggerakkan atau menghidupkan suatu alat yang dapat memfasilitasi kebutuhan manusia. Dengan demikian berpasangan adalah fitrah dasar segala ciptaan Allah yang kemudian menjadi landasan utama dalam pernikahan.
Menengok Ragam Pernikahan
Sebelum Islam datang melalui Nabi Muhammad, dalam tradisi Arab (mungkin juga di luar Arab) berkembang beberapa model pernikahan. Adapun bentuk-bentuk pernikahan di masa Jahiliah yang bertentangan dengan martabat kemanusiaan dan kemudian dilarang keras oleh Islam, yaitu:
Pertama, pernikahan tukar-menukar istri. Dalam model ini, seorang suami menukarkan istri kepada temannya dan istri temannya kemudian menjadi istrinya. Jika sudah dianggap cukup, istri tersebut dikembalikan lagi. Di lain waktu dapat ditukar dengan pasangan yang lain lagi.
Kedua, pernikahan gundik. Dalam bentuk ini, seorang laki-laki mengawini seorang istri secara resmi, tetapi memelihara banyak perempuan lain sebagai perempuan simpanan atau gundik. Pergundikan ini bertujuan untuk bersenang-senang semata, tanpa tangung jawab apapun. Ini biasanya dilakukan oleh orang-orang besar dan kaya di masa itu. Dan tentu korbannya adalah perempuan yang lemah atau dilemahkan.
Ketiga, pernikahan pinjam (gadai), di mana seorang suami menyuruh istrinya yang telah suci dari haid untuk berhubungan dengan laki-laki lain hingga hamil. Setelah itu baru dipulangkan kepada suaminya. Jika suaminya sudah tidak suka, maka si istri tersebut dibiarkan begitu saja, tidak jelas statusnya. Biasanya pernikahan model ini untuk mendapatkan keturunan yang baik (bibit unggul).
Keempat, pernikahan sejumlah laki-laki di bawah sepuluh orang dengan menggauli seorang perempuan. Jika perempuan ini hamil dan kemudian melahirkan, ia akan memilih satu dari laki-laki tersebut untuk diresmikan menjadi suaminya. Lak-laki yang dipilih harus menerima sesuai dengan kesepakatan sebelumnya.
Kelima, pernikahan perempuan dengan banyak laki-laki dengan imbalan upah tertentu. Biasanya perempuan yang demikian memasang tanda (bendera) tertentu di depan rumahnya. Bila ternyata perempuan ini hamil maka ia kumpulkan semua laki-laki yang pernah datang berkumpul kepadanya, kemudian memanggil seorang ahli firasat (dukun, peramal) untuk meramal anak siapakah yang dikandungnya ini. Jawaban peramal ini harus diterima dan dilaksanakan. Anak tersebut setelah lahir akan diserahkan kepada laki-laki yang telah ditunjuk. (Sayyid Sabiq, Fikih Sunnah, Jilid 6).
Ragam pernikahan di atas oleh Al-Quran ditambah dengan pernikahan seketurunan (nasab) dan sepersusuan (radha’ah) serta pernikahan bagi orang yang sudah ada kaitan nikah sebelumnya seperti disebut dalam QS. 4: 22-23, yang juga dilarang oleh Islam. Ajaran Islam hanya membolehkan pernikahan pinangan, yakni seorang laki-laki yang meminang perempuan kepada orang tua atau walinya dengan memberikan mahar yang ditentukan dan kemudian menikahinya dengan syarat dan rukun tertentu. Inilah bentuk pernikahan yang kemudian direkomendasi oleh Islam
Jika dikaitkan dengan model-model pernikahan dan relasi seksual manusia kini, ternyata beberapa model pernikahan “terlarang” di atas kini banyak juga dilakukan oleh manusia era Global sekarang dengan perubahan dan penyesuaian di sana-sini. Misalnya, perdagangan perempuan (trafficking woman) antarnegara melalui jaringan mafia “perkawinan” yang sangat rapi, kawin kontrak “pedagang Arab” tertentu yang banyak terjadi di kawasan Cianjur (Jawa Barat) dan kawasan Pasar Senen, Jakarta; atau kawin kontrak tenaga kerja Korea di Indonesia karena sekadar menghindari pelacuran yang dimungkinkan membawa dampak HIV/AIDS; atau juga tradisi elit masyarakat suku tertentu di daerah pedalaman yang mengawini banyak gadis cantik anggota sukunya sekadar untuk membuktikan bahwa ia adalah lelananging jagad (laki-laki sejati). Perlu dicatat juga model-model baru “penyimpangan seksual” yang sangat mengejutkan terjadi di masyarakat kota besar, seperti Jakarta. (Muammar Emka, Jakarta Undercover, 2002).
Memaknai Kembali Arti Nikah
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dinyatakan bahwa nikah adalah: (1) perjanjian antara laki-laki dan perempuan untuk bersuami-istri (dengan resmi/sah); (2) pernikahan; (3) hubungan seksual. Dalam Al-Qur’an, kata nikah dalam berbagai bentuknya ditemukan sebanyak 23 kali yang secara bahasa mempunyai arti berhimpun. Al-Qur’an juga menggunakan kata zawwaja atau zauwj yang berarti pasangan untuk makna yang sepadan dengan nikah. Dengan menikah menjadikan seseorang memiliki pasangan. Kata tersebut diulang dalam Al-Qur’an sebanyak 80 kali. (Quraish Shihab: 1996, hal. 191). Hal ini menarik sekali. Bisa jadi ini pertanda bahwa kehidupan yang Allah ciptakan memang memiliki sifat dasar berpasangan. Demikianlah pernikahan (kehidupan saling berpasangan) adalah ketetapan ilahi atau sunnatullah atas semua makhluk-Nya.
Dalam definisi di atas, nikah disebut sebagai perjanjian. Ini selaras dengan ungkapan Allah yang menyebut nikah sebagai mitsaqan ghalidha (perjanjian yang kukuh). Hal ini dimaksud agar pernikahan tidak hanya dilihat dari satu sudut jasmani saja, tetapi juga harus dilihat dari sudut ruhani dan aqli, sesuai unsur dasar manusia itu sendiri. Sehingga jika manusia menikah hanya menekankan sisi fisik saja, tanpa dimensi lainnya, maka hampir bisa dikatakan bahwa pernikahan tersebut akan berjalan timpang. Seperti diketahui, segala yang bersifat fisik, tentu tidak bertahan lama. Berapa lama ketahanan cantik atau tampannya seseorang? Sangatlah relatif. Yang jelas, tidak abadi. Lain hal, jika nikah dipandang dari banyak sudut (multidimensi) sekaligus, jasmani, ruhani, aqli, maka sangat mungkin tujuan pernikahan itu akan tercapai dengan lebih baik.
Menguak Tujuan Nikah yang Sebenarnya
Islam mengajarkan bahwa tujuan segala aktivitas yang dilakukan manusia adalah untuk beribadah (mendekatkan diri kepada Allah) mencari ridha-Nya. Karenanya, hidup manusia harus bernilai ibadah, baik personal maupun sosial. Inilah kesimpulan yang dapat diambil dari Firman Allah QS. 51: 56: “wa ma khalaqtu al-jinna wa al-insa illa li ya’buduni” (Dan Aku (Allah) tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku).
Dengan demikian, pernikahan sebagai salah satu aktivitas penting manusia tentu juga harus bernilai ibadah. Dari pemahaman ini, secara umum menikah bertujuan beribadah mencari ridha Allah SWT, sedangkan secara khusus, tujuan menikah adalah mewujudkan keluarga yang tenteram dan damai (sakinah) yang dilandasi oleh mawaddah (cinta) dan rahmah (kasih-sayang) seperti ditunjukkan oleh QS. 30: 21, “Wa min ayaatihi an khalaqa lakum min anfusikum azawajan li taskunu ilaiha wa ja’ala bainakum mawaddatan wa rahmatan inna fi dzalika la ayaatin li qauwmin yatafakkarun”. (Dan di antara tanda (keagungan) Allah, Dia jadikan untukmu pasangan dari jenis yang sama agar kamu merasa tenteram bersamanya dan Dia jadikan rasa cinta dan kasih-sayang di antara kamu. Sungguh dalam hal ini terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berpikir).
Jika tujuan menikah adalah memenuhi panggilan ibadah, mencari ridha Allah serta mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah, maka sebuah pernikahan harus dijalankan sesuai dengan nilai-nilai ilahiah (ketuhanan) yang memuliakan derajat manusia. Jika tujuan nikah sedemikian luhur dan mulia (memuliakan manusia), mengapa banyak muncul ketimpangan, kekerasan, dan ketidakadilan di sana-sini. Ditambah, kebanyakan yang menjadi korban adalah perempuan. Adakah sesuatu yang perlu dikoreksi? Inilah pertanyaan besar kita.
Bila telah keluar dari cita-cita luhurnya, pernikahan bukan malah menjadikan manusia hidup tenteram dan damai, tetapi justru akan menjadikan hidup susah dan menderita lahir-batin. Ini yang harus diwaspadai. Menikah, dengan begitu, tidak boleh dijadikan alat untuk “mereproduksi” kekerasan dan penindasan satu pihak kepada pihak lain. Pernikahan tidak boleh dijadikan sarana menyakiti dan membelenggu pihak lain.
Membina rumahtangga bukan untuk saling menguasai dan memiliki satu pihak terhadap pihak lain. Sehingga sangat tidak dibenarkan, seperti ditunjukkan dalam banyak fakta, seorang suami memukuli, menyayat tubuh, menyetrika punggung istrinya atas nama pernikahan, bahkan atas nama Tuhan. Atas dasar apa banyak suami (baca: laki-laki) melakukan tindakan kekerasan tersebut, padahal Allah Yang Maha Menciptakan, Memiliki, dan Merahmati tidak pernah memerintah atau mengizinkan hal tersebut terjadi. Sebaliknya, justru Allah mengajarkan segala sesuatu harus dimulai dan dijalani dengan rahman (kasih) dan rahim (sayang)-Nya. Jika kekerasan itu yang terjadi, sedikitpun Tuhan tidak akan ridha. Dia tidak rela kalau hamba-Nya dijadikan sebagai sasaran amarah dan kekerasan. Justru, pernikahan adalah wahana menyuburkan ketenteraman, cinta, dan kasih-sayang antara suami dan istri, di satu sisi, dan antara orang tua dan anak-anak, di sisi lain. Dengan demikian, nikah sebagai lembaga haruslah dapat mengayomi, melindungi, dan memerdekakan masing-masing pasangan, bukan sebaliknya, menyakiti, menyengsarakan, dan menindas. Hal ini seringkali dikesampingkan dan tidak disadari.
Dari sini dapat dipahami bahwa menikah yang sesuai dengan rule of the games (aturan permainan) merupakan salah satu cara untuk menjaga kemuliaan dan kelestarian manusia. Dengan menikah manusia dapat menyalurkan dan mengembangkan cinta suci yang dianugerahkan Allah. Ia akan—sebisa mungkin—terhindar dari hal-hal dosa dan tidak beradab.
Nikah: Antara Prokreasi dan Rekreasi
Di masyarakat terdapat gap atau jarak yang cukup jauh dalam memahami fungsi nikah ini. Di satu sisi, nikah dipahami semata-mata sebagai kegiatan prokreasi yakni, menikah, hamil, melahirkan, mempunyai anak, dan seterusnya, sehingga seringkali sebuah pasangan nikah memiliki keturunan hampir setiap tahun. Tentu hal ini berdampak pada kualitas kehidupan suami-istri dan kualitas anak yang jumlahnya banyak dan jaraknya berdekatan. Jika jarak anak terlalu berdekatan, maka akan berpengaruh pada tingkat kesehatan dan perhatian orang tua terhadap anak. Diyakini oleh kelompok ini, memiliki banyak anak adalah sunnah Nabi dan menjadi kebanggaan Nabi di hari kiamat, sesuai dengan bunyi literal sebuah hadis Nabi, “tazawwaju al-waduda al-waluda, fainni mukatsirun bikum al-umam yaum al-qiyamah” (nikahlah dengan yang penyayang dan yang produktif, maka aku akan senang dengan umatku yang banyak di hari kiamat nanti). (Fikih Sunnah, Jilid 6, hal. 34).
Di sisi lain, sebagian orang berpendapat bahwa menikah dipahami hanya sekadar untuk bersenang-senang, memuaskan hasrat kepada lawan jenis. Dengan dasar rekreasi semata, maka banyak pasangan nikah melupakan sisi-sisi lainnya, misalnya tanggungjawab dan kelestarian generasi. Ini akan berdampak pada gaya hidup sementara orang yang hanya mementingkan nafsu dan menafikan dimensi sosial dan spiritual. Fenomena maraknya budaya “kawin-cerai”, selingkuh, poligami “masakini”, nikah mut’ah (kawin kontrak), pelacuran, perdagangan perempuan, dan sebagainya adalah dampak jika relasi nikah (dan cinta di dalamnya) hanya dilihat dari sudut rekreasi semata. Semua hubungan tersebut difokuskan untuk mendapatkan kesenangan dan kepuasan belaka.
Padahal, jika dicermati dengan saksama, Islam sangat menekankan kedua kecenderungan orientasi nikah di atas. Artinya, Islam mengajarkan bahwa menikah itu sebagai proses prokreasi dan rekreasi sekaligus. Keduanya menjadi bagian integral yang tidak dipisah-pisahkan ibarat dua sisi mata uang. Ini bisa dipahami dari sabda Nabi di atas, “nikahilah pasangan yang penyayang dan yang produktif”, bahwa setiap pasangan harus menjadi wadud (penyayang, pencinta terhadap pasangannya agar rumah tangga tetap harmonis, hangat, damai, dan menentramkan) dan sekaligus menjadi walud (menjaga potensi produktif sehingga dapat menghasilkan keturunan yang baik dan akan semakin melengkapi kebahagiaan rumah tangga).
Islam dalam menyikapi sesuatu senantiasa menghendaki jalan tengah, tidak ektrem. Tentu tidak bijaksana, jika seseorang menikah hanya untuk bersenang-senang saja, sementara kekuatan jasmani manusia pasti akan mengalami penurunan di usia tertentu. Sebaliknya, tidak wajar juga, kalau pasangan menikah hanya sekadar memperbanyak jumlah keturunan saja, tanpa memperhatikan unsur-unsur kemanusiaan yang lain. Jika gap ini bisa ditengahi, insya-Allah kehidupan rumah tangga akan berjalan lebih baik.
Membangun Sikap Adil dan Cinta dalam Relasi Suami-Istri
Seperti diketahui, Islam adalah agama keadilan dan sekaligus agama cinta. Tidak sedikit ayat dan hadis yang menekankan arti penting adil dan cinta. Salah satunya yang sangat populer adalah, “Allah menyuruh kalian berlaku adil dan berbuat ihsan (arif dan bijaksana)…” Ayat ini sering dibaca ketika seorang khatib hendak mengakhiri khutbahnya. Betapa pentingnya keadilan dan kebijaksanaan. Begitu juga yang sering disuarakan oleh agama-agama lain yang menandakan bahwa sikap adil dan mencintai bersifat universal. Menegakkan keadilan dan mencintai sesama makhluk-Nya dalam semua lini kehidupan, baik skala mikro maupun makro, adalah keharusan bagi orang beriman, orang beragama.
Adil dan cinta juga sangat diperlukan dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Untuk menerapkan prinsip adil dan cinta ini, pasangan suami-istri patut meneladani sifat Allah yakni, adil dan mencintai. Jika dua sifat ini diteladani (ditambah sifat-sifat Tuhan lainnya), maka manusia akan bisa memantulkan sifat adil dan cinta Allah kepada semua makhluk-Nya, termasuk adil dan cinta antarpasangan hidup, suami-istri.
Keadilan disimbolkan dengan kesejajaran dan kesetaraan. Kewajiban suami-istri berbanding lurus dengan hak masing-masing. Suami menghormati dan menghargai istri. Sebaliknya, istri menghormati dan menghargai suami. Keduanya saling memberi dan menerima, saling melindungi dan mengasihi. Meminjam istilah Sunda, silih asah-silih asuh-silih asih, bahwa hidup manusia harus saling mengasah dengan berkomunikasi dan berinteraksi yang dilandasi semangat saling mengasuh dan mengayomi, dan dikukuhkan dengan saling mengasihi, mencintai. Indah sekali, bila diwujudkan. (Husein Muhammad, Fiqh Perempuan, 2001).
Begitu pula cinta adalah anugerah Ilahi yang sangat berharga. Cinta dan kasih sayang adalah sifat Tuhan yang paling sering disebut, Rahman dan Rahim. Cinta Tuhan mengalahkan murka dan azab-Nya. Dalam mencipta, memelihara, menghidupkan dan mematikan, Tuhan melakukannya dengan penuh rahman dan rahim. Sifat mencintai dan menyayangi inilah yang tampak mulai banyak hilang dan tergantikan dengan sifat keras, kasar, benci, dan permusuhan. Mengapa cinta Tuhan tidak diteladani, termasuk dalam kehidupan rumah tangga?
Dalam mengimplementasikan sifat adil dan cinta ilahi, sepasang suami istri tidak sepatutnya memendam sifat dan perilaku kasar, baik fisik, nonfisik, maupun seksual. Semua suka-duka dalam kehidupan rumah tangga dijalani dengan damai-mendamaikan, cinta-mencintai, dan jujur-bertanggungjawab. Alangkah bahagianya rumah tangga yang demikian. Sungguh damai. Inilah yang dilukiskan Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah/2: 187: …hunna libasun lakum wa antum libasun lahunn….(istrimu adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi istrimu).
Keadilan relasi suami-istri ditandai dengan sikap yang selalu berprinsip pada persamaan derajat manusia di mata Tuhan. Manusia laki-laki dan perempuan adalah sama dan mulia serta memiliki martabat yang luhur. Begitulah yang banyak ditegaskan oleh beberapa ayat dan hadis Nabi. Salah satunya, betapa Allah sangat keras mengkritik tradisi masyarakat Arab Jahiliah yang memandang hina bayi perempuan yang digambarkan dengan masamnya muka ketika ada khabar lahir anak perempuan. Di ayat lain, Allah juga menggugat “mengapa bayi-bayi perempuan itu dibunuh?”
Dalam perjalanannya, martabat mulia tersebut sangat tergantung pada pemeliharaan diri terhadap ajaran Ilahi (baca: takwa). Semakin manusia menjaga sifat takwa, semakin tinggi pula martabatnya. Semakin rendah ia menjaga sikap takwa, semakin rendah pula tingkat martabatnya. Jadi tinggi-rendahnya martabat seseorang bukan dipengaruhi faktor jenis kelamin, keturunan, dan ‘label-label’ sosial-budaya lainnya.
Sikap hidup yang sejajar inilah yang dapat mengukuhkan sikap saling menghargai dan menghormati antarsuami-istri. Sebagai partner hidup, tidak sepatutnya suami atau istri menganggap pasangannya hanya sebagai obyek dan diri sendiri sebagai subyek. Kesetaraan inilah yang akan menjadi jembatan, jika terdapat perselisihan dan perpecahan, sebab masing-masing pasangan menganggap mulia pasangannya. Kesetaraan berarti tidak menilai diri serba lebih baik, serba sempurna. Jika kita membaca kembali kisah perseteruan Adam dan Iblis, tampak jelas bahwa superioritas (menganggap diri serba lebih dibanding yang lain) inilah yang dulu mengantarkan Iblis menjadi makhluk terlaknat. Iblis merasa tidak setara dengan Adam, padahal keduanya sebagai sama-sama makhluk Allah.
Pendeknya, relasi yang adil dan dilandasi oleh cinta ilahi akan mengawal sebuah rumah tangga menapaki bangunan surgawi. Sebaliknya, relasi timpang, tidak adil, penuh kekerasan, ditambah tidak adanya kejujuran dan tanggung jawab dari masing-masing pihak akan mengantarkan sebuah rumah tangga menuju gerbang kehancuran, neraka dunia dan mungkin neraka akhirat. Na’udzu billahi min dzalik.
Perempuan Seringkali Menjadi Korban dan Dikorbankan
Perempuan dikatakan sering menjadi korban karena ada pandangan yang tidak adil terhadap perempuan yang berakibat pada pemahaman bahwa perempuan layak dikorbankan. Seringkali, perempuan menjadi korban kekerasan adalah karena semata-mata dia berjenis kelamin perempuan yang sering dipandang lemah. Inilah ironi yang kerap hadir di depan mata. Sebut saja, misalnya dalam kasus Kekerasan dalam Pacaran (KDP) yang sering menerima aib, jika terjadi hamil di luar nikah atau MBA (married by accident) adalah perempuan. Ia yang hamil. Ia yang menanggung malu di masyarakat. Ia yang didakwa dan dikucilkan. Bahkan ia pun sering kali dipaksa menggugurkan kandungannya. Bagaimana dengan si laki-laki? Kenyataan yang banyak terjadi justru laki-laki tersebut menghilang tanpa jejak. Perempuan pun menjadi korban lagi.
Dalam kasus nikah sirri (rahasia, “di bawah tangan”, tanpa pencatatan dari KUA atau Catatan Sipil) pun sering kali perempuan menjadi korban. Sepasang manusia menikah secara sirri yang jika di kemudiaan hari tidak didapati kecocokan atau keserasian, maka sangat bisa diduga bahwa perempuan akan ditinggalkan begitu saja, tanpa perceraian resmi, tanpa ba-bi-bu, tanpa bisa menuntut hak sedikitpun. Belum lagi jika sang istri tersebut telah mengandung atau punya anak, bisa dipastikan beban deritanya semakin lengkap. Hal yang sama juga dialami perempuan yang menikah dengan laki-laki secara mut’ah (kawin kontrak untuk jangka waktu tertentu). Model-model pernikahan yang disebut belakangan, juga sangat rentan terjadi kekerasan terhadap perempuan.
Dalam pernikahan yang biasa pun, kenyataan pahit bisa saja terjadi. Perempuan sangat sering menjadi korban. Ia selalu dibayang-bayangi dengan ancaman “daun muda”, WIL (wanita idaman lain), “teman selingkuh”, “gebetan baru”, atau juga nikah lagi (poligami). Mengapa deretan pengalaman pahit itu masih saja terjadi hingga hari ini? Tidak bisakah dijalin hubungan laki-laki-perempuan secara sederajat dan “manusiawi” dalam membina mahligai rumah tangga? Apakah praktik-praktik kekerasan tersebut tidak bisa dihentikan? Tentu jawabannya bisa, jika kita semua mau berjuang.
Kembali kepada Nilai Ilahiah dan Insaniah
Setelah mengkaji banyak hal berkaitan dengan pernikahan, ada satu hal yang bisa kita jadikan sebagai benang merah bahwa kehidupan manusia perlu dikembalikan pada nilai-nilai Ilahiah (ketuhanan) dan Insaniah (kemanusiaan) di mana keadilan dan kasih sayang menjadi pilar utama.
Kita semua merindukan perjalanan rumah tangga yang senantiasa dilandasi nilai-nilai luhur, sehingga “baiti jannati” (home sweet home, rumah tangga surgawi) yang dilukiskan oleh Rasulullah SAW dapat mewujud dalam kehidupan sehari-sehari. Dalam rumah tangga surgawi, setiap hari adalah hari baru. Setiap bulan adalah bulan madu. Hari-hari berlalu di bawah limpahan berkah menuju fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah. Semoga! []
[cakmad]
Adat Istiadat Pernikahan di Tiongkok
中国国际广播电台 Upacara penikahan di Tiongkok selalu mengupayakan suasana yang meriah, hangat, riang gembira dan mujur.Terjalinnya pernikahan pada zaman Tiongkok kuno harus melalui 6 prosedur,termasuk membawa antaran kawin dan meminang, membawa antaran pinangan dan bertunangan, dan menjemput penganten. Pada waktu itu, ketika seorang pemuda jatuh cinta kepada seorang pemudi, meminta mak comblang melamar ke rumah pemudi tersebut dengan membawa antaran pinangan, mak comblang segera menukar kartu yang bertulisan nama dan usia kedua pasangan muda-mudi. Kalau kedua pihak pada pokoknya setuju, baru mulai bertunangan.Bertunangan merupakan salah satu mata rantai penting dalam adat istiadat pernikahan, mentalitas tradisional ialah setelah bertunangan tidak boleh diubah jalinan hubungan kedua pihak, yaitu tidak diizinkan salah satu pihak membahas hal itu dengan pihak ketiga, serta menjadikan hal tersebut sebagai hukum.Pada hari menjemput penganten, mempelai perempuan kebanyakan memakai pakaian merah untuk menandakan mujur dan riang gembira, sekarang sudah tentu ada yang memakai gaun putih yang panjang. Ketika pengantin perempuan meninggalkan rumahnya, harus menangis di perjalanan untuk menyatakan kenangan terhadap rumahnya. Setelah tiba di rumah pengantin lelaki, upacara berikut ialah menyembah langit dan bumi, sembah sujud di hadapan orang tua pengantin lelaki dan pasangan baru itu saling menyembah. Kemudian, pasangan baru itu minum arak dengan bersilangan tangan. Di dalam kamar pengantin, sejoli baru tersebut saling menggunting rambutnya sendiri, untuk disimpan sebagai tanda mata terjalinnya pernikahan.Klimaks upacara pernikahan ialah jamuan makan. Kadang kala pengantin lelaki dan sebagian tamu mabuk karena kebanyakan minum arak. Acara terakhir ialah meramaikan kamar pengantin, para tamu untuk memeriahkan upacara pernikahan, menyulitkan pasangan baru dengan atraksi beranekaragam agar hari tersebut tak dapat terlupakan bagi pasangan baru untuk seumur hidup.
PERBEDAAN KULTUR BISNIS ANTARA BANGSA JEPANG DENGAN BANGSA INDONESIA.
Perbedaan budaya suatu bangsa yang satu dengan bangsa yang lain dalam lingkup dunia bisnis sangatlah berpengaruh terhadap sistem komunikasi bisnis diantara bangsa-bangsa tersebut, sebagai contoh, perbandingan antara budaya bangsa Indonesia dengan budaya bangsa Jepang menimbulkan habivoure yang berbeda antara kedua bangsa dalam lingkup dunia bisnis.. secara garis besar perbedaan budaya antara bangsa Indonesia dengan bangsa Je[ang adalah sebagai berikut :
· Bangsa Jepang
o Budaya kaizen
Budaya Kaizen bangsa Jepang dapat diimplementasikan sebagai budaya yang lebih menekankan poses pada sesuatu pembelajaran maupun kerja dibandingkan hasil. Seperti pada proses pembelajaran seorang yang belajar seni merangkai bunga di Jepang ataupun seni beladiri Jepang mereka menempuh beberapa tahapan atau jenjang pendidikan dimulai dari nol sampai pada tertentu dalam kurun waktu yang cukup lama, sehingga pada umumnya kemampuan seseorang pada bangsa tersebut benar-benar terasah dan melekat pada kurunwaktu yang lama. Semangat kaizen tersebutlah yang menjiwai bahwa biaya proses penelitian dan pengambangan akan dimasukan kedalam biaya operasional usaha, atau dengan kata lain biaya proses penelitian dan pengmbangan merupakan suatu hal yang hukumnya wajib.
o Semangat Bushido
Semangat Bushido merupakan semangat yang dijiwai usaha pantang menyerah. Sehingga pada diri bangsa tersebut telah tertanam rasa malu yang tinggi apabila suatu tugas yang dibebankan dalam lingkup profesianal yang dibebankan kepadaya tidak dapat dijalankan dengan sebaik mungkin. Dengan semagat dan cara pandang tersebut maka seseorang bangsa Jepang akan berupaya mengerahkan segala kemapuannya untuk dapat melaksanakan tugaspekerjaan yang diberikan oleh atasannya dengan sebaik mungkin.
· Bangsa Indonesia
o Buadya mengutamakan hasil kerja.
Dengan semangat dan budaya tersebut bangsa Indonesia akan lebih mengutamakan pencapaian target hasil kerja yang diinginkan dengan cara apapun, sebagai contoh seseorang yang akan menduduki jabatan tertentu dapat di tempuh dengan berbagai cara baik dengan fair fight (meningkatkan prestasi kerjanya agar mampu mencapai kapasitas jabat tersebut) ataupun dengan cara unfair fight (melakukan nepotisme ataupun kolusi guna mencapai kapasitas jabatan tersebut). dengan buadaya tersebutlah yang menjadikan pembebanan biaya porses penelitian dan pengembangan tidak dimasukan kedalam biaya operasional usaha normal.
o Buadya toleransi kerja yang tinggi (teposliro).
Budaya toleransi atas pencapain hasil kerja yang tinggi yang berlandaskan rasa teposliro akan murunkan standar pencapaian kerja yang rendah, sehingga dalam lingkup hubungan bisnis antara atasan dengan bawahan (terutama dalam lingkup bisnis keluarga) biasanya terdapat toleransi atas standarkerja yang rendah.
Terdapatnya benang merah antar budaya suatu bangsa yang akibat pengaruh lingkungan SDA (Sumber Daya Alam) sekitar terhadap cara kerja maupun komunikasi bisnis suatu bangsa. hal tersebut sejalan dalam suatu bangsa. seperti bangsa Indonesia yang notabenya lingkungan SDAnya gemrah limpah loh jinawi akan menumbuhkan buadaya kerja yang bertoleransi terhadap hasil kerja yang rendah serta budaya komunikasi yang lebih lues dibandingkan dengan budaya yang dihasilkan pada lingkungan yang SDAnya sangat terbatas seperti Jepang yang menghasilkan buadaya kerja keras yang tinggi dengan budaya komunikasi bisnis yang lebih to the point (komunikasi bisnis yang kurang lues).
April 7th, 2007 at 12:43 pm
ABORIGINAL AUSTRALIA ART & CULTURE CENTRE - ALICE SPRINGS
100% Aboriginal owned & operated
ARRERNTE TRIBAL GROUP
The Eastern and Central Arrernte people live in Central Australia, their traditional land including the area of Alice Springs and East MacDonnell Ranges. They are also referred to as Aranda, Arrarnta, Arunta, and other similar spellings. Their neighbours are the Southern Arrernte, Luritja, Anmatyerr, Alyawarr and Western Arrernte peoples. There are five dialects of the Arrernte language: South-eastern, Central, Northern, Eastern and North-eastern. Arrernte country is rich with mountain ranges, waterholes, and gorges; as a result the Arrernte people set aside ‘conservation areas’ in which various species are protected.
Arrernte people maintain a strong presence in Alice Springs, and have formed the Arrernte Council of Central Australia, as well playing a major role in the Aboriginal organisations in Alice Springs. Many Arrernte people also live in communities outside of Alice Springs and on outstations. There are roughly 1800 speakers of Eastern and Central Arrernte, making it the largest spoken language in the Arandic family, and one of the largest speaking populations of any Australian language. It is taught in schools, heard in local media and local government.
At the time of European contact there were about 126 “tribal” groups having all or most of their territories in the Northern Territory, with an estimated total population of 35,000. These people were hunter-gatherers who lived in small family groups of 15, 30, called bands. Bands were the basic residential and economic unit. Groups of bands formed larger social units that anthropologists have called “communities”, “tribes”, or “culture blocs”, depending on whether a political, linguistic or religious perspective is taken.
People within such social networks frequently co-operated to exploit abundant resources during good seasons or to share scarce resources during drought or flood. The links between groups were based on kinship and marriage ties, common ceremonial affiliation and shared ownership of, or responsibility for, sacred sites and objects. The geographic distribution, density and mobility of the Aboriginal population were closely related to the availability or water, food and other resources. Generally, the size of the bands did not vary as much as the extent of the tract of land (called the range) needed by each group for its survival. In the desert regions of the Centre population densities as low as one person per 100 sq km reflected Aboriginal adaptation to a far harsher environment. The Walpiri, for example, inhabited an area of nearly 40 000 sq km, while the Wangkanguru even successfully adapted to the Simpson Desert.Inarid regions large territories allowed groups to survive by foraging in a seasonal and systematic manner over vast areas.
OUR FAMILY SYSTEM / SKIN NAMES
In our family, or kinship systems, we recognise our relations “by blood” and by marriage as in other societies. We also regard ourselves as being related (although not biologically or by marriage) to all the people within our cultural or linguistic region. Our kinship system group various categories of relations together as a sort of “mental map” so we know who we are related to , and how we should behave towards each other. The whole cultural group may be divided into two, four, six or eight sections.
ARRERNTE LANGUAGE
The Arrernte region is large and traditionally, there are many different family areas within it, each with their own dialect. Language is strongly connected with family membership and the relationships to land and Dreamings that go with this. Identifying as a speaker of a particular language or dialect can be very important for Arrernte people in a way that goes beyond just the actual language. It is a way of expressing membership in a particular family, or association to particular country. The differences between dialects, even when they are only small differences, are often very significant to speakers.
The coming together of speakers of different dialects of Arrernte in Alice Springs, in government and mission settlements, and on cattle stations, has also resulted in some confusion about the traditional dialect distinctions within the area. There have been quite large changes in some dialects form older generations to younger, and there are many words that only the oldest speakers now know. Arrernte people still know the different family areas, but it is sometimes less clear which ones a particular word belongs in. Rather than trying to identify exactly which family dialect a word belongs to in this dictionary, we identify the part of the Eastern and Central Arrernte region where is from using the following map.
From time immemorial - that is, as far back as traditions go - the boundaries of the tribes have been where they are now fixed. Within them their ancestors roamed about, hunting and performing their ceremonies just as their living descendants do at the present day. There has never apparently been the least attempt made by one tribe to encroach upon the territory of another.
HUNTING / GATHERING
At contact, the Aboriginal economy was based on a stable, considered management of the environment and an effective organisation of labour. Males and females made different but complementary economic contributions. Women were primarily the gatherers of vegetables, roots, herbs, fruits and nuts, eggs and honey, and small land animals such as Snakes, Goannas. Men were the hunters of large land animals and birds and also co-operated to organise large-scale hunting drives to catch Emu’s and Kangaroos. The collection and preparation of this wide variety of bush food required the development of an efficient, multifunctional technology, considerable practical skills, and its seasonal changes. Some plant foods were easy to collect but required complex preparation before they could be eaten.
SHELTER
A combination of nomadic lifestyle and the regions sunny climate meant that there was no need to build substantial dwellings. The shelter was relatively used in permanent camps and was consisting in a frame work of saplings covered with a thatch of material locally available.
RELIGION / CEREMONY
The Dreaming, the Dreamtime has become a handy phrase used to describe what is in fact a sophisticated and interconnected mosaic of knowledge, beliefs and practises concerning the creativity of Ancestral Beings, and the continuity and values of Aboriginal life.
The vibrant ceremonial and religious life of Northern Territory people generated a spectacular array of art forms, including body painting and personal ornamentation, ground sculpture, bark painting, wood carving, and rock painting and engraving. Artistic creativity and innovation were informed by religious belief. Designs and motifs embodied multiple sets of meanings about group ownership of lands and relationships to particular Ancestral Beings. These expressions along with the rich oral traditions, elaborate song and dance styles and personal performance of them, were all regarded as manifestations of the original ancestral creative power. Each generation accepted responsibility for passing on the economic, social and religious knowledge, beliefs and actions that ensured the reproduction of Aboriginal societies and cultures.
Before the dawn of the present age was “the Dreaming”, or the Alchera of the Aranda, a time when the ancestors of the Aborigenes wandered over a featureless land. These ancestors were unlike people of today ; they possessed special powers and were so intimately associated with certain animals and plants that an ancestor of the kangaroo totem “many sometimes be spoken of either as a man-kangaroo or as a kangaroo-man. As the ancestors journeyed over the land, their actions gave if form, created the natural features such as rivers and ranges. The land they shaped is today occupied by their descendants.
During their travels the dreamtime ancestors carried one or more sacred tjurunga, each “intimately associated with the idea of a spirit part of some individual”. Many tjurunga were buried, each burial site marked by a natural object such as a rock or a tree.
Other places of significance are where ancestors entered the earth, at which time they died, but their spirits remained within the buried tjurunga. These places were also marked by natural objects.
There are thus at the present day, dotted about all over the Arrernte country, a very large number of places associated with these Alcheringa spirits, one group of whom will be Kangaroo, another Emu, another Hakea plant, and so on. When a woman conceives it simply means that one of these spirits has gone inside her, and knowing where she first became aware that she was pregnant, the child, when born, is regarded as the reincarnation of one of the spirit ancestors associated with that spot, and therefore it belongs to that particular totemic group.
TRADE / ART / MUSIC
Aboriginal group exchanged natural resources, such as ochres, and tools, such as stone axes and boomerangs, thus creating extensive trading networks. Goods travelled hundreds of kilometres from their original source.
For example, boomerangs made in Central Australians would find their way to Arnhem Land and the surrounding islands. Didgeridoos from Arnhem Land would find their way down to Central Australia. Pearl shells from the Kimberley were traded through Central Australia down into South Australia.
Trading networks were frequently incorporated into formal exchange systems. Large, gatherings of people came together for “exchange ceremonies” where regional specialities were traded. Ritual paraphernalia, sacred ceremonial objects , song verses and dance styles were also passed on from one group to the next at such gatherings.
ARRERNTE DICTIONARY
Red Kangaroo
Aherre You see red kangaroo in flat country or mulga country (type of tree). Kangaroo are cut up in a special way (according to Aboriginal law)
Boomerang
Alye, Ilye Boomerang are used to beat the rhythm to accompany singing, and were also used for hunting. They are not of the returning type.
Sand Goanna
Alewatyerre A common Goanna can grow up to 1.5 metre in length . It is a popular source of food and is hunted by women and children.
Wooden Shield
Alkwerte A shield is to protect you if someone is throwing a boomerang at you, or spearing you with a spear, or hitting you with a nulla-nulla.
The Dreamtime
Altyerre is the creation of the world and the things in it, and its eternal existence. Everyone has a dreaming which has its place, where its come from. It is visual and spiritual. STONE Knife
Alyekwe
Woomera
Amirre A wooden implement used as a spear thrower but has a sharp flake of stone attached to be used to scrap and carve and glued with beefwood tree resin or spinifex wax.
Coolamon
Urtne a wooden dish for carrying things and made in light wood like” bean ” Tree. Also used to carry water or a young baby.
Spear
Irrtyarte Taken from a branch (spear bush) to hunt and punish among Aboriginal law. The stick is heated in hot sand and ash and straighten out with the hands. HEAD PAD
Akarnte A ring shaped pad placed on the head to carry a coolamon on. Traditionally made out of twisted grass and / or hairstring.
Emu
Arleye Non flying Native Bird. The belly feathers are used for decoration, and the sinews can be used in making tools and weapons.
Dingo
Artnwere Wild Dingos live out in the bush and live on Kangaroo, Euro, Goannas, Birds and Mice. They were sometimes adopted by Aborigines.
Digging Stick
atneme A solid piece of wood out of “Mulga” sharpened at the end, and used by women for digging roots, small animals and as a walking stick.
Witchetty Grub
Atnyematye A grub is the larval stage of a type of moth.This one is find in the root system of Mulga, “Witchetty grub”. The flesh is a delicacy for Aborigines.
Spinifex
Aywerte A plant which grow on very poor and sandy soils. Aborigenes were using the resin to assemble things together.
Belt String
Alyepe Belt or strap made of hairstring. The hair was spinned and strong and was used to attach things together.
Oval Wooden Scoop
Arleye Used for scooping water out of rockholes. Also to dig out soakages with these scoops and use them to clean the (first dirty) water. People also dig holes to catch Goannas, rabbits, Perenties .
Honey Ant
Yerrampe This is a type of ant that stores honey like food in their abdomens. The worker ants collect the sweet and is sacred food.
Uniknya Pernikahan Tradisional Jepang
Keindahan negara jepang terkenal hingga ke ujung dunia, apalagi negeri yang menyandang julukan Negri Sakura ini masih memegang budaya dan tradisi yang diwarisi turun-temurun oleh nenek moyang mereka sejak berabad-abad lalu seperti, upacara minum teh, hari anak laki-laki, upacara pernikahan dan masih banyak lainya. Diantara semuanya, upacara pernikahan merupakan peristiwa terpenting di dalam sejarah kehidupan orang Jepang.
· M Meskipun Jepang dikenal sebagai negeri yang berteknologi canggih dengan masyarakat yang sangat modern, orang Jepang tetap mempunyai kesadaran untuk berkeluarga serta tetap taat pada adat istiadat warisan leluhur.
Saat ini di Jepang, terdapat dua tata cara pernikahan yaitu, tata cara pernikahan modern yang dilangsungkan di gereja dengan sistem agama Kristen dan tata cara pernikahan tradisional yang dilangsungkan di kuil dengan sistem Budha atau Shinto. Masyarakat Jepang sendiri saat ini lebih tertarik pada upacara pernikahan dengan cara yang Modern, yaitu menikah dengan cara agama Kristen di gereja meski keduanya tidak beragama Kristen, tapi yang menikahkan keduanya tetap pendeta. Banyak diantara mereka yang tertarik dengan tata cara ini karena ingin memakai gaun pengantin berwarna putih yang indah serta disaksikan oleh keluarga, teman dan kerabat dekat.
Orang Jepang memang menyukai berbagai perayaan serta trend, buktinya perayaan pernikahan yang paling diminati oleh setiap pasangan yang akan menikah saat ini berupa upacara pernikahan di atas kapal pesiar. Pengucapan janji nikah dihadapan kapten kapal serta disaksikan oleh keluarga, teman dan kerabat ini memakan biaya hanya sekitar ¥ 6.000.000 dengan mempelai wanita yang mengenakan gaun pengantin ala barat serta sang pria yang mengenakan busana bak kapten kapal.
Pernikahan tradisional Jepang sendiri saat ini masih ada yang melakukan khususnya mereka yang tinggal di pelosok pedesaan, dimana penduduknya masih memegang teguh adat istiadat warisan nenek moyang yang sudah dilakukan secara turun temurun. Seperti juga yang terjadi di belahan dunia lainnya saat ini jarang pasangan Jepang yang menikah pada usia muda, karena setelah menamatkan pendidikan mereka mulai memikirkan karir setelah itu baru pernikahan. Usia menikah untuk pria rata-rata di atas 28 tahun, sedangkan wanita di atas usia 26 tahun dan kebanyakan dari mereka akan menikah ketika usia sudah menginjak sebuah kemapanan. Uniknya para wanita Jepang rata-rata menginginkan pria-pria yang sudah memenuhi syarat 3T untuk dijadikan pendamping, yaitu tinggi badan, tinggi pendidikan, dan tinggi pendapatan.
Nah bagi mereka yang terlalu disibukkan oleh pekerjaan hingga sempat sejenak melupakan soal jodoh, tentu kesulitan untuk mencari pasangan pendamping. Untuk itu apabila usia mereka sudah cukup mapan untuk menikah, mereka akan mencari jodoh lewat acara-acara perkenalan yang sering diadakan di negara yang terletak di sebelah timur Asia. Biasanya, jika si pria merasa tertarik dengan seorang wanita, ia akan meminta untuk menjadi temannya. Selanjutnya bila ada kecocokan diantara keduanya dapat dilanjutkan kejenjang pernikahan.
Seperti Masami Uehara, seorang pria Jepang berusia 42 tahun bekerja sebagai pekerja bangunan yang sebentar lagi akan melangsungkan pernikahan dengan Megumu Nagato, wanita Jepang berusia 28 tahun. Mereka berdua sudah lama saling mengenal sejak Megumu berusia 17 tahun,jadi mereka sudab kenal 11 tahun.
Uehara sendiri adalah seorang pria yang sangat menyukai anak-anak dan mencintai adat istiadat Jepang serta sering menyanyikan lagu-lagu rakyat, seperti Kiyari, lagu yang sering dinyanyikan oleh pekerja kasar. Mereka berdua sangat mencintai kebudayaan Jepang sehingga menginginkan pernikahannya dengan gaya tradisional Jepang diiringi dengan lagu-lagu Kiyari, karena Uehara adalah seorang pekerja kasar.
Sebelum upacara pernikahan dilangsungkan, Uehara meminta izin kepada ayah Nagato. Apabila orang tua dari pihak wanita sudah menyetujui, maka segera dicarikan hari baik. sebab di Jepang ada kalender yang menerangkan mana hari baik dan mana hari buruk. Untuk suatu acara penting seperti pernikahan, hari baik sangat mempengaruhi. Sehingga umumnya bulan-bulan yang sering dipakai orang untuk menikah adalah bulan Juni, atau pada musim semi dan musim gugur. Hari yang ditentukan pun tiba, keduanya terlihat anggun mengenakan busana tradisional adat jepang. Megumu Nagato, sang mempelai wanita terlihat cantik dengan Kimono putihnya, yang berarti suci, disebut juga Shiromuku. Rambut mempelai wanita disanggul dan dihiasi dengan bermacam-macam perhiasan, lalu ditutup dengan Tsuno Kakushi atau kerudung. Sedangkan mempelai pria terlihat gagah dalam balutan Hakama hitam, yaitu busana tradisional adat Jepang untuk pria.
Kedua mempelai diantar keluarga, teman dan kerabat bersama sama pergi ke kuil yaitu Kuil Meiji Jingu lalu melaksanakan upacara ritual pernikahan tradisional agama Shinto. Setelah seluruh keluarga, teman, dan kerabat berkumpul, kedua pengantin berdiri ditengah tengah diiringi dengan lagu tradisional kiyari. Pendeta kemudian melaporkan kepada dewa, bahwa kedua pasangan ini akan menikah lalu berdoa untuk para orang-orang tua yang sudah meninggal.
Pengantin pria membaca sumpah perkawinan kepada pengantin wanita, Lalu kedua pengantin minum anggur sebanyak tiga kali kemudian diulang lagi tiga kali. Di hadapan Dewa kedua pengantin mengucapkan janji nikah, disaksikan keluarga, teman dan kerabat, segera setelah itu dilanjutkan dengan resepsi. Pada acara ini, kedua pengantin sudah berganti busana, yaitu busana ala barat. Tersedia juga minuman khas sake yang menandakan keluarga mereka bersatu serta hidangan untuk para tamu, dengan posisi tamu kehormatan biasanya diisi oleh pimpinan tempat pengantin pria bekerja.
Budaya Sunda, Antara Mitos dan Realitas
Oleh Drs. REIZA D. DIENAPUTRA, M.Hum.
W.S. Rendra dalam Kongres Kebudayaan IV di Jakarta, 29 Oktober - 3 November 1991, mengemukakan bahwa setidaknya ada tujuh daya hidup yang harus dimiliki oleh sebuah kebudayaan. Pertama, kemampuan bernapas. Kedua, kemampuan mencerna. Ketiga, kemampuan berkoordinasi dan berorganisasi. Keempat, kemampuan beradaptasi. Kelima, kemampuan mobilitas. Keenam, kemampuan tumbuh dan berkembang. Ketujuh, kemampuan regenerasi.
Kemampuan bernapas dalam kebudayaan dimaknai sebagai kemampuan untuk mengolah hawa menjadi prana, menjaga kebersihan udara, mengharmonikan kegiatan kehidupan dengan irama nafas, serta menghilangkan hal-hal yang menimbulkan ketegangan pada pikiran yang berarti menimbulkan kesesakan pada nafas kehidupan. Kemampuan mencerna dimaknai sebagai kemampuan untuk mencernakan berbagai pengalaman dalam kehidupan. Kemampuan berkoordinasi dan berorganisasi dimaknai sebagai kemampuan berinteraksi secara sosial.
Kemampuan beradaptasi dimaknai sebagai kemampuan kesadaran untuk secara kreatif mengatasi tantangan keadaan, tantangan zaman, dan tantangan berbagai ragam pergaulan. Kemampuan mobilitas dimaknai sebagai kemampuan untuk dengan kreatif menciptakan mobilitas sosial, politik, dan ekonomi, baik yang bersifat horizontal maupun vertikal.
Kemampuan tumbuh dan berkembang diartikan sebagai kemampuan kesadaran untuk selalu maju, selalu bertambah luas, dan dalam wawasannya selalu menawarkan paradigma-paradigma yang segar dan baru. Kemampuan regenerasi dimaknai sebagai kemampuan untuk mendorong munculnya generasi baru yang kreatif dan produktif.
Di samping daya hidup, unsur lain lagi yang juga penting dalam suatu kebudayaan adalah mutu hidup. Mutu hidup bukanlah merupakan kesempurnaan tetapi lebih dimaknai sebagai kewajaran. Adapun kewajaran dalam hidup manusia merupakan harmoni tiga mustika, yakni, tanggung jawab kepada kewajiban, idealisme, dan spontanitas. Tanggung jawab kepada kewajiban dimaknai sebagai sebuah kesadaran untuk selalu melaksanakan kewajiban-kewajiban secara penuh sesuai dengan tanggung jawab sosialnya.
Idealisme dimaknai sebagai rumusan sikap hidup seseorang di dalam menempuh padang dan hutan belantara kehidupan. Idealisme sekaligus merupakan sumber kepuasan batin seseorang. Spontanitas dimaknai sebagai ungkapan naluri dan intuisi manusia. Tanpa spontanitas akan menyebabkan hidup menjadi kering dan hambar.
Daya hidup
Kebudayaan Sunda termasuk salah satu kebudayaan suku bangsa di Indonesia yang berusia tua. Bahkan, dibandingkan dengan kebudayaan Jawa sekalipun, kebudayaan Sunda sebenarnya termasuk kebudayaan yang berusia relatif lebih tua, setidaknya dalam hal pengenalan terhadap budaya tulis. “Kegemilangan” kebudayaan Sunda di masa lalu, khususnya semasa Kerajaan Tarumanegara dan Kerajaan Sunda, dalam perkembangannya kemudian seringkali dijadikan acuan dalam memetakan apa yang dinamakan kebudayaan Sunda.
Kebudayaan Sunda yang ideal pun kemudian sering dikaitkan sebagai kebudayaan raja-raja Sunda atau tokoh yang diidentikkan dengan raja Sunda. Dalam kaitan ini, jadilah sosok Prabu Siliwangi dijadikan sebagai tokoh panutan dan kebanggaan urang Sunda karena dimitoskan sebagai raja Sunda yang berhasil, sekaligus mampu memberikan kesejahteraan kepada rakyatnya.
Dalam perkembangannya yang paling kontemporer, kebudayaan Sunda kini banyak mendapat gugatan kembali. Pertanyaan seputar eksistensi kebudayaan Sunda pun sering kali mencuat ke permukaan. Apakah kebudayaan Sunda masih ada? Kalau masih ada, siapakah pemiliknya? Pertanyaan seputar eksistensi kebudayaan Sunda yang tampaknya provokatif tersebut, bila dikaji dengan tenang sebenarnya merupakan pertanyaan yang wajar-wajar saja. Mengapa demikian? Jawabannya sederhana, karena kebudayaan Sunda dalam kenyataannya saat ini memang seperti kehilangan ruhnya atau setidaknya tidak jelas arah dan tujuannya. Mau dibawa ke mana kebudayaan Sunda tersebut?
Kalaulah kemudian tujuh daya hidup kreasi Rendra digunakan untuk mengelaborasi kebudayaan Sunda kontemporer, setidaknya ada empat daya hidup yang perlu dicermati dalam kebudayaan Sunda, yaitu, kemampuan beradaptasi, kemampuan mobilitas, kemampuan tumbuh dan berkembang, serta kemampuan regenerasi. Kemampuan beradaptasi kebudayaan Sunda, terutama dalam merespons berbagai tantangan yang muncul, baik dari dalam maupun dari luar, dapat dikatakan memperlihatkan tampilan yang kurang begitu menggembirakan. Bahkan, kebudayaan Sunda seperti tidak memiliki daya hidup manakala berhadapan dengan tantangan dari luar.
Akibatnya, tidaklah mengherankan bila semakin lama semakin banyak unsur kebudayaan Sunda yang tergilas oleh kebudayaan asing. Sebagai contoh paling jelas, bahasa Sunda yang merupakan bahasa komunitas urang Sunda tampak secara eksplisit semakin jarang digunakan oleh pemiliknya sendiri, khususnya para generasi muda Sunda. Lebih memprihatinkan lagi, menggunakan bahasa Sunda dalam komunikasi sehari-hari terkadang diidentikkan dengan “keterbelakangan”, untuk tidak mengatakan primitif. Akibatnya, timbul rasa gengsi pada urang Sunda untuk menggunakan bahasa Sunda dalam pergaulannya sehari-hari. Bahkan, rasa “gengsi” ini terkadang ditemukan pula pada mereka yang sebenarnya merupakan pakar di bidang bahasa Sunda, termasuk untuk sekadar mengakui bahwa dirinya adalah pakar atau berlatar belakang keahlian di bidang bahasa Sunda.
Apabila kemampuan beradaptasi kebudayaan Sunda memperlihatkan tampilan yang kurang begitu menggembirakan, hal itu sejalan pula dengan kemampuan mobilitasnya. Kemampuan kebudayaan Sunda untuk melakukan mobilitas, baik vertikal maupun horizontal, dapat dikatakan sangat lemah. Oleh karenanya, jangankan di luar komunitas Sunda, di dalam komunitas Sunda sendiri, kebudayaan Sunda seringkali menjadi asing. Meskipun ada unsur kebudayaan Sunda yang memperlihatkan kemampuan untuk bermobilitas, baik secara horizontal maupun vertikal, secara umum kemampuan kebudayaan Sunda untuk bermobilitas dapat dikatakan masih rendah sehingga kebudayaan Sunda tidak saja tampak jalan di tempat tetapi juga berjalan mundur.
Berkaitan erat dengan dua kemampuan terdahulu, kemampuan tumbuh dan berkembang kebudayaan Sunda juga dapat dikatakan memperlihatkan tampilan yang tidak kalah memprihatinkan. Jangankan berbicara paradigma-paradigma baru, iktikad untuk melestarikan apa yang telah dimiliki saja dapat dikatakan sangat lemah. Dalam hal folklor misalnya, menjadi sebuah pertanyaan besar, komunitas Sunda yang sebenarnya kaya dengan folklor, seberapa jauh telah berupaya untuk tetap melestarikan folklor tersebut agar tetap “membumi” dengan masyarakat Sunda.
Kalaulah upaya untuk “membumikan” harta pusaka saja tidak ada bisa dipastikan paradigma baru untuk membuat folklor tersebut agar sanggup berkompetisi dengan kebudayaan luar pun bisa jadi hampir tidak ada atau bahkan mungkin, belum pernah terpikirkan sama sekali. Biarlah folklor tersebut menjadi kenangan masa lalu urang Sunda dan biarkanlah folklor tersebut ikut terkubur selamanya bersama para pendukungnya, begitulah barangkali ucap urang Sunda yang tidak berdaya dalam merawat dan memberdayakan warisan leluhurnya.
Berkenaan dengan kemampuan regenerasi, kebudayaan Sunda pun tampaknya kurang membuka ruang bagi terjadinya proses tersebut, untuk tidak mengatakan anti regenerasi. Budaya “kumaha akang”, “teu langkung akang”, “mangga tipayun”, yang demikian kental melingkupi kehidupan sehari-hari urang Sunda dapat dikatakan menjadi salah satu penyebab rentannya budaya Sunda dalam proses regenerasi. Akibatnya, jadilah budaya Sunda gagap dengan regenerasi.
Generasi-generasi baru urang Sunda seperti tidak diberi ruang terbuka untuk berkompetisi dengan sehat, hanya karena kentalnya senioritas serta “terlalu majunya” pemikiran para generasi baru, yang seringkali bertentangan dengan pakem-pakem yang dimiliki generasi sebelumnya. Akibatnya, tidaklah mengherankan bila proses alih generasi dalam berbagai bidang pun berjalan dengan tersendat-sendat.
Bila pengamatan terhadap daya hidup kebudayaan Sunda melahirkan temuan-temuan yang cukup memprihatinkan, hal yang sama juga terjadi manakala tiga mustika mutu hidup kreasi Rendra digunakan untuk menjelajahi Kebudayaan Sunda, baik itu mustika tanggung jawab terhadap kewajiban, mustika idealisme maupun mustika spontanitas. Lemahnya tanggung jawab terhadap kewajiban tidak saja diakibatkan oleh minimnya ruang-ruang serta kebebasan untuk melaksanakan kewaijiban secara total dan bertanggung jawab tetapi juga oleh lemahnya kapasitas dalam melaksanakan suatu kewajiban.
Hedonisme yang kini melanda Kebudayaan Sunda telah mampu menggeser parameter dalam melaksanakan suatu kewajiban. Untuk melaksanakan suatu kewajiban tidak lagi didasarkan atas tanggung jawab yang dimilikinya, tetapi lebih didasarkan atas seberapa besar materi yang akan diperolehnya apabila suatu kewajiban dilaksanakan. Bila ukuran kewajiban saja sudah bergeser pada hal-hal yang bersifat materi, janganlah berharap bahwa di dalamnya masih ada apa yang disebut mustika idealisme. Para hedonis dengan kekuatan materi yang dimilikinya, sengaja atau tidak sengaja, semakin memupuskan idealisme dalam kebudayaan Sunda. Akibatnya, jadilah betapa sulitnya komunitas Sunda menemukan sosok-sosok yang bekerja dengan penuh idealisme dalam memajukan kebudayaan Sunda.
Daya mati
Berpijak pada kondisi lemahnya daya hidup dan mutu hidup kebudayaan Sunda, timbul pertanyaan besar, apa yang salah dengan kebudayaan Sunda? Untuk menjawab ini banyak argumen bisa dikedepankan. Tapi dua di antaranya yang tampaknya bisa diangkat ke permukaan sebagai faktor berpengaruh paling besar adalah karena ketidakjelasan strategi dalam mengembangkan kebudayaan Sunda serta lemahnya tradisi, baca, tulis , dan lisan (baca, berbeda pendapat) di kalangan komunitas Sunda.
Ketidakjelasan strategi kebudayaan yang benar dan tahan uji dalam mengembangkan kebudayaan Sunda tampak dari tidak adanya “pegangan bersama” yang lahir dari suatu proses yang mengedepankan prinsip-prinsip keadilan tentang upaya melestarikan dan mengembangkan secara lebih berkualitas kebudayaan Sunda. Kebudayaan Sunda tampaknya dibiarkan berkembang secara liar, tanpa ada upaya sungguh-sungguh untuk memandunya agar selalu berada di “jalan yang lurus”, khususnya manakala harus berhadapan dengan kebudayaan-kebudayaan asing yang galibnya terorganisasi dengan rapi serta memiliki kemasan menarik. Berbagai unsur kebudayaan Sunda yang sebenarnya sangat potensial untuk dikembangkan, bahkan untuk dijadikan model kebudayaan nasional dan kebudayaan dunia tampak tidak mendapat sentuhan yang memadai. Ambillah contoh, berbagai makanan tradisional yang dimiliki urang Sunda, mulai dari bajigur, bandrek, surabi, colenak, wajit, borondong, kolontong, ranginang, opak, hingga ubi cilembu, apakah ada strategi besar dari pemerintah untuk mengemasnya dengan lebih bertanggung jawab agar bisa diterima komunitas yang lebih luas. Kalau Kolonel Sanders mampu mengemas ayam menjadi demikian mendunia, mengapa urang Sunda tidak mampu melahirkan Mang Ujang, Kang Duyeh, ataupun Bi Eha dengan kemasan-kemasan makanan tradisional Sunda yang juga mendunia?
Lemahnya budaya baca, tulis, dan lisan ditengarai juga menjadi penyebab lemahnya daya hidup dan mutu hidup kebudayaan Sunda. Lemahnya budaya baca telah menyebabkan lemahnya budaya tulis. Lemahnya budaya tulis pada komunitas Sunda secara tidak langsung merupakan representasi pula dari lemahnya budaya tulis dari bangsa Indonesia. Fakta paling menonjol dari semua ini adalah minimnya karya-karya tulis tentang kebudayaan Sunda ataupun karya tulis yang ditulis oleh urang Sunda. Dalam kaitan ini, upaya Yayasan Rancage untuk memberikan penghargaan dalam tradisi tulis perlu mendapat dukungan dari berbagai elemen urang Sunda. Sayangnya, hingga saat ini pertumbuhan tradisi tulis pada urang Sunda masih tetap terbilang rendah.
Menurut A. Chaedar Alwasilah (2003), setidaknya ada sebelas ayat sesat yang telah menyebabkan lemahnya budaya tulis. Pertama, anggapan bahwa literasi adalah kemampuan membaca. Kedua, anggapan bahwa mahasiswa tidak perlu diajari cara menulis. Ketiga, anggapan bahwa penguasaan teori menulis akan membuat siswa mampu menulis. Keempat, anggapan bahwa tidak mungkin mengajarkan menulis pada kelas-kelas besar. Kelima, anggapan bahwa menulis dapat diajarkan manakala siswa telah menguasai tata bahasa. Keenam, anggapan bahwa karangan yang sulit dipahami memperlihatkan kehebatan penulisnya. Ketujuh, anggapan bahwa menulis hanya dapat diajarkan manakala siswa sudah dewasa. Kedelapan, anggapan bahwa menulis karangan naratif dan ekspositoris harus lebih dahulu diajarkan daripada genre-genre lainnya. Kesembilan, anggapan bahwa pengajaran bahasa adalah tanggung jawab guru bahasa. Kesepuluh, anggapan bahwa menulis mesti diajarkan lewat perkuliahan bahasa. Kesebelas, anggapan bahwa bacaan atau pengajaran sastra hanya relevan bagi (maha) siswa fakultas sastra.
Budaya lisan dalam kebudayaan Sunda sebenarnya merupakan budaya yang telah lama akrab dengan komunitas Sunda, bahkan usianya jauh lebih tua dibandingkan dengan budaya baca dan tulisan. Namun, budaya lisan dalam pengertian kapasitas untuk mengemukakan pendapat serta berjiwa besar dalam menghadapi pendapat yang berbeda masih merupakan barang yang masih amat sangat langka dalam Kebudayaan Sunda. Tradisi lisan Sunda tampaknya baru mampu menghargai komunikasi model monolog dan bukannya dialog. Akibatnya, kemampuan untuk menyampaikan pendapat dan menerima pendapat yang berbeda dalam Kebudayaan Sunda merupakan barang yang teramat mewah. Padahal, kapasitas untuk mengemukakan pendapat dan menerima pendapat yang berbeda ini menjadi salah satu dasar bagi munculnya daya hidup dan mutu hidup kebudayaan yang berkualitas. Kapasitas mengemukakan pendapat pada dasarnya merupakan representasi dari kemampuan bernafas dan mencerna, sementara kapasitas menerima dengan jiwa besar pendapat yang berbeda lebih merupakan representasi dari kemampuan berkoordinasi dan berorganisasi, kemampuan beradaptasi, kemampuan mobilitas, kemampuan tumbuh dan berkembang, serta kemampuan regenerasi.***
Penulis Lektor Kepala pada Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran serta Sekretaris Jenderal Pusat Kajian Lintas Budaya Bandung.
July 19th, 2007 at 10:28 pm
Bookmarks…
How I add this article to Digg?…
July 25th, 2007 at 12:49 pm
Free Daily Horoscope Videos…
Great Blog here.. perhaps your readers whould be interested in the Free Daily Horoscope Videos I am featuring at My YouTube Channel. I just started doing it. I love Sharing Astrology with others. This is not a way for me to make money off of you with B…
July 25th, 2007 at 8:42 pm
Get Paid Money to fill out Simple Paid Surveys Online by giving your Opinion…
Get Paid Money to fill out Simple Paid Surveys Online by giving your Opinion…
July 26th, 2007 at 12:30 am
Free Daily Horoscope…
Great info here - I publish a free daily Horosocope podcast relevant for all zodiac signs - at this URL …
July 27th, 2007 at 12:51 am
Men’s Health…
The Men’s Place has been developed to help you take care of your health more easily. …
July 27th, 2007 at 7:40 am
Acid Reflux…
Acid Reflux…
July 27th, 2007 at 1:51 pm
term life insurance…
apa topik menarik sekarang?…
July 28th, 2007 at 12:30 am
mesothelioma…
wow! this is great.. …
July 28th, 2007 at 2:05 am
forex trading…
this is so cool…
July 28th, 2007 at 5:59 am
bad breath treatment…
we should have more things like this great place to get review and more…
July 28th, 2007 at 10:47 am
lemon law…
just found this page from google. it’s a nice site. already marked this as my favourite site….
July 29th, 2007 at 5:12 am
Registry Cleaner 4.0…
Keep your PC operating smoothly by using Registry Cleaner 4.0 to scan, identify, clean and repair errors in your Windows registry with a single click. Registry Cleaner cleans and repairs unwanted debris left behind by adware and spyware….
July 29th, 2007 at 8:14 am
Cure Your Heartburn…
Cure Your Heartburn…
July 30th, 2007 at 12:01 am
Make Unlimited Autopilot Commissions…
Make Unlimited Autopilot Commissions…
July 30th, 2007 at 2:53 am
Cheap holidays…
Cheap holidays…
July 31st, 2007 at 4:23 am
Reverse Phone Detective…
Reverse Phone Detective…
July 31st, 2007 at 12:35 pm
multiple stream of income…
multiple stream of internet income…
July 31st, 2007 at 11:04 pm
car insurance quote…
i love this blog. this is very informative site. i give 4 star. :D…
August 1st, 2007 at 12:44 am
escort service…
the best place to find this kind of information…
August 2nd, 2007 at 12:19 am
fort myers travel…
fort myers travel…
August 2nd, 2007 at 12:48 pm
natural bodybuilding…
beginning bodybuilding…
August 2nd, 2007 at 9:11 pm
home based business…
Make money with your own home based business….
August 2nd, 2007 at 11:36 pm
tooth whitening…
this is soooo HOT! …
August 3rd, 2007 at 8:27 pm
work at home…
work at home to make ridiculous money….
August 3rd, 2007 at 9:07 pm
wealth…
check out the ultimate wealth package….
August 4th, 2007 at 10:26 am
no money down real estate…
no money down real estate…
August 4th, 2007 at 11:32 pm
video branding…
use video branding to make money on YouTube….
August 6th, 2007 at 6:12 am
discount air travel…
Travel…
August 6th, 2007 at 5:20 pm
Morgellons…
Many people are sick, learn more here…
August 7th, 2007 at 9:04 am
cytomel…
For more info on cytomel…
August 8th, 2007 at 5:58 am
divorce lawyer…
divorce lawyer…
August 13th, 2007 at 8:58 pm
Paid Surveys Etc…
Paid Surveys Etc…
August 13th, 2007 at 9:50 pm
best auto cheap insurance…
this is what i need! just bookmarked this site…..
August 14th, 2007 at 5:43 am
criminal background check…
criminal background check…
August 14th, 2007 at 9:34 am
about lyme disease…
Excelleint point, Great Blog,Cool…
August 14th, 2007 at 12:23 pm
Inventors…
Inventors…
August 15th, 2007 at 9:22 am
natural body building…
beginning body building…
August 15th, 2007 at 4:24 pm
tchnplxj htwbno svqdoir tlxphgfzo tmcao zmthcnxl geahozlk
August 15th, 2007 at 4:27 pm
eqpfi pvcga guydj qimfgay scwuemvzk wnjtqm eqxndj http://www.yohwezgn.lrxiwo.com
August 15th, 2007 at 6:27 pm
cari duit…
i’m loving it!…
August 16th, 2007 at 6:33 pm
life insurance term…
i love this site…i just bookmarked this page! thanks for the great info…
August 17th, 2007 at 9:03 pm
affiliate rockstar status review…
affiliate rockstar status review…
August 20th, 2007 at 2:16 am
ewen chia…
ewen chia…
August 20th, 2007 at 3:23 am
buy viagra…
buy viagra…
August 21st, 2007 at 11:01 am
Dime Club…
Dime Club…
August 24th, 2007 at 3:08 am
Wedding Speeches and Wedding Toasts Made Simple…
Wedding Speeches and Wedding Toasts Made Simple…
August 24th, 2007 at 10:19 pm
Golden Compass with Daniel Craig…
I think dakota will be the next big thing in hollywood.What do you think?…
August 25th, 2007 at 5:56 pm
Good site. Thank you!
http://voodoo.womaninfo.net/voodoo vood
August 27th, 2007 at 1:42 am
multiple stream of income…
income multiple stream…
August 27th, 2007 at 4:23 am
workaholic symptoms…
For more info on a workaholic…
August 27th, 2007 at 10:17 pm
Affiliate rockstar status…
Affiliate Rockstar Status…
August 30th, 2007 at 4:58 am
Buy HGH Online…
This is one of the best things I’ve read in a while. It’s right on the bat, and a must-read!…
August 30th, 2007 at 7:25 am
free xbox 360 console…
information on free xbox 360 consoles from cheapxbox360. . . …
August 30th, 2007 at 8:11 am
Digital Glamour…
hey great stuff…
September 1st, 2007 at 1:09 am
cheap xbox 360 games…
information on free xbox 360 consoles from cheapxbox360. . . …
September 1st, 2007 at 3:44 am
ab workouts…
Truth About Abs…
September 1st, 2007 at 7:41 am
Colon Cleansing Diet…
Colon Cleansing Diet…
September 1st, 2007 at 8:24 am
EndureRx…
EndureRx Free Trial - Sexual Stimulant…
September 3rd, 2007 at 6:44 pm
Smieszne filmy…
Smieszne filmy…
September 4th, 2007 at 7:47 am
exercises to tone belly fat to abs…
Truth About 6 Pack Abs…
September 4th, 2007 at 3:46 pm
niche market research…
The perfect Niche bulding tool…
September 5th, 2007 at 5:16 am
what is social anxiety…
Anxiety Institute…
September 7th, 2007 at 5:59 pm
Spot The Best Deals Find Best Value Prices !…
Spot The Best Deals Find Best Value Prices !…
September 7th, 2007 at 6:13 pm
Movies…
Download Unlimited PSP Games, Movies, Music and Much More !…
September 8th, 2007 at 3:43 pm
sleeping problems at 10 year old…
Sleep Institute…
September 9th, 2007 at 7:27 am
Studio Photography…
hey cool stuff…
September 11th, 2007 at 10:30 pm
data recovery chicago…
data recovery chicago…
September 12th, 2007 at 2:30 am
data recovery experts…
data recovery experts…
September 17th, 2007 at 5:26 am
Natural weight loss…
hello does anyone know any natural weight loss ebooks i can buy…
September 17th, 2007 at 6:29 am
How to loss weight…
Hello i want to know how to loss weight because i am 6foot and weight 18 stone any ideas or sites please…
September 17th, 2007 at 6:29 am
Best weight loss program…
Hello i want to buy a online book can someone please give me a link to the best one on the net…
September 17th, 2007 at 7:12 am
Women Hair Loss Advice For All Ages…
Hair loss for a woman can occur in many different patterns. It represents youth, vitality, energy, even fertility and these are attributes no woman wants to be without. It is the only part of the body which can be altered and shaped. Many people believ…
September 17th, 2007 at 7:36 am
fenbendazole…
Fenbendazole belongs to a category of drugs known as anthelmintics. Fenbendazole is often abbreviated “FBZ”. This drug is regularly used to eliminate numerous gastrointestinal parasites from animals. http://www.fenbendazole.info/ …
September 19th, 2007 at 1:04 am
Bad Credit…
Bad Credit…
September 19th, 2007 at 7:11 am
rocket spanish…
Discover How You Can Master Spanish in less than 3 months!…
September 19th, 2007 at 11:52 pm
290154687607…
. . . glad its not related to . . ….
September 20th, 2007 at 11:08 am
clfojx uari pxnciwvok nylgumtp tgvm stfq hzgput
September 20th, 2007 at 11:10 am
aytxdw yijc gnpwqvdlm axpym bmfaei gerqydbh bweqrx http://www.jlgkc.wpuibq.com
September 21st, 2007 at 3:19 am
290154687607…
listing brought me to check out…
September 22nd, 2007 at 10:00 am
How penis enlargement pills work, check penis enlargement techniques, penis enlargement reviews, penis enlargement expert advice and much more. visit: http://www.sinepenis.com
September 23rd, 2007 at 5:14 am
http://naz.pl/?1b4 channel.com disney jumpin
September 23rd, 2007 at 9:12 am
290154687607…
I plan to check it out…
September 24th, 2007 at 8:31 pm
http://naz.pl/?1b4 disneychannel.com
September 25th, 2007 at 5:22 am
http://3bz.org/disneychannelcom Only find Disney channel.com here !!! Information on Disney channel.com.. Information on Search disney channel.com and channel.com disney kickit
September 25th, 2007 at 8:06 am
http://skocz.int.pl/3409 Official site for the Disney Channel Original Movie High School Musical! Zac Efron and Vanessa Anne Hudgens play Troy and Gabriella, two high schoolers.
September 25th, 2007 at 9:19 am
Search The ClickBank Marketplace…
Search The ClickBank Marketplace…
September 25th, 2007 at 9:31 am
http://przeslij.pl/5disneychannelcom The Disney Channel site offers online games and activities for kids, and information on TV shows including That’s So Raven
September 25th, 2007 at 12:30 pm
http://skocz.net/2tj3 High School Musical 2 - Original Movies - Disney Channel.com - This summer’s hottest movie! Interact with the characters, watch videos and download cool High School Musical 2 stuff!
September 25th, 2007 at 2:12 pm
http://ubb.pl/disneychannelgame Only find Disney channel.com here !!! Information on Disney channel.com.. Information on Search disney channel.com and channel.com disney kickit
September 25th, 2007 at 4:45 pm
http://3hq.eu/?1h Only find Disney channel.com here !!! Information on Disney channel.com.. Information on Search disney channel.com and channel.com disney kickit
September 25th, 2007 at 5:52 pm
http://link55.net/xy9088 Official site for the Disney Channel Original Movie High School Musical! Zac Efron and Vanessa Anne Hudgens play Troy and Gabriella, two high schoolers.
September 25th, 2007 at 11:21 pm
http://przeslij.pl/5disneychannelcom Official site for the Disney Channel Original Movie High School Musical! Zac Efron and Vanessa Anne Hudgens play Troy and Gabriella, two high schoolers.
September 26th, 2007 at 1:54 am
http://skocz.net/2tj3 The Disney Channel site offers online games and activities for kids, and information on TV shows including That’s So Raven
September 26th, 2007 at 6:54 am
http://3hq.eu/?1h Official Disney Channel.com site for Kim Possible. Play games, check out the photos, download wallpapers and icons, and e-mail your favorite characters!
September 26th, 2007 at 7:11 am
data recovery service…
Find a data recovery service today!…
September 26th, 2007 at 10:18 pm
http://disneychannelcom.xx.pl Official site for the Disney Channel Original Movie High School Musical! Zac Efron and Vanessa Anne Hudgens play Troy and Gabriella, two high schoolers.
September 26th, 2007 at 11:59 pm
http://naz.pl/?1d8 Official site for the Disney Channel Original Movie High School Musical! Zac Efron and Vanessa Anne Hudgens play Troy and Gabriella, two high schoolers.
September 27th, 2007 at 12:56 am
http://3bz.org/wwwdisneychannelcom channel.com disney in jump
September 27th, 2007 at 3:08 am
http://wwwdisneychannelcom.gtw.pl channel.com disney in jump
September 27th, 2007 at 1:45 pm
Islam Controversy…
I found a blog showing videos and news about islam controversy.. you guys may like to take a look.. …
September 28th, 2007 at 12:08 am
http://disneychannelcom.xx.pl Official Disney Channel.com site for Kim Possible. Play games, check out the photos, download wallpapers and icons, and e-mail your favorite characters!
September 28th, 2007 at 1:17 am
http://disneychannelcom.xx.pl Official site for the Disney Channel Original Movie High School Musical! Zac Efron and Vanessa Anne Hudgens play Troy and Gabriella, two high schoolers.
September 28th, 2007 at 3:04 am
http://naz.pl/?1d8 channel.com disney in jump
September 28th, 2007 at 4:09 am
http://naz.pl/?1d8 disney channel.com
September 28th, 2007 at 5:19 am
http://3bz.org/wwwdisneychannelcom Official Disney Channel.com site for Kim Possible. Play games, check out the photos, download wallpapers and icons, and e-mail your favorite characters!
September 28th, 2007 at 6:32 am
http://3bz.org/wwwdisneychannelcom Disney Channel.com Game website home with games updated daily. You can play the games you love at DisneyChannel .com
September 28th, 2007 at 7:31 am
http://wwwdisneychannelcom.gtw.pl disney channel game
September 28th, 2007 at 8:30 am
http://wwwdisneychannelcom.gtw.pl The Disney Channel site offers online games and activities for kids, and information on TV shows including That’s So Raven
September 29th, 2007 at 4:38 am
http://surl.se/elwu avelox from reaction
September 29th, 2007 at 5:28 am
http://tiniuri.com/f/KF 800 bactrim ds
September 29th, 2007 at 7:44 am
http://jtty.com/op0 dexatrim max
September 29th, 2007 at 8:42 am
http://jtty.com/bo30 lotrel 5/20
September 29th, 2007 at 9:47 am
http://urlao.com/extenze side effects of extenze
September 29th, 2007 at 10:47 am
http://www.urlpire.com/?MWVEE review follicare
September 29th, 2007 at 12:45 pm
http://w3t.org/c/bowflex bowflex exercise
September 29th, 2007 at 2:41 pm
http://www.tiny.cc/lasik lasik surgeon
September 29th, 2007 at 3:36 pm
http://newdomen.freehostyou.com/disney-channelcom-uk.htm disney channel.com
September 29th, 2007 at 4:47 pm
http://newdomen.freehostyou.com/disney-channelcom-uk.htm http://www.disney.com
September 29th, 2007 at 5:54 pm
http://newdomen.freehostyou.com/disney-channelcom-uk.htm disney.com fun and game
September 29th, 2007 at 8:13 pm
Weight Loss Reviews. Hoodia effortlessly reduce their caloric intake by 7000 calories each week. visit: http://www.healthshop.tv
September 29th, 2007 at 9:43 pm
http://newdomen.freehostyou.com/blackjack.txt blackjack online
September 29th, 2007 at 11:19 pm
http://newdomen.freehostyou.com/blackjack.txt blackjack online
September 30th, 2007 at 10:31 pm
hypnosis course…
wow that made me think :)…
October 3rd, 2007 at 5:46 am
how to get a six pack…
Discover The Truth About Six Pack Abs…
October 3rd, 2007 at 7:13 am
data recovery service…
Get data recovery service here from the data recovery service experts!…
October 7th, 2007 at 6:01 pm
learn hypnotism…
learn hypnotism…
October 8th, 2007 at 5:54 am
Penis enlargement reviews, penis enlargement health, top 3 penis enlargement pills, penis enlargement power and much more.
October 8th, 2007 at 5:32 pm
Detailed comparisons of top 3 penis enlargement pills. User ratings & reviews of all penis enlargement pills. Vimax, Naturomax and Sizepro.
October 9th, 2007 at 5:34 am
Penis enlargement pills are mixtures of herbal supplements pulverized into refined powder and then made into capsules…
October 9th, 2007 at 6:11 am
Silverfish…
Lepisma saccharina (commonly called the fishmoth, urban silverfish or just the silverfish) is a small, wingless insect typically measuring from half to one inch (12-25 mm). Its common name is derived from the animal’s silver blue color, combined with …
October 12th, 2007 at 11:34 am
Interior Design And Interior Decorating…
Interior Design And Interior Decorating…
October 13th, 2007 at 5:53 pm
Penis Enlargement Device Reviews Over the course of history men have always been obsessed about the size of their penis…
October 14th, 2007 at 6:58 am
genital warts pictures…
A wart (Plane juvenile warts; Periungual warts; Subungual warts; Plantar warts; Verruca; Verrucae planae juveniles; Filiform warts; Verruca vulgaris) is commonly a small, rough tumor. Warts are usually painless growths typically on the hands and feet, …
October 17th, 2007 at 10:53 pm
You connect your telephone to your high speed Internet connection using an analog telephone adaptor or directly using another Internet phone. You can be up and running in minutes.
October 26th, 2007 at 4:40 am
kfhmbq zcups qhyteos jfdnatmyb aowcersm bvplqih lpdgf
October 26th, 2007 at 4:50 am
aduq xafdmu nubjvc azinftg ybjp segyqcwjb lvbqrxa http://www.vsxm.juhqp.com
October 31st, 2007 at 3:12 pm
Nice site. Thanks.
http://allusapharmacy.bravehost.com/a/extenze.htm EXTENZE REVIEW
October 31st, 2007 at 4:44 pm
Very good site. Thanks!
http://allusapharmacy.bravehost.com/a/Extenz.htm EXTENZ
October 31st, 2007 at 6:28 pm
Very good site. Thank you.
http://allusapharmacy.bravehost.com/a/extagen.htm extagen result
November 1st, 2007 at 9:16 pm
online casino…
I wanted add your site to my blog……
November 2nd, 2007 at 2:01 am
zykqltvrp tzwhxnd tkfjm vxpn fiuswaokz waisxvhgq dhugobxnj
November 2nd, 2007 at 2:02 am
pbhv kejz ioyxk mnetakhgc aniw rmygxn exbftg http://www.barg.bitpn.com
November 5th, 2007 at 12:46 pm
ylecf vaqozrdug cqbadt rnbv gikrlzo bdln ngjvo
November 5th, 2007 at 12:50 pm
ofzlmku sqofza huldft nuowxeyd ygcx fnybkv hueq http://www.qmkupv.otdk.com
November 7th, 2007 at 7:40 pm
huto vwmiarc dzihxry xatwmzri vlwtkhx pxlhetu celtksud
November 7th, 2007 at 7:42 pm
blagz lnietmv owpvjsnhr blin ojqn qwctfkn putakyno http://www.acod.baueto.com
November 8th, 2007 at 10:55 pm
Scratch and dent hot tubs…
Scratch and dent hot tubs…
November 12th, 2007 at 12:20 pm
Apprenez à Créer un site qui Rapporte ou faites 50 fois plus d’argent avec votre site Internet existant !…
Apprenez à Créer un site qui Rapporte ou faites 50 fois plus d’argent avec votre site Internet existant !…
November 12th, 2007 at 5:51 pm
Nice site. Thank you!!!
http://hahahaghj.com hahahaj
November 14th, 2007 at 1:08 pm
Best Selling Tips…
I couldn’t understand some parts of this article, but it sounds interesting…
November 14th, 2007 at 2:19 pm
Fashion Tips and News…
Sorry, it just sounds like a crazy idea for me :)…
November 14th, 2007 at 2:25 pm
Flower Shops and Flowers Information…
Sorry, it just sounds like a crazy idea for me :)…
November 14th, 2007 at 6:07 pm
burn the fat feed the muscle…
### Is Burn the fat feed the muscle a SCAM …
November 14th, 2007 at 6:31 pm
Computer Game News and Game Reviews…
Sorry, it just sounds like a crazy idea for me :)…
November 14th, 2007 at 8:03 pm
Unique Custom Design Resources…
I couldn’t understand some parts of this article, but it sounds interesting…
November 14th, 2007 at 10:51 pm
Crazy Gift Ideas…
I couldn’t understand some parts of this article, but it sounds interesting…
November 15th, 2007 at 12:21 pm
Free Online Dating…
I couldn’t understand some parts of this article, but it sounds interesting…
November 16th, 2007 at 3:45 am
gay blended families…
Why is it so shocking if young teen boys like me want to get it going with older guys? I do not get it. But I do like http://www.schoolboysex.info...
November 16th, 2007 at 9:17 am
Cheap Health Insurance Student Troupe…
Still, I believe some people (like me) think in different way regarding this topic…
November 17th, 2007 at 8:19 am
Software Development Guide…
I couldn’t understand some parts of this article, but it sounds interesting…
November 17th, 2007 at 11:09 pm
Credit Card Services…
I couldn’t understand some parts of this article, but it sounds interesting…
November 17th, 2007 at 11:38 pm
Best Wedding Ideas…
I couldn’t understand some parts of this article, but it sounds interesting…
November 18th, 2007 at 2:19 am
Computer Game News and Reviews…
I couldn’t understand some parts of this article, but it sounds interesting…
November 18th, 2007 at 2:34 am
Online Merchant Accounts…
Sorry, it just sounds like a crazy idea for me :)…
November 18th, 2007 at 7:09 am
Vitamins Nutrition Supplements…
I couldn’t understand some parts of this article, but it sounds interesting…
November 18th, 2007 at 12:56 pm
2004 air bag mustang…
2004 air bag mustang…
November 19th, 2007 at 1:50 am
Free Coffee Samples…
I couldn’t understand some parts of this article, but it sounds interesting…
November 20th, 2007 at 7:38 am
Accept Credit Cards Online…
I couldn’t understand some parts of this article, but it sounds interesting…
November 20th, 2007 at 5:19 pm
Top Fashion Tips…
I couldn’t understand some parts of this article, but it sounds interesting…
November 20th, 2007 at 10:00 pm
Family Christian Bookstore…
I couldn’t understand some parts of this article, but it sounds interesting…
November 21st, 2007 at 1:19 am
Play Free Arcade Games…
I couldn’t understand some parts of this article, but it sounds interesting…
November 21st, 2007 at 2:28 am
High School Online…
I couldn’t understand some parts of this article, but it sounds interesting…
November 21st, 2007 at 8:29 am
World’s History at Culture Club…
I couldn’t understand some parts of this article, but it sounds interesting…
November 21st, 2007 at 1:09 pm
Flower Guide Online…
I couldn’t understand some parts of this article, but it sounds interesting…
November 22nd, 2007 at 6:50 am
Best Jewelry Stores Online…
I couldn’t understand some parts of this article, but it sounds interesting…
November 22nd, 2007 at 12:48 pm
Search for Cheap Insurance…
Sorry, it just sounds like a crazy idea for me :)…
November 22nd, 2007 at 4:11 pm
Randy…
I was impressed by your site and offerings. I was looking at some of the articles and it really impressed me. All I can say is congratulations on creating this site and what took you so long? I look forward to returning….
November 22nd, 2007 at 6:14 pm
Insurance Quotes…
I couldn’t understand some parts of this article, but it sounds interesting…
November 24th, 2007 at 12:14 am
Eric…
buy exploits…
November 24th, 2007 at 3:31 pm
cheap chest freezer…
i love this post, this is exactly what iam looking. thanks for posting this, take care….
November 25th, 2007 at 1:09 am
Mark…
…
November 26th, 2007 at 4:18 am
Christian Symbols and Christian Resources…
Sorry, it just sounds like a crazy idea for me :)…
November 26th, 2007 at 10:02 am
Custom Designed Clothes…
I couldn’t understand some parts of this article, but it sounds interesting…
November 27th, 2007 at 2:42 am
Free Software Downloads…
I couldn’t understand some parts of this article, but it sounds interesting…
November 27th, 2007 at 4:59 am
Business and Common Law…
I couldn’t understand some parts of this article, but it sounds interesting…
November 27th, 2007 at 4:50 pm
Banks and Money…
I couldn’t understand some parts of this article, but it sounds interesting…
November 27th, 2007 at 10:19 pm
Healthy Food at Food Network…
I couldn’t understand some parts of this article, but it sounds interesting…
November 28th, 2007 at 11:11 am
survey boyd image…
Good Content - [url=http://www.intersponse.net]website traffic[/url] Will recommend. Website Traffic Visit us as well…
November 29th, 2007 at 6:32 pm
Online Dating Site Reviews…
I couldn’t understand some parts of this article, but it sounds interesting…
November 30th, 2007 at 7:07 am
greatings…
usefull…
November 30th, 2007 at 7:38 pm
Jennifer…
I disagree with some of your details, but your main point got me thinking. It actually reminds me of some dating sites I joined….
December 1st, 2007 at 6:38 am
Jessie…
Next time, you may want to elaborate a little more….
December 1st, 2007 at 12:29 pm
Muscle And Fitness…
I couldn’t understand some parts of this article, but it sounds interesting…
December 1st, 2007 at 11:18 pm
Power Of Law Forms…
I couldn’t understand some parts of this article, but it sounds interesting…
December 3rd, 2007 at 10:56 am
Music Search and Music Downloads…
Sorry, it just sounds like a crazy idea for me :)…
December 4th, 2007 at 10:18 am
Kristin Chenoweth Picture…
Man i love reading your blog, interesting posts !…
December 4th, 2007 at 10:42 am
anton yelchin pictures…
Man i just love your blog, keep the cool posts comin…..
December 4th, 2007 at 6:38 pm
Antiques For Sale…
I couldn’t understand some parts of this article, but it sounds interesting…
December 5th, 2007 at 10:29 am
World Religion Resources…
I couldn’t understand some parts of this article, but it sounds interesting…
December 6th, 2007 at 2:05 am
bath gay health house policy public…
Too many heal policy plans to choose from…
December 6th, 2007 at 8:32 pm
Affordable Insurance Guide…
I couldn’t understand some parts of this article, but it sounds interesting…
December 6th, 2007 at 8:56 pm
Distance Learning Tips and Advices…
Sorry, it just sounds like a crazy idea for me :)…
December 7th, 2007 at 4:41 am
western union instant money transfer…
Payday Loans and Cash Advances. We specialize in payday loans and cash advances with no credit checks….
December 7th, 2007 at 2:28 pm
greatings…
exellent…
December 7th, 2007 at 4:56 pm
100 free hindu online dating 2003…
My friends call me the hottest peice around… look me up and tell…
December 7th, 2007 at 5:33 pm
david gale automated cash formula…
$$$ Automated Cash Formula - Waste of Money?…
December 7th, 2007 at 10:59 pm
sexy lingerie babes…
relevant information from this website…
December 12th, 2007 at 4:28 pm
Local Jobs Guide…
I couldn’t understand some parts of this article, but it sounds interesting…
December 17th, 2007 at 9:19 pm
Free Porn Free Video Porn Free Japanese Porn…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
December 18th, 2007 at 2:14 pm
united kingdom affordable term life insurance…
Good job on the site, thanks!…
December 22nd, 2007 at 6:56 am
Gay Incest Gay Latino Gay Sucking…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
December 23rd, 2007 at 4:19 pm
Teen Teens For Cash Nudist Teens…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
December 24th, 2007 at 12:37 am
Black Pussy Black Lesbian Porn Fat Black Pussy…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
December 24th, 2007 at 8:22 am
Kds Bbs Pics Underage Porn Kid Sex…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
December 24th, 2007 at 5:25 pm
Gay Sex Galleries Of Gay Sex Gay Male Porn…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
December 25th, 2007 at 4:27 pm
Gay Incest Gay Male Sex Gay Brothers…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
December 26th, 2007 at 12:09 am
Free Porn Free Cartoon Pokemon Porn 100 Free Porn…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
December 26th, 2007 at 2:59 am
Animal Sex Horse Fuck Gay Horse Sex…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
December 26th, 2007 at 3:20 pm
Unsecured Personal Loans…
Quality provider for easy unsecured personal loan services….
December 27th, 2007 at 4:26 pm
Teen Girls Teen Mpeg Ass Teen…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
December 29th, 2007 at 12:21 am
high risk credit card processing…
relevant information from this website about high risk credit card processing …
December 29th, 2007 at 12:08 pm
Animal Sex Sex With Dogs Free Bestiality Stories…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
December 31st, 2007 at 12:06 am
Tom…
Nice article….
December 31st, 2007 at 10:09 pm
Gay Sex Gay Teen Gay Men Having Sex…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
January 1st, 2008 at 8:31 am
Melissa…
I just came across your blog and wanted to drop you a note telling you how impressed I was with the information you have posted here. I also have websites & blogs so I know what I am talking about when I say your site is top-notch! Keep up the great w…
January 1st, 2008 at 8:56 am
Gay Sex Gay Twinks Gay Hunks…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
January 1st, 2008 at 8:04 pm
Restoration Hair Formula…
Should I just shave off all of my hair or should I get it transplanted?…
January 6th, 2008 at 4:42 pm
Sex Girls Having Sex Rough Sex…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
January 7th, 2008 at 2:31 am
Nice site. Thanks!
http://jaimehuffman.0buckhost.com/acne7224.html acne treatment
January 7th, 2008 at 3:05 am
Very good site. Thanks.
http://ashleymaze.325mb.com/acne9282.html body acne treatment
January 7th, 2008 at 3:41 am
Good site. Thanks!
http://ashleymaze.325mb.com/acne9282.html review follicare
January 7th, 2008 at 3:56 am
Nice site. Thank you:-)
http://garymoore.webs28.com/acne8221.html brigette extenze
January 7th, 2008 at 4:21 am
Nice site. Thanks!
http://garymoore.webs28.com/acne8221.html extenze review
January 7th, 2008 at 5:06 am
Nice site. Thanks!
http://dawnmitzel.c0n.us/acne1470.html brigette extenze
January 7th, 2008 at 5:12 am
Nice site. Thank you!
http://dawnmitzel.c0n.us/acne1470.html extenze pill
January 7th, 2008 at 5:16 am
Very good site. Thanks!
http://lindahart.2222mb.com/acne5245.html acne scar treatment
January 7th, 2008 at 6:07 am
Good site. Thanks!!!
http://patriciasargis.247ihost.com/acne2464.html extenze
January 7th, 2008 at 6:09 am
Very good site. Thanks!
http://patriciasargis.247ihost.com/acne2464.html brigette extenze
January 7th, 2008 at 6:09 am
Very good site. Thanks:-)
http://patriciasargis.247ihost.com/acne2464.html acne scar treatment
January 7th, 2008 at 6:20 am
Cool site. Thanks.
http://patriciasargis.247ihost.com/acne2464.html extenze aol.com
January 7th, 2008 at 6:25 am
Cool site. Thank you!!!
http://patriciasargis.247ihost.com/acne2464.html acne scar treatment
January 7th, 2008 at 7:42 am
Cool site. Thanks!
http://catherinechavez.freeweb7.com/acne1326.html follicare
January 7th, 2008 at 8:44 am
Cool site. Thanks!
http://carrolladams.678host.com/acne2208.html extenze review
January 7th, 2008 at 9:00 am
Very good site. Thank you:-)
http://members.lycos.co.uk/robertguarino/acne5553.html extenze pill
January 7th, 2008 at 10:58 am
Nice site. Thanks!
http://lindley.2222mb.com/acne6385.html review follicare
January 7th, 2008 at 11:32 am
Good site. Thanks:-)
http://members.lycos.co.uk/kevinfirth/acne7915.html extenze aol.com
January 7th, 2008 at 12:23 pm
Cool site. Thanks!
http://opheliacampbell.678host.com/acne8619.html follicare
January 7th, 2008 at 1:06 pm
Cool site. Thank you:-)
http://opheliacampbell.678host.com/acne8619.html body acne treatment
January 7th, 2008 at 1:14 pm
Good site. Thank you.
http://patrickdinges.k2free.com/acne5937.html extenze pill
January 7th, 2008 at 1:27 pm
Cool site. Thank you:-)
http://patrickdinges.k2free.com/acne5937.html side effects of extenze
January 7th, 2008 at 1:46 pm
Nice site. Thanks:-)
http://patrickdinges.k2free.com/acne5937.html side effects of extenze
January 7th, 2008 at 2:39 pm
Good site. Thank you.
http://leroydeal.007webpro.com/acne1445.html extenze
January 7th, 2008 at 5:15 pm
Very good site. Thanks!
http://bernicenelson.8000web.com/acne2143.html extenze
January 7th, 2008 at 5:29 pm
Cool site. Thank you.
http://bernicenelson.8000web.com/acne2143.html side effects of extenze
January 7th, 2008 at 6:14 pm
Good site. Thank you.
http://josephesposito.12gbfree.com/acne3697.html side effects of extenze
January 7th, 2008 at 8:45 pm
Very good site. Thank you.
http://josephpenning.yourfreehosting.net/acne4093.html side effects of extenze
January 7th, 2008 at 9:20 pm
Good site. Thanks.
http://sandrafralick.325mb.com/acne6723.html extenze review
January 7th, 2008 at 11:15 pm
Nice site. Thank you:-)
http://michaelsmith.webs28.com/acne7302.html acne treatment
January 7th, 2008 at 11:22 pm
Cool site. Thank you!
http://michaelsmith.webs28.com/acne7302.html follicare
January 7th, 2008 at 11:22 pm
Cool site. Thank you!
http://marjoriemarchand.c0n.us/acne8447.html acne scar treatment
January 8th, 2008 at 1:16 am
Nice site. Thanks!
http://crystalsanford.2222mb.com/acne1506.html extenze aol.com
January 8th, 2008 at 1:54 am
Good site. Thanks:-)
http://crystalsanford.2222mb.com/acne1506.html laser acne treatment
January 8th, 2008 at 2:23 am
Good site. Thanks:-)
http://janicegarza.247ihost.com/acne8920.html review follicare
January 8th, 2008 at 3:09 am
Nice site. Thank you!!!
http://janicegarza.247ihost.com/acne8920.html side effects of extenze
January 8th, 2008 at 3:54 am
Good site. Thanks.
http://hattiehood.678host.com/acne6743.html proactive solution acne tr
January 8th, 2008 at 3:57 am
Very good site. Thank you!!!
http://hattiehood.678host.com/acne6743.html acne treatment
January 8th, 2008 at 5:53 am
Good site. Thank you!
http://emilyjohnson.k2free.com/acne7130.html acne scar treatment
January 8th, 2008 at 6:04 am
Cool site. Thanks!
http://tyrellhust.007webpro.com/acne8591.html laser acne treatment
January 8th, 2008 at 6:57 am
Good site. Thank you:-)
http://luisking.anycities.com/acne8034.html accutane acne treatment
January 8th, 2008 at 8:18 am
Nice site. Thank you.
http://helenjohnson.fatfreehost.com/acne7030.html extenze pill
January 8th, 2008 at 9:22 am
Cool site. Thank you:-)
http://andreajanecka.k2free.com/acne2031.html accutane acne treatment
January 8th, 2008 at 9:40 am
Good site. Thank you!
http://andreajanecka.k2free.com/acne2031.html extenze pill
January 8th, 2008 at 10:05 am
Cool site. Thanks:-)
http://andreajanecka.k2free.com/acne2031.html extenze
January 8th, 2008 at 10:56 am
Cool site. Thanks!
http://yvettefranks.007webpro.com/acne9502.html side effects of extenze
January 8th, 2008 at 11:32 am
Very good site. Thanks.
http://yvettefranks.007webpro.com/acne9502.html extenze review
January 8th, 2008 at 1:24 pm
Cool site. Thank you!!!
http://michelleways.yourfreehosting.net/extenze2354.html extagen side effects
January 8th, 2008 at 2:58 pm
Good site. Thanks!
http://garymoore.webs28.com/extenze1352.html pm relacore
January 8th, 2008 at 3:22 pm
Good site. Thanks.
http://garymoore.webs28.com/extenze1352.html extagen
January 8th, 2008 at 5:13 pm
Good site. Thanks:-)
http://lindahart.2222mb.com/extenze4285.html does extagen workrelacore side effects
January 8th, 2008 at 6:00 pm
Nice site. Thank you!
http://lindahart.2222mb.com/extenze4285.html relacore consumer review
January 8th, 2008 at 6:41 pm
Very good site. Thanks:-)
http://patriciasargis.247ihost.com/extenze3301.html extagen side effects
January 8th, 2008 at 7:06 pm
Cool site. Thanks.
http://catherinechavez.freeweb7.com/extenze2460.html pm relacore
January 8th, 2008 at 8:04 pm
Cool site. Thanks!
http://catherinechavez.freeweb7.com/extenze2460.html extagen ingredient
January 8th, 2008 at 8:13 pm
Good site. Thanks.
http://carrolladams.678host.com/extenze6653.html extagen review
January 8th, 2008 at 8:16 pm
Nice site. Thank you!
http://carrolladams.678host.com/extenze6653.html extagen side effects
January 8th, 2008 at 8:42 pm
Nice site. Thank you!!!
http://carrolladams.678host.com/extenze6653.html relacore review
January 8th, 2008 at 9:26 pm
Cool site. Thanks.
http://members.lycos.co.uk/robertguarino/extenze2504.html extagen result
January 8th, 2008 at 10:05 pm
Cool site. Thank you!!!
http://members.lycos.co.uk/robertguarino/extenze2504.html extagen ingredient
January 8th, 2008 at 10:44 pm
Good site. Thank you:-)
http://paullieberman.12gbfree.com/extenze3574.html does extagen workrelacore side effects
January 9th, 2008 at 12:29 am
Good site. Thank you:-)
http://lindley.2222mb.com/extenze1758.html does relacore really work
January 9th, 2008 at 12:40 am
Very good site. Thanks!!!
http://lindley.2222mb.com/extenze1758.html extagen ingredient
January 9th, 2008 at 12:55 am
Cool site. Thanks!
http://lindley.2222mb.com/extenze1758.html does extagen workrelacore side effects
January 9th, 2008 at 1:08 am
Good site. Thanks:-)
http://members.lycos.co.uk/kevinfirth/extenze5163.html extagen ingredient
January 9th, 2008 at 1:41 am
Nice site. Thanks.
http://members.lycos.co.uk/kevinfirth/extenze5163.html extagen capsule
January 9th, 2008 at 3:27 am
Nice site. Thanks.
http://opheliacampbell.678host.com/extenze8193.html extagen side effects
January 9th, 2008 at 6:23 am
Young Girls Youngest Boys Gallery Young Girls Naked…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
January 9th, 2008 at 11:59 am
Very good site. Thanks!
http://josephesposito.12gbfree.com/extenze7255.html extagen result
January 9th, 2008 at 1:11 pm
Good site. Thanks:-)
http://terribridge.0buckhost.com/extenze2985.html does extagen workrelacore side effects
January 9th, 2008 at 2:25 pm
Very good site. Thank you.
http://josephpenning.yourfreehosting.net/extenze9724.html extagen
January 9th, 2008 at 4:38 pm
Nice site. Thanks!
http://sandrafralick.325mb.com/extenze1372.html does extagen workrelacore side effects
January 9th, 2008 at 5:27 pm
Nice site. Thank you!!!
http://michaelsmith.webs28.com/extenze4509.html relacore review
January 9th, 2008 at 6:20 pm
Nice site. Thanks:-)
http://marjoriemarchand.c0n.us/extenze1464.html pm relacore
January 9th, 2008 at 7:44 pm
Nice site. Thanks.
http://crystalsanford.2222mb.com/extenze948.html relacore
January 9th, 2008 at 8:00 pm
Good site. Thanks:-)
http://janicegarza.247ihost.com/extenze7932.html extagen capsule
January 9th, 2008 at 9:45 pm
Nice site. Thank you.
http://rosarayas.freeweb7.com/extenze2531.html does relacore really work
January 9th, 2008 at 10:39 pm
Nice site. Thanks!!!
http://hattiehood.678host.com/extenze8584.html relacore review
January 10th, 2008 at 12:07 am
Nice site. Thank you!
http://emilyjohnson.k2free.com/extenze643.html relacore review
January 10th, 2008 at 12:29 am
Cool site. Thanks:-)
http://tyrellhust.007webpro.com/extenze1286.html extagen capsule
January 10th, 2008 at 12:41 am
Good site. Thanks!
http://tyrellhust.007webpro.com/extenze1286.html relacore consumer review
January 10th, 2008 at 2:04 am
Cool site. Thank you!
http://helenjohnson.fatfreehost.com/extenze9064.html pm relacore
January 10th, 2008 at 2:16 am
Nice site. Thank you!!!
http://helenjohnson.fatfreehost.com/extenze9064.html extagen
January 10th, 2008 at 2:44 am
Very good site. Thanks!
http://helenjohnson.fatfreehost.com/extenze9064.html relacore consumer review
January 10th, 2008 at 3:46 am
Very good site. Thank you!!!
http://yvettefranks.007webpro.com/extenze3537.html extagen
January 10th, 2008 at 6:24 am
Nice site. Thanks:-)
http://jaimehuffman.0buckhost.com/co5007.html Very interesting site!
January 10th, 2008 at 6:29 am
Cool site. Thanks:-)
http://marvinpederson.8000web.com/extenze5642.html extagen review
January 10th, 2008 at 7:34 am
Cool site. Thanks:-)
http://michelleways.yourfreehosting.net/co4767.html Please visit this directory - it is my links!
January 10th, 2008 at 7:45 am
Cool site. Thanks!
http://jaimehuffman.0buckhost.com/co5007.html Very interesting site!
January 10th, 2008 at 7:48 am
Cool site. Thank you!
http://michelleways.yourfreehosting.net/co4767.html Please visit this directory - it is my links!
January 10th, 2008 at 7:58 am
Good site. Thanks.
http://michelleways.yourfreehosting.net/co4767.html Please visit this directory - it is my links!
January 10th, 2008 at 9:18 am
Nice site. Thanks!!!
http://ashleymaze.325mb.com/co9308.html Very interesting site!
January 10th, 2008 at 9:34 am
Garden Fountain Freak…
I hope i can get true you’re spam filer so i can say that you have a great blog and thank you for the link back, greets….
January 10th, 2008 at 10:39 am
Good site. Thank you!
http://garymoore.webs28.com/co5947.html Please visit this directory - it is my links!
January 10th, 2008 at 12:36 pm
Cool site. Thanks:-)
http://lindahart.2222mb.com/co2220.html Please visit this directory - it is my links!
January 10th, 2008 at 1:41 pm
Natasha Yi…
Man i just love your blog, keep the cool posts comin…..
January 10th, 2008 at 3:26 pm
Nice site. Thanks.
http://patriciasargis.247ihost.com/co7052.html Please visit this directory - it is my links!
January 10th, 2008 at 4:46 pm
Very good site. Thank you!
http://patriciasargis.247ihost.com/co4617.html Please visit this directory - it is my links!
January 10th, 2008 at 5:36 pm
Cool site. Thanks!
http://catherinechavez.freeweb7.com/co9710.html Please visit this directory - it is my links!
January 10th, 2008 at 9:07 pm
Nice site. Thank you!!!
http://paullieberman.12gbfree.com/co3831.html Very interesting site!
January 10th, 2008 at 9:15 pm
Cool site. Thanks!!!
http://lindley.2222mb.com/co2122.html Very interesting site!
January 10th, 2008 at 9:26 pm
Nice site. Thanks!!!
http://lindley.2222mb.com/co2122.html Please visit this directory - it is my links!
January 10th, 2008 at 10:18 pm
Good site. Thanks!!!
http://lindley.2222mb.com/co4532.html Very interesting site!
January 10th, 2008 at 11:10 pm
Cool site. Thank you:-)
http://lindley.2222mb.com/co4532.html Please visit this directory - it is my links!
January 11th, 2008 at 1:15 am
Nice site. Thanks!
http://members.lycos.co.uk/kevinfirth/co9786.html Please visit this directory - it is my links!
January 11th, 2008 at 2:26 am
Good site. Thanks:-)
http://members.lycos.co.uk/kevinfirth/co9786.html Very interesting site!
January 11th, 2008 at 5:08 am
Fountain Lover…
Did you really think that, come on if you do a search on Google you will find that what you are saying is wrong….
January 11th, 2008 at 5:14 am
Nice site. Thank you:-)
http://patrickdinges.k2free.com/co6306.html Please visit this directory - it is my links!
January 11th, 2008 at 8:20 am
Nice site. Thank you:-)
http://louisbayne.fatfreehost.com/co1331.html Please visit this directory - it is my links!
January 11th, 2008 at 8:56 am
nature garden candle supply…
I never knew that things like that really happen, thanks for your post….
January 11th, 2008 at 10:57 am
Very good site. Thank you!!!
http://terribridge.0buckhost.com/co1147.html Please visit this directory - it is my links!
January 11th, 2008 at 10:59 am
Good site. Thanks!
http://josephesposito.12gbfree.com/co4565.html Please visit this directory - it is my links!
January 11th, 2008 at 11:20 am
Nice site. Thanks.
http://terribridge.0buckhost.com/co1147.html Very interesting site!
January 11th, 2008 at 11:38 am
Nice site. Thank you:-)
http://terribridge.0buckhost.com/co1147.html Very interesting site!
January 11th, 2008 at 1:51 pm
Nice site. Thank you:-)
http://sandrafralick.325mb.com/co3385.html Please visit this directory - it is my links!
January 11th, 2008 at 2:48 pm
Good site. Thanks!!!
http://michaelsmith.webs28.com/co95.html Very interesting site!
January 11th, 2008 at 5:11 pm
Very good site. Thank you:-)
http://marjoriemarchand.c0n.us/co464.html Please visit this directory - it is my links!
January 11th, 2008 at 5:17 pm
Good site. Thanks!!!
http://marjoriemarchand.c0n.us/co464.html Very interesting site!
January 11th, 2008 at 5:48 pm
Good site. Thanks:-)
http://crystalsanford.2222mb.com/co6065.html Please visit this directory - it is my links!
January 11th, 2008 at 6:57 pm
Very good site. Thanks:-)
http://crystalsanford.2222mb.com/co155.html Please visit this directory - it is my links!
January 11th, 2008 at 7:36 pm
Alice…
I always enjoy coming to this site because you offer great tips and advice for people like me who can always use a few good pointers. I will be getting my friends to pop around fairly soon….
January 11th, 2008 at 8:14 pm
Good site. Thank you!
http://janicegarza.247ihost.com/co5473.html Very interesting site!
January 11th, 2008 at 8:25 pm
Cool site. Thank you!
http://janicegarza.247ihost.com/co5473.html Very interesting site!
January 11th, 2008 at 9:31 pm
Cool site. Thanks!
http://rosarayas.freeweb7.com/co1303.html Very interesting site!
January 11th, 2008 at 10:40 pm
Nice site. Thank you!!!
http://rosarayas.freeweb7.com/co1303.html Very interesting site!
January 12th, 2008 at 1:32 am
Cool site. Thanks:-)
http://emilyjohnson.k2free.com/co1600.html Please visit this directory - it is my links!
January 12th, 2008 at 5:03 am
Very good site. Thank you:-)
http://andreajanecka.k2free.com/com7097.html Very interesting site!
January 12th, 2008 at 6:06 am
Cool site. Thank you!!!
http://andreajanecka.k2free.com/com7097.html Very interesting site!
January 12th, 2008 at 8:34 am
Cool site. Thanks:-)
http://yvettefranks.007webpro.com/co1515.html Please visit this directory - it is my links!
January 12th, 2008 at 1:26 pm
Good site. Thanks!!!
http://garymoore.webs28.com/lendingtree1831.html lendingtree
January 12th, 2008 at 1:47 pm
Nice site. Thanks!
http://garymoore.webs28.com/lendingtree1831.html lendingtree
January 12th, 2008 at 2:17 pm
Good site. Thanks:-)
http://dawnmitzel.c0n.us/lendingtree1910.html lendingtree
January 12th, 2008 at 2:51 pm
Nice site. Thanks:-)
http://lindahart.2222mb.com/lendingtree9066.html lendingtree
January 12th, 2008 at 3:36 pm
Nice site. Thank you.
http://dawnmitzel.c0n.us/lendingtree1910.html lendingtree
January 12th, 2008 at 5:59 pm
Very good site. Thank you.
http://catherinechavez.freeweb7.com/lendingtree1100.html lendingtree
January 12th, 2008 at 8:26 pm
Nice site. Thank you!
http://members.lycos.co.uk/robertguarino/lendingtree9455.html lendingtree
January 12th, 2008 at 9:51 pm
Very good site. Thanks.
http://lindley.2222mb.com/lendingtree3863.html lendingtree
January 12th, 2008 at 10:24 pm
Nice site. Thank you.
http://lindley.2222mb.com/lendingtree3863.html lendingtree
January 12th, 2008 at 10:28 pm
Nice site. Thanks:-)
http://members.lycos.co.uk/kevinfirth/lendingtree3589.html lendingtree
January 12th, 2008 at 11:47 pm
Cool site. Thanks:-)
http://members.lycos.co.uk/kevinfirth/lendingtree3589.html lendingtree
January 12th, 2008 at 11:49 pm
Nice site. Thank you.
http://members.lycos.co.uk/kevinfirth/lendingtree3589.html lendingtree
January 13th, 2008 at 12:03 am
Good site. Thanks.
http://opheliacampbell.678host.com/lendingtree6884.html lendingtree
January 13th, 2008 at 12:27 am
Cool site. Thanks:-)
http://opheliacampbell.678host.com/lendingtree6884.html lendingtree
January 13th, 2008 at 12:57 am
Good site. Thank you:-)
http://opheliacampbell.678host.com/lendingtree6884.html lendingtree
January 13th, 2008 at 1:47 am
Nice site. Thank you!!!
http://leroydeal.007webpro.com/lendingtree1821.html lendingtree
January 13th, 2008 at 3:03 am
Nice site. Thanks!!!
http://leroydeal.007webpro.com/lendingtree1821.html lendingtree
January 13th, 2008 at 5:34 am
Good site. Thank you.
http://josephesposito.12gbfree.com/lendingtree6447.html lendingtree
January 13th, 2008 at 6:40 am
Good site. Thanks.
http://terribridge.0buckhost.com/lendingtree4285.html lendingtree
January 13th, 2008 at 6:45 am
Cool site. Thank you!
http://terribridge.0buckhost.com/lendingtree4285.html lendingtree
January 13th, 2008 at 7:35 am
Very good site. Thanks!!!
http://terribridge.0buckhost.com/lendingtree4285.html lendingtree
January 13th, 2008 at 7:43 am
Very good site. Thanks!!!
http://josephpenning.yourfreehosting.net/lendingtree9666.html lendingtree
January 13th, 2008 at 8:48 am
Cool site. Thank you!
http://sandrafralick.325mb.com/lendingtree9819.html lendingtree
January 13th, 2008 at 10:44 am
Good site. Thanks:-)
http://marjoriemarchand.c0n.us/lendingtree1400.html lendingtree
January 13th, 2008 at 1:48 pm
Good site. Thanks.
http://janicegarza.247ihost.com/lendingtree4170.html lendingtree
January 13th, 2008 at 1:50 pm
Very good site. Thanks:-)
http://janicegarza.247ihost.com/lendingtree4170.html lendingtree
January 13th, 2008 at 2:20 pm
Very good site. Thank you:-)
http://rosarayas.freeweb7.com/lendingtree1658.html lendingtree
January 13th, 2008 at 2:47 pm
Nice site. Thanks:-)
http://hattiehood.678host.com/lendingtree362.html lendingtree
January 13th, 2008 at 4:03 pm
Good site. Thank you!
http://emilyjohnson.k2free.com/lendingtree6132.html lendingtree
January 13th, 2008 at 4:32 pm
Very good site. Thank you.
http://emilyjohnson.k2free.com/lendingtree6132.html lendingtree
January 13th, 2008 at 8:35 pm
Good site. Thank you!!!
http://andreajanecka.k2free.com/lendingtree574.html lendingtree
January 13th, 2008 at 10:32 pm
Good site. Thank you.
http://jaimehuffman.0buckhost.com/mart6864.html Please visit this directory - it is my links!
January 13th, 2008 at 11:55 pm
Nice site. Thanks:-)
http://jaimehuffman.0buckhost.com/mart6864.html Very interesting site!
January 14th, 2008 at 12:25 am
Good site. Thanks:-)
http://michelleways.yourfreehosting.net/wal7340.html Very interesting site!
January 14th, 2008 at 12:31 am
Very good site. Thank you!!!
http://michelleways.yourfreehosting.net/wal7340.html Please visit this directory - it is my links!
January 14th, 2008 at 1:30 am
Good site. Thank you!!!
http://ashleymaze.325mb.com/wal5567.html Please visit this directory - it is my links!
January 14th, 2008 at 2:55 am
Very good site. Thank you:-)
http://garymoore.webs28.com/mart6269.html Very interesting site!
January 14th, 2008 at 3:23 am
Cool site. Thank you:-)
http://dawnmitzel.c0n.us/mart6528.html Very interesting site!
January 14th, 2008 at 6:11 am
Good site. Thanks.
http://patriciasargis.247ihost.com/wal9757.html Please visit this directory - it is my links!
January 14th, 2008 at 7:47 am
Very good site. Thanks!
http://members.lycos.co.uk/robertguarino/wal2588.html Very interesting site!
January 14th, 2008 at 9:23 am
Good site. Thank you!!!
http://paullieberman.12gbfree.com/group7771.html Very interesting site!
January 14th, 2008 at 9:43 am
Very good site. Thanks.
http://paullieberman.12gbfree.com/group7771.html Please visit this directory - it is my links!
January 14th, 2008 at 10:02 am
Very good site. Thank you!
http://lindley.2222mb.com/group8686.html Please visit this directory - it is my links!
January 14th, 2008 at 10:57 am
Cool site. Thanks:-)
http://lindley.2222mb.com/group8686.html Please visit this directory - it is my links!
January 14th, 2008 at 12:40 pm
Cool site. Thank you.
http://opheliacampbell.678host.com/group7110.html Very interesting site!
January 14th, 2008 at 3:06 pm
Nice site. Thank you!
http://louisbayne.fatfreehost.com/wal9034.html Please visit this directory - it is my links!
January 14th, 2008 at 6:30 pm
Nice site. Thanks!
http://josephpenning.yourfreehosting.net/group2078.html Very interesting site!
January 14th, 2008 at 7:06 pm
Cool site. Thank you!
http://josephpenning.yourfreehosting.net/group2078.html Please visit this directory - it is my links!
January 14th, 2008 at 9:09 pm
Good site. Thank you.
http://sandrafralick.325mb.com/wal3538.html Very interesting site!
January 14th, 2008 at 9:28 pm
Very good site. Thanks.
http://michaelsmith.webs28.com/group4461.html Please visit this directory - it is my links!
January 14th, 2008 at 11:59 pm
Nice site. Thanks!!!
http://crystalsanford.2222mb.com/wal4119.html Please visit this directory - it is my links!
January 15th, 2008 at 12:19 am
Good site. Thanks!!!
http://crystalsanford.2222mb.com/wal4119.html Please visit this directory - it is my links!
January 15th, 2008 at 2:04 am
Good site. Thanks!!!
http://rosarayas.freeweb7.com/mart8284.html Please visit this directory - it is my links!
January 15th, 2008 at 2:05 am
Very good site. Thanks!!!
http://rosarayas.freeweb7.com/mart8284.html Very interesting site!
January 15th, 2008 at 2:17 am
Cool site. Thanks!
http://rosarayas.freeweb7.com/mart8284.html Please visit this directory - it is my links!
January 15th, 2008 at 2:24 am
Nice site. Thank you!
http://rosarayas.freeweb7.com/mart8284.html Very interesting site!
January 15th, 2008 at 5:28 am
Very good site. Thanks.
http://emilyjohnson.k2free.com/mart2517.html Very interesting site!
January 15th, 2008 at 6:29 am
Cool site. Thanks.
http://tyrellhust.007webpro.com/wal8849.html Very interesting site!
January 15th, 2008 at 7:51 am
Cool site. Thank you:-)
http://andreajanecka.k2free.com/group3957.html Please visit this directory - it is my links!
January 15th, 2008 at 8:56 am
Nice site. Thank you:-)
http://yvettefranks.007webpro.com/group5502.html Please visit this directory - it is my links!
January 15th, 2008 at 9:50 am
Good site. Thank you!
http://marvinpederson.8000web.com/mart3735.html Please visit this directory - it is my links!
January 15th, 2008 at 1:52 pm
Good site. Thank you!!!
http://lindley.2222mb.com/co7385.html poker wear
January 15th, 2008 at 2:02 pm
Good site. Thank you!
http://lindley.2222mb.com/co7385.html poker wear
January 15th, 2008 at 2:06 pm
Cool site. Thank you:-)
http://lindley.2222mb.com/co7385.html casinovendors
January 15th, 2008 at 6:03 pm
Cool site. Thank you!
http://rebeccaandrews.yourfreehosting.net/co2624.html poker wear
January 15th, 2008 at 6:11 pm
Very good site. Thanks.
http://rebeccaandrews.yourfreehosting.net/co2624.html unitedpartnerprogram
January 15th, 2008 at 6:12 pm
Nice site. Thank you!
http://rebeccaandrews.yourfreehosting.net/co2624.html casinovendors
January 15th, 2008 at 8:26 pm
Black Pussy Huge Black Cocks Black Sexy Models…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
January 15th, 2008 at 8:27 pm
Nice site. Thank you!!!
http://juliosmith.325mb.com/co5569.html mysportsbook
January 15th, 2008 at 9:26 pm
Nice site. Thank you!!!
http://emelinaryder.c0n.us/co2360.html casinovendors
January 15th, 2008 at 10:53 pm
Nice site. Thanks:-)
http://sylviagrove.247ihost.com/co8657.html starluck
January 15th, 2008 at 11:50 pm
Cool site. Thank you:-)
http://sylviagrove.247ihost.com/sportingindex7686.html oregonlotterym
January 16th, 2008 at 12:46 am
Nice site. Thanks:-)
http://members.lycos.co.uk/beulahgarcia/co9167.html poker wear
January 16th, 2008 at 1:57 am
Nice site. Thanks:-)
http://members.lycos.co.uk/beulahgarcia/co9167.html oregonlottery
January 16th, 2008 at 2:18 am
Nice site. Thanks!!!
http://members.lycos.co.uk/jerryokamoto/co8711.html starluck
January 16th, 2008 at 2:24 am
Cool site. Thank you.
http://members.lycos.co.uk/jerryokamoto/co8711.html unitedpartnerprogram
January 16th, 2008 at 2:38 am
Nice site. Thank you.
http://ericgraves.12gbfree.com/co4996.html trackpicks
January 16th, 2008 at 2:49 am
Good site. Thanks:-)
http://ericgraves.12gbfree.com/co4996.html starluck
January 16th, 2008 at 4:06 am
Hot Garden Fountain Freak…
Although i totally disagree with you, i still appreciate you\’re post. (but you\’re wrong here
)…
January 16th, 2008 at 5:12 am
Cool site. Thanks:-)
http://rubyevans.678host.com/co3441.html casinovendors
January 16th, 2008 at 5:29 am
Good site. Thanks:-)
http://rubyevans.678host.com/co3441.html trackpicks
January 16th, 2008 at 7:16 am
Good site. Thanks!
http://waynemaltby.fatfreehost.com/co9239.html casinovendors
January 16th, 2008 at 9:16 am
Nice site. Thank you!!!
http://nanniewatson.fatfreehost.com/co3254.html unitedpartnerprogram
January 16th, 2008 at 9:53 am
Very good site. Thank you!!!
http://donnabeeson.8000web.com/co606.html starluck
January 16th, 2008 at 11:55 am
Very good site. Thank you:-)
http://members.lycos.co.uk/alicialucht/co7390.html casinovendors
January 16th, 2008 at 12:42 pm
Good site. Thanks!
http://amydrews.12gbfree.com/co8161.html mysportsbook
January 16th, 2008 at 1:43 pm
hi…
exellent…
January 16th, 2008 at 2:55 pm
Nice site. Thank you!!!
http://sarahrivera.0buckhost.com/co4808.html casinovendors
January 16th, 2008 at 3:55 pm
proactol…
@@@ Proactol - The Best Way To Slash Your Body Fat, 100% Natural …
January 16th, 2008 at 7:44 pm
Nice site. Thanks:-)
http://robertrichardson.247ihost.com/co4213.html online betting guide co
January 16th, 2008 at 8:41 pm
Cool site. Thanks!
http://sandrapeek.678host.com/co673.html casinovendors
January 16th, 2008 at 10:40 pm
Cool site. Thanks:-)
http://wallacerogers.k2free.com/com9022.html starluck
January 16th, 2008 at 11:34 pm
Nice site. Thank you.
http://wallacerogers.k2free.com/com9022.html poker wear
January 16th, 2008 at 11:54 pm
Very good site. Thanks!
http://wallacerogers.k2free.com/com9022.html poker wear
January 17th, 2008 at 12:19 am
Good site. Thanks!!!
http://stevedillow.007webpro.com/co3905.html oregonlottery
January 17th, 2008 at 4:25 am
Cool site. Thanks!!!
http://cherylclark.fatfreehost.com/co6253.html mysportsbook
January 17th, 2008 at 6:14 am
Cool site. Thanks!!!
http://marygreen.webs28.com/co2449.html poker wear
January 17th, 2008 at 6:45 am
Cool site. Thank you!!!
http://marygreen.webs28.com/co2449.html unitedpartnerprogram
January 17th, 2008 at 7:26 am
Very good site. Thanks.
http://elizabethferguson.007webpro.com/co6651.html trackpicks
January 17th, 2008 at 12:24 pm
Young Girls Young Girl Models Young Puffy Nipple…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
January 17th, 2008 at 9:42 pm
Nice site. Thank you!!!
http://josephpenning.yourfreehosting.net/lendingtree9666.html lendingtree
January 17th, 2008 at 10:01 pm
Good site. Thanks:-)
http://josephpenning.yourfreehosting.net/lendingtree9666.html lendingtree
January 17th, 2008 at 10:53 pm
Nice site. Thanks:-)
http://josephpenning.yourfreehosting.net/lendingtree9666.html lendingtree
January 18th, 2008 at 2:49 am
Nice site. Thank you:-)
http://members.lycos.co.uk/jerryokamoto/co8711.html mysportsbook
January 18th, 2008 at 9:16 pm
uwzdch npwmy hctglrmf qnwy nlhyqdkao djuxbnc nvlgzfiw
January 18th, 2008 at 9:21 pm
vdrg rlvdzqemw hlxyoewcv fldbugpm muejnztl iuwrmoe rixfmjvd http://www.biydkahv.eaobq.com
January 19th, 2008 at 5:12 pm
McLovin…
I will dream of your poetic words tonight….
January 20th, 2008 at 4:28 am
mqjvc mxdpjzha wkpd dvgroy qkxadows mfqv yczfl
January 20th, 2008 at 4:31 am
rupesbw dysh chyu jrzhgx adrwstpn ewqptcslj gnpmua http://www.aikqfh.zwafij.com
January 20th, 2008 at 8:13 pm
Ted Williams…
I found this on google….
January 22nd, 2008 at 12:36 am
Teen Girls Black Teens Kiss Lesbian Teen…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
January 22nd, 2008 at 3:28 am
Sex Free Sex Pictures Office Sex…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
January 23rd, 2008 at 1:21 am
Jacky…
…
January 24th, 2008 at 5:23 am
Pay Day Loans…
Quick payday loan advance company for loan applicants who wants simple payday loan funds….
January 24th, 2008 at 7:16 am
Type Housing Allowance Known…
Your blog was very helpful to my…
January 25th, 2008 at 6:20 pm
altogether dog training australia…
Reading this once already puts me onto the right track….
January 25th, 2008 at 10:50 pm
zwmqtpn mwqe nukmho xvazlm cvdnm qcuetg obisk
January 25th, 2008 at 10:51 pm
vkwznmdju vtsefkxa mkihvbcz xcydqjt cxeom rfdwu dnxaqclue http://www.ybfax.lgoirp.com
January 26th, 2008 at 9:09 pm
Good site. Thank you:-)
http://newnewenwen.com newnewenwen newnewenwen
January 26th, 2008 at 10:21 pm
Very good site. Thank you:-)
http://msn.com newnewenwen.com
January 26th, 2008 at 10:25 pm
Cool site. Thanks!!!
http://msn.com newnewenwen.com
January 26th, 2008 at 11:59 pm
Good site. Thanks.
http://google.com newnewenwen.com
January 27th, 2008 at 12:56 am
Good site. Thanks:-)
http://newnewenwen.com newnewenwen newnewenwen
January 27th, 2008 at 3:47 am
Very good site. Thank you.
http://google.com newnewenwen.com
January 28th, 2008 at 5:40 am
Payday Loans No Faxing…
…
January 28th, 2008 at 5:52 am
Sex Gay Sex Anime Sex…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
January 29th, 2008 at 1:02 pm
Good site. Thank you:-)
http://google.com maksibuy.com/alcohol.txt
January 29th, 2008 at 1:19 pm
Cool site. Thanks!!!
http://google.com maksibuy.com/alcohol.txt
January 29th, 2008 at 1:24 pm
Nice site. Thanks:-)
http://google.com maksibuy.com/alcohol.txt
January 29th, 2008 at 2:21 pm
Nice site. Thanks!!!
http://google.com coumadin maksibuy.com/coumadin.txt
January 29th, 2008 at 3:02 pm
Cool site. Thanks!!!
http://google.com coumadin maksibuy.com/coumadin.txt
January 29th, 2008 at 3:41 pm
Very good site. Thanks!!!
http://coumadin.com maksibuy.com/coumadin.txt
January 29th, 2008 at 4:06 pm
Very good site. Thank you!
http://www.drugs.com maksibuy.com/alcohol.txt
January 29th, 2008 at 6:17 pm
Good site. Thanks.
http://www.medicinenet.com maksibuy.com/alcohol.txt
January 29th, 2008 at 6:58 pm
Nice site. Thanks!!!
http://www.medicinenet.com coumadin maksibuy.com/coumadin.txt
January 29th, 2008 at 10:23 pm
Nice site. Thanks!!!
http://maksibuy.com/alcohol.txt abstain from alcohol
January 29th, 2008 at 11:10 pm
Nice site. Thank you!!!
http://maksibuy.com/alcohol.txt abstain from alcohol
January 29th, 2008 at 11:41 pm
Nice site. Thank you!
http://maksibuy.com/coumadin.txt adverse events traction mobilization manipulation coumadin
January 30th, 2008 at 12:08 am
Good site. Thank you:-)
http://maksibuy.com/coumadin.txt adverse effects coumadin
January 30th, 2008 at 4:13 am
Very good site. Thanks!!!
http://disneychannelcom.xx.pl disney channel.com game
January 30th, 2008 at 7:00 am
Very good site. Thank you:-)
http://disneychannelcom.xx.pl channel.com disney high musical school
January 30th, 2008 at 8:26 am
Jack…
Ok, I’m not in complete agreement with this, but I see your point. Thanks for sharing….
January 30th, 2008 at 8:55 am
Nice site. Thank you!!!
http://disneychannelcom.xx.pl channel.com disney high musical school
January 30th, 2008 at 2:19 pm
Cool site. Thanks:-)
http://nickcom.blo.pl nbb nick.com
January 30th, 2008 at 2:42 pm
Nice site. Thanks!!!
http://nickcom.blo.pl nbb nick.com
January 30th, 2008 at 2:43 pm
Nice site. Thanks:-)
http://nickcom.blo.pl nick.com nicktropolis
January 30th, 2008 at 2:49 pm
Nice site. Thank you:-)
http://nickcom.blo.pl nbb nick.com
January 30th, 2008 at 3:23 pm
Cool site. Thanks:-)
http://nickcom.blo.pl catscratch nick.com
January 30th, 2008 at 3:38 pm
Nice site. Thank you!!!
http://nickcom.blo.pl avatar nick.com nicktropolis
January 30th, 2008 at 3:56 pm
Nice site. Thank you.
http://nickcom.blo.pl nick.com nicktropolis
January 30th, 2008 at 4:37 pm
Eric…
This is real good info. Thanks for sharing….
January 30th, 2008 at 4:54 pm
Good site. Thank you.
http://nickcom.blo.pl nick.com turbo
January 30th, 2008 at 5:34 pm
Nice site. Thank you:-)
http://nickcom.blo.pl http://www.nick.com
January 30th, 2008 at 5:36 pm
Good site. Thanks.
http://nickcom.blo.pl nick.com nicktropolis
January 30th, 2008 at 9:03 pm
Cool site. Thank you.
http://nickcomgamesandactivities.blogspot.com nick.com turbo
January 30th, 2008 at 9:56 pm
Nice site. Thank you.
http://gamesdir.blogspot.com disney channel.com game
January 30th, 2008 at 11:42 pm
Cool site. Thank you.
http://nickcomgamesandactivities.blogspot.com kid nick.com
January 30th, 2008 at 11:50 pm
Good site. Thank you!
http://gamesdir.blogspot.com playhouse disney.com
January 30th, 2008 at 11:56 pm
Good site. Thank you!!!
http://gamesdir.blogspot.com radio disney.com
January 31st, 2008 at 12:04 am
Very good site. Thank you!!!
http://gamesdir.blogspot.com channel.com disney in jump
January 31st, 2008 at 12:55 am
Nice site. Thanks!!!
http://nickcomgamesandactivities.blogspot.com nick.com nicktropolis
January 31st, 2008 at 1:07 am
Very good site. Thank you!!!
http://nickcomgamesandactivities.blogspot.com nick.com turbo
January 31st, 2008 at 5:43 am
Nice site. Thanks!
http://fastdir.forum5.com http://www.nick.com
January 31st, 2008 at 7:48 am
Very good site. Thanks!!!
http://disneychannel.forum5.com on disney channel
January 31st, 2008 at 8:50 am
Nice site. Thanks.
http://fastdir.forum5.com nick.com game
January 31st, 2008 at 10:19 am
Very good site. Thanks:-)
http://disneychannel.forum5.com channel disney com
January 31st, 2008 at 12:37 pm
Very good site. Thanks:-)
http://disneychannel.forum5.com toon disney.com
January 31st, 2008 at 2:35 pm
Good site. Thanks!!!
http://miniclipscom.forumactif.ws search miniclips.com
January 31st, 2008 at 3:57 pm
Good site. Thanks!!!
http://miniclipscom.forumactif.ws en game miniclips.com
January 31st, 2008 at 5:03 pm
Cool site. Thank you:-)
http://noggincom.iowoi.com game noggin.com
January 31st, 2008 at 5:40 pm
Good site. Thanks:-)
http://extenze.max2forum.com extenze girl infomercial
January 31st, 2008 at 6:05 pm
Good site. Thanks!
http://extenze.max2forum.com extenze review
January 31st, 2008 at 6:21 pm
Useful site. Thanks!
http://extenze.max2forum.com extenze review
January 31st, 2008 at 6:48 pm
Cool site. Thank you.
http://extagen.forumperso.com extagen ingredient
January 31st, 2008 at 7:10 pm
Useful site. Thank you:-)
http://extagen.forumperso.com extagen review
January 31st, 2008 at 8:05 pm
Good site. Thank you!!
http://dexatrim.moncontact.com dexatrim max
January 31st, 2008 at 9:25 pm
Nice site. Thanks!!
http://nickcom.blo.pl http://www.nick.com
January 31st, 2008 at 9:27 pm
Good site. Thanks!!!
http://nickcom.blo.pl nick.com nickelodeon
January 31st, 2008 at 10:46 pm
Useful site. Thank you!
http://disneychannel.forum5.com disney channel game
January 31st, 2008 at 11:39 pm
Very good site. Thanks!!!
http://miniclipscom.forumactif.ws club miniclips.com penguin
January 31st, 2008 at 11:46 pm
Good site. Thanks.
http://miniclipscom.forumactif.ws miniclips.com game
January 31st, 2008 at 11:53 pm
Good site. Thanks.
http://miniclipscom.forumactif.ws miniclips.com
February 1st, 2008 at 12:35 am
Useful site. Thanks!
http://extenze.max2forum.com extenze pill
February 1st, 2008 at 12:55 am
Useful site. Thank you!
http://extenze.max2forum.com extenze free sample
February 1st, 2008 at 1:08 am
Good site. Thank you!!!
http://extenze.max2forum.com extenze aol.com
February 1st, 2008 at 2:02 am
Cool site. Thank you:-)
http://dexatrim.moncontact.com dexatrim max
February 1st, 2008 at 2:51 am
Good site. Thanks:-)
http://nickcom.blo.pl kid nick.com nickelodeon
February 1st, 2008 at 4:32 am
Useful site. Thanks.
http://disneychannel.forum5.com channel.com disney in jump
February 1st, 2008 at 5:00 am
Useful site. Thank you.
http://miniclipscom.forumactif.ws en game miniclips.com
February 1st, 2008 at 5:52 am
Very good site. Thank you!
http://extenze.max2forum.com extenze pill
February 1st, 2008 at 6:00 am
Very good site. Thanks!!!
http://extenze.max2forum.com extenze pill
February 1st, 2008 at 6:44 am
Useful site. Thanks!!
http://extagen.forumperso.com extagen testimonials
February 1st, 2008 at 6:47 am
Nice site. Thank you.
http://dexatrim.moncontact.com 2 dexatrim max
February 1st, 2008 at 11:42 am
Good site. Thanks.
http://extenzereview.forum5.com extenze pill
February 1st, 2008 at 12:08 pm
Useful site. Thank you!
http://extenzereview.forum5.com extenze aol.com
February 1st, 2008 at 12:10 pm
Nice site. Thanks!!!
http://extenzereview.forum5.com extenze pill
February 1st, 2008 at 12:16 pm
Useful site. Thanks:-)
http://extenzereview.forum5.com extenze review
February 1st, 2008 at 12:30 pm
Cool site. Thank you.
http://extagen.forum5.com extagen result
February 1st, 2008 at 1:09 pm
Jessie…
Man, your mind fascinates me. Thanks again for sharing….
February 1st, 2008 at 2:37 pm
Good site. Thanks.
http://procerin.forum5.com procerin and provillus info
February 1st, 2008 at 3:15 pm
Very good site. Thank you:-)
http://ceftin.forum5.com ceftin antibiotic
February 1st, 2008 at 3:28 pm
Cool site. Thanks.
http://ceftin.forum5.com ceftin antibiotic
February 1st, 2008 at 4:20 pm
Cool site. Thanks.
http://fastdir.forum5.com nick.com nicktropolis
February 1st, 2008 at 4:54 pm
Very good site. Thanks!!
http://disneychannel.forum5.com http://www.disney.com
February 1st, 2008 at 5:41 pm
Nice site. Thanks:-)
http://extenzereview.forum5.com extenze male enhancement
February 1st, 2008 at 5:47 pm
Nice site. Thank you!
http://extenzereview.forum5.com extenze review
February 1st, 2008 at 6:12 pm
Cool site. Thanks!
http://extagen.forum5.com extagen
February 1st, 2008 at 9:24 pm
Useful site. Thanks!
http://webkinzcom.forum5.com webkinz welcome world
February 1st, 2008 at 9:37 pm
Good site. Thank you.
http://webkinzcom.forum5.com cheat code webkinz
February 1st, 2008 at 9:53 pm
Good site. Thank you!!
http://webkinzcom.forum5.com support webkinz.com
February 1st, 2008 at 10:14 pm
Very good site. Thanks!!
http://extenzereview.forum5.com side effects of extenze
February 1st, 2008 at 11:21 pm
Nice site. Thank you!!!
http://soloflex.forum5.com soloflex vibration
February 1st, 2008 at 11:51 pm
Useful site. Thank you!!
http://soloflex.forum5.com soloflex home gym
February 2nd, 2008 at 12:26 am
Very good site. Thank you.
http://xenadrine.forum5.com xenadrine 40+
February 2nd, 2008 at 12:53 am
Very good site. Thank you.
http://procerin.forum5.com procerin and provillus info
February 2nd, 2008 at 12:57 am
Useful site. Thanks:-)
http://procerin.forum5.com procerin scam
February 2nd, 2008 at 1:40 am
Cool site. Thanks!!!
http://ceftin.forum5.com ceftin antibiotic
February 2nd, 2008 at 3:42 am
Very good site. Thanks!!
http://disneychannelcom.keuf.net channel.com disney high musical school
February 2nd, 2008 at 6:12 am
Useful site. Thank you!
http://disneychannelcom.keuf.net channel.com disney in jump
February 2nd, 2008 at 7:11 am
Nice site. Thank you!!
http://bactrim.max2forum.com bactrim ds
February 2nd, 2008 at 7:58 am
Nice site. Thanks:-)
http://littmanstethoscope.moncontact.com 3m littmann stethoscope
February 2nd, 2008 at 7:58 am
Nice site. Thanks:-)
http://littmanstethoscope.moncontact.com 3m littmann stethoscope
February 2nd, 2008 at 8:08 am
Very good site. Thanks!!
http://littmanstethoscope.moncontact.com littmann cardiology iii stethoscope
February 2nd, 2008 at 8:27 am
Useful site. Thanks!
http://zofran.meilleurforum.com zofran morning sickness
February 2nd, 2008 at 10:29 am
Cool site. Thank you!
http://littmanstethoscope.moncontact.com littmann cardiology iii stethoscope
February 2nd, 2008 at 10:56 am
Nice site. Thanks:-)
http://zofran.meilleurforum.com zofran morning sickness
February 2nd, 2008 at 11:35 am
Cool site. Thanks!!!
http://avelox1.moninter.net avelox from reaction
February 2nd, 2008 at 12:09 pm
Very good site. Thank you:-)
http://bactrim.max2forum.com allergic bactrim reaction
February 2nd, 2008 at 1:08 pm
Cool site. Thank you:-)
http://littmanstethoscope.moncontact.com littmann cardiology iii stethoscope
February 2nd, 2008 at 1:26 pm
Nice site. Thanks!!!
http://zofran.meilleurforum.com zofran
February 2nd, 2008 at 1:54 pm
Very good site. Thanks:-)
http://zofran.meilleurforum.com zofran side effects
February 2nd, 2008 at 1:55 pm
Cool site. Thanks!!!
http://avelox1.moninter.net avelox from reaction
February 2nd, 2008 at 1:59 pm
Useful site. Thank you!!!
http://zofran.meilleurforum.com zofran morning sickness
February 2nd, 2008 at 2:14 pm
Good site. Thank you:-)
http://avelox1.moninter.net avelox antibiotic
February 2nd, 2008 at 3:18 pm
Useful site. Thanks.
http://bactrim.max2forum.com bactrim order
February 2nd, 2008 at 3:24 pm
Useful site. Thanks!!
http://bactrim.max2forum.com bactrim side effects
February 2nd, 2008 at 4:18 pm
Nice site. Thanks!!!
http://littmanstethoscope.moncontact.com discount littmann stethoscope
February 2nd, 2008 at 4:21 pm
Cool site. Thanks!
http://zofran.meilleurforum.com zofran side effects
February 2nd, 2008 at 4:24 pm
Free Porn Free Full Length Porn Movies Free Full Length Porn Movies…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
February 2nd, 2008 at 4:38 pm
Good site. Thanks!!
http://zofran.meilleurforum.com zofran pregnancy
February 2nd, 2008 at 4:43 pm
Good site. Thank you!
http://zofran.meilleurforum.com zofran morning sickness
February 2nd, 2008 at 5:16 pm
Useful site. Thanks:-)
http://avelox1.moninter.net avelox 400mg
February 2nd, 2008 at 5:22 pm
Useful site. Thank you!
http://avelox1.moninter.net avelox from reaction
February 2nd, 2008 at 5:48 pm
Nice site. Thanks!!
http://avelox1.moninter.net avelox 400mg
February 2nd, 2008 at 7:14 pm
Useful site. Thank you.
http://noggincom.iowoi.com dvd noggin.com
February 2nd, 2008 at 8:22 pm
Good site. Thank you.
http://miniclipscom.forumactif.ws club miniclips.com penguin
February 2nd, 2008 at 8:28 pm
Nice site. Thanks!
http://extenze.max2forum.com extenze aol.com
February 2nd, 2008 at 9:34 pm
Good site. Thanks!
http://dexatrim.moncontact.com 20 dexatrim max
February 2nd, 2008 at 10:36 pm
Good site. Thanks.
http://disneychannelcom.keuf.net disney channel.com
February 2nd, 2008 at 10:47 pm
Nice site. Thank you.
http://disneychannelcom.keuf.net channel.com disney jumpin
February 2nd, 2008 at 10:58 pm
Good site. Thank you.
http://disneychannelcom.keuf.net channel.com disney high musical school
February 2nd, 2008 at 11:15 pm
Nice site. Thank you:-)
http://disneychannelcom.keuf.net channel disney com
February 3rd, 2008 at 12:03 am
Nice site. Thanks!
http://bactrim.max2forum.com bactrim ds
February 3rd, 2008 at 12:10 am
Cool site. Thanks!!!
http://littmanstethoscope.moncontact.com discount littmann stethoscope
February 3rd, 2008 at 1:03 am
Nice site. Thank you!!!
http://littmanstethoscope.moncontact.com littmann cardiology iii stethoscope
February 3rd, 2008 at 1:16 am
Very good site. Thanks.
http://zofran.meilleurforum.com zofran morning sickness
February 3rd, 2008 at 1:25 am
Cool site. Thank you.
http://zofran.meilleurforum.com zofran pregnancy
February 3rd, 2008 at 2:28 am
Useful site. Thanks!!!
http://nickcom.blo.pl kid nick.com nickelodeon
February 3rd, 2008 at 2:38 am
Nice site. Thanks!!
http://avelox1.moninter.net avelox from reaction
February 3rd, 2008 at 2:49 am
Jessie…
This is real good info. Thanks for sharing….
February 3rd, 2008 at 3:14 am
Cool site. Thank you!!
http://nickcom.blo.pl metv nick.com
February 3rd, 2008 at 4:23 am
Useful site. Thanks!!!
http://fastdir.forum5.com nick.com nick.com
February 3rd, 2008 at 4:47 am
Useful site. Thanks:-)
http://fastdir.forum5.com kid nick.com nickelodeon
February 3rd, 2008 at 5:25 am
Cool site. Thanks!!
http://fastdir.forum5.com metv nick.com
February 3rd, 2008 at 5:37 am
Good site. Thank you:-)
http://fastdir.forum5.com nbb nick.com
February 3rd, 2008 at 6:13 am
Very good site. Thank you!!
http://disneychannel.forum5.com disney.com in jump
February 3rd, 2008 at 6:45 am
Useful site. Thank you!!!
http://disneychannel.forum5.com channel.com disney in jump
February 3rd, 2008 at 6:55 am
Useful site. Thanks:-)
http://fastdir.forum5.com catscratch nick.com
February 3rd, 2008 at 8:15 am
Good site. Thanks:-)
http://miniclipscom.forumactif.ws club miniclips.com penguin
February 3rd, 2008 at 10:37 am
Very good site. Thank you:-)
http://extenze.max2forum.com extenze free sample
February 3rd, 2008 at 11:16 am
Cool site. Thank you.
http://extenze.max2forum.com extenze male enhancement
February 3rd, 2008 at 11:39 am
Cool site. Thanks!!!
http://extenze.max2forum.com extenze
February 3rd, 2008 at 2:03 pm
Very good site. Thanks.
http://dexatrim.moncontact.com dexatrim max
February 3rd, 2008 at 2:38 pm
Very good site. Thanks!!
http://dexatrim.moncontact.com dexatrim h20
February 3rd, 2008 at 2:49 pm
Cool site. Thank you!
http://disneychannelcom.keuf.net channel.com disney in jump
February 3rd, 2008 at 3:37 pm
AdSense Money Maker…
Do you know how to make money from AdSense automatically? You don’t!? I’ll teach you how!…
February 3rd, 2008 at 5:19 pm
Nice site. Thanks!
http://littmanstethoscope.moncontact.com 3m littmann stethoscope
February 3rd, 2008 at 6:09 pm
Nice site. Thanks:-)
http://littmanstethoscope.moncontact.com 3m littmann stethoscope
February 3rd, 2008 at 7:19 pm
Useful site. Thank you:-)
http://zofran.meilleurforum.com zofran dosing
February 3rd, 2008 at 7:38 pm
Useful site. Thanks!
http://zofran.meilleurforum.com zofran pregnancy
February 3rd, 2008 at 10:55 pm
Very good site. Thank you!!
http://extenzereview.forum5.com brigette extenze
February 3rd, 2008 at 11:30 pm
Cool site. Thanks!!
http://extenzereview.forum5.com does extenze work
February 3rd, 2008 at 11:34 pm
Very good site. Thanks!!
http://extenzereview.forum5.com extenze review
February 4th, 2008 at 12:59 am
Nice site. Thanks!!
http://extagen.forum5.com extagen review
February 4th, 2008 at 1:29 am
Nice site. Thank you.
http://extagen.forum5.com extagen testimonials
February 4th, 2008 at 2:19 am
Good site. Thank you!
http://soloflex.forum5.com soloflex workout
February 4th, 2008 at 2:44 am
Cool site. Thank you:-)
http://soloflex.forum5.com soloflex home gym
February 4th, 2008 at 5:02 am
Good site. Thanks!!
http://xenadrine.forum5.com xenadrine
February 4th, 2008 at 5:36 am
Useful site. Thank you:-)
http://xenadrine.forum5.com buy xenadrine rfa 1
February 4th, 2008 at 6:06 am
Good site. Thank you!!!
http://xenadrine.forum5.com xenadrine 40+
February 4th, 2008 at 6:44 am
Nice site. Thanks.
http://xenadrine.forum5.com xenadrine
February 4th, 2008 at 6:51 am
Cool site. Thank you!!!
http://xenadrine.forum5.com xenadrine rfa 1
February 4th, 2008 at 8:04 am
Cool site. Thanks:-)
http://ceftin.forum5.com ceftin antibiotic
February 4th, 2008 at 8:17 am
Eric…
Man, your mind fascinates me. Thanks again for sharing….
February 4th, 2008 at 9:24 am
Cool site. Thanks!
http://ceftin.forum5.com Ceftin
February 4th, 2008 at 10:13 am
Nice site. Thanks!!!
http://ceftin.forum5.com ceftin side effects
February 4th, 2008 at 10:18 am
Useful site. Thank you.
http://ceftin.forum5.com ceftin side effects
February 4th, 2008 at 10:50 am
Nice site. Thank you.
http://webkinzcom.forum5.com love puppy webkinz
February 4th, 2008 at 11:56 am
Very good site. Thanks!
http://webkinzcom.forum5.com support webkinz.com
February 4th, 2008 at 1:50 pm
Nice site. Thanks!!!
http://disneychannelcom.keuf.net on disney channel
February 4th, 2008 at 1:54 pm
Cool site. Thank you:-)
http://disneychannelcom.keuf.net http://www.disney.com
February 4th, 2008 at 4:14 pm
Useful site. Thank you!
http://bactrim.max2forum.com bactrim ds
February 4th, 2008 at 4:31 pm
Cool site. Thank you.
http://littmanstethoscope.moncontact.com discount littmann stethoscope
February 4th, 2008 at 5:16 pm
cheapest whole bean coffee…
Sebastian Rametta is the name, coffee is the game….
February 4th, 2008 at 5:20 pm
Nice site. Thanks!
http://littmanstethoscope.moncontact.com littmann cardiology iii stethoscope
February 4th, 2008 at 6:14 pm
Useful site. Thanks.
http://zofran.meilleurforum.com zofran pregnancy
February 5th, 2008 at 9:05 am
Nice site. Thank you!!!
http://maksibuy.com/benicar.txt 40mg benicar
February 5th, 2008 at 9:45 pm
Good site. Thanks!!
http://maksibuy.com/benicar.txt benicar oral dosing
February 5th, 2008 at 10:13 pm
Cool site. Thanks.
http://maksibuy.com/benicar.txt benicar papaya
February 6th, 2008 at 2:17 am
Very good site. Thanks!
http://fastdir.forum5.com nick.com nicktropolis
February 6th, 2008 at 3:21 am
Cool site. Thanks!!
http://disneychannel.forum5.com playhouse disney.com
February 6th, 2008 at 3:48 am
Cool site. Thanks.
http://disneychannel.forum5.com channel.com disney jumpin
February 6th, 2008 at 10:17 am
Cool site. Thank you!!!
http://maksibuy.com/acnetreatment.txt body acne treatment
February 6th, 2008 at 11:27 am
Good site. Thanks:-)
http://maksibuy.com/acnetreatment.txt laser acne treatment
February 6th, 2008 at 1:02 pm
Good site. Thank you:-)
http://maksibuy.com/bowflex.txt bowflex series 7 treadmill
February 6th, 2008 at 1:41 pm
Cool site. Thanks:-)
http://maksibuy.com/bowflex.txt 2 bowflex ultimate
February 6th, 2008 at 3:22 pm
Useful site. Thanks!
http://maksibuy.com/bowflex.txt bowflex revolution
February 6th, 2008 at 5:05 pm
Very good site. Thank you!
http://maksibuy.com/extenze.txt extenze male enhancement
February 6th, 2008 at 5:38 pm
Useful site. Thank you!!!
http://maksibuy.com/extenze.txt brigette extenze
February 6th, 2008 at 7:09 pm
Very good site. Thanks:-)
http://maksibuy.com/extenze.txt side effects of extenze
February 6th, 2008 at 7:52 pm
Very good site. Thanks:-)
http://maksibuy.com/dexatrim.txt 2 dexatrim max
February 6th, 2008 at 8:07 pm
Useful site. Thank you.
http://maksibuy.com/dexatrim.txt dexatrim max 2o
February 6th, 2008 at 8:47 pm
Nice site. Thank you!
http://maksibuy.com/dexatrim.txt dexatrim max 2o
February 6th, 2008 at 10:01 pm
Useful site. Thanks!
http://maksibuy.com/dexatrim.txt dexatrim natural
February 6th, 2008 at 10:43 pm
Good site. Thanks:-)
http://maksibuy.com/ephedrinehclvasopro.txt Ephedrine hcl Vasopro
February 6th, 2008 at 11:05 pm
Very good site. Thanks:-)
http://maksibuy.com/ephedrinehclvasopro.txt Vasopro
February 6th, 2008 at 11:36 pm
Useful site. Thank you.
http://maksibuy.com/ephedrinehclvasopro.txt Vasopro
February 7th, 2008 at 12:07 am
Good site. Thank you:-)
http://maksibuy.com/ephedrinehclvasopro.txt Ephedrine
February 7th, 2008 at 12:35 am
Useful site. Thank you!!!
http://maksibuy.com/extagen.txt extagen capsule
February 7th, 2008 at 2:20 am
Useful site. Thank you!!
http://maksibuy.com/extagen.txt extagen ingredient
February 7th, 2008 at 2:35 am
Nice site. Thank you.
http://maksibuy.com/extagen.txt extagen result
February 7th, 2008 at 2:53 am
Cool site. Thanks!!!
http://maksibuy.com/extagen.txt extagen
February 7th, 2008 at 4:17 am
Good site. Thank you.
http://maksibuy.com/follicare.txt review follicare
February 7th, 2008 at 4:39 am
Very good site. Thanks.
http://maksibuy.com/follicare.txt follicare
February 7th, 2008 at 4:52 am
Nice site. Thanks:-)
http://maksibuy.com/follicare.txt follicare
February 7th, 2008 at 5:45 am
Useful site. Thanks!!!
http://maksibuy.com/follicare.txt review follicare
February 7th, 2008 at 7:35 am
Very good site. Thank you!!
http://maksibuy.com/hydroxyzine.txt buy hydroxyzine 10 mg tablets
February 7th, 2008 at 9:15 am
Nice site. Thanks!!!
http://maksibuy.com/lotrel.txt find information on lotrel
February 7th, 2008 at 9:32 am
Nice site. Thanks!!!
http://maksibuy.com/lotrel.txt find information on lotrel
February 7th, 2008 at 10:16 am
Very good site. Thanks:-)
http://maksibuy.com/lotrel.txt find information on lotrel
February 7th, 2008 at 10:36 am
Nice site. Thank you!
http://maksibuy.com/lotrel.txt lotrel 5/20
February 7th, 2008 at 11:05 am
Useful site. Thank you!!!
http://maksibuy.com/lotrel.txt lotrel manufacture
February 7th, 2008 at 11:14 am
Useful site. Thank you!
http://maksibuy.com/lotrel.txt lotrel and norvasc
February 7th, 2008 at 11:31 am
Cool site. Thank you!!!
http://maksibuy.com/lotrel.txt side effects of lotrel
February 7th, 2008 at 11:44 am
Good site. Thank you!!!
http://maksibuy.com/lasik.txt cost of lasik eye surgery
February 7th, 2008 at 12:35 pm
Cool site. Thank you!!!
http://maksibuy.com/lasik.txt lasik eye institute
February 7th, 2008 at 12:36 pm
Good site. Thanks!!!
http://maksibuy.com/lasik.txt lasik surgeon
February 7th, 2008 at 12:37 pm
Cool site. Thanks!
http://maksibuy.com/lasik.txt lasik laser eye surgery los angeles
February 7th, 2008 at 12:57 pm
Cool site. Thank you!
http://maksibuy.com/lasik.txt lasik eye surgery
February 7th, 2008 at 1:10 pm
Cool site. Thank you!
http://maksibuy.com/lasik.txt lasik laser eye surgery
February 7th, 2008 at 2:34 pm
Very good site. Thank you!!!
http://maksibuy.com/provillus.txt provillus
February 7th, 2008 at 2:53 pm
Good site. Thank you:-)
http://maksibuy.com/provillus.txt procerin and provillus info
February 7th, 2008 at 3:24 pm
Useful site. Thank you!!
http://maksibuy.com/provillus.txt provillus review
February 7th, 2008 at 3:35 pm
Nice site. Thanks:-)
http://maksibuy.com/provillus.txt provillus review
February 7th, 2008 at 4:10 pm
Nice site. Thank you!
http://maksibuy.com/provillus.txt provillus
February 7th, 2008 at 4:37 pm
Cool site. Thank you:-)
http://maksibuy.com/procerin.txt procerin review
February 7th, 2008 at 5:11 pm
Nice site. Thank you!!
http://maksibuy.com/procerin.txt procerin review
February 7th, 2008 at 5:38 pm
Useful site. Thanks!!
http://maksibuy.com/procerin.txt procerin
February 7th, 2008 at 5:55 pm
Very good site. Thank you!!!
http://maksibuy.com/procerin.txt procerin propecia
February 7th, 2008 at 7:12 pm
Good site. Thanks!!
http://maksibuy.com/procerin.txt procerin propecia
February 8th, 2008 at 12:35 am
Very good site. Thank you:-)
http://disneychannelcom.max2forum.com on disney channel
February 8th, 2008 at 1:23 am
Useful site. Thank you!
http://disneychannelcom.max2forum.com on disney channel
February 8th, 2008 at 1:46 am
Cool site. Thanks!!!
http://disneychannelcom.max2forum.com disney channel.com
February 8th, 2008 at 2:08 am
Good site. Thanks!!!
http://disneychannelcom.max2forum.com channel disney com
February 8th, 2008 at 5:04 am
Good site. Thanks!!!
http://disneychannelcom.max2forum.com Original Movies - Disney Channel.com
February 8th, 2008 at 5:19 am
Very good site. Thank you:-)
http://disneychannelcom.max2forum.com disney channel game
February 8th, 2008 at 6:31 am
Cool site. Thanks!!!
http://nick.homebusinesspros.com Original Movies - Disney Channel.com
February 8th, 2008 at 7:10 am
Nice site. Thanks!!
http://nick.homebusinesspros.com on disney channel
February 8th, 2008 at 7:38 am
Cool site. Thanks!!!
http://nick.homebusinesspros.com Official Disney Channel.com site for Lilo & Stitch
February 8th, 2008 at 7:49 am
Cool site. Thanks!!!
http://nick.homebusinesspros.com Www Disney Channel Com Games
February 8th, 2008 at 8:20 am
Useful site. Thank you!
http://nick.homebusinesspros.com Www Disney Channel Com Games
February 8th, 2008 at 8:34 am
Cool site. Thanks!!
http://nick.homebusinesspros.com High School Musical - Original Movies - Disney Channel.com
February 8th, 2008 at 10:18 am
Useful site. Thanks!!!
http://nick.homebusinesspros.com on disney channel
February 8th, 2008 at 11:40 am
Very good site. Thank you!!
http://bactrim.max2forum.com allergic bactrim reaction
February 8th, 2008 at 12:48 pm
Insurance Small Business Health Insurance Nationwide Insurance…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
February 8th, 2008 at 1:09 pm
Nice site. Thanks!!!
http://zofran.meilleurforum.com zofran odt
February 8th, 2008 at 1:48 pm
Nice site. Thanks!
http://avelox1.moninter.net avelox 400mg
February 8th, 2008 at 2:31 pm
Useful site. Thanks!!
http://extenzereview.forum5.com evita extenze
February 8th, 2008 at 2:59 pm
Good site. Thank you.
http://extagen.forum5.com extagen side effects
February 8th, 2008 at 3:50 pm
Cool site. Thank you:-)
http://extagen.forum5.com does extagen work
February 8th, 2008 at 4:20 pm
Very good site. Thank you!!
http://soloflex.forum5.com soloflex vibration
February 8th, 2008 at 4:31 pm
Useful site. Thanks!!
http://soloflex.forum5.com soloflex home gym
February 8th, 2008 at 6:53 pm
Useful site. Thank you.
http://ceftin.forum5.com Ceftin
February 8th, 2008 at 7:35 pm
Nice site. Thanks!
http://webkinzcom.forum5.com webkinz.com
February 8th, 2008 at 7:45 pm
Useful site. Thanks!
http://fastdir.forum5.com metv nick.com
February 8th, 2008 at 8:31 pm
Nice site. Thanks:-)
http://fastdir.forum5.com nick.com nickelodeon
February 8th, 2008 at 8:54 pm
Very good site. Thanks!
http://disneychannel.forum5.com http://www.disney.com
February 8th, 2008 at 10:07 pm
Cool site. Thanks.
http://miniclipscom.forumactif.ws miniclips.com game
February 8th, 2008 at 10:26 pm
Nice site. Thanks!!
http://noggincom.iowoi.com dvd noggin.com
February 8th, 2008 at 11:08 pm
Nice site. Thank you!
http://extenze.max2forum.com extenze male enhancement
February 8th, 2008 at 11:10 pm
Very good site. Thanks:-)
http://extenze.max2forum.com extenze review
February 8th, 2008 at 11:37 pm
Nice site. Thanks!!!
http://extenze.max2forum.com extenze review
February 9th, 2008 at 12:09 am
Useful site. Thanks!
http://extagen.forumperso.com extagen review
February 9th, 2008 at 12:41 am
Useful site. Thank you!!
http://dexatrim.moncontact.com 20 dexatrim max
February 9th, 2008 at 1:28 am
Nice site. Thank you!!
http://dexatrim.moncontact.com dexatrim max 2o
February 9th, 2008 at 2:57 am
Very good site. Thanks!
http://maksibuy.com/coumadin.txt adverse effects coumadin
February 9th, 2008 at 3:38 am
Good site. Thanks!!
http://maksibuy.com/coumadin.txt actual side effect of coumadin
February 9th, 2008 at 3:54 am
Very good site. Thanks!
http://maksibuy.com/benicar.txt alcohol and benicar
February 9th, 2008 at 5:51 am
Very good site. Thanks!!
http://maksibuy.com/acnetreatment.txt acne scar treatment
February 9th, 2008 at 6:34 am
Cool site. Thanks!!!
http://maksibuy.com/bowflex.txt bowflex equipment exercise gym home
February 9th, 2008 at 7:57 am
Useful site. Thank you!!!
http://maksibuy.com/extenze.txt extenze review
February 9th, 2008 at 8:30 am
Useful site. Thank you.
http://maksibuy.com/dexatrim.txt dexatrim natural
February 9th, 2008 at 10:06 am
Very good site. Thank you:-)
http://maksibuy.com/ephedrinehclvasopro.txt Ephedrine
February 9th, 2008 at 12:51 pm
Nice site. Thanks!!
ttp://maksibuy.com/hydroxyzine.txt hydroxyzine pam side effects
February 9th, 2008 at 1:34 pm
Good site. Thank you!
http://maksibuy.com/lasik.txt lasik laser eye surgery
February 9th, 2008 at 1:46 pm
Useful site. Thank you!
http://maksibuy.com/lasik.txt lasik laser eye surgery
February 9th, 2008 at 2:07 pm
Accounting Financial Financial Success…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
February 9th, 2008 at 2:23 pm
Very good site. Thanks.
http://maksibuy.com/provillus.txt provillus review
February 9th, 2008 at 2:26 pm
Nice site. Thank you.
http://maksibuy.com/provillus.txt procerin and provillus info
February 9th, 2008 at 3:20 pm
Useful site. Thank you.
http://maksibuy.com/procerin.txt procerin
February 9th, 2008 at 4:23 pm
Nice site. Thanks!
http://disneychannelcom.max2forum.com on disney channel
February 9th, 2008 at 4:37 pm
Jessie…
The TrackBack specification was created by Six Apart, who first implemented it in their Movable Type blogging software in August…
February 9th, 2008 at 4:57 pm
Good site. Thank you:-)
http://nick.homebusinesspros.com Official Disney Channel.com site for Lilo & Stitch
February 9th, 2008 at 5:55 pm
Nice site. Thank you.
http://nick.homebusinesspros.com on disney channel
February 9th, 2008 at 5:57 pm
Cool site. Thank you!
http://nick.homebusinesspros.com channel disney com
February 9th, 2008 at 6:27 pm
Nice site. Thank you!
http://nick.homebusinesspros.com Original Movies - Disney Channel.com
February 9th, 2008 at 7:54 pm
Useful site. Thanks!
http://avapro.homebusinesspros.com avapro weight loss
February 9th, 2008 at 8:54 pm
Useful site. Thanks!!
http://cozaar.homebusinesspros.com cozaar photo
February 9th, 2008 at 9:16 pm
Cool site. Thanks:-)
http://cozaar.homebusinesspros.com cozaar medical side effects
February 9th, 2008 at 10:52 pm
Useful site. Thanks!!!
http://medifast.homebusinesspros.com diet liquid medifast
February 9th, 2008 at 11:39 pm
Jessie…
Thanks for the info. By the way, I am a big fan of your site. Keep up the great work….
February 10th, 2008 at 12:21 am
Cool site. Thanks.
http://nick.homebusinesspros.com Www Disney Channel Com Games
February 10th, 2008 at 12:22 am
Good site. Thank you!!
http://zofran.homebusinesspros.com zofran odt
February 10th, 2008 at 12:41 am
Good site. Thank you!!
http://nick.homebusinesspros.com channel disney com
February 10th, 2008 at 1:04 am
Cool site. Thanks:-)
http://mlmlead.homebusinesspros.com mlm lead list
February 10th, 2008 at 2:34 am
Cool site. Thank you!!!
http://mlmlead.homebusinesspros.com mlm local lead
February 10th, 2008 at 2:39 am
Good site. Thanks.
http://avapro.homebusinesspros.com avapro hypertension
February 10th, 2008 at 3:54 am
Very good site. Thank you!!!
http://avapro.homebusinesspros.com avapro tablet irbesartan
February 10th, 2008 at 4:34 am
Nice site. Thanks:-)
http://bactrim.homebusinesspros.com bactrim f
February 10th, 2008 at 6:34 am
Nice site. Thank you:-)
http://medifast.homebusinesspros.com medifast shake
February 10th, 2008 at 6:53 am
Nice site. Thanks.
http://zofran.homebusinesspros.com zofran dosing
February 10th, 2008 at 7:22 am
Very good site. Thanks!!!
http://medifast.homebusinesspros.com medifast diet plan
February 10th, 2008 at 8:05 am
Nice site. Thank you!
http://nick.homebusinesspros.com disney channel.com
February 10th, 2008 at 8:07 am
Jack…
Have really enjoyed your site with the marvellous posts and information. Very thought provoking….
February 10th, 2008 at 9:41 am
Useful site. Thank you!!!
http://mlmlead.homebusinesspros.com affiliate lead marketing mlm network
February 10th, 2008 at 10:42 am
Good site. Thank you!!!
http://avapro.homebusinesspros.com avapro tablet irbesartan
February 10th, 2008 at 11:42 am
Good site. Thank you!!!
http://cozaar.homebusinesspros.com cozaar dosage
February 10th, 2008 at 12:29 pm
Nice site. Thanks.
http://bactrim.homebusinesspros.com allergic bactrim reaction
February 10th, 2008 at 12:37 pm
Very good site. Thanks!
http://bactrim.homebusinesspros.com bactrim side effects
February 10th, 2008 at 1:19 pm
Very good site. Thanks!
http://medifast.homebusinesspros.com medifast coupon
February 10th, 2008 at 1:23 pm
Cool site. Thank you.
http://medifast.homebusinesspros.com medifast diet
February 10th, 2008 at 1:24 pm
Good site. Thanks:-)
http://medifast.homebusinesspros.com medifast coupon
February 10th, 2008 at 2:26 pm
Cool site. Thanks!!!
http://zofran.homebusinesspros.com zofran odt
February 10th, 2008 at 2:56 pm
Nice site. Thank you:-)
http://nick.homebusinesspros.com High School Musical - Original Movies - Disney Channel.com
February 10th, 2008 at 3:50 pm
Very good site. Thanks.
http://nick.homebusinesspros.com disney channel.com
February 10th, 2008 at 4:28 pm
Nice site. Thank you.
http://mlmlead.homebusinesspros.com affiliate lead marketing mlm network
February 10th, 2008 at 4:42 pm
Useful site. Thank you.
http://mlmlead.homebusinesspros.com free mlm lead
February 10th, 2008 at 5:31 pm
Good site. Thanks:-)
http://avapro.homebusinesspros.com avapro 150mg
February 10th, 2008 at 5:53 pm
Useful site. Thanks:-)
http://avapro.homebusinesspros.com avapro 150mg
February 10th, 2008 at 8:36 pm
Cool site. Thanks:-)
http://bactrim.homebusinesspros.com bactrim order
February 10th, 2008 at 9:40 pm
Good site. Thank you:-)
http://medifast.homebusinesspros.com medifast diet program
February 10th, 2008 at 10:16 pm
Very good site. Thanks!!!
http://zofran.homebusinesspros.com generic zofran
February 10th, 2008 at 11:12 pm
Cool site. Thanks!
http://nick.homebusinesspros.com channel disney com
February 11th, 2008 at 12:45 am
Useful site. Thank you!!!
http://mlmlead.homebusinesspros.com quality mlm lead
February 11th, 2008 at 1:15 am
Very good site. Thank you!
http://avapro.homebusinesspros.com avapro 150mg
February 11th, 2008 at 1:21 am
Nice site. Thanks!!!
http://avapro.homebusinesspros.com avapro
February 11th, 2008 at 1:31 am
Nice site. Thanks!
http://avapro.homebusinesspros.com avapro hypertension
February 11th, 2008 at 1:59 am
Useful site. Thank you:-)
http://cozaar.homebusinesspros.com cozaar hazaar
February 11th, 2008 at 3:53 am
Nice site. Thank you!!!
http://bactrim.homebusinesspros.com bactrim side effects
February 11th, 2008 at 4:45 am
Good site. Thank you!
http://medifast.homebusinesspros.com medifast diet plan
February 11th, 2008 at 5:52 am
Nice site. Thanks:-)
http://zofran.homebusinesspros.com zofran side effects
February 11th, 2008 at 5:38 pm
Nice site. Thank you!
http://tnij.org/extenze Extenze, Alzare, Enzyte
February 11th, 2008 at 6:45 pm
Very good site. Thanks.
http://tnij.org/extenze Extenze As Seen On TV - Extenze Pills
February 11th, 2008 at 6:46 pm
Nice site. Thanks:-)
http://tnij.org/extenze Extenze, Alzare, Enzyte
February 11th, 2008 at 7:54 pm
Very good site. Thank you.
http://tnij.org/extenze Looking for extenze
February 11th, 2008 at 8:31 pm
Very good site. Thank you!!
http://tnij.org/extenze Extenze - An Honest Review Comparing Viagra, Maxoderm and Extenze
February 11th, 2008 at 9:25 pm
Useful site. Thank you!!
http://tnij.org/extenze Informative report on Extenze Penis Enhancement. 30 Brands Compared
February 11th, 2008 at 9:31 pm
Cool site. Thanks!!
http://tnij.org/extenze Informative report on Extenze Penis Enhancement. 30 Brands Compared
February 12th, 2008 at 12:58 am
Nice site. Thank you:-)
http://tnij.org/extenze ExtenZe Male Enhancement is the proprietary blend of herbs and medical grade substances that can truly make a difference in your life
February 12th, 2008 at 1:07 am
Cool site. Thank you:-)
http://tnij.org/extenze Extenze review - Extenze side effects
February 12th, 2008 at 1:22 am
Cool site. Thanks:-)
http://tnij.org/extenze Looking for extenze
February 12th, 2008 at 1:47 am
Useful site. Thanks!!
http://tnij.org/extenze extenze
February 12th, 2008 at 1:48 am
Very good site. Thank you!!
http://tnij.org/extenze extenze review
February 12th, 2008 at 2:33 am
Erica…
Your site looks great! I have seen many other so-called sites and they have been far from good quality.Your site has all the key ingredients to pulling in visitors….
February 13th, 2008 at 9:16 am
Useful site. Thanks!!!
http://extenze.homebusinesspros.com Extenze is America’s Number One male enhancement supplement!
February 13th, 2008 at 9:38 am
Very good site. Thanks.
http://extenze.homebusinesspros.com extenze aol.com
February 13th, 2008 at 10:17 am
Cool site. Thanks!!
http://extenze.homebusinesspros.com side effects of extenze
February 13th, 2008 at 12:06 pm
Cool site. Thanks!
http://ceftin.homebusinesspros.com Ceftin (Cefuroxime Axetil) drug description
February 13th, 2008 at 12:50 pm
Useful site. Thank you!!!
http://ceftin.homebusinesspros.com Ceftin
February 13th, 2008 at 2:16 pm
Nice site. Thank you!!!
http://ceftin.homebusinesspros.com Ceftin
February 13th, 2008 at 2:23 pm
Nice site. Thanks!!!
http://ceftin.homebusinesspros.com ceftin side effects
February 13th, 2008 at 2:39 pm
Useful site. Thank you!!!
http://ceftin.homebusinesspros.com Ceftin (Cefuroxime Axetil) drug description
February 13th, 2008 at 2:40 pm
Cool site. Thank you!!!
http://ceftin.homebusinesspros.com Ceftin (Cefuroxime Axetil) drug description
February 13th, 2008 at 3:37 pm
Very good site. Thank you!!!
http://ceftin.homebusinesspros.com ceftin antibiotic
February 13th, 2008 at 3:55 pm
Very good site. Thanks:-)
http://ceftin.homebusinesspros.com ceftin antibiotic
February 13th, 2008 at 4:02 pm
Eric…
Geat post. I added you to my blog roll!…
February 13th, 2008 at 8:10 pm
Cool site. Thank you!!
http://victoriaschattauer.homebusinesspros.com victorias chattauer photo
February 13th, 2008 at 10:22 pm
Nice site. Thanks!!!
http://victoriascatalog.homebusinesspros.com fashion secret victorias
February 13th, 2008 at 11:39 pm
Very good site. Thank you!!!
http://victoriasmodel.homebusinesspros.com sectret victorias
February 14th, 2008 at 3:01 am
Nice site. Thanks:-)
http://victoriascatalog.homebusinesspros.com picture secret victorias
February 14th, 2008 at 3:40 am
Good site. Thanks!
http://victoriasfashion.homebusinesspros.com by pink secret victorias
February 14th, 2008 at 4:09 am
Cool site. Thank you!
http://victoriasfashion.homebusinesspros.com lotion secret victorias
February 14th, 2008 at 4:58 am
Useful site. Thanks!
http://victoriasmodel.homebusinesspros.com code promotional secret victorias
February 14th, 2008 at 6:56 am
Useful site. Thanks!!
http://victoriasfashion.homebusinesspros.com clothes secret victorias
February 14th, 2008 at 10:13 am
Nice site. Thank you!!!
http://victoriasshow.unlimitedforum.com lotion secret victorias
February 14th, 2008 at 10:45 am
Very good site. Thank you:-)
http://victoriasmodelshow.googoolz.com code free secret shipping victorias
February 14th, 2008 at 12:42 pm
Good site. Thanks:-)
http://victoriasshow.unlimitedforum.com/cosmetics-veteran-to-lead-victoria-s-secret-division-f1/what-is-sexy-victoria-s-secret-makes-picksyour-first-subject-t1.htm#1 code free secret shipping victorias
February 14th, 2008 at 1:59 pm
Good site. Thanks!
http://victoriasshow.unlimitedforum.com intimissimi secret victorias
February 14th, 2008 at 2:30 pm
Useful site. Thanks!
http://victoriasmodelshow.googoolz.com sectret victorias
February 14th, 2008 at 3:30 pm
Cool site. Thank you.
http://victoriasshow.unlimitedforum.com secret supermodel victorias
February 14th, 2008 at 4:27 pm
Very good site. Thank you!
http://victoriasshow.unlimitedforum.com/cosmetics-veteran-to-lead-victoria-s-secret-division-f1/what-is-sexy-victoria-s-secret-makes-picksyour-first-subject-t1.htm#1 intimissimi secret victorias
February 14th, 2008 at 4:30 pm
Good site. Thanks!
http://victoriasshow.unlimitedforum.com/cosmetics-veteran-to-lead-victoria-s-secret-division-f1/what-is-sexy-victoria-s-secret-makes-picksyour-first-subject-t1.htm#1 lotion secret victorias
February 14th, 2008 at 5:27 pm
Good site. Thanks.
http://victoriasshow.unlimitedforum.com pants pink secret victorias
February 14th, 2008 at 6:16 pm
Cool site. Thank you!
http://victoriasmodelshow.googoolz.com clothes secret victorias
February 14th, 2008 at 6:45 pm
Very good site. Thank you!
http://extenze.homebusinesspros.com/note/2419 Looking for extenze
February 14th, 2008 at 7:46 pm
Cool site. Thanks!!
http://extenze.homebusinesspros.com/note/2419 Looking for extenze
February 14th, 2008 at 7:54 pm
Very good site. Thank you!!!
http://extenze.homebusinesspros.com/note/2419 Extenze review - Extenze side effects
February 14th, 2008 at 8:21 pm
Very good site. Thank you:-)
http://extenze.homebusinesspros.com/note/2419 Extenze - An Honest Review Comparing Viagra, Maxoderm and Extenze
February 14th, 2008 at 8:35 pm
Good site. Thanks!!
http://extenze.homebusinesspros.com/note/2419 Informative report on Extenze Penis Enhancement. 30 Brands Compared
February 14th, 2008 at 8:58 pm
Very good site. Thanks!!
http://extenze.homebusinesspros.com/note/2419 Looking for extenze
February 14th, 2008 at 9:47 pm
Nice site. Thank you!!
http://extenze.homebusinesspros.com/note/2419 Informative report on Extenze Penis Enhancement. 30 Brands Compared
February 14th, 2008 at 9:54 pm
Eric…
There are varying schools of thought on your subject. I happen to agree with you - most of the time. Keep it up….
February 14th, 2008 at 10:28 pm
Gay Sex Hardcore Gay Sex Gay Anal…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
February 15th, 2008 at 4:41 am
Nigella Lawson Cookware…
Man i just love your blog, keep the cool posts comin…..
February 15th, 2008 at 5:39 am
Cool site. Thanks!!
http://victoriascatalog.homebusinesspros.com fashion music secret show victorias
February 15th, 2008 at 6:32 am
Useful site. Thanks.
http://victoriasfashion.homebusinesspros.com history secret victorias
February 15th, 2008 at 7:40 am
Very good site. Thank you.
http://victoriasshow.unlimitedforum.com by pink secret victorias
February 15th, 2008 at 8:42 am
Cool site. Thank you!
http://victoriasshow.unlimitedforum.com/cosmetics-veteran-to-lead-victoria-s-secret-division-f1/what-is-sexy-victoria-s-secret-makes-picksyour-first-subject-t1.htm#1 sectret victorias
February 15th, 2008 at 10:52 am
Cool site. Thanks.
http://victoriasmodelshow.googoolz.com history secret victorias
February 15th, 2008 at 11:59 pm
Good site. Thank you!!!
http://victoriassecret.homebusinesspros.com code free secret shipping victorias
February 16th, 2008 at 12:42 am
Very good site. Thanks!!
http://victoriassecret.homebusinesspros.com code promotional secret victorias
February 16th, 2008 at 12:49 am
Nice site. Thank you.
http://victoriassecret.homebusinesspros.com sectret victorias
February 16th, 2008 at 1:48 am
Nice site. Thanks:-)
http://victoriassecret.homebusinesspros.com code free secret shipping victorias
February 16th, 2008 at 3:44 am
hunting dog training supplies…
Great points you raise here. I dont agree with everything you have written but overall nice writing style….
February 16th, 2008 at 3:44 am
Nice site. Thank you:-)
http://victoriassecret.homebusinesspros.com location secret victorias
February 16th, 2008 at 4:30 am
Useful site. Thank you.
http://acnetreatment.homebusinesspros.com acne solution
February 16th, 2008 at 4:53 am
Useful site. Thank you!
http://acnetreatment.homebusinesspros.com laser acne treatment
February 16th, 2008 at 4:54 am
Very good site. Thank you.
http://acnetreatment.homebusinesspros.com acne medicine
February 16th, 2008 at 5:19 am
Very good site. Thanks!!!
http://acnetreatment.homebusinesspros.com acne treatment
February 16th, 2008 at 5:42 am
Good site. Thank you!!!
http://acnetreatment.homebusinesspros.com acne medication
February 16th, 2008 at 7:07 am
Cool site. Thanks!!!
http://acnetreatment.homebusinesspros.com acne cure
February 16th, 2008 at 7:17 am
Very good site. Thanks.
http://acnetreatment.homebusinesspros.com how to get rid of acne
February 16th, 2008 at 8:25 am
Very good site. Thank you!!
http://acnetreatment.homebusinesspros.com acne scar treatment
February 16th, 2008 at 9:29 am
Nice site. Thanks.
http://acnetreatment.homebusinesspros.com adult acne
February 16th, 2008 at 10:48 am
Useful site. Thank you!!!
http://disneychannelcom.positifforum.com on disney channel
February 16th, 2008 at 11:23 am
Very good site. Thank you!
http://disneychannelcom.positifforum.com/1-Disney-channelcom-kick-it-h3.html channel.com disney high musical school
February 16th, 2008 at 12:21 pm
Very good site. Thanks!
http://disneychannelcom.positifforum.com channel disney com
February 16th, 2008 at 12:24 pm
Nice site. Thank you!!!
http://disneychannelcom.positifforum.com channel disney com
February 16th, 2008 at 1:30 pm
Cool site. Thanks.
http://disneychannelcom.positifforum.com/1-Disney-channelcom-kick-it-h3.html channel.com disney in jump
February 16th, 2008 at 2:20 pm
Useful site. Thank you!!
http://disneychannelcom.positifforum.com/1-Disney-channelcom-kick-it-h3.html channel.com disney jumpin
February 16th, 2008 at 4:16 pm
Good site. Thank you!!
http://disneychannelcom.positifforum.com/1-Disney-channelcom-kick-it-h3.html channel.com disney high musical school
February 16th, 2008 at 8:50 pm
Very good site. Thank you:-)
http://disneychannelcom.positifforum.com/1-Disney-channelcom-kick-it-h3.html disney channel.com game
February 16th, 2008 at 9:59 pm
Cool site. Thanks!!
http://disneychannelcom.positifforum.com/1-Disney-channelcom-kick-it-h3.html channel.com disney in jump
February 16th, 2008 at 11:02 pm
Useful site. Thank you!!!
http://miniclipcom.unlimitedforum.com club en game miniclip.com penguin
February 16th, 2008 at 11:37 pm
Nice site. Thank you!
http://miniclipcom.unlimitedforum.com clubpenguin miniclip.com
February 17th, 2008 at 1:51 am
Cool site. Thank you!!!
http://miniclipcom.unlimitedforum.com free game miniclip.com online play
February 17th, 2008 at 2:17 am
Useful site. Thanks!
http://miniclipcom.unlimitedforum.com/This-flash-game-Solitaire-Miniclipcom-is-definitely-funny-and-I-enjoy-it-for-weeks-h1.htm miniclip.com runescape
February 17th, 2008 at 4:03 am
Nice site. Thank you!
http://miniclipcom.unlimitedforum.com/This-flash-game-Solitaire-Miniclipcom-is-definitely-funny-and-I-enjoy-it-for-weeks-h1.htm miniclip.com runescape
February 17th, 2008 at 4:04 am
Useful site. Thank you!
http://miniclipcom.unlimitedforum.com/This-flash-game-Solitaire-Miniclipcom-is-definitely-funny-and-I-enjoy-it-for-weeks-h1.htm http://www.miniclips.com
February 17th, 2008 at 4:33 am
Useful site. Thank you:-)
http://miniclipcom.unlimitedforum.com/This-flash-game-Solitaire-Miniclipcom-is-definitely-funny-and-I-enjoy-it-for-weeks-h1.htm free game miniclip.com online play
February 17th, 2008 at 4:45 am
Cool site. Thanks!
http://miniclipcom.unlimitedforum.com/This-flash-game-Solitaire-Miniclipcom-is-definitely-funny-and-I-enjoy-it-for-weeks-h1.htm club en game miniclip.com penguin
February 17th, 2008 at 5:21 am
Cool site. Thanks!!
http://miniclipcom.unlimitedforum.com/This-flash-game-Solitaire-Miniclipcom-is-definitely-funny-and-I-enjoy-it-for-weeks-h1.htm club miniclip.com penguin
February 17th, 2008 at 8:02 am
Very good site. Thanks.
http://acnetreatment.homebusinesspros.com how to get rid of acne
February 17th, 2008 at 9:30 am
Useful site. Thanks.
http://miniclipcom.unlimitedforum.com/This-flash-game-Solitaire-Miniclipcom-is-definitely-funny-and-I-enjoy-it-for-weeks-h1.htm club miniclip.com penguin
February 17th, 2008 at 10:13 am
Good site. Thanks!
http://victoriassecret.homebusinesspros.com picture secret victorias
February 17th, 2008 at 11:33 am
Useful site. Thanks!!!
http://disneychannelcom.positifforum.com/1-Disney-channelcom-kick-it-h3.html channel disney com
February 17th, 2008 at 12:47 pm
Nice site. Thanks!
http://acnetreatment.homebusinesspros.com acne treatment
February 17th, 2008 at 1:16 pm
Good site. Thanks!
http://acnetreatment.homebusinesspros.com proactive acne treatment
February 17th, 2008 at 1:48 pm
Useful site. Thank you!!
http://miniclipcom.unlimitedforum.com/This-flash-game-Solitaire-Miniclipcom-is-definitely-funny-and-I-enjoy-it-for-weeks-h1.htm miniclip.com runescape.com
February 17th, 2008 at 2:46 pm
Very good site. Thank you!
http://victoriassecret.homebusinesspros.com fragrance secret victorias
February 17th, 2008 at 3:35 pm
Very good site. Thank you.
http://victoriassecret.homebusinesspros.com fragrance secret victorias
February 17th, 2008 at 4:13 pm
Very good site. Thanks.
http://disneychannelcom.positifforum.com/1-Disney-channelcom-kick-it-h3.html channel.com disney high musical school
February 17th, 2008 at 5:02 pm
Useful site. Thank you.
http://acnetreatment.homebusinesspros.com proactive acne treatment
February 17th, 2008 at 5:21 pm
Useful site. Thanks.
http://miniclipcom.unlimitedforum.com/This-flash-game-Solitaire-Miniclipcom-is-definitely-funny-and-I-enjoy-it-for-weeks-h1.htm search miniclip.com
February 17th, 2008 at 6:00 pm
Cool site. Thanks:-)
http://miniclipcom.unlimitedforum.com/This-flash-game-Solitaire-Miniclipcom-is-definitely-funny-and-I-enjoy-it-for-weeks-h1.htm miniclip.com play runescape.com
February 17th, 2008 at 6:04 pm
Animal Sex Free Animal Sex Stories Sex With Dogs…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
February 17th, 2008 at 7:37 pm
Good site. Thank you!
http://victoriassecret.homebusinesspros.com pants pink secret victorias
February 17th, 2008 at 8:01 pm
Cool site. Thanks!
http://disneychannelcom.positifforum.com/1-Disney-channelcom-kick-it-h3.html on disney channel
February 17th, 2008 at 8:07 pm
Very good site. Thank you:-)
http://disneychannelcom.positifforum.com/1-Disney-channelcom-kick-it-h3.html disney channel.com game
February 18th, 2008 at 1:00 am
Teen Girls Teen Chat Teen Panties…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
February 18th, 2008 at 1:19 am
Jack…
To all the uninitiated out there - read this and take heed. This is good stuff. Thanks….
February 18th, 2008 at 2:48 am
Prom Dresses Hat Hollister Clothing…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
February 18th, 2008 at 4:27 pm
Gay Incest Old Gay Men Gay Male Galleries…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
February 19th, 2008 at 4:39 am
spanish swords…
This is because 420HC costs less than the higher carbon steels. Hollow ground blades have concave, beveled edges that are ground…
February 19th, 2008 at 6:08 am
Health Insurance California Health Insurance Michigan Health Insurance…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
February 19th, 2008 at 6:11 am
acne no more reviews…
@@@ Mike Walden Acne No More Reviews…
February 19th, 2008 at 7:30 am
famous russian females…
…
February 19th, 2008 at 8:54 pm
french pastries…
It is equipped with the world’s only nuclear powered Aircraft Carrier, with the exception of the American navy. Such residential castles…
February 20th, 2008 at 7:24 am
Kds Bbs Pics Childporn Underage Nudist…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
February 20th, 2008 at 8:06 am
Carpet lover…
…
February 20th, 2008 at 9:20 am
sexual enhancement products for men…
Nice Post… do you know what is the first? i`ve the new album at my blog http://sumpit.info...
February 20th, 2008 at 9:56 pm
Jack…
Article which You write is very good…
February 21st, 2008 at 12:33 am
Nice site. Thanks!
http://www.lib.ncsu.edu/faq/search.php?q=EXTENZE+SIDE+EFFECTS+EXTENZE+PILL+EXTENZE+REVIEW+BRIGETTE+EXTENZE+%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fzero.htm%3E extenze
February 21st, 2008 at 12:53 am
Preteen Preteen Pussy Model Pre Teen Underwear…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
February 21st, 2008 at 1:08 am
Very good site. Thank you!
http://www.lib.ncsu.edu/faq/search.php?q=EXTENZE+SIDE+EFFECTS+EXTENZE+PILL+EXTENZE+REVIEW+BRIGETTE+EXTENZE+%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fzero.htm%3E brigette extenze
February 21st, 2008 at 1:27 am
Cool site. Thanks!!!
http://www.lib.ncsu.edu/faq/search.php?q=EXTENZE+SIDE+EFFECTS+EXTENZE+PILL+EXTENZE+REVIEW+BRIGETTE+EXTENZE+%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fzero.htm%3E extenze aol.com
February 21st, 2008 at 1:52 am
Good site. Thanks.
http://www.lib.ncsu.edu/faq/search.php?q=EXTENZE+SIDE+EFFECTS+EXTENZE+PILL+EXTENZE+REVIEW+BRIGETTE+EXTENZE+%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fzero.htm%3E brigette extenze
February 21st, 2008 at 2:38 am
Very good site. Thank you:-)
http://www.lib.ncsu.edu/faq/search.php?q=EXTENZE+SIDE+EFFECTS+EXTENZE+PILL+EXTENZE+REVIEW+BRIGETTE+EXTENZE+%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fzero.htm%3E brigette extenze
February 21st, 2008 at 3:13 am
Very good site. Thanks:-)
http://www.lib.ncsu.edu/faq/search.php?q=EXTENZE+SIDE+EFFECTS+EXTENZE+PILL+EXTENZE+REVIEW+BRIGETTE+EXTENZE+%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fzero.htm%3E extenze pill
February 21st, 2008 at 3:45 am
Useful site. Thanks:-)
http://www.lib.ncsu.edu/faq/search.php?q=EXTENZE+SIDE+EFFECTS+EXTENZE+PILL+EXTENZE+REVIEW+BRIGETTE+EXTENZE+%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fzero.htm%3E side effects of extenze
February 21st, 2008 at 3:56 am
Nice site. Thank you.
http://www.lib.ncsu.edu/faq/search.php?q=EXTENZE+SIDE+EFFECTS+EXTENZE+PILL+EXTENZE+REVIEW+BRIGETTE+EXTENZE+%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fzero.htm%3E side effects of extenze
February 21st, 2008 at 4:37 am
Useful site. Thank you:-)
http://www.lib.ncsu.edu/faq/search.php?q=EXTENZE+SIDE+EFFECTS+EXTENZE+PILL+EXTENZE+REVIEW+BRIGETTE+EXTENZE+%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fzero.htm%3E extenze girl infomercial
February 21st, 2008 at 8:27 am
Gay Sex Gay Sex Videos Black Gay Men…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
February 21st, 2008 at 3:27 pm
Insurance Automobile Insurance Home Owners Insurance…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
February 22nd, 2008 at 4:38 am
Eric…
I think you are absolutely on track here!…
February 22nd, 2008 at 7:13 am
Kathi…
As a result, TrackBack spam filters similar to those implemented against comment spam now exist in many weblog publishing systems….
February 22nd, 2008 at 12:43 pm
Asian Asian Whores Asian Shemale…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
February 22nd, 2008 at 2:25 pm
Patrick…
I was impressed by your site and offerings. I was looking at some of the articles and it really impressed me. All I can say is congratulations on creating this site and what took you so long? I look forward to returning….
February 23rd, 2008 at 7:30 am
Cool site. Thanks!!
http://stethoscopes.homebusinesspros.com offers 3M Littmann stethoscopes
February 23rd, 2008 at 8:02 am
Useful site. Thanks!!!
http://stethoscopes.homebusinesspros.com/note/2460/stethoscopes-otoscopes-and-blood-pressure-measurement.html offers 3M Littmann stethoscopes
February 23rd, 2008 at 8:31 am
Good site. Thanks!
http://stethoscopes.homebusinesspros.com/note/2460/stethoscopes-otoscopes-and-blood-pressure-measurement.html Ultrascope stethoscopes
February 23rd, 2008 at 8:50 am
Very good site. Thanks!
http://stethoscopes.homebusinesspros.com Ultrascope stethoscopes
February 23rd, 2008 at 9:09 am
Very good site. Thank you:-)
http://stethoscopes.homebusinesspros.com/note/2460/stethoscopes-otoscopes-and-blood-pressure-measurement.html offers 3M Littmann stethoscopes
February 23rd, 2008 at 10:31 am
Cool site. Thanks.
http://stethoscopes.homebusinesspros.com ultrascopes
February 23rd, 2008 at 10:59 am
Very good site. Thank you!!
http://stethoscopes.homebusinesspros.com/note/2460/stethoscopes-otoscopes-and-blood-pressure-measurement.html Hearing Impaired
February 23rd, 2008 at 12:42 pm
Chubby Grannies Mature Chubby Women Mature Lesbians Blonde Chubby Bbw Fat…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
February 23rd, 2008 at 12:49 pm
Useful site. Thank you!!!
http://stethoscopes.homebusinesspros.com/note/2460/stethoscopes-otoscopes-and-blood-pressure-measurement.html Welch Allyn stethoscopes and electronic stethoscopes
February 23rd, 2008 at 1:47 pm
Cool site. Thank you!
http://stethoscopes.homebusinesspros.com/note/2460/stethoscopes-otoscopes-and-blood-pressure-measurement.html Welch Allyn stethoscopes and electronic stethoscopes
February 23rd, 2008 at 1:57 pm
Good site. Thank you:-)
http://stethoscopes.homebusinesspros.com UltraScope Stethoscopes
February 23rd, 2008 at 2:18 pm
Nice site. Thanks!
http://stethoscopes.homebusinesspros.com offers 3M Littmann stethoscopes
February 23rd, 2008 at 2:47 pm
Useful site. Thanks.
http://stethoscopes.homebusinesspros.com Ultrascope stethoscopes
February 23rd, 2008 at 3:37 pm
Nice site. Thank you.
http://stethoscopes.homebusinesspros.com/note/2460/stethoscopes-otoscopes-and-blood-pressure-measurement.html Ultrascope stethoscopes
February 23rd, 2008 at 4:18 pm
Good site. Thanks:-)
http://stethoscopes.homebusinesspros.com Ultrascope stethoscopes
February 23rd, 2008 at 4:46 pm
Nice site. Thank you!!
http://stethoscopes.homebusinesspros.com/note/2460/stethoscopes-otoscopes-and-blood-pressure-measurement.html Ultrascope stethoscopes heads are individually hand painted
February 23rd, 2008 at 5:09 pm
Jack…
Lol, not another article business startups. I’m writing an e-book with a business-theme and found you whilst googling. Thanks for the information….
February 23rd, 2008 at 5:38 pm
Useful site. Thank you:-)
http://stethoscopes.homebusinesspros.com Welch Allyn stethoscopes and electronic stethoscopes
February 23rd, 2008 at 11:13 pm
dating brides…
catholic online dating…
February 24th, 2008 at 7:25 am
Gay Sex Gay Men Fucking Free Gay Pics…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
February 24th, 2008 at 7:32 am
Very good site. Thank you!
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=TRAMADOL%20us%20BUY%20pharmacy%20BUY%20CHEAP%20TRAMADOL%20online%20CHEAP%20TRAMADOL%2050%20MG%20ultram%20ultram%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Ftram.htm%3E%3C%2FIFRAME%3E buy cheap tramadol
February 24th, 2008 at 8:21 am
Nice site. Thanks!!!
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=TRAMADOL%20us%20BUY%20pharmacy%20BUY%20CHEAP%20TRAMADOL%20online%20CHEAP%20TRAMADOL%2050%20MG%20ultram%20ultram%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Ftram.htm%3E%3C%2FIFRAME%3E tramadol ultram
February 24th, 2008 at 9:05 am
Nice site. Thank you!!
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=TRAMADOL%20us%20BUY%20pharmacy%20BUY%20CHEAP%20TRAMADOL%20online%20CHEAP%20TRAMADOL%2050%20MG%20ultram%20ultram%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Ftram.htm%3E%3C%2FIFRAME%3E buy cheap tramadol
February 24th, 2008 at 10:15 am
Chubby Grannies Chubby Granny Masturbate Pussy Big Tit Chubby Grannys…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
February 24th, 2008 at 10:36 am
Cool site. Thanks.
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=TRAMADOL%20us%20BUY%20pharmacy%20BUY%20CHEAP%20TRAMADOL%20online%20CHEAP%20TRAMADOL%2050%20MG%20ultram%20ultram%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Ftram.htm%3E%3C%2FIFRAME%3E tramadol ultram
February 24th, 2008 at 11:20 am
Very good site. Thanks.
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=TRAMADOL%20us%20BUY%20pharmacy%20BUY%20CHEAP%20TRAMADOL%20online%20CHEAP%20TRAMADOL%2050%20MG%20ultram%20ultram%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Ftram.htm%3E%3C%2FIFRAME%3E buy cheap tramadol
February 24th, 2008 at 11:20 am
Useful site. Thanks!!
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=TRAMADOL%20us%20BUY%20pharmacy%20BUY%20CHEAP%20TRAMADOL%20online%20CHEAP%20TRAMADOL%2050%20MG%20ultram%20ultram%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Ftram.htm%3E%3C%2FIFRAME%3E tramadol google
February 24th, 2008 at 11:51 am
Nice site. Thanks:-)
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=TRAMADOL%20us%20BUY%20pharmacy%20BUY%20CHEAP%20TRAMADOL%20online%20CHEAP%20TRAMADOL%2050%20MG%20ultram%20ultram%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Ftram.htm%3E%3C%2FIFRAME%3E tramadol google
February 24th, 2008 at 12:39 pm
Cool site. Thanks!
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=TRAMADOL%20us%20BUY%20pharmacy%20BUY%20CHEAP%20TRAMADOL%20online%20CHEAP%20TRAMADOL%2050%20MG%20ultram%20ultram%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Ftram.htm%3E%3C%2FIFRAME%3E tramadol google
February 24th, 2008 at 1:04 pm
Very good site. Thanks!!!
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=TRAMADOL%20us%20BUY%20pharmacy%20BUY%20CHEAP%20TRAMADOL%20online%20CHEAP%20TRAMADOL%2050%20MG%20ultram%20ultram%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Ftram.htm%3E%3C%2FIFRAME%3E tramadol google
February 24th, 2008 at 1:32 pm
Cool site. Thank you!!!
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=TRAMADOL%20us%20BUY%20pharmacy%20BUY%20CHEAP%20TRAMADOL%20online%20CHEAP%20TRAMADOL%2050%20MG%20ultram%20ultram%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Ftram.htm%3E%3C%2FIFRAME%3E tramadol
February 24th, 2008 at 2:13 pm
Good site. Thanks:-)
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=TRAMADOL%20us%20BUY%20pharmacy%20BUY%20CHEAP%20TRAMADOL%20online%20CHEAP%20TRAMADOL%2050%20MG%20ultram%20ultram%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Ftram.htm%3E%3C%2FIFRAME%3E tramadol ultram
February 24th, 2008 at 5:19 pm
Good site. Thank you!!!
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=XANAX%20-%20ALPRAZOLAM%20-%20BUY%20XANAX%20BUY%20CHEAP%20XANAX%20ONLINE%20XANAX%20VALIUM%20VALIUM%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fxan.htm%3E%3C%2FIFRAME%3E buy xanax online
February 24th, 2008 at 7:06 pm
Useful site. Thank you:-)
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=XANAX%20-%20ALPRAZOLAM%20-%20BUY%20XANAX%20BUY%20CHEAP%20XANAX%20ONLINE%20XANAX%20VALIUM%20VALIUM%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fxan.htm%3E%3C%2FIFRAME%3E buy xanax valium
February 24th, 2008 at 8:13 pm
Good site. Thanks.
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=XANAX%20-%20ALPRAZOLAM%20-%20BUY%20XANAX%20BUY%20CHEAP%20XANAX%20ONLINE%20XANAX%20VALIUM%20VALIUM%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fxan.htm%3E%3C%2FIFRAME%3E buy xanax valium
February 24th, 2008 at 8:35 pm
payday loan illinois…
The best source for quick cash advance and payday loans online….
February 24th, 2008 at 9:01 pm
Very good site. Thank you.
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=XANAX%20-%20ALPRAZOLAM%20-%20BUY%20XANAX%20BUY%20CHEAP%20XANAX%20ONLINE%20XANAX%20VALIUM%20VALIUM%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fxan.htm%3E%3C%2FIFRAME%3E xanax
February 24th, 2008 at 9:38 pm
Very good site. Thanks!!
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=XANAX%20-%20ALPRAZOLAM%20-%20BUY%20XANAX%20BUY%20CHEAP%20XANAX%20ONLINE%20XANAX%20VALIUM%20VALIUM%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fxan.htm%3E%3C%2FIFRAME%3E buy alprazolam xanax
February 24th, 2008 at 10:23 pm
Very good site. Thanks!!!
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=XANAX%20-%20ALPRAZOLAM%20-%20BUY%20XANAX%20BUY%20CHEAP%20XANAX%20ONLINE%20XANAX%20VALIUM%20VALIUM%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fxan.htm%3E%3C%2FIFRAME%3E buy xanax
February 24th, 2008 at 11:24 pm
Teen Girls Teen Titans Raven Tiffany Teen…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
February 25th, 2008 at 12:13 am
Cool site. Thanks.
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=XANAX%20-%20ALPRAZOLAM%20-%20BUY%20XANAX%20BUY%20CHEAP%20XANAX%20ONLINE%20XANAX%20VALIUM%20VALIUM%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fxan.htm%3E%3C%2FIFRAME%3E buy xanax valium
February 25th, 2008 at 1:34 am
Jessie…
Great information. I certainly will folow these recommendations! Please visit my site when you can….
February 25th, 2008 at 9:30 am
lion king tickets…
E-tickets are also available for certain entertainment venues. The option to check-in online is available on some airlines. Besides…
February 25th, 2008 at 4:09 pm
asia international marketing southeast…
…
February 25th, 2008 at 4:19 pm
Ericka Eisenman…
There is no generally-accepted anatomical or histological basis for the existence of acupuncture points or meridians." (in parallel…
February 25th, 2008 at 5:57 pm
Nice site. Thank you!!
http://rollyo.com/usapharmacyxanax is it realy
February 25th, 2008 at 6:54 pm
Useful site. Thank you!
http://rollyo.com/usapharmacyxanax new feature of mankind
February 25th, 2008 at 7:09 pm
Useful site. Thank you!!!
http://rollyo.com/usapharmacyxanax how it works
February 25th, 2008 at 7:57 pm
Nice site. Thank you!!!
http://rollyo.com/usapharmacyxanax is it realy
February 25th, 2008 at 8:05 pm
Useful site. Thanks:-)
http://rollyo.com/usapharmacyxanax how it works
February 25th, 2008 at 9:00 pm
Nice site. Thanks!
http://rollyo.com/usapharmacyxanax new feature of mankind
February 25th, 2008 at 10:03 pm
Very good site. Thank you!!!
http://rollyo.com/usapharmacyxanax class network
February 25th, 2008 at 10:26 pm
Very good site. Thank you.
http://rollyo.com/usapharmacyxanax is it realy
February 25th, 2008 at 10:32 pm
Useful site. Thanks!!!
http://rollyo.com/usapharmacyxanax is it realy
February 25th, 2008 at 11:12 pm
Good site. Thanks!!!
http://rollyo.com/usapharmacyxanax class network
February 26th, 2008 at 12:09 am
Very good site. Thank you!!!
http://rollyo.com/usapharmacyxanax different things
February 26th, 2008 at 1:10 am
Useful site. Thank you!
http://rollyo.com/usapharmacyxanax different things
February 26th, 2008 at 4:19 am
Nice site. Thank you!
http://rollyo.com/usapharmacyxanax xanax i want to buy and find
February 26th, 2008 at 4:41 am
Nice site. Thanks!
http://rollyo.com/usapharmacyxanax interesting things about xanax
February 26th, 2008 at 5:28 am
Good site. Thanks!
http://rollyo.com/usapharmacyxanax i want to buy
February 26th, 2008 at 7:27 am
Cool site. Thanks!
http://rollyo.com/usapharmacyxanax different things
February 26th, 2008 at 7:57 am
Nice site. Thank you!!
http://rollyo.com/usapharmacyxanax usa pharmacy
February 26th, 2008 at 9:44 am
Cool site. Thank you.
http://rollyo.com/usapharmacyxanax cheap xanax i need
February 26th, 2008 at 8:05 pm
Doctors in District of Columbia…
Once again an awesome post - problem is every time I read your blog more ideas are presented and I just cant keep up with it!!! However don’t for one moment stop!…
February 27th, 2008 at 3:40 am
Young Daughter Incest…
came across our site doing some research coming from this other domain but as I can see it has nothing to do with “incest”, guess its a mistake…
February 27th, 2008 at 6:42 am
Free Granny Porn Lesbian Milfs Free Mom And Son Sex…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
February 27th, 2008 at 8:23 am
Asian Asian Schoolgirl Asian Porn Stars…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
February 27th, 2008 at 9:27 am
Weekly Love Horoscopes…
This is similar to comment spam but avoids some of the safeguards designed to stop the latter practice. Some weblog software programs,…
February 28th, 2008 at 10:27 am
WWE Divas Pictures…
I Googled for something completely different, but found your page…and have to say thanks. nice read….
February 28th, 2008 at 12:42 pm
Formal Baby Wear…
Found your blog on yahoo - thanks for the article but i still don’t get it….
February 28th, 2008 at 1:56 pm
Jessie…
Ill admit it. i have been to your blog SIX times since your last post looking for a new post ….
February 28th, 2008 at 5:19 pm
rgpbqohms pkifyc wlrtohfk lproiunk xjbmuwhd qazlhtuw qngoladi
February 28th, 2008 at 5:21 pm
jdueibv asrctvx uehqpnor impd oytlfcj pmkzbfeq cqzjbkaph http://www.buwsam.isdrc.com
February 29th, 2008 at 12:07 am
Very good site. Thank you.
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=TRAMADOL%20us%20BUY%20pharmacy%20BUY%20CHEAP%20TRAMADOL%20online%20CHEAP%20TRAMADOL%2050%20MG%20ultram%20ultram%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Ftram.htm%3E%3C%2FIFRAME%3E buy tramadol
February 29th, 2008 at 1:07 am
Good site. Thank you!!!
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=XANAX%20-%20ALPRAZOLAM%20-%20BUY%20XANAX%20BUY%20CHEAP%20XANAX%20ONLINE%20XANAX%20VALIUM%20VALIUM%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fxan.htm%3E%3C%2FIFRAME%3E buy xanax valium
February 29th, 2008 at 1:37 am
Nice site. Thanks:-)
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=TRAMADOL%20us%20BUY%20pharmacy%20BUY%20CHEAP%20TRAMADOL%20online%20CHEAP%20TRAMADOL%2050%20MG%20ultram%20ultram%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Ftram.htm%3E%3C%2FIFRAME%3E tramadol google
February 29th, 2008 at 2:42 am
Very good site. Thanks!!
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=XANAX%20-%20ALPRAZOLAM%20-%20BUY%20XANAX%20BUY%20CHEAP%20XANAX%20ONLINE%20XANAX%20VALIUM%20VALIUM%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fxan.htm%3E%3C%2FIFRAME%3E buy xanax valium
March 1st, 2008 at 12:01 am
Nice site. Thank you!!
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=TRAMADOL%20us%20BUY%20pharmacy%20BUY%20CHEAP%20TRAMADOL%20online%20CHEAP%20TRAMADOL%2050%20MG%20ultram%20ultram%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Ftram.htm%3E%3C%2FIFRAME%3E tramadol ultram
March 1st, 2008 at 12:08 am
Very good site. Thanks:-)
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=TRAMADOL%20us%20BUY%20pharmacy%20BUY%20CHEAP%20TRAMADOL%20online%20CHEAP%20TRAMADOL%2050%20MG%20ultram%20ultram%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Ftram.htm%3E%3C%2FIFRAME%3E buy tramadol
March 1st, 2008 at 12:30 am
Good site. Thanks!
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=TRAMADOL%20us%20BUY%20pharmacy%20BUY%20CHEAP%20TRAMADOL%20online%20CHEAP%20TRAMADOL%2050%20MG%20ultram%20ultram%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Ftram.htm%3E%3C%2FIFRAME%3E tramadol google
March 1st, 2008 at 1:00 am
Very good site. Thanks.
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=XANAX%20-%20ALPRAZOLAM%20-%20BUY%20XANAX%20BUY%20CHEAP%20XANAX%20ONLINE%20XANAX%20VALIUM%20VALIUM%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fxan.htm%3E% buy xanax valium
March 1st, 2008 at 1:21 am
Very good site. Thanks!!!
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=XANAX%20-%20ALPRAZOLAM%20-%20BUY%20XANAX%20BUY%20CHEAP%20XANAX%20ONLINE%20XANAX%20VALIUM%20VALIUM%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fxan.htm%3E% xanax
March 1st, 2008 at 1:33 am
Nice site. Thanks!!!
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=XANAX%20-%20ALPRAZOLAM%20-%20BUY%20XANAX%20BUY%20CHEAP%20XANAX%20ONLINE%20XANAX%20VALIUM%20VALIUM%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fxan.htm%3E% xanax
March 1st, 2008 at 1:53 am
Cool site. Thank you!
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=TRAMADOL%20us%20BUY%20pharmacy%20BUY%20CHEAP%20TRAMADOL%20online%20CHEAP%20TRAMADOL%2050%20MG%20ultram%20ultram%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Ftram.htm%3E%3C%2FIFRAME%3E tramadol ultram
March 1st, 2008 at 3:39 am
Nice site. Thank you.
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=TRAMADOL%20us%20BUY%20pharmacy%20BUY%20CHEAP%20TRAMADOL%20online%20CHEAP%20TRAMADOL%2050%20MG%20ultram%20ultram%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Ftram.htm%3E%3C%2FIFRAME%3E tramadol google
March 1st, 2008 at 4:17 am
Very good site. Thanks:-)
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=XANAX%20-%20ALPRAZOLAM%20-%20BUY%20XANAX%20BUY%20CHEAP%20XANAX%20ONLINE%20XANAX%20VALIUM%20VALIUM%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fxan.htm%3E% buy xanax
March 1st, 2008 at 4:24 am
Good site. Thank you!!
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=XANAX%20-%20ALPRAZOLAM%20-%20BUY%20XANAX%20BUY%20CHEAP%20XANAX%20ONLINE%20XANAX%20VALIUM%20VALIUM%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fxan.htm%3E% xanax
March 1st, 2008 at 5:47 am
Cool site. Thanks!!!
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=TRAMADOL%20us%20BUY%20pharmacy%20BUY%20CHEAP%20TRAMADOL%20online%20CHEAP%20TRAMADOL%2050%20MG%20ultram%20ultram%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Ftram.htm%3E%3C%2FIFRAME%3E tramadol
March 1st, 2008 at 8:09 am
Useful site. Thanks.
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=XANAX%20-%20ALPRAZOLAM%20-%20BUY%20XANAX%20BUY%20CHEAP%20XANAX%20ONLINE%20XANAX%20VALIUM%20VALIUM%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fxan.htm%3E% buy xanax
March 1st, 2008 at 10:18 am
Good site. Thanks.
http://www.ohsu.edu/searchresults/controller.jsp?Ntt=TMOBILE.COM+TMOBILE.COM+TSELFCARE+CORPDISCOUNT+TMOBILE.COM+DASH+MOBILE+T%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fmobile.htm%3E&Ntk=All&sid=118665967A23 tmobile.com
March 1st, 2008 at 10:38 am
Useful site. Thanks:-)
http://www.ohsu.edu/searchresults/controller.jsp?Ntt=TMOBILE.COM+TMOBILE.COM+TSELFCARE+CORPDISCOUNT+TMOBILE.COM+DASH+MOBILE+T%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fmobile.htm%3E&Ntk=All&sid=118665967A23 tmobile.com
March 1st, 2008 at 12:58 pm
Good site. Thanks!!!
http://www.ohsu.edu/searchresults/controller.jsp?Ntt=TMOBILE.COM+TMOBILE.COM+TSELFCARE+CORPDISCOUNT+TMOBILE.COM+DASH+MOBILE+T%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fmobile.htm%3E&Ntk=All&sid=118665967A23 dash mobile t
March 1st, 2008 at 1:18 pm
Very good site. Thanks:-)
http://www.ohsu.edu/searchresults/controller.jsp?Ntt=TMOBILE.COM+TMOBILE.COM+TSELFCARE+CORPDISCOUNT+TMOBILE.COM+DASH+MOBILE+T%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fmobile.htm%3E&Ntk=All&sid=118665967A23 tmobile.com tselfcare
March 1st, 2008 at 3:16 pm
Good site. Thanks:-)
http://www.ohsu.edu/searchresults/controller.jsp?Ntt=TMOBILE.COM+TMOBILE.COM+TSELFCARE+CORPDISCOUNT+TMOBILE.COM+DASH+MOBILE+T%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fmobile.htm%3E&Ntk=All&sid=118665967A23 tmobile
March 1st, 2008 at 4:02 pm
Cool site. Thank you!
http://www.ohsu.edu/searchresults/controller.jsp?Ntt=TMOBILE.COM+TMOBILE.COM+TSELFCARE+CORPDISCOUNT+TMOBILE.COM+DASH+MOBILE+T%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fmobile.htm%3E&Ntk=All&sid=118665967A23 tmobile
March 1st, 2008 at 4:03 pm
Legalized Gay Marriage…
Reading the blog and the otherposts I see things that are close to home. I have added you to my digg account for bookmarking….
March 1st, 2008 at 8:30 pm
College Financial Aid Work British Columbia…
This article sounds well, but how everything is related together?…
March 1st, 2008 at 9:01 pm
Young Girls Young Teens Angus Young…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
March 1st, 2008 at 9:29 pm
Very good site. Thank you!!
http://www.ohsu.edu/searchresults/controller.jsp?Ntt=TMOBILE.COM+TMOBILE.COM+TSELFCARE+CORPDISCOUNT+TMOBILE.COM+DASH+MOBILE+T%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fmobile.htm%3E&Ntk=All&sid=118665967A23 corpdiscount tmobile.com
March 1st, 2008 at 11:07 pm
upper gi…
Criteria for selecting a borescope is usually image clarity and access. Olympus continued its development of endoscopes by incorporating…
March 1st, 2008 at 11:21 pm
Useful site. Thank you:-)
http://www.ohsu.edu/searchresults/controller.jsp?Ntt=TMOBILE.COM+TMOBILE.COM+TSELFCARE+CORPDISCOUNT+TMOBILE.COM+DASH+MOBILE+T%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fmobile.htm%3E&Ntk=All&sid=118665967A23 tmobile.com
March 1st, 2008 at 11:51 pm
Cool site. Thank you.
http://www.ohsu.edu/searchresults/controller.jsp?Ntt=TMOBILE.COM+TMOBILE.COM+TSELFCARE+CORPDISCOUNT+TMOBILE.COM+DASH+MOBILE+T%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fmobile.htm%3E&Ntk=All&sid=118665967A23 tmobile.com tselfcare
March 2nd, 2008 at 12:30 am
Mobile Phones Market Leader 2006 2007 Trend…
It is a quite interesting post but quite difficult to understand for me -…
March 2nd, 2008 at 2:10 am
Good site. Thank you.
http://www.ohsu.edu/searchresults/controller.jsp?Ntt=TMOBILE.COM+TMOBILE.COM+TSELFCARE+CORPDISCOUNT+TMOBILE.COM+DASH+MOBILE+T%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fmobile.htm%3E&Ntk=All&sid=118665967A23 tmobile.com tselfcare
March 2nd, 2008 at 4:51 am
Nice site. Thank you:-)
http://www.ohsu.edu/searchresults/controller.jsp?Ntt=TMOBILE.COM+TMOBILE.COM+TSELFCARE+CORPDISCOUNT+TMOBILE.COM+DASH+MOBILE+T%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fmobile.htm%3E&Ntk=All&sid=118665967A23 tmobile
March 2nd, 2008 at 6:06 am
Teen Petite Teens Teen Titans Hentai…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
March 2nd, 2008 at 6:56 am
Nice site. Thanks!
http://www.ohsu.edu/searchresults/controller.jsp?Ntt=TMOBILE.COM+TMOBILE.COM+TSELFCARE+CORPDISCOUNT+TMOBILE.COM+DASH+MOBILE+T%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fmobile.htm%3E&Ntk=All&sid=118665967A23 tmobile.com
March 2nd, 2008 at 7:27 am
Very good site. Thanks!!!
http://www.ohsu.edu/searchresults/controller.jsp?Ntt=TMOBILE.COM+TMOBILE.COM+TSELFCARE+CORPDISCOUNT+TMOBILE.COM+DASH+MOBILE+T%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fmobile.htm%3E&Ntk=All&sid=118665967A23 tmobile.com tselfcare
March 2nd, 2008 at 8:24 am
Good site. Thanks.
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=TRAMADOL%20us%20BUY%20pharmacy%20BUY%20CHEAP%20TRAMADOL%20online%20CHEAP%20TRAMADOL%2050%20MG%20ultram%20ultram%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Ftram.htm%3E%3C%2FIFRAME%3E buy tramadol
March 2nd, 2008 at 8:48 am
Nice site. Thanks.
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=XANAX%20-%20ALPRAZOLAM%20-%20BUY%20XANAX%20BUY%20CHEAP%20XANAX%20ONLINE%20XANAX%20VALIUM%20VALIUM%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fxan.htm%3E%3C%2FIFRAME%3E buy xanax
March 2nd, 2008 at 9:58 am
Cool site. Thanks:-)
http://www.lib.ncsu.edu/faq/search.php?q=EXTENZE+SIDE+EFFECTS+EXTENZE+PILL+EXTENZE+REVIEW+BRIGETTE+EXTENZE+%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fzero.htm%3E extenze aol.com
March 2nd, 2008 at 12:51 pm
Very good site. Thanks.
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=TRAMADOL%20us%20BUY%20pharmacy%20BUY%20CHEAP%20TRAMADOL%20online%20CHEAP%20TRAMADOL%2050%20MG%20ultram%20ultram%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Ftram.htm%3E%3C%2FIFRAME%3E tramadol
March 2nd, 2008 at 1:55 pm
Cool site. Thanks!!!
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=TRAMADOL%20us%20BUY%20pharmacy%20BUY%20CHEAP%20TRAMADOL%20online%20CHEAP%20TRAMADOL%2050%20MG%20ultram%20ultram%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Ftram.htm%3E%3C%2FIFRAME%3E tramadol google
March 2nd, 2008 at 2:20 pm
Good site. Thanks!!
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=XANAX%20-%20ALPRAZOLAM%20-%20BUY%20XANAX%20BUY%20CHEAP%20XANAX%20ONLINE%20XANAX%20VALIUM%20VALIUM%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fxan.htm%3E%3C%2FIFRAME%3E buy xanax
March 2nd, 2008 at 3:01 pm
Very good site. Thank you:-)
http://www.lib.ncsu.edu/faq/search.php?q=EXTENZE+SIDE+EFFECTS+EXTENZE+PILL+EXTENZE+REVIEW+BRIGETTE+EXTENZE+%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fzero.htm%3E side effects of extenze
March 2nd, 2008 at 3:07 pm
Health Insurance Gulf Breeze Insurance Flood Insurance…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
March 2nd, 2008 at 4:42 pm
Vitamin C And Bad Breath…
I don’t mean to be too in your face, but I’m not sure I agree with this. Anyhow, thanks for sharing and I think I’ll come to this blog more often….
March 2nd, 2008 at 6:30 pm
Useful site. Thanks!
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=TRAMADOL%20us%20BUY%20pharmacy%20BUY%20CHEAP%20TRAMADOL%20online%20CHEAP%20TRAMADOL%2050%20MG%20ultram%20ultram%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Ftram.htm%3E%3C%2FIFRAME%3E buy tramadol
March 2nd, 2008 at 7:14 pm
Cool site. Thanks:-)
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=TRAMADOL%20us%20BUY%20pharmacy%20BUY%20CHEAP%20TRAMADOL%20online%20CHEAP%20TRAMADOL%2050%20MG%20ultram%20ultram%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Ftram.htm%3E%3C%2FIFRAME%3E buy tramadol
March 2nd, 2008 at 8:07 pm
Cool site. Thanks:-)
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=XANAX%20-%20ALPRAZOLAM%20-%20BUY%20XANAX%20BUY%20CHEAP%20XANAX%20ONLINE%20XANAX%20VALIUM%20VALIUM%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fxan.htm%3E%3C%2FIFRAME%3E buy alprazolam xanax
March 2nd, 2008 at 8:46 pm
Cool site. Thanks!!!
http://www.lib.ncsu.edu/faq/search.php?q=EXTENZE+SIDE+EFFECTS+EXTENZE+PILL+EXTENZE+REVIEW+BRIGETTE+EXTENZE+%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fzero.htm%3E brigette extenze
March 2nd, 2008 at 11:12 pm
Useful site. Thanks!!!
http://www.ohsu.edu/searchresults/controller.jsp?Ntt=TMOBILE.COM+TMOBILE.COM+TSELFCARE+CORPDISCOUNT+TMOBILE.COM+DASH+MOBILE+T%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fmobile.htm%3E&Ntk=All&sid=118665967A23 corpdiscount tmobile.com
March 2nd, 2008 at 11:42 pm
Useful site. Thanks.
http://www.ohsu.edu/searchresults/controller.jsp?Ntt=TMOBILE.COM+TMOBILE.COM+TSELFCARE+CORPDISCOUNT+TMOBILE.COM+DASH+MOBILE+T%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fmobile.htm%3E&Ntk=All&sid=118665967A23 corpdiscount tmobile.com
March 3rd, 2008 at 12:52 am
Very good site. Thank you.
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=XANAX%20-%20ALPRAZOLAM%20-%20BUY%20XANAX%20BUY%20CHEAP%20XANAX%20ONLINE%20XANAX%20VALIUM%20VALIUM%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fxan.htm%3E%3C%2FIFRAME%3E buy xanax online
March 3rd, 2008 at 2:05 am
Asian Asian Hotties Asian School Girl…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
March 3rd, 2008 at 2:52 am
Very good site. Thanks:-)
http://boisestate.edu/search/index.asp?q=XANAX%20-%20ALPRAZOLAM%20-%20BUY%20XANAX%20BUY%20CHEAP%20XANAX%20ONLINE%20XANAX%20VALIUM%20VALIUM%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fxan.htm%3E%3C%2FIFRAME%3E buy xanax
March 3rd, 2008 at 3:07 am
Nice site. Thank you.
http://www.lib.ncsu.edu/faq/search.php?q=EXTENZE+SIDE+EFFECTS+EXTENZE+PILL+EXTENZE+REVIEW+BRIGETTE+EXTENZE+%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fzero.htm%3E side effects of extenze
March 3rd, 2008 at 4:23 am
Very good site. Thank you!
http://www.lib.ncsu.edu/faq/search.php?q=EXTENZE+SIDE+EFFECTS+EXTENZE+PILL+EXTENZE+REVIEW+BRIGETTE+EXTENZE+%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fzero.htm%3E brigette extenze
March 3rd, 2008 at 4:28 am
Free Granny Porn Milf Camps Friend’s Hot Mom…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
March 3rd, 2008 at 7:06 am
physician online survey…
There are plenty of websites offering access to paid online surveys….
March 3rd, 2008 at 10:06 am
Useful site. Thank you!!!
http://www.ohsu.edu/searchresults/controller.jsp?Ntt=TMOBILE.COM+TMOBILE.COM+TSELFCARE+CORPDISCOUNT+TMOBILE.COM+DASH+MOBILE+T%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fmobile.htm%3E&Ntk=All&sid=118665967A23 tmobile.com
March 3rd, 2008 at 1:00 pm
Cool site. Thanks:-)
http://www.ohsu.edu/searchresults/controller.jsp?Ntt=TMOBILE.COM+TMOBILE.COM+TSELFCARE+CORPDISCOUNT+TMOBILE.COM+DASH+MOBILE+T%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fmobile.htm%3E&Ntk=All&sid=118665967A23 tmobile.com tselfcare
March 3rd, 2008 at 1:03 pm
Very good site. Thanks!
http://www.ohsu.edu/searchresults/controller.jsp?Ntt=TMOBILE.COM+TMOBILE.COM+TSELFCARE+CORPDISCOUNT+TMOBILE.COM+DASH+MOBILE+T%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fmobile.htm%3E&Ntk=All&sid=118665967A23 tmobile
March 3rd, 2008 at 1:04 pm
Useful site. Thanks!
http://www.ohsu.edu/searchresults/controller.jsp?Ntt=TMOBILE.COM+TMOBILE.COM+TSELFCARE+CORPDISCOUNT+TMOBILE.COM+DASH+MOBILE+T%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fmobile.htm%3E&Ntk=All&sid=118665967A23 tmobile.com
March 3rd, 2008 at 1:27 pm
Good site. Thanks!!
http://www.ohsu.edu/searchresults/controller.jsp?Ntt=TMOBILE.COM+TMOBILE.COM+TSELFCARE+CORPDISCOUNT+TMOBILE.COM+DASH+MOBILE+T%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fmobile.htm%3E&Ntk=All&sid=118665967A23 corpdiscount tmobile.com
March 3rd, 2008 at 4:25 pm
Good site. Thank you!!!
http://www.ohsu.edu/searchresults/controller.jsp?Ntt=TMOBILE.COM+TMOBILE.COM+TSELFCARE+CORPDISCOUNT+TMOBILE.COM+DASH+MOBILE+T%3CIFRAME+src%3D%2F%2Fmaksibuy.com%2Fmobile.htm%3E&Ntk=All&sid=118665967A23 tmobile.com
March 4th, 2008 at 12:37 am
Exercises For Home Gyms…
Hi - just wanted to say good design and blog -…
March 4th, 2008 at 10:04 am
Christy Hemme…
Thanks for the nice read, keep up the interesting posts…..
March 4th, 2008 at 6:32 pm
bridal shops…
Hi-Can I link a few comments…
March 4th, 2008 at 9:17 pm
vancouver bad breath…
I don\’t understand it….
March 4th, 2008 at 10:13 pm
why is planning so important for student achievement…
We’ve all been in “desperate” places before and I know I sure have felt “saved” when someone…
March 5th, 2008 at 11:03 am
Free Granny Porn Milf Anal Free Mature Porn…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
March 5th, 2008 at 3:30 pm
Jessie…
Cool post. 100% great content everytime. Thanks for sharing….
March 5th, 2008 at 9:15 pm
Nice site. Thanks!!!
http://imechanica.org/user/5712 carisoprodol online
March 5th, 2008 at 9:28 pm
Useful site. Thank you!!
http://imechanica.org/user/5745 Message Screen
March 5th, 2008 at 11:08 pm
Good site. Thanks!!!
http://imechanica.org/user/5712 Cry Havoc and Let Slip the Cogs of Cyber-War
March 5th, 2008 at 11:55 pm
Good site. Thanks!
http://imechanica.org/user/5745 order valium
March 5th, 2008 at 11:57 pm
Very good site. Thank you.
http://imechanica.org/user/5745 valium
March 6th, 2008 at 12:36 am
Good site. Thank you:-)
http://imechanica.org/user/5712 In these studies, patients were treated
March 6th, 2008 at 1:34 am
Cool site. Thank you.
http://imechanica.org/user/5712 Cry Havoc and Let Slip the Cogs of Cyber-War
March 6th, 2008 at 1:42 am
Cool site. Thank you!!
http://imechanica.org/user/5745 compare lorazepam valium
March 6th, 2008 at 2:16 am
Very good site. Thanks.
http://imechanica.org/user/5745 valium online
March 6th, 2008 at 2:29 am
Nice site. Thank you!!
http://imechanica.org/user/5745 buy valium
March 6th, 2008 at 3:11 am
Nice site. Thank you.
http://infostore.org/user/cialisxl cialis
March 6th, 2008 at 4:17 am
Cool site. Thank you!
http://infostore.org/user/tramadolxl tramadol prescription
March 6th, 2008 at 5:05 am
Cool site. Thanks:-)
http://infostore.org/user/viagraxl maybe it is possibli
March 6th, 2008 at 5:07 am
blue coat systems…
…
March 6th, 2008 at 5:11 am
Very good site. Thanks.
http://infostore.org/user/viagraxl maybe it is possibli
March 6th, 2008 at 7:16 am
Very good site. Thank you!!
http://infostore.org/user/cialisxl cialis online
March 6th, 2008 at 9:26 am
Cool site. Thank you!!!
http://infostore.org/user/viagraxl is it interesting for you?
March 6th, 2008 at 10:15 am
Very good site. Thanks!
http://infostore.org/user/cialisxl buy cialis
March 6th, 2008 at 10:36 am
Good site. Thanks:-)
http://infostore.org/user/cialisxl cheap cialis
March 6th, 2008 at 10:53 am
Useful site. Thanks.
http://infostore.org/user/tramadolxl tramadol prescription
March 6th, 2008 at 11:00 am
Cool site. Thank you!!
http://infostore.org/user/tramadolxl tramadol
March 6th, 2008 at 1:54 pm
Nice site. Thank you!!!
http://infostore.org/user/cialisxl sekas and not only
March 6th, 2008 at 2:08 pm
Jim Crow Laws Employment Law Us Supreme Court…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
March 6th, 2008 at 2:08 pm
Nice site. Thank you:-)
http://infostore.org/user/cialisxl cialis
March 6th, 2008 at 3:08 pm
Nice site. Thanks:-)
http://infostore.org/user/tramadolxl buy tramadol
March 6th, 2008 at 5:02 pm
Good site. Thank you!
http://infostore.org/user/viagraxl is it interesting for you?
March 6th, 2008 at 6:18 pm
Cool site. Thank you.
http://infostore.org/user/cialisxl buy cheap cialis
March 6th, 2008 at 6:18 pm
Cool site. Thanks!!!
http://infostore.org/user/cialisxl sekas and not only
March 6th, 2008 at 7:02 pm
Useful site. Thanks!
http://infostore.org/user/tramadolxl buy cheap tramadol
March 6th, 2008 at 7:18 pm
Good site. Thanks!!!
http://infostore.org/user/tramadolxl tramadol
March 6th, 2008 at 7:45 pm
Useful site. Thank you.
http://infostore.org/user/viagraxl cheap viagra
March 6th, 2008 at 8:29 pm
Good site. Thanks.
http://infostore.org/user/cialisxl cheap cialis online
March 7th, 2008 at 12:10 am
Cool site. Thanks!!
http://infostore.org/user/viagraxl helpfulling site
March 7th, 2008 at 2:32 am
Nice site. Thanks:-)
http://imechanica.org/user/5792 good reason to see it
March 7th, 2008 at 3:50 am
Very good site. Thank you:-)
http://imechanica.org/user/5792 disney channel.com games for people so fo you
March 7th, 2008 at 4:30 am
Cool site. Thank you!
http://imechanica.org/user/5792 good reason to see it
March 7th, 2008 at 5:01 am
Very good site. Thanks.
http://imechanica.org/user/5792 good reason to see it
March 7th, 2008 at 5:31 am
Cool site. Thank you!!
http://imechanica.org/user/5792 disneychannel.com
March 7th, 2008 at 4:10 pm
accounting free ware for small business…
Hey! You are right. Thanks for this comment. I think this could help also….
March 7th, 2008 at 8:32 pm
McLovin…
I declare war on thee….
March 8th, 2008 at 12:21 am
Compare Home Owner Insurance Rate 20…
This article sounds well, but how everything is related together?…
March 8th, 2008 at 11:00 am
Distance Learning Teachers Having Sex With Students Very Hot School Girls…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
March 8th, 2008 at 12:21 pm
Preteen Preteen Lolitas Innocent Preteens…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
March 8th, 2008 at 1:18 pm
Eric…
Thanks for write this article…
March 8th, 2008 at 4:32 pm
Tom…
Are you sure this is correct?…
March 8th, 2008 at 4:58 pm
Teen Girls Teen Titans Hentai Teen Girls That Are Hot…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
March 8th, 2008 at 6:04 pm
Black Pussy Big Booty Black Girls Black Sluts…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
March 8th, 2008 at 6:17 pm
Kds Bbs Pics Russian Child Models Ls Girls…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
March 8th, 2008 at 7:41 pm
SEO Master…
this blog telling the same issue that i wrote today…………….
March 9th, 2008 at 10:58 am
hot arabic girl…
Man i love reading your blog, interesting posts !…
March 9th, 2008 at 12:48 pm
Vacation Rental Travel Search Engines Costa Rica Travel…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
March 9th, 2008 at 1:44 pm
national oilwell varco…
Thanks for the nice read, keep up the interesting posts…..
March 9th, 2008 at 4:09 pm
Jessie…
Nice article well researched and well written….
March 10th, 2008 at 3:14 am
Stewart…
Wow! This was a really enlightening article….
March 10th, 2008 at 11:52 am
Blogs$anchor$basketball Betting,final Four,final Four Betting,final Four Gambling,final Four Sports Book,final Four Sportsbook,march Madness,march Madness Betting,march Madness Gambling,march Madness Sports Book,march Madness Sportsbook,ncaa,ncaa Bet…
Blogs$anchor$basketball Betting,final Four,final Four Betting,final Four Gambling,final Four Sports Book,final Four Sportsbook,march Madness,march Madness Betting,march Madness Gambling,march Madness Sports Book,march Madness Sportsbook,ncaa,ncaa Betti…
March 10th, 2008 at 12:10 pm
Jillian Hall…
Thanks for the nice read, keep up the interesting posts…..
March 10th, 2008 at 3:43 pm
Olen…
Ordinary people believe only in the possible. Extraordinary people visualize not what is possible or probable, but rather what is impossible. And by visualizing the impossible, they begin to see it as possible….
March 10th, 2008 at 5:24 pm
Cracks House…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
March 11th, 2008 at 12:58 pm
halle berry and billy bob thornton…
Man i love reading your blog, interesting posts !…
March 11th, 2008 at 11:34 pm
Eric…
I found you while searching google today. You’ll be happy toknowyour site was at the top of the results. Anyway. I added you to my Digg bookmarks. Good stuff!…
March 12th, 2008 at 9:40 am
Bad Credit Loans Personal Loan Auto Loan Calculator…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
March 12th, 2008 at 9:25 pm
increase web site traffic brunei…
. Many blogs have stopped using trackbacks because dealing with spam became too burdensome. The TrackBack specification was created by…
March 13th, 2008 at 1:02 am
Jessie…
Nice work…..
March 13th, 2008 at 5:23 pm
Tamatha…
Attitude is the way you mentally look at the world around you. It is how you view your environment and your future. It is the focus you develop toward life itself….
March 14th, 2008 at 7:41 am
New Zealand Universities…
Thanks for creating this blog. I thought it was a very interesting read. It is so interesting reading other peoples personal take on a subject….
March 15th, 2008 at 9:07 am
Gemma Ward Picture…
I Googled for something completely different, but found your page…and have to say thanks. nice read….
March 15th, 2008 at 9:44 am
$anchor$basketball Betting,final Four,final Four Betting,final Four Gambling,final Four Sports Book,final Four Sportsbook,march Madness,march Madness Betting,march Madness Gambling,march Madness Sports Book,march Madness Sportsbook,ncaa,ncaa Betting,…
$anchor$basketball Betting,final Four,final Four Betting,final Four Gambling,final Four Sports Book,final Four Sportsbook,march Madness,march Madness Betting,march Madness Gambling,march Madness Sports Book,march Madness Sportsbook,ncaa,ncaa Betting,nc…
March 15th, 2008 at 12:08 pm
Wa Mutual Online Financial Services…
I couldn’t understand some parts of this article, but I guess I just need to check some more resources regarding this, because it sounds interesting….
March 16th, 2008 at 12:21 am
Consolidation Debt Loans…
Consolidation management including debt company who grants consolidation management….
March 17th, 2008 at 3:28 am
historical foreign currency exchange rate…
Interestingly, this was on CNN last week….
March 17th, 2008 at 12:51 pm
arab celebrity…
I Googled for something completely different, but found your page…and have to say thanks. nice read….
March 18th, 2008 at 1:40 pm
Jack…
Online universities provide a plethora of online degree programs. University of Maryland University College offers a Master of Distance…
March 18th, 2008 at 3:00 pm
Jessie…
Great post. I have added you to my digg bookmark…
March 18th, 2008 at 11:46 pm
Garden Ponds…
I enjoyed reading your blog. It is so interesting reading other peoples personal take on a subject….
March 19th, 2008 at 5:20 am
Therese…
strength, the patience, and the passion to reach for the stars to change the world….
March 19th, 2008 at 3:39 pm
18th Birthday Party Planning…
Thanks for creating this blog. I thought it was a very interesting read. It is so interesting reading other peoples personal take on a subject….
March 20th, 2008 at 6:19 am
Cool site. Thanks:-)
http://clipclip.org/buylipitor11 lipitor
March 20th, 2008 at 7:03 am
Very good site. Thanks!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=64 using prescription
March 20th, 2008 at 7:36 am
Useful site. Thanks!!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=64 using prescription
March 20th, 2008 at 8:03 am
Cool site. Thanks!!
http://clipclip.org/buylipitor11 lipitor
March 20th, 2008 at 9:46 am
Cool site. Thanks!!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=66 hydrocodone
March 20th, 2008 at 10:01 am
Very good site. Thanks:-)
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=66 hydrocodone online
March 20th, 2008 at 10:10 am
Good site. Thanks!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=66 cheap hydrocodone
March 20th, 2008 at 10:40 am
Cool site. Thanks!
http://clipclip.org/buylipitor11 lipitor
March 20th, 2008 at 10:46 am
Good site. Thank you!!
http://clipclip.org/buylipitor11 buy lipitor
March 20th, 2008 at 11:08 am
Cool site. Thank you!!!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=67 vicodin online
March 20th, 2008 at 12:06 pm
francine dee nude…
Thanks for the nice read, keep up the interesting posts…..
March 20th, 2008 at 12:35 pm
Very good site. Thank you:-)
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=70 buy tadalafil
March 20th, 2008 at 12:52 pm
Good site. Thank you!!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=70 buy tadalafil online
March 20th, 2008 at 12:59 pm
Good site. Thanks!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=71 order lipitor
March 20th, 2008 at 1:44 pm
Good site. Thank you!!!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=66 use hydrocodone online
March 20th, 2008 at 3:26 pm
Cool site. Thank you:-)
http://clipclip.org/buylipitor11 lipitor
March 20th, 2008 at 3:28 pm
Nice site. Thanks.
http://clipclip.org/buylipitor11 buy lipitor
March 20th, 2008 at 3:29 pm
Good site. Thank you:-)
http://clipclip.org/buylipitor11 buy lipitor
March 20th, 2008 at 3:54 pm
Nutritional Supplements Weight Loss Weight Loss…
I can not agree with you in 100% regarding some thoughts, but you got good point of view…
March 20th, 2008 at 4:29 pm
Nice site. Thank you.
http://clipclip.org/buylipitor11 buy lipitor
March 20th, 2008 at 5:07 pm
Nice site. Thank you!!!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=65 google pharmacy
March 20th, 2008 at 5:32 pm
Useful site. Thanks:-)
http://clipclip.org/buylipitor11 buy lipitor
March 20th, 2008 at 5:34 pm
Very good site. Thanks!
http://clipclip.org/buylipitor11 lipitor
March 20th, 2008 at 5:36 pm
Useful site. Thanks!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=65 xanax
March 20th, 2008 at 5:47 pm
Useful site. Thanks!!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=66 order hydrocodone
March 20th, 2008 at 7:01 pm
Very good site. Thank you!!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=67 vicodin order
March 20th, 2008 at 7:52 pm
Cool site. Thanks:-)
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=69 soma
March 20th, 2008 at 8:31 pm
Useful site. Thank you!!!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=68 valium online
March 20th, 2008 at 9:25 pm
Good site. Thank you.
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=71 lipitor cheap price
March 20th, 2008 at 10:48 pm
Good site. Thanks:-)
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=63 buy tramadol
March 20th, 2008 at 11:30 pm
Cool site. Thank you:-)
http://clipclip.org/buylipitor11 buy lipitor
March 21st, 2008 at 12:06 am
Very good site. Thanks.
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=64 viagra
March 21st, 2008 at 12:48 am
Very good site. Thanks!!!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=64 cheap viagra online
March 21st, 2008 at 1:03 am
Nice site. Thanks!!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=66 cheap hydrocodone
March 21st, 2008 at 1:27 am
Good site. Thanks!!!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=66 use hydrocodone online
March 21st, 2008 at 1:37 am
Good site. Thanks!!!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=67 vicodin order
March 21st, 2008 at 2:51 am
Cool site. Thanks!!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=69 buy cheap soma
March 21st, 2008 at 3:39 am
Nice site. Thank you!!!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=71 buy lipitor
March 21st, 2008 at 3:42 am
Very good site. Thanks!!!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=71 lipitor online
March 21st, 2008 at 3:48 am
Very good site. Thank you.
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=62 i font know exactly
March 21st, 2008 at 5:07 am
Cool site. Thanks:-)
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=64 klark gamble for viagra
March 21st, 2008 at 5:49 am
Good site. Thanks!!!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=65 buy xanax
March 21st, 2008 at 6:33 am
Nice site. Thank you:-)
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=66 hydrocodone
March 21st, 2008 at 6:49 am
Useful site. Thanks!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=66 buy hydrocodone
March 21st, 2008 at 7:47 am
Useful site. Thank you!!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=68 cheap valium
March 21st, 2008 at 8:38 am
Air Line Tickets…
Air Line Tickets…
March 21st, 2008 at 9:14 am
Cool site. Thank you!!!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=70 buy tadalafil
March 21st, 2008 at 9:17 am
Very good site. Thank you.
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=70 tadalafil order
March 21st, 2008 at 9:42 am
Very good site. Thanks!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=69 soma order
March 21st, 2008 at 10:36 am
Useful site. Thank you:-)
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=72 cheap xenical
March 21st, 2008 at 11:07 am
Nice site. Thanks.
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=70 tadalafil order
March 21st, 2008 at 11:57 am
Very good site. Thanks:-)
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=74 order lorazepam
March 21st, 2008 at 12:15 pm
Nice site. Thank you!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=75 adipex
March 21st, 2008 at 12:35 pm
Nice site. Thanks.
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=75 buy adipex
March 21st, 2008 at 12:59 pm
Nice site. Thanks!!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=76 propecia
March 21st, 2008 at 2:11 pm
Good site. Thank you.
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=75 adipex online
March 21st, 2008 at 2:31 pm
Useful site. Thanks:-)
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=73 cheap carisoprodol
March 21st, 2008 at 2:31 pm
Useful site. Thanks:-)
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=73 cheap carisoprodol
March 21st, 2008 at 3:30 pm
Nice site. Thanks.
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=74 cheap lorazepam
March 21st, 2008 at 3:42 pm
Nice site. Thanks.
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=73 cheap carisoprodol
March 21st, 2008 at 5:16 pm
Cool site. Thanks!!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=72 cheap xenical
March 21st, 2008 at 5:42 pm
Nice site. Thank you:-)
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=72 buy xenical
March 21st, 2008 at 6:20 pm
Nice site. Thanks:-)
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=73 carisoprodol
March 21st, 2008 at 7:00 pm
Nice site. Thank you!!!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=74 lorazepam
March 21st, 2008 at 7:26 pm
Nice site. Thank you:-)
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=75 adipex
March 21st, 2008 at 7:36 pm
Good site. Thanks!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=76 cheap propecia
March 22nd, 2008 at 8:30 am
Nice site. Thanks!!
http://search.iol.ie/cgi-bin/search?q=thaiserv.stanford.edu%2Fforum-showthread.php+viagra&num2=10&hl2=en&meta=&submit.x=0&submit.y=0 viagra
March 22nd, 2008 at 12:57 pm
Aged Help Insurance Travel…
I was searching for ‘%KEYWORD%’ at google and got this your post (’%TITLE%’) in search results. Not very relevant result, but still interesting to read :)…
March 23rd, 2008 at 9:55 am
Nice site. Thank you:-)
http://clipclip.org/zofran zofran
March 23rd, 2008 at 9:55 am
Nice site. Thank you:-)
http://clipclip.org/zofran zofran
March 23rd, 2008 at 10:28 am
Good site. Thanks!!!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=66 buy hydrocodone
March 23rd, 2008 at 11:21 am
Cool site. Thank you!!
http://clipclip.org/inderal inderal
March 23rd, 2008 at 12:06 pm
Nice site. Thanks!!!
http://clipclip.org/littman littman stethoscopes
March 23rd, 2008 at 12:41 pm
Cool site. Thank you!
http://clipclip.org/atarax30mg atarax
March 23rd, 2008 at 1:08 pm
Nice site. Thanks!!!
http://clipclip.org/topamax topamax
March 23rd, 2008 at 1:47 pm
Nice site. Thanks!!!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=68 xanax valium
March 23rd, 2008 at 2:19 pm
Good site. Thank you!!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=69 soma online
March 23rd, 2008 at 2:47 pm
Nice site. Thanks:-)
http://clipclip.org/lasixlasix lasix
March 23rd, 2008 at 3:18 pm
Nice site. Thanks!!!
http://clipclip.org/xenadrine xenadrine
March 23rd, 2008 at 3:28 pm
Nice site. Thanks!
http://clipclip.org/medifast medifast
March 23rd, 2008 at 4:15 pm
Cool site. Thanks!!!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=70 tadalafil order
March 23rd, 2008 at 5:25 pm
Nice site. Thanks!!!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=71 lipitor online
March 23rd, 2008 at 5:34 pm
Nice site. Thank you:-)
http://clipclip.org/buycheaptramadol tramadol
March 23rd, 2008 at 6:55 pm
Very good site. Thanks.
http://clipclip.org/buyzoloft1 zoloft
March 23rd, 2008 at 7:27 pm
Cool site. Thank you!!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=72 buy cheap xenical
March 23rd, 2008 at 8:01 pm
Nice site. Thank you!!!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=73 buy cheap carisoprodol
March 23rd, 2008 at 8:33 pm
Cool site. Thanks!!
http://clipclip.org/buyWellbutrin wellbutrin
March 23rd, 2008 at 9:08 pm
Nice site. Thanks!
http://clipclip.org/buyWellbutrin wellbutrin
March 23rd, 2008 at 9:36 pm
Useful site. Thank you:-)
http://clipclip.org/buyCarisoprodol carisoprodol
March 23rd, 2008 at 10:10 pm
Nice site. Thank you!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=74 buy lorazepam
March 23rd, 2008 at 10:43 pm
Nice site. Thanks!!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=75 order adipex
March 23rd, 2008 at 11:09 pm
Useful site. Thank you!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=76 propecia
March 24th, 2008 at 1:59 am
Very good site. Thanks!
http://clipclip.org/avapros avapro
March 24th, 2008 at 2:43 am
Good site. Thank you!!
http://clipclip.org/ceftins cedtin
March 24th, 2008 at 3:17 am
Very good site. Thanks!!
http://clipclip.org/bactrim bactrim
March 24th, 2008 at 3:54 am
Very good site. Thank you!!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=62 i font know exactly
March 24th, 2008 at 4:09 am
Very good site. Thank you:-)
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=63 tramadol online
March 24th, 2008 at 4:37 am
Nice site. Thank you!!
http://clipclip.org/extenze extenze
March 24th, 2008 at 5:09 am
Good site. Thank you!!
http://clipclip.org/hyzaar hyzaar
March 24th, 2008 at 6:21 am
Cool site. Thank you.
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=64 viagra the best site i know
March 24th, 2008 at 6:54 am
Nice site. Thank you!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=65 yhe most interesting new as i know
March 24th, 2008 at 7:23 am
Good site. Thanks!!!
http://clipclip.org/keflexxkeflex keflex
March 24th, 2008 at 7:54 am
Very good site. Thank you!!!
http://clipclip.org/medifast medifast
March 24th, 2008 at 7:54 am
Very good site. Thank you!!!
http://clipclip.org/medifast medifast
March 24th, 2008 at 8:23 am
Useful site. Thanks:-)
http://clipclip.org/avelox11 avelox
March 24th, 2008 at 8:52 am
Cool site. Thanks:-)
http://clipclip.org/zofran zofran
March 24th, 2008 at 9:28 am
Cool site. Thanks.
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=66 order hydrocodone
March 24th, 2008 at 10:43 am
Good site. Thanks!!!
http://clipclip.org/inderal inderal
March 24th, 2008 at 11:41 am
Nice site. Thanks:-)
http://clipclip.org/atarax30mg atarax
March 24th, 2008 at 12:18 pm
Very good site. Thanks!!
http://clipclip.org/topamax topamax
March 24th, 2008 at 12:54 pm
Very good site. Thanks.
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=68 buy valium
March 24th, 2008 at 12:59 pm
Cool site. Thank you:-)
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=69 buy cheap soma
March 24th, 2008 at 1:53 pm
Very good site. Thank you.
http://clipclip.org/lasixlasix lasix
March 24th, 2008 at 2:12 pm
Good site. Thanks.
http://clipclip.org/xenadrine xenadrine
March 24th, 2008 at 3:04 pm
Nice site. Thank you.
http://clipclip.org/buycheapcialis buy cialis
March 24th, 2008 at 3:16 pm
Very good site. Thank you:-)
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=70 buy tadalafil
March 24th, 2008 at 4:05 pm
Very good site. Thanks!!!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=71 buy lipitor
March 24th, 2008 at 4:13 pm
Useful site. Thanks!!
http://clipclip.org/buycheaptramadol buy tramadol
March 24th, 2008 at 5:08 pm
Nice site. Thanks:-)
http://clipclip.org/buyxanax buy xanax
March 24th, 2008 at 5:49 pm
Useful site. Thanks.
http://clipclip.org/buyzoloft1 buy zoloft
March 24th, 2008 at 5:54 pm
Cool site. Thank you.
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=72 cheap xenical
March 24th, 2008 at 7:16 pm
Cool site. Thank you!
http://clipclip.org/buyWellbutrin wellbutrin
March 24th, 2008 at 7:52 pm
Nice site. Thank you:-)
http://clipclip.org/buyViagra buy viagra
March 24th, 2008 at 8:26 pm
Very good site. Thanks!
http://clipclip.org/buyCarisoprodol carisoprodol
March 24th, 2008 at 8:54 pm
Good site. Thanks!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=74 cheap lorazepam
March 24th, 2008 at 9:30 pm
Very good site. Thanks!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-showthread.php?threadid=75 buy adipex
March 24th, 2008 at 10:43 pm
Very good site. Thank you:-)
http://clipclip.org/buylorazepam lorazepam
March 24th, 2008 at 11:51 pm
Useful site. Thank you!!!
http://clipclip.org/avapros avapro
March 25th, 2008 at 12:23 am
Nice site. Thank you!
http://clipclip.org/ceftins cedtin
March 26th, 2008 at 1:49 am
whzkdjco sgqzvx qfosy ukspw spgyuz lmiyetv hifvxqkr
March 26th, 2008 at 1:51 am
dbhesqg otvhpgnxm pcvxf xkulimtv uapcrqn pnydi lxzdsb http://www.bdrwxpm.ufcebioa.com
March 28th, 2008 at 4:26 am
Good site. Thanks!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-reply.php?topmsg=190&userinfo=ddf677eec599d3e36e78bd7f4371192f buy propecia
March 28th, 2008 at 5:07 am
Useful site. Thanks!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-reply.php?topmsg=190 buy propecia
March 28th, 2008 at 5:13 am
Very good site. Thanks.
http://thaiserv.stanford.edu/forum-reply.php?topmsg=189 adipex
March 28th, 2008 at 5:52 am
Nice site. Thank you!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-reply.php?topmsg=180 buy lipitor
March 28th, 2008 at 6:27 am
Cool site. Thanks!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-reply.php?topmsg=189 cheap adipex
March 28th, 2008 at 6:34 am
Useful site. Thanks!!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-reply.php?topmsg=180 lipitor
March 28th, 2008 at 6:59 pm
rocket french…
haha nice one mate i like this post!…
March 29th, 2008 at 4:46 am
dqac fczyjwuab mtcov braijkgtw pmyo cqgxvyhs bklyr
March 29th, 2008 at 4:47 am
ejyibmzlh qtmwha zmgsfy qnztud iczv cgqkxdrf imybc http://www.phiowq.cuyatjlv.com
March 30th, 2008 at 1:43 am
Nice site. Thank you.
http://thaiserv.stanford.edu/forum-reply.php?topmsg=178 tadalafil
March 30th, 2008 at 1:48 am
Very good site. Thank you!
http://clipclip.org/buyWellbutrin wellbutrin
March 30th, 2008 at 2:23 am
Nice site. Thank you.
http://thaiserv.stanford.edu/forum-reply.php?topmsg=190 buy propecia
March 30th, 2008 at 2:25 am
Cool site. Thank you!!
http://clipclip.org/buyxanax buy xanax
March 30th, 2008 at 3:00 am
Nice site. Thank you!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-reply.php?topmsg=189 adipex online fr
March 30th, 2008 at 3:03 am
Useful site. Thank you!
http://clipclip.org/buyViagra buy viagra
March 30th, 2008 at 3:36 am
Useful site. Thanks!!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-reply.php?topmsg=180 cheap lipitor
March 30th, 2008 at 4:03 am
Very good site. Thank you!
http://clipclip.org/buycheaptramadol tramadol
March 30th, 2008 at 4:26 am
Cool site. Thanks:-)
http://thaiserv.stanford.edu/forum-reply.php?topmsg=189 cheap adipex
March 30th, 2008 at 5:05 am
Good site. Thank you!!!
http://clipclip.org/buylipitor11 lipitor
March 30th, 2008 at 5:17 am
Useful site. Thanks.
http://thaiserv.stanford.edu/forum-reply.php?topmsg=180 lipitor
March 30th, 2008 at 5:49 am
Very good site. Thanks.
http://clipclip.org/buyCarisoprodol carisoprodol
March 30th, 2008 at 6:10 am
Useful site. Thanks!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-reply.php?topmsg=178 buy tadalafil
March 30th, 2008 at 6:31 am
Good site. Thanks!
http://clipclip.org/buyzoloft1 zoloft
March 30th, 2008 at 6:54 am
Cool site. Thanks!!!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-reply.php?topmsg=190 buy propecia
March 30th, 2008 at 7:26 am
Very good site. Thank you!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-reply.php?topmsg=189 cheap adipex
March 30th, 2008 at 6:27 pm
Cool site. Thank you!!!
http://www.reference.com/search?q=lipitor%20site%3Aclipclip.org%2Fbuylipitor11&db=web lipitor online
March 30th, 2008 at 6:57 pm
Nice site. Thanks!!!
http://search.sweetim.com/search.asp?ln=en&q=lipitor%20site%3Aclipclip.org%2Fbuylipitor11 buy lipitor
March 30th, 2008 at 7:33 pm
Nice site. Thank you!!
http://search.mywebsearch.com/mywebsearch/GGmain.jhtml?pg=AJmain&action=click&searchfor=lipitor+site%3Aclipclip.org%2Fbuylipitor11&tpr=null&ss=sub&st=bar&ptnrS=ZR&ct=TG cheap lipitor
March 30th, 2008 at 8:00 pm
Very good site. Thank you.
http://my.starware.com/dp/search?src_id=381&client_id=713851f2206cdd78e5c0&product=startpage&serv=web&version=&it=-1&step=5&subproduct=site&qry=lipitor+site%3Aclipclip.org%2Fbuylipitor11 buy lipitor
March 30th, 2008 at 8:37 pm
Very good site. Thanks!
http://search.windstream.net/_1_2JSCU3J02D1SC58__wind.main/search/web/lipitor%252Bsite%25253Aclipclip.org%25252Fbuylipitor11/1/-/1/-/-/-/1/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/417/top/-/-/-/1 buy lipitor
March 30th, 2008 at 9:15 pm
Good site. Thank you!!
http://search.isnare.com/do.php?Query=lipitor+site%3Aclipclip.org%2Fbuylipitor11&Site=&BSearch=Search lipitor
March 30th, 2008 at 9:48 pm
Nice site. Thanks:-)
http://www.metacrawler.com/info.metac/search/web/lipitor%252Bsite%25253Aclipclip.org%25252Fbuylipitor11/1/-/1/-/-/-/1/-/-/-/1/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/417/top/-/-/-/1 buy lipitor
March 30th, 2008 at 10:13 pm
Good site. Thank you:-)
http://www.webcrawler.com/webcrawler/ws/results/Web/lipitor%20site!3Aclipclip!FEorg!2Fbuylipitor11/1/417/TopNavigation/Relevance/zoom=off/_iceUrlFlag=7?_IceUrl=true lipitor online
March 31st, 2008 at 2:19 am
Useful site. Thanks:-)
http://search.iol.ie/cgi-bin/search?q=lipitor+site%3Aclipclip.org%2Fbuylipitor11&num2=10&hl2=en&meta=&submit.x=5&submit.y=7 buy lipitor
March 31st, 2008 at 2:20 am
Nice site. Thanks!
http://bsmotoring.com/bsm/web/search.do?q=lipitor+site%3Aclipclip.org%2Fbuylipitor11&sitesearch= lipitor online
March 31st, 2008 at 2:54 am
Very good site. Thanks!!
http://as.weatherstudio.com/dp/search?src_id=&client_id=&product=&serv=web&version=&it=-1&step=2&subproduct=site&qry=lipitor+site%3Aclipclip.org%2Fbuylipitor11&z=Find+It buy lipitor
March 31st, 2008 at 3:22 am
Cool site. Thanks!
http://www.reference.com/search?q=lipitor%20site%3Aclipclip.org%2Fbuylipitor11&db=web buy lipitor
March 31st, 2008 at 3:52 am
Nice site. Thanks!
http://search.conduit.com/Results.aspx?q=lipitor+site%3Aclipclip.org%2Fbuylipitor11&hl=en&ctid=CT168755 lipitor
March 31st, 2008 at 4:30 am
Good site. Thanks!!
http://search.comcast.net/?cat=web&con=betaa&form_submit=1&q=lipitor+site%3Aclipclip.org%2Fbuylipitor11 lipitor
March 31st, 2008 at 5:30 am
Nice site. Thank you!!!
http://aim.search.aol.com/search/search?invocationType=topsearchbox.search&query=lipitor+site%3Aclipclip.org%2Fbuylipitor11 buy lipitor
March 31st, 2008 at 5:58 am
Good site. Thank you:-)
http://search.mywebsearch.com/mywebsearch/GGmain.jhtml?pg=AJmain&action=click&searchfor=lipitor+site%3Aclipclip.org%2Fbuylipitor11&tpr=null&ss=sub&st=bar&ptnrS=ZR&ct=TG lipitor
March 31st, 2008 at 6:28 am
Good site. Thanks:-)
http://my.att.net/s/s.dll?num=10&spage=search%2Fresultshome1.htm&searchType=web&string=lipitor+site%3Aclipclip.org%2Fbuylipitor11&where=Location+%28e.g.+Address%29&sm.x=0&sm.y=0 cheap lipitor
March 31st, 2008 at 6:50 am
Cool site. Thanks!!!
http://www.optimum.net/Search?q=lipitor%20site%3Aclipclip.org%2Fbuylipitor11 lipitor
March 31st, 2008 at 7:15 am
Useful site. Thanks!
http://www.myembarq.com/google/index.php?_LT=GOLP_GBARGLBIN_UGLSR&q=lipitor+site%3Aclipclip.org%2Fbuylipitor11 cheap lipitor
March 31st, 2008 at 7:34 am
Very good site. Thanks!
http://search.peoplepc.com/search?q=lipitor+site%3Aclipclip.org%2Fbuylipitor11 cheap lipitor
March 31st, 2008 at 8:08 am
Good site. Thanks!
http://my.starware.com/dp/search?src_id=381&client_id=713851f2206cdd78e5c0&product=startpage&serv=web&version=&it=-1&step=5&subproduct=site&qry=lipitor+site%3Aclipclip.org%2Fbuylipitor11 cheap lipitor
March 31st, 2008 at 8:28 am
Nice site. Thank you!
http://ms162.mysearch.com/search/GGmain.jhtml?pg=AWmain&action=click&searchfor=lipitor+site%3Aclipclip.org%2Fbuylipitor11&tpr=null&ss=sub&st=bar&ct=TG buy lipitor
March 31st, 2008 at 8:58 am
Cool site. Thanks:-)
http://search.alot.com/web?src_id=11038&pr=auto&q=lipitor+site%3Aclipclip.org%2Fbuylipitor11 lipitor
March 31st, 2008 at 9:37 am
Cool site. Thank you!
http://search.windstream.net/_1_2JSCU3J02D1SC58__wind.main/search/web/lipitor%252Bsite%25253Aclipclip.org%25252Fbuylipitor11/1/-/1/-/-/-/1/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/417/top/-/-/-/1 cheap lipitor
March 31st, 2008 at 9:55 am
Very good site. Thanks!!
http://msxml.excite.com/info.xcite/search/web/lipitor%2Bsite%253Aclipclip.org%252Fbuylipitor11/1/-/1/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/417/top lipitor
March 31st, 2008 at 10:22 am
Useful site. Thank you!!
http://search.oceanfree.net/cgi-bin/search?q=lipitor+site%3Aclipclip.org%2Fbuylipitor11&num2=10&hl2=en&meta=&submit.x=4&submit.y=6 lipitor online
March 31st, 2008 at 10:37 am
Very good site. Thanks!!
http://search.isnare.com/do.php?Query=lipitor+site%3Aclipclip.org%2Fbuylipitor11&Site=&BSearch=Search lipitor
March 31st, 2008 at 11:25 am
Cool site. Thanks!
http://websearch.cs.com/gw/search?query=lipitor+site%3Aclipclip.org%2Fbuylipitor11&st=webresults&fromPage=GWYResultsT&x=12&y=19 cheap lipitor
March 31st, 2008 at 11:59 am
Very good site. Thanks:-)
http://www.dogpile.com/dogpiled0/ws/results/Web/lipitor%20site!3Aclipclip!FEorg!2Fbuylipitor11/1/417/TopNavigation/Relevance/iq=true/zoom=off/_iceUrlFlag=7?_IceUrl=true lipitor
March 31st, 2008 at 12:11 pm
Cool site. Thank you!!!
http://www.metacrawler.com/info.metac/search/web/lipitor%252Bsite%25253Aclipclip.org%25252Fbuylipitor11/1/-/1/-/-/-/1/-/-/-/1/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/417/top/-/-/-/1 buy lipitor
March 31st, 2008 at 12:40 pm
Nice site. Thanks.
http://www.thefreedictionary.com/_/google.aspx?q=lipitor+site%3aclipclip.org%2fbuylipitor11 cheap lipitor
March 31st, 2008 at 1:04 pm
Very good site. Thank you:-)
http://www.search.com/search?q=lipitor+site%3Aclipclip.org%2Fbuylipitor11 lipitor online
March 31st, 2008 at 1:28 pm
Very good site. Thanks.
http://www.webcrawler.com/webcrawler/ws/results/Web/lipitor%20site!3Aclipclip!FEorg!2Fbuylipitor11/1/417/TopNavigation/Relevance/zoom=off/_iceUrlFlag=7?_IceUrl=true cheap lipitor
March 31st, 2008 at 2:13 pm
Useful site. Thank you!!!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-reply.php?topmsg=178 buy tadalafil
March 31st, 2008 at 3:05 pm
Useful site. Thank you.
http://thaiserv.stanford.edu/forum-reply.php?topmsg=190 cheap propecia
March 31st, 2008 at 3:32 pm
Good site. Thank you!!!
http://clipclip.org/buyxanax xanax
March 31st, 2008 at 4:40 pm
Cool site. Thank you.
http://thaiserv.stanford.edu/forum-reply.php?topmsg=180 lipitor online
March 31st, 2008 at 5:20 pm
Nice site. Thank you.
http://clipclip.org/buycheaptramadol buy tramadol
March 31st, 2008 at 6:09 pm
Useful site. Thanks!!!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-reply.php?topmsg=189 buy adipex
March 31st, 2008 at 7:01 pm
Very good site. Thanks!
http://clipclip.org/buylipitor11 lipitor
March 31st, 2008 at 7:34 pm
Nice site. Thanks!!!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-reply.php?topmsg=180 lipitor online
March 31st, 2008 at 8:10 pm
Very good site. Thank you!
http://clipclip.org/buyCarisoprodol carisoprodol
March 31st, 2008 at 8:48 pm
Cool site. Thank you:-)
http://thaiserv.stanford.edu/forum-reply.php?topmsg=178 tadalafil
March 31st, 2008 at 9:25 pm
Useful site. Thank you.
http://clipclip.org/buyzoloft1 zoloft
March 31st, 2008 at 11:17 pm
Cool site. Thank you!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-reply.php?topmsg=186 buy cheap xenical
March 31st, 2008 at 11:45 pm
Useful site. Thanks!!!
http://clipclip.org/extenze extenze
April 1st, 2008 at 12:16 am
Useful site. Thank you!
http://clipclip.org/hyzaar hyzaar
April 1st, 2008 at 12:57 am
Useful site. Thank you!!
http://thaiserv.stanford.edu/forum-reply.php?topmsg=177 soma order
April 1st, 2008 at 1:25 am
Nice site. Thanks.
http://clipclip.org/littman littman stethoscopes
April 1st, 2008 at 1:52 am
Very good site. Thanks.
http://thaiserv.stanford.edu/forum-reply.php?topmsg=166 cheap tramadol
April 1st, 2008 at 2:28 am
Useful site. Thanks.
http://clipclip.org/buycheaptramadol tramadol
April 1st, 2008 at 3:13 am
Useful site. Thank you.
http://clipclip.org/buyxanax buy xanax
April 1st, 2008 at 5:24 am
Useful site. Thank you!!
http://clipclip.org/atarax30mg atarax
April 1st, 2008 at 6:02 am
Useful site. Thank you:-)
http://thaiserv.stanford.edu/forum-reply.php?topmsg=176 valium online
April 1st, 2008 at 6:37 am
Cool site. Thanks:-)
http://clipclip.org/topamax topamax
April 1st, 2008 at 7:04 am
Good site. Thanks.
http://thaiserv.stanford.edu/forum-reply.php?topmsg=175 buy cheap vicodin
September 9th, 2008 at 5:16 pm
hello…
super!…
December 19th, 2008 at 10:27 am
[...] AGUNG PRAPTAPA ” Blog Archive ” Tugas Business Communication - Kelas … [...]
November 14th, 2009 at 5:55 am
[...] praptapa.unsoed.net:AGUNG PRAPTAPA » Blog Archive » Tugas Business Communication …Pada malam tanggal 30 bulan ke 12 menjelang hari Tahun kepadadatan 77 8 penduduk per km Jepang selalu memperingati hari hari yang menandai pergantian musim setahun ada 4 kali [...]
November 17th, 2009 at 7:50 am
[...] praptapa.unsoed.net:AGUNG PRAPTAPA » Blog Archive » Tugas Business Communication …Ada hal yang lebih penting daripada ritual membuat dan neo latin dari bahasa Romania sampai bahasa Portugis sebelum panjang seni visual bermula dengan lukisan gua dan kulit [...]
June 17th, 2010 at 8:59 pm
[...] AGUNG PRAPTAPA ” Blog Archive ” Tugas Business Communication … [...]
June 25th, 2010 at 6:48 am
[...] AGUNG PRAPTAPA ” Blog Archive ” Tugas Business Communication … [...]