Saudara diminta menulis case yang berkaitan dengan manajemen strategy untuk dipublikasikan disini. Jangan lupa sebutkan sumber referensinya. Siapkan pula bahan presentasi untuk kuliah berikutnya.
AP*
This entry was posted
on Monday, January 28th, 2008 at 9:51 am and is filed under AP Class.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.
January 30th, 2008 at 9:25 pm
Sukri Indra SKM
Demi Senyum Pasien
Mutu layanan menjadi kata kunci dalam bisnis rumah sakit. Penggunaan sistem TI amat membantu rumah sakit memenuhi kebutuhan pasien.
RS Pondok Indah merupakan RS swasta bertaraf internasional. Diresmikan pada 1 Desember 1986, RS ini memiliki fasilitas canggih yang dilengkapi layanan dan kenyamanan bak hotel berbintang. Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang bermutu, RS Pondok Indah berusaha menambah kapasitas layanannya.
Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik secara terus-menerus, RS yang meraih sertifikat Akreditasi Rumah Sakit 16 bidang Pelayanan dan sertifikat ISO 9001:2000 Sistem Manajemen Mutu pada 2005 ini dituntut harus bisa melakukan upaya dalam memperbaiki mutu pelayanan kesehatan mereka. Salah satu cara yang ditempuh RS ini adalah dengan melakukan inovasi berbasis teknologi informasi (TI).
Untuk pengukuran kinerja, misalnya, RS Pondok Indah sudah menerapkan Balanced Scorecard (BSC). Bagi RS Pondok Indah, TI sudah menjadi strategic business. “Sebagai business enabler. Tanpa TI, kami tidak bisa bekerja,” ujar Tafri Defiyan, chief information officer RS Pondok Indah. Setahun terakhir, mereka melengkapi infrastruktur TI-nya dengan menerapkan aplikasi executive dashboard dan Customer Relationship Management (CRM).
Hasilnya, proyek berjalan sesuai jadwal dan memenuhi standar kualitas. Hebatnya, manajemen RS mengaku bahwa mereka secara berkala telah mengukur kontribusi TI terhadap peningkatan pendapatan. Caranya yakni mengukur dampak TI terhadap kecepatan proses bisnis dan mutu layanan kepada pasien. Agar setiap program investasi TI-nya berjalan, dukungan manajemen puncak sangat membantu. Di setiap proyek TI, pimpinan RS akan duduk sebagai ketua steering committee. Komitmen terhadap pengembangan TI-nya bisa diketahui dari besarnya anggaran biaya TI, yang setiap tahun mencapai 10%–15% dari total biaya operasional.
Selain itu, TI juga mengubah bisnis proses untuk mendapatkan keunggulan kompetitif. Mutu layanan kepada pasien, misalnya, kini lebih cepat, tangkas, dan efisien. Semua langkah strategis ini bertujuan mewujudkan visi mereka menjadi pusat pelayanan kesehatan terbaik di Indonesia dan bertaraf internasional.
Sumber Warta Ekonomi
February 6th, 2008 at 11:02 am
Play Group Traju Mas : Pencetak Generasi Penerus Bangsa Secara Modern dan Bernuansa Islami
I. Ringkasan Sejarah
Play Group Traju Mas terletak di Desa Kledung Kradenan RT 01 / RW 05, Kecamatan Banyu Urip, Kabupaten Purworejo di atas tanah seluas ± 1.500 m² dengan nomor telepon (0275) 3318001. Play Group ini mulai dirintis pada awal tahun 2000 oleh Ibu Bimurni Sri Lestari Ibnu Soekarso dengan bermodalkan sehelai tikar dan dua buah meja panjang yang sangat sederhana. Ide untuk mendirikan play group ini muncul karena dia melihat anak-anak lingkungan sekitarnya hanya bermain-main di jalanan dan tidak terurus pendidikan.Melihat kondisi tersebut, muncullah pemikiran untuk mengumpulkan anak-anak itu untuk diajari membaca dan menulis. Alhasil pada saat itu terkumpul 12 anak yang sangat perlu mendapatkan bimbingan belajar membaca dan mennulis serta bermain yang terarah. Dengan fasilitas yang sangat sederhana tersebut mulailah mereka belajar bersama-sama secara kelompok yang diberi nama Kelompok Belajar Traju Mas. Dengan dibantu oleh dua orang tenaga pengasuh sebagai guru, Kelompok Belajar tersebut mulai mengadakan kegiatan dengan materi pendidikan umum dan pendidikan agama dengan masing-masing perbandingan 50 %.Selang beberapa bulan anak-anak yang tergabung dalam Kelompok Belajar tersebut sudah pandai menghafal beberapa doa harian, semakin lancer membaca dan tulisan anak-anak tersebut juga semakin baik. Kenyataan ini membuat banyak orang tua yang berkeinginan memasukkan anak-anaknya ke Kelompok Bermain tersebut, sehingga dalam hitungan bulan anak-anak yang masuk ke Kelompok Belajar tersebut mencapai 40 anak didik.
Pada tahun ketiga perjalanan program belajar, Bupati Purworejo menyelenggarakan Program Anak Beriman yang mewajibkan anak-anak SD yang lulus memiliki sertifikat “Anak Beriman”. Peratutan tersebut membuat semua SD di Purworejo menyelenggarakan tambahan pendidikan agama, khususnya Agama Islam di sore hari sebanyak dua kali dalam seminggu. Karena jadwal harinya bersamaan dengan jadwal Kelompok Belajar sedangkan anak-anak harus melaksanakan kebijakan Pemda tersebut, maka akhirnya Kelompok Traju Mas menghentikan kegiatannya pada tahun 2003.
Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan pendidikan, saat itu Departemen Pendidikan Nasional menyelenggarakan Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)untuk anak usia 0-6 tahun yang tertuang dalam UU Sisdiknas Tahun 2003 berupa Kelompok Bermain, Taman Penitipan Anak, dan Taman Kanak-kanak.
Terdorong ingin membantu program pemerintah tersebut, maka Ibu Hj. Bimurni Sri Lestari mengganti kelompok belajarnya menjadi kelompok bermain (Play Group) dengan merekrut anak-anak usia antara 2-6 tahun. Anak-anak tersebut kemudian dididiknya dengan nuansa islami sesuai dengan amanah suaminya Alm. Bapak Ibnoe Soekarso. Maka pada tanggal 5 Mei 2003 Kelompok Belajar tersebut berganti nama menjadi Kelompok Bermain.
Pada tahun pertama tersebut jumlah anak didik/asuhnya hanya berjumlah lima belas anak. Namun dari waktu ke waktu Kelompok Bermain Traju Mas ini mendapat sambutan yang hangat dari masyarakat yang dibuktikan dengan dengan jumlah anak asuhnya yang dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan.
Seiring dengan meningkatnya jumlah anak asuh, maka jumlah pengasuhnyapun harus memerlukan penambahan. Sampai saat ini sudah ada 13 orang guru / pengasuh dan tiga orang karyawan yang menangani kegiatan pendidikan sehari-hari. Adapun dalam proses rekruitmen pengasuh / guru dilakukan dengan syarat :
1. Pendidikan minimal D II PGTK
2. Beragama Islam dan mampu baca tulis Alquran
3. Lulus seleksi dan dilanjutkan dengan praktek dengan system magang di play group tersebut selama tiga bulan.
Play Group Traju Mas senantiasa menerima guru magang dari play group lainnya. Dalam kegiatan ini setiap peserta yang magang wajib membayar biaya akomodasi tiap bulan sebesar Rp 150.000,00. Karena seringkali ada guru magang di Play Group Traju Mas maka Play Group ini oleh pemerintah dijadikan Pusat Magang Tenaga Kependidikan PAUD di Pripinsi Jawa Tengah pada tahun 2005-2006 dan 2006-2007 dan sampai saat inipun masih bertahan.
II. Metode Yang Digunakan
Metode Pembelajaran di Play Group Traju Mas menggunakan metode Beyond Center and Circle Time (BCCT), yaitu pembelajaran dimana guru sebagai pusat kegiatan berada di tengah-tengah siswa atau setiap anak secara rolling / berputar harus menyelesaiakan tiga area yang diminati.
III. Pembiayaan
Mengingat keadaan ekonomi orang tua murid tidak sama, maka dalam membayar SPP tiap-tiap bulan juga tidak sama. Jadi di Play Group Traju Mas diadakan subsidi silang antar orang tua siswa.
Uang pangkal masuk Play Group Traju Mas masing-masing anak dipungut biaya Rp 1.000.000,00. Sedangkan untuk kelompok umur 5-6 tahun untuk persiapan masuk SD diberikan les tambahan sehingga jam pelajarannya sampai pukul 13.30 WIB dengan kontribusi Rp 65.000,00 / bulan yang digunakan untuk makan siang.
IV. Produk Lain
Bagi orang tua yang sibuk dan tidak dapat mengantar dan menjemput siswa, Play Group Traju Mas menyediakan angkutan dengan biaya sebesar Rp 80.000,00 / bulan untuk jarak 0-5 km dan Rp 120.000,00 / bulan untuk jarak 5-10 km.
Dalam perjalanannya Play Group Traju Mas menemukan permasalahan anak yang dirumah tidak ada teman atau pembantu sehingga banyak orang tua mengusulkan dibuka TPA (Tempat Penitipan Anak) yang akan dijemput oleh orang tuanya seusai jam kerja. Oleh karena itu mulai 1 Februari 2008 dibuka TPA untuk anak usia 2-5 tahun dengan akomodasi Rp 120.000,00 / bulan dan waktu penitipan jam 07.00 – 15.00. Jika orang tua terlambat dalam menjemput anak akan dikenakan denda Rp 5.000,00 tiap jamnya.
V. Penutup
Demikianlah sekilas sejarah / informasi singkat tentang Play Group Traju Mas yang merespon kebijakan pemerintah untuk memperhatikan pendidikan anak usia dini dan dikelola secara modern dengan nuansa islami yang merupakan perpaduan antara amal (social) dan bisnis yang tiap tahunnya menunjukkan perkembangan yang berarti.
Sumber : Company Profil PG Traju Mas
February 6th, 2008 at 12:44 pm
FIVE FORCES MODEL OF COMPETITION
1.RIVALRY AMONG COMPETING FIRMS
Semakin keras persaingan produk tertentu maka semakin keras pula usaha dari suatu perusahaan untuk melakukan terobosan agar produknya dapat diterima oleh masyarakat.
Contoh :
Saat ini banyak sekali pilihan produk-produk untuk kebutuhan sehari-hari. PT Unilever tidak lagi menjadi primadona dalam menyediakan produk-produk yang dijumpai dalam setiap rumah. Pasta gigi, sabun mandi, shampoo sudah banyak sekali ragamnya. Kalau dahulu pasta gigi identik Pepsoden, sabun mandi identik Lux dan shampoo adalah Sunsilk, sekarang banyak sekali produk-produk pengganti seperti Close Up, Dettol, Pantene dan lain-lain.
2.THREAT OF NEW ENTRANTS
Era globalisasi memungkinkan masuknya produk-produk dari luar secara massal. Persaingan ketat terjadi pada seluruh bidang kehidupan, siapapun harus siap untuk digeser pendatang baru baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Contoh :
Banyaknya produk-produk negara Cina yang notabene menguasai pasar dunia sulit terbendung datang di Indonesia, hingga perusahaan domestic merasa kalah bersaing oleh datangnya produk-produk global dengan harga murah dan terjangkau. Obat-obatan, permen, dan mainan lolos dikonsumsi oleh masyarakat dan hingga saat ini BPOM kewalahan dalam mengatasi layak tidaknya barang-barang tersebut dikonsumsi sehubungan dengan adanya bukti-bukti kandungan formalin pada makanan yang sudah banyak beredar. Karena harga yang terjangkau dan mudah mendapatkannya, barang-barang itu hampir dipastikan mudah dijumpai di setiap toko-toko dan supermarket.
3.BARGAINING POWER OF BUYERS
Adanya monopoli atau kekuatan menguasai suatu pasar tertentu karena tersedianya modal yang dimiliki, atau juga karena adanya regulasi.
Contoh :
Pada saat BPPC berperan, hasil panen petani cengkeh harus dijual melalui BPPC. Sehingga harga cengkeh ditentukan oleh BPPC bukan oleh para petani cengkehnya.
4.THREAT OF SUBSTITUTE PRODUCTS
Ancaman yang diakibatkan munculnya competitor sejenis yang mempunyai fungsi atau manfaat yang sama.
Contoh :
Pertamina dengan Shell (USA) dan Petronas (Malaysia) yang akhir-akhir ini membuka usaha SPBU di Indonesia khususnya di kota-kota besar.
5.BARGAINING POWER OF SUPPLIER
Adanya monopoli suatu produk akibat tidak adanya competitor lain yang diperbolehkan akibat kebijakan pemerintah.
Contoh :
Pertamina, PLN, PT Gas yang semua itu dikelola oleh BUMN.
February 6th, 2008 at 12:45 pm
THE FIVE FORCES MODEL OF COMPETITION
Rivalry among competity Firms
Adalah persaingan antar perusahaan untuk berkompetisi meraih pangsa pasar terbesar, contoh :
- Perusahaan HP : Nokia, Sony Ericson, LG, Samsung
- Perusahaan seluler : Indosat, Telkomsel
- Perusahaan elektronik : Sony, Panasonic, National
Bargaining power of buyers
Yaitu kekuatan posisi tawar menawar yang ditentukan oleh pembeli, contoh :
- Dolog sebagai pembeli gabah/beras langsung dari petani
- Proses jual beli dipasar tradisional, pasar hewan
- Pembeli cengkih, tembakau dari petani
Bargaining power of Suppliers
Yaitu kekuatan posisi tawar menawar yang cenderung dominan pada pemasok/supplier, dikarenakan tidak adanya pemasok lain, merupakan input terpenting dalam industri serta memiliki kekuatan untuk melakukan strategi forward integration, contoh :
- Gas, minyak tanah oleh Pertamina
- Listrik oleh PLN
- Air oleh PDAM
Threat of New Entrans
Adalah ancaman berasal dari kemunculan perusahaan dengan product barunya yang dapat mengancam kedudukan produk lama. Hal ini antara lain adanya kebijakan pemerintah , contoh :
- Keberadaan Indomart, Alfamart dan lain-lain supermarket yang mengancam pasar-pasar tradisional
- Alat kosmetika (pemutih wajah) yang menawarkan hasil lebih cepat menggeser kosmetik yang sudah ada yang bersifat pemeliharaan
Threat of substitute product
Adalah suatu product/barang dimana kegunaan/manfaatnya dapat menggantikan kegunaan barang yang telah ada dan merupakan ancaman baginya. Biasanya product diperkenalkan melalui harga yang lebih rendah, kepraktisan dalam penggunaan, daya kerja lebih cepat, praktis. contoh :
- Keberadaan Hand phone atas telefon rumah
- Sms / mms via Hp, faximili, atas surat melalui pos
- Transfer uang melalui bank atas wesel pos.
February 9th, 2008 at 9:33 am
AKUSISI BANK
Sepuluh tahun yang lalu masih jelas dalam ingatan kita, tepatnya pada tahun 1997 – tahun 1998 terjadi adanya krisis ekonomi yang melanda negeri kita. Sebagai akibat krisis tersebut antara lain yaitu nilai tukar rupiah terhadap mata uang US$ merosot tajam, yang bergerak mulai dari Rp. 2.500,- sampai dengan puncaknya mencapai Rp. 20.000,- per US$ 1. Adanya krisis tersebut, maka perusahaan yang bergerak dibidang keuangan dan perbankan terkena dampak secara langung.
Merosotnya nilai rupiah mengakibatkan tingkat suku bunga dana mencapai 40 % s/d 60 % per tahun. Daya beli masyarakat menurun tajam, dan tingkat kepercayaan terhadap rupiah merosot. Sehingga banyak pemilik dana yang mencairkan dananya untuk ditanamkan dalam bentuk US$, dan juga banyak dana yang semula ditanamkan di Indonesia dipindahkan ke luar negeri. Kejadian tersebut akhirnya dunia perbankan harus menanggung resikonya, yaitu meningkatnya kredit macet / Non Performing Loan (NPL) dan terjadi negatif spread.
Peningkatan NPL mengharuskan bank untuk membentuk biaya PPAP (Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif) sebagaimana yang telah ditetapkan oleh regulator, karena banyak debitur yang tidak bisa membayar angsuran kredit yang disebabkan usaha yang dijalankan omset merosot atau merugi. Meningkatnya tingkat suku bunga dana mengaharuskan bank membayar biaya bunga dana yang sangat besar, sedangkan kemampuan debitur untuk membayar tingkat suku bunga atas pinjaman dibawah tingkat suku bunga dana, sehingga bank mengalami negative spread.
Kejadian tersebut akhirnya banyak bank yang hasil operasionalnya rugi, sehingga ratio kecukupan modal terjadi minus / jauh dibawah ketentuan batasan minimal CAR dari regulator yaitu 8 %.
Tingkat kepercayaan masyarakat pada dunia perbankan semakin menurun, karena banyak bank yang ditutup / dilikwidasi oleh regulator. Hanya bank – bank yang bermodal besar / kuat saja yang mampu bertahan. Untuk memulihkan kepercayaan masyarakat pada rupiah dan dunia perbankan, maka pemerintah mengeluarkan kebijakan adanya program penjaminan simpanan. Seluruh perbankan diharuskan untuk mengikuti program penjaminan dengan beban biaya premi yang harus dibayar oleh masing – masing bank sesuai dengan besarnya rata – rata dana yang mengendap, baik sebagai Bank Umum maupun Bank Perkreditan Rakyat harus mengikuti program penjaminan simpanan dari Pemerintah.
Meningkatnya jumlah kredit macet, dan membayar biaya dana yang mahal sebagai penyebab utama bank menjadi kolap / rugi. Kerugian bank setiap bulan semakin bertambah dan modal bank yang tersedia tidak cukup untuk menutup kerugian, sehingga modal habis dan menjadi minus. Modal menjadi penyangga utama bagi bank pada saat terjadinya krisis untuk membackup bila terjadi kerugian, sehingga untuk bank yang bermodal besar / kuat dan didukung pemegang saham yang mampu dan mau menambah setoran modal, maka kelangsungan operasinal bank dapat terjamin.
Ada beberapa cara yang telah ditetapkan oleh regulator dalam menanggulangi krisis agar bank tetap eksis yaitu :
a. Merger
b. Konsolidasi
c. Akuisi
Selain ke 3 (tiga) cara tersebut, pemerintah juga mengeluarkan program Rekapitalisasi bagi perbankan yaitu pemerintah melakukan setoran modal pada suatu bank sampai dengan jumlah tertentu, agar ratio kecukupan modal dapat terpenuhi sesuai dengan batasan yang telah ditetapakn oleh regulator.
Bank yang tingkat kredit macet / NPL tinggi, kebutuhan akan modal juga tinggi karena untuk melakukan penghapusan kredit macet agar ratio NPL tetap sehat. Apabila suatu bank tidak mencukupi ketersediaan PPAP untuk melakukan penghapusan kredit macet / NPL, maka modal yang tersedia dipergunakan untuk nenghapus kredit macet, agar NPL memenuhi ratio NPL yang sehat. Adapun batasan ratio NPL untuk Bank Umum maksimal sebesar 5 % dan untuk BPR maksimal sebesar 10 %.
Bank Indonesia sebagai regulator mendorong bank – bank kecil untuk melakukan merger / konsolidasi / akusisi, sehingga perbankan yang ada di Indonesia semakin kuat dan jumlahnya semakin sedikit.
Sesuai dengan Undang – Undang Pokok Perbankan Nomor 10 tahun 1998, bahwa akusisi adalah mengambil alih kepemilikan saham bank. Akuisisi bank adalah salah satu upaya untuk menanggulangi bank agar tidak terjadi kerugian dan kebangkrutan.
Akuisisi merupakan langkah yang paling simple / sederhana dilakukan oleh Bank, karena bank yang diakusisi tidak harus dilikwidasi / ditutup yang kemudian digabung ke bank yang mengakuisi. Bank yang diakusisi tetap menjalankan opersionalnya, namun modal bank tersebut yang berupa saham telah dimiliki oleh yang mengakuisi. Dengan akuisisi operasional bank tersebut tetap eksis dan dapat melakukan ekspansi, karena bank yang melakukan akuisi melakukan menambah modal disetor dan menata manajemen operasinal bank.
Ada beberapa keuntungan akuisi bank :
1. Modal bank menjadi besar.
Dengan adanya tambahan modal dari bank yang mengakuisisi, maka modal yang tersedia semakin besar, sehingga ratio kecukupan modal / CAR semakin besar dengan ratio CAR diatas 8 % (merupakan batasan minimal ratio CAR). Semakin besar ratio CAR, maka peluang untuk menata dan mengelola operasional bank semakin banyak peluang untuk menjadi bank yang sehat dan mampu berkompetisi.
2. Operasioanl bank semakain baik..
Bank yang diakuisi tidak harus ada perubahan dalam operasional, sehingga tidak menimbulkan kekawatiran dari nasabah. Bonofiditas dari yang mengakuisisi akan semakin menambah kepercayaan masyarakat pada bank yang diakusisi.
3. Semakian kuat dan sehat.
Modal yang ada semakin besar, maka bank semakin kuat untuk menahan goncangan apabila terjadi adanya krisis. Dukungan permodalan yang besar dan tatakelola operasional bank yang baik, maka akan menjadi bank yang sehat.
Bank yang sehat dengan dukungan modal yang besar memberikan peluang untuk melakukan ekspansi dan mampu bersaing untuk mengembangkan segment pasar. Pengembangan dan penambahan unit operasional semakin terbuka luas, sehingga jangkauan pelayanan dan pangsa pasar yang dikuasai / market share semakin luas.
4. Dapat mengurangi / menekan jumlah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Dengan akusisi tidak terjadi likwidasi, sehingga tidak terjadi adanya PHK. Kemungkinan PHK ada namun tidak secara keseluruhan personil hanya sebagian, sehingga tidak menambah jumlah pengangguran.
Akuisisi merupakan salah satu alternative dari beberapa alternative yang ada agar perusahaan tidak merugi / bangkrut. Pemilihan alternative sangat dipengaruhi kondisi perusahaan dan situasi perekonomian yang ada pada saat itu. Ketepatan perusahaan / pemilik dalam menentukan pilihan strategi sangat berpengaruh atas perkembangan dan kemajuan perusahaan.
February 13th, 2008 at 8:16 am
THE FIVE FORCES MODEL OF COMPETITION :
Threat of New Entrants
Example :
- Sebuah perusahaan yang menawarkan para pelanggan di seluruh dunia sistem pembelian tiket pesawat ke luar negeri melalui internet dengan metoda pembayaran Credit Card. Jika ternyata harga tiket tersebut lebih murah dibandingkan dengan yang dijual agen dalam negeri, tentu saja para pelanggan akan pindah ke perusahaan tersebut.
- Munculnya Restaurant-restaurant Fast Food ( Mc Donald, KFC, etc) yang akhir-akhir ini banyak disukai oleh kalangan anak-anak hingga dewasa, merupakan salah satu pendatang baru yang potensial di bidang bisnis makanan. Namun disisi lain juga merupakan ancaman bagi bisnis makanan tradisional.
Bargaining Power of Supplier
Example :
- Listrik, dimana PLN sebagai satu-satunya supplier listrik yang memiliki power di Indonesia.
- Beras, seperti yang kita ketahui BULOG merupakan supplier beras satu-satunya di Indonesia.
Bargaining Power of Buyers
Example :
- Jasa Asuransi, dimana pembelian produk dan pelayanan asuransi yang ditawarkan sangat ditentukan oleh customer. Karena customer memiliki kekuatan yang besar dalam menentukan produk-produk mana yang akan dipilih.
- Penjualan saham oleh perusahaan yang go public kepada investor di pasar modal. Pembelian saham ditentukan oleh investor berdasarkan Capital Gain yang akan diterimanya.
Threat of Substitute Products
Example :
- Pemakaian internet phone yang menawarkan pelanggan untuk mengadakan pembicaraan interlokal maupun internasional dengan biaya pulsa lokal. Internet phone ini tentu saja menggantikan produk telepon tradisional yang pembayarannya berdasarkan harga pulsa yang ditentukan oleh jauh dekatnya komunikasi.
- Dipergunakannya electronic mail (email) sebagai sarana komunikasi yang paling efektif dan efisien yang secara signifikan telah mengurangi pendapatan perusahaan yang menawarkan jasa komunikasi dan kurir ( PT. POS Indonesia).
Rivalry Among Competing Firms
Example :
- Pemesanan produk atau jasa melalui electronic commerce, pengiriman uang (transfer) melalui internet banking, permintaan informasi melalui call center, penggunaan intranet untuk sarana komunikasi dan kolaborasi, pengembangan sistem administrasi bebas kertas (paperless office), implementasi virtual office, pemakaian sistem informasi eksekutif dan decision support system, etc.
February 13th, 2008 at 8:17 am
Threat of New Entrants
“ IM3 ” dengan “ 3 ”
Indosat yang mengeluarkan “ IM3 “ dengan penawaran tarif SMS yang hanya Rp 45,- per SMS akan terancam dengan adanya prouk baru dari “ 3” yang mengeluarkan program SMS dengan tarif Rp 0,- sehingga akan mengancam “ IM3 “ yang telah dikenal dengan “Rajanya SMS” dimana tarif SMS “IM3” paling murah diantara operator telepon lainnya.
Bargaining Power of Suppliers
Proyek Paiton dengan PLN
Paiton sebagai salah satu pusat pembangkit listrik terbesar di Indonesia menyediakan daya listrik yang sangat besar bagi PLN sehingga akan membuat PLN sangat tergantung pada Paiton. Apabila Paiton tidak memasok pembangkit listrik maka PLN tidak dapat beroperasi dan tidak dapat melayani masyarakat.
Bargaining Power of Buyers
Koperasi Susu (GKSI)
Para petani atau peternak sapi perah akan menjual hasil produknya ke koperasi susu. Para peternak tidak bisa memberi harga yang sesuai dengan kemauan dari peternak sendiri karena harga susu sudah ditentukan oleh koperasi susu yang bersangkutan.
Threat of Substitute
Suku cadang kendaraan bermotor asli dari Honda dengan suku cadang lokal atau dari Cina
Semakin bayaknya permintaan masyarakat akan kendaraan bermotor tentu berdampak pula dengan permintaan akan suku cadangnya. Keadaan ekonomi masyarakat yang saat ini sedang susah akan merasa keberatan dengan harga suku cadang asli dari Honda, masyarakat menilai harganya terlalu mahal sehingga masyarakat akan mencari suku cadang merk lain dimana fungsinya sama dengan kualitas yang tidak jauh berbeda dengan harga yang relatif lebih murah. Adanya barang-barang pengganti yang beredar banyak di pasar saat ini tentu saja akan menjadi ancaman serius dari pihak “Honda”.
Rivalry Among Competiting Firms
Perang tarif bicara lewat telepon antara sesama operator telepon.
Telkom Flexi mengeluarkan program tarif telepon yang hanya Rp 49,- per menit. Mentari dari Indosat mengeluarkan program telepon lokal yang hanya Rp 50,- per 30 detik sedangkan Simpati dari Telkomsel mengeluarkan program nelpon 3 menit gratis 3 menit bicara dan XL yang mengeluarkan program bicara dari Rp 25,- per detik menjadi Rp 10,- per detik.
February 13th, 2008 at 8:18 am
Ancaman masuknya pendatang baru
Setiap pasar selalu mempunyai potensi masuknya pendatang baru yang ingin ikut meramaikan lalu lintas transaksi di dalammya. Pendatang baru jelas akan menambah kapasitas terpasang dalam pasar serta tambahan sumber daya yang potensial. Pendatang baru ini bisa menjadi ancaman bagi pemain lama yang sudah ada sebelumnya karena bisa mengurangi keuntungan yang didapat atau bisa saja menambah daya tarik industri bersangkutan.
Contoh :
- Hadirnya Tropikal pada tahun 1997. Masuk pasar dengan konsep produk yang berbeda yaitu sebagai minyak goreng higienis tak jenuh dengan dua kali proses penyaringan. Pangsa pasar 2002 baru 9,6 %. Tapi dengan harga sedikit di bawah Bimoli, menjadi pesaing yang kuat bagi Bimoli yang jauh lebih dulu dari Tropikal. Bimoli didukung Indofood, pangsa pasar 2002 mencapai 63,3% meningkat dari tahun sebelumnya 61,7 %. Membalas propaganda Tropikal melalui slogan : “dua kali penyaringan saja tidak cukup”.
Tekanan persaingan dari produk pengganti
Produk perusahaan sering menghadapi persaingan yang ketat dengan produk dari industri lain yang dapat menjadi alternatif bagi konsumen untuk memilih. Suatu produk dapat menjadi substitusi bagi produk lain jika konsumen menganggap produk-produk tersebut mempunyai fungsi yang serupa.
Contoh :
- Perusahan di bidang jasa angkutan darat kereta api PT.KAI mendapatkan tekanan persaingan yang ketat dari perusahaan angkutan darat bus, kondisi akan mendorong PT.KAI menjalankan strategi untuk meyakinkan pelanggan bahwa produk jasa mereka berbeda daripada produk jasa substitusi dengan melalui berbagai bentuk differentiate strategy seperti harga yang bersaing, kualitas yang beda, pelayanan yang lebih baik, dan kinerja yang lebih sesuai dengan konsumen atau kombinasi.
Kekuatan tawar menawar pembeli
Kekuatan bersaing pembeli bisa bergerak dari posisi lemah sampai kuat. Pembeli punya kekuatan tawar menawar dalam berbagai situasi, dimana semakin kuat seorang pembeli dan makin besar jumlah yang dibeli , makin kuat posisi pembeli dalam negosiasi dengan penjual. Situasi itu memberi kan peluang bagi pembeli untuk mendapatkan konsesi harga dan syarat-syarat pembelian yang lunak.
Contoh :
- Kasus perusahaan sepatu NIKE Amerika mendapatkan konsesi harga murah dari perusahaan pembuatan produk sepatu Nike di Indonesia dengan ancaman untuk menghentikan pembelian dan mengalihkan kerjasamanya ke perusahaan lain dengan kekuatan daya tawarnya melalui standard kualitas yang ditetapkan Nike Amerika dan track record negatif perusahaan penjual di Indonesia terhadap permasalahan hukum dalam eksportnya.
Kekuatan tawar menawar pemasok
Kuat atau lemahnya posisi tawar supplier sangat tergantung pada kondisi pasar dalam industri suplier yang bersangkutan dan seberapa penting bahan yang mereka supply.
Contoh :
- Pada era 90 Supermi kemudian disusul oleh Sarimi mengalami kehancuran ketika harus berhadapan pendatang baru Indo Mie yang didukung Indofood, dan akhirnya keduanya menjadi milik Indofood. Hal tersebut karena suplier bahan baku tepung dimonopoli oleh Bogasari, yang notabene milik Indofood, memiliki kekuatan bargaining sangat kuat.
Persaingan di antara sesama penjual dalam merebut dan mempertahankan pasar
Persaingan yang timbul di antara sesama penjual timbul karena mereka saling berlomba untuk saling mengalahkan satu sama lain untuk menarik hati konsumen atau beberapa penjual yang saling bertentangan melihat adanya peluang untuk memenuhi kebutuhan konsumen lebih baik atau mereka berada dalam tekanan untuk mmperbaiki kinerjanya. Bentuk persaingan di antara para penjual terlihat dari berbagai inovasi dan taktik seperti pemberian harga yang lebih rendah (diskon).
Contoh :
- PT. Erlangga dikenal sebagai penerbit spesialis buku pelajaran sekolah dari SD,SMP, SMU hingga perguruan tinggi. Pada tahun 2002 berhasil menerobos persaingan aringan buku-buku pelajaran yang sangat ketat karena pemainnya sangat banyak. Diperkirakan penjualannya 90% dihasilkan oleh tim direct selling, sementara sisanya diperoleh dari kemenangan tender buku proyek pemnerintah. Harga jual Erlangga tidak lebih murah dari penerbit lain, malahan lebih tinggi. Namun, strategi harga ini dimbangi strategi produk yang lebih longgar. Yaitu, Erlangga memberikan produk sebanyak mungkin pada konsumen. Untuk setiap bidang studi, diterbitkan lebih dari satui buku, dengan harga, kualitas kertas, pengarang, dan tebal tipis berbeda sesuai preferensi konsumen dan daya belinya.
February 13th, 2008 at 8:18 am
Jawaban tugas membuat contoh masing-masing dari lima kekuatan dasar pada persaingan dalam suatu industri.(Five Forces of Competition) sebagai berikut :
1. Rivalry among competing firms
Yaitu Persaingan dari perusahaan sejenis dalam industri, tinggi rendahnya persaingan antara pesaing di dalam suatu industri akan tergantung dari ancaman pendatang baru yang potensial, kekuatan tawar menawar dari pelanggan/pembeli,ancaman dari produk-produk/jasa pengganti, kekuatan tawar menawar dari pemasok Bila persaingan pasar sudah begitu ketat , mau tak mau produsen baru mesti membuat trobosan baru dalam membidik konsumennya sebagaimana yang dilakukan oleh MQ- Net ketika meluncurkan produk minuman berkabonat, yaitu QOLBU COLA, dimana untuk minum sejenis nota bene dipasaran 90 % telah dikuasai Coca Cola namun demikian PT Multi Qreasi Networking (MQ-Net) perusahaan yang masih dibawah komando MQ Corporation Pimpinan Dai Muda Abdullah Gymnastiar berusaha meramaikan persaingan pada pasar persaingan minuman berkabonat dengan membuat produk yang terinspirasi oleh keberhasilan Zamzam Cola di Timur Tengah dan Mecca Cola di Perancis, Qolbu Cola boleh dibilang merupakan produk minuman berkabonat berlabel Islam pertama di Indonesia dengan mematok harga Rp2.500 sampai Rp.2.900 melalui pemasaran MLM (Multi Level Marketing) segmen sementara masih terbatas pada anggota jaringan yang kini berjumlah 90.000 orang “tetapi tidak menutup kemungkinan membidik anggota diluar MQ-Net.Bila dilihat dari Packaging , Qolbu Cola tidak jauh berbeda dengan kemasan minuman ringan berkabonasi dalam kaleng lainya seperti Cola Cola, Fanta, Pepsi, Navika, dan RC Cola perbedaan hanya pada rasa dan taste. Untuk tastenya produk anyar ini menonjolkan rasa lemon untuk kedepannya bila pasaran bagus akan mengeluarkan jenis rasa yang lainnya dengan target bisa diterima baik oleh masyarakat atau members itu sudah menjadi awal yang baik karena dengan penuh kesadaran persaingan dari perusahaan sejenis yang sudah besar dan memiliki pasar yang tersendiri merupakan tantangan berat.
2. Bargaining power of buyers
Yaitu Kekuatan Posisi Tawar menawar pada pembeli, dimana para pembeli akan mempunyai kekuatan tawar menawar yang tinggi jika :
a. Mereka merupakan bagian terbesar dari penjualan perusahaan
b. Mereka terkonsentrasi letaknya
c. Produk tidak mempunyai perbedaan dengan produk pesaing
d. Mereka mempunyai informasi yang lengkap
e. Biaya untuk berpindah kepenjual lain (Switching cost) rendah
f. Mereka mempunyai kesempatan untuk melakukan backward intergration
Contoh posisi tawar menawar ada pada pembeli adalah sebagaimana Perusahaan Rokok Gudang Garam dan Jarum yang memiliki Gudang Tembakau di Temanggung terhadap pembelian Tembakau Pada musim panen , dimana Pabrik membeli tembakau yang dijual oleh petani / pedagang tembakau dilakukan pembelian tembakau tersebut dengan patokan harga dari posisi tawar yang ditentukan oleh pabrik dengan klasifikasi jenis tembakau yang berbeda. Petani atau pedagang dalam hal ini biasanya sangat tergantung dengan segala ketentuan yang dikeluarkan oleh Pabrik, baik waktu pembelian, jenis tembakau yang diterima, sistem pembelian serta jumlah pembelian dan lain-lain.sehingga petani hanya mengikuti ketentuan yang ada.
3. Bargaining power of suppliers
Yaitu Kekuatan posisi Tawar Menawar ada pada pemasok, dimana para pemasok akan mempunyai kekuatan tawar menawar yang tinggi jika :
a. Lebih terkonsentrasi dari pada industri yang mereka pasok
b. Tidak ada pemasok pengganti
c. Industri bukanlah pembeli penting bagi pemasok
d. Produk mereka merupakan input paling penting bagi indutri
e. Mereka mempunyai kekuatan untuk melakukan strategi forward intergration
Contoh untuk Kekuatan posisi tawar menawar ada pada pemasok adalah sebagaimana Pertamina , Listrik, Perusahaan Air Minum dimana konsumen sebagai pengumpul maupun pengguna langsung sangat tergantung dari perusahaan tersebut baik menyangkut harga, Jumlah pemasokan produk/jasa yang diberikan, pendistribusian dan lain-lainya , biasanya bersifat monopoli yang mana tidak ada persaingan karena ada satu penjual dan produk yang dijual sangat unik. Tidak ada barang pengganti dari barang tersebut sehingga kebijakan publik yang biasanya dapat menstabilkan baik kebutuhan maupun harganya.
4. Threat of new entrants
Yaitu Ancaman pendatang baru, Banyaknya pendatang baru yang tertarik masuk kedalam industri akan tergantung dari besar kecilnya halanga-halangan untuk memasuki(Barriers Of Entry) industri tersebut berupa akses masuk kedalam suatu industri yang bisa membatasi pesaing yang menawarkan produk yang sama seperti
a. Skala Ekonomi, kebijakan pemerintah, tanggapan para pesaing
b. Perusahaan yang telah memiliki identitas merk yang sudah amat lekat dimata konsumen
c. Biaya peralihan yang dikeluarkan untuk pindah kepemasok atau produk lain
d. Persyaratan Modal yang dibutuhkan oleh Perusahaan untuk melakukan aktivitas atau pengelolaan perusahaan
e. Akses kesaluran distribusi biasanya karena telah dikuasai sehingga pendatang baru harus mengeluarkan biaya untuk membangun jaringan distribusi tersendiri
Contoh : Persaingan pasar mie instan dimana Indofood yang telah lama menguasai pasar mie instan kurang lebih 90 % lewat produk Indomie akhir-akhir ini tak tanggung –tanggung 12 % kue pasar Indomie digerus oleh Wings, dengan segala keberanianya melalui jaringan distribusinya Indofood dan tenyata membawa citra brand yang baik dibenak konsumen . Walaupun Wings belum jadi pemenang masih sebagai penantang /pendatang baru . Menurut Survei Frontier Indofood masih memegang tumpuk kendali sebagai brand yang paling dikenal konsumen ibu dan anak sebesar 44 % sedang sang penantang meraih top brand index 30,2 %. Indomie dapat seperti itu karena hasil dari promosi selama 30 tahun, maka ketika ada kompotitor baru 2-3 tahun sudah mau menyamai . Hal itu harus menjadi perhatian dan ekstra hati-hati bagi indofood ,apalagi diketahui dari hasil survei tersebut Indomie masih dikonsumsi ibu-ibu sebesar 64,9%, loyalitas merakapun masih tinggi sebesar 55,4 %, sedang mie sedap dikonsumsi oleh ibu 21,4 % dengan loyalitas sebesar 15,3% . Begitu juga hasil survey kepada anak yang menkonsumsi indomie sebesar 39,8 % selisihnya tipis sekali dengan posisi anak yang mengkonsumsi mie sedap sebesar 32,2% Data ini sudah berbicara banyak walaupu indomie pernah menjadi pemain tunggal namun tetap harus waspada dan mempertimbangkan strategi yang selama ini digunakan dengan adanya pendatang baru
5. Threat of subtitutes products
Yaitu Ancaman barang/ produk pengganti , Ancaman terbesar datang dari barang pengganti adalah sebagai berikut:
a. harga cenderung menjadi semakin murah dibandingkan dengan produk yang dihasilkan oleh perusahaan
b. Dihasilkan oleh industri yang berskala besar dan sangat menguntungkan
Contoh : ketersedian barang / produk pengganti adalah merupakan ancaman bagi perusahaan yang memproduksi barang yang memiliki fungsi yang sama sehingga mempengaruhi kestabilan harga sebut saja mentega dan margarin mudah dipertukarkan misalkan jika harga mentega naik , sedangkan harga margarine tetap , maka konsumen akan mengganti konsumsi mentega dengan margarine sehingga permintaan mentegapun turun dratis.Selain itu yang terjadi pada Dealer Mobil baru jika harga mobil baru tinggi maka bermunculan orang melakukan usaha penjualan mobil bekas sehingga konsumen yang tadi mau membeli mobil baru bisa beralih dengan membeli mobil bekas maka dealer harus mencari mempertimbangkan strategi pemasaran yang telah dilakukan .
February 25th, 2008 at 6:03 pm
STRATEGI ACER MERAJAI PASAR LAPTOP
Contributed by : TOBIIN
Papan reklame raksasa di jalan Sudirman Jakarta terpampang seorang gadis cantik memangku notebook duduk di atas angka 1 yang bejajar tiga. Di bawah angka itu tertulis 2005, 2006 dan Q-3 2007. Pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa dalam tiga tahun terakhir Acer merajai pasar komputer jinjing. Pesan tersebut dibenarkan oleh Helmy Anam, Manajer Komunikasi Pemasaran PT Acer Indonesia bahwa Acer menjadi nomor satu di Indonesia untuk produk notebook. Bahkan pada Q-3 (kuartal III) 2007 pasar Personal Computer (PC) untuk keseluruhan (desktop, notebook, dan server) menjadi nomor satu. Husen Halim, Manajer Produk Senior Consumer Acer mengakui bahwa keberhasilan Acer menjadi pemuncak pasar PC di Indonesia lebih ditunjang oleh produk notebook pada saat desktop juga mengalami pertumbuhan signifikan.
Prestasi yang dibukukan Acer tergolong fenomenal. Sebelumnya vendor Teknologi Informasi asal Taiwan ini bukanlah pemain yang diperhitungkan dalam persaingan bisnis notebook di tanah air. Para pemain yang terlebih dahulu masuk pasar adalah merek-merek beken seperti Toshiba, HP/Compaq dan IBM/Lenovo.
Prestasi ini tidak mudah diraih. Upaya pemasaran perusahaan yang secara resmi masuk ke Indonesia tahun 1998 ini dijalankan dengan lebih intensif. Acer gencar menggelar program promo termasuk beriklan di media cetak. Berbagai program promosi digelar seperti “Tabrak Rejeki” dan “Gila-Gilaan” tahun 2006, setiap hari memberikan hadiah uang tunai Rp. 10 juta dan grand prize New Toyota Camry untuk setiap pembelian satu unit prodek Acer. Bahkan perusahaan yang dikembangkan oleh Stan Shih tahun 1976 ini menawarkan program asuransi bagi penggunanya yakni All Risk Protection Program bekerja sama dengan asuransi kelas dunia Allianz. Program komunikasi pemasaran Acer ini sangat terencana dan terarah melalui metode ATL (above the line) maupun BTL (below the line) dan dijalankan simultan dan gencar.
Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial dan tengah mengalami pertumbuhan amat pesat. Tahun 2007 pasar notebook lebih dari 400 ribu unit dengan pertumbuhan di atas 20% sedangkan pasar PC secara keseluruhan mencapai 1.7 juta unit. Karena itu Acer tidak ragu berinvestasi di Indonesia baik dalam hal merek maupun pengembangan jaringan.
Dalam mengembangkan merek, Acer tidak ragu menggelontorkan dana cukup besar untuk mengomunikasikan mereknya di berbagai media. Sejauh ini komunikasi disesuaikan dengan karakter konsumen Indonesia. Materi promosi seluruhnya dikerjakan di Indonesia mulai dari pemilihan agency, model iklan hingga desain. Media cetak dan media luar menjadi pilihan utama untuk berkomunikasi. Media elektronik seperti Televisi komersial tidak cocok untuk produk ini. Itu sebabnya promosi Acer pada setiap negara akan berbeda-beda di mana produk Acer beroperasi. Pendekaan lokal ini dilakukan karena Acer percaya bahwa orang lokal jauh lebih mengerti karakteristik pasar negaranya.
Langkah Acer tersebut ternyata disambut pasar dengan baik. Pesan yang ingin disampaikan kepada konsumen dapat diterima dengan baik pula. Oleh karena itu tidak salah jika Acer diterima sebagai multinational brand.
Selain strategi branding di atas, faktor lain yang membuat Acer melejit adalah konsep “Channel Business Model”. Dengan konsep ini Acer mendukung kerja sama dengan mitra dan pemasok dengan berbasis pada Supply Chain Management, riset, dan pengembangan. Hal ini disadari sepenuhnya oleh manajemen Acer karena PC merupakan produk teknologi yang pergerakannya sangat cepat. Berbicara prosesor saja, hampir setiap bulan Intel mengeluarkan prosesor baru oleh karenanya Acer langsung merespon dengan meluncurkan produk baru juga. Oleh sebab itu Acer sering disebut sebagai refresh technology. Acer hampir selalu menjadi vendor yang mengadopsi teknologi terkini yang dikeluarkan oleh Intel khususnya untuk seri Asphire yang ditujukan untuk konsumen perorangan. Dampaknya, life cycle produk menjadi sangat pendek. Sedangkan seri Travel Mate yang ditujukan untuk konsumen bisnis daur hidupnya jauh lebih panjang mengingat untuk masuk ke pasar korporat dibutuhkan waktu yang relatif lebih lama.
Selain teknologi, Acer sangat memperhatikan desain. Hampir semua produknya dibuat sangat fungsional dan user friendly dengan desain khusus yang disebut Folio Design. Desain Acer juga memadukan unsur seni dan disesuaikan dengan perkembangan masa kini.
Kecepatan Acer dalam meluncurkan produk dan desain baru tidak didasarkan pada kepentingan Acer semata. Semua produk dan desain yang diluncurkan melalui proses riset yang mendalam, yang melibatkan para tenaga ahli Acer di berbagai Negara dan konsumen pun turut dilibatkan. Karena itu daya serap pasar terhadap Acer sangat tinggi karena sesuai dengan kebutuhan mereka. Riset yang dilakukan tidak pernah berhenti. Karena itu pula merek yang ketika awal masuk ke Indonesia dipasarkan oleh Metrodata ini memasang slogan citra (pernyataan positioning) “Acer Understands”, maksudnya Acer mengerti kebutuhan dan keinginan konsumen.
Dari sisi harga, Acer menawarkan haga yang affordable bagi konsumen. Bahkan dapat dikatakan produk Acer adalah produk yang paling murah tetapi value yang diperoleh konsumen sangat tinggi jika mengacu pada spesifikasi produk yang ditawarkan. Rentang harga yang ditawarkan sangat luas, mulai dari harga 5 jutaan hingga 20 jutaan untuk seri Ferrari. Oleh sebab itu Acer sangat fleksibel menetapkan margin karena memiliki banyak segmen. Acer selain menjual image juga menjual value.
Strategi harga yang affordable dan berlapis-lapis sangat tepat diterapkan di pasar Indonesia. Dalam penilaian Acer, harga yang terlalu murah untuk Laptop tidak cocok karena citranya cenderung rendah. Produsen Laptop yang menjual harga murah juga tidak terlalu baik dalam penjualannya.
Kunci sukses Acer lainnya adalah kemampuan mengembangkan jaringan. Dari waktu ke waktu Acer menambah channel pemasarannya. Acer tidak terlalu dalam mencampuri urusan pendistribusian dan penjualan. Untuk urusan ini Acer melakukan outsourcing kepada para mitranya. Semua gerai penjualan milik mitra kerja termasuk Acer Center. Service center Acer berada di mangga Dua Square sebagai satu-satunya Acer center yang dimiliki Acer. Dalam kondisi demikian, Acer cukup membina hubungan baik dengan channel-channel pemasarannya.
Dengan penguasaan pasar laptop yang demikian baik, Acer perlu waspada dengan gerak para kompetitornya. PT Hawlett-Packard Indonesia dan vendor lainnya tetap berambisi untuk menjadi nomor satu di Indonesia di pasar laptop. Berbagai strategi telah disiapkan dengan jurus-jurus baru. Jurus baru PT Hawlett-Packard Indonesia mengubah kampanye “Personal Again” menjadi “What do you have to say”. Jurus ini menegaskan Hawlett-Packard semakin mengedepankan pengalaman konsumen dengan produk HP. Mencermati situasi pasar demikian, maka kompetisi pasar laptop akan semakin ketat memasuki tahun 2008 ini. Oleh sebab itu Acer harus dapat menjaga dengan baik posisi pasarnya dengan terus melakukan inovasi dan pengembangan.
Adopted from SWA No.22/XXIV 24 Januari - 5 Febuari 2008
March 19th, 2008 at 9:02 am
Buat Direktur Pasca MM Unsoed…Pak Agung yang ganteng.
Gimana nih… Mahasiswa MM Unsoed kok kurang respon terhadap e-learning,apa mahasiswa MM cuma 10 orangan tiap kelasnya.Seharusnya para calon master mulai menyadari bahwa peranan sistem informasi melalui teknologi sebagai “enabler” bagi perusahaan untuk memperoleh keunggulan kompetitif.Boleh dikata teknologi informasi sudah dipandang sebagai sumber daya strategik,sumber potensial untuk mendapatkan keunggulan bersaing didalam era bisnis modern..Dari Sang Togog
July 4th, 2008 at 11:02 pm
Hey, I was looking around for a while searching for iso 9001 standard and I happened upon this site and your post regarding MM 20 TGL: TUGAS MAN STRATEGI, I will definitely this to my iso 9001 standard bookmarks!
July 20th, 2008 at 6:39 am
Adreside kayit ettim
August 7th, 2008 at 4:47 am
Speech on the health of the penis, exercises, penis enlargement pills, anatomy of the woman, clitoris, informations on sex, positions, health and much more. Visit: http://www.sinepenis.com
September 5th, 2008 at 2:03 pm
Assalamu’alaikum wr.wbr.
Terima kasih atas dimuatnya informasi tentang Kelompok Bermain Traju Mas. Saya sebagai salah satu pengelola kelompok bermain tersebut menyampaikan apresiasi yang tinggi untuk artikel Play Group Traju Mas. Matur nuwun nggih Mas…
Saya hanya ingin meluruskan tentang uang pangkal masuk Play Group yang tertulis dalam artikel sebesar Rp. 1.000.000,00. Sebenarnya dalam penerimaan murid, kami tidak menentukan besarnya uang pangkal. Dalam hal ini kamu menerapkan prinsip INFAQ yang besarnya diserahkan kepada orang tua/wali masing-masing, yang selama ini alhamdulillah rata-rata masih di bawah Rp. 100.000,00.
Kalau berkenan untuk lebih mendalami Play Group Traju Mas, dengan segala senang hati kami menunggu kehadiran Mas penulis di lokasi.
Wassalam wr.wbr.
September 17th, 2008 at 10:06 pm
Penis Enlargement Exercises, Ejaculation Control, Sexual Performance, Woman Information and much more. Visit: http://www.sinepenis.com
September 23rd, 2008 at 3:04 pm
Post trackbacks and comments to remote blogs automatically with Trackback Submitter! This tool will submit your comments to millions of blogs automatically. Trackback Submitter - the most powerful tool on the planet to submit trackbacks automatically!
October 7th, 2008 at 4:38 am
…
” If you work hard on your job, you could make a living. If you work hard on yourself, you could make a fortune. Your income is primarily determined by your philosophy, not the economy. Success is something you attract by becoming an attractive perso…
October 7th, 2008 at 5:59 am
The Ultimate Cash Club…
…
October 7th, 2008 at 1:30 pm
Post comments on websites automatically using automated comments posting software. Get thousands of backlinks per day, increase your sales and earnings. Automated comments poster is the best way to build backlinks and promote websites automatically!
November 21st, 2008 at 6:54 am
Pak Agung, saya mahasiswa s-1 yang sedang mencari tugas manajemen strategi berdasarkan five forces competitive adventages, terima kasih banyak, komen diatas sangat membantu saya salam menyusun tugas tersebut.
December 12th, 2008 at 4:45 pm
iso 9000 2000…
Since 1996, Mark Kaganov worked for a number of world’s leading registrars and notified bodies as a Lead Auditor. His qualifications include ISO 9001, ISO 14001, ISO 13485, Medical Device Directive 93/42/EEC and Canadian Medical Device Regulations. I…
November 7th, 2009 at 5:36 am
[...] pada Land Cruiser Prado yang tak asing bago offroaderArtikel tentang Toyota Siapkan Sang Penantang: praptapa.unsoed.net:AGUNG PRAPTAPA » Blog Archive » MM 20 TGL: TUGAS MAN STRATEGISiapkan pula [...]
June 27th, 2010 at 3:26 am
That is cool that we can receive the loan moreover, this opens up new opportunities.